Ketika saya duduk di bangku sekolah tingkat menengah, ada satu pelajaran yaitu SKI atau Sejarah Kebudayaan Islam. Belajar dengan guru mata pelajaran SKI tersebut sangatlah menyenangkan, sampai-sampai setiap ulangan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan. Teringat sebuah sejarah peradaban Islam dimulai dari perjuangan Nabi Muhammad SAW, para sahabat Khulafaurrasyidin, Bani Umayah, Bani Abasiyah dan sebagainya.
Ada salah satu nama tokoh islam yang terkenal dibidang ilmu kesehatan, yang namanya juga digunakan atau dipakai dalam nama klinik atau rumah sakit kesehatan. Ibnu Sina, iya itulah nama beliau. Berikut ini adalah sebuah catatan kecil mengenai beliau.
“Dokter yang tidak peduli adalah asisten terbaik sang maut”
(Ibnu Sina)
Ibnu Sina, memiliki nama panjang Abu Ali Husain ibn Abdullah ibn Sina
(sering dilatinkan jadi Avicenna di Barat). Karena besarnya
kontribusinya terhadap dunia kedokteran lewat masterpiece-nya, Canon of
Medicine, ia dijuluki “Bapak Kedokteran”. Bahkan kalau Anda membaca
sendiri Canon of Medicine, Anda akan terkejut betapa banyaknya penyakit
modern yang telah dibahas oleh Ibnu Sina beserta metode
pengobatannya.Sepanjang hidupnya, Ibnu Sina telah menulis lebih dari 450
buku dan jurnal. Termometer, aromaterapi, rumah sakit jiwa, dan
destilasi uap, adalah beberapa temuan Ibnu Sina yang terpakai hingga
sekarang. Tidak seperti kebanyakan ilmuwan sekarang yang fokus ke
satu-dua bidang, karya-karya Ibnu Sina mengcover banyak sekali bidang
termasuk kimia, fisika, kedokteran, filsafat, sastra, theologi,
psikologi, astronomi, geologi, musik, politik, dan engineering.
Saya
pribadi sangat tertarik dengan karya-karya klasik Ibnu Sina yang
kebetulan cukup sulit didapatkan secara online….dan alhamdulillah di
suatu situs saya bisa mendownload banyak jurnal dan buku-buku sang bapak
kedokteran ini, itupun yang ada kebanyakan bahasa Arab….masih cukup
sedikit yang translate bahasa Inggris. Kalau Anda mau, Canon of Medicine
sudah banyak terjemahannya dalam bahasa Inggris, baik full maupun per
chapter. Namun dari banyak hunting-hunting itu Thee jadi banyak tahu
juga fakta-fakta unik Ibnu Sina dari yang umum hingga yang mungkin
jarang diketahui orang lain….
1) Ibnu Sina telah hafal Qur’an di
usia 7 tahun. Ia juga telah memahami metafisika dan semua filsafat
Aristoteles di umur 8 tahun (kalo di kita sekitar kelas 3 SD…). Di usia
ini ia telah berinisiatif sendiri membeli buku tafsir metafisika
Aristoteles karya Al-Farabi seharga 3 dirham. Buku itu sangat
mempengaruhi hidupnya.
2) Ibnu Sina telah membahas kanker, tumor,
diabetes, dan efek placebo pada masterpiece-nya Canon of Medicine. Ia
sendiri telah membahas tentang bedah tumor. Teorinya tentang cara
penularan TBC sempat ditolak di Barat selama ratusan tahun, namun pada
akhirnya diterima kebenarannya setelah mikroskop ditemukan. Demikian
pula tentang efek placebo, baru diterima kebenarannya di Barat pada
tahun 1960-an. Ia juga telah menyatakan dalam Canon tentang manfaat
olahraga untuk menjaga kesehatan.
3) Uji klinis, experimental
medicine, uji efektivitas obat, risk factor analysis, adalah beberapa
kontribusi Ibnu Sina di bidang farmakologi klinis. Sebelum uji klinis
dan kaidah-kaidahnya ditemukan , sebenarnya pada masa Islam obat-obatan
dicobakan pada hewan seperti kera, singa, tikus, dan kuda untuk melalui
uji kelayakan beredar.
4) Ibnu Sina adalah pelopor
psikofisiologi, psikosomatik, dan neuropsikiatri. Ketertarikan ini
membuatnya menulis banyak jurnal tentang psikologi dan psikiatri, jauh
sebelum Carl Jung dan Sigmund Freud. Beberapa penyakit yang ia bahas di
antaranya meliputi halusinasi, insomnia, mania, dementia, dan vertigo.
5) Ibnu Sina sangat percaya bahwa pikiran manusia dapat mempengaruhi
kondisi fisiknya. Ia bahkan pernah berpesan pada murid-muridnya, “jangan
pernah katakan kepada pasien kalau penyakit mereka tidak bisa diobati.
Karena sesungguhnya sugesti kalian juga adalah obat bagi pasien”.
6) Di bidang fisika, Ibnu Sina adalah penemu termometer dan ia selalu
menggunakan alat itu di setiap penelitiannya untuk mengukur suhu udara
sekitar.
7) Di bidang kimia, Ibnu Sina menemukan teknik destilasi
uap untuk mengekstrak minyak atsiri dari herbal dan rempah-rempah. Ia
juga menemukan referigerated coil untuk mengkondensasikan uap aromatik,
yang merupakan terobosan dalam teknologi destilasi.
Karena ini, Ibnu
Sina dianggap sebagai pelopor aromaterapi. Salah satu buku kimianya
yang paling berpengaruh adalah Liber Aboali Abincine de Anima in Arte
Alchemiae.
Di bidang mekanika, Ibnu Sina telah menjelaskan teori
momentum dan inersia. Dalam percobaannya mengenai penembakan proyektil,
ia telah menjelaskan pengaruh gravitasi, gaya awal, dan gesekan
proyektil terhadap udara. Teori ini kemudian menginspirasi hukum kedua
Newton.
8) Ribuan tahun sebelum fisika kuantum lahir, Ibnu Sina
telah menjelaskan kecepatan cahaya dan sifat partikel/gelombang cahaya.
Ia juga telah menguraikan bahwa semua materi di alam ini tersusun dari
paket-paket energi (quanta)—yang kemudian menjadi salah satu fondasi
fisika kuantum ribuan tahun kemudian.
9) Kalau kita membaca
buku-buku motivasi diri dan ESQ tentang kekuatan alam bawah sadar, Ibnu
Sina sebenarnya telah mengungkapkan Creative Mind sebagai kekuatan
terbesar tersembunyi dalam diri manusia. Dia juga menulis tentang The
Power of Self dan pentingnya autosugesti untuk penyembuhan dan
peningkatan diri. Salah satu karya reflektifnya, “The Floating Man”,
mengajak pembacanya untuk merenung tentang self-awareness ini. Salah
satu ilmuwan barat yang terinspirasi dengan faham ini adalah Vincent
Descartes sehingga lahir ucapannya yang terkenal, “aku berpikir maka aku
ada”. Karya-karya Ibnu Sina tentang self-awareness ini pada akhirnya
menginspirasi lahirnya tulisan-tulisan motivasi diri di Barat, seperti
As A Man Thinketh.
10) Di bidang metafisika, Ibnu Sina telah
menyatakan bahwa manusia dapat menciptakan kejadian dalam hidupnya
dengan energi pikirannya ditambah emosi kuat yang menyertainya (mirip
The Secret, believe it or not). Ia juga menyatakan Tuhan sebagai sumber
segala energi di alam semesta. Gara-gara pernyataan ini, sejumlah filsuf
dan ahli fiqh mendebat Ibnu Sina dan menuduhnya kufur. Namun Ibnu Sina
menjawab “semua keberadaan energi ini adalah karena kehendak Allah.
Apabila Ia berkehendak maka energi demikian bisa Ia musnahkan pula” .
Apakah ini berarti Ibnu Sina juga bapak law of attraction?
11)
Kalau Anda pernah memakai Rancangan Acak Kelompok atau Rancangan Acak
Lengkap dalam melakukan penelitian atau menyusun skripsi, sebenarnya
tanpa sadar Anda telah menggunakan salah satu temuan Ibnu Sina.
12) Di bidang engineering, Ibnu Sina merangkum dalam bukunya Mi’yar
al-‘Aql (Measure of the Mind) klasifikasi mesin sederhana dan
kombinasinya, seperti lever, pulley, screw, wedge, dan windlass (saya
gak tau transletnya, soalnya istilah baku enginering hihihi). Ia
menjelaskan semua mekanisme gaya dari alat-alat ini.
13) Pengobatan dengan lintah yang populer pada abad-18 di Eropa, sebenarnya adalah temuan Ibnu Sina.
14) Ibnu Sina menemukan peredaran darah manusia dan anatominya, 600 tahun lebih sebelum
William Harvey.
15) Ibnu Sina adalah founding father Rumah Sakit Jiwa. Di samping
dokter, dosen, dan filsuf, ia juga adalah seorang psikiater. Pada saat
itu, di Eropa orang-orang gila masih dibakar hidup-hidup karena dianggap
penjelmaan iblis.
16) Ibnu Sina membahas dalam Canon of Medicine
tentang manfaat red wine memperkuat jantung. Tahun 1940-an, dunia
kesehatan Barat membenarkan hal ini dengan adanya antioksidan fenolik
bernama resveratrol yang terdapat dalam red wine. Resveratrol baru
terpublikasi baik di dunia kesehatan pada tahun 1990-an.
17) Di
Canon Ibnu Sina membahas tentang sifat etanol yang dapat membunuh
mikroorganisme. Setiap kali hendak meracik obat atau menangani pasien,
ia selalu mencuci tangannya dengan khamr—sebab isolat etanol belum
ditemukan pada masanya.
18) Sebagian metode pengobatan Ibnu Sina
menggabungkan unsur metode Unani (bahasa Arab untuk Yunani) yang saat
itu hampir punah; dan pengobatan India serta nabawiyah. Kini metode
Unani yang dijelaskan Ibnu Sina mulai digunakan kembali oleh orang-orang
Barat sebagai salah satu metode kesehatan alternatif seperti halnya
yoga.
19) Ibnu Sina memiliki kebiasaan berwudhu dan sholat sunnah
2 rakaat setiap kali ia menemukan jalan buntu meneliti atau menulis.
Menurut pengakuannya, seringkali ia menemukan inspirasi kembali setelah
sholat, atau dalam mimpi tidurnya.
20) Ibnu Sina di samping
jagonya logika, otak kanannya tidak kalah hebat. Ia juga adalah penyair,
jago main alat musik dan bernyanyi. Bahkan ketika ada kuliah malam,
Ibnu Sina selalu menyempatkan break sejenak di mana para mahasiswanya
bisa bermain musik dan bernyanyi di dalam kelas.
21) Kelebihan
unik Ibnu Sina adalah kemampuannya menulis dan membaca sangat cepat. Ia
bahkan bisa menulis dengan tulisannya tetap rapi di atas punggung kuda
yang berjalan cepat.
22) Sejak kecil, Ibnu sina telah mendapatkan
homeschooling dari banyak guru, dan ia tak malu berguru ke siapa saja.
Ia mengaku semasa kecilnya mempelajari aritmatika dari seorang tukang
sayur India – bahkan menyelinap ke pesantren seorang guru Persia untuk
belajar ramuan obat. Hingga ia tua pun ia masih suka berguru ke banyak
ilmuwan, salah satunya ahli fiqh terkenal Al-Farabi.
23) Di umur 18 tahun, Ibnu Sina telah menjadi ilmuwan fisika yang reputasinya dihormati dan dosen (bukan asdos loh…)
24) Di Asfahan, Ibnu Sina pernah dipenjara 4 bulan karena fitnah
lawan-lawan politiknya. Sebelum itu, ia memang pernah menjabat sebentar
di pemerintahan dan karena kinerjanya sangat bagus, banyak yang dengki
padanya. Namun di dalam penjara, Ibnu Sina malah menghabiskan
siang-malamnya untuk menulis buku yang kemudian menjadi salah satu
masterpiece-nya sepanjang masa, Asy-Syifa. Asy-Syifa membahas banyak
cabang ilmu mulai dari metafisika, geometri, musik, medis, sampai
fisika. Keluar dari penjara, ia memutuskan bahwa politik bukan untuknya
dan segera pergi mengembara hanya dengan pakaian melekat di badan,
sedikit uang, dan setumpuk buku.
25) Sebelum menetap di Gorgan,
Ibnu Sina pernah menyembuhkan pangeran Al Mansur ketika semua dokter di
daerahnya menyerah. Pangeran itu menanyakan imbalan apa yang diinginkan
Ibnu Sina : apakah uang? tanah? istana? Ternyata Ibnu Sina menjawab ia
hanya ingin tinggal di perpustakaan Pangeran itu selama beberapa hari
untuk melahap ilmu dari buku-bukunya.
26) Ibnu Sina pernah
membuat tersinggung seorang pejabat setempat dengan menyindir
kebiasaannya yang fanatik mazhab dan sukuisme. Pejabat ini pun
marah-marah sambil mendatangi rektor universitas tempat Ibnu Sina
mengajar, “pecat saja dia!”. Namun rektor itu menjawab dengan tegas,
“saya tidak akan pernah memecat Ibnu Sina. Dia adalah seorang jenius dan
saya percaya bahwa beratus-ratus tahun setelah kita tiada, karyanya
akan tetap bersinar”.
27) Menjelang kematiannya, Ibnu Sina sempat
menyatakan keinginannya untuk meneliti cara mengisolasi mikroorganisme.
Namun ajal mendahuluinya, sehingga tidak sempat.
28) Ibnu Sina
sangat workaholic. Ia menghabiskan sepanjang siangnya meneliti di lab,
mengajar, atau menangani pasien, dan sepanjang malam ia belajar dan
menulis buku serta jurnal. Bahkan sekretarisnya, Al Jauzakani,
menyatakan bahwa Ibnu Sina meninggal karena kelelahan. Saat ia mendapat
teguran dari temannya mengenai kebiasaan workaholic ini, Ibnu Sina
menjawab “saya memilih umur pendek yang penuh makna dan karya, daripada
umur panjang yang hampa”.
29) Karena sifat workaholic dan
mindsetnya yang mendahulukan ilmu di atas segalanya, Ibnu Sina tidak
pernah menikah seumur hidupnya. Menjelang meninggal, ia mendatangi
setiap orang yang ia pernah sakiti untuk meminta maaf, dan hartanya ia
bagi-bagikan untuk fakir miskin.
30) NASA menamakan salah satu
kawah di bulan dengan nama Avicenna. Di Barat nama Avicenna banyak
dipakai untuk nama klinik, penerbit, sekolah medis, klinik pengobatan
alternatif, hingga hotel dan salon kesehatan. Bahkan, UNESCO memiliki
ajang Avicenna Prize untuk mereka yang berjasa di bidang penelitian.
Sebuah spesies bakau pun dinamai Avicennia, untuk mengenang jasanya.
31) Beberapa “murid jarak jauh” atau orang-orang yang banyak menerima
pengaruh dari Ibnu Sina, hingga ratusan tahun setelah ia meninggal :
Imam Ghazali, Umar Khayam, Ibnu Rusydi, Vincent de Beauvais, Isaac
Newton, William Harvey, Thomas Aquinas, Galileo Galilei, Albertus
Magnus, Rene Descartes, dan Jean Buridan.
Nah, itu baru Ibnu Sina.
Sebenarnya, ilmuwan-ilmuwan muslim banyak melahirkan penemuan yang
sampai sekarang terpakai oleh generasi kita, mulai dari kacamata,
kamera, jam, not balok, kopi, peta dunia, air mancur, sabun sulfur,
senyawa radioaktif, operasi plastik, mesin pompa, komputer analog,
pesawat gantole, dan masih banyak lagi. Bahkan, kita takkan bisa
menikmati alat musik piano kalau bukan jasa Al-Farabi yang menciptakan
harpsichord. Harpsichord dimodifikasi lagi oleh orang Eropa menjadi
klavikord, lalu piano.
Sekarang pertanyaannya, kapan lagi ya
Islam melahirkan ilmuwan sekaliber Ibnu Sina? Thee percaya mungkin aja
sudah ada hanya saja kitanya yang nggak kenal, hehehe. Tapi selama
generasi muslim terus lahir, selalu ada kesempatan untuk melahirkan Ibnu
Sina-Ibnu Sina baru.