Sesungguhnya apa yang kita cari di dunia ini sudah disediakan oleh Allah swt. Kita disini bertugas untuk menjemputnya, bukan mencarinya. Karena rezeki kita sudah ditentukan oleh Allah swt semenjak kita ditiupkan ruh kita ketika kita berada dalam kandungan. Jadi salah besar jikalau kita merasa iri dengan rezeki yang dimiliki oleh orang lain.
Selanjutnya tugas utama kita hidup didunia ini hanyalah untuk beribadah. Kemudian kita terus panjatkan rasa syukur atas segala nikmat yang Allah swt berikan untuk kita. Niscaya jika kita banyak bersyukur, Allah swt akan lebih menambah rezeki kita. Sebagaimana Alloh Swt. berfirman, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrohim [14]: 7)
Hampir semua orang mengharapkan rezekinya bertambah banyak, karirnya bertambah naik, kedudukannya bertambah tinggi, popularitasnya bertambah luas dan lain sebagainya. Sehingga mereka pontang-panting bekerja keras, kepala kaki dan kaki jadi kepala, malah ada yang menyerobot jalan, mengambil jalan pintas tanpa mempertimbangkan halal atau haram yang penting keinginannya tercapai.
Saudaraku, padahal pengundang bertambahnya karunia Alloh Swt. adalah syukur. Karunia Alloh Swt. akan bertambah untuk kita dengan jalan memperbanyak syukur, bukan memperbanyak keinginan. Tentu boleh kita punya keinginan, tapi keinginan itu tidak boleh membuat kita kufur nikmat. Karena tidak sedikit orang yang hanya ingat pada keinginan-keinginan yang belum tercapai padahal sudah banyak kebutuhannya yang Alloh cukupkan, bahkan sudah banyak juga keinginannya yang Alloh mudahkan.
Jangan sampai kita ingin sepatu baru, tapi sepatu lama kita ejek dan sama sekali tidak kita rawat. Jangan sampai kita ingin punya tempat tinggal baru, tapi tempat tinggal lama tidak kita pelihara. Padahal Alloh Maha Melihat kesungguhan hamba-Nya, semakin seorang hamba bersyukur atas apa yang Alloh karuniakan kepadanya, semakin Alloh akan mempercayainya dengan berbagai karunia lainnya, karena sesungguhnya tidaklah Alloh menetapkan sesuatu kecuali dalam keadaan terukur dan Alloh Maha Mengetahui kadar kemampuan hamba-Nya.
Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh Swt. yang ahli syukur, sehingga segala karunia yang Alloh berikan kepada kita menjadi jalan untuk semakin dekat dengan-Nya. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar
Minggu, 30 April 2017
Syukur
Kunci Sehat Jasmani Rohani
Seorang Profesor di Jepang melakukan Riset yg Mengejutkan...?
1. *maag* bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena *stress*.
2. *hypertensi* bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam me manage *emosi*.
3. *kolesterol* bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa *malas berlebih* yang lebih dominan menimbun lemak.
4. *asthma* bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, tapi sering merasa *sedih* yang membuat kerja paru-paru tidak stabil.
5. *diabetes* bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, tapi sikap *egois dan keras kepala* yang mengganggu fungsi pankreas.
6. penyakit *liver* bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat *suudzon* kepada orang lain yang justru merusak hati kita.
7. *jantung koroner* bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi *jarang sedekah* membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.
Faktor penyebab penyakit adalah karena masalah
- *Spiritual* 50%
- *Psikis* 25%
- *Sosial* 15%
- *Fisik* 10%
Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki diri kita, pikiran kita, terutama hati kita dari penyakit hati, hasad, hasud, iri, dengki, dendam, fitnah, ghibah, riya, ujub.
$emoga Bermanfa'at
Sabtu, 29 April 2017
Obat Kepedihan Hati
Obat kepedihan hati adalah air mata taubat. Selanjutnya kita harus tetap fokus menjalani hidup dan mengerjakan apapun yang diridhai oleh Allah swt.
Rasa penyesalan akibat kita terlalu banyak melakukan kesalahan itu adalah anugerah terbesar. Karena diluaran sana masih banyak orang yang seakan tiada ada rasa penyesalan setelah melakukan hal yang tidak baik. Berbalik pikir atau merobah arus yang menjadi jalur yang sebenarnya, atau dengan kata lain adalah taubat merupakan titik penyelamat bagi seluruh insan yang ada di dunia ini. Manusia yang bertaubat akan ditinggikan derajatnga oleh Allah swt, bahkan taubat juga bisa membuat hilangnya segala fitnah diakhirat kelak. Setelah kita selesai atau setelah kita bertaubat, hal lain yang perlu kita panjatkan adalah istiqamah dan peningkatan.
Istiqamah berarti kita tetap berada di jalur yang benar. Merobah hal yang kurang baik menjadi lebih baik dan baik lagi.
Setelah itu kita fokuskan amalan kita atau segala sikap perbuatan agar selalu dalam ridha Allah swt. Semua gerak gerik kita harus sesuai dengan ajaran agama.
Semoga kita semua senantiasa selalu berada dalam lindungan Allah swt. Aamiin
Jangan Mencela Makanan
مَاعَابَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ طَعَامًا قَطٌّ"
"Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mencela makanan." (HR. Muttafaq'alaih)
Terkadang kita secara sadar ataupun tak sadar pernah atau bahkan sering mencela makanan. Biasanya dari segi rasa yang paling banyak di cela. Selain rasa juga kita mencela bentuk, warna ataupun yang lainnya dari makanan. Padahal Rasullullah SAW saja tidak pernah mencela makanan.
Mencela saja tidak pernah apalagi membuang atau memubadzirkan makanan. Salah satu contoh mencela makanan misalnya kita bilang kalau makanan ini tidak enak. Seharusnya untuk menjaga perasaan si pembuat makanan kita harus bisa memposisikan kalimat agar enak didengar. Atau bahkan kita berbohong bicara enak, walaupun tidak enak demi memberi rasa gembira kepada yang membuat makanan. Apalagi yang masaknya isteri sendiri, ataupun orang tua kita yang masak.
Intinya hargailah makanan apapun yang ada dihadapan kita. Karena semua itu adalah rezeki untuk kita. Namun sedikit yang dinamakan rezeki adalah ketika makanan telah melewati kerongkongan kita. Artinya kita sudah memakan atau menelan rezeki kita. Jika masih di tangan, itu belum tentu rezeki, bisa saja makanan itu jatuh atau dimakan orang lain.
Jangan Mencela Makanan
مَاعَابَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ طَعَامًا قَطٌّ"
"Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah mencela makanan." (HR. Muttafaq'alaih)
Terkadang kita secara sadar ataupun tak sadar pernah atau bahkan sering mencela makanan. Biasanya dari segi rasa yang paling banyak di cela. Selain rasa juga kita mencela bentuk, warna ataupun yang lainnya dari makanan. Padahal Rasullullah SAW saja tidak pernah mencela makanan.
Mencela saja tidak pernah apalagi membuang atau memubadzirkan makanan. Salah satu contoh mencela makanan misalnya kita bilang kalau makanan ini tidak enak. Seharusnya untuk menjaga perasaan si pembuat makanan kita harus bisa memposisikan kalimat agar enak didengar. Atau bahkan kita berbohong bicara enak, walaupun tidak enak demi memberi rasa gembira kepada yang membuat makanan. Apalagi yang masaknya isteri sendiri, ataupun orang tua kita yang masak.
Intinya hargailah makanan apapun yang ada dihadapan kita. Karena semua itu adalah rezeki untuk kita. Namun sedikit yang dinamakan rezeki adalah ketika makanan telah melewati kerongkongan kita. Artinya kita sudah memakan atau menelan rezeki kita. Jika masih di tangan, itu belum tentu rezeki, bisa saja makanan itu jatuh atau dimakan orang lain.
Jumat, 28 April 2017
Topeng
Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Baik, menggolongkan kita sebagai ahli dzikir, orang yang senantiasa ingat kepada Alloh dimanapun dan kapanpun. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Banyak orang yang senang dinilai, dipuji, disanjung, diperhatikan oleh makhluk, maka orang yang demikian cenderung akan sibuk membangun topeng. Sedangkan orang yang senang dinilai dan diperhatikan oleh Alloh Swt., maka ia akan cenderung sibuk membangun isi.
Alloh Swt. berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy Syams [91] : 9-10)
Alloh Swt. tidak melihat rupa, tidak melihat harta kita. Alloh Swt. melihat kepada isi hati dan amal perbuatan kita. Bukan tidak boleh kita berpakaian bagus, tapi hati harus lebih bagus dari pakaian, hati harus punya niat yang lurus hanya kepada Alloh semata. Jangan sampai kita rela membeli baju yang bagus apalagi mahal tapi hanya berakibat mengotori hati, sungguh rugi diri kita kalau begitu. Berpenampilan mesti baik, rapi, bagus, karena Alloh Swt. Maha Indah dan mencintai keindahan. Yang tidak boleh itu kalau kita sibuk memperbagus diri tapi hanya untuk manusia bukan untuk Alloh Swt.
Karena tidak sedikit orang yang lebih takut bajunya kotor daripada takut hatinya kotor. Ada yang lebih sibuk membersihkan kendaraannya agar mengkilap, daripada sibuk membersihkan hatinya. Ada yang lebih sibuk mengisi rumahnya dengan perabotan yang bagus daripada sibuk mengisi hati dengan niat-niat yang mulia nan lurus lillaahita’ala.
Padahal jikalau seseorang senantiasa rajin menjaga kebersihan hatinya, rajin mengisi hatinya dengan niat-niat dan maksud-maksud yang mulia, maka niscaya yang akan terpancar dari dirinya tiada lain adalah keindahan. Hidupnya akan senantiasa terurus, tertata, terencana dengan rapi. Sesederhana apapun penampilan seseorang, jika dia memiliki hati yang bening maka yang akan terpancar darinya adalah keindahan, keteduhan yang menentramkan. Maasyaa Alloh.
Nah saudaraku, marilah kita senantiasa bermujahadah menjaga dan menata hati kita agar senantiasa bersih dan penuh dengan dzikir kepada Alloh Swt. Sehingga kita termasuk orang-orang yang beruntung di hadapan Alloh Swt. Aamii yaa Robbal’aalamiin.[]
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Kamis, 27 April 2017
Like di Facebook
“Like Status Aku Dong…” (Seberapa Pentingkah “Jempol” Buat Kamu)
ﺑِﺴْﻢِ ﭐﻟﻠَّﻪِ ﭐﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦِ ﭐﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ
‘Ngelike Status’ adalah salah satu aktivitas yang sering dilakukan oleh para Facebookers. Salah satu fasilitas yang disediakan oleh pendiri Facebook adalah “Like” (menyukai) yang disimbolkan oleh “jempol”. Ketika kita update status, share tulisan tertentu, membuat tulisan hingga membaca komentar teman kita pastilah setelah itu diikuti dengan “like” atau “menyukai”. Tetapi hal ini pada akhirnya menjadi semacam kebanggaan buat sebagian besar pengguna Facebook. Ketika dia update status kemudian di like oleh banyak orang seperti berada di atas awang-awang sehinggak tak heran jika seringkali kita menemukan ada yang menyapa kita (bahkan melalui SMS) hanya untuk “like” status.
Jempol yang Baik dan Jempol yang Buruk.
Seberapa pentingkah jempol tersebut buat kita ? Sebagaimana dua mata pisau Facebook (nanti akan kita bahas) Jempol dalam Facebook pun ibarat dua mata pisau. Pisau bisa menjadi baik dan bisa menjadi buruk. Pisau baik untuk memotong dan mengupas buah, sayuran, dan sejenis. Pisau juga digunakan untuk memotong hewan kurban. Namun ada keburukan yang bisa ditimbulkan oleh pisau tersebut yakni tindak kejahatan terutama perampokan dan pembunuhan. Begitupula dalam Facebook dan jempol di dalamnya.
Jempol yang baik atau like status yang baik ketika kita menemukan sebuah status atau tulisan di Facebook yang isinya menyeru kepada kebaikan atau berupa nasihat-nasihat. Itu tak masalah bahkan menjadi bagus apabila di like sebagai bentuk dukungan dan juga sebagai bentuk tolong menolong dalam kebaikan dan takwa sebagaimana Firman Alloh
Azza Wa Jalla :
ﻭَﺗَﻌَﺎﻭَﻧُﻮﺍ۟ ﻋَﻠَﻰ ﭐﻟْﺒِﺮِّ ﻭَﭐﻟﺘَّﻘْﻮَﻯٰ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa.” (QS. Al Maaidah: 2).
Alloh Ta’ala berfirman:
ﻭَﭐﻟْﻌَﺼْﺮِ ﺇِﻥَّ ﭐﻟْﺈِﻧﺴَٰﻦَ ﻟَﻔِﻰ ﺧُﺴْﺮٍ ﺇِﻟَّﺎ ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍ۟ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ۟ ﭐﻟﺼَّٰﻠِﺤَٰﺖِ ﻭَﺗَﻮَﺍﺻَﻮْﺍ۟ ﺑِﭑﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺗَﻮَﺍﺻَﻮْﺍ۟ ﺑِﭑﻟﺼَّﺒْﺮِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al Ashr: 1-3).
Termasuk jempol yang baik juga dalam rangka nasihat-menasihati dan amar ma’ruf nahi munkar. Karena ini merupakan satu bentuk dukungan kita kepada dakwah di jalan Alloh.
Alloh Ta’ala berfirman:
ﻭَﻟْﺘَﻜُﻦ ﻣِّﻨﻜُﻢْ ﺃُﻣَّﺔٌۭ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﭐﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻳَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺑِﭑﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻮْﻥَ ﻋَﻦِ ﭐﻟْﻤُﻨﻜَﺮِ ۚ ﻭَﺃُﻭ۟ﻟَٰٓﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﭐﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ
“Dan hendaknya ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. ‘Ali ‘Imran: 104).
Dari Anas rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi
Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam Beliau bersabda:
“Tidaklah sempurna iman seseorang di antara kalian sebelum ia senang saudaranya mendapatkan kebajikan yang ia sukai untuk dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Adapun jempol yang buruk adalah memberi jempol untuk status seseorang yang isinya adalah perbuatan-perbuatan tercela. Seringkali kita temui di Facebook teman kita menyapa kita melalui Facebook Chat lalu meminta kita me-like status dia ternyata isinya boleh dibilang tidak penting dan tidak berguna sama sekali. Status konyol isinya cinta-cintaan bahkan menghina dan mengejek orang lain, membicarakan kejelekan orang lain (ghibah), dan menyebut kejelekan yang tidak ada pada seseorang (namimah) secara berlebihan. Lalu kita diminta untuk menyukai status itu ini jelas kemungkaran. Ini jelas-jelas jempol yang buruk.
Tentang ghibah dan namimah ini Alloh dan Rosul-Nya sudah memperingatkan kita. Seperti dalam Surat Al Hujurat ayat 12 Alloh Ta’ala berfirman:
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ۟ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻐْﺘَﺐ ﺑَّﻌْﻀُﻜُﻢ ﺑَﻌْﻀًﺎ ۚ ﺃَﻳُﺤِﺐُّ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺃَﻥ ﻳَﺄْﻛُﻞَ ﻟَﺤْﻢَ ﺃَﺧِﻴﻪِ ﻣَﻴْﺘًۭﺎ ﻓَﻜَﺮِﻫْﺘُﻤُﻮﻩُ ۚ ﻭَﭐﺗَّﻘُﻮﺍ۟ ﭐﻟﻠَّﻪَ ۚ ﺇِﻥَّ ﭐﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻮَّﺍﺏٌۭ ﺭَّﺣِﻴﻢٌۭ
“Dan janganlah saling menggunjing satu sama lain. Adakah seseorang diantara kalian yang suka apabila memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
Alloh Ta’ala juga berfirman:
ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻘْﻒُ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِۦ ﻋِﻠْﻢٌ ۚ ﺇِﻥَّ ﭐﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَﭐﻟْﺒَﺼَﺮَ ﻭَﭐﻟْﻔُﺆَﺍﺩَ ﻛُﻞُّ ﺃُﻭ۟ﻟَٰٓﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻨْﻪُ ﻣَﺴْـُٔﻮﻟًۭﺎ
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, pengelihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertangggungjawabannya.” (QS. Al Isra’: 36).
Dari Anas rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata: Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
“Ketika mi’raj, aku melewati kaum yang mempunyai kuku dari tembaga, Mereka mencakar-cakar muka dan dada mereka. Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai Jibril? Jibril menjawab: Mereka itu adalah orang-orang yang suka memakan daging sesama manusia dan mencela kehormatan sesama manusia.”
(HR. Abu Daud).
Dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi
Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda:
“Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Imam An Nawawi rohimahulloh berkata tentang hadits Abu Hurairah di atas: “Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi. Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang tercela.”
Dengan demikian apakah patut bagi kita untuk memberi jempol bagi status-status Facebook yang seperti itu ? Status-status yang isinya ghibah dan namimah ? Status-status yang isinya mengumbar percintaan yang mengarah kepada perbuatan zina ?
Jawaban dari 3 pertanyaan diatas sudah jelas “Tidak Layak” memberi jempol untuk status-status tercela itu. Tak ada tempat untuk perbuatan tercela.
Allohu A’lam.
Selasa, 25 April 2017
Akibat Konflik Dalam Rumah Tangga (copas)
.بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ
Ada 25 penyakit penyebab konflik dalam rumah tangga, sebagai berikut:
1. KAPALAN:
Kagak Patuh Al-Qur'an (Anggota Keluarga Sering Melanggar Syari'ah).
2. KUTILAN:
Kurang Tahu ilmu Pernikahan (Kurang Memahami Hak dan Kewajiban Suami-Istri, Hak dan Kewajiban sebagai Orang Tua dan Anak, ilmu Pengasuhan dan Pendidikan Anak).
3. KURAP:
Kurang Rapat (Kurang Pertemuan dan Komunikasi Antar Anggota Keluarga).
4. KUTUAN:
Kurang Tahu Arah dan Tujuan (Tidak Memiliki Visi dan Misi Keluarga).
5. KUSTA:
Kurang Sabar Meraih ciTA (Kurang Sabar dalam menjalani Proses di masa-masa Kesulitan, Kurang Sabar dalam Menunggu Keadaan menjadi Lebih Baik).
6. KUDIS:
Kurang Duit, Selalu Habis. (Tidak pernah merasa Cukup akan Harta yang diterima. Tidak bisa Hidup Sederhana).
7. KUMEL:
Kurang Menghargai Lawan (Tidak Membangun Sikap Saling Menghormati dan Menghargai Antar Keluarga).
8. KUCEL:
Kurang Cerita detiL (Kurang Mengungkapkan Harapan secara Detail kepada Anggota Keluarga Lainnya)
9. KADAS:
Kagak Adil dan Seimbang (ada hal yang terlalu berlebihan di dalam Keluarga).
10. BISULAN:
Bila Sekedar Uang, Lancar. (Hubungan Keluarga Sekedar Transaksi Ekonomi).
11. MENCRET:
Mencari Yang Ribet (Mempersulit Diri, Tidak Mencari Kemudahan dalam Menjalani Kehidupan).
12. SEMBELIT:
Sedekah, Memberi, Berbagi,
Sangat Pelit.
13. MERIANG:
Menengok istri Jarang (Kurang Terpenuhinya Kebutuhan Biologis Pasangan).
14. KORENGAN:
Koordinasi Enggan Dilakukan (Tidak ada Kerjasama Antar Anggota Keluarga).
15. TIPES:
Tidak Peduli Perasaan (Bila ada Salah Satu Anggota Keluarga bersifat Egois dan Kurang Berempati Terhadap Orang Lain).
16. DIARE:
Dibiarin Aje..! (Tidak Peka Terhadap Permasalahan atau Tidak Mau Berupaya Menyelesaikan Masalah).
17. ASMA:
Asal Menyapa (Pola Hubungan Tidak Bermakna, Pola Komunikasi Tidak Berbobot).
18. ASAM URAT:
Abaikan Simpanan Amal Untuk Akhirat (Keluarga yang Tidak Mempersiapkan Kehidupan Akhirat)
19. ENCOK:
Enggan Cocok (Lebih Banyak Mempermasalahkan Perbedaan Dibanding Mencari Kesamaan).
20. KANKER:
Kehilangan Etos Kerja.
21. MUAL:
Mengabaikan Urusan Halal (Keluarga Tidak Memperhatikan Kehalalan Sumber Harta dan Makanan yang dimakan).
22. JERAWAT:
Jarang Berdo'a Lewat Shalat (Tidak Meminta Pertolongan Allah SWT dengan Mendekatkan Diri kepada-Nya).
23. INFLUENZA:
Intervensi Luar Menambah Masalah Aza... (Adanya Permasalahan yang ditimbulkan dari Pihak Luar).
24. JANTUNG:
Jarang Berhitung (Bersikap Tanpa Mempertimbangkan Baik Buruknya).
25. MALARIA:
Mencari Pelarian (Memilih Untuk Lari dari Masalah dengan Mencari Pelarian dalam Hal Keburukan).
Insya ALLAH...
bahwa Kebahagiaan Rumah Tangga bisa Kita Raih, jika Kita menghidarkan diri dari 25 Penyakit Penyebab Konflik dalam Rumah Tangga tersebut.
Semoga Bermanfaat.
Senin, 24 April 2017
Isra Mi'raj
Sumber : www.muslim.or.id
Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah salah satu peristiwa yang agung dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian orang meyakini kisah yang menakjubkan ini terjadi pada Bulan Rajab. Benarkah demikian? Bagaimanakah cerita kisah ini? Kapan sebenarnya terjadinya kisah ini? Bagaimana pula hukum merayakan perayaan Isra’ Mi’raj ? Simak pembahasannya dalam tulisan yang ringkas ini.
Pengertian Isra’ Mi’raj
Isra` secara bahasa berasal dari kata ‘saro ’ bermakna perjalanan di malam hari. Adapun secara istilah, Isra` adalah perjalanan Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama Jibril dari Mekkah ke Baitul Maqdis ( Palestina ), berdasarkan firman Allah :
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺳْﺮَﻯ ﺑِﻌَﺒْﺪِﻩِ ﻟَﻴْﻼً ﻣِّﻦَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻷَﻗْﺼَﻰ
“ Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha “ (Al Isra’:1)
Mi’raj secara bahasa adalah suatu alat yang dipakai untuk naik. Adapun secara istilah, Mi’raj bermakna tangga khusus yang digunakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk naik dari bumi menuju ke atas langit, berdasarkan firman Allah dalam surat An Najm ayat 1-18. [1]
Kisah Isra’ Mi’raj
Secara umum, kisah yang menakjubkan ini disebutkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam Al-Qur`an dalam firman-Nya:
ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺳْﺮَﻯ ﺑِﻌَﺒْﺪِﻩِ ﻟَﻴْﻠًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﺍﻟْﺄَﻗْﺼَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﺎﺭَﻛْﻨَﺎ ﺣَﻮْﻟَﻪُ ﻟِﻨُﺮِﻳَﻪُ ﻣِﻦْ ﺀَﺍﻳَﺎﺗِﻨَﺎ ﺇِﻧَّﻪ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﺍﻟْﺒَﺼِﻴﺮ
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al-Isra` : 1)
Juga dalam firman-Nya:
ﻭَﺍﻟﻨَّﺠْﻢِ ﺇِﺫَﺍ ﻫَﻮَﻯ . ﻣَﺎ ﺿَﻞَّ ﺻَﺎﺣِﺒُﻜُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﻏَﻮَﻯ . ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻨْﻄِﻖُ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻬَﻮَﻯ . ﺇِﻥْ ﻫُﻮَ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﺣْﻲٌ ﻳُﻮﺣَﻰ . ﻋَﻠَّﻤَﻪُ ﺷَﺪِﻳﺪُ ﺍﻟْﻘُﻮَﻯ . ﺫُﻭ ﻣِﺮَّﺓٍ ﻓَﺎﺳْﺘَﻮَﻯ . ﻭَﻫُﻮَ ﺑِﺎﻟْﺄُﻓُﻖِ ﺍﻟْﺄَﻋْﻠَﻰ . ﺛُﻢَّ ﺩَﻧَﺎ ﻓَﺘَﺪَﻟَّﻰ . ﻓَﻜَﺎﻥَ ﻗَﺎﺏَ ﻗَﻮْﺳَﻴْﻦِ ﺃَﻭْ ﺃَﺩْﻧَﻰ . ﻓَﺄَﻭْﺣَﻰ ﺇِﻟَﻰ ﻋَﺒْﺪِﻩِ ﻣَﺎ ﺃَﻭْﺣَﻰ . ﻣَﺎ ﻛَﺬَﺏَ ﺍﻟْﻔُﺆَﺍﺩُ ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻯ . ﺃَﻓَﺘُﻤَﺎﺭُﻭﻧَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻳَﺮَﻯ . ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺭَﺁﻩُ ﻧَﺰْﻟَﺔً ﺃُﺧْﺮَﻯ . ﻋِﻨْﺪَ ﺳِﺪْﺭَﺓِ ﺍﻟْﻤُﻨْﺘَﻬَﻰ . ﻋِﻨْﺪَﻫَﺎ ﺟَﻨَّﺔُ ﺍﻟْﻤَﺄْﻭَﻯ . ﺇِﺫْ ﻳَﻐْﺸَﻰ ﺍﻟﺴِّﺪْﺭَﺓَ ﻣَﺎ ﻳَﻐْﺸَﻰ . ﻣَﺎ ﺯَﺍﻍَ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮُ ﻭَﻣَﺎ ﻃَﻐَﻰ . ﻟَﻘَﺪْ ﺭَﺃَﻯ ﻣِﻦْ ﺀَﺍﻳَﺎﺕِ ﺭَﺑِّﻪِ ﺍﻟْﻜُﺒْﺮَﻯ
“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya), yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat, Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. sedang dia berada di ufuk yang tinggi. Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. (QS. An-Najm : 1-18)
Adapun rincian dan urutan kejadiannya banyak terdapat dalam hadits yang shahih dengan berbagai riwayat. Syaikh Al Albani rahimahullah dalam kitab beliau yang berjudul Al Isra` wal Mi’raj menyebutkan 16 shahabat yang meriwayatkan kisah ini. Mereka adalah: Anas bin Malik, Abu Dzar, Malik bin Sha’sha’ah, Ibnu ‘Abbas, Jabir, Abu Hurairah, Ubay bin Ka’ab, Buraidah ibnul Hushaib Al-Aslamy, Hudzaifah ibnul Yaman, Syaddad bin Aus, Shuhaib, Abdurrahman bin Qurath, Ibnu ‘Umar, Ibnu Mas’ud, ‘Ali, dan ‘Umar
radhiallahu ‘anhum ajma’in .
Di antara hadits shahih yang menyebutkan kisah ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya , dari sahabat Anas bin Malik :Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“ Didatangkan kepadaku Buraaq – yaitu yaitu hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dia meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya (maksudnya langkahnya sejauh pandangannya). Maka sayapun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, lalu saya mengikatnya di tempat yang digunakan untuk mengikat tunggangan para Nabi. Kemudian saya masuk ke masjid dan shalat 2 rakaat kemudian keluar . Kemudian datang kepadaku Jibril ‘alaihis salaam dengan membawa bejana berisi khamar dan bejana berisi air susu. Aku memilih bejana yang berisi air susu. Jibril kemudian berkata : “ Engkau telah memilih (yang sesuai) fitrah”.
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit (pertama) dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Adam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian kami naik ke langit kedua, lalu Jibril ‘alaihis salaam meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi:“Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kedua) dan saya bertemu dengan Nabi ‘Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariya shallawatullahi ‘alaihimaa, Beliau berdua menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketiga dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketiga) dan saya bertemu dengan Yusuf ‘alaihis salaam yang beliau telah diberi separuh dari kebagusan(wajah). Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keempat dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab: “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit keempat) dan saya bertemu dengan Idris alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Allah berfirman yang artinya : “Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (Maryam:57).
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit kelima dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya):“Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab:“Muhammad” Dikatakan:“Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit kelima) dan saya bertemu dengan Harun ‘alaihis salaam. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku.
Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit keenam dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab:“Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab: “Muhammad” Dikatakan: “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab:“Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit) dan saya bertemu dengan Musa. Beliau menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku. Kemudian Jibril naik bersamaku ke langit ketujuh dan Jibril meminta dibukakan pintu, maka dikatakan (kepadanya): “Siapa engkau?” Dia menjawab: “Jibril”. Dikatakan lagi: “Siapa yang bersamamu?” Dia menjawab, “Muhammad” Dikatakan, “Apakah dia telah diutus?” Dia menjawab, “Dia telah diutus”. Maka dibukakan bagi kami (pintu langit ketujuh) dan saya bertemu dengan Ibrahim. Beliau sedang menyandarkan punggunya ke Baitul Ma’muur. Setiap hari masuk ke Baitul Ma’muur tujuh puluh ribu malaikat yang tidak kembali lagi. Kemudian Ibrahim pergi bersamaku ke Sidratul Muntaha. Ternyata daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Tatkala dia diliputi oleh perintah Allah, diapun berubah sehingga tidak ada seorangpun dari makhluk Allah yang sanggup mengambarkan keindahannya
Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia wahyukan. Allah mewajibkan kepadaku 50 shalat sehari semalam. Kemudian saya turun menemui Musa ’alaihis salam. Lalu dia bertanya: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. Saya menjawab: “50 shalat”. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il”. Beliau bersabda :“Maka sayapun kembali kepada Tuhanku seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi dariku 5 shalat. Kemudian saya kembali kepada Musa dan berkata:“Allah mengurangi untukku 5 shalat”. Dia berkata:“Sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. Maka terus menerus saya pulang balik antara Tuhanku Tabaraka wa Ta’ala dan Musa ‘alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman:“Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis(baginya) satu kejelekan”. Kemudian saya turun sampai saya bertemu dengan Musa’alaihis salaam seraya aku ceritakan hal ini kepadanya. Dia berkata: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”, maka sayapun berkata: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai sayapun malu kepada-Nya”. (H.R Muslim 162)
Untuk lebih lengkapnya, silahkan merujuk ke kitab Shahih Bukhari hadits nomor 2968 dan 3598 dan Shahih Muslim nomor 162-168 dan juga kitab-kitab hadits lainnya yang menyebutkan kisah ini. Terdapat pula tambahan riwayat tentang kisah ini yang tidak disebutkan dalam hadits di atas.
Kapankah Isra` dan Mi’raj ?
Sebagian orang meyakini bahwa peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Rajab . Padahal, para ulama ahli sejarah berbeda pendapat tentang tanggal kejadian kisah ini. Ada beberapa perbedaan pendapat mengenai penetapan waktu terjadinya Isra’ Mi’raj , yaitu[2] :
1. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun tatkala Allah memuliakan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan nubuwah (kenabian). Ini adalah pendapat Imam Ath Thabari rahimahullah .
2. Perisitiwa tersebut terjadi lima tahun setelah diutus sebagai rasul. Ini adalah pendapat yang dirajihkan oleh Imam An Nawawi dan Al Qurthubi rahimahumallah.
3. Peristiwa tersebut terjadi pada malam tanggal dua puluh tujuh Bulan Rajab tahun kesepuluh kenabian. Ini adalah pendapat Al Allamah Al Manshurfuri rahimahullah .
4. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi enam bulan sebelum hijrah, atau pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.
5. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi setahun dua bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Muharram tahun ketiga belas setelah kenabian.
6. Ada yang berpendapat, peristiwa tersebut terjadi setahun sebelum hijrah, atau pada bulan Rabi’ul Awwal tahun ketiga belas setelah kenabian.
Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri
hafidzahullah menjelaskan : “Tiga pendapat pertama tertolak. Alasannya karena Khadijah
radhiyallahu ‘anha meninggal dunia pada bulan Ramadhan tahun kesepuluh setelah kenabian, sementara ketika beliau meninggal belum ada kewajiban shalat lima waktu. Juga tidak ada perbedaan pendapat bahwa diwajibkannya shalat lima waktu adalah pada saat peristiwa Isra’ Mi’raj . Sedangakan tiga pendapat lainnya, aku tidak mengetahui mana yang lebih rajih. Namun jika dilihat dari kandungan surat Al Isra’ menunjukkan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada masa-masa akhir sebelum hijrah.”
Dapat kita simpulkan dari penjelasan di atas bahwa Isra ` dan Mi’raj tidak diketahui secara pasti pada kapan waktu terjadinya. Ini menunjukkan bahwa mengetahui kapan waktu terjadinya Isra’ Mi’raj bukanlah suatu hal yang penting. Lagipula, tidak terdapat sedikitpun faedah keagamaan dengan mengetahuinya. Seandainya ada faidahnya maka pasti Allah akan menjelaskannya kepada kita. Maka memastikan kejadian Isra’ Mi’raj terjadi pada Bulan Rajab adalah suatu kekeliruan. Wallahu ‘alam ..
Sikap Seorang Muslim Terhadap Kisah Isra’ Mi’raj
Berita-berita yang datang dalam kisah Isra’ Miraj seperti sampainya beliau ke Baitul Maqdis, kemudian berjumpa dengan para nabi dan shalat mengimami mereka, serta berita-berita lain yang terdapat dalam hadits- hadits yang shahih merupakan perkara ghaib. Sikap ahlussunnah wal jama’ah terhadap kisah-kisah seperti ini harus mencakup kaedah berikut :
1. Menerima berita tersebut.
2. Mengimani tentang kebenaran berita tersebut.
3. Tidak menolak berita tersebut atau mengubah berita tersebut sesuai dengan kenyataannya.
Kewajiban kita adalah beriman sesuai dengan berita yang datang terhadap seluruh perkara-perkara ghaib yang Allah Ta’ala kabarkan kepada kita atau dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.[3]
Hendaknya kita meneladani sifat para sahabt
radhiyallahu ‘anhum terhadap berita dari Allah dan rasul-Nya. Dikisahkan dalam sebuah riwayat bahwa setelah peristiwa Isra’ Mi’raj , orang-orang musyrikin datang menemui Abu Bakar As Shiddiq
radhiyallahu ‘anhu . Mereka mengatakan : “Lihatlah apa yang telah diucapkan temanmu (yakni
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam)!” Abu Bakar berkata : “Apa yang beliau ucapkan?”. Orang-orang musyrik berkata : “Dia menyangka bahwasanya dia telah pergi ke Baitul Maqdis dan kemudian dinaikkan ke langit, dan peristiwa tersebut hanya berlangsung satu malam”. Abu Bakar berkata : “Jika memang beliau yang mengucapkan, maka sungguh berita tersebut benar sesuai yang beliau ucapkan karena sesungguhnya beliau adalah orang yang jujur”. Orang-orang musyrik kembali bertanya: “Mengapa demikian?”. Abu Bakar menjawab: “Aku membenarkan seandainya berita tersebut lebih dari yang kalian kabarkan. Aku membenarkan berita langit yang turun kepada beliau, bagaimana mungkin aku tidak membenarkan beliau tentang perjalanan ke Baitul Maqdis ini?” (Hadits diriwayakan oleh Imam Hakim dalam Al Mustadrak 4407 dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha ). [4]
Perhatikan bagaimana sikap Abu Bakar
radhiyallahu ‘anhu terhadap berita yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau langsung membenarkan dan mempercayai berita tersebut. Beliau tidak banyak bertanya, meskipun peristiwa tersebut mustahil dilakukan dengan teknologi pada saat itu. Demikianlah seharusnya sikap seorang muslim terhadap setiap berita yang shahih dari Allah dan rasul-Nya.
Hikmah Terjadinya Isra`
Apakah hikmah terjadinya Isra` , kenapa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak Mi’raj langsung dari Mekkah padahal hal tersebut memungkinkan? Para ulama menyebutkan ada beberapa hikmah terjadinya peristiwa Isra` , yaitu:
1. Perjalanan Isra’ di bumi dari Mekkah ke Baitul Maqdis lebih memperkuat hujjah bagi orang-orang musyrik. Jika beliau langsung Mi’raj ke langit, seandainya ditanya oleh orang-orang musyrik maka beliau tidak mempunyai alasan yang memperkuat kisah perjalanan yang beliau alami. Oleh karena itu ketika orang-orang musyrik datang dan bertanya kepada beliau, beliau menceritakan tentang kafilah yang beliau temui selama perjalanan Isra’. Tatkala kafilah tersebut pulang dan orang-orang musyrik bertanya kepada mereka, orang-orang musyrik baru mengetahui benarlah apa yang disampaikan oleh Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
2. Untuk menampakkan hubungan antara Mekkah dan Baitul Maqdis yang keduanya merupakan kiblat kaum muslimin. Tidaklah pengikut para nabi menghadapkan wajah mereka untuk beribadah keculali ke Baitul Maqdis dan Makkah Al Mukarramah. Sekaligus ini menujukkan keutamaan beliau melihat kedua kiblat dalam satu malam.
3. Untuk menampakkan keutamaan Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam dibandingkan para nabi yang lainnya. Beliau berjumpa dengan mereka di Baitul Maqdis lalu beliau shalat mengimami mereka. [5]
Faedah Kisah
Kisah yang agung ini sarat akan banyak faedah, di antaranya :
1. Kisah Isra’ Mi’raj termasuk tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla.
2. Peristiwa ini juga menunjukkan keutamaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas seluruh nabi dan rasul ’alaihimus shalatu wa salaam
3. Peristiwa yang agung ini menunjukkan keimanan para sahabat radhiyallahu’anhum.
Mereka meyakini kebenaran berita tentang kisah ini, tidak sebagaimana perbuatan orang-orang kafir Quraisy.
4. Isra` dan Mi’raj terjadi dengan jasad dan ruh beliau, dalam keadaan terjaga. Ini adalah pendapat jumhur (kebanyakan) ulama, muhadditsin , dan fuqaha , serta inilah pendapat yang paling kuat di kalangan para ulama Ahlus sunnah. Allah Ta’ala berfirman yang artinya : “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (QS. Al-Isra` : 1)
Penyebutan kata ‘hamba’ digunakan untuk ruh dan jasad secara bersamaan. Inilah yang terdapat dalam hadits-hadits Bukhari dan Muslim dengan riwayat yang beraneka ragam bahwa beliau
shallallahu ‘alaihi wa salaam melakukan Isra` dan
Mi’raj dengan jasad beliau dalam keadaan terjaga.
Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata dalam
Lum’atul I’tiqad “… Contohnya hadits Isra` dan
Mi’raj , beliau mengalaminya dalam keadaan terjaga, bukan dalam keadaan tidur, karena (kafir) Quraisy mengingkari dan sombong terhadapnya (peristiwa itu), padahal mereka tidak mengingkari mimpi” [6]
Imam Ath Thahawi rahimahullah berkata : “ Mi’raj adalah benar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa salaam telah melakukan Isra` dan Mi’raj dengan tubuh beliau dalam keadaan terjaga ke atas langit…” [7]
1. Penetapan akan ketinggian Allah Ta’ala dengan ketinggian zat-Nya dengan sebenar-benarnya sesuai dengan keagungan Allah, yakni Allah tinggi berada di atas langit ketujuh , di atas ‘arsy-Nya. Ini merupakan akidah kaum muslimin seluruhnya dari dahulu hingga sekarang.
2. Mengimani perkara-perkara ghaib yang disebutkan dalam hadits di atas, seperti:
Buraaq, Mi’raj , para malaikat penjaga langit, adanya pintu-pintu langit, Baitul Ma’mur ,
Sidratul Muntaha beserta sifat-sifatnya, surga, dan selainnya.
3. Penetapan tentang hidupnya para Nabi
‘alaihimus salaam di kubur-kubur mereka, akan tetapi dengan kehidupan barzakhiah , bukan seperti kehidupan mereka di dunia. Oleh karena itulah, di sini tidak ada dalil yang membolehkan seseorang untuk berdoa, bertawasul, atau meminta syafa’at kepada para Nabi dengan alasan mereka masih hidup. Syaikh Shalih Alu Syaikh
rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salaam dalam Mi’raj menemui ruh para Nabi kecuali Nabi Isa ‘alaihis salaam. Nabi menemui jasad Nabi Isa karena jasad dan ruh beliau dibawa ke langit dan beliau belum wafat. [8]
4. Banyaknya jumlah para malaikat dan tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah.
5. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga adalah kalimur Rahman (orang yang diajak bicara langsung oleh Ar Rahman).
6. Allah Ta’ala memiliki sifat kalam (berbicara) dengan pembicaraan yang sebenar-benarnya.
7. Tingginya kedudukan shalat wajib dalam Islam, karena Allah langsung yang memerintahkan kewajiban ini.
8. Kasih sayang dan perhatian Nabi Musa’alaihis salaam terhadap umat Islam, ketika beliau menyuruh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diringankan kewajiban shalat.
9. Penetapan adanya nasakh (penghapusan hukum) dalam syariat Islam, serta bolehnya me-nasakh suatu perintah walaupun belum sempat dikerjakan sebelumnya, yakni tentang kewajiban shalat yang awalnya lima puluh rakaat menjadi lima rakaat.
10. Surga dan neraka sudah ada sekarang, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melihat keduanya ketika Mi’raj .
11. Para ulama berbeda pendapat apakah Nabi melihat Allah pada saat Mi’raj . Ada tiga pendapat yang populer : Nabi melihat Allah dengan penglihatan, Nabi melihat Allah dengan hati, dan Nabi tidak melihat Allah namun hanya mendengar kalam Allah.
12. Pendapat yang benar bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj hanya berlangusng satu kali saja dan tidak berulang.
13. Barangsiapa yang mengingkari Isra` , maka dia telah kafir, karena dia berarti menganggap Allah berdusta. Barangsiapa yang mengingkari Mi’raj maka tidak dikafirkan kecuali setelah ditegakkan padanya hujjah serta dijelaskan padanya kebenaran.
Hukum Mengadakan Perayaan Isra` Mi’raj
Bagaimana hukum mengadakan perayaan Isra’ Mi’raj ? Berdasarkan dari penjelasan di atas, nampak jelas bagi kita bahwa perayaan Isra` Mi’raj tidak boleh dikerjakan, bahkan merupakan perkara bid’ah , karena dua alasan :
1. Malam Isra` Mi’raj tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya. Banyaknya perselisihan di kalangan para ulama, bahkan para sahabat dalam penentuan kapan terjadinya Isra` dan Mi’raj , merupakan dalil yang sangat jelas menunjukkan bahwa mereka tidaklah menaruh perhatian yang besar tentang waktu terjadinya. Jika waktu terjadinya saja tidak disepakati, bagaimana mungkin bisa dilakukan perayaan Isra’ Mi’raj ?
2. Dari sisi syari’at, perayaan ini juga tidak memiliki landasan. Seandainya perayaan tersebut adalah bagian dari syariat Allah, maka pasti akan dikerjakan oleh Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, atau minimal beliau sampaikan kepada ummatnya. Seandainya beliau dan para sahabat mengerjakannya atau menyampaikannya, maka ajaran tersebut akan sampai kepada kita.
Jadi, tatkala tidak ada sedikitpun dalil tentang hal tersebut, maka perayaan Isra’ Mi’raj bukan bagian dari ajaran Islam. Jika dia bukan bagian dari agama Islam, maka tidak boleh bagi kita untuk beribadah dan bertaqarrub kepada Allah
Ta’ala dengan perbuatan tersebut. Bahkan merayakannya termasuk perbuatan bid’ah yang tercela .
Berikut di antara fatwa ulama dalam masalah ini. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
rahimahullah pernah ditanya : ”Pertanyaan ini tentang perayaan malam Isra’ Mi’raj yang terjadi di Sudan. Kami merayakan malam Isra’ Mi’raj rutin setiap tahun, Apakah perayaan tersebut memiliki sumber dari Al Qur’an dan As Sunnah atau pernah terjadi di masa Khulafaur Rasyidin atau pada zaman tabi’in? Berilah petunjuk kepadaku karena saya bingung dalam masalah ini. Terimakasih atas jawaban Anda.”
Jawaban Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah : “Perayaan seperti itu tidak memiliki dasar dari Al Qur’an dan As Sunnah dan tidak pula pada zaman Khulafaur Rasyidin . Petunjuk yang ada dalam Al Qur’an dan sunnah rasul-Nya justru menolak perbuatn bid’ah tersebut karena Allah Ta’ala mengingkari orang-orang yang menjadikan syariat bagi mereka selain syariat Allah termasuk perbuatan syirik, sebagaimana firman Allah :
ﺃَﻡْ ﻟَﻬُﻢْ ﺷُﺮَﻛَﺎﺀ ﺷَﺮَﻋُﻮﺍ ﻟَﻬُﻢ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﺄْﺫَﻥ ﺑِﻪِ ﺍﻟﻠَّﻪ
“ Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? ” (Asy Syuura:21)
Dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﻣﻦ ﻋﻤﻞ ﻋﻤﻼً ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻣﺮﻧﺎ ﻓﻬﻮ ﺭﺩ
“ Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari Allah dan rasul-Nya maka amalan tersebut tertolak “.
Perayaan malam Isra’ Mi’raj bukan merupakan perintah Allah dan rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan ummatnya dalam setiap khutbah Jum’at melalui sabda beliau :
ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ ﻓﺈﻥ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺧﻴﺮ ﺍﻟﻬﺪﻱ ﻫﺪﻱ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺷﺮ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﻣﺤﺪﺛﺎﺗﻬﺎ ﻭﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah firman Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah perkara baru dalam agama, dan setiap bid’ah adalah sesat.” [9]
Semoga paparan ringkas ini dapat menambah ilmu dan wawsan kita, serta dapat menambah keimanan kita. Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad
Penyusun : Adika M.
Artikel Muslim.Or.Id
Ini Kita
Peristiwa
Kejadian
Keadaan
Sebuah makna besar yang terlihat
Perdebatan
Pertentangan
Perseteruan
Peristiwa tak enak bila dipandang
Berlari
Melompat
Bersembunyi
Jangan dilakukan ketika mereka butuh
Banyak
Tak terhingga
Tidak sedikit
Ketika itu jangan lupa bawah
Terdiam
Termenung
Meratap
Menyaksikan dan berfikir kekuatanNya
Bergerak
Bertindak
Beraksi
Jangan diam jangan takut jangan pergi
Maju
Terus
Pantang
Mundur
Karena lindunganNya akan melindungi hambaNya yang senantiasa terus berada dijalanNya. Jangan berhenti berdakwah, jangan berhenti melanjutkan estafet kebaikan dan kebajikan. Terus lalui dan terus berjalan walaupun pasti terkadang ada sedikit kerikil menghadang bahkan batu besar menghalangi jalan ini, namun meski tetap berjalan jangan merasa diri ini kotor, karena tak ada manusia yang sesuci RasulNya. Bila saja berhenti berdakwah karena belum merasa benar maka tak akan ada seorangpun yang akan berdakwah.
Berdakwah itu wajib, jika tak di jalankan berarti sebuah kesalahan untuk kita.
Berdakwah itu bukan hanya kewajiban seorang pendakwah yang berbicara didepan umum. Tapi semua insan yang beriman itu harus menyeru. Untuk cara dan metode itu dikembalikan kepada pribadi mereka. Bisa melalui tulisan, perkataan, perbuatan, pernyataan, gerakan, cuitan dan masih banyak lagi, ada tausiyah, tablighulislamiyah, pengajian, madrosah, sekolah, kuliah, seminar, dan masih banyak lagi.
Jangan takut
Jangan sembunyi
Yakinkan pada dunia kalau Islam adalah agama yang menyelamatkan
Yakinkan semua jika kita bertawakkal niscaya semuanya akan berjalan mulus dan kebutuhan kita akan terpenuhi.
Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan dan maghfirah Alloh swt. Aamiin
Jumat, 21 April 2017
Kedudukan Wanita Dalam Islam (copas)
Sumber : http://dalamislam.com/info-islami/kedudukan-wanita-dalam-islam
Kedudukan Wanita Dalam Islam
Islam adalah rahmat bagi seluruh alam dan meski kita mengetahui bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, namun Islam tidak pernah menyatakan bahwa derajat wanita dibawah laki-laki. Allah berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 35 yang artinya :
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”.
Pandangan Islam Terhadap Wanita
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abd bin Humaid, Ath-Thabari, dan At-Tirmidzi bahwa Ummu Imarah Al-Anshariyah, pernah menemui Rasulullah dan berkata,
“ Kulihat semua diperuntukkan bagi laki-laki, kulihat tak sekalipun perempuan disebut”. Lalu turunlah ayat ini. Ibnu Abbas berkata, “Beberapa perempuan menemui Rasulullah seraya berkata; ‘Wahai rasulullah kenapa laki-laki yang beriman selalu disebut, sedangkan perempuan yang beriman tidak disebut?’, dan kemudian ayat ini diturunkan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Bersamaan dengan turunnya ayat tersebut Allah menyatakan bahwa dalam pandangan Islam, kedudukan wanita sama saja dengan kedudukan laki-laki dalam hal ibadah dan iman yang dimilikinya. Baik laki-laki maupun perempuan memeiliki kesempatan yang sama untuk mencapai derajat keimanan dan keislaman yang tertinggi. Mereka berhak mendapatkan pahala dan ganjaran serta ampunan Allah jika mereka berbuat dosa. Dan yang paling penting, kedudukan wanita juga sama dalam hal kesempatan mendapatkan pahala, surga, dan kenikmatan di akhirat apabila mereka beriman, taat dan rajin melakukan amal saleh.
Sejak islam datang ke dunia, citra dan kedudukan wanita dalam masyarakat mulai mengalami kemajuan. Allah memerintahkan kepada seluruh umat manusia agar senantiasa bersikap baik pada wanita, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini
“Dan perlakukanlah mereka secara patut, kemudia bila kamu tidak menyukai mereka (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan” . (An-Nisa’ : 19).
Sebelum Islam datang, baik masyarakat di dalam maupun di luar jazirah arab tidak menghargai kedudukan dan harga diri wanita. Negara Yunani yang dikenal dengan peradaban yang tinggi tidak menghargai dalam masyarakatnya. Mereka menganggap perempuan sebagai penyebab segala macam penyakit dan musibah bagi kehidupan umat manusia. Mereka juga dianggap sebagai makhluk rendah yang diperlakukan seperti budak. Sama halnya dengan bangsa Yunani, bangsa Romawi dan Persia juga berlaku tidak adil para wanita, mereka berlaku kasar dan menghukum berat wanita apabila mereka melakukan kesalahan kecil. Mereka hanya menganggap wanita sebagai pelampiasan seksual semata.
Bahkan bangsa romawi memiliki slogan, “Belenggu wanita itu jangan dilepas, dan api jangan dipadamkan”. Sementara itu Perempuan Persia tidak boleh kawin dengan laki-laki selain dengan Zarathustra, sementara laki-laki bebas kawin dengan siapa saja yang mereka kehendaki.
Kedudukan Wanita Dalam Islam
Kedudukan wanita dalam islam dapat dilihat dari peran wanita dalam islam , masyarakat dan lingkungan sosial sebagaimana yang dijabarkan dalam penjelasan berikut ini :
1. Kedudukan Wanita Sebagai Seorang anak.
Anak adalah karunia Allah SWT pada setiap orang tua oleh karena itu mereka tidak diperbolehkan untuk menyia-nyiakan anak baik laki-laki maupun perempuan. Orangtua harus menerima anak dengan ikhlas dan tidak boleh menyia-nyiakannya sebagaimana yang tercantum dalam firman Allah SWT
“Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul kepada siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa”. (QS. Asy-Syura : 49-50).
Dalam ayat diatas, Allah menyebut anak perempuan terlebih dahulu sebelum laki-laki untuk menghibur anak perempuan karena umumnya para orang tua merasa berat hati dengan kelahirannya. Kehadiran anak perempuan dalam keluarga harus diterima sebagaimana kehadiran anak laki-laki, tidak seperti perilaku masyarakat jahiliyah yang gemar mengubur anak perempuannya yang baru dilahirkan. Sebagai mana digambarkan oleh Allah dalam firmanNya :
“Jika salah seorang diantara mereka diberi kabar tentang kelahiran anak perempuannya maka mukanya menjadi hitam dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak disebabkan berita buruk yang sampai kepadanya. Apakah ia akan memelihara anak perempuannya dengan menanggung kehinaan ataukah ia akan menguburnya hidup-hidup di dalam tanah? Alangkah jelek apa yang mereka tetapkan.” (QS. An-Nahl : 58-59).
2. Kedudukan Wanita Dewasa Dalam Menentukan Pilihan
Tidak hanya laki-laki, perempuanpun mempunyai hak untuk memilih pasangan hidup (baca cara memilih pendamping hidup ) yang bisa membawa kebahagiaan padanya melalui pernikahan (baca rukun nikah dan hukum pernikahan dalam islam ) Seorang perempuan membutuhkan laki-laki begitu juga sebaliknya sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah :
“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah dia menciptakan untuk kalian pasangan-pasangan hidup dari jenis kalian sendiri, agar kalian meresa tenteram kepadanya; dan Dia menjadikan diantara kalian rasa kasih dan saying. Sesungguhnya dalam yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.
Jika seorang perempuan sudah cukup usia untuk menikah maka sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memikirkan dan memilihkan jodoh anaknya (baca mencari jodoh dalam islam ), seorang laki-laki yang shalih dan bertaqwa melalui proses taaruf dan khitbah (baca tunangan dalam islam ). Karena hanya laki-laki yang shalih dan bertaqwa kepada Allah SWT tersebut jika mencintai seorang perempuan maka dia akan memuliakannya, sedangkan jika tidak menyukainya ia tidak akan mnghina perempuan tersebut.
Dari Aisyah, ia berkata ; “Saya bertanya kepada Nabi tentang seorang gadis yang dinikahkan oleh walinya, apakah harus dimintai izinnya atau tidak? Beliau menjawab, ‘Ya harus dimintai izinnya’. Aisyah berkata, saya lantas berkata kepada beliau, ‘sesungguhnya seorang gadis itu pemalu’. Beliau menjawab, karena itulah izinnya adalah ketika ia diam”. Ibnu Abbas menceritakan bahwa Nabi bersabda : “Seorang janda lebih berhak atas dirinya dari pada walinya. Seorang gadis itu dimintai izinnya, Tanda persetujuannya adalah dengan diam”.
3. Kedudukan Wanita Sebagai seorang Istri
Allah memerintahkan kepada para suami untuk memperlakukan istrinya dengan baik seperti dijelaskan dalam surah An-Nisa’ ayat 19 :
“Dan bergaullah dengan mereka (para istri) dengan cara yang baik” .
Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan bahwa pergaulan yang disebutkan dalam ayat diatas mencakup ucapan dan perbuatan. Oleh sebab itu sebaiknya para suami hendaknya senantiasa menjaga ucapan dan perbuatannya kepada istri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (baca ciri-ciri suami durhaka ). Suami juga harus bisa melindungi istri dan keluarganya dan mencukupi nafkah baik secara materi maupun nonmateri (baca
membangun rumah tangga dalam islam ). Demikian pula jika mereka berpisah dan seirang suami menjatuhkan talak pada istrinya, ia harus melakukannya secara baik-baik (baca hukum talak dalam pernikahan dan
perbedaan talak satu, dua dan tiga )
Rasulullah bersabda :
“Janganlah kalian memukul hamba-hamba perempuan Allah”. Dalam riwayat yang lain
“ Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya ”. (HR. Ahmad).
4. Kedudukan Wanita Sebagai Seorang Ibu
Islam memuliakan perempuan baik di saat ia anak-anak, remaja, dan saat ia menjadi seorang ibu. Islam mewajibkan umatnya terutama seorang anak untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya, ayah dan ibu sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran surah Al-Isra’ ayat 23-24
“Rabmu telah menetapkan agar janganlah kalian beribadah kecuali hanya kepada-Nya dan hendaklah kalian berbuat baik terhadap kedua orang tua. Apabila salah seorang di antara keduanya atau kedu-duanya menginjak usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan jangan membentak keduanya namun ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih saying, ucapkanlah doa; ‘Wahai Rabku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah memelihara dan mendidikku sewaktu kecil’”.
Bahkan Rasulullah SAW menyebutkan bahwa kedudukan ibu lebih mulia dariapada ayahnya. Dalam sebuah hadits, seorang sahabat bertanya tentang orang yang paling berhak untuk mendapatkan perlakuan baik, “ Wahai Rasulullah siapakah di antara manusia yang paling berhak untuk aku berbuat baik kepadanya? Rasulullah menjawab ; ‘Ibumu’, kemudian siapa? ‘Ibumu’, jawab beliau. Kembali orang itu bertanya, kemudian siapa? ‘Ibumu’, kemudian siapa, tanya orang itu lagi, ‘kemudian ayahmu’, jawab beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Seorang ibu memiliki kedudukan mulia karena ia adalah orang yang mengandung, membesarkan dan mendidik anaknya sejak dalam kandungan. (baca pendidikan anak dalam islam dan cara mendidik anak yang baik menurut islam )
4. Kedudukan Wanita Sebagai seorang Individu
Sebagai seorang individu seorang perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki meskipun bagian dan kadarnya tidak sama seperti halnya dalam memperoleh hak waris. Sebelum islam datang, seorang wanita tidak pernah mendapatkan warisan. Allah berfirman :
“Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu, bapak, dan kerabatnya; dan bagi wanita ada hak bagian dari harta peninggalan ibu, bapak, dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan”. (QS. An-Nisa’ : 7).
Seorang perempuan atau wanita juga memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam menuntut ilmu. Mereka dapat menimba ilmu sedalam-dalamnya sebagaimana kaum lelaki. Hal ini dikarenakan seorang wanita akan menjadi ibu bagi anak-anaknya dan mereka memiliki kewajiban untuk mendidik anaknya kelak. Ilmu sangatlah penting sebagaimana firman Allah SWt
Sponsors Link
“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” . (QS. Az-Zumar : 9).
Rasulullah juga bersabda bahwa kewajiban dan hukum menuntut ilmu bukanlah milik kaum pria saja melainkan para wanita juga berkewajiban untuk menuntut ilmu, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini :
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” . (HR. Bukhari).
Demikian juga dalam perkara mengerjakan amar ma’ruf nahi mungkar, seorang wanita juga memiliki kewajiban dan hak yang sama dengan kaum pria atau laki-laki.
Dijelaskan dalam firman Allah
“Kamu adalah umat yang terbaik yang diutus kepada manusia, memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah hal yang mungkar” (QS. Ali Imron : 10).
Ayat tersebut bersifat umum sehingga baik wanita maupun laki-laki berkewajiban menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar sehingga jelaslah bahwa dalam islam kedudukan wanita setara dengan kaum pria.
Siapa R.A Kartini?
Sumber : biografi.com
Tokoh wanita satu ini sangat terkenal di Indonesia. Dialah Raden Ajeng Kartini atau dikenal sebagai R.A Kartini, beliau dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita kala ia hidup.
Mengenai Biografi dan Profil R.A Kartini, beliau lahir pada tanggal 21 April tahun 1879 di Kota Jepara, Hari kelahirannya itu kemudian diperingati sebagai Hari Kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada bangsa Indonesia.
Kartini lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan oleh sebab itu ia memperoleh gelar R.A (Raden Ajeng) di depan namanya, gelar itu sendiri (Raden Ajeng) dipergunakan oleh Kartini sebelum ia menikah, jika sudah menikah maka gelar kebangsawanan yang dipergunakan adalah R.A (Raden Ayu) menurut tradisi Jawa.
Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati jepara, beliau ini merupakan kakek dari R.A Kartini. Ayahnya R.M. Sosroningrat merupakan orang yang terpandang sebab posisinya kala itu sebagai bupati Jepara kala Kartini dilahirkan.
Ibu kartini yang bernama M.A. Ngasirah, beliau ini merupakan anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Kota Jepara. Menurut sejarah, Kartini merupakan keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI, bahkan ada yang mengatakan bahwa garis keturunan ayahnya berasal dari kerajaan Majapahit.
Ibu R.A Kartini yaitu M.A. Ngasirah sendiri bukan keturunan bangsawan, melainkan hanya rakyat biasa saja, oleh karena itu peraturan kolonial Belanda ketika itu mengharuskan seorang Bupati harus menikah dengan bangsawan juga, hingga akhirnya ayah Kartini kemudian mempersunting seorang wanita bernama Raden Adjeng Woerjan yang merupakan seorang bangsawan keturunan langsung dari Raja Madura ketika itu.
R.A Kartini sendiri memiliki saudara berjumlah 11 orang yang terdiri dari saudara kandung dan saudara tiri. Beliau sendiri merupakan anak kelima, namun ia merupakan anak perempuan tertua dari 11 bersaudara. Sebagai seorang bangsawan, R.A Kartini juga berhak memperoleh pendidikan.
Ayahnya kemudian menyekolahkan Kartini kecil di ELS (Europese Lagere School). Disinilah Kartini kemudian belajar Bahasa Belanda dan bersekolah disana hingga ia berusia 12 tahun sebab ketika itu menurut kebiasaan ketika itu, anak perempuan harus tinggal dirumah untuk 'dipingit'.
Pemikiran-Pemikiran R.A Kartini Tentang Emansipasi Wanita
Meskipun berada di rumah, R.A Kartini aktif dalam melakukan korespondensi atau surat-menyurat dengan temannya yang berada di Belanda sebab beliau juga fasih dalam berbahasa Belanda. Dari sinilah kemudian, Kartini mulai tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa yang ia baca dari surat kabar, majalah serta buku-buku yang ia baca.
Hingga kemudian ia mulai berpikir untuk berusaha memajukan perempuan pribumi sebab dalam pikirannya kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah kala itu.
R.A Kartini banyak membaca surat kabar atau majalah-majalah kebudayaan eropa yang menjadi langganannya yang berbahasa belanda, di usiannya yang ke 20, ia bahkan banyak membaca buku-buku karya Louis Coperus yang berjudul De Stille Kraacht, karya Van Eeden, Augusta de Witt serta berbagai roman-roman beraliran feminis yang kesemuanya berbahasa belanda, selain itu ia juga membaca buku karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta.
...Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu - ( R.A Kartini)."
Ketertarikannya dalam membaca kemudian membuat beliau memiliki pengetahuan yang cukup luas soal ilmu pengetahuan dan kebudayaan, R.A Kartini memberi perhatian khusus pada masalah emansipasi wanita melihat perbandingan antara wanita eropa dan wanita pribumi.
Selain itu ia juga menaruh perhatian pada masalah sosial yang terjadi menurutnya, seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum.
Surat-surat yang kartini tulis lebih banyak berupa keluhan-keluhan mengenai kondisi wanita pribumi dimana ia melihat contoh kebudayaan jawa yang ketika itu lebih banyak menghambat kemajuan dari perempuan pribumi ketika itu. Ia juga mengungkapkan dalam tulisannya bahwa ada banyak kendala yang dihadapi perempuan pribumi khususnya di Jawa agar bisa lebih maju.
Kartini menuliskan penderitaan perempuan di jawa seperti harus dipingit, tidak bebas dalam menuntuk ilmu atau belajar, serta adanya adat yang mengekang kebebasan perempuan.
Cita-cita luhur R.A Kartini adalah ia ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar seperti sekarang ini. Gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi olah Kartini, dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat. Selain itu, tulisan-tulisan Kartini juga berisi tentang yaitu makna Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan, peri kemanusiaan dan juga Nasionalisme.
Kartini juga menyinggung tentang agama, misalnya ia mempertanyakan mengapa laki-laki dapat berpoligami, dan mengapa mengapa kitab suci itu harus dibaca dan dihafal tanpa perlu kewajiban untuk memahaminya.
Teman wanita Belanda nya Rosa Abendanon, dan Estelle "Stella" Zeehandelaar juga mendukung pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh R.A Kartini. Sejarah mengatakan bahwa Kartini diizinkan oleh ayahnya untuk menjadi seorang guru sesuai dengan cita-cita namun ia dilarang untuk melanjutkan studinya untuk belajar di Batavia ataupun ke Negeri Belanda.
Hingga pada akhirnya, ia tidak dapat melanjutanya cita-citanya baik belajar menjadi guru di Batavia atau pun kuliah di negeri Belanda meskipun ketika itu ia menerima beasiswa untuk belajar kesana sebab pada tahun 1903 pada saat R.A Kartini berusia sekitar 24 tahun, ia dinikahkan dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan seorang bangsawan dan juga bupati di Rembang yang telah memiliki tiga orang
Advertisement
istri.
Meskipun begitu, suami R.A Kartini memahami apa yang menjadi keinginan R.A KArtini sehingga ia kemudian diberi kebebasan untuk mendirikan sekolah wanita pertama yang kemudian berdiri di sebelah kantor pemerintahan Kabupaten Rembang yang kemudian sekarang dikenal sebagai Gedung Pramuka.
Pernikahan R.A Kartini Hingga Wafatnya
Dari pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, R.A Kartini kemudian melahirkan anak bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904, Namun miris, beberapa hari kemudian setelah melahirkan anaknya yang pertama, R.A Kartini kemudian wafat pada tanggal 17 September 1904 di usianya yang masih sangat muda yaitu 24 tahun. Beliau kemudian dikebumikan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang.
Berkat perjuangannya kemudian pada tahun 1912, berdirilah Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang kemudian meluas ke Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon serta daerah lainnya. Sekolah tersebut kemudian diberi nama "Sekolah Kartini" untuk menghormati jasa-jasanya. Yayasan Kartini ini keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis di era kolonial Belanda.
Terbitnya Buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'
Sepeninggal R.A Kartini, kemudian seorang pria belanda bernama J.H. Abendanon yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh R.A Kartini ketika ia aktif melakukan korespondensi dengan teman-temannya yang berada di Eropa ketika itu.
Dari situ kemudian disusunlah buku yang awalnya berjudul ' Door Duisternis tot Licht ' yang kemudian diterjemahkan dengan judul Dari Kegelapan Menuju Cahaya yang terbit pada tahun 1911. Buku tersebut dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan kelima terdapat surat-surat yang ditulis oleh Kartini.
Pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh Kartini kemudian banyak menarik perhatian masyarakat ketika itu terutama kaum Belanda sebab yang menulis surat-surat tersebut adalah wanita pribumi.
Pemikirannya banyak mengubah pola pikir masyarakat belanda terhadap wanita pribumi ketika itu. Tulisan-tulisannya juga menjadi inspirasi bagi para tokoh-tokoh Indonesia kala itu seperti W.R Soepratman yang kemudian menbuat lagu yang berjudul ' Ibu Kita Kartini '.
Presiden Soekarno sendiri kala itu mengeluarkan instruksi berupa Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, pada tanggal 2 Mei 1964, yang berisi penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional, Soekarno juga menetapkan hari lahir Kartini, yakni pada tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini sampai sekarang ini.
Munculnya Perdebatan Surat-Surat Yang Ditulis Oleh Kartini.
Banyak perdebatan serta kontrovesi mengenai surat-surat yang ditulis oleh Kartini, sebab hingga saat ini sebagian besar naskah asli surat Kartini tak diketahui keberadaannya. jejak keturunan J.H. Abendanon pun sulit untuk dilacak oleh Pemerintah Belanda. Banyak kalangan yang meragukan kebenaran dari surat-surat Kartini.
Ada yang menduga bahwa J.H. Abendanon, melakukan rekayasa surat-surat Kartini. Kecurigaan ini didasarkan pada buku Kartini yang terbit saat pemerintahan kolonial Belanda menjalankan politik etis di Hindia Belanda ketika itu, dimana J.H Abendanon sendiri termasuk yang memiliki kepentingan dan mendukung pelaksanaan politik etis dan kala itu ia juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda ketika itu.
Selain itu penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar juga banyak diperdebatkan. Pihak yang tidak begitu menyetujui, mengusulkan agar tidak hanya merayakan Hari Kartini saja, namun merayakannya bersama dengan hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.
Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih, sebab masih ada pahlawan wanita lain yang tidak kalah hebat perjuangannya dengan Kartini seperti Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, Martha Christina Tiahahu, dan lain-lain. Menurut sebagian kalangan, wilayah perjuangan Kartini itu hanya di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah mengangkat senjata melawan penjajah kolonial.
Buku-Buku R.A Kartini
Habis Gelap Terbitlah Terang
Sur Tentang dan Untuk Bangsanya
Letters from Kartini, An Indonesia Feminist 1900-1904
Panggil Aku Karti Pramoedya Ananta Toer)
Kartini Surat-surat kepada Abendanon-Mandri dan suaminya
Aku Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903.
Keturunan R.A Kartini Hingga Saat Ini
Seperti diketahui sebelum wafat R.A Kartini mempunyai seorang anak bernama R.M Soesalit Djojoadhiningrat hasil pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Anak Kartini yakni Soesalit Djojoadhiningrat sempat menjabat sebagai Mayor Jenderal pada masa kependudukan Jepang. Ia kemudian mempunyai anak bernama RM. Boedi Setiyo Soesalit (cucu R.A Kartini) yang kemudian menikah dengan seorang wanita bernama Ray. Sri Biatini Boedi Setio Soesalit.
Dari hasil pernikahannya tersebut, beliau mempunyai lima orang anak bernama (Cicit R.A Kartini) yang masing-masing bernama RA. Kartini Setiawati Soesalit, kemudian RM. Kartono Boediman Soesalit, RA Roekmini Soesalit, RM. Samingoen Bawadiman Soesalit, dan RM. Rahmat Harjanto Soesalit.
Film Kartini
Kisah dari perjuangan dari R.A Kartini sudah pernah diangkat ke layar lebar. Tercatat sudah ada tiga film yang mengangkat mengenai sosok dari RA Kartini seperti film berjudul R.A Kartini yang dibuat pada tahun 1984 yang menceritakan kartini memperjuangkan emansipasi kaum wanita pada masanya, kemudian ada juga film yang berjudul Surat Cinta Kartini yang dibuat pada tahun 2016 dan yang terbaru berjudul Kartini sebuah film dirilis pada bulan april 2017 yang mengisahkan sosok Kartini. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan sosok kartini diperankan oleh Dian Sastrowardoyo.
Rabu, 19 April 2017
Delapan Belas Bulan Satu
Panas terik perjalanan tak sebegitu jauh, hanya satu niat dan tekad yang kuat.
Membuat hari ini seperti hari itu.
Berlari tak mungkin secepat itu, namun berjalan dengan senyuman lebar membuat perjalanan semakin berdebar.
Ikatlah dengan ikatan seperti orang terdahulu memberi ikatan dan sebuah penguatan.
Berdebar tak semata menggetarkan goyahnya dunia.
Berkeyakinan satu dan hanya satu yang ASLI bukan tiruan.
Bermimpi angan berlari kencang dengan jalan terjal tapi tak mengapa.
Tiga dayung telah terlewati, di dayungan itu terselip do'a sang malaikat tak bersayap.
Ketika ada mereka masuk dari masa lampau, kuatkan ikatan kuatkan dan kuatkan. Keyakinan dan kepercayaan selalu di angka satu, dan itu asli dan itu yang sebenarnya.
Mereka yang dahulu memiliki tahta di atas sana, kini terusir oleh kikisan waktu.
Cinta Dunia (copas)
Sumber : smstauhiid.com
Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt., Dzat Yang Maha Sempurna dalam menciptakan dan mengurus segala ciptaan-Nya. Hanya kepada Alloh kita memohon pertolongan dan hanya kepada-Nya kita akan kembali. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Saudaraku, ciri-ciri penyakit cinta dunia di antaranya yang pertama, dilanda kebinggungan yang tiada ujung. Ia sibuk memikirkan makhluk atau ciptaan, sedangkan ia lupa kepada Dzat Yang Maha Pencipta, sehingga bingunglah ia. Ia bingung mengurus anak, bingung mengurus rumahtangga, bingung mengurus kerjaan. Baru bangun tidur pagi-pagi sudah bingung memikirkan hal-hal itu. Padahal jika yang ia pikirkan adalah Alloh, kemudian ia berdoa di pagi hari, maka akan tenanglah hatinya.
Kedua, diperbudak kesibukan. Ada orang yang andaipun jatah waktunya ditambah dari 24 jam menjadi 36 jam, tetap saja sibuk seperti tak pernah reda. Mau tilawah Al Quran seperti tak ada waktu. Sholat juga ditunda-tunda, kalaupun terlaksana akan kilat terburu-buru. Sedangkan pekerjaannya seperti tak beres-beres. Mengapa? Karena ia tidak diberi petunjuk oleh Alloh Swt.
Nabi Muhammad Saw. adalah orang yang sangat sibuk, banyak sekali urusan-urusan besar yang harus beliau kerjakan. Namun, semuanya beres dan beliau tetap dalam keadaan tenang menunaikan ibadah secara khusyu dan tumaninah. Kuncinya adalah petunjuk Alloh yang membuat setiap gerakan dan ucapan menjadi sangat efektif. Maka, kita perlu senantiasa mendahulukan Alloh di atas segala-galanya agar kita dibimbing oleh-Nya.
Ketiga, kebutuhan yang tiada pernah tercukupi. Ada orang yang punya uang berapapun, sebanyak apapun, tetap saja kurang. Punya kambing 99 ekor, tetap gelisah memikirkan kambing tetangga yang satu ekor karena ingin punya 100 ekor. Begitu seterusnya. Padahal Alloh Swt. berfirman, “..Barangsiapa yang bertawakkal kepada Alloh niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq [65] : 3)
Maka, kebutuhan kita terpenuhi bukan karena kita kaya raya, bukan karena kita banyak uang sehingga bisa membeli apa saja, namun karena Alloh-lah yang mencukupi kita. Kuncinya bukanlah pada banyaknya harta, tapi pada tawakal kita kepada Alloh Swt.
Keempat, panjang angan-angan, terus-menerus memikirkan apa yang tidak ada. Orang yang cinta dunia juga tidak pernah merasa puas atas apa yang dimilikinya. Baru saja punya mobil baru, sudah memikirkan model apa lagi yang akan keluar dan ingin membelinya. Padahal mobil yang baru dibeli juga baru dimulai cicilannya. Akhirnya, orang yang demikian menjadi jauh dari sikap syukur, yang terjadi malah terjerumus pada sikap kufur.
Demikianlah saudaraku, empat ciri dari penyakit cinta dunia. Bukan tidak boleh kita menguasai hal-hal yang duniawi, karena Alloh menyediakan dunia seisinya adalah untuk kita kelola. Akan tetapi yang tidak boleh adalah jika duniawi ini membuat kita lupa pada Alloh Swt., Dzat Yang Maha Kuasa yang telah menitipkannya kepada kita.
Apa saja yang kita miliki adalah sarana untuk semakin mengenal dan mendekatkan diri kita kepada Alloh Swt. Semoga kita jauh dari penyakit cinta dunia. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Senin, 17 April 2017
Belajar Di Rumah (Untuk TIK Kelas 7 SPENDACI)
Rangkuman Perintah - perintah pada MS Word
CTRL + A (All)
Digunakan untuk memilih (mem-blok) seluruh objek baik gambar atau teks pada lembar kerja Ms Word
CTRL + B (Bold)
Berfungsi untuk membuat tebal teks yang diseleksi
CTRL + C (Copy)
Berfungsi menggandakan teks atau gambar yang diseleksi (Dilanjutkan dengan CTRL+V)
CTRL + D (Font)
Berfungsi untuk mengganti dan mengatur bentuk dan jenis font/ huruf
CTRL + E (Center)
Berfungsi untuk menengahkan suatu paragraf
CTRL + F (Find)
Berfungsi untuk mencari sebuah kata atau frase
CTRL + G (Go To)
Berfungsi untuk menuju halaman yang diinginkan
CTRL + H (Replace)
Yaitu untuk mengganti kata tertentu
CTRL + I (Italic)
Berfungsi untuk memiringkan teks
CTRL + J (Justify)
Untuk membuat rata kanan dan kiri paragraf
CTRL + K (Hiperlink)
Berfungsi untuk me-link-kan/ menghubungkan teks
CTRL + L (Left)
Membuat rata kiri paragraph
CTRL + M (Indent)
Berfungsi untuk menggeserkan First Indent, Hanging Indent dan Left Indent secara bersamaan ke sebelah kanan dalam sebuah paragraph
CTRL + N (New)
Berfungsi untuk membuka lembar kerja baru pada Ms Word
CTRL + O (Open)
Berfungsi untuk membuka dokumen Ms Word dalam file computer pada lembar kerja
CTRL + P (Print)
Berfungsi untuk Mencetak dokumen pada printer
CTRL + Q
Berfungsi untuk menggeserkan First Indent, Hanging Indent dan Left Indent secara bersamaan ke sebelah kiri dalam sebuah paragraph
CTRL + R (Right)
Berfungsi untuk membuat rata kanan sebuah paraghraf
CTRL + S (Save)
Berfungsi untuk menyimpan lembar kerja
CTRL + T
Berfungsi untuk menggeserkan Hanging Indent dan Left Indent satu Tab ke sebelah kanan
CTRL + U (Underline)
Berfungsi untuk membuat garis Bawah pada teks, kalimat atau paraghraf
CTRL + V (Paste)
Untuk mengeksekusi perintah Copy atau Cut (Didahului dengan CTRL+C atau CTRL+X)
CTRL + W
Untuk mengeluarkan lembar kerja yang sedang aktif
CTRL + X (Cut)
Berfungsi untuk memindahkan teks atau gambar yang diseleksi (Dilanjutkan dengan CTRL+V)
CTRL + Y (Redo)
Untuk kembali pada perintah yang telah dibatalkan
CTRL + Z (Ando)
Untuk kembali ke perintah sebelumnya
CTRL + 1
Untuk mengatur line spasing (Spasi 1)
CTRL + 2
Untuk mengatur line spasing (Spasi 2)
CTRL + 5
Untuk mengatur line spasing (Spasi 1,5)
CTRL + F1
Menampilkan Menu Help
CTRL + F2
Menampilkan ukuran lembar kerja (Print preview)
CTRL + F3
Menghapus tek/gambar yang dipilih
CTRL + F4
Menutup Ms.Word
CTRL + F5
Refresh
CTRL + F6
Membuka Ms. Word lain yang sedang aktif
CTRL + F7
Mengatur posisi lembar kerja MS. Word
CTRL + F8
Mengatur tampilan lebar & tinggi lembar kerja MS. Word
CTRL + F9
Memberikan kurung kurawal pada teks yang dipilih (Di-blok terlebih dahulu teks yang dipilih)
CTRL + F10
Mengatur ukuran lembar kerja dengan ukuran Normal
CTRL + F12
Membuka dokumen Ms Word dalam file computer pada lembar kerja (Sama dengan CTRL+O)
CTRL + }
Memperbesar ukuran huruf
CTRL + {
Mengecilkan ukuran huruf
Belajar Di Rumah Bukan Libur (Untuk Kelas 8F dan 8G SPENDACI)
SEMESTER 1
Bab 1 Faktorisasi Suku Aljabar
- Bentuk aljabar satu suku disebut suku tunggal.
Bentuk aljabar dua suku disebut suku binom.
Bentuk aljabar banyak suku disebut polinom. - Bentuk aljabar yang mempunyai suku lebih dari suku dua atau mempunyai suku yang peubahnya berpangkat lebih dari dua disebut suku banyak.
- Bentuk perkalian suku dua:
(i) (a+b)(c+d) = (ac+bc) + (ad+bd)
(ii) (x+y)2 = x2 +2xy + y2
(iii) (x+y)(x-y) = x2 – y2
(iv) (x-y)2 = x2 – 2xy + y2 - Pemfaktoran bentuk aljabar adalah menyatakan bentuk penjumlahan suku-suku kedalam bentuk perkalian atau faktor.
- Faktorisasi bentuk ax2 +bx +c = 1 jika a = 1 adalah (x+y)(x+z)
Faktorisasi bentuk ax2 + bx + c = 1, jika a ≠ 1 adalah a(x+)(x+
)
Bab 2 Fungsi
- Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah hubungan yang memasangkan anggota himpunan A dengan anggota himpunan B.
- Pemetaan atau fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah relasi khusus yang memasangkan setiap anggota himpunan A dengan tepat satu anggota himpunan B.
- Relasi himpunan atau fungsi dapat dinyatakan dengan diagram panah, diagram kartesius, dan himpunan pasangan terurut.
- Jika banyaknya anggota himpunan A = m dan banyak anggota himpunan B = n maka banyaknya pemetaan dari A ke B sama dengan nm.
- Dua buah himpunan A dan B disebut berkorespondensi satu-satu jika setiap anggota A berpasangan dengan tepat satu anggota B, dan setiap anggota B berpasangan dengan tepat satu anggota B, sehingga n(A) = n(B).
- Banyaknya korespondensi satu-satu dari A ke B jika n(A) = n(B) = n adalah
Bab 3 Persamaan Garis Lurus
- Sumbu koordinat adalah dua garis yang saling tegak lurus dan berpotongan di satu titik pusat (0,0) yang menjadi acuan dalam menentukan posisi atau letak suatu titik.
- Bentuk umum persamaan garis adalah:
- y = mx yang melalui titik (0,0) dan titik (x, y)
- y = mx + c yang melalui titik (0, c) dan titik (x, y + c)
- Gradien garis yang melalui titik (0,0) dan (x, y) adalah m =
- Gradien garis yang melalui titik (x1, y1) dan (x2, y2) adalah m =
- Gradien garis yang sejajar sumbu x sama dengan 0.
- Gradien garis yang sejajar sumbu y tidak dide nisikan.
- Gradien dua buah garis yang sejajar adalah sama.
- Gradien dua buah garis yang saling tegak lurus adalah m1 x m2 = -1.
- Persamaan garis yang melalui titik (a, b) dan mempunyai gradien m adalah y – b = m(x – a).
- Persamaan garis yang melalui titik (x1, y1) dan (x2, y2) adalah y – y1 = m(x-x1) atau y – y2 = m(x – x2).
- Persamaan garis yang melalui titik (a, b) dan tegak lurus garis y = mx + c adalah y – b = –
(x – a).
Bab 4 Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
- Persamaan linear dua variabel adalah persamaan yang dapat dituliskan dalam bentuk ax + by = c, dimana x, y variabel dan a, b, c є R (a ≠ 0, b ≠ 0).
- Bentuk umum sistem persamaan linear dua variabel adalah:
- Metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel adalah metode gra k, metode substitusi, metode eliminasi, dan metode campuran (substitusi dan eliminasi).
- Himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel merupakan titik potong dari persamaan garis yang diketahui.
- Jika kedua garis tidak sejajar atau tidak berpotongan, maka himpunan penyelesaiannya merupakan himpunan kosong.
- Jika kedua garis berimpit, maka himpunan penyelesaiannya tak terhingga banyaknya.
- Penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode substitusi ialah mengganti salah satu variabel dalam persamaan yang satu dengan variabel pada persamaan lainnya.
- Penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel dengan metode eliminasi ialah menghapus, menghilangkan, atau mengeliminasi salah satu variabel.
- Model matematika merupakan penjabaran soal ke dalam kalimat matematika.
Bab 5 Dalil Pythagoras
- Kuadrat suatu bilangan adalah perkalian antara bilangan tersebut dengan dirinya sendiri.
- Akar kuadrat suatu bilangan adalah bilangan tak negatif yang jika dikuadratkan akan menghasilkan bilangan yang sama dengan bilangan semula.
- Teorema Pythagoras menyatakan bahwa kuadrat sisi miring pada segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisinya.
- Menentukan jenis segitiga jika diketahui sisi-sisinya
- Jika kuadrat sisi terpanjang sama dengan jumlah kuadrat sisi-sisi lainnya maka segitiga tersebut merupakan segitiga siku-siku.
- Jika kuadrat sisi terpanjang lebih kecil dari jumlah kuadrat sisi-sisi lainnya maka segitiga tersebut merupakan segitiga lancip.
- Jika kuadrat sisi terpanjang lebih besar dari jumlah kuadrat sisi-sisi lainnya maka segitiga tersebut merupakan segitiga tumpul.
- Tripel Pythagoras adalah bilangan bulat positif yang kuadrat bilangan terbesarnya sama dengan jumlah kuadrat bilangan yang lainnya.
- Panjang diagonal sisi kubus yang panjang sisinya a adalah a√2.
- Panjang diagonal ruang kubus yang panjang sisinya a adalah a√3.
SEMESTER 2
Bab 6 Lingkaran
- Lingkaran adalah kumpulan titik-titik pada garis lengkung yang mempunyai jarak yang sama terhadap pusat lingkaran.
- Daerah yang dibatasi oleh kumpulan titik-titik pada tepi lingkaran disebut daerah lingkaran (luas lingkaran).
- π (phi) adalah nilai perbandingan antara keliling lingkaran dengan diameter lingkaran.
- Untuk setiap lingkaran, berlaku rumus:
keliling = 2πr atau keliling = π × d
luas = πr2 =πd2
dengan:
r = jari-jari
d = diameter
π =atau 3,14
- Jika panjang jari-jari sebuah lingkaran kedua adalah n kali jari-jari lingkaran pertama, maka luas lingkaran kedua adalah n kali luas lingkaran pertama.
- Jika sudut pusat dan sudut keliling suatu lingkaran menghadap busur yang sama, maka berlaku:
sudut pusat = 2 × sudut keliling
sudut keliling =x sudut pusat
- Jika sudut keliling suatu lingkaran menghadap diameter lingkaran, maka besar sudut keliling sama dengan 90°
- Jika sudut-sudut keliling menghadap busur yang sama, maka besar sudut-sudut keliling tersebut adalah sama.
Bab 7 Garis Singgung Lingkaran
- Sifat garis singgung pada lingkaran adalah sebagai berikut.
- Melalui sebuah titik yang berada pada lingkaran hanya dapat dibuat satu garis singgung lingkaran.
- Garis singgung lingkaran tegak lurus dengan jari-jari lingkaran yang melalui titik singgungnya.
- Melalui sebuah titik yang berada di luar lingkaran hanya dapat dibuat dua garis singgung lingkaran melalui titik tersebut.
- Garis singgung persekutuan adalah garis yang menyinggung dua lingkaran secara bersamaan. Ada dua jenis garis singgung persekutuan, yaitu garis singgung persekutuan dalam dan garis singgung persekutuan luar.
- Panjang garis singgung lingkaran adalah g2 = p2 – r2
Panjang garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran adalah d2 = s2 – (r1 + r2)2
Panjang garis singgung persekutuan luar dua lingkaran adalah l2 = s2 – (r1-r2)2
dimana r1 > r2 , dan
d : Panjang garis singgung persekutuan dalam dua lingkaran
g : Panjang garis singgung lingkaran
p : Jarak antara titik pusat lingkaran dengan titik yang berada di luar lingkaran
s : Jarak antara kedua pusat dua lingkaran
r1 : Jari-jari lingkaran pertama
r2 : Jari-jari lingkaran kedua
Bab 8 Kubus dan Balok
- Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi oleh enam persegi yang kongruen (bentuk dan ukurannya sama). Sifat-sifat kubus:
- Jumlah panjang rusuknya = 12 s
- Semua diagonal bidangnya sama panjang, yaitu s√2
- Semua diagonal ruangnya sama panjang, yaitu s√3
- Bidang diagonalnya berbentuk persegi
- Balok adalah bangun ruang yang dibatasi
oleh 3 pasang persegi panjang yang kongruen (bentuk dan ukurannya
sama). Sifat-sifat balok:
- Jumlah panjang rusuknya = 4 (p + l + t)
- Diagonal bidang yang saling berhadapan sama panjang
- Semua diagonal ruangnya sama panjang, yaitu
- Bidang diagonalnya berbentuk persegi panjang
- Menggambar kubus dan balok lebih mudah menggunkan kertas berpetak.
- Jaring-jaring kubus adalah rangkaian enam buah persegi yang apabila dilipat menurut persekutuan dua persegi akan membentuk bangun ruang kubus.
- Jaring-jaring balok adalah rangkaian enam buah persegi panjang yang apabila dilipat menurut persekutuan dua persegi panjang akan membentuk bangun ruang balok.
- Luas permukaan kubus = 6s2
- Luas permukaan balok = 2 [(p × l) + (p × t) + (l × t)]
- Volume kubus = s3
- Volume balok = p × l × t
- Perubahan volume kubus dan balok dapat dilakukan dengan cara menghitung selisih antara volume sebelum perubahan dengan volume setelah perubahan.
Bab 9 Prisma dan Limas
- Prisma adalah bangun ruang yang memiliki sepasang bidang sejajar yang kongruen, serta bidang-bidang lainnya diperoleh dengan menghubungkan titik-titik sudut dari dua bidang yang sejajar.
- Limas adalah bangun ruang yang memiliki satu alas dan bidang-bidang lainnya berbentuk segitiga yang bertemu pada satu titik puncak.
- Menggambar prisma dan limas akan lebih mudah jika menggunakan kertas berpetak.
- Jaring-jaring prisma dan limas
merupakan rangkaian dari bangun datar yang apabila dilipat menurut garis
persekutuan dua bidangnya akan membentuk prisma dan limas tersebut.
- Luas permukaan prisma = (2 × luas alas) + (keliling alas × tinggi prisma).
- Luas permukaan limas = luas alas + jumlah luas semua segitiga tegak.
- Volume prisma = luas alas × tinggi prisma.
- Volume limas =
× luas alas × tinggi limas.
Besi dan Karat
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan di...

