Sabtu, 24 Juni 2017

Selamat Ulang Tahun Kotretan Iyek Yang Ke-2

Kotretan Iyek Assalamualaikum, segala puji hanya milik Alloh swt yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Begitu banyak nikmat yang diberikan, sehingga kita semua masih diberi jatah waktu untuk selalu beribadah dan mengabdi kepadaNya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tetap tercurah kepada Nabi Muhammad saw, para keluarganya, sahabatnya dan kita selaku ummatnya.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, hari ini sudah menginjak hari terakhir bulan Ramadhan. Masih banyak hal yang dilewatkan di bulan suci ini. Padahal bulan ini adalah bulan yang penuh dengan maghfirah dan keberkahan.
Semoga saja shaum kita semua diterima oleh Alloh swt, begitupun qiyamullail yakni shalat tarawih kita semoga diterima. Sehingga ketika selesai bulan suci ini, kita seakan seperti bayi yang baru lahir.
Tidak terasa pula, besok sudah mau menginjak tanggal 25 Juni 2017, yang kebetulan merupakan hari kelahiran Blog ini, jepretan iyek yang kini bertransformasi menjadi KOTRETAN IYEK. 2 tahun sudah, blog ini berselancar di dunia maya, dan memang begitu banyak kekurangan, dalam penulisan, etika bloger yang banyak dilanggar, konsistensi penayangan artikel dan masih banyak lagi. Dan pastinya belum ada konstribusi positif untuk dunia bloger apalagi untuk Indonesia, masih cukup jauh. Namun setidaknya ini cukup untuk menjadi dokumen pribadi saja.
Seharusnya ini dipostingkan besok, namun besok sepertinya sudah menginjak 1 Syawal alias Iedul Fitri atau Lebaran....... jadi hari ini saja dipostingkannya, takutnya besok agenda silaturahminya padat merayap heeee......
Selanjutnya, saya diri pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kekhilafan dan kesalahan-kesalahan.
Selamat Hari Raya Iedul Fitri.....
Taqabalallahu minna wa minkum, Siyyamanna wa siyyamakum.......

Juga... SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-2 KOTRETAN IYEK 25 Juni 2015 - 25 Juni 2017

Jumat, 16 Juni 2017

Anak dan Ayah

Kotretan Iyek Seorang anak berumur 10 th namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yg kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah, karena uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.

“Waduuuh saya sibuk mah, kamu aja deh yg datang.” begitu ucap si ayah kepada isterinya.

Bagi dia acara beginian sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.

Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yang akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yang pamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yang gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya...

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.

Dan pak Arief pun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yang salah.”

Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yang duduk dibelakang.

”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar.

Lalu Umar pun membaca ayat 9.

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.

Si Umar pun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai."

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya.

Para hadirin yang muslim pun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar, ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.

Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).

“Pak guru, saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orangnya..”

Semua orang terkesiap dan tidak bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 tahun tsb…

Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengar teriakan “Allahu Akbar!” dari seseorang yang lari dari belakang menuju ke panggung.

Ternyata dia ayah si Umar, yang dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.

”Ampuun nak.. maafkan ayah yang selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tidak pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu membaca Al Quran.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak. Ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2.

Semua jama’ah pun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya, termasuk saya.

Diantara jama’ah pun bahkan ada yang tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, luar biasa haru. Entah apa yang ada dibenak jama’ah yang menangis itu. Mungkin ada yang merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya membaca Al Quran, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya.

Wallahu ‘alam bish shawab

Kamis, 15 Juni 2017

Adab

Kotretan Iyek "Sholat di masjid itu penting.. tapi adab dalam masjid itu lebih penting.. Sholat itu penting.. namun adab dlm sholat itu lebih penting.. Membaca Alquran itu penting..
namun adab membaca Al quran itu lebih penting.. Karena amalan tanpa adab tidak akan ada keberkahannya.. Sebagaimana ada seseorang yang ingin memberikan hadiah yang besar kepada raja namun dengan pakaian yang tidak sopan, dgn tangan kiri.. tentu saja raja akan marah dan menolak hadiah tersebut karena hakikatnya raja tidak perlu pemberian.

Namun sebaliknya walaupun pemberiaan yang kecil namun dengan adab yang baik akan membuat seorang raja senang dan menerima pemberian tersebut walaupun hakikatnya raja tidak perlu dengan pemberian tersebut.

Adab adalah menganggungkan segala sesuatu yang berhubungan dengan agama.
Lahirnya para ulama tidak lepas karena orang tuanya memuliakan Adab.

Al fatih, panglima besar penakluk konstantinopel (istanbul) tidak lepas karena orang tuanya sangat memuliakan adab. Dikisahkan orang tuanya tidak pernah duduk apabila dirumahnya ada alquran.. Dalam kitab ihya, Seseorang yang menghormati orang dunia lebih daripada orang akhirat maka anaknya tidak akan pernah jadi anak sholeh apalagi ulama

Raja Romawi mendapatkan keberkahan karena adab, Ketika dikirim surat oleh Baginda Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa sallam dia menjaga surat dan menyimpannya maka Baginda Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa sallam berkata bahwa kerajaan romawi (eropa) tidak akan runtuh sampai hari kiamat.
Sebaliknya Raja persia ketika dikirimi surat oleh Baginda Nabi Sallallahu 'Alaihi Wa sallam dia menyobek dan membuangnya maka Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa sallam berkata kerajaan dia akan runtuh. Maka runtuhlah kerajaan persia.

Dengan adab amal kecil akan bernilai besar dan sebaliknya tanpa adab amal besar bisa tidak bernilai... Semoga kita bisa menjaga adab2 dalam setiap amal perbuatan kita.. Semoga hari2 kita di berkahi oleh Allah dg adab..
Aamiin."
Oleh Kyai Uzairon

Iman

Kotretan Iyek Masih ingatkah ketika kita masih kecil, mula - mula belajar ngaji di mushala atau di majlis ilmu lainnya. Selain diajarkan oleh guru-guru (semoga semua guru yang pernah mengajarkan Hamba ini diberikan panjang umur, sehat, dibahagiakan dunia akhirat aamiin) kita belajar huruf hijaiyah tapi suka di selipkan pembelajaran Rukun Islam dan Rukun Iman. Dulu waktu kecil kita mah hanya menghapal saja tanpa ada ingatan kemana-mana, yang penting hapal, udah itu saja. Padahal dibalik itu semua, itu adalah penanaman modal utama kita tentang keyakinan terhadap Alloh swt yang wajib disembah. Mari kita mengulang kembali, rukun Iman ada 6 yaitu:
1. Iman Kepada Alloh SWT
2. Iman Kepada Malaikat - malaikat Alloh swt
3. Iman Kepada Kitab-kitab Alloh swt
4. Iman Kepada para Rasul Alloh swt
5. Iman Kepada Hari Qiyamat
6. Iman Kepada Qada dan Qhadar Alloh swt.
Itulah yang dahulu waktu kecil kita hapalkan. Dan sekarang ketika kita sudah dewasa apakah hanya cukup untuk dihapalkan saja? Para pembaca sudah tahu jawabannya.
Iman itu adalah percaya, yakni percaya kepada Alloh swt, Malaikat-malaikat, Kitab-kitab, Para Rasul, Hari akhir dan ketentuan-ketentuan Alloh swt.
Iman itu harus diucapkan, seperti kalimat Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adalah utusan Alloh swt. Setelah itu kita benarkan dalam hati kita, kita tekadkan dalam hati sanubari kita, yakinkan dengan sepenuh hati. Kemudian kita amalkan dengan segenap anggota badan kita. Atau dengan kata lain, Alqaulu billisan watasdiqu biljinan wal 'amalu bilarkan yang artinya diucapkan dengan lisan, dibenarkan dalam hati dan diamalkan oleh perbuatan (anggota badan). Semoga kita semua berada dalam keadaan iman sampai azal kita dan sampai yaumil akhir dan semoga jika kita meninggal, kita berada dalam keadaan khusnul khatimah, aamiin....... semoga bermanfaat, dan jika ada kesalahan mohon untuk dikritik.

Kotretan ini terinspirasi dari salah satu materi Kuliah Subuh Ramadhan di Mesjid Al-Ikhlash Pangampiran oleh Guru Kita semua Ustadz Yunus.

Rabu, 14 Juni 2017

Belajar Dari Bambu

Kotretan Iyek Tahukah anda bahwa pohon bambu tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 5 tahun pertama.

Walaupun setiap hari disiram & dipupuk, tumbuhnya hanya beberapa puluh centimeter saja.

Namun setelah 5 tahun kemudian, pertumbuhan pohon bambu sangat dahsyat & ukuran nya tidak lagi dalam hitungan centimeter melainkan meter.

Lantas sebetulnya apa yang terjadi pada sebuah pohon bambu ???

Ternyata selama 5 tahun pertama, ia mengalami pertumbuhan dahsyat pada akar (BUKAN) pada batang, yang mana daripada itu, pohon bambu sedang mempersiapkan pondasi yang sangat kuat, agar ia bisa menopang ketinggian nya yang berpuluh puluh meter kelak dikemudian hari.

MORAL OF THE STORY

Jika kita mengalami suatu hambatan & kegagalan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan, melainkan justru kita sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa didalam diri kita.

Ketika kita lelah & hampir menyerah dalam menghadapi kerasnya kehidupan, jangan pernah terbersit pupus harapan.

Ada pameo yang mengatakan “the hardest part of a rocket to reach orbit is to get through the earth’s gravity” (“bagian terberat agar sebuah roket mencapai orbit adalah saat melalui gravitasi bumi”).

Jika kita perhatikan, bagian peralatan pendukung terbesar yang dibawa oleh sebuah roket adalah jet pendorong untuk melewati atmosphere & gravitasi bumi.

Setelah roket melewati atmosphere, jet pendorong akan dilepas & roket akan terbang dengan bahan bakar minimum pada ruang angkasa tanpa bobot, melayang ringan, & tanpa usaha keras.

Demikian pula dengan manusia, bagian TERBERAT dari sebuah KESUKSESAN adalah disaat awal seseorang MEMULAI USAHA dari sebuah perjuangan, karena segala sesuatu terasa begitu BERAT & PENUH TEKANAN.

Namun bila ia dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang dapat merasakan segala kemudahan & kebebasan dari tekanan & beban.

Namun sayangnya, banyak orang yang MENYERAH disaat tekanan & beban dirasakan terlalu berat, bagai sebuah roket yang gagal menembus atmosphere.

Buya Hamka berkata “kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup &  kalau kerja sekedar kerja, kera juga bekerja”.

Ketika pohon bambu ditiup angin kencang, ia akan merunduk, tetapi setelah angin berlalu, dia akan tegak kembali, laksana perjalanan hidup seorang manusia yang tak pernah lepas dari cobaan & rintangan.

Maka jadilah seperti pohon bambu !!!

Fleksibilitas pohon bambu mengajarkan kita sikap hidup yang berpijak pada keteguhan hati dalam menjalani hidup, walaupun badai & topan menerpa.

Tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh, tidak ada alasan untuk terpendam dalam keterbatasan, karena bagaimanapun pertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.

Menurut klasifikasinya, bambu tergolong tanaman rumput. Namun, bambu adalah rumput spektakuler. Tingginya bisa terentang dari 30 cm hingga 30 meter. Bambu sebuah tanaman rumput yang unik. Nah, inilah pelajarannya. Meskipun berlatar tanaman rumput, bambu menjadi beda lantaran karakternya.

Kegunaan dan cara bambu mengekspresikan diri, menjadikannya tanaman rumput yang berbeda. Dalam kehidupan pun, latar belakang kita sebenarnya bukanlah penentu, melainkan bagaimana kita berupaya mengekspresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang kita. Itulah yang akhirnya membuat kita menjadi pribadi luar biasa.

Tanaman bambu menghasilkan 35% lebih banyak oksigen daripada tanaman lain pada umumnya. 1 hektar tanaman bambu mampu menyerap sampai dengan 12 ton karbondioksida dari udara atau mampu menyerap 4 kali lipat lebih banyak karbondioksida daripada tanaman biasa lain. Hal ini dapat menjadi hikmah pembelajaran bagi manusia agar dalam bermasyarakat senantiasa memberi "oksigen" kepada setiap manusia lain yang berinteraksi dengan kita. Dan bahkan bisa menjadi solusi dari kesulitan yang mereka hadapi. Jangan justru sebaliknya, dimana kehadiran kita menjadi titik awal datangnya perpecahan, ketegangan, atau pun saling merendahkan kepada sesama manusia.

Pastikan dalam hari-hari ke depan, hidup kita akan MENJULANG TINGGI & menjadi PEMBAWA MANFAAT bagi sesama, seperti halnya pohon bambu.

Copas

Senin, 12 Juni 2017

Nuzulul Qur'an

Kotretan Iyek - Ramadhan selalu identik dengan Al Qur'an Al Karim karena
memang kenyataannya pada bulan mulia inilah Al Qur'an diturunkan, sebagaimana
difirmankan oleh Allah dalam Al Quran surat
Al Baqarah 185 (yang artinya): " Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan
yang bathil) ".
Bahkan seluruh kitab-kitab samawi yang lain juga diturunkan
di bulan Ramadhan seperti yang terungkap dalam riwayat imam Ahmad bahwa
Rasulullah saw bersabda: "Shahifah Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan
Ramadhan, Taurat diturunkan pada hari (malam) keenam bulan Ramadhan, Injil
diturunkan pada hari (malam) ketiga belas bulan Ramadhan, Zabur diturunkan pada
malam kedelapan belas Ramadhan�".
Namun menurut Asy-Syaukani, dalam konteks
penurunan Al-Qur'an, surat Al
baqarah ayat 185 diatas masih bersifat umum karena tidak menjelaskan waktu yang
pasti tentang turunnya Al-Qur'an. Spesifikasi yang disebutkan Al-Qur'an hanya
terbatas pada bulan diturunkannya Al-Qur'an yaitu bulan Ramadhan yang
dispesifikasi kembali dengan malam Lailatul Qadar. Tapi kapan itu terjadi masih
menjadi perdebatan hangat diantara para ulama.
Namun mereka sepakat bahwa maksud turunnya
Al-Qur'an di bulan Ramadhan adalah turunnya Al-Qur'an dari Lauh Mahfudz ke
Baitul Izzah di langit dunia. Sehingga penurunan Al-Qur'an menurut Imam Suyuthi
terjadi dalam dua tahap, yaitu pertama, turunnya Al-Qur'an dari Lauh Mahfudz ke
langit dunia secara sekaligus dan kedua, turunnya Al-Qur'an kepada Rasulullah
secara berperiodik. Untuk memahami kedua bentuk turunnya Al-Qur'an tersebut,
Al-Qur'an menggunakan redaksi yang berbeda. Redaksi Anzala (Inzal) untuk
menunjukkan turunnya Al-Qur'an secara sekaligus dari Lauh Mahfudz ke Langit
dunia dan redaksi Nazzala (Tanzil) untuk menunjukkan penurunan Al-Qur'an secara
berangsur-angsur.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ibnu Abbas RA menjelaskan
bahwa Al-Qur'an yang diturunkan pada Lailatul Qadar keseluruhnya; baru kemudian
secara berangsur diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. (HR. Ath-Thabrani).
Sementara itu Nuzulul Qur'an sering diperingati pada
tanggal 17 Ramadhan, dengan mengadakan pengajian atau tabligh akbar, dan bukan
pada malam Lailatul Qadar. Hal ini didasarkan pada pendapat yang menyatakan
bahwa pada tanggal tersebut Rasulullah SAW pada umur 40 tahun mendapatkan wahyu
pertama kali. Yaitu surat
Al-'alaq ayat 1-5 ketika beliau berkonteplasi (berkhalwat) di gua Hira, Jabal
Nur, kurang lebih 6 km dari Mekkah.
Nuzulul Qur'an yang diperingati oleh umat Islam dimaksudkan
itu adalah sebagai peringatan turunnya ayat Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW
yakni ayat 1-5 Surat Al-'Alaq.
Adapun Lailatul Qadar merujuk kepada malam diturunkannya
Al-Qur'an dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia.
Saatnya momentum Ramadhan dijadikan momentum
untuk memperbaiki dan meningkatkan interaksi kita dengan Al Qur'an. Bukankah
ukuran kebaikan seseorang tergantung dengan tingkat interaksinya dengan
Al-Qur'an seperti yang dinyatakan dalam hadits Ibnu Mas'ud, "Sebaik-baik kalian
adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya". Mempelajari dan
mengajarkan disini tidak terbatas dalam konteks bacaan, tetapi lebih dari itu:
mempelajari dan mengajarkan nilai dan ajaran Al-Qur'an secara utuh dan
menyeluruh. Bahkan posisi dan kedudukan seseorang di dalam surga juga terkait
erat dengan tingkat hubungannya dengan Al Quran.
Tidak berlebihan untuk kita mulai membangun
pribadi qur'ani yang akan berlanjut kepada membangun keluarga qur'ani yang
mudah-mudahan dari sini akan lahir masyarakat qur'ani dan jayl qur'an (generasi
qur'an) yang mutamayyiz dan farid "unik dan berbeda" karena mereka adalah kekasih
Allah dan orang pilihannya. Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya bagi Allah
kekasihnya dari manusia. Mereka adalah para pembawa (penghafal) Al-Qur'an.
Merekalah kekasih Allah dan orang pilihan-Nya". (H.R. Al-Hakim)
Al-Quran merupakan firman Allah yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi manusia dalam menata kehidupan
demi mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat.
Konsep-konsep yang dibawa al-Quran selalu relevan dengan problema yang dihadapi
manusia, karena itu ia turun untuk mengajak manusia berdialog dengan penafsiran
sekaligus memberikan solusi terhadap problema tersebut di manapun mereka
berada.
Luas dan keberagaman tema al-Quran merupakan
hal yang sangat unik. la menembus sudut pandang paling kabur dalam pikiran
manusia, menembus dengan kekuatan nyata jiwa orang beriman bahkan orang yang
tanpa iman sekalipun untuk merasakan sesuatu dalam gerak-gerik jiwanya.
Mengenal Al-Qur'an
Ketika manusia mencoba mengupas keagungan
Al-Qur'an Al-Karim, maka ketika itu pulalah manusia harus tunduk mengakui
keagungaan dan kebesaran Allah swt. Karena dalam Al-Qur'an terdapat lautan
makna yang tiada batas, lautan keindahan bahasa yang tiada dapat dilukiskan
oleh kata-kata, lautan keilmuan yang belum terpikirkan dalam jiwa manusia, dan
berbagai lautan lainnya yang tidak terbayangkan oleh indra kita.
Oleh karenanya, mereka-mereka yang telah
dapat berinteraksi dengan Al-Qur'an sepenuh hati, dapat merasakan 'getaran
keagungan' yang tiada bandingannya. Mereka dapat merasakan sebuah keindahan
yang tidak terhingga, yang dapat menjadikan orientasi dunia sebagai sesuatu
yang teramat kecil dan sangat kecil sekali. Seorang Ulama' mengungkapkan,
"Hidup di bawah naungan Al-Qur'am merupakan suatu kenikmatan. Kenikmatan yang
tiada dapat dirasakan, kecuali hanya oleh mereka yang benar-benar telah
merasakannya. Suatu kenikmatan yang mengangkat jiwa, memberikan keberkahan dan
mensucikannya."
Cukuplah menjadi bukti keindahan bahasa
Al-Qur'an seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dari Imam Zuhri (Abu
Syahbah, 1996 : I/312), "Bahwa suatu ketika Abu Jahal, Abu Lahab, dan Akhnas
bin Syariq secara sembunyi-sembunyi mendatangi rumah Rasulullah saw. pada malam
hari untuk mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang dibaca Rasulullah
saw. dalam shalatnya. Mereka bertiga memiliki posisi yang tersendiri, yang
tidak diketahui oleh yang lainnya. Hingga ketika Rasulullah saw. usai
melaksanakan shalat, mereka bertiga memergoki satu sama lainnya di jalan.
Mereka bertiga saling mencela dan membuat kesepakatan untuk tidak kembali
mendatangi rumah Rasulullah saw.
Namun pada malam berikutnya, ternyata mereka
bertiga tidak kuasa menahan gejolak jiwanya untuk mendengarkan lantunan
ayat-ayat Al-Qur'an. Mereka bertiga mengira bahwa yang lainnya tidak akan
datang ke rumah Rasulullah saw., dan mereka pun menempati posisi mereka
masing-masing. Ketika Rasulullah saw. usai melaksanakan shalat, mereka pun
memergoki yang lainnya di jalan. Dan terjadilah saling celaan sebagaimana yang
kemarin mereka ucapkan.
Kemudian pada malam berikutnya, gejolak jiwa
mereka benar-benar tidak dapat dibendung lagi untuk mendengarkan Al-Qur'an, dan
merekapun menempati posisi sebagaimana hari sebelumnya. Dan manakala Rasulullah
saw. usai melaksanakan shalat, mereka bertiga kembali memergoki yang lainnya.
Akhirnya mereka bertiga membuat mu'ahadah (perjanjian) untuk sama-sama
tidak kembali ke rumah Rasulullah saw. guna mendengarkan Al-Qur'an.
Masing-masing mereka mengakui keindahan
Al-Qur'an, namun hawa nafsu mereka memungkiri kenabian Muhammad saw. Selain
contoh di atas terdapat juga ayat yang mengungkapkan keindahan Al-Qur'an. Allah
mengatakan, "Kalau sekiranya Kami menurunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah
gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut
kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya
mereka berpikir." (Al-Mujadilah: 21)
Keutamaan Membaca
Al-Qur'an
Dari Ibnu Abbas r.a., beliau mengatakan
ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah saw. "Wahai Rasulullah, amalan
apakah yang paling dicintai Allah?" Beliau menjawab, "Al-hal wal murtahal."
Orang ini bertanya lagi, "Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "Yaitu yang membaca Al-Qur'an dari awal hingga akhir. Setiap
kali selesai ia mengulanginya lagi dari awal." (HR. Tirmidzi)
Generasi sahabat dapat menjadi generasi
terbaik (baca; khairul qurun ) adalah karena mereka memiliki ihtimam
yang sangat besar terhadap Al-Qur'an. Minimal ada tiga faktor yang menjadi
rahasia mereka mencapai generasi terbaik seperti itu. Pertama karena
mereka menjadikan Al-Qur'an sebagai satu-satunya sumber pegangan hidup,
sekaligus membuang jauh-jauh berbagai sumber-sumber kehidupan lainnya. Kedua ,
ketika membacanya mereka tidak memiliki tujuan-tujuan untuk tsaqafah ,
pengetahuan, menikmati keindahan ataupun tujuan-tujuan lainnya. Namun tujuan
mereka hanya semata-mata untuk mengimplementasikan apa yang diinginkan Allah
dalam kehidupan mereka. Ketiga, mereka membuang jauh-jauh segala hal
yang berhubungan dengan masa lalu ketika jahiliyah. Mereka memandang bahwa
Islam merupakan titik tolak perubahan, yang sama sekali terpisah dengan masa
lalu, baik yang bersifat pemikiran ataupun kebudayaan.
Tilawatul qur'an ; itulah kunci utama
kesuksesan mereka. Imam Abu hamid Al Ghazali menyebutkan agar kita memiliki
wirid harian yang diambil dari kitabullah
yaitu dengan membacanya, jangan sampai hari-hari kita kosong dari
berinteraksi dengan Al Qur'an
Dalam kitab Riyadhus Shalihin , Imam
Nawawi memaparkan hadits-hadits yang berkenaan dengan keutamaan membaca
Al-Qur'an. Di antaranya:
1. Akan menjadi syafaat bagi
pembacanya di hari kiamat.
Dari Abu Amamah ra, aku mendengar
Rasulullah saw. bersabda, "Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan
menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat." (HR. Muslim)
2. Mendapatkan predikat insan terbaik.
Dari Usman bin Affan ra, Rasulullah saw.
bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Tirmidzi)
3. Mendapatkan pahala akan bersama malaikat
di akhirat, bagi yang mahir mambacanya.
Dari Aisyah ra, berkata; bahwa Rasulullah
saw. bersabda, "Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka
kelak ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah." (HR.
Bukhari Muslim)
4. Mendapatkan pahala dua kali lipat, bagi
yang belum lancar.
"Dan orang yang membaca Al-Qur'an, sedang
ia masih terbata-bata lagi berat dalam membacanya, maka ia akan mendapatkan dua
pahala." (HR. Bukhari Muslim)
5. Akan diangkat derajatnya oleh Allah
Dari Umar bin Khatab ra. Rasulullah saw.
bersabda,: "Sesungguhnya Allahswt. akan mengangkat derajat suatu kaum dengan
kitab ini (Al-Qur'an), dengan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain."
(HR. Muslim)
6. Mendapatkan sakinah, rahmat, dikelilingi
malaikat, dan dipuji Allah di hadapan makhluk-Nya.
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw.
bersabda, "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk
melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an dan mempelajarinya, melainkan akan turun
kepada mereka ketengangan, akan dilingkupi pada diri mereka dengan rahmat, akan
dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di
hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya." (HR. Muslim)

Minggu, 11 Juni 2017

Kejadian Buruk

Kotretan Iyek HIdup ini berjalan maju kedepan, mencari ataupun mengharap ridha Alloh swt. Namun dalam menjalani hidup kita yang sementara ini, terkadang ada badai menghadang, dengan kata lain ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Disanalah kita suka menyebutnya hari yang buruk atau hal yang buruk telah menimpanya.
Padahal sebenarnya tidak ada dalam diri mukmin itu sesuatu kejadian yang buruk, walau sepahit apapun kejadian itu. Karena orang mukmin akan pandai bagaimana cara menyikapinya. Ketika sudah pandai dalam menyikapi suatu kejadian, niscaya tidak akan ada kejadian buruk dari dirinya, walaupun kadang orang sekitar akan menyangka bahwa dia telah ditimpa suatu kejadian yang buruk. Tapi dirinya seperti tidak mendapat kejadian buruk saja. Seperti biasa-biasa saja.
Itulah orang mukmim seperti itu. Karena pada hakikatnya orang mukmin itu jikalau dirinya mendapatkan kesenangan maka rasa syukurlah yang ia berikan. Ketika dia mendapatkan kesusahan, maka dia akan bersabar. Dari sanalah kita sudah dapat menyimpulkan bahwa dirinya tidak akan terlihat mendapatkan suatu kejadian yang buruk. Dan itulah orang mukmin, hanya orang mukmin.
Mungkin saja kita ketika mendapatkan sebuah musibah misalnya kita bicara kesana kemari berkata bahwa dia merasa dirinya seorang yang sangat menderita. Seperti kesusahan itu hanya ada pada dirinya, dengan mengharapkan agar mendapat rasa simpati dari orang lain. Itu tidak baik, karena sesungguhnya seorang mukmin itu harus pandai menyembunyikan masalah yang terjadi pada dirinya, orang lain tidak perlu tahu. Maka, akan terus terpancar senyum semangat dalam dirinya dari wajahnya dari geraknya. Wallahualam.

Oleh : Iyek

Sabtu, 10 Juni 2017

Pikiranmu?

Kotretan Iyek - Inspirasi Menarik mengamati perkataan dari Eleanor Roosevelt, mantan Presiden USA yang mengatakan :

“Small Minds discuss people,
Average Minds discuss events,
Great Minds discuss ideas”.

Pikiran Kecil membicarakan orang.

Pikiran Sedang membicarakan peristiwa.

Pikiran Besar membicarakan gagasan”.

Maka sebagai akibatnya…

PIKIRAN KECIL akan menghasilkan GOSIP.

PIKIRAN SEDANG akan menghasilkan PENGETAHUAN.

PIKIRAN BESAR akan menghasilkan SOLUSI.

Ketiga jenis pikiran ini ADA di dalam setiap otak kita.
Pikiran mana yang lebih mendominasi kita, begitulah apa yang dihasilkannya.

Kalo setiap saat otak kita dipenuhi oleh Pikiran Kecil, maka kita akan selalu asyik dengan urusan orang lain, namun tidak mnghasilkan apa2, kecuali perseteruan.

Tetapi bila Pikiran Besar yang mendominasi, maka ia akan aktif menemukan terobosan baru.

PIKIRAN KECIL senang menggunakan kata tanya “SIAPA”,

PIKIRAN SEDANG senang mnggunakan kata: “ADA APA”, sedangkan

PIKIRAN BESAR selalu memanfaatkan kata tanya: “MENGAPA & BAGAIMANA”.

Dalam melihat satu peristiwa yang sama, misalnya jatuhnya buah apel dari pohonnya, akan cenderung ditanggapi berbeda.

PIKIRAN KECIL akan tertarik dengan pertanyaan: “SIAPA SIH YANG KEMARIN KEJATUHAN BUAH APEL?”

Pikiran Sedang akan bertanya: “APAKAH SEKARANG BERARTI SUDAH MULAI MUSIM PANEN BUAH APEL?”

Sedangkan Si PIKIRAN BESAR : “MENGAPA BUAH APEL ITU JATUH KE BAWAH, BUKANNYA KE ATAS?”

Dan..pikiran yang terakhir itulah yang konon menginspirasi SIR ISAAC NEWTON menemukan TEORI GRAVITASI-nya yang sangat terkenal!

Tidak ada satupun prestasi atau karya di dunia ini yang dihasilkan oleh Pikiran Kecil.

Di samping itu, ketiga jenis pikiran ini juga mempunyai ‘MAKANAN’ FAVORIT yang berbeda.

Si PIKIRAN KECIL biasanya senang “melahap” TABLOID, INFOTAINMENT, KORAN MERAH.

Si PIKIRAN SEDANG amat berselera dengan KORAN BERITA.

Si PIKIRAN BESAR memilih BUKU yang membangkitkan INSPIRASI.

Semoga pikiran2 kita didominasi oleh Pikiran Besar (Great Minds)

Aamiin..

Hikmah Membaca Al-Qur'an

Kotretan Iyek - Copas (www.blogkhususdoa.com)Al-Qur'an merupakan kitab suci agama islam dan sekaligus wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui (perantara) Malaikat Jibril untuk dijadikan pegangan dan/atau pedoman hidup bagi seluruh umat manusia, yang akan menuntun kita semua kearah yang lebih baik untuk mendapatkan rahmat, syafa'at serta kebaikan dari Allah SWT. Al-Qur'an juga sebagai salah satu Rukun Iman, yaitu seorang muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.
Baranag siapa yang berinteraksi dengan Al-Qur'an dengan baik pasti akan mendapatkan syafa'at serta pahala yang besar dan balasan yang berlipat-lipat. Orang yang membaca, memahami, menghafalkan, dan mengamalkan isinya akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT. Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, yakni dari Abi Umamah ra. Ia berkata :
“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘ Bacalah olehmu Alquran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)"
Masih banyak lagi hikmah dan keutamaan membaca Al-Qur'an yang sangat luar biasa dan menakjubkan bagi siapa saja yang membacanya. Untuk lebih jelasnya, silakan simak ulasan berikut ini, sebagaimana kami lansir dari laman Republika.co.id
Keutamaan dan Hikmah Membaca Kitab Suci Al-Qur'an
1. Menjadi perniagaan yang tidak akan merugi.
Allah berfirman: "Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak merugi." (QS al-Fathir: 29).
Membaca Al-Qur'an Merupakan Amal yang Terbaik.
Rasulullah bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya." ( HR Bukhari).
Mendapat derajat atau kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.
Rasulullah bersabda: "Orang yang membaca Alquran dengan mahir akan bersama-sama malaikat yang mulia lagi taat (HR Bukhari dan Muslim).
Mendapat sakinah (ketenangan jiwa) dan rahmat (kasih sayang).
Rasulullah bersabda: "Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari Alquran kecuali turun atas mereka sakinah dan rahmat serta diliputi oleh malaikat serta Allah sebut di hadapan malaikat (sisi-Nya)." (HR Muslim).
Mendapat sebaik-baik anugerah Allah SWT.
Rasulullah bersabda dalam hadis qudsi, Allah berfirman: "Barang siapa yang sibuk dengan Alquran dan zikir dari meminta-Ku, aku akan memberikan kepadanya sebaik-baik anugerah-Ku. Keutamaan kalamullah (Alquran) atas kalam-kalam selainnya seperti keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya." (HR Tirmidzi)
Seperti buah utrujah yang wangi dan lezat.
Rasulullah bersabda: "Perumpamaan orang beriman yang membaca Alquran seperti buah utrujah; aromanya wangi dan rasanya lezat, perumpamaan orang beriman yang tidak membaca Alquran itu seperti kurma; tidak beraroma tapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Alquran itu seperti buah raihanah, aromanya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Alquran seperti buah handhalah (semacam labu) ; tidak beraroma dan rasanya pahit." (HR Bukhari dan Muslim).
Mendapat kebaikan berlipat ganda.
Rasulullah bersabda: "Barang siapa membaca satu huruf dari kitabullah baginya satu kebaikan. Satu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR Tirmidzi).
Memberikan syafaat divhari kiamat kelak.
Rasulullah bersabda: " Bacalah Alquran, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan memberikan syafaat kepada pembacanya." (HR Muslim).
Itulah beberapa Hikmah, Manfaat dan Keutamaan Membaca Al-Qur'an yang sangat menakjubkan dan luar biasa. Dengan memahami beberapa keutamaan membaca Alquran seperti yang sudah dipaparkan diatas, semoga kita terinspirasi dan bersemangat dalam membaca Alquran. Dan semoga Allah SWT merahmati kita semua dengan wasilah Alquran yang kita baca.

Selasa, 06 Juni 2017

Hikmah Sakit

Kotretan Iyek - Copas. SubhanAllah sahabatku sholehku, mari kembali kita renungi tentang hikmah sakit.
Sakit Itu adalah ujianNya.
Kemuliaan baginya karena sabar dan membuat malaikat yang selalu sehat takjub.
Sakit adalah jalan kenabian Ayub yang menyejarah.
Kesabarannya yang lebih dari batas (disebut dalam sebuah hadits 18 tahun menderita penyakit aneh) diabadikan jadi teladan semesta.
Imam As-Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu; Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa; Nabi tercinta kita pun pernah sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup melalui celah gigi yang patah di perang Uhud. Bukankah setelah akhirnya sakit, semuanya semakin mulia di mata Allah bahkan juga di mata sejarah manusia.
Sakit itu zikrullah. yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah disbanding ketika dalam sehatnya.
Sakit itu istighfar, dosa-dosa akan mudah teringat, jika datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon ampun.
Sakit itu menguatkan tauhid. Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, KITA semakin sadar bahwa hanya Allah Maha Penolong.
Sakit itu muhasabah. Dia yang sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri Sakit itu jihad. Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah; diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya.
Bahkan sakit itu ilmu. Bukankah ketika sakit, dia akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.
Sakit itu nasihat.Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta dan sayang keduanya.
Sakit itu silaturrahim. Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra?
Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah. Sakit itu gugur dosa, anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya.
Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh yang sakit.
Sakit itu salah satu keadaan yang menyulitkan syaitan; diajak maksiat tak mampu-tak mau; dosa lalu malah disesali kemudian diampuni.
Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis, satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit.
Sakit meningkatkan kualitas ibadah; rukuk-sujud lebh khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-doa jadi lebih lama.
Sakit itu memperbaiki akhlak; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan tawadhu.
Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan. Karena itu mulailah belajar untuk tetap tersenyum dengan sakit.
Foto abang saat siang ini membesuk KH Ali Nurdin, Pimpinan ponpes Darussalam Parung Bogor. Semoga Allah memberi kesembuhan kepada beliau untuk kembali membimbing para santri dan umat…aamiin.
Ust Arifin Ilham

Senin, 05 Juni 2017

Hadist - Hadist Tentang Shalat (1)

Kotretan Iyek - Fathul Qorib Berikut adalah kumpulan hadist mengenai Shalat yang diambil dari kitab Fathul Qarib atau Taqrib. Semoga bermanfaat.

Hadits ke-1

Dari Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Waktu Dhuhur ialah jika matahari telah condong (ke barat) dan bayangan seseorang sama dengan tingginya selama waktu Ashar belum tiba, waktu Ashar masuk selama matahari belum menguning, waktu shalat Maghrib selama awan merah belum menghilang, waktu shalat Isya hingga tengah malam, dan waktu shalat Shubuh semenjak terbitnya fajar hingga matahari belum terbit." Riwayat Muslim. 

Hadits ke-2

Menurut riwayat Muslim dari hadits Buraidah tentang waktu shalat Ashar. "Dan matahari masih putih bersih." 

Hadits ke-3

Dari hadits Abu Musa: "Dan matahari masih tinggi." 

Hadits ke-4

Abu Barzah al-Aslamy Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah setelah usai shalat Ashar kemudian salah seorang di antara kami pulang ke rumahnya di ujung kota Madinah sedang matahari saat itu masih panas. Beliau biasanya suka mengakhirkan shalat Isya', tidak suka tidur sebelumnya dan bercakap-cakap setelahnya. Beliau juga suka melakukan shalat Shubuh di saat seseorang masih dapat mengenal orang yang duduk disampingnya, beliau biasanya membaca 60 hingga 100 ayat. Muttafaq Alaihi. 

Hadits ke-5

Menurut hadits Bukhari-Muslim dari Jabir: Adakalanya beliau melakukan shalat Isya' pada awal waktunya dan adakalanya beliau melakukannya pada akhir waktunya. Jika melihat mereka telah berkumpul beliau segera melakukannya dan jika melihat mereka terlambat beliau mengakhirkannya, sedang mengenai shalat Shubuh biasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menunaikannya pada saat masih gelap. 

Hadits ke-6

Menurut Muslim dari hadits Abu Musa: Beliau menunaikan shalat Shubuh pada waktu fajar terbit di saat orang-orang hampir tidak mengenal satu sama lain. 

Hadits ke-7

Rafi' Ibnu Kharij Radliyallaahu 'anhu berkata: Kami pernah shalat Maghrib bersama RasulullahShallallaahu 'alaihi wa Sallam kemudian salah seorang di antara kami pulang dan ia masih dapat melihat tempat jatuhnya anak panah miliknya. Muttafaq Alaihi. 

Hadits ke-8

'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Pada suatu malam pernah Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallammengakhirkan shalat Isya' hingga larut malam. Kemudian beliau keluar dan shalat, dan bersabda: "Sungguh inilah waktunya jika tidak memberatkan umatku." Riwayat Muslim. 

Hadits ke-9

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila panas sangat menyengat, maka tunggulah waktu dingin untuk menunaikan shalat karena panas yang menyengat itu sebagian dari hembusan neraka jahannam." Muttafaq Alaihi. 

Hadits ke-10

dari Rafi' Ibnu Khadij Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Lakukanlah shalat Shubuh pada waktu masih benar-benar Shubuh karena ia lebih besar pahalanya bagimu." Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban.

Hadits ke-11

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa NabiShallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang telah mengerjakan satu rakaat shalat Shubuh sebelum matahari terbit maka ia telah mendapatkan shalat Shubuh dan barangsiapa yang telah mengerjakan satu rakaat shalat Ashar sebelum matahari terbenam maka ia telah mendapatkan shalat Ashar." Muttafaq Alaihi.

Hadits ke-12

Menurut riwayat Muslim dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu ada hadits serupa, beliau bersabda: "Sekali sujud sebagai pengganti daripada satu rakaat." Kemudian beliau bersabda: "Sekali sujud itu adalah satu rakaat." 

Hadits ke-13

Dari Abu Said Al-Khudry bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidak ada shalat (sunat) setelah shalat Shubuh hingga matahari terbit dan tidak ada shalat setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam." Muttafaq Alaihi. Dalam lafadz Riwayat Muslim: "Tidak ada shalat setelah shalat fajar." 

Hadits ke-14

Dalam riwayat Muslim dari Uqbah Ibnu Amir: Tiga waktu dimana Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang kami melakukan shalat dan menguburkan mayit, yaitu: ketika matahari terbit hingga meninggi, ketika tengah hari hingga matahari condong ke barat, dan ketika matahari hampir terbenam. 

Hadits ke-15

Dan hukum kedua menurut Imam Syafi'i dari hadits Abu Hurairah dengan sanad yang lemah ada tambahan: Kecuali hari Jum'at. 

Hadits ke-16

Begitu juga menurut riwayat Abu Dawud dari Abu Qotadah terdapat hadits yang serupa. 

Hadits ke-17

Dari Jubair Ibnu Muth'im bahwa RasulullahShallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Wahai Bani Abdu Manaf, janganlah engkau melarang seseorang melakukan thawaf di Baitullah ini dan melakukan shalat pada waktu kapan saja, baik malam maupun siang." Riwayat Imam Lima dan shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban. 

Hadits ke-18

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa NabiShallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Syafaq ialah awan merah." Riwayat Daruquthni. Shahih menurut Ibnu Khuzaimah selain menyatakannya mauquf pada Ibnu Umar. 

Hadits ke-19

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Fajar itu ada dua macam, yaitu fajar yang diharamkan memakan makanan dan diperbolehkan melakukan shalat dan fajar yang diharamkan melakukan shalat, yakni shalat Shubuh, dan diperbolehkan makan makanan." Riwayat Ibnu Khuzaimah dan Hakim, hadits shahih menurut keduanya. 

Hadits ke-20

Menurut riwayat Hakim dari hadits Jabir ada hadits serupa dengan tambahan tentang fajar yang mengharamkan memakan makanan: "Fajar yang memanjang di ufuk." Dalam riwayat lain disebutkan: "Dia seperti ekor serigala." 

Minggu, 04 Juni 2017

Jangan Melihat Orang Dari Penampilan

Kotretan Iyek - Copas - Syaikh Ali Jaber. Dikisahkan bahwa suatu malam Sultan Murod Ar-Rabi` mengalami kegundahan yang sangat, dan dia tidak mengetahui sebabnya.
Maka Sang Sultan memanggil kepala penjaga/sipir dan memberitahukan tentang keadaannya yang sedang gundah,
Dan memang merupakan kebiasaan Sultan bahwa dia sering memeriksa keadaan masyarakat/rakyatnya secara sembunyi-sembunyi.
Maka Sultan berkata kepada Kepala Sipir : Mari kita keluar, jalan-jalan di antara penduduk (guna memeriksa dan memantau keadaan mereka).
Mereka pun berjalan hingga sampailah di sebuah penghujung desa, dan Sultan melihat seorang pria tergeletak di atas tanah.
Sultan menggerak-gerakknnya (untuk memeriksa) dan ternyata pria tersebut telah tewas.
Namun anehnya orang-orang yang melintasi dan berlalu lalang di sekitarnya tidak memperdulikannya.
Maka Sultan pun memanggil mereka, tapi mereka tidak mengetahui Sang Sultan,
Mereka berseru : Ada apa?
Sultan : Kenapa pria ini tewas dan tidak seorangpun yang membawanya? Siapa dia? Dan dimana keluarganya?
Mereka berujar : Ini orang zindiq, suka minum khomar, pezina.
Sultan menimpali : Namun bukankah dia dari golongan umat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam?
Ayo bawa dia ke rumah keluarganya.
Maka mereka pun membawanya.
Ketika sampai di rumah, istrinya pun melihatnya dan langsung menangis.
Dan orang-orang pun mulai beranjak pergi, kecuali Sang Sultan dan Kepala Sipir.
Di tengah tangisan si wanita (istri si mayit), dia berseru kepada Sultan (namun wanita tersebut tidak mengetahuinya) : Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah, aku bersaksi bahwa engkau sungguh wali Allah.
Maka terheranlah Sultan Murod dengan ucapan wanita tersebut, dan berkata : Bagaimana mungkin aku termasuk wali Allah sementara orang-orang berkata buruk terhadap si mayyit, hingga mereka enggan mengurusi mayatnya.
(Penjaga, Sultan merasa heran, bagaimana mungkin seorang zindiq ditolong oleh wali Allah)
Wanita pun menjawab : Aku sudah duga hal itu,
Sungguh suamiku setiap malam pergi ke penjual arak/khomar lantas membeli seberapa banyak yang dia bisa beli, kemudian membawanya ke rumah kami dan menumpahkan seluruh khomar ke toilet, dan dia (suami) berkata : Semoga aku bisa meringankan keburukan khomar dari kaum muslimin.
Suamiku juga selalu pergi kepada para zaniah/pelacur dan memberinya uang, dan berkata : malam ini kau ku bayar dan jangan kau buka pintu rumahmu (untuk melacur) hingga pagi,
Kemudian suamiku kembali ke rumah dan berujar : Alhamdu lillah, semoga dengan itu aku bisa meringankan keburukannya ( pelacur) dari pemuda-pemuda muslim malam ini.
Namun sementara orang-orang menyaksikan dan mengetahui bahwa suamiku membeli khomar, dan masuk ke rumah pelacur, Dan lantas mereka membicarakan suamiku dengan keburukan.
Pernah suatu hari aku berkata pada suamiku : Sungguh jika seandainya engkau mati, maka tidak akan ada orang yang akan memandikanmu, menyolatkanmu, dan menguburkanmu.
Suamikupun tersenyum dan menjawab : Jangan khawatir Sayangku… Sultan/Pemimpin kaum muslimin lah yang akan menyolatkanku beserta para ulama dan pembesar-pembesar negeri lainnya.
(Setelah mendengarnya) Sultan pun menangis lantas berkata : Suamimu benar, Demi Allah aku adalah Sultan Murod Ar-Robi`, Dan besok kami akan memandikan suamimu, menyolatkannya dan menguburkannya.
Dan diantara yang menyaksikan jenazahnya adalah Sultan Murod, para ulama, para masyayikh dan seluruh penduduk kota.
Maha Suci Allah, kita hanya bisa menilai orang dengan hanya melihat penampilan dan kulit luarnya dan kita pula hanya mendengar omongan orang.
Maka sendainya jika kita mampu bijak, kita akan memandang dan menilai orang dari kebersihan hatinya, Maka niscaya lisan kita akan kelu membisu dari menceritakan keburukan orang lain..
Subhanallaah….Semoga kita bisa mengambil ibroh / contoh teladan…
Ditulis oleh Syaikh Ali Jaber

Sabtu, 03 Juni 2017

Dzikir Gerbang Pertolongan Alloh SWT

Kotretan Iyek. Hidup akan terasa berat manakala kita tidak mendapat pertolongan Alloh Swt. Kalau Alloh menolong kita, maka hidup akan terasa ringan dan mudah. Sedangkan kalau Alloh tidak menolong kita, maka sesederhana apapun kejadian dalam hidup ini maka akan terasa berat dan besar. Karena sesungguhnya “Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah”, makhluk itu tiada daya dan tiada upaya kecuali atas pertolongan Alloh Swt.
Salah satu gerbang pertolongan Alloh yang memiliki derajat sangat tinggi adalah dzikrulloh. Inilah amalan terbaik, amalan yang paling mensucikan, amalan yang paling meninggikan derajat, amalan yang lebih baik dari menafkahkan emas dan perak, amalan yang lebih baik dari membunuh atau terbunuh dalam jihad di jalan Alloh, itu dzikrulloh ta’ala . Karena seluruh perintah dan larangan Alloh, muaranya adalah untuk ingat kepada Alloh yang berbuah kepatuhan, ketaatan dan kepasrahan kepada-Nya.
Jadi, kualitas seseorang itu tergantung kualitas dzikirnya. Semakin banyak dzikirnya, maka semakin tinggi kedudukannya di hadapan Alloh Swt. Karena Alloh Swt. berfirman, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al Baqoroh [2] : 152)
Orang yang paling spesial di hadapan Alloh sehingga Alloh mengingatnya adalah orang yang paling banyak dzikrulloh. Sedangkan semakin jauh dari dzikir, maka semakin tidak spesial dia di hadapan Alloh, dan semakin jauh dari pertolongan-Nya. Semakin banyak dzikir, semakin dimudahkan oleh Alloh agar hatinya menjadi tentram. Sedangkan, semakin jauh dari dzikir, maka semakin mudah hatinya diselimuti kegalauan dan kegelisahan.
Demikianlah keutamaan dzikir bagi kita. Dzikir adalah gerbang pertolongan Alloh yang sangat utama. Semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah mengamalkan dzikir sehingga mendapatkan derajat yang tinggi di hadapan Alloh Swt. dan sangat dekat dengan pertolongan-Nya. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]

oleh KH Abdullah Gymnastiar

Jumat, 02 Juni 2017

Kadang Terlupakan

Kotretan Iyek - Copas WA
         
01.Wanita dilarang
      menarik barang
      beban, wanita harus
      mendorong.       
                   
02.Jalan 50 langkah
      memperbaiki tulang
      tubuh, menaiki 20
      anak tangga
      memperbaiki tulang
      lutut. 

03.Kopi tidak disarankan
      bagi WANITA, karena
      dapat menyebabkan
      Osteoporosis dan
      mempercepat
      menopause.

04.Rebus 10 helai daun
     Salam dengan 2 gelas
     air, minum tiap hari
     selama 12 hari untuk
     menurunkan kolestrol
     dan darah tinggi.

05.Penyebab darah tinggi
     adalah kekurangan
     kalium. Semangka
   , Timun adalah sumber
     Kalium (disarankan
     Semangka Kuning).

06.Jus pear + stroberi 4
      buah menaikkan daya
      tahan tubuh.

07.Anggur hitam
     Menguatkan Jantung,
     Anggur Hijau
     melangsingkan Tubuh,
     Anggur Merah
     melebarkan Pembuluh
     darah (agar tdk
     tersumbat / anti
     Kolestrol).

08.Labu kuning baik
     untuk mempertajam
     daya ingat anak
   , dimakan wanita hamil
     lebih baik.Untuk pria
     Dewasa, Pumpkin
     berguna untuk
     menghasilkan Sperma
     berkualitas.

09.Pisang untuk yang
     sering kram dan
     Kesemutan.

10.Manggis paling baik
     untuk tulang.

11.Paprika
     menyembuhkan
     Diabetes, Sakit Tulang
     dan anti Kanker.

12.Apel + buncis di juice
     bersama dapat
     menjadi obat
     Pankreas/Diabetes.

13.Makan sayuran hijau
     Siang hari anti Stroke.

14.Sayur memastikan
     Protein tidak menjadi
     Kanker.

15.Sayur memastikan
      Karbo tidak menjadi
      Diabetes    
     
*Panduan Kesehatan*
01.Sering makan lalu
     tidur bisa kena Kanker
     Lambung karena Mag
     tidak dapat istirahat

02.Hanya boleh makan
     Empat butir telur per
     minggu, selebihnya tdk
      baik

03.Pantat Ayam
      mengandung
      Karsinogen (Penyebab
      Kanker), jangan
      makan Pantat Ayam

04.Makan buah
     seharusnya Before
     meal, bukan After Meal

05.Saat Haid jangan
     minum teh apalagi teh
     hijau, sebaiknya
     makan sesuatu yang
     bisa Nambah Darah

06.Jangan terlalu banyak
     minum susu kacang,
     jangan pake telur dan
     gula

07.Makan Tomat
     sebaiknya After Meal,
     jangan perut Kosong

08.Tiap pagi bangun tidur
      minum  Segelas air
      putih bisa cegah batu
      empedu

09.3 jam sebelum tidur
     jangan makan lagi,
     bisa gemuk

10.Jangan minum teh
     susu atau (teh tarik /
     buble tea) karena
     tinggi Kalori tinggi
     Lemak tidak Bergizi
     dan bisa Darah Tinggi
     Kencing Manis

11.Jangan makan Roti
      yang baru keluar dari
      oven

12.Charger HP jangan
     dekat tempat tidur,
     harus berjarak 30 cm
     lebih dari posisi tidur.

13.Tiap hari minum air
      8-10 gelas untuk
      hindari kanker
      Kantong Kemih

14.Siang hari harus
     banyak minum air
     Putih, malam hari
     harus sedikit minum
     Air putih.

15.Minum kopi jangan
     melebih dua cangkir
     per hari, bisa
     menyebabkan
     Insomnia dan penyakit
     Mag ( Lambung ).

16.Jangan makan
     makanan yang tinggi
     Lemak karena butuh
     5~7 jam pencernaan,
     mengakibatkan darah
     terpusat pada
     pencernaan dan
     mengakibatkan
     ngantuk krn otak
     kekurangan supply
     Darah.

17.Setelah jam Lima sore
     jangan makan banyak
     Karena Tubuh kita
     tidak butuh banyak
     Kalori

18.Sepuluh jenis
     makanan sehat
     a.Ikan laut dalam,
     b.Pisang,
     c.Jeruk bali
     d.Roti full Gandum,
     e.Sayur Bayam,
     f. Bawang Putih
    , g.Pumpkin,
      h.Susu low Fat,
      i. Daging ayam,
      y.Buah Cherry

19.Kurang tidur bikin otak
     tumpul, biasakan tidur
     siang bisa awet muda.

20.Air lemon Panas bisa menolong anda     seumur hidup
Lemon Panas membunuh Sel Kanker.

___________________________________

Shalat (3)

Kotretan Iyek - Fathul Qorib - Bab Shalat.

Beda Perempuan dan Laki-laki Dalam Shalat
Shalat perempuan berbeda dengan laki-laki dalam 5 (lima) perkara:
- Laki-laki menjauhkan kedua sikutnya dari lambungnya. - Laki-laki menjauhkan perut dari kedua pahanya dalam ruku' dan sujud - Laki-laki mengeraskan suara di tempat yang dianjurkan mengeraskan suara - Apabila imam melakukan kesalahan, laki-laki mengucapkan tasbih (subhanallah). - Aurat laki-laki antara pusar dan lutut. - Perempuan mendekatkan sikunya satu sama lain. - Perempuan memelankan suaranya di dekat laki-laki bukan mahram - Apabila imam melakukan kesalahan, makmum perempuan bertepuk tangan. - Seluruh badan perempuan itu aurat kecual wajah dan telapak tangan. Sedang budak perempuan auratnya seperti laki-laki.

Perkara Yang Membatalkan Shalat
Perkara yang membatalkan shalat ada 11 (sebelas):
- Perkataan yang disengaja - Gerakan yang banyak - Hadats (kecil dan besar) - Adanya najis
- Terbukanya aurat - Berubahnya niat - Membelakangi kiblat - Makan - Minum - Tertawa terbahak-bahak - Murtad

Jumlah raka'at shalat fardhu ada 17 (tujub belas) roka'at, 34 sujud, 94 takbir, 9 tahiyat, 10 salam, 153 tasbih. Jumlah rukun dalam shalat ada 126 rukun. Shalat subuh 30 rukun, maghrib 42 rukun, shalat empat rakaat ada 54 rukun. 

Barangsiapa yang tidak mampu berdiri dalam shalat fardhu maka boleh shalat duduk, yang tidak mampu duduk, boleh shalat tidur miring.

Perkara yang Tertinggal Dalam Shalat
Perkara yang ditinggal dalam shalat ada tiga macam yaitu fardhu, sunnah dan hai'ah. Adapun fardhu yang tertinggal tidak perlu mengganti apabila murni karena lupa tetapi apabila ingat dan waktunya dekat maka harus dilakukan dan sujud sahwi. Sedang sunnah yang tertinggal tidak perlu mengulangi apabila sudah melakukan hal yang fardhu akan tetapi hendaknya melakukan sujud sahwi. Sedang hai'ah yang tertinggal tidak perlu mengulangi dan sujud sahwi. 

Apabila ragu dalam jumlah rakaat shalat, maka lakukan berdasar rakaat yang yakin yaitu yang paling sedikit dan hendaknya sujud sahwi. Sujud sahwi itu sunnah dan dilakukan sebelum salam.

Waktu Haram Dalam Shalat

Ada lima waktu yang tidak boleh melakukan shalat kecuali shalat yang memiliki sebab yaitu setelah shalat subuh sampai terbit matahari; saat terbit matahari sampai sempurna dan naik sekitar satu tombak; saat matahari tepat di tengah sampai condong; setelah shalat ashar sampai matahari terbenam; saat matahari terbenam sampai sempurna terbenamnya.

Shalat (2)

Kotretan Iyek - Fathul Qorib. Kita lanjutkan materi tentang shalat yang pastinya pernah kita pelajari, ini hanya sebatas mengingatkan kembali khususnya saya dan umumnya para pembaca semua yang budiman.

Syarat Sah Shalat
Syaratnya shalat sebelum melaksanakan shalat ada 5 (lima) yaitu sucinya anggota badan dari hadas dan najis, menutup aurat dengan kain yang suci, berdiri pada tempat yang suci, tahu masuknya waktu shalat, menghadap kiblat. Boleh tidak menghadap kiblat dalam dua keadaan yaitu ketika sangat takut dan shalat sunnah di atas kendaraan dalam perjalanan. 

Rukun dan Sunah Shalat
Rukun-rukun (fardhu) shalat ada 18 (delapan belas). Berdiri apabila kuasa, takbirotul ihram, membaca al-fatihah dengan basmalah-nya, ruku', tumakninah dalam ruku', bangun dari ruku', i'tidal (berdiri setelah ruku'), tuma'ninah saat i'tidal, sujud, dan tuma'ninah saat sujud, duduk di antara dua sujud dan tuma'ninah, duduk terakhir, dan tasyahud (tahiyat) saat duduk terakhir, membaca shalawat pada Nabi saat tahiyat akhir, salam pertama, niat keluar dari shalat, tertib sesusai urutan rukun di atas. 

Sunnahnya shalat sebelum melaksanakan shalat ada dua yaitu adzan dan iqamah. Sunnahnya shalat saat melaksanakan shalat ada dua yaitu tahiyat (tasyahud) pertama dan membaca qunut saat shalat subuh dan shalat witir pada pertengahan kedua bulan Ramadan.

Tambahan penerjemah: Rukun shalat artinya perbuatan yang harus dilaksanakan saat shalat. Apabila tidak dilakukan, maka shalatnya tidak sah.

Gerakan dan Bacaan Shalat

Tata cara yang disunnahkan dalam shalat ada 15 (lima belas) yaitu:
(a) Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram (b) Mengangkat tangan saat ruku' (c) Mengangkat tangan saat bangun dari ruku' (d) Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
(e) Tawajjuh (f) Membaca audzubillah (g) Mengeraskan suara dan memelankan suara sesuai tempatnya (h) Membaca amin (i) Membaca surat setelah membaca Al-Fatihah (j) Membaca takbir saat naik atau turun (k) Mengakatan sami'a-Allahu liman hamidah robbana walakal hamdu dan tasbih saat ruku' dan sujud (l) Meletakkan kedua tangan di atas kedua paha saat duduk; membuka tangan kiri sedang tangan kanan menggenggam kecuali jari telunjuk yang menunjuk saat tahiyat (m) Duduk iftirasy pada setiap duduk. (n) Duduk tawarruk pada duduk yang akhir
(o) Salam yang kedua.

Kamis, 01 Juni 2017

Beri Sendiri Judulnya

APA SIH TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA

Sebagian besar masyarakat mengatakan, ada DUA hal yg jika terjadi maka rumah tangga tersebut terbilang sukses

1) Punya Anak,
2) Banyak Harta.

Bukan itu, Buktinya :

1. Rumah Tangga 'Aisyah Radhiallaahu 'anha tidak dikaruniai anak, lalu apakah kita akan berkata Suami-Isteri tersebut tidak harmonis? Tidak bahagia?

2. Rumah Tangga Fatimah Radhiallaahu 'anha sangat minim harta.

Sang Istri pernah menahan laparnya selama beberapa hari hingga kuninglah wajah beliau.

Lalu, apakah kita berani mengatakan bahwa RT mereka hancur berantakan diujung tombak? TIDAK.

Bahkan Suami beliau adalah salah satu penghuni Surga Allah
Masyaa Allah...

BENAR, sebagai seorang Isteri jangan ber-mudah2an utk menuntut kalimat perpisahan hanya karena sebab2 diatas.

SEBAB ummahatul mukminin tidak pernah memberatkan suaminya dgn perkataan tercela.
Juga, sebagai seorang Suami jangan ber-mudah2an
mengatakan "aku tak punya harta, aku tak pantas untukmu Duhai Isteriku.."
Innalillaahi wa inna ilayhi rooji'un...
Tahukah para Suami, kalimat tsb justru enggan didengar oleh Istri kalian.
Sebab para sahabat tdk tercermin dlm diri mereka sifat keputus-asaan.

TOLAK UKUR KEBERHASILAN RUMAH TANGGA seorang Muslim adalah, KETIKA SETELAH MENIKAH, maka :

1. Bertambahlah TAQWA mereka kepada Alloh سبحانه وتعالى

2. Bertambahlah AMALAN2 SUNNAH mereka.

3. Bertambahlah KESABARAN mereka dlm setiap taqdir Allah.

4. Bertambahlah Ghiroh/Semangat mendatangi majelis2 'Ilmu Allah.

5. Bertambahlah TAKUT mereka sebab mengingat hari dimana mereka akan terpisah dan menghadap sidang Rabb-nya yg paling adil.

6. Bertambah BERHARAPLAH mereka kpd Rabb-nya agar bisa dinikahkan lagi dlm Jannah Alloh سبحانه وتعالى tanpa hisab...

Masyaa Allaah,
BaarakAllaahu fiikum.                                   
✒ Ditulis oleh : Al ustadz. SYAFIQ bin RIZA bin HASAN bin ABDULQADIR  BASALAMAH.والله أعلم بالصواب                                                                                

Shalat

Kotretan Iyek - Fathul Qorib - Bab Shalat
Syarat Wajib Shalat
Syarat wajibnya shalat ada 3 (tiga) yaitu 1. Islam,
2. akil baligh (dewasa) dan
3. berakal sehat (adalah batas mulainya kewajiban (taklif))

Shalat Sunnah
Adapun shalat sunnah ada 5 (lima) yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, gerhana matahari (kusuf as Syamsi) dan gerhana bulan (khusuf al qamar); shalat istisqa' (minta hujan)
Shalat Sunnah Rawatib
Adapun shalat sunnah rawatib yang bersamaan dengan shalat fardhu ada 17 (tujuh belas) rakaat. Yaitu dua rokaat sebelum shalat subuh, empat rakaat sebelum dzuhur, dua rokaat setelah dhuhur, empat rakaat sebelum ashar, dua rakaat setelah maghrib dan tiga rokaat setelah isya' dengan shalat witir (ganjil) dengan satu rakaat terakhir. Ada 3 (tiga) shalat sunnah mua'akkad yaitu shalat malam, shalat dhuha dan shalat tarawih.

Syarat Sah Shalat
Syaratnya shalat sebelum melaksanakan shalat ada 5 (lima) yaitu sucinya anggota badan dari hadas dan najis, menutup aurat dengan kain yang suci, berdiri pada tempat yang suci, tahu masuknya waktu shalat, menghadap kiblat. Boleh tidak menghadap kiblat dalam dua keadaan yaitu ketika sangat takut dan shalat sunnah di atas kendaraan dalam perjalanan.

Rukun Shalat
Rukun-rukun (fardhu) shalat ada 18 (delapan belas). Berdiri apabila kuasa, takbirotul ihram, membaca al-fatihah dengan basmalah-nya, ruku', tumakninah dalam ruku', bangun dari ruku', i'tidal (berdiri setelah ruku'), tuma'ninah saat i'tidal, sujud, dan tuma'ninah saat sujud, duduk di antara dua sujud dan tuma'ninah, duduk terakhir, dan tasyahud (tahiyat) saat duduk terakhir, membaca shalawat pada Nabi saat tahiyat akhir, salam pertama, niat keluar dari shalat, tertib sesusai urutan rukun di atas . 

Sunnahnya shalat sebelum melaksanakan shalat ada dua yaitu adzan dan iqamah. Sunnahnya shalat saat melaksanakan shalat ada dua yaitu tahiyat (tasyahud) pertama dan membaca qunut saat shalat subuh dan shalat witir pada pertengahan kedua bulan Ramadan.

Tambahan penerjemah: Rukun shalat artinya perbuatan yang harus dilaksanakan saat shalat. Apabila tidak dilakukan, maka shalatnya tidak sah.

Tawa "Malaikat" di Mesjid

Kotretan Iyek - Copas Pengusiran dan penghardikan anak-anak di mesjid menjadi pemandangan biasa di Indonesia.
Mata-mata tajam dan kata-kata kasar keluar dari para pengurus masjid dan jama'ah.
Kecamuk antara wajah sangar orangtua di rumah yang menyuruh ke mesjid dan wajah seram pengurus/jamah yang mengusirnya.
Seolah merenggut kebahagiaan masa-masa kecilnya.
Jika anak-anak muslim berlari riang tawa di mesjid, itu adalah ciri khas anak-anak.
Tetapi kalau yang berlari dan tertawa itu orangtua baru layak di usir.

Mereka sebenarnya "malaikat" yang sedang bergembira di rumah Robb-Nya.
Bahkan Hasan dan Husein pernah menaiki tubuh Rasulullah SAW saat mengimami sholat para sahabat.
Rasulullah sujud begitu lama. Hingga ada sahabat yg bertanya "mengapa lama sekali sujudmu ya Rasulullah..?"
Rasul mnjawab "Tadi Hasan dan Husein naik di tubuhku, aku khawatir kalau aku bangkit mereka terjatuh, maka aku biarkan mereka puas bermain"
Dalam riawayat yg lain Rasulullah mempercepat sholatnya karena ada tangis anak kecil yang memanggil ibunya yg sedang ikut berjama'ah bersama Rasulullah SAW.
Itulah mesjid Nabi yang tak sepi dari anak-anak kecil. Lalu mesjid apa yang "anti" dengan anak-anak kecil ?
Maka sudah selayaknya para pengurus masjid dan para jama'ah di beri pemahaman yg utuh tentang mesjid sebagai pusat peradaban Islam.
Muahmmad Al fatih penakluk konstantinopel pernah berkata :
" Jika kalian tidak lagi mendengar riang tawa dan gelak bahagia anak-anak di masjid-masjid. Waspadalah. Saat itu kalian dalam bahaya".

Hidup Yang Tenang

Kotretan Iyek - Kuliah Subuh Hidup penuh liku - liku ada susah ada senang ada duka, heeee itu bener gak lirik sebuah lagunya? Salah ya,,, lupa lagi. Tapi itu hanya mukadimah alias pembukaan saja bahwasannya seperti itulah perjalanan hidup kita ini. Terkadang kita mendapat kesenangan, kadang kala kita ditimpa kesusahan, kadang kali kita mendapat duka, lara dan lainnya. Memang itulah perjalan kita, hanya yang paling penting adalah bagaimana kita menyikapi atau menjalani perjalanan hidup ini. Misalnya ketika kita sedang dalam kesenangan, sudah seharusnya bersyukur, misalnya kita sedang sedih, bagaimana kita menyikapi kesedihan itu. Karena sebenarnya semua keadaan yang pada hakikatnya adalah kehendak Alloh swt, namun syariatnya kita sendiri yang membuat keadaan atau menciptakan keadaannya. Misal ketika kita makan, itu hakikatnya rezeki dari Alloh swt, walaupun misalnya kita hanya makan dengan kerupuk saja, kemudian kita bersyukur atas rezeki itu, kita akan merasa senang saja, karena mungkin saja tetangga kita ada yang tidak makan karena tak punya beras misalnya, disanalah tercipta kesenangan dan rasa syukur. Sebaliknya jika kita merasa kurang syukur makan hanya dengan kerupuk saja, akhirnya uring-uringan marah-marah karena lauknya hanya kerupuk dan tidak mau makan, timbulah rasa lapar, dan timbulah rasa sakit, kemudian bersedihlah. Itu hanya perumpamaan kecil saja, bahwasannya kita sendirilah padahal yang membuat senang sedih atau lainnya.
Di hari ke 6 bulan suci ini, mendapat tambahan ilmu dari sang Guru, 3 kunci hidup tenang, yaitu:
1. Jujur
Hidup jujur itu tenang, hidup dalam dusta itu gelisah. Karena jika sekali berdusta maka akan timbul dusta atau kebohongan yang kedua kalinya, bahkan dusta ke tiga, ke empat atau bisa saja dusta sampai azal menjemput kita masih ada kebohongan. Saya pernah mendapat sebuah pelajaran dari almarhum 'bapak' (semoga Alloh swt menempatkan beliau di tempat yang terindah, di SurgaMu aamiin) walaupun tidak secara langsung beliau mengajarkannya tapi saya tahu itu pelajaran untuk saya, beliau menuliskan sebuah kaligrafi sederhana di kertas bekas rokok, kemudian disimpan di Warung Pulsa Iyek Pangampiran beliau selipkan di buku utang dan saya menyimpannya sampai sekarang. Isi tulisan itu adalah seperti ini, Berkatalah jujur walau pahit rasanya. Itu sebuah warisan yang sangat berharga dan besar maknanya, walaupun saya belum bisa mengamalkannya secara utuh, masih ada dusta yang sengaja ataupun tidak di sengaja.
2. SABAR
Innalloha ma'a sahabiriin itu adalah potongan ayat yang hampir semua mafhum atau hapal ketika ngobrol dengan teman atau sedang menasihati, biasanya keluar ayat itu, yang maknanya Alloh swt itu beserta orang-orang yang sabar. Untuk sabar, saya tidak akan menulis panjang lebar disini, mungkin nanti Insya Alloh kita buat kotretan khusus mengenai sabar.
3. SUBUR
Ini adalah kunci hidup tenang yang ketiga yakni subur, dalam arti bukan subur badannya alias gendut seperti saya ya heeee.... subur disini dalam arti cukup. Merasa cukup dalam segalanya itu adalah subur, makan teratur dan bergizi, dompet selalu terisi, pekerjaan lancar, gaji lancar, pendapatan normal, sehat, ketika sakit bisa ke dokter, kendaraan ada, alat komunikasi punya, ibadah rajin, shalatnya berjamaah, puasa tidak terlewat, dengan tetangga damai, pokoknya subur, tenang, tentram, damai......... subhanalloh walhamdulillah..... Allohu akbar.....
Mungkin hanya itu saja yang dapat kukotret pada kesempatan hari ini, semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan mohon dimaafkan dan mohon diluruskan atau di benarkan, segala kritik dan saran yang membangun sangat diterima dengan lebar.
Narasumber : Ustadz Yunus (Pimpinan MT Al-Mubarak Pangampiran)
Editor : Iyek

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...