Kotretan Iyek Pernah sedikit mendengar cerita orang lain. Ada sekelompok remaja tanggung berjibun di pinggiran jalan. Dengan pakaian biru-biru menandakan pendukung atau suporter klub kenamaan sepakbola di daerahnya. Ketika ditanya salah satu dari mereka, tentang tujuan mereka berkumpul di sana, mereka menjawab ingin menonton langsung pertandingan klub kesayangannya di stadion. Kemudian ditanya kembali, kenapa tidak menyewa sebuah mobil bus atau lainnya aja biar cepat dan aman? Mereka malah menjawab, kami punya uang dari mana? Uang kami hanya cukup untuk tiket masuk dan makan tiga kali saja. Sipenanya semakin penasaran, terus kalo ga punya uang kenapa mau bela-belain datang langsung ke stadion? Jawab mereka karena kami cinta dan bangga sama tim ini. Terus gimana kalian bisa nyampe kesana? Mereka jawab, kami naik mobil truk dengan cara gratis, pokoknya harus sampai tujuan, dan itu selalu sampai kok, belum pernah gagal. Udah dulu ya itu ada mobil truk yang berhenti. Sipenanya melamun.....
Dari cerita tadi, dapat diambil sebuah pelajaran yang sangat besar. Yakni ketika seseorang memiliki sebuah niat dan tekad yang kuat, maka akan selalu ada jalan. Karen segala sesuatu itu tergantung pada niatnya. Jika niatnya baik, hasilnya baik. Jika niatnya sepenuh hati, maka hasilnya tidak akan mengecewakan.
Tugas kita sebagai hamba adalah yang pertama adalah meluruskan niat, kemudian menyempurnakan ikhtiar dan memperbanyak do'a selanjutnya menyerahkan sepenuhnya kepada Alloh SWT tentang hasil akhirnya.
Selanjutnya kemudian mari bersama kita luruskan niat kita dan tetap berusaha untuk yang terbaik.
Kamis, 28 September 2017
Luruskan Niat
Rabu, 27 September 2017
Merenung Lagi
Kotretan Iyek DULU AKU INI SIAPA dan SEKARANG MAU KEMANA
Tulisan kali ini aku temukan di grup WA, lumayan viral, dan sepertinya bagus untuk di baca, dan sayang jika tidak di share kembali. Sekedar untuk merenungi diri sendiri saja. Jika pembaca suka, semoga bisa merenungi ini juga.
Ini ada tulisan bagus , tapi tidak mudah untuk dilakukan tetapi baik untuk di... *RENUNG* ...kan
*Dulu..,*
Aku sangat *KAGUM* pada manusia yang :
» Cerdas..,
» Kaya..,
» Berhasil dalam Karir..,
» Hidup sukses..,
» dan Hebat Dunianya...
*Sekarang..,*
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku...
Aku kagum dengan :
» *Manusia yang Hebat di mata Allah ...,
» *Sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan sangat bersahaja* ...
*Dulu..,*
Aku memilih *MARAH* ketika merasa *'Harga Diriku'* dijatuhkan oleh orang lain yang 'Berlaku Kasar Kepadaku' dan menyakitiku dengan 'Kalimat-Kalimat Sindiran...'
*Sekarang..,*
Aku memilih untuk
*BERSABAR**, Karena aku yakin *'Ada Hikmah Lain'* yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk *Bersabar*..'
*Dulu..,*
Aku memilih *MENGEJAR DUNIA* dan *'Menumpuknya'* sebisaku....
Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah
*'Makan dan Minum'* untuk hari ini...
*Sekarang..,*
Aku memilih untuk *BERSYUKUR & BERSYUKUR* dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa *'Mengisi Waktuku'* hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat dan bermanfaat *'Untuk Sesamaku'*...
*Dulu..,*
Aku berpikir bahwa aku bisa *MEMBAHAGIAKAN*
» Orang tua..,
» Saudara..,
» dan teman-temanku
jika aku berhasil dengan duniaku... Ternyata yang membuat mereka bahagia *'Bukan Itu'*.., melainkan :
» Ucapan..,
» Sikap..,
» Tingkah..,
» dan Sapaanku kepada mereka...
*Sekarang..,*
Aku memilih untuk *'Membuat Mereka Bahagia'* dengan apa yang ada padaku.., karena aku ingin ke-Manfaat-an ku ditengah-tengah mereka...
*(Sebaik-baik Manusia adalah yang Bermanfa'at buat Manusia lainnya)* ...
*Dulu..,*
Fokus pikiranku adalah membuat *RENCANA-RENCANA DAHSYAT* untuk *Duniaku*...
Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu *cepat menghadap kepada-NYA*...
*Sekarang..,*
yang menjadi *'Fokus Pikiran'* dan *'Rencana-Rencana'* ku adalah: *Bagaimana agar Hidupku dapat Berkenan di mata Allah jika suatu saat nanti diriku *dipanggil oleh-NYA*...
→ *Τak ada yang dapat menjamin* bahwa : *aku* dapat menikmati *'Teriknya Matahari Esok Pagi'*...
→ *Τak ada yang bisa memberikan jaminan kepadaku* bahwa : *aku* masih bisa *'Menghirup udara Besok Hari'*...
Jadi apabila *'Hari Ini dan Esok Hari'* aku masih hidup.., itu adalah karena *kehendak Allah dan anugerahNya semata*.., bukan kehendak siapa-siapa...
*Renungan ini* mengintropeksi kita agar lebih mawas diri bahwa :
*'DULU' aku ini siapa....?*
Dan SEKARANG aku mau kemana...? Renungkanlah...🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Selasa, 26 September 2017
Bahagia
Kotretan Iyek Bahagia adalah satu kata yang sangat diharapkan oleh semua insan di muka bumi ini. Apalagi umat Islam, bahagia di akhirat adalah tujuan utama. Namun bukan hanya di akhirat saja di dunia pun begitu adanya, maka di setiap doa mengharapkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sebenarnya bahagia itu sudah ada pada diri kita, namun kita sendiri yang menghilangkannya. Dihilangkan dengan cara kita yang kurang bersyukur. Padahal jikalau memang diri kita ini pandai dalam hal bersyukur niscaya kebahagiaan tidak perlu di cari namun kebahagiaan yang akan mencari kita.
Bahagia itu tidak akan didapat dengan ingin bahagia. Kita ingin bahagia, setiap hari mencari bahagia, itu tidak akan ketemu dengan bahagia yang kita cari. Karena kebahagiaan itu tergantung bagaimana kita bisa menerima karunia yang diberikan Alloh SWT kepada kita. Bukannya kita sengaja mencari kesana kemari keberadaan kebahagiaan itu. Tapi kebahagiaan akan datang dengan sendirinya.
Dan sesungguhnya Alloh SWT tidak memberikan kebahagiaan kepada insan yang memiliki banyak keinginan, tapi sesungguhnya Alloh SWT memberikan kebahagiaan kepada insan yang senantiasa bersyukur. Malahan Alloh SWT akan menambah kebahagiaan kepada insan yang pandai bersyukur.
Semoga kita semua menjadi insan yang senantiasa bersyukur dan menerima dengan qanaah segala karunia yang kita dapat. Aamiin...
Senin, 25 September 2017
Istighfar
Kotretan Iyek Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Dimasa akhir hidupnya beliau bercerita;
Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.
Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;
Begitu tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.
Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba Marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya; "Kamu mau ngapain disini, syaikh?."
(Penjelasan: Kata "syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan:
1⃣bisa untuk orang tua, 2⃣orang kaya ataupun 3⃣orang yg berilmu.
Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena marbot taunya sebagai orang tua)
Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.
Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.
Imam Ahmad menjawab, "Saya ingin istirahat, saya musafir."
Kata marbot, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."
Imam Ahmad bercerita,
"Saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras masjid."
Ketika sudah berbaring di teras masjid Marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Mau ngapain lagi syaikh?"_ Kata marbot.
"Mau tidur, saya musafir"_ kata imam Ahmad.
Lalu marbot berkata;
"Di dalam masjid gak boleh, di teras masjid juga gak boleh."_ Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, _"saya didorong-dorong sampai jalanan."
Disamping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi.
Ketika imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil."
Kata imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).
Penjual roti ini punya perilaku khas, kalau imam Ahmad ngajak bicara, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil *(terus-menerus)* melafalkan *ISTIGHFAR.* _"Astaghfirullah"_
Saat memberi garam, _astaghfirullah_, memecah telur_astaghfirullah_ , mencampur gandum _astaghfirullah_ . Dia senantiasa mengucapkan _istighfar_. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.
Lalu imam Ahmad bertanya, _"sudah berapa lama kamu lakukan ini?"_
Orang itu menjawab;
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."
Imam Ahmad bertanya;
"Apa hasil dari perbuatanmu ini?"
Orang itu menjawab;
"(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat/keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. semua yg saya minta ya Allah...., langsung diwujudkan."
Rasulullah
صلى الله عليه وسلم
pernah bersabda;
"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."
Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yg belum Allah beri."
Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;
"Apa itu?"
Kata orang itu;
"Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad."
Seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, _"Allahu Akbar..! *Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai didorong-dorong oleh marbot masjid - Sampai ke jalanan ternyata karena ISTIGHFARMU."*
Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yg didepannya adalah Imam Ahmad.
Ia pun langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad.
(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)
Wallohu a'lam
Saudaraku & Sahabatku tercinta..... Mulai detik ini - marilah senantiasa kita hiasi lisan kita dengan ISTIGHFAR - kapanpun dan di manapun kita berada.
Minggu, 24 September 2017
Ayat Motivasi
Kotretan Iyek Teringat waktu sekolah di tingkatan Tsanawiyah, pelajaran Qur'an Hadist dengan guru favorit Bu Ias Aslihah, suka ada beberapa materi yang harus menghapal beberapa ayat suci Al-Qur'an. Dan memang ketika kita pernah menghafal beberapa ayat, kita akan terus ingat walaupun kurang hafal lagi setelah beberapa tahun atau beberapa lama.
Berikut adalah 5 ayat motivasi, yang diantaranya pernah saya hafal ketika waktu tingkatan tsanawiyah.
1. Anda dapat berubah, jika Anda mau mengubah diri Anda:
*ِإِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ* (11)
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).
2. Ada kebaikan di balik yang tidak kita sukai:
*وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ* (216)
"Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216).
3. Anda pasti sanggup:
*لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا* ۚ َ (286)
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286)
4. Ada kemudahan bersama kesulitan: *فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا* (6)
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6)
5. Takwa dan tawakallah:
ِ *وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا* (2) *وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا* (3)
“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
SemogaBermanfaat
Mentafakuri Kesalahan
kotretan Iyek Semakin kita mentafakuri apa yang Alloh SWT ketahui semuanya dari diri kita, maka semakin mudah diri ini mengeluarkan air mata. Menangis karena malu akan dosa - dosa yang kita perbuat. Sesembunyi apapun kita menutupi aib kita, menutupi kejelekan kita, menutupi dosa kita, itu semua tidak akan lolos dari pantauan Alloh SWT yang Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Sedikit saja kata hati yang tidak kita ucapkan dengan lisan, Alloh SWT sudah mengetahuinya. Niatnya kita saja untuk berbuat baik atau jahat, Alloh SWT sudah tahu dari awal apa yang diniatkan.
Jadi ketika kita sudah bisa mentafakuri keniscayaan bahwa Alloh SWT sang khalik yang pasti akan mengetahui semua hal tentang diri kita, niscaya kita akan mudah menangis, yakni menangisi segala kekhilafan kita, mudah bertaubat, yakni bertaubat atas segala dosa - dosa yang sudah diperbuat. Dan ketika kita sudah bisa seperti itu, semua ini merupakan suatu kenikmatan yang sungguh luar biasa. Karena tidak sedikit orang yang keras hatinya sudah menganggap bahwa dosa itu biasa saja. Na'udzubillahimindzalik....
Kita patut bersyukur masih ingat akan dosa, masih ingat akan hari akhir yang melalui berbagai tahapan kehidupan didunia, jika ketika hidup kita di dunia baik, niscaya kehidupan akhirat kita akan menuju syurgaNya, begitu sebaliknya jikalau kehidupan dunia kita kurang baik, niscaya tempat terendah yang diperoleh yakni neraka.
Selanjutnya semoga kita semua menjadi orang yang dapat bertafakur dan menjadi ahli taubat, aamiin...
Sabtu, 23 September 2017
Banyak Harta Bukan Berarti Mulia, Sedikit Harta Bukan Berarti Hina
Kotretan Iyek Banyak dikalangan manusia merasa hina karena dirinya merasa miskin karena harta. Banyak diantara manusia merasa mulia karena dirinya banyak harta. Padahal banyak harta itu tidak menandakan seseorang dimuliakan ataupun sedikit harta bukan berarti dihinakan. Namun itu yang berkembang dimasyarakat, orang kaya selalu diutamakan dan dihormati, sedangkan orang miskin atau dengan kata lain sedikit hartanya hanya dipandang sebelah mata. Dan memang kebanyakan seperti itu, pandangan seseorang terhadap orang lain, mungkin karena dilihat oleh kacamata dinia, jadi yang nampak pun duniawi saja. Padahal orang yang mulia itu adalah orang yang bertaqwa dihadapan Alloh swt, dan memang benar saja taqwa itu akan membawa keselamatan seseorang di dunia dan di akhirat. Seseorang yang beriman dan bertaqwa ketika dia dinasibkan sebagai seorang hartawan, niscaya dia akan dermawan dan tidak sombong juga rendah hati. Dan jika dia dinasibkan untuk menjadi seorang miskin, niscaya dirinya akan tetap bersyukur atas segala yang dia peroleh, bahkan dirinya selalu sabar dalam menjalani hidupnya, karena dia yakin bahwasannya Alloh SWT lah yang menjamin kehidupannya juga keluarganya. Seorang kaya raya ketika dirinya adalah seorang yang bertaqwa maka dirinya senantiasa terus bersyukur dan bersyukur, takut jika ada tetangga yang tidak makan dihari itu, takut jika yang dia infaqkan kurang dari ukuran. Begitulah mereka yang bertaqwa.
Begitu juga Alloh akan meninggikan derajat seseorang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat, atau seseorang berilmu biasanya akan dihormati bahkan disegani oleh orang lain. Namun seseorang semakin berilmu atau banyak ilmunya semakin dirinya rendah hati, semakin dirinya merunduk seperti padi makin berisi makin merunduk. Sebaliknya seorang yang berpura-pura berilmu padahal masih kosong atau masih minim, dirinya merasa sombong seakan dirinya orang yang paling berilmu.
Akhirnya, bahwa rezeki yang kita dapat jadikanlah sebagai media untuk kita selalu bersyukur selalu menjadi alat untuk berbuat kebajikan dan kebaikan. Semoga bermanfaat.
Jumat, 22 September 2017
7 Langkah Mendapatkan Rezeki Tak Terduga
Kotretan Iyek Terkadang hidup ini terlalu terlupakan, bahwasannya hidup yang kekal itu seakan di dunia. Padahal hidup di dunia ini hanya sementara, hidup yang kekal itu adalah di akhirat. Namun tipu daya syetan begitu muluk dan begitu indah sehingga kita terjerumus akan kenikmatan bahkan kerakusan duniawi. Namun kita sebagai makhluk hidup membutuhkan keperluan duniawi untuk melanjutkan hidup ini. Dan sesungguhnya Alloh SWT telah menjamin hidup kita, karena kita di dunia hidup sudah diberi rezeki oleh Alloh yang Maha Memberi Rezeki.
Begitu berlimpah rezeki yang kita dapatkan, sampai-sampai kita tidak akan bisa menghitungnya. Ada satu kekeliruan, bagi kita biasanya menganggap rezeki itu adalah uang atau harta, padahal bukan, yang termasuk kategori rezeki itu banyak, seperti kesehatan, kesenangan, ketentraman, anak, kenyamanan, harta, dan masih banyak lagi. Untuk mendapat kan rezeki, kita sebagai umat Islam sudah selayaknya berikhtiar. Dan berikut adalah tujuh langkah dalam mendapatkan rezeki yang tak terduga, yaitu:
1. TK = Tilawah Konsisten
2. SD = Shalat Dhuha
3. SMP = Shalat Malam Perpanjanglah
4. SMA = Senantiasa Menghafal Al Quran
5. S1 = Silaturahim
6. S2 = Shaum Sunnah
7. S3 = Sedekah Sebanyak-banyaknya Seikhlasnya.
Menggunakan singkatan agar ada keunikan dan biar cepat diingat.
Semoga bermanfaat
Jumat, 15 September 2017
Jurus Guru
Kotretan Iyek 11 Hal Yang Harus Dilakukan Untuk Menjadi Pendidik Hebat yaitu:
1. Ubah pola berfikir anda: pembelajaran bukan tentang bagaimana guru mengajar tapi bagaimana siswa itu dapat belajar
2. Jangan hanya pelajari materi pembelajaran tetapi pelajari pula tingkah laku anak didik anda,
3. Sampaikan tidak hanya dengan lisan tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi kepada Siswa
4. Tunjukkan kepada siswa pentingnya belajar dimanapun dan di kapanpun juga. (Belajar tidak hanya di Sekolah saja)
5. Pastikan anda sudah mengaktifkan potensi VAK (visual, auditori, kinestetik) ke semua siswa
6. “Hukum durasi 20-30 menit” (sesuai penelitian siswa hanya mampu bertahan konsentrasi 20-30 menit, maka variasikan kegiatan belajar mengajar anda setiap 20-30 menit)
7. Lakukan dialog bukan monolog,
8. Ajukan pertanyaan yg tepat kepada siswa
9. Tularkan emosi positif dan sikap optimis di depan siswa
10. Bimbinglah anak belajar dengan cara belajar mereka sendiri. (Bukan anak tidak mau belajar tapi anak belum menemukan cara belajar yang sesuai untuknya)
11. Tampillah menarik di depan siswa. Tidak hanya dalam pakaian saja tetapi dengan menampilkan kepribadian yang menarik agar siswa tertarik dengan Pembelajaran yang anda sajikan.
------
Selamat menghebatkan diri Bapak/Ibu Guru
Tim Pengembangan Kurikulum Kemendikbud. (TPKK)
Senin, 04 September 2017
Subuh
Kotretan Iyek Sep..... Asep... Sep.... bangun.... cepetan Subuh..... udah siang. Itulah kata-kata yang terdengar ketika bangun tidur. Mata masih ngantuk, tubuh masih lemas dan ini dan itu dan bla bla bla.....
Padahal banyak sekali keutamaan dari shalat Subuh, selain memang suatu kewajiban, namun didalamnya terdapat banyak fadilah. Namun terkadang kita menyepelekannya, termasuk saya masih belum bisa istiqamah dalam melaksanakan shalat subuh dengan baik, dalam arti diawal waktu dan berjamaah.
Menurut Prof Dr Hamka:
" Jika ingin melihat Orang Islam...*
Datanglah ke Masjid pada Idul Fitri dan Idul Adha.
TETAPI
Jika ingin melihat Orang yang Beriman.
Datanglah ke Masjid waktu Subuh.
Itulah BEDA antara Orang Islam dengan Orang Beriman. "
SESUNGGUHNYA, SUBUH ITU HAKIKAT DIRI
1. Jika Subuhnya senantiasa dipelihara.
Tanda akan Selamat dari Neraka.
2. Jika Subuhnya tiada dia tinggal.
Allah melindunginya dari segala aral.
3. Jika Subuhnya didahului dengan Sunat.
Pasti Seluruh dunia beserta isinya,dia dapat.
4. Jika Subuhnya bergelap-gelap menuju Musholla.
Di kegelapan Akhirat dapatkan Cahaya.
5. Jika Subuh hingga awal Dhuha (IsyroQ) berwirid pula.
Mendapat Pahala Umrah dan Haji Sempurna.
NAMUN.....
1. Jika Subuhnya tiada dijaga.
Pada wajahnya tiada cahaya.
2. Jika Subuhnya sengaja terlupa.
_Tanda Imannya tiada bernyawa.
3. Jika Subuhnya terasa berat.
Tanda munafiQ sudah mendekat.
4. Jika Subuh tiada peduli.
Tanda Iman menghampiri mati.
5. Jika Subuhnya tiada berjama’ah.
Tanda hidupnya akan hilang barokah.
6. Jika Subuhnya tiada ke Masjid.
Tanda Imannya ada penyakit.
7. Jika Subuhnya selalu terlewat.
Tanda Imannya semakin cacat.
8. Jika Subuhnya diakhir waktu.
Tanda iman semakin kelabu.
9. Jika Subuhnya hari udah siang.
Tanda rezekinya udah hilang.
10. Jika di subuh masih mendengkur.
Tanda syaitan memeluknya dalam tidur.
*والله اعلم*
Besi dan Karat
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan di...