Rabu, 28 Desember 2016

Ini Copas lagi

*OM SHOLAT OM...!*
*SEBELUM TERLAMBAT*.

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Sholat akan Mendapatkan pahala dari Sisi Allah
[Qs. Al'Baqarah : 110]

Om SHOLAT Om...!
Sholat Menjauhkan mu dari Rasa Takut, dan Sedih hati 
[Qs. Al Baqarah : 277]

Om SHOLAT Om...!
Sholat mampu Menghapus Kesalahan-Kesalahanmu,
Dan mampu Membawa mu Ke Surga, yang dibawahnya Mengalir sungai-sungai. 
[Qs. Al Ma'idah : 12]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Sholat Dan menafkahkan sebagian rizkinya, akan Mendapat derajat yang tinggi di Sisi Rabbnya, Mendapat Ampunan Dan Rizki yang MuLia.
[Qs. Al Anfal : 3 - 4]

Om SHOLAT Om...!
Sholat untuk Mengingatkan dirimu Kepada Allah
[Qs. Taha : 14]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Memelihara Amanah, janji Dan Sholatnya, Mereka akan Mewarisi Surga Firdaus, Dan Mereka akan Kekal di dalamnya. 
[Qs. Al Mu'minun : 8 - 11]

Om SHOLAT Om...!
Orang yg Melaksanakan Sholat, Menunaikan zakat Dan taat Kepada Rasul, akan mendapatkan Rahmat dari Allah.
[Qs. An Nur : 56]

Om SHOLAT Om...!
Sholat mencegah dari perbuatan keji Dan Munkar.
[Qs. Al Ankabut : 45]

Om SHOLAT Om...!
Sholat itu lebih Besar Keutamaannya dari Ibadah yang Lain. 
[Qs. Al Ankabut : 45]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Selalu membaca Qur'an, Melaksanakan Sholat, dan menafkahkan sebagian rizki, Mereka Tidak akan Pernah Rugi.
[Qs. Fatir : 29]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Sholat itu Anti Berkeluh Kesah , Dan Anti Kikir (pelit).
[Qs. Al Ma'arij : 20 - 23]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Tidak Sholat tempatnya di Neraka Saqor (Neraka Saqor ialah, Neraka yang Menghanguskan Kulit, Dan Melumat semua Daging Dan Otot, Tanpa Meninggalkannya sedikitpun)  
[Qs. Al muddassir : 42 - 43]

Om SHOLAT Om...!
Orang yang Lalai dalam Sholatnya Akan Celaka
[Qs. Al Ma'un : 4 - 5]

Om SHOLAT Om...!
Om TOBAT Om...!
Om NGAJI Om...!

SEBELUM SEMUANYA TERLAMBAT.

DUNIA SANGAT SINGKAT.

AKHIRAT SANGAT DEKAT.

JANGAN TUNGGU SAMPAI SEKARAT.

Kalau Om ngga mau sholat...

Mau ngga Om di solatin......

*Om = Orang muslim*

BERCERITA MASA DULU

Bismillah....
Kejadian ini berlangsung di pagi hari menjelang siang, bersama kawan lama yang dulu suka berdagang di depan warungku tapi lama tak berjualan lagi. Namun hari itu dia kembali berjualan di depan warungku itu. Tapi bukan berarti tidak pernah ketemu, hanya saja baru lagi nongkrong jualan di depan warung.
Dan perbincangan pun berlangsung. Membincangkan tentang kejadian-kejadian masa lalu, biar terdengar unik kita sebut kejadian masa dulu heeee.....
Seperti biasanya bukan isi ceritanya yang akan dibahas disini, tapi yang akan di bahas adalah sebuah makna yang tersembunyi yang dikedepankan. Ternyata kita semua itu pasti akan memiliki masa lalu. Ada masa lalu yang baik menyenangkan, ada masa lalu yang kurang menyenangkan dan lainnya. Karena memang para pengisi ruang dan waktu pasti akan memiliki tiga masa yakni masa lampau, masa sekarang dan masa depan.
Kembali lagi kita bahas tentang masa lampau atau masa dulu atau masa lalu. Masa lalu bukan hanya untuk dikenang, tapi masa lalu harus dijadikan cermin untuk masa selanjutnya. Jika diibaratkan seperti kaca spion pada motor atau mobil. Jika kita ketika mengendarai motor melihat kaca spion terus, maka apa yang akan terjadi? Pasti anda sudah tahu jawabannya. Juga bila kita mengendarai motor atau mobil tanpa melihat kaca spion, apa yang akan terjadi? Anda juga pasti tahu jawabannya. Jadi ketika kita mengendarai kendaraan tatapan terus kedepan, namun sekali-kali kita lirik kaca spion biar kita bisa melihat jalan yang sudah dilewati atau dapat melihat kendaraan yang ada dibelakangnya.
Selanjutnya dapat kita ambil pelajaran, bahwa masa lalu itu dapat kita jadikan pelajaran. Tapi kita jangan terus melihat masa lalu terus.
Bahkan Bapak Proklamator kita pernah berucap JAS MERAH Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sejarah itu masa lalu, tidak akan ada masa sekarang kalau tidak ada masa lalu.
Semoga masa depan kita semua cerah...

Senin, 26 Desember 2016

POSTINGAN KE SERATUS

Bismillah, Alhamdulillah terucap syukur dan rasa terimakasih atas limpahan Rahmat dan Rahim-Nya.
Haaaaa..... maaf kuawali postingan ini dengan tertawa. Gimana ga tertawa coba? Sudah memosting 99 kali tak terasa dan tak kusangka. Ternyata bisa sampai 100 postingan. Dulu pernah 2 atau 3 blog yang saya buat, tapi tidak bisa berlangsung lama.
Ini adalah blog yang hanya sekedar menuangkan kata-kata yang terjepret lewat mata (haaaa terjepret, lebih bakunya terlihat, hanya saja biar terlihat sama dengan nama blog nya). Memang tujuan awalnya dibuat blog ini adalah untuk menuangkan hasil jepretan kamera dan jepretan mata (pengalaman atau kejadian yang dialami secara langsung atau khayalan semata), namun kebanyakan hanya jepretan mata saja yang tertuang di blog ini. Karena minimnya pengetahuan tentang dunia potret memotret alias photografer. Selfie aja belum bisa apalagi jadi photografer yang baik. Tapi untuk kedepannya Insya Alloh akan mencoba belajar memotret sedikit-sedikit.
Selanjutnya kenapa ada IYEK nya? Hahah... iyek adalah nama alias atau nama panggilan akrab saja dari teman-teman atau masyarakat sekitar. Terus kenapa harus iyek? Awalnya iyek itu hanya panggilan yang di "cadel-cadelkan" dari kata ASEP, namun nama iyek ini penuh makna yang tak bisa diungkapkan di sini. Alasan lainnya adalah karena di tempat tinggalku banyak yang mempunyai nama Asep, biar tidak tertukar jadi lahirlah nama iyek tersebut. Kemudian, siapa awalnya yang memberi nama iyek? Nah inilah sejarah besarnya, nama iyek itu di buat atau di berikan oleh almarhum Bapa dan almarhum kakak laki-laki saya (allohumagfirlahuma warhamhuma waafihi wafuanhuma) semoga ditempatkan di tempat yang indah, di jauhkan dari siksa kubur dan di persatukan kembali di SurgaNya Aamiin....
Harusnya perkenalan ini dipostingkan di awal postingan, namun biar kaya di sinetron ada episode spesial ke 100, 1000 dst, haaaaa...... jadi kalo yang ini episode 100 postingan Jepretan Iyek haaaaahaaaa......
Aduh banyak ketawa sendiri jadinya.
Pada intinya postingan ini hanyalah sebuah ungkapan rasa syukur saja karena masih diberi kesempatan untuk dapat menulis dan memosting catatan sederhana pribadi ini sampai detik ini.
Do'a kedepannya semoga blog ini bisa menjadi wadah dari penuangan otak ini yang pasti jauh dari kata sempurna dan jauh dari kata bermanfaat. Dan intinya adalah sebagai tempat dokumentasi hasil jepretan kamera dan jepretan mata.
Haturnuhun

GEMINGAN KATA (4)

Ribuan kata yang tak terucap dan tak terungkap bahkan tak tertuang menjadi sebuah kebisuan. Kebisuan yang terobati dengan mereka yang mendengarkan bisikan. Bisikan kecil untuk mereka yang terus berirama. Irama - irama sendu menyentuh kalbu. Kalbu yang menyimpan dua sisi. Sisi baik dan sisi buruk yang terangkum dalam gumpalan daging berperasaan. Perasaan yang terus berubah seiring perjalanan waktu. Waktu yang kian berputar mengikuti jejak matahari. Matahari yang menjadikan sumber hidup mereka yang bernafas. Bernafas untuk hudup dan kemudian mati. Mati dari berpisahnya antara jasad dan ruh yang kini bersatu. Bersatu seirama bahkan berbeda. Berbeda keinginan yang sebenarnya itu hanyalah sebuah kenaturalan. Natural yang berasal dari alam yang tersembunyi dan menampakan diri. Diri yang membisikan kata yang terkubur lama. Lama tak terungkap hanya menjadi sebuah berita disana. Disana yang tak tahu entah dimana. Dimanapun itu adanya pasti akan ada. Ada kenampakan yang terlihat dan terlirik oleh lirikan mata tajam. Tajam keinginan untuk menjadikan dunia tidak berada di zona nyaman. Nyaman ketika semua aman. Aman karena nyaman. Nyaman diatas aman. Aman dan nyaman. Nyaman dan aman.

Minggu, 25 Desember 2016

Ini Cerita Dari Mereka (copas)

SUAMIKU MILIK IBUNYA

  Berpuluh kali membaca postingan ini,tidak akan bosan. Subhan Allah
Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.
Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan  suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

"Sarah...,
» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah 'Dilaknat Allah dan para MalaikatNya', karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.

» "Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.
Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.
Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh".
Lanjut ayahnya.

"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita.
Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".

"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
"Sarah...,
kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.

Jika suamimu ridho pdmu,
maka Allah pun Ridho.

Sedangkan suamimu, ia wajib taat
kepada ibunya.
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
"Suamimu, dan harta suamimu adalah  milik ibu nya".
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.

• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.

"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu.
Kenapa?
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".

"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana.
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
"Uang itu diberikan untuk ibunya.  Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.
Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan. Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.

"Sarah...
• kembalilah ke rumah suamimu.
Ia orang baik nak...
• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.
• Bantu suamimu menggapai surganya, dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.

Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.

Namun Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya...

semoga para istri tetap mendukung suaminya untuk berbakti kepada ibunya

Ini Cerita Dari Mereka (copas)

SUAMIKU MILIK IBUNYA

  Berpuluh kali membaca postingan ini,tidak akan bosan. Subhan Allah
Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.
Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan  suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

"Sarah...,
» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah 'Dilaknat Allah dan para MalaikatNya', karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.

» "Yang kedua, mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.
Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.
Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh".
Lanjut ayahnya.

"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita.
Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".

"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
"Sarah...,
kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.

Jika suamimu ridho pdmu,
maka Allah pun Ridho.

Sedangkan suamimu, ia wajib taat
kepada ibunya.
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
"Suamimu, dan harta suamimu adalah  milik ibu nya".
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.

• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.

"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu.
Kenapa?
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".

"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana.
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
"Uang itu diberikan untuk ibunya.  Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.
Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan tubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan. Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.

"Sarah...
• kembalilah ke rumah suamimu.
Ia orang baik nak...
• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.
• Bantu suamimu menggapai surganya, dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.

Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.

Namun Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya...

semoga para istri tetap mendukung suaminya untuk berbakti kepada ibunya

Jumat, 23 Desember 2016

Heeeeeeheeeeee

Dua hari yang lalu Bank Indonesia resmi mngeluarkan uang rupiah dengan gambar desain yang baru, bahkan hal ini menjadi viral di media sosial....
Tapi tahukah Anda tentang fakta uang rupiah...???
Ada dua fakta tentang uang rupiah :

Pertama fakta tentang uang kertas rupiah,

Uang kertas rupiah itu dibuat/dicetak dengan menggunakan seratus persen bahan- bahan alami tanpa sama sekali menggunakan bahan pengawet, jadi kalian tidak usah kaget kalau setiap abis gajian, uangnya selalu abis ga pernah awet, karena uang rupiah memang dibuat tanpa bahan pengawet...

Fakta yang kedua yaitu fakta uang logam rupiah, Uang logam rupiah itu dibuat tidak seratus persen dengan bahan logam murni, tetapi lima puluh persen logam dan lima puluh persennya lagi campuran bahan - bahan herbal...

Makanya uang logam rupiah bisa buat obat masuk angin (kerokan)

😰😱😓

GEMINGAN KATA (3)

Warna memang dapat melambangkan makna. Dapat menunjukan sesuatu kejadian atau melambangkan keadaan hati atau bahkan kondisi tertentu. Tak terkecuali ketika sekolah mulai menghadapi liburan, warna rambut mereka banyak yang berubah. Entah siapa yang mengajarkan anak-anak itu. Pasti semua sekolah yang ada akan mengajarkan bagaimana cara bersyukur yang baik, bagaimana cara berpenampilan yang sesuai dengan usia, apalagi masih berstatus pelajar. Pelajar harus bisa menunjukan bahwa dirinya adalah memang pelajar. Setiap sekolah pasti memiliki tata tertib masing-masing, dan pasti semua sekolah akan melarang anak didiknya mewarnai rambutnya. Tapi belakangan ini ketika libur telah tiba, anak—anak sekolah banyak yang mewarnai rambutnya. Ketika ditanya, mereka berdalih mumpung lagi libur ga sekolah katanya. Apakah ini merupakan pertanda semua pelajaran yang diajarkan di sekolah hanya mereka gunakan di sekolah. Kalau di rumah mereka tidak menerapkan pelajaran yang mereka dapat. Misalnya ketika sekolah melarang merokok di sekolah, melarang merokok memakai seragam sekolah. Apakah mungkin ketika mereka berada di rumah, atau sedang tidak berseragam mereka bebas merokok. Padahal bukan hanya sekolah yang melarang, kemasan rokoknya pun melarang untuk anak-anak dibawah usia 18 tahun. Tapi buktinya masih banyak anak yang dengan bebas tanpa malu merokok di depan umum. Kalau dulu anak kecil merokok itu sambil sembunyi karena malu dan takut di marahi.
Jadi apakah ilmu di sekolah tidak mereka terapkan seutuhnya di kehidupan sehari-hari? Ini hanya pemikiran pendek saya saja. Hanya gemingan kata yang dituangkan dalam bentuk catatan kecil. Semoga ada fadilahnya.

Kamis, 22 Desember 2016

22 Desember

Hari ini tanggal 22 Desember, banyak orang yang mengucapkan selamat hari Ibu untuk orang tua perempuannya.
Di televisi acara-acaranya spesial hari ibu , walhasil semua orang menjadi tahu dengan hari ini.
Jika bicara tentang ibu, tentang jasa-jasa ibu, apalagi kasih sayang ibu, pastilah mata ini mengeluarkan air matanya. Sejahat-jahatnya manusia, ketika di bahas tentang ibu pasti banyak yang menangis, apalagi kita selaku anak yang belum membahagiakan dan memberi kenyamanan terhadap ibu kita. Walaupun pastinya ibu tidak akan meminta dan mengharapkan balasan dari anaknya.
Jika bicara tentang ibu, tak ada lagi tulisan yang bisa kutulis. Hanya hati ini saja yang berucap dan berdoa rabhigfirli waliwalidaya warhamhuma kaamaa robayani tsagiran....

Rabu, 21 Desember 2016

Cerita Mereka

Hari itu kalau gak salah hari Sabtu, di sore hari seperti biasa selalu ada orang yang nongkrong di warungku. Oh iya perkenalkan aku ini penunggu Warung Iyek (haaaaa.... penunggu.... ) penjaga lebih tepatnya. Warung Iyek sebuah warung yang terletak di perkampungan tapi tidak kampungan hahahaaaa...... kalau hari menjelang sore setidaknya suka ada warga yang melepas penat nongkrong di sana.
Sekedar bercengkrama dan bertukar pikiran atau saja untuk "ngahahah" alias bercanda.
Sekitar 3 hari yang lalu sebelum tulisan ini diunggah, ada sebuah cerita dari mereka yang syarat makna jika di telaah lebih dalam lagi.
Ceritanya begini, ketika itu ada seorang tuna wicara dan tuna rungu membeli sesuatu ke warung aku. Seperti biasa beliau menggunakan bahasa isyarat untuk membeli yang beliau inginkan. Terkadang aku suka bingung untuk barang baru yang beliau inginkan. Tapi kalau barang yang biasa beliau beli aku sudah tahu semua berikut bahasa isyaratnya aku pun paham sekali karena sudah biasa. Namun ceritanya bukan ini, ceritanya muncul setelahnya beliau pergi.
Pertanyaanpun dimulai dari bercandaan..... penyakit apa yang langsung menular? Mereka kebingungan karena penyakit ya memang ada yang menular tapi tidak langsung.... namun aku jawab sambil tersenyum tuna wicara... coba saja kalau kita berada dekat denga seseorang yang tuna wicara pasti kitapun akan ikutan menjadi tuna wicara... haaaaaa..... betulkan?????
Namun sontak saja mereka bilang sambil serius (padahal maksud saya bercanda) yaa iya lah kita yang normal harus mengikuti yang kurang atau tidak normal. Yang tahu harus memahami yang tidak tahu.
Sontak saja otak sehat ini bekerja, sungguh itu kalimat sangat dalam sekali.... yang tahu atau dalam arti yang memiliki pengetahuan harus bisa memahami yang belum tahu, dalam arti ketika kita memiliki pemahaman yang lebih dari yang lain jangan sok, tapi kita harus pahami lawan bicara kita yang belum faham. Atau dengan kata lain jangan sombong jangan angkuh.... mentang-mentang kita orang berpendidikan tinggi, kita bicara bahasa-bahasa yang terlalu tinggi, yang mengakibatkan lawan bicara kita tidak paham bahkan menjadi minder karena tidak memahami kata tersebut. Coba saja bayangkan misalnya ada seorang tunawicara juga tunarungu bicara isyarat kepada kita, tapi kita menjawab dengan berbicara biasa seperti kepada orang yang normal. Pasti orang tunarungu tunawicara itu tidak akan memahami. Jadi kita selaku yang normal ya harus mengikuti yang tidak normal, alias mengalah mengikuti bahasa orang itu.
Jadi hargailah orang lain......
Tidak sombong,

Minggu, 25 September 2016

Gadgetku dunianya

Sepenuh hari dilewati dengan waktu - waktu yang terbuang sia - sia. Seakan waktu yang telah berlalu akan terulang kembali, padahal waktu yang telah terlewati tidak akan terulang kembali. Walaupun satu detik pun tidak akan terulang kembali.
Banyak waktu yang dilewati dengan tidak ada gunanya dalam tanda kutif tentunya. Apalagi ketika kita menggunakan gadget yang semua hal ada pada genggaman, membuat waktu kita hampir separuhnya berselancar bersama gadget tersebut. Lupa waktu lupa daratan bahkan lula akan beribadah, itu yang paling berbahaya. Sebenarnya kita dapat menggunakan gadget kita dengan lebih bijaksana lagi, misal kita gunakan untuk hal yang baik saja, seperti untuk belajar, berbisnis bersilaturahmi dan banyak yang lainnya. Namun kita suka sedikit terlena untuk menggunakan gadget tersebut untuk media hiburan. Yang pada awalnya untuk hiburan dikala penat di waktu luang, namun ketika kita sudah terlena, kita banyak mencuri-curi waktu untuk menggunakan gadget tersebut dalam waktu yang tidak tepat, seperti sedang belajar, bekerja atau sedang ngobrol atau berbincang dengan orang lain. Ketika kita menggunakan gadget tersebut kita seperti menjadi seorang autis yakni mempunyai dunia lain yang seru dan melupakan atau menghiraukan keadaan disekitar.
Namun ini bukan berarti kita harus meninggalkan penggunaan gadget, tapi kita harus lebih bijak dalam menggunakan gadget. Dalam arti tahu waktu tahu lokasi dan tahu keadaan. Atau bahkan kita bisa menjadikan gadget kita untuk media berbisnis, menambah uang saku kita. Atau kita gunakan untuk belajar, browsing sesuatu yang kita belum paham atau belum hapal. Atau kita gunakan untuk mencari informasi dengan lebih cepat lagi.
Maka dari itu kita seharusnya juga meski bijak dalam memilih aplikasi yang kita download. Jangan mendownload aplikasi yang tidak bermanfaat.

Selasa, 26 Juli 2016

8 Penyebab Hati Gelisah Menurut Islam

Perasaan gelisah dalam hati memang bisa dirasakan oleh siapapun. Karena hal itu merupakan salah satu kodrat yang memang dimiliki oleh manusia. Bedanya, ada manusia yang mampu mengatasi rasa gelisah tersebut da nada pula yang tidak mampu mengatasinya. Penyebab rasa gelisah di dalam hati dapat disebabkan oleh berbagai alasan dan faktor-faktor tertentu. Apalagi dalam kehidupan yang semakin hingar-bingar seperti saat ini, di mana banyaknya pilihan ataupun hal-hal baru yang terkadang meragukan pikiran manusia sehingga membuat hatinya gelisah.
Bahkan dalam beberapa waktu belakangan ini jutru kegelisahan hati tersebut berkaitan dengan masalah keyakinan (agama), moral, dan perilaku-perilaku yang berhubungan dengan interaksi sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Masalah-masalah yang muncul tersebut memang tidak dapat dipungkiri akan menimbulkan rasa gelisah di dalam hati bukan hanya bagi orang-orang yang terlibat dalam masalah tersebut, tetapi kadang juga bagi orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya sekalipun.
Hal ini dikarenakan masalah yang muncul dan mengakibatkan hati menjadi gelisah tidak hanya datang dari dalam diri sendiri, tetapi juga bisa datang dari luar diri sendiri. Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk menyelesaikan masalah yang muncul, yaitu dengan mengahadapinya untuk mencari dan menemukan solusinya, bukan malah menghindarinya. Tetapi jutru seringkali banyak orang yang malah menghindari masalah yang muncul sehingga membuat masalah tidak terselesaikan dan menjadi semakin rumit. Sedemikian sehingga efek inilah yang sering menyebabkan timbulnya rasa gelisah di dalam hati, di mana rasa gelisah di dalam hati tersebut dapat berdampak pada melemahnya kreatifitas yang ada di dalam diri sehingga harus selalu memiliki cara agar hati tenang.
Adapun Penyebab Hati Gelisah Menurut Islam adalah sebagai berikut :
1. Memudarnya Keyakinan Kepada Tuhan
Penyebab pertama yang dapat menjadikan hati gelisah adalah memudarnya keyakinan kepada Tuhan, yaitu Allah SWT. Memudarnya keyakinan ini berarti menandakan bahwa keimanan kepada Tuhan juga melemah. Sebagaimana kita tahu bahwa seorang yang iman lemah pasti hatinya akan merasa gelisah dan tidak tenang. Hal ini dikarenakan melemahnya iman berarti mengindikasi diri lupa terhadap Tuhan Yang Maha Segalanya, termasuk Maha Pemberi Pertolongan dalam menghilangkan rasa gelisah yang ada di dalam hati.
2. Terlalu Ikut Campur Dalam Perkara Tuhan
Penyebab kedua yang dapat menjadikan hati gelisah adalah terlalu ikut campur dalam perkara Tuhan. Dalam artian, terlalu mencampuri terhadap perkara-perkara yang sudah menjadi urusan dan ketentuan Allah SWT, di mana dalam hal ini dapat dikatakan sebagai takdir. Sebagaimana kita tahu bahwa takdir memang menjadi daerah kekuasaan Allah yang tidak harusnya dicampuri oleh makhluk-Nya. Apalagi kepada tiga takdir mutlak yang sudah ditetapkan sejak manusia dilahirkan ke dunia, yaitu rezeki, jodoh, dan kematian (maut). Jadi, apabila kita terlalu mencampuri urusan-urusan tersebut jutru akan menyebabkan hati menjadi gelisah. Karena pikiran dan logika kita tidak akan mampu menjangkaunya. Sedemikian sehingga yang bisa dilakukan oleh kita sebagai makhluk-Nya hanyalah terus berusaha dan berdoa.
3. Kurang Sabar Ketika Menjalani Ujian Tuhan
Penyebab ketiga yang dapat menjadikan hati gelisah adalah kurangnya kesabaran ketika menjalani ujian dari Allah SWT. Sebagaimana telah kita ketahui sebagai manusia yang beragama bahwa hidup ini pasti akan menemui berbagai macam ujian. Oleh karena itu, apabila ujian tersebut datang, maka kita harus mampu bersabar dalam menghadapi dan menjalaninya. Karena apabila kita tidak bersabar, justru akan menimbulkan rasa gelisah di dalam hati kita sendiri. Bahkan kita harus merasa beruntung jikalau Allah SWT masih mau menguji kita, karena itu menandakan bahwa Allah SWT masih ingat kepada kita sebagai salah satu hamba-Nya di dunia ini. Dan Dia, Allah SWT, tidak membiarkan kita terlena dalam gelamornya dunia yang penuh dengan berbagai sudut-sudut kelalaian di dalamnya.
4. Seringkali Mengeluh Dengan Ujian Tuhan
Penyebab keempat yang dapat menjadikan hati gelisah adalah kebiasaan sering mengeluh dengan ujian yang datang dari Allah SWT. Mengeluh dengan ujian Tuhan memang terkadang tidak bisa dihindari, tetapi janganlah terlalu sering, karena hal tersebut hanya akan menyebabkan hati menjadi gelisah. Lekaslah bangkit dari keluhan tersebut untuk kemudian berusaha mencari jalan keluar atau solusi dari ujian yang diberikan oleh Tuhan. Karena setiap ujian, cobaan, dan masalah yang diberikan oleh Allah SWT pasti ada solusi atau jalan keluarnya asalkan kita tidak berhenti berusaha dan berdoa kepada-Nya selaku Tuhan Semesta Alam.
5. Beranggapan Bahwa Tuhan Tidak Adil
Penyebab kelima yang dapat menjadikan hati gelisah adalah memiliki anggapan bahwa Tuhan tidak adil. Bagaimana bisa kita menganggap Tuhan, Allah SWT, tidak adil, padahal sudah dijelaskan dalam Kitab Suci-Nya bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Adil. Bukti keadilan tersebut contohnya ialah memberikan solusi dalam setiap permasalahan, memberikan kemudahan dalam setiap kesusahan, menciptakan yang miskin dan yang kaya supaya roda kehidupan dunia dapat berjalan, bahkan memberikan kesehatan dan juga sakit agar kita tidak menjadi manusia yang sombong seperti kisah Fir’aun yang berani mengaku dirinya sebagai Tuhan hanya karena tidak pernah sakit. Ingatlah bahwa beranggapan kalau Allah SWT itu tidak adil hanya akan mendatangkan rasa gelisah di dalam hati.
6. Lupa Untuk Bersyukur Kepada Tuhan
Penyebab keenam yang dapat menjadikan hati gelisah adalah melakukan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yaitu Allah SWT. Dalam artian, kita lupa untuk memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala hal yang telah diberikan-Nya selama hidup di dunia, seperti kesehatan, kesenangan, dan lain sebagainya. Justru apabila kita lupa bersyukur berarti menandakan bahwa kita merupakan makhluk yang sombong terhadap Tuhannya sendiri. Dan sebagaimana kita tahu bahwa orang yang sombong itu tidak akan memiliki hati yang tenang, artinya hatinya akan selalu gelisah.
Contohnya lagi ialah Fir’aun, di mana karena kesombongan yang dimilikinya membuat hatinya gelisah dan tidak tenang gara ada peramal yang menyebutkan bahwa kelak akan ada lelaki yang berhasil merebut kekuasaannya. Sedemikian sehingga dia menjadi gelisah dan takut setiap ada anak laki-laki yang lahir dan menyuruh anak buahnya untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang lahir tersebut.
7. Enggan Melaksanakan Perintah Tuhan
Penyebab ketujuh yang dapat menjadikan hati gelisah adalah enggan melaksanakan perintah Tuhan, yaitu Allah SWT. Contohnya saja ialah enggan melaksanakan shalat yang merupakan tiang agama. Sebagaimana kita tahu bahwa shalat adalah salah satu ibadah yang dapat menjadikan hati menjadi tenang dan tentram. Dengan kata lain, hati yang gelisah dapat disebabkan karena kita enggan melaksanakan shalat yang merupakan salah satu perintah Allah SWT dan wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia.
8. Sering Melanggar Larangan Tuhan
Penyebab kedelapan yang dapat menjadikan hati gelisah adalah sering melanggar larangan Tuhan, yaitu Allah SWT. Bahkan menjadikan pelanggaran tersebut sebagai sebuah kebiasaan setiap harinya. Contohnya lagi-lagi ialah shalat, di mana dalam hal ini artinya ialah tidak melaksanakan shalat wajib dalam keseharian. Kebiasaan tidak shalat dalam keseharian inilah yang membuat kita mengabaikan bahwa meninggalkan shalat itu adalah dosa. Kebiasaan melakukan dosa yang kemudian memang berwujud menjadi sebuah kesengajaan sengaja tidak shalat. Dengan demikian, kesengajaan tersebut akan menjadi penyebab timbulnya rasa gelisah di dalam hati.
Demikian beberapa penyebab hati gelisah menurut Islam. Meskipun kegelisahan merupakan suatu hal yang wajar-wajar saja dialami oleh manusia, tetapi sebagai makhluk yang beragama dan percaya akan adanya Tuhan, yaitu Allah SWT di dalam ajaran agama Islam, maka kegelisahan tersebut harusnya dapat diredam dengan keimanan yang dimiliki. Percaya dengan adanya Tuhan, Allah SWT, kemudian diucapkan secara lisan dan dilaksanakan dengan anggota badan, baik dalam menjalankan segala perintah-Nya maupun dalam menghindari segala larangan-Nya.
sumber : http://dalamislam.com/dasar-islam/penyebab-hati-gelisah-menurut-islam

Selasa, 10 Mei 2016

Mengusir Penyakit Malas


oleh: Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Luqman hafidzahullah
Iman seseorang pastilah mengalami pasang surut naik dan turun sesuai dengan kadar ketaatan. Semakin kuat dan semangat dalam ketaatan, maka hal itu sebagai indikasi imannya sedang naik. Sebaliknya, iman akan berkurang dengan kemaksiatan. Jiwa manusia sifatnya bagaikan anak kecil, harus terus dilatih agar terbiasa dengan ketaatan. Nah, ketika rasa malas menghampiri dalam jiwa, harus ada usaha menepisnya, agar tidak terus-menerus terkurung dalam rasa malas yang tiada henti. Bagaimanakah cara jitu untuk menepis rasa malas yang menghampiri? Ikutilah kajian berikut ini.
DEFINISI MALAS
Malas dalam bahasa Arab disebut dengan al-kaslu yang bermakna berat untuk mengerjakan sesuatu dan berhenti dari menyempurnakan sesuatu.[1]
Imam Raghib al-Ashfahani rahimahullah mengatakan, “Malas adalah merasa berat dalam suatu urusan yang seharusnya tidak perlu merasa berat.”
SISI NEGATIF SIFAT MALAS
Barangsiapa yang memperhatikan nash-nash syar’i dalam masalah ini, niscaya dia akan mendapati bahwa agama Islam adalah agama yang mencela sifat malas. Di antara dampak negatif malas adalah:
1.       Turunnya adzab
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah suatu desa untuk keluar berperang, tetapi mereka bermalas-malasan dan berat untuk keluar berperang. Maka Allah ‘Azza wa Jalla menahan hujan untuk mereka, dan itulah adzabnya bagi mereka.[2]
2.      Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari sifat malas
Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas, dari rasa takut, tua, dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan fitnah hidup dan kematian.”[3]
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Adapun malas maka akan melahirkan sifat menyia-nyiakan waktu, berlebihan, tidak mendapat apa pun, dan penyesalan yang sangat parah. Maka hal itu akan menafikan sifat keinginan dan kekuatan yang keduanya merupakan buah dari ilmu. Sesungguhnya apabila seseorang mengetahui bahwa kesempurnaan dan kenikmatannya pada sesuatu tentu akan mencarinya dengan usaha dan keinginan yang kuat. Karena setiap orang akan selalu berusaha untuk menggapai  kesempurnaan diri dan kelezatannya. Akan tetapi, kebanyakan mareka salah dalam menempuh jalan karena tidak adanya ilmu. Maka ilmu yang sempurna akan memahamkan seorang hamba bahwa kebahagiaannya adalah dengan ini, maka bagaimana mungkin rasa malas menghampirinya. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari rasa malas.”[4]
3.      Mewariskan jiwa yang jelek
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ

Apabila seorang hamba bangun malam, kemudian berdzikir kepada Allah, terlepaslah satu ikatan. Apabila dia berwudhu, terlepaslah satu ikatan lagi. Jika dia shalat, maka akan terlepas seluruh ikatan. Maka pagi harinya jiwanya akan semangat dan bagus. Jika tidak bangun (malam), jadilah jiwanya jelek dan malas.”[5]
Imam Raghib al-Ashfahani rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang malas, akan hilang darinya sifat kemanusiaan. Bahkan dia termasuk dalam golongan hewan. Waspadalah engkau dari sifat malas, karena jika kamu malas maka engkau tidak akan mampu menunaikan sebuah hak. Jika engkau bosan maka engkau tidak akan sabar untuk menunaikan hak. Karena waktu luang itu akan menghilangkan keadaan manusia. Bahkan seluruh anggota badan menusia jika tidak digunakan maka akan rusak.”[6]
4.      Meniru sifat orang munafik
Malas adalah sifat dasar orang-orang munafik. Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengisahkan tentang mereka dalam firman-Nya:
إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ يُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوٓاْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُواْ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيل
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya [dengan shalat] di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS. An-Nisâ’ [4]: 142)
Dan sisi negatif lainnya yang sangat banyak dari sifat malas ini. Di dalam buku Mausû’ah Nadhratun Na’îm disebutkan bahwa sifat malas membawa dampak jelek di antaranya:
1)      Membawa matinya semangat dan memendam daya pikir
2)      Salah satu sebab menuju jalan pintas untuk mengambil harta orang lain
3)      Semakin jauh dari Allah
4)      Sebagai bentuk nyata kemunduran suatu umat dan masyarakat
5)      Pertanda semangatnya sedang jatuh
6)      Mewariskan kehinaan dan kerendahan.[7]
MACAM-MACAM MALAS
Sifat malas ada dua macam:
Pertama: Malasnya akal, tidak memakainya untuk berpikir dan merenungi ciptaan Allah ‘Azza wa Jalla atau bisa juga tidak menggunakan akal untuk sesuatu yang memperbaiki dirinya, berupa dunia dan kehidupannya. Tidaklah kemunduran sebuah kaum kecuali karena sebab malasnya orang-orang yang berakal dan sedikitnya orang yang mau memanfaatkan kekuatan pikiran pemberian Allah ‘Azza wa Jalla ini.
Kedua: Malasnya badan. Yaitu mencakup seluruh anggota badan. Malas ini akan membawa kemunduran individu. Berpengaruh pada keadaan suatu kaum dalam bidang pertanian, industri, dan selain keduanya.[8]
SEBAB-SEBAB MALAS
1.      Tabiat manusia itu sendiri
Di antara manusia ada yang terbiasa untuk berjiwa malas. Jiwanya condong untuk menunda-nunda sebuah urusan. Tidak ada semangat untuk  mencapai perkara yang sempurna. Hidupnya habis untuk bermalas-malasan, jalan di tempat, dan tidak maju-maju. Allahul Musta’an
2.       Pendidikan di rumah
Pendidikan di dalam rumah mempunyai peranan yang sangat besar dalam membentuk kepribadian seseorang. Anak pemalas, bisa jadi karena kebiasaan di rumahnya demikian. Inilah pentingnya menanamkan pendidikan yang benar sejak di dalam rumah.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Betapa banyak orang yang membinasakan anaknya, kelezatan hatinya hanya untuk dunia, sedang dirinya lalai dari kampung akhirat. Tidak mendidik anaknya, malah membantu anak untuk memuaskan nafsunya. Dia menyangka dengan demikian telah berbuat baik dan memuliakan anaknya, bahkan yang benar dia telah menghinakan, dia menyangka menyayangi padahal hakikatnya menzaliminya. Maka hilanglah kesempatan untuk mengambil manfaat dari anaknya, dan hilanglah darinya bagiannya di dunia dan akhirat. Apabila engkau perhatikan kerusakan pada anak, maka engkau akan dapati bahwa sebab umumnya adalah dari seorang bapak.”[9]
3.       Lingkungan dan masyarakat
Dua perkara ini punya pengaruh besar dalam perubahan diri seseorang. Seorang yang tumbuh dalam lingkungan yang baik akan melatih jiwa menjadi semangat. Hal ini bagaikan sebuah tanaman yang tumbuh di tanah yang baik. Allah Jalla Jalaluh berfirman:
وَٱلۡبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخۡرُجُ نَبَاتُهُ ۥ بِإِذۡنِ رَبِّهِۦ‌ۖ وَٱلَّذِى خَبُثَ لَا يَخۡرُجُ إِلَّا نَكِدً۬ا‌ۚ ڪَذَٲلِكَ نُصَرِّفُ ٱلۡأَيَـٰتِ لِقَوۡمٍ۬ يَشۡكُرُونَ
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran [Kami] bagi orang-orang yang bersyukur. (QS. Al-A’râf[7]: 58)
4.       Sedikitnya pendidik dan teladan yang baik
Hal ini bisa menimpa siapa saja. Orang yang tidak punya teladan dan pendidik yang baik, maka dia akan tumbuh menjadi jiwa yang berkembang sesuai keinginannya. Tumbuh hidup sesuai dengan keinginannya sendiri, tanpa arah dan bimbingan. Ini perlunya mencari teman yang baik atau seorang yang bisa menjadi panutan.
5.       Istri dan anak
Bisa jadi seorang istri adalah fitnah bagi suaminya. Menghalanginya dari ibadah, menghalanginya dari menuntut ilmu, menghalanginya dari mencari usaha untuk menggapai perkara yang mulia. Hal itu dikarenakan seorang istri yang terlalu banyak menuntut, meminta bantuan suaminya, dan lain-lain. Demikian pula anak-anak  bisa menjadi fitnah bagi ayah dan ibunya. Sangat khawatir akan perkembangan anak di masa akan datang, takut anaknya tidak berhasil, dan lain-lain. Adapun ketika seorang anak menyimpang dari jalan lurus, dirinya malah merasa tenang, cuek, dan tidak peduli. Benarlah firman Allah Jalla jalaluh yang berbunyi:
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ مِنۡ أَزۡوَٲجِكُمۡ وَأَوۡلَـٰدِڪُمۡ عَدُوًّ۬ا لَّڪُمۡ فَٱحۡذَرُوهُمۡ‌ۚ وَإِن تَعۡفُواْ وَتَصۡفَحُواْ وَتَغۡفِرُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ۬ رَّحِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni [mereka] maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. At-Taghâbun [64]: 14)
6.       Banyak tidur
Banyak tidur membuat hati menjadi kotor.  Jiwanya akan merasa malas, tidak punya semangat untuk berbuat kebaikan dalam memanfaatkan waktunya. Waktunya habis di atas kasur, tercegah dari kebaikan yang banyak. Bahkan tidak mustahil perkara yang Allah Jalla jalaluh wajibkan seperti shalat jadi terlalaikan, bahkan juga menjadi sebab percekcokan dalam rumah tangga!!
7.       Panjang angan-angan dan sering menunda-nunda
Ini adalah problem besar yang sering menghambat dalam pemanfaatan waktu. Oleh karena itu, Allah Jalla Jalaluhu mengancam dengan ancaman yang keras bagi orang yang sering menunda-nunda dan berangan-angan. Firman-Nya:
ذَرۡهُمۡ يَأۡڪُلُواْ وَيَتَمَتَّعُواْ وَيُلۡهِهِمُ ٱلۡأَمَلُ‌ۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ
Biarkanlah mereka [di dunia ini] makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan [kosong], maka kelak mereka akan mengetahui [akibat perbuatan mereka]. (QS. Al-Hijr [15]: 3)
Imam al-Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Firman-Nya: ‘dan dilalaikan oleh angan-angan kosong’, yaitu yang menyibukkan mereka dari ketaatan.”[10]
Angan-angan kosong akan membawa rasa malas dari beramal. Menjadikan diri terbuai dalam lamunan, hingga waktunya banyak terbuang dan sia-sia. Karena sering berangan-angan kosong akhirnya dia akan sering menunda-nunda pekerjaan yang ingin ia kerjakan. Jadilah umur dan waktunya habis tanpa meraih tujuan yang ia citakan. Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu berwasiat:

 إِذَا أَمْسَيْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الصَّبَاحَ وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلَا تَنْتَظِرْ الْمَسَاءَ وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Jika engkau berada  di sore hari, janganlah menunggu pagi, dan jika engkau berada di pagi hari, janganlah menunggu sore.  Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan waktu hidupmu sebelum matimu.”[11]
SEMANGAT SETIAP SAAT
Semangat adalah mengerahkan segala usaha untuk meraih apa yang bermanfaat dari perkara dunia atau akhirat[12]. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

Semangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta janganlah kamu lemah.”[13]
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Hendaknya seseorang meninggalkan rasa malas, santai, bahkan hendaknya dia melawan rasa malas. Karena sesungguhnya rasa malas adalah hasil dari sifat penyesalan dan penipuan. Dan sifat sungguh-sungguh akan berbuah manis, baik di dunia maupun di akhirat atau salah satu dari keduanya. Maka orang yang paling berbahagia adalah orang yang paling capek, dan orang yang paling capek adalah orang yang paling bahagia. Menjadi pemimpin adalah di dunia, dan kebahagiaan adalah di akhirat. Tidak akan tercapai kecuali melalui jembatan kelelahan. Yahya bin Abi Katsir mengatakan, ‘Ilmu tidak diraih dengan badan yang santai.’”[14]
DALAM HAL APA KITA HARUS BERSEMANGAT?
Pertama: Menuntut ilmu
Tidak samar bagi kita akan keutamaan menuntut ilmu. Maka hendaknya bagi seluruh kaum muslimin untuk sabar melatih jiwa agar tetap semangat dalam belajar. Semangat untuk menjaga waktu agar tidak terbuang tanpa faedah. Terus semangat agar tetap istiqamah dalam menghadiri majelis-majelis ilmu. Semangat pantang menyerah jika mengalami kesulitan dalam belajar dan sebagainya.
Kedua: Ibadah dan Istiqamah dalam ketaatan
Para pendahulu kita dari kalangan salaf telah memahami dengan baik akan peritah Allah. Mereka memahami hakikat dunia, hingga tidak terlena dengan kehidupannya. Lambung mereka sangat jauh dari tempat tidur karena lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah Jalla jalaluhu dengan shalat. Allah Jalla Jalaluhu berfirman:
تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمۡ عَنِ ٱلۡمَضَاجِعِ يَدۡعُونَ رَبَّہُمۡ خَوۡفً۬ا وَطَمَعً۬ا وَمِمَّا رَزَقۡنَـٰهُمۡ يُنفِقُونَ
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (QS. As-Sajdah [32]: 16)
Ayat ini menjelaskan keutamaan mereka yang padahal diri mereka sendiri butuh untuk istirahat dan tidur.[15]
Ketiga: Mencari kebenaran
Betapa banyak kita mendengar berita orang-orang yang mendapat hidayah karena kegigihan mereka dalam mencari kebenaran. Sebab itu, mereka benar-benar ikhlas menjalankan tuntutan kebenaran hingga menjadi orang-orang yang beruntung.  Begitulah hendaknya kaum muslimin, semangtlah Anda mencari jalan kebenaran, agama yang benar, agama yang diridhai oleh Allah Jalla Jalaluhu dan Rasul-Nya.
Keempat: Dakwah
Dakwah dan mengajak manusia ke jalan Allah Jalla Jalaluhu adalah amalan mulia. Semangat untuk membimbing manusia agar mengenal jalan kebenaran. Mengerahkan segala kemampuan dalam memberi nasehat kepada orang yang akan didakwahi, sabar dalam menghadapi ujian dalam dakwah. Semangat hingga dia menjadi panutan bagi umatnya. Semangat dan berbahagia bila ada yang menjawab seruan dakwahnya. Inilah yang telah dicontohkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kelima: Berjuang di jalan Allah
Keutamaan jihad sangat besar, bahkan puncak tertinggi dalam Islam adalah jihad di jalan Allah. Namun, agungnya perkara jihad dan harumnya ganjaran pahala orang yang berjihad tidak akan bisa dipetik kecuali oleh orang-orang yang semangat berjihad sesuai dengan tuntunan syar’i, sesuai dengan manhaj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berjihad. Tidak cukup hanya bermodalkan semangat yang tinggi namun kosong dari ilmu –sebagaimana peristiwa yang kita lihat akhir-akhir ini. Allahul Musta’an.
TERAPI BILA SIFAT MALAS MENGHAMPIRI
1.       Menyadari pentingnya waktu
Waktu adalah nikmat yang besar, ladang untuk menuai kebaikan, dan punya pengaruh yang sangat jelas. Allah Jalla Jalaluhu berfirman:
وَٱلۡعَصۡرِ (١) إِنَّ ٱلۡإِنسَـٰنَ لَفِى خُسۡرٍ (٢) إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ
Demi masa. (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta’ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS.al-Ashr [103]: 1-3)
Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Tidaklah berlalu sebuah hari bagi seorang anak Adam kecuali hari itu akan berkata kepadanya, ‘Hai anak Adam, aku adalah harimu yang baru, dan apa yang engkau kerjakan untukku akan menjadi saksi. Apabila aku telha pergi, aku tak akan kembali lagi, kerjakanlah sesukamu dengan segera dan engkau akan menjumpainya di hadapanmu, dan akhirkanlah sesukamu maka dia tidak akan kembali kepadamu.’”[16]
Maka orang yang cerdas adalah yang mampu mengisi hari-harinya dengan amal kebaikan, memanfaatkan sisa hidup yang ada dengan segala perkara yang bermanfaat, sebagai bekal menuju kampung yang abadi. Bukan malah bermalas-malasan yang tidak membawa manfaat sedikit pun!!
2.       Bergaul dengan teman yang baik
Teman punya pengaruh yang sangat kuat. Teman yang baik adalah teman yang bisa  mengajak kebaikan danmendorong dalam ketaatan. Maka berteman dengan teman yang rajin akan mendorong diri kita untuk meniru dan ikut sepertinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:
“Permisalan teman duduk yang baik dan teman yang jelek bagaikan penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Penjual minyak wangi, engkau akan membelinya atau engkau mendapat bau wanginya. Adapun tukang pandai besi, dapat membakar rumahmu, bajumu atau engkau mendapat baunya yang tidak enak.”[17]
3.       Membaca kisah-kisah semangat para salaf
Karena mereka adalah generasi terbaik umat ini. Bagaimana semangat mereka dalam belajar, beribadah, dan istiqamah di atasnya.  Membaca kisah-kisah mereka bisa menggugah semangat jiwa yang sedang dilanda rasa malas.
4.       Kontinu mengerjakan amal shalih
Karena hal itu akan membawa kebaikan bagi pelakunya. Amalan yang paling dicintai di sisi Allah Jalla Jalaluhu adalah yang kontinu meskipun sedikit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah yang dikerjakan terus-menerus meskipun sedikit.”[18]
Dan tidak ragu lagi bahwa orang yang senantiasa menghiasi hari-harinya dengan amal shalih, hatinya akan berpaling dari sifat malas, dirinya akan senantiasa semangat, bi idznillah (dengan izin Allah).
5.       Isi dengan kegiatan bermanfaat
Bila rasa malas menghampiri maka bersegeralah untuk menepisnya dengan mengerjakan kegiatan yang bermanfaat. Semisal membaca buku-buku islami yang kita senangi, olah raga, dan lain-lain dari kegiatan yang bermanfaat.  Tujuan dari (hal) ini adalah agar rasa malas yang sedang kita alami tetap terkendali dengan mengerjakan sesuatu yang bermanfaat, tidak menyalahi aturan agama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Setiap amal perbuatan memiliki semangat, dan setiap semangat memiliki masa futur (kurang/lemah semangat). Barangsiapa yang masa futurnya menuju sunnahku, maka dia telah berjalan di atas petunjuk. Dan barangsiapa yang masa futurnya menuju kepada selain sunnahku, maka dia telah binasa.”[19]
6.       Do’a
Do’a adalah senjatanya seorang muslim yang paling ampuh dalam menangkal virus malas dan godaan setan. Mintalah selalu kepada Allah –dengan perendahan diri- agar tetap semangat dan jauh dari sifat malas. Beliau mengajarkan do’a:
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas; dari rasa takut, tua, dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan fitnah hidup dan kematian.”[20]
Allahu A’lam.
Sumber:  majalah AL FURQON no. 120, edisi 6 Th. Ke-11, Muharram  1433 H, hal. 52-56

Minggu, 17 April 2016

Tanpa

Berkali-kali berusaha menemukan perihal kesenangan hidup. Tak dinyala dan tak disangka ternyata hanya rasa bersyukurlah yang menjadikan hidup ini nikmat dan tenang. Ketika ketenangan telah timbul dalam diri, nisaya kenikmatan hiduplah yang tercipta. Bagaimana tidak terjadi seperti itu, dikala pemikiran dan perasaan jiwa ini dalam masa ketentraman, maka tumbuh rasa perdamaian. Salah satu contoh adalah tidak merasa iri dengan kelebihan orang lain, seperti tidak merasa iri dengan orang lain yang memiliki mobil dan kita hanya memiliki sepeda motor saja misalnya. Bayangkan saja ketika misalnya kita iri dengan kesenangan yang diraih oleh orang lain, kita akan merasa tersiksa dan menjadi pusing karena ingin memiliki atau ingin menyerupai seperti orang lain tersebut. Namun jikalau rasa syukur yang dikedepankan, maka ketenanganlah yang diraih. Melihat orang lain memiliki mobil baru, maka bahagialah kita yang menyaksikan. Ketika orang lain memiliki jabatan yang ditinggikan, rasa bahagia dan syukur pulalah yang ditunjukan. Jadi bukanlah kedengkian yang ditanamkan, dimana dengki dalam arti sempitnya adalah susah melihat orang lain senang dan senang ketika melihat orang lain susah.
Akhirnya, semoga kita dijadikan hamba yang ahli bersyukur.

Rabu, 13 April 2016

GEMINGAN KATA (2)



          Bertanya seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Induk yang menjadi tumpuan berdiri dikaki sendiri. Kesendirian yang berselimut rasa sepi berbalut luka. Terluka karena pertanyaan yang belum terjawab. Jawaban yang diharapkan seperti halnya mereka merindukan sinar rembulan. Bulan yang terindah menghiasi malam ditemani bintang-bintang. Bintang yang berkelip setiap mata berkedip mesra. Kemesraan bersama beriringan menyelimuti kesenangan yang dibarengi kisah canda juga kisah tawa. Tertawa seakan sebuah senyum manis hasil kemenangan. Menang yan terbangun dari kekalahan yang tak diduga oleh logika. Logika yang berimajinasi seakan mereka mengumbar senyuman. Senyuman yang tanpa kata-kata penuh makna.
          Bergurau sendu berjalan tanpa iringan irama tak bernada. Nada-nada yang berbunyi dari biola-biola tak berdawai. Bergurau bagai penerka tersungkur disana. Nada-nada terdengar terhenyak meninggalkan gemingan-gemingan telinga bersahabat. Bergurau bersama mereka yang bersedih hati. Nada-nada tertawa beraturan menjaga kesungguhan diri. Bergurau bersama mereka yang sudah tersenyum. Nada-nada tertawa terbahak-bahak menunjukan pantauan imajinasi mereka. Bergurau dan tersenyum. Nada-nada tersenyum dan tertawa yang terbahak-bahak.
          Puing-puing kenangan belum terhapus dalam pejaman mata. Mata yang indah juga anugerah dari Sang Maha Pencipta alam semesta. Semesta alam menyaksikan kepiluan kenangan yang telah menjadi puingan-puingan kesedihan yang tertanam di memori otak kanan. Kanan yang berdampingan dengan kiri seperti mereka. Mereka yang menjadi kenangan yang tak akan terlupakan apalagi termakan oleh zaman. Zaman yang semakin seperti ini bagi mereka yang tak bisa mengimbangi. Seimbang antara kesedihan dan kebahagiaan. Bahagia yang dulu dirasakan bersama. Bersama dengan dirinya yang memberi kasih sayang yang tak ada ujungnya. Ujung sekecil apapun tak akan ada yang menandinginya dari beliau. Beliau yang bercucuran keringat untuk mereka yang sekecil dan sepolos lucu. Lucu ketika mereka member dan menebar senyuman sebagai penghilang rasa penat dan lelah. Lelah yang hilang ketika mendengar celotehan dan cerita yang tak masuk akan logika. Logika yang berbicara namun mereka menerka dengan senyum lepas bukan menertawakan tapi merasa bahagia akan perkembangan mereka. Mereka yang kehilangan Dia yang terhapus oleh waktu dan ruang yang berbeda. Berbeda dengan hari-hari biasa yang terus bersama dengan kehadiran dirinya. Dirinya yang merasa lelah ketika bermimpi untuk masa depan mereka. Mereka yang belum tahu cara berterimakasih kepada Dia yang menjadi jembatan kehidupan yang layak. Layaknya senyuman dan tawa yang mengembang menyinari dunia dengan hangatnya matahari yang menghangati seisi dunia. Didunia ini hanyalah untaian kata-kata makna yang terkirim untuk Dia yang sudah merasa nyaman disana. Disana tertidur panjang menunggu akhir cerita yang semua orang tak mengetahuinya.
          Semoga Dia nya saya dan dia dia dia dia nya mereka mereka diluar sana diberikan tempat yang terindah ternyaman dan menjadi harapan semua yang bernafas Aamiin….

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...