Rabu, 28 Desember 2016

Ini Copas lagi

*OM SHOLAT OM...!*
*SEBELUM TERLAMBAT*.

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Sholat akan Mendapatkan pahala dari Sisi Allah
[Qs. Al'Baqarah : 110]

Om SHOLAT Om...!
Sholat Menjauhkan mu dari Rasa Takut, dan Sedih hati 
[Qs. Al Baqarah : 277]

Om SHOLAT Om...!
Sholat mampu Menghapus Kesalahan-Kesalahanmu,
Dan mampu Membawa mu Ke Surga, yang dibawahnya Mengalir sungai-sungai. 
[Qs. Al Ma'idah : 12]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Sholat Dan menafkahkan sebagian rizkinya, akan Mendapat derajat yang tinggi di Sisi Rabbnya, Mendapat Ampunan Dan Rizki yang MuLia.
[Qs. Al Anfal : 3 - 4]

Om SHOLAT Om...!
Sholat untuk Mengingatkan dirimu Kepada Allah
[Qs. Taha : 14]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Memelihara Amanah, janji Dan Sholatnya, Mereka akan Mewarisi Surga Firdaus, Dan Mereka akan Kekal di dalamnya. 
[Qs. Al Mu'minun : 8 - 11]

Om SHOLAT Om...!
Orang yg Melaksanakan Sholat, Menunaikan zakat Dan taat Kepada Rasul, akan mendapatkan Rahmat dari Allah.
[Qs. An Nur : 56]

Om SHOLAT Om...!
Sholat mencegah dari perbuatan keji Dan Munkar.
[Qs. Al Ankabut : 45]

Om SHOLAT Om...!
Sholat itu lebih Besar Keutamaannya dari Ibadah yang Lain. 
[Qs. Al Ankabut : 45]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Selalu membaca Qur'an, Melaksanakan Sholat, dan menafkahkan sebagian rizki, Mereka Tidak akan Pernah Rugi.
[Qs. Fatir : 29]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Sholat itu Anti Berkeluh Kesah , Dan Anti Kikir (pelit).
[Qs. Al Ma'arij : 20 - 23]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Tidak Sholat tempatnya di Neraka Saqor (Neraka Saqor ialah, Neraka yang Menghanguskan Kulit, Dan Melumat semua Daging Dan Otot, Tanpa Meninggalkannya sedikitpun)  
[Qs. Al muddassir : 42 - 43]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Lalai dalam Sholatnya Akan Celaka
[Qs. Al Ma'un : 4 - 5]

Om SHOLAT Om...!
Om TOBAT Om...!
Om NGAJI Om...!

SEBELUM SEMUANYA TERLAMBAT.

DUNIA SANGAT SINGKAT.

AKHIRAT SANGAT DEKAT.

JANGAN TUNGGU SAMPAI SEKARAT.

Kalau Om ngga mau sholat...

Mau ngga Om di solatin......

*Om = Orang muslim*

BERCERITA MASA DULU

Bismillah....
Kejadian ini berlangsung di pagi hari menjelang siang, bersama kawan lama yang dulu suka berdagang di depan warungku tapi lama tak berjualan lagi. Namun hari itu dia kembali berjualan di depan warungku itu. Tapi bukan berarti tidak pernah ketemu, hanya saja baru lagi nongkrong jualan di depan warung.
Dan perbincangan pun berlangsung. Membincangkan tentang kejadian-kejadian masa lalu, biar terdengar unik kita sebut kejadian masa dulu heeee.....
Seperti biasanya bukan isi ceritanya yang akan dibahas disini, tapi yang akan di bahas adalah sebuah makna yang tersembunyi yang dikedepankan. Ternyata kita semua itu pasti akan memiliki masa lalu. Ada masa lalu yang baik menyenangkan, ada masa lalu yang kurang menyenangkan dan lainnya. Karena memang para pengisi ruang dan waktu pasti akan memiliki tiga masa yakni masa lampau, masa sekarang dan masa depan.
Kembali lagi kita bahas tentang masa lampau atau masa dulu atau masa lalu. Masa lalu bukan hanya untuk dikenang, tapi masa lalu harus dijadikan cermin untuk masa selanjutnya. Jika diibaratkan seperti kaca spion pada motor atau mobil. Jika kita ketika mengendarai motor melihat kaca spion terus, maka apa yang akan terjadi? Pasti anda sudah tahu jawabannya. Juga bila kita mengendarai motor atau mobil tanpa melihat kaca spion, apa yang akan terjadi? Anda juga pasti tahu jawabannya. Jadi ketika kita mengendarai kendaraan tatapan terus kedepan, namun sekali-kali kita lirik kaca spion biar kita bisa melihat jalan yang sudah dilewati atau dapat melihat kendaraan yang ada dibelakangnya.
Selanjutnya dapat kita ambil pelajaran, bahwa masa lalu itu dapat kita jadikan pelajaran. Tapi kita jangan terus melihat masa lalu terus.
Bahkan Bapak Proklamator kita pernah berucap JAS MERAH Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah itu masa lalu, tidak akan ada masa sekarang kalau tidak ada masa lalu.
Semoga masa depan kita semua cerah...

Senin, 26 Desember 2016

POSTINGAN KE SERATUS

Bismillah, Alhamdulillah terucap syukur dan rasa terimakasih atas limpahan Rahmat dan Rahim-Nya.
Haaaaa..... maaf kuawali postingan ini dengan tertawa. Gimana ga tertawa coba? Sudah memosting 99 kali tak terasa dan tak kusangka. Ternyata bisa sampai 100 postingan. Dulu pernah 2 atau 3 blog yang saya buat, tapi tidak bisa berlangsung lama.
Ini adalah blog yang hanya sekedar menuangkan kata-kata yang terjepret lewat mata (haaaa terjepret, lebih bakunya terlihat, hanya saja biar terlihat sama dengan nama blog nya). Memang tujuan awalnya dibuat blog ini adalah untuk menuangkan hasil jepretan kamera dan jepretan mata (pengalaman atau kejadian yang dialami secara langsung atau khayalan semata), namun kebanyakan hanya jepretan mata saja yang tertuang di blog ini. Karena minimnya pengetahuan tentang dunia potret memotret alias photografer. Selfie aja belum bisa apalagi jadi photografer yang baik. Tapi untuk kedepannya Insya Alloh akan mencoba belajar memotret sedikit-sedikit.
Selanjutnya kenapa ada IYEK nya? Hahah... iyek adalah nama alias atau nama panggilan akrab saja dari teman-teman atau masyarakat sekitar. Terus kenapa harus iyek? Awalnya iyek itu hanya panggilan yang di "cadel-cadelkan" dari kata ASEP, namun nama iyek ini penuh makna yang tak bisa diungkapkan di sini. Alasan lainnya adalah karena di tempat tinggalku banyak yang mempunyai nama Asep, biar tidak tertukar jadi lahirlah nama iyek tersebut. Kemudian, siapa awalnya yang memberi nama iyek? Nah inilah sejarah besarnya, nama iyek itu di buat atau di berikan oleh almarhum Bapa dan almarhum kakak laki-laki saya (allohumagfirlahuma warhamhuma waafihi wafuanhuma) semoga ditempatkan di tempat yang indah, di jauhkan dari siksa kubur dan di persatukan kembali di SurgaNya Aamiin....
Harusnya perkenalan ini dipostingkan di awal postingan, namun biar kaya di sinetron ada episode spesial ke 100, 1000 dst, haaaaa...... jadi kalo yang ini episode 100 postingan Jepretan Iyek haaaaahaaaa......
Aduh banyak ketawa sendiri jadinya.
Pada intinya postingan ini hanyalah sebuah ungkapan rasa syukur saja karena masih diberi kesempatan untuk dapat menulis dan memosting catatan sederhana pribadi ini sampai detik ini.
Do'a kedepannya semoga blog ini bisa menjadi wadah dari penuangan otak ini yang pasti jauh dari kata sempurna dan jauh dari kata bermanfaat. Dan intinya adalah sebagai tempat dokumentasi hasil jepretan kamera dan jepretan mata.
Haturnuhun

GEMINGAN KATA (4)

Ribuan kata yang tak terucap dan tak terungkap bahkan tak tertuang menjadi sebuah kebisuan. Kebisuan yang terobati dengan mereka yang mendengarkan bisikan. Bisikan kecil untuk mereka yang terus berirama. Irama - irama sendu menyentuh kalbu. Kalbu yang menyimpan dua sisi. Sisi baik dan sisi buruk yang terangkum dalam gumpalan daging berperasaan. Perasaan yang terus berubah seiring perjalanan waktu. Waktu yang kian berputar mengikuti jejak matahari. Matahari yang menjadikan sumber hidup mereka yang bernafas. Bernafas untuk hudup dan kemudian mati. Mati dari berpisahnya antara jasad dan ruh yang kini bersatu. Bersatu seirama bahkan berbeda. Berbeda keinginan yang sebenarnya itu hanyalah sebuah kenaturalan. Natural yang berasal dari alam yang tersembunyi dan menampakan diri. Diri yang membisikan kata yang terkubur lama. Lama tak terungkap hanya menjadi sebuah berita disana. Disana yang tak tahu entah dimana. Dimanapun itu adanya pasti akan ada. Ada kenampakan yang terlihat dan terlirik oleh lirikan mata tajam. Tajam keinginan untuk menjadikan dunia tidak berada di zona nyaman. Nyaman ketika semua aman. Aman karena nyaman. Nyaman diatas aman. Aman dan nyaman. Nyaman dan aman.

Minggu, 25 Desember 2016

Ini Cerita Dari Mereka (copas)

SUAMIKU MILIK IBUNYA

  Berpuluh kali membaca postingan ini,tidak akan bosan. Subhan Allah
Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.
Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan  suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

"Sarah...,
» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah 'Dilaknat Allah dan para MalaikatNya', karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.

» "Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.
Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.
Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh".
Lanjut ayahnya.

"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita.
Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".

"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
"Sarah...,
kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.

Jika suamimu ridho pdmu,
maka Allah pun Ridho.

Sedangkan suamimu, ia wajib taat
kepada ibunya.
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
"Suamimu, dan harta suamimu adalah  milik ibu nya".
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.

• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.

"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu.
Kenapa?
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".

"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana.
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
"Uang itu diberikan untuk ibunya.  Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.
Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan. Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.

"Sarah...
• kembalilah ke rumah suamimu.
Ia orang baik nak...
• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.
• Bantu suamimu menggapai surganya, dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.

Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.

Namun Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya...

semoga para istri tetap mendukung suaminya untuk berbakti kepada ibunya

Ini Cerita Dari Mereka (copas)

SUAMIKU MILIK IBUNYA

  Berpuluh kali membaca postingan ini,tidak akan bosan. Subhan Allah
Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.
Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan  suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

"Sarah...,
» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah 'Dilaknat Allah dan para MalaikatNya', karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.

» "Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.
Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.
Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh".
Lanjut ayahnya.

"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita.
Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".

"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
"Sarah...,
kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.

Jika suamimu ridho pdmu,
maka Allah pun Ridho.

Sedangkan suamimu, ia wajib taat
kepada ibunya.
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
"Suamimu, dan harta suamimu adalah  milik ibu nya".
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.

• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.

"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu.
Kenapa?
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".

"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana.
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
"Uang itu diberikan untuk ibunya.  Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.
Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan. Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.

"Sarah...
• kembalilah ke rumah suamimu.
Ia orang baik nak...
• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.
• Bantu suamimu menggapai surganya, dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.

Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.

Namun Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya...

semoga para istri tetap mendukung suaminya untuk berbakti kepada ibunya

Jumat, 23 Desember 2016

Heeeeeeheeeeee

Dua hari yang lalu Bank Indonesia resmi mngeluarkan uang rupiah dengan gambar desain yang baru, bahkan hal ini menjadi viral di media sosial....
Tapi tahukah Anda tentang fakta uang rupiah...???
Ada dua fakta tentang uang rupiah :

Pertama fakta tentang uang kertas rupiah,

Uang kertas rupiah itu dibuat/dicetak dengan menggunakan seratus persen bahan- bahan alami tanpa sama sekali menggunakan bahan pengawet, jadi kalian tidak usah kaget kalau setiap abis gajian, uangnya selalu abis ga pernah awet, karena uang rupiah memang dibuat tanpa bahan pengawet...

Fakta yang kedua yaitu fakta uang logam rupiah, Uang logam rupiah itu dibuat tidak seratus persen dengan bahan logam murni, tetapi lima puluh persen logam dan lima puluh persennya lagi campuran bahan - bahan herbal...

Makanya uang logam rupiah bisa buat obat masuk angin (kerokan)

😰😱😓

GEMINGAN KATA (3)

Warna memang dapat melambangkan makna. Dapat menunjukan sesuatu kejadian atau melambangkan keadaan hati atau bahkan kondisi tertentu. Tak terkecuali ketika sekolah mulai menghadapi liburan, warna rambut mereka banyak yang berubah. Entah siapa yang mengajarkan anak-anak itu. Pasti semua sekolah yang ada akan mengajarkan bagaimana cara bersyukur yang baik, bagaimana cara berpenampilan yang sesuai dengan usia, apalagi masih berstatus pelajar. Pelajar harus bisa menunjukan bahwa dirinya adalah memang pelajar. Setiap sekolah pasti memiliki tata tertib masing-masing, dan pasti semua sekolah akan melarang anak didiknya mewarnai rambutnya. Tapi belakangan ini ketika libur telah tiba, anak—anak sekolah banyak yang mewarnai rambutnya. Ketika ditanya, mereka berdalih mumpung lagi libur ga sekolah katanya. Apakah ini merupakan pertanda semua pelajaran yang diajarkan di sekolah hanya mereka gunakan di sekolah. Kalau di rumah mereka tidak menerapkan pelajaran yang mereka dapat. Misalnya ketika sekolah melarang merokok di sekolah, melarang merokok memakai seragam sekolah. Apakah mungkin ketika mereka berada di rumah, atau sedang tidak berseragam mereka bebas merokok. Padahal bukan hanya sekolah yang melarang, kemasan rokoknya pun melarang untuk anak-anak dibawah usia 18 tahun. Tapi buktinya masih banyak anak yang dengan bebas tanpa malu merokok di depan umum. Kalau dulu anak kecil merokok itu sambil sembunyi karena malu dan takut di marahi.
Jadi apakah ilmu di sekolah tidak mereka terapkan seutuhnya di kehidupan sehari-hari? Ini hanya pemikiran pendek saya saja. Hanya gemingan kata yang dituangkan dalam bentuk catatan kecil. Semoga ada fadilahnya.

Kamis, 22 Desember 2016

22 Desember

Hari ini tanggal 22 Desember, banyak orang yang mengucapkan selamat hari Ibu untuk orang tua perempuannya.
Di televisi acara-acaranya spesial hari ibu , walhasil semua orang menjadi tahu dengan hari ini.
Jika bicara tentang ibu, tentang jasa-jasa ibu, apalagi kasih sayang ibu, pastilah mata ini mengeluarkan air matanya. Sejahat-jahatnya manusia, ketika di bahas tentang ibu pasti banyak yang menangis, apalagi kita selaku anak yang belum membahagiakan dan memberi kenyamanan terhadap ibu kita. Walaupun pastinya ibu tidak akan meminta dan mengharapkan balasan dari anaknya.
Jika bicara tentang ibu, tak ada lagi tulisan yang bisa kutulis. Hanya hati ini saja yang berucap dan berdoa rabhigfirli waliwalidaya warhamhuma kaamaa robayani tsagiran....

Rabu, 21 Desember 2016

Cerita Mereka

Hari itu kalau gak salah hari Sabtu, di sore hari seperti biasa selalu ada orang yang nongkrong di warungku. Oh iya perkenalkan aku ini penunggu Warung Iyek (haaaaa.... penunggu.... ) penjaga lebih tepatnya. Warung Iyek sebuah warung yang terletak di perkampungan tapi tidak kampungan hahahaaaa...... kalau hari menjelang sore setidaknya suka ada warga yang melepas penat nongkrong di sana.
Sekedar bercengkrama dan bertukar pikiran atau saja untuk "ngahahah" alias bercanda.
Sekitar 3 hari yang lalu sebelum tulisan ini diunggah, ada sebuah cerita dari mereka yang syarat makna jika di telaah lebih dalam lagi.
Ceritanya begini, ketika itu ada seorang tuna wicara dan tuna rungu membeli sesuatu ke warung aku. Seperti biasa beliau menggunakan bahasa isyarat untuk membeli yang beliau inginkan. Terkadang aku suka bingung untuk barang baru yang beliau inginkan. Tapi kalau barang yang biasa beliau beli aku sudah tahu semua berikut bahasa isyaratnya aku pun paham sekali karena sudah biasa. Namun ceritanya bukan ini, ceritanya muncul setelahnya beliau pergi.
Pertanyaanpun dimulai dari bercandaan..... penyakit apa yang langsung menular? Mereka kebingungan karena penyakit ya memang ada yang menular tapi tidak langsung.... namun aku jawab sambil tersenyum tuna wicara... coba saja kalau kita berada dekat denga seseorang yang tuna wicara pasti kitapun akan ikutan menjadi tuna wicara... haaaaaa..... betulkan?????
Namun sontak saja mereka bilang sambil serius (padahal maksud saya bercanda) yaa iya lah kita yang normal harus mengikuti yang kurang atau tidak normal. Yang tahu harus memahami yang tidak tahu.
Sontak saja otak sehat ini bekerja, sungguh itu kalimat sangat dalam sekali.... yang tahu atau dalam arti yang memiliki pengetahuan harus bisa memahami yang belum tahu, dalam arti ketika kita memiliki pemahaman yang lebih dari yang lain jangan sok, tapi kita harus pahami lawan bicara kita yang belum faham. Atau dengan kata lain jangan sombong jangan angkuh.... mentang-mentang kita orang berpendidikan tinggi, kita bicara bahasa-bahasa yang terlalu tinggi, yang mengakibatkan lawan bicara kita tidak paham bahkan menjadi minder karena tidak memahami kata tersebut. Coba saja bayangkan misalnya ada seorang tunawicara juga tunarungu bicara isyarat kepada kita, tapi kita menjawab dengan berbicara biasa seperti kepada orang yang normal. Pasti orang tunarungu tunawicara itu tidak akan memahami. Jadi kita selaku yang normal ya harus mengikuti yang tidak normal, alias mengalah mengikuti bahasa orang itu.
Jadi hargailah orang lain......
Tidak sombong,

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...