Minggu, 29 April 2018

Kumpulan Rumus Bangun Datar dan Bangun Ruang

Kotretan Iyek Berikut ini adalah kumpulan rumus untuk bangun datar dan bangun ruang.
A. Bangun Datar
a. Persegi
Bangun persegi memiliki 4 buah simetri putar dan 4 buah simetri lipat.
Rumus :

·         Keliling : 4 x s

·         Luas : s x s (s2)

S = sisi

   b.Persegi panjang

Bangun persegi  panjang memiliki 2 buah simetri putar dan 2 buah simetri lipat.

Rumus :

·         Keliling : 2 x (p+l)

·         Luas : p x l

P= panjang

L= lebar

   c.  Segitiga

1.      Segitiga sama kaki

Bangun segitiga sama kaki memiliki 1 buah simetri putar dan 1 buah simetri lipat.

2.      Segitiga sama sisi

Bangun segitiga sama sisi memiliki 3 buah simetri putar dan 3 buah simetri lipat.

3.      Segitiga siku-siku

Bangun segitiga siku-siku tidak memiliki simetri lipat dan memiliki 1 buah simetri putar.

4.      Segitiga sembarang

Bangun segitiga sembarang tidak memiliki simetri lipat dan memiliki 1 buah simetri putar.

Rumus :

·         Keliling : AB+BC+AC

·         Luas : ½  x a x t

a = alas

t= tinggi

  d.     Jajargenjang

Bangun jajargenjang memiliki 2 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri putar.

Rumus :

·         Keliling: AB+BC+CD+AD

·         Luas: a x t

a=alas

t=tinggi

  e.     Trapesium

1.      Trapesium  sembarang

Bangun trapesium sembarang memiliki  1 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri lipat.

2.      Trapesium sama kaki

Bangun trapesium sama kaki  memiliki 1 buah simetri putar dan 1 buah simetri lipat.

3.      Trapesium siku-siku

Bangun trapesium siku-siku memiliki 1 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri lipat.

Rumus :

·         Keliling : AB+BC+CD+DA

·         Luas: ½ x jumlah sisi sejajar x tinggi

   f.        Layang-layang

Bangun layang-layang memiliki 1 simetri putar dan 1 simetri lipat

Rumus:

·         Keliling: 2(AB+BC)

·         Luas: ½ x d1 x d2

d = diagonal

   g.     Belah ketupat

Bangun belah ketupat memiliki 2 buah simetri lipat dan 2 buah simetri putar.

Rumus :

·         Keliling : 4 x s

·         Luas: ½ x d1 x d2

d = diagonal

   B.    RUMUS BANGUN RUANG

    a.     Kubus

 Rumus:

·         Luas permukaan: 6 x s=6s2

·         Volume: s x s x s= s3

    b.     Balok

Rumus:

·         Luas permukaan: 2{(p x l)+(p x t)+(l x t)}

·         Volume: p x l x t

    c.      Limas

Rumus:

·         Luas permukaan: La + jumlah luas segitiga pada bidang tegak

·         Volume : 1/3 x La x t

La=luas alas

t= tinggi

    d.     Prisma

Rumus:

·         Luas permukaan : (2 x La)+(K x t)

·         Volume: La x t

La= luas alas

K= keliling alas

t= tinggi

   e.     Tabung

Rumus:

·         Luas permukaan: 2 π r (r+t)

·         Luas selimut: 2 π r t

·         Volume : π r2 t

π= 22/7 atu 3,14

r= jari-jari alas

t= tinggi tabung

   f.       Kerucut

Rumus:

·         Luas permukaan: π r (r+s)

·         Luas selimut: π r s

·         Volume: 1/3 π r2 t

r= jari-jari lingkaran alas

s= panjang garis pelukis kerucut

t= tinggi kerucut

   g.     Bola

Rumus :

·         Luas permukaan: 4 π r2

·         Volume: 4/3 π r3

r= jari-jari bola

Penarikan kesimpulan Matematika

Kotretan Iyek Masih ingat dengan istilah silogisme, tolens atau Ponem? Hanya untuk mengingat saja, mari bersama kita belajar kembali.

Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan dalam logika matematika ialah menarik sebuah kesimpulan dengan cara menelaah tiap premis atau pernyataan.

Ada 3 konsep penarikan kesimpulan dalam logika matematika :

Modus Ponen, Modus Tollens dan Sillogisme

1. Modus Ponen

Modus ponen ialah konsep penarikan kesimpulan yang dimana apabila "p →q" dan diketahui "p" maka dapat di tarik kesimpulan "q"

Contoh :

p →q : Jika hari ini hujan, maka tanah jadi basah

p       : hari ini hujan

kesimpulan :

q : tanah jadi basah

2, Modus Tollens

Modus tollens ialah konsep penarikan kesimpulan apabila ada pernyataan majemuk "p →q" dan diketahui "~q" maka dapat ditarik kesimpulan "~p"

Contoh :

p →q : Jika hari ini hujan, maka tanah jadi basah

~q     : tanah tidak basah

kesimpulan :

~p : hari ini tidak hujan.

3. Sillogisme

Silogisme adalah konsep penarikan kesimpulan apa bila ada pernyataan "p →q" dan di ketahui "q →r" maka dapat ditarik kesimpulan "p →r"

Contoh :

p →q :Jika hari ini hujan, maka tanah jadi basah

q →r : jika tanah jadi basah, maka tanaman jadi subur

kesimpulan :

p →r : jika hari ini hujan, maka tanaman jadi subur

Sabtu, 28 April 2018

Menaksir Bilangan Rasional

Kotretan Iyek
Menaksir operasi hitung adalah memperkirakan hasil operasi hitung.

Contoh:

Taksirlah hasil operasi hitung 1.650 + 73.150

Jawab:

1.650 dibulatkan menjadi 2.000

73.150 dibulatkan menjadi 73.000

Jadi, taksiran 1.650 + 72.150 adalah 2.000 + 73.000 = 75.000

Ada tiga macam cara menaksir hasil operasi hitung, yaitu taksiran atas, taksiran bawah, dan taksiran terbaik. Mari kita pelajari bersama-sama.

-

a. Taksiran Atas

Taksiran atas dilakukan dengan membulatkan ke atas bilangan-bilangan dalam operasi hitung.

Contoh:

Tentukan hasil dari operasi hitung 22 × 58.

Jawab:

Karena taksiran atas, maka setiap bilangan dibulatkan ke atas.

22 dibulatkan ke atas menjadi 30

58 dibulatkan ke atas menjadi 60

Jadi, taksiran 22 × 58 adalah 30 × 60 = 1.800

Coba diskusikan dengan kawan terdekatmu, mengapa disebut taksiran atas. Kemukakan jawaban kalian. Bandingkan dengan jawaban kawan-kawan yang lain.

-

b. Taksiran Bawah

Taksiran bawah dilakukan dengan membulatkan ke bawah bilangan-bilangan dalam operasi hitung.

Contoh:

Tentukan hasil taksiran bawah dari operasi hitung 22 × 58

Jawab:

Karena ini taksiran bawah, maka bilangan dibulatkan ke bawah.

22 dibulatkan ke bawah menjadi 20

58 dibulatkan ke bawah menjadi 50

Jadi, taksiran 22 × 58 adalah 20 × 50 = 1.000

Hayo, mengapa disebut taksiran bawah?

-

c. Taksiran Terbaik

Taksiran terbaik dilakukan dengan membulatkan bilangan-bilangan dalam operasi hitung menurut aturan pembulatan.

Contoh:

Tentukan hasil taksiran terbaik dari operasi hitung 22 × 58

Jawab:

22 menurut aturan pembulatan dibulatkan menjadi 20, 58 menurut aturan pembulatan dibulatkan menjadi 60. Jadi, taksiran 22 × 58 adalah 20 × 60 = 1.200

Pembulatan dalam penaksiran operasi hitung dapat dilakukan ke satuan, puluhan, ratusan terdekat (tidak ada ketentuan khusus).

-

A. Mari menaksir hasil operasi hitung dengan taksiran atas.

1. 46 × 12

2. 97 + 49

3. 98 – 41

4. 76 : 11

5. (28 × 10) : 24

6. 14 × 18 + 555

7. 17.844 : 990 – 15

-

B. Mari menaksir hasil operasi hitung dengan taksiran bawah.

1. 1.542 + 8.250

2. 814 : 21

3. 212 × 101

4. 1281 – 337

5. (28 : 10) × 101

6. 52 – 18 × 55

7. 17.844 : 990 – 10

C. Mari menaksir hasil operasi hitung dengan taksiran terbaik.

1. 34 × 28

2. 87 : 31

3. 55 × 46

4. (98 – 32) + 79

5. 1.255 : 95 + 9

6. 92 – 18 × 32

7. 18.955 : 911 – 10

-

F. Menaksir Harga Kumpulan Barang

Bilangan yang menyatakan nilai uang adalah bilangan bulat.

Mari mempelajari masalah yang berkaitan dengan uang, yaitu menaksir harga kumpulan barang.

Di koperasi sekolah dijual beragam barang kebutuhan sekolah seperti buku, pensil, bolpoin, dan penghapus. Daftar harga barang-barang di koperasi sekolah adalah sebagai berikut.

Buku gambar Rp1.675,00 Pensil Rp950,00

Buku tulis Rp1.450,00 Penghapus Rp675,00

Bolpoin Rp1.275,00 Rautan Rp750,00

Jika Abid ingin membeli 2 buku tulis, 1 bolpoin, dan 1 penghapus, kira-kira berapa banyaknya uang yang harus dimiliki Abid?

-

Dengan prinsip dasar pembulatan ke ratusan terdekat, dapat kalian peroleh pembulatan sebagai berikut.

Rp1.450,00 dibulatkan menjadi Rp1.500,00

Rp1.275,00 dibulatkan menjadi Rp1.300,00

Rp675,00 dibulatkan menjadi Rp700,00

Maka jumlah harganya adalah:

2 buku tulis 2 × Rp1.500,00 = Rp3.000,00

1 bolpoin 1 × Rp1.300,00 = Rp1.300,00

1 penghapus 1 × Rp700,00 = Rp 700,00

+

Jumlah = Rp5.000,00

Jadi, Abid harus memiliki uang kurang lebih Rp5.000,00.

Untuk melakukan penaksiran operasi hitung uang dalam satuan ribuan atau lebih, dapat dilakukan dengan pembulatan sampai ribuan terdekat.

-

Penggunaan kata kira-kira, kurang lebih, dan perkiraan dapat berarti melakukan penaksiran

Contoh:

Marbun dan ibunya membeli 3 baju, 1 kaos, dan 1 celana. Harga setiap baju, kaos, dan celana berturut-turut adalah Rp39.575,00, Rp15.750,00, dan Rp24.250,00. Berapa kira-kira Marbun dan ibunya harus membayar di kasir?

Jawab:

Taksiran harga dalam ribuan terdekat adalah sebagai berikut.

Harga baju: Rp39.575,00 ditaksir Rp40.000,00

Harga kaos: Rp15.750,00 ditaksir Rp16.000,00

Harga celana: Rp24.250,00 ditaksir Rp24.000,00

-

Marbun dan ibunya membeli 3 baju, 1 celana pendek, dan 1 celana panjang.

Taksiran harga 3 baju: 3 × Rp40.000,00 = Rp120.000,00

Taksiran harga 1 kaos: 1 × Rp16.000,00 = Rp16.000,00

Taksiran harga 1 celana: 1 × Rp24.000,00 = Rp24.000,00

Taksiran harga total adalah:

Rp120.000,00 + Rp16.000,00 + Rp24.000,00 = Rp160.000,00

Jadi, Marbun dan ibunya harus membayar kira-kira Rp160.000,00.

-

A.  Taksirlah jumlah nilai uang  ini dalam ribuan terdekat.

1. Rp1.750,00 + Rp1.250,00 + Rp950,00

2. Rp2.825,00 + Rp3.450,00 + Rp750,00

3. Rp4.275,00 + Rp3.150,00 + Rp1.250,00

4. Rp1.250,00 + Rp2.750,00 + Rp1.725,00

5. Rp5.000,00 + Rp3.650,00 + Rp1.725,00

-

B.  Taksirlah untuk penyelesaian masalah berikut.

1. Ema ikut ibu belanja ke pasar. Mereka membeli kue seharga Rp5.500,00, sayuran seharga Rp3.275,00, dan buah jeruk seharga Rp7.850,00. Berapakah kirakira uang yang dibelanjakan ibu?

2. Menik membeli 3 penjepit rambut yang harga setiap buahnya Rp725,00. Setelah itu, ia membeli 2 helai pita rambut dengan harga Rp1.250,00 setiap helai dan sebuah sisir seharga Rp975,00. Berapakah kurang lebih uang yang dibelikan Menik?

3. Marbun membeli 5 buah jeruk dan 4 buah apel. Jika harga setiap buah jeruk dan apel masing-masing adalah Rp725,00 dan Rp1.250,00, berapakah kirakira Marbun harus membayar?

4. Harga sepasang burung merpati Rp8.425,00 dan harga sepasang burung jalak adalah Rp9.775,00. Abid ingin membeli seekor merpati dan seekor jalak.

Berapa kira-kira harganya?

5. Abid membeli baju seharga Rp20.500,00 dan celana Rp15.250,00. Jika Abid membawa uang Rp50.000,00, berapa kira-kira kembaliannya

Bilangan Berpangkat

Kotretan Iyek Tahukah kamu, apakah bilangan berpangkat itu? Apa saja ya sifat-sifat bilangan berpangkat? Kita simak pembahasannya di bawah ini, yuk.

Bilangan yang memiliki pangkat di dalam matematika terdiri dari: bilangan dengan pangkat bulat positif (bilangan asli), pangkat bulat negatif, pangkat nol, pangkat rasional dan pangkat riil.Notasi pangkat digunakan untuk menuliskan hasil kali suatu bilangan berulang dalam bentuk yang lebih sederhana. Seperti misalnya, kita memiliki tiga faktor a yang sama, sehingga dapat menggunakan lambang a3 untuk menyatakan (a x a x a), dengan 3 dituliskan di sebelah kanan atas a yang dinamakan pangkat dari a dan menyatakan banyaknya faktor a yang terulang, dapat ditulis a3 = a x a x a

Bilangan berpangkat yang paling sering dibahas antara lain bilangan berpangkat positif, bilangan berpangkat negatif dan bilangan berpangkat nol. Agar lebih jelas, kita bahas satu per satu pengertian dan sifat-sifat dari ketiga bilangan berpangkat itu, yuk!

Bilangan Berpangkat Positif

Bilangan berpangkat positif merupakan bilangan yang mempunyai pangkat/eksponen positif. Bilangan berpangkat positif memiliki sifat-sifat tertentu, di mana terdiri dari a, b, bilangan real m, n, yang merupakan bilangan bulat positif. Sifat-sifat bilangan berpangkat positif sebagai berikut:

Selanjutnya, coba kerjakan contoh soaldengan menggunakan sifat-sifat bilangan berpangkat positif di bawah ini:

Sederhanakanlah bilangan berpangkat berikut ini!

Jawab:

 

Bilangan Berpangkat Negatif

Tidak semua bilangan berpangkat bernilai positif, beberapa pangkat adalah bilangan bulat negatif. Untuk bilangan berpangkat negatif berlaku sifat sebagai berikut:

Jika a ∈ R, a ≠ 0, dan n adalah bilangan bulat negatif, maka

 Contoh soal bilangan berpangkat negatif:

1. Nyatakan dengan pangkat positif bilangan berpangkat berikut ini 

Jawab:

2. Nyatakan dengan pangkat negatif bilangan berpangkat berikut ini 

 

Jawab:

 

3. Sederhanakanlah bilangan berpangkat berikut ini 

Jawab:

 

Bilangan Berpangkat Nol

Squad, selain bilangan berpangkat positif dan bilangan negatif, dalam matematika juga ada bilangan berpangkat nol. Sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa . Berdasarkan sifat pembagian bilangan berpangkat positif dapat diperoleh . Sehingga sifat untuk bilangan berpangkat nol adalah:

Jika a bilangan riil dan a tidak sama dengan 0, maka 

Supaya lebih jelas, coba kerjakan contoh soal bilangan berpangkat nol di bawah ini:

Sederhanakanlah bilagan berpangkat berikut:

Jawab:

 

Senin, 23 April 2018

Memaknai Musibah

Kotretan Iyek Felix Siauw Official:
Memaknai Musibah

Pernah saya ditanya oleh ayah saya yang belum Muslim (mohon doa supaya lekas Muslim), "Lix, bagaimana cara membedakan mana ujian dan mana azab?", begitu suatu waktu

Musibah dalam bahasa arab adalah sesuatu yang menimpa, dan dalam Al-Qur'an semua musibah itu atas izin Allah. Artinya musibah itu bisa jadi kebaikan atau keburukan

Allah lanjutkan dalam QS 64:11 setelah penjelasan musibah itu atas izin-Nya, "Dan siapa yang beriman kepada Allah, Dia akan memberi petunjuk kepada qalbunya", begitu

Artinya satu musibah bisa saja sebagai sebuah ujian, untuk meninggikan derajat manusia, memberinya kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki yang dia mampu

Tapi satu musibah bisa jadi sebuah azab (hukuman), sebab Allah tidak menyukai kerusakan yang dia perbuat, sebagaimana yang Allah terangkan dalam QS 30: 41-42

Kembali ke pertanyaan, bagaimana membedakan musibah mana yang ujian dan yang mana yang azab? Ini yang memang sulit, karena ini keterkaitan dengan kebijaksanaan

Karenanya kita berdoa, semoga kita mampu kuat melewati ujian dan sadar saat dihukum, dan kemampuan membedakan mana ujian mana azab, jangan sampai kita merasa sudah baik

Bilapun harus membeda mana ujian mana azab. Saat kita taat dan mendapat musibah, itulah ujian. Saat kita maksiat dan diberi musibah, kemungkinan besar itu azab

Sikap paling pas adalah, senantiasa menyerahkan semua pada Allah, tawakal. Bahwa semua musibah adalah atas izin Allah, dan mengambil pelajaran serta introspeksi

Abaikan para pendukung penista agama yang berkata "Sudah punya pemimpin Muslim kok tetap musibah? Katanya sudah dicintai Allah?", mereka niat dan caranya sudah rusak

Kita meyakini keberkahan itu datang dari Allah, dengan cara taat pada perintah Allah seutuhnya. Mengenai hal teknis, kita akui pemimpin kita perlu banyak pembelajaran

Semoga Allah berikan kesabaran bagi mereka yang tertimpa musibah, dan bagi yang luang dilapangkan untuk membantu, semua kita introspeksi dan mengambil kebaikan

Minggu, 22 April 2018

Membaca Al-Qur'an Menambah Waktu

Kotretan Iyek Membaca Al Quran tidak akan mengurangi waktumu. Justru sebaliknya, ia akan menambah waktumu

```Secara hitungan matematika dunia, membaca Al Quran tampak seakan-akan mengurangi waktu. Dari total 24 jam dalam sehari, seolah-olah berkurang sekian detik, sekian menit atau sekian jam jika digunakan untuk membaca Al Quran.```

_Tapi, tahukah kita bahwa waktu yang kamu gunakan untuk membaca Al Quran itu sebenarnya tidak hilang begitu saja.
Ia akan diganti oleh Allah dengan keberkahan yang berlipat ganda._

*Apa itu keberkahan?*

```Keberkahan artinya pertambahan dan pertumbuhan.
📊 Wujudnya bisa bermacam-macam.
Misalnya, pekerjaanmu beres, produktivitasmu meningkat, keuntunganmu bertambah, kesehatanmu terjaga dan seterusnya.```

_Itu adalah wujud keberkahan yang akan diperoleh oleh orang yang membaca Al Quran._

*Pernahkah anda mendengar tentang orang yang stress? Atau orang yang sedang kebingungan mencari inspirasi? Atau orang yang kesulitan menyelesaikan pekerjaannya? Atau orang yang waktunya habis sia-sia tanpa produktivitas?*

```Itu adalah bentuk-bentuk kehilangan umur yang disebabkan tidak berkahnya waktu.```

_Tahukah kita bahwa dahulu para ulama bisa menulis karya-karya agung yang jumlahnya melebihi bilangan umur mereka?
Padahal saat itu belum ada mesin ketik, apalagi komputer. Semuanya ditulis manual dengan tangan dan peralatan yang sangat sederhana, ditambah kondisi yang lebih sulit daripada kondisi sekarang._

*Mengapa mereka bisa? Jawabnya karena waktu mereka penuh berkah.*

```Dari mana keberkahan itu? Jawabnya dari membaca Al Quran.```

*Perhatikan kisah berikut: Ibrahim bin Abdul Wahid Al Maqdisi berwasiat kepada Al Dhiya Al Maqdisi sebelum yang terakhir pergi menuntu ilmu:*

☄```"Perbanyaklah membaca Al Quran. Jangan kamu tinggalkan. Karena kemudahan yang akan kamu peroleh dalam pencarianmu akan berbanding lurus dengan kadar yang kamu baca."```

_Al Dhiya mengatakan, "Lalu aku renungi hal itu dan aku praktekkan berkali-kali. Setiap kali aku membaca banyak, semakin mudah aku menghafal hadits dan menulisnya. Jika aku tidak membaca, tidak mudah aku melakukannya."_

Sumber: "Dzail Thabaqat al Hanabilah" karya Ibnu Rajab al Hambali.

*Jadi, jelaslah bahwa membaca Al Quran membawa keberkahan sehingga waktu yang kita miliki bisa lebih bermakna dengannya.*

👉``` Jangan kamu membaca Al Quran di waktu luangmu, tapi luangkanlah waktumu untuk membaca Al Quran.```

Kamis, 12 April 2018

Gemingan kata Edisi Suara

Kotretan Iyek Berteriak sekeras mungkin namun tak kuasa bersuara. Diri ini seakan lemah untuk bersuara, padahal negeri ini menghargai mereka yang bersuara.
Nyanyian dan alunan suara bernada tinggi kerap ditemukan di telinga kiri dan kanan ini. Ketika sengaja ditutup rapat, tetap saja terdengar. Ketika berlari menjauh, tetap saja ada kabar dari burung tetangga yang terbang menghampiri.
Nyanyian suara pilu sering juga terlintas dikuping ini. Suara yang seakan pesimis meminta uluran tangan dari yang manis. Mata berlinang penuh harap, dengan nyanyian yang terkadang melebihi nada semestinya. Agar uluran tangan bisa tiba di tangannya dengan akurat tepat.
Nyanyian empat lima jua tak jarang terbesit di kuping ini. Suara perjuangan nan penuh semangat menjadi pemacu hati yang ingin bisa bernyanyi bersama dirinya. Suara yang menggelegar namun tetap rendah terdengar indah dan menjadi pemacu.
Suara
Suara mereka
Suara mereka terdengar
Suara mereka terdengar begitu
Suara mereka terdengar begitu syahdu

Senin, 02 April 2018

GHIBAH

Kotretan Iyek Dari segi bahasa, ghibah artinya membicarakan mengenai hal negatif atau positif tentang orang lain yang tidak ada kehadirannya di antara yang berbicara. Dari segi istilah, ghibah berarti pembicaraan antar sesama muslim tentang muslim lainnya dalam hal yang bersifat kejelekkan, keburukan, atau yang tidak disukai. Bedanya dengan dusta, sesuatu yang diperbincangkan dalam ghibah memang benar adanya.
"Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku? Rasulullah SAW menjawab, jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mengghibahinya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya.” (H. R. Muslim)
Dalil Mengenai Larangan Mengghibah
Beberapa dalil mengenai larangan berbuat ghibah dalam Al-Qur’an dan hadist:
  1. Dalil Al-Qur’an, Allah SWT berfirman yang artinya;
  • “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. 49 : 12).
  • “Dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Hujurat : 12).
  1. Dalil hadist, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya;
  • Diriwayatkan oleh Said bin Zaid RA, Rasulullah SAW bersabda yang artinya; “Sesungguhnya riba yang paling bahaya adalah berpanjang kalam (ucapan) dalam membicarakan (keburukan) seorang muslim dengan (cara) yang tidak benar.” (H. R. Abu Daud).
  • Hadits riwayat Ahmad dari Jabir bin Abdullah; “Kami pernah bersama Nabi tiba-tiba tercium bau busuk yang tidak mengenakan. Kemudian Rasulullah berkata; ‘Tahukah kamu, bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang mengghibah (menggosip) kaum mukminin.”

Ghibah yang Diperbolehkan

Dalil mengenai larangan berbuat ghibah memang ada banyak, namun, dalam Islam ada ketentuan dengan kondisi tertentu yang ghibah menjadi boleh untuk dilakukan.
Allah SWT berfirman yang artinya:
Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Sedangkan Nabi Muhammad dalam sebuah hadist mengatakan; “Setiap umatku akan dimaafkan kecuali para mujahir.
Mujahir adalah orang-orang yang menampakkan perilaku dosanya untuk diketahui umum.” (H. R. Muslim).

Mengenai kondisi yang diperbolehkan untuk berbuat ghibah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tadzalum
yakni kondisi orang yang teraniaya lalu melaporkan perbuatan tersebut kepada pihak berwajib, ulama, atau penguasa yang kiranya dapat menangani permsalahannya. Allah SWT berfirman yang artinya;
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
2. Menceritakan tentang keburukan seseorang oleh karena orang tersebut berbuat maksiat
Dalam hal ini, tujuan menceritakan keburukan orang tersebut adalah agar ustadz, kiai, psikolog, atau orang yang mampu untuk memperbaiki dan mengubah si yang dibicarakan agar berhenti berbuat maksiat.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya;
“Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, dan jika tidak mampu maka dengan hatinya.” (H. R. Muslim).
3. Saat meminta fatwa
Dalam sebuah riwayat, Hindun binti Utbah (istri Abu Sofyan) pernah mengadu kepada Rasulullah SAW dan mengatakan;
“Wahai Rasulullah SAW, suamiku adalah seorang yang bakhil. Dia tidak memberikan padaku uang yang cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga kami, kecuali yang aku ambil dari simpanannya dan dia tidak mengetahuinya. Apakah perbuatanku itu dosa? Rasulullah SAW menjawab, ambillah darinya sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhanmu dan anak-anakmu dengan cara yang baik (ma’ruf).” (H. R. Bukhari)
4. Untuk memberitahukan atau memperingatkan akan adanya suatu bahaya
Dalam riwayat, Fatimah binti Qais RA hendak dipinang oleh Muawiyah dan Abu Jahm. Kemudian, Fatimah memberitahukan hal tersebut kepada Rasulullah SAW; datang kepada Rasulullah SAW dan beliau bersabda;
“Adapun Muawiyah, ia adalah seseorang yang sangat miskin, sedangkan Abu Jahm, adalah seseorang yang ringan tangan (suka memukul wanita).” (H. R. Muslim).
5. Boleh mengghibah orang yang berbuat maksiat
Misalnya mabuk, berjudi, dan mencuri, dan sebagainya. Juga terhadap orang yang menunjukkan permusuhan terhadap Islam.
6. Ghibah sebagai bentuk pengenalan
Contoh: ada seseorang yang memiliki ciri khas tertentu yang cenderung lebih dikenali orang dibandingkan nama, misal; seseorang itu adalah buta, sedangkan masyarakat lebih mengenal kecacatannya itu dibandingkan nama. Jadi, saat mengenalkan akan si Buta tersebut, berarti kita mengghibah Asal tujuannya tidak untuk menjelek-jelekkan, maka boleh saja.

Bahaya Ghibah dalam Pandangan Islam

Ghibah merupakan perbuatan yang tergolong dalam dosa besar, sebagaimana Imam Al-Qurthubi ungkapkan dalam kitab Al Jami’ li Ahkam Al Qur’an, bahwasanya ghibah itu sebanding dengan dosa zina, pembunuhan, dan dosa besar lainnya. Sedangkan menurut Hasan Al Bashri, perbuatan bergunjing lebih cepat merusak agama dibandingkan dengan penyakit yang menggerogoti tubuh.  Ghibah sendiri membahayakan baik bagi orang yang dibicaraka, diri sendiri, bahkan masyarakat.
1. Mendapat murka Allah SWT
Seorang muslim yang mempergunjingkan saudaranya dalam hal bukan ghibah yang diperbolehkan, sama saja artinya ia telah menghina makhluk ciptaan Allah. Selain itu, ia juga telah melanggar larangan Allah SWT, sehingga pantas jika ia mendapat kemarahan dan kemurkaan dari Allah SWT. Tiada ada balasan kepada orang yang mendapat kebencian daripadanAllah SWT kecuali siksa neraka.
2. Hatinya menjadi keras
Ghibah yang buruk itu dimana bibirnya terasa seperti diberi manisnya madu sehingga sangat senang ketika membicarakan keburukan orang lain. Tidak jarang diiringi dengan kata-kata yang tidak pantas atau umpatan. Dalam keadaan begini, bukan Allah yang berada di hatinya, melainkan iblis yang turut bersarang di hati bahkan di bibirnya. Tiada ada kebaikan atau keberkahan yang ia peroleh melainkan dosa.
3. Memicu terjadinya pertikaian dan perpecahan
Tidak ada yang senang ketika aibnya diumbar-umbar kepada khalayak. Sedangkan mereka yang berghibah, artinya telah membeberkan sesuatu yang mungkin saja memalukan dan sangat dirahasiakan. Saat hal demikian terjadi, tak jarang timbul rasa kebencian yang akhirnya berujung pada permusuhan, pengrusakan, perkelahian, bahkan sampai tindak kejahatan pembunuhan.
Andai kata dendam itu hanya dipendam sekalipun, pasti akan membuat hubungan di antara keduanya menjadi renggang karena menyimpan perasaan tidak suka satu sama lain.
4. Berani berbuat maksiat
Orang yang senang bergunjing berarti senang berbuat maksiat. Ia tidak malu menceritakan aib saudaranya kepada orang lain bahkan ia justru merasa bangga karena telah berhasil mempermalukan orang yang ia gunjing.Tidak ada lagi rasa segan dan takut dalam berbuat dosa, maka tidak menutup kemungkinan perbuatan maksiat lainnya juga akan ia lakukan.
5. Melenyapkan amal ibadah seorang mukmin
Dengan mengghibah, sebenarnya tanpa sadar seseorang sudah menghapuskan sendiri kebaikan-kebaikan yang ia miliki. Dengan kata lain, ghibah dapat melenyapkan amal ibadah.
6. Amal ibadah ditolak Allah
Ghibah juga menjadi penyebab mengapa amal ibadah seseorang tidak diterima di sisi Allah SWT.
7. Allah menjadi murka
Ghibah menjadikan Allah murka sehingga Ia meninggalkan orang tersebut dan tidak lagi melindunginya. Dalam keadaan demikian, adalah iblis menjadi lebih mudah dalam mempengaruhi manusia sehingga ia pun semakin gencar berbuat maksiat sekaligus semakin jauh dari Allah SWT.
sumber 100% copy dari: https://dalamislam.com/akhlaq/larangan/ghibah-dalam-islam

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...