Senin, 28 September 2015

PESAN AA (14)

  •  “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya…(QS Al-An’am 160)
  • Sering kita berfikir keras dan menuntut orang lain berubah, namun seberapa kuat keinginan dan perjuangan kita menuntut diri sendiri berubah.
  • Kita harus selalu siap denga yang cocok maupun denga yang tidak cocok dengan keinginan kita, karena hanya Allah yang maha menentukan.
  • Suara amat merdu adalah suara tangisan taubat, rintihan pilu pengakuan lumuran dosa, menghiba belaskasih serta ampunan yang Maha Pengampun.
  • Bahaya terbesar dalam hidup ini adalah bila tak mau bertaubat, padahal taubatlah gerbang ketenangan, jalan keluar dan pertolongan tak disangka.
  • Badan bersih akan nyaman, badan kotor pasti tidak nyaman. Hati bersih hidup akan nyaman, hati kotor pasti hidup tak nyaman.
  • Kita sering focus pada keburukan orang lain terhadap kita, padahal yang pasti merugikan kita adalah keburukan kita kepada orang lain.
  • “Janganlah sekali-kali kamuj terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak didalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka adalah Jahanam; dan jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya (QS Ali Imran 196-197)
  •   Janganlah takut oleh kemarahan orang sehingga kita takut berkata dan bersikap jujur.
  • Hidup yang meletihkan adalah sibuk mencari penilaian manusia, hidup yang menentramkan adalah sibuk hanya mencari penilaian Alloh SWT.

Zaman di Depan

Hari berganti hari, seperti ketika zaman dahulu kala manusia di zaman periode sampai dengan 3000 SM mereka belum bisa berbuat lebih banyak untuk menikmati kenikmatan yang ada di bumi ini. Kemampuan mereka hanya sebatas dengusan, bahasa isyarat dan gerakan tangan saja. Ketika periode 3000 SM dizaman ini manusia pada saat itu telah mengenal bentuk tulisan yang mereka ukir di dinding-dinding goa, yang dikenal tulisan itu bernama piktograf, sebuah bentuk tulisan manusia dizaman itu yang memikiki pola seperti bentuk tangan, pepohonan dan bentuk-bentuk yang seakan menyerupai benda-benda dimasa itu. Beralih diperiode zaman 2900 SM diaman manusia pada zaman itu telah mengenal tulisan dengan bentuk hieroglif seperti menunjukan simbol-simbol objek seperti hewan, perkakas dan kapal. Zaman periode 500 SM bangsa Mesir kuno telah menemukan kertas yang terbuat dari serat Papyrus. Selanjutnya dizaman periode 105 SM bangsa Cina telah menemukan kertas yang terbuat dari serat bambu. Diperiode ini juga ditemukannya penggunaan 9 digit angka oleh bangsa Hindus di India. Dan sampai saat ini penggunaan angka 9 digit masih digunakan.
Pergantian waktu yang tak bisa diulang kembali walau sedetikpun merupakan sebuah sejarah yang sangat berharga. Perubahan kearah yang lebih baik, lebih maju itulah sesuatu yang diinginkan setiap insan di muka bumi ini. Masa lalu adalah motivasi dan masa depan adalah perjuangan. Untuk memperjuangkan masa depan dibutuhkan banyak faktor agar kita dapat mencapai atau mendekati target pencapaian. Faktor-faktor itu tergantung apa target yang hendak dicapai, disanalah sebuah usaha atau ikhtiar sangat berperan untuk perwujudan sebuah hasil tujuan. Banyak hasil akhir yang seakan tidak terduga karena merasa tidak melakukan usaha sebelumnya. Disanalah kekuasaan Sang Pencipta menunujkan kekuasaanNya dan kehendakNya untuk menjadikan sesuatu. Keadaan tak terduga itu merupakan sebuah hasil dimasa sebelumnya akibat kebaikan kita yang terlupakan. Alloh telah menjelaskan bahwa jika kita berbuat sebuah kebaikan maka niscaya kita akan mendapatkan sepuluh kebaikan. 
Perubahan waktu yang begitu cepat, membuat perubahan peradaban berubah dengan cepat pula. Tanpa disadari atau dengan disadari ketika perubahan peradaban tidak diiringi dengan kesiapan menunggangi zaman yang berubah cepat akan menyisakan sebuah kerusakan dan keterlamabatan dalam mengikuti perkembangan zaman itu. Sekakan terkejar-kejar mengikuti perkembangan ini, padahal seharusnya kita harus memiliki ancang-ancang untuk berlari mengejar perkembangan zaman itu, kita yang harus menunggagi perubahan zaman, buka kita yang ditunggangi oleh perubahan zaman. 
Setiap saat berlalu berarti setiap saat itu kita memiliki tambahan ilmu, karena ada sebuah keterangan bahwa jika dalam satu hari kita tidak mendapatkan sebuah ilmu berarti hari itu adalah hari sial. Betapa sangat pentingnya pengetahuan buat diri kita agar kita menjadi manusia yang cerdas yang tidak bisa dibohongi orang lain dan tidak akan membohongi orang lain. Ketika zaman telah canggih, kita sudah berada dikecanggihan itu karena kecerdasan yang kita miliki. Jadi setiap saat setiap waktu setiap perubahan zaman itu harus merupakan sebuah tambahan pengetahuan untuk diri kita.

Jumat, 25 September 2015

PESAN AA (13)



  • Dr Alan Cott, seoran pakar pengobatan dari Amerika Serikat, melaporkan hasil penyelidikan psikologinya terbukti puasa berpengaruh tinggi terhadap derajat kecerdasan seseorang.

  • “Ketahuilah, dengan mengingat Allah sajalah hati menjadi tentram” (QS Ar Ra’d 28)

  • Minder tidak boleh, karena kufur nikmat, merasa serba kurang. Sombong terlarang karena focus merasa diri lebih. Yang tepat adalah TAWADHU (rendah hati)

  • Syekhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan:’ Seoran wanita jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya, serta mentaati suaminya lebih utama daripada taat kepada orang tuanya (Majmu Fatwa  32/261).

  • Bekerja bukan untuk uang tapi untuk amal shaleh mendekat pada-Nya. Allah yang menjamin rizki lewat berbagai cara dan jalan.

  • Hidup yang meletihkan adalah sibuk mencari penilaian manusia, hidup yang menentramkan adalah sibuk hanya mencari penilaian Allah SWT.

  • “Dan bertakwalah kepada (Allah) yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat) perubahan gerakan badanmu diantara orang-orang yang sujud. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha menetaui (QS Asy Syuaraa 217-220)

  • Dihina karena jujur lebih baik dan menentramkan daripada dipuji padahal tidak jujur, pasti tidak akan tenang.

  • Bila ingin memperbaiki orang lain, fokuslah untuk memperbaiki diri dengan 3M, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, dan Mulai saat ini juga.
  • “Sesungguhnya orang-orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya” (QS Ath-Thaariq 15)

Mesjidku Seakan Sangat Jauh Dari Rumahku

Ketika malam yang larut mulai menggantikan suasana sore hari, kesunyian seperti datang dengan tergesa-gesa. Masih banyak para penghuni bumi ini yang merubah celananya menjadi bersarung dan berbaju muslim serta peci ala khas Indonesia. Kumandang adzan yang seakan saling bersahutan menandakan bahwa hari ini telah selesai untuk perhitungan tanggal di tahun hijriyah, karena menurut perhitungan hijriyah, pergantian tanggal itu dari pukul 18.00 atau pukul 6 sore. Lain dengan tahun masehi, dimana pergantian tanggal itu terjadi pada jam 00.00 atau jam 12 malam. Mereka yang berjalan menuju masjid seakan penuh dengan kebahagiaan, karena mereka datang atas undangan Alloh. Ketika muadzin berkumandang hayya 'alasshalah mari kita shalat, hayya 'alalfalah mari kita menuju kemenangan, mereka yang menang berjalan menuju rumah Allah yaitu masjid. Padahal ada suatu kata mutiara yang juga bisa dijadikan sebuah motivasi, "jarak yang paling jauh itu adalah dari rumah ke masjid". Betapa berat godaan yang datang ketika kita hendak menuju mesjid, yang katanya jika kita berangkat berjalan menuju mesjid, maka setiap langkah mengandung pahala.
Terlihat disana banyak ibu-ibu yang bermukena pun ikut berjalan dengan senyuman menuju rumah Alloh untuk menggapai janjiNya bahwa jika kita shalat dengan berjamaah maka 27 derajat adalah pahala bagi kita. Ketika ibu-ibu yang berjalan itu didebat, kenapa ikut shalat di masjid, padahal ada keterangan bahwa perempuan itu lebih baik shalat di rumah. Sepertinya penulis menyukai jawaban ibu-ibu itu, mereka menjawab, daripada mesjid kosong, laki-lakinya masih banyak yang shalat di rumah. Ada lagi celetukan dari ibu-ibu lain, "memangnya apa alasan kalau perempuan itu lebih baik shalat dirumah?" Ada seseorang yang menjawab, untuk menghindari fitnah. Namun ibu-ibu itu menceletuk lagi, masa saya pergi sendirian ke pasar, ke supermarket, ke sawah, ke ladang dan sebagainya tak ada yang protes, padahal bisa menjadi fitnah kan? Ini kami pergi ke mesjid untuk benar-benar beribadah menjalankan shalat berjamaah.
Memang ada sebuah keterangan bahwa perempuan lebih baik shalat di rumah, tapi kalau menurut penulis itu tidak harus untuk diperdebatkan, masih banyak hal lain yang menyangkut kepentingan umat yang patut diperdebatkan yang harus dicari jalan keluarnya. Misalnya masih banyak anak-anak yang malas bahkan tak mau pergi mengaji belajar Al-Qur'an, itu mesti kita perhatikan, karena jika anak-anak sudah malas mencari ilmu, siapa generasi penerus yang akan melanjutkan masa depan bangsa yang berkarakter dan berakhlak qur'ani.
 


PESAN AA (12)

  • Lakukanlah semata mengharap Alloh ridho, bukan karena mengharap penilaian atau suatu dari makhluk.
  • Ayo jaga hati, janagn biarkan perkara sepele merusak suasana hati dan kebahagiaan bersama.
  • “Setiap orang akan diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang dilakukannya (QS Ali Imran 161)
  • Berbuat baiklah dimanapun kapanpun, walau tidak ada yang melihat, pasti Alloh melihatnya, walau tidak ada yang tahu, Alloh pasti tahu.
  • Tidak ada yan tertukar dan meleset, haqqul yakin setiap perbuatan kita pasti kembali kepada diri kita sendiri, baik dan buruk.
  • “Dan barang siapa saja yang kamu nafkahkan, maka Alloh akan menggantinya dan Dia-Lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS  Saba’ 39)
  • Bila kita menolong orang lain dengan tulus sebetulnya kita sedang menolong diri kita sendiri, karena semua kembali kepada  pembuatnya.
  • Tak akan bisa jadi pemimpin yang baik, pemimpin yang cinta dunia dan diperbudak nafsu.
  • Orang yang yakin kepada Alloh akan lebih memikirkan dan yakin terhadap kehidupan akhirat, rindu surge dan takut azab neraka.
  • Sering sekali kita menderita oleh dramatisasi pikiran dan perasaan sendiri, padahal sesudah dilalui, biasa-biasa saja.

Kamis, 24 September 2015

JEPRETAN DEKAT RUMAH





Iedul Adha

1O Dzulhijah, itulah suatu hari dimana seluruh umat Islam merayakan hari lebaran, namanya Hari Iedul Adha atau hari raya qurban. Bagi muslim yang diberi kecukupan harta dan memiliki niat baik untuk berqurban, itulah saatnya mereka memberikan atau menunjukan sifat kesalehan sosialnya. Tidak sedikit orang kaya tapi belum mau untuk berkurban, tapi tidak sedikit pula orang yang dalam kesehariannya serba kekurangan tapi bisa melaksanakan ibadah qurban.
Sebagian dari orang muslim juga ada yang berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Mereka yang melaksanakan ibadah haji karena telah mampu untuk melaksanakan ibadah rukun islam yang ke lima tersebut. Banyak orang yang bilang ketika ditanya, kenapa belum melaksanakan ibadah haji, banyak orang yang menjawab karena belum ada panggilan. Meman untuk menjadi tamu Alloh itu harus ada niat dan Allah swt telah mengundang dan memanggil kita. Namun dalam kehidupan sehari-hari kita dalam waktu sehari lima kali dipanggil oleh Alloh untuk menjalankan ibadah shalat kita masih lalai, padahal untuk melaksanakan ibadah shalat tidak berbiaya alias gratis. Tapi kita masih banyak alasan karena banyak kegiatan seperti pekerjaan dan yang lainnya. Terus kita akan beralasan karena belum ada panggilan dari Alloh? padahal Alloh telah memanggil melalui muadzin lewat adzan yang dikumandangkannya, "hayya 'alas shalah" mari kita shalat!
Kembali kepada iedul adha yang identik dengan ibadah haji, banyak hal yang digali dari haji tersebut, misalnya "sa'i" atau berlari-lari kecil itu menandakan bahwa kita dalam hidup ini harus banyak berusaha jangan hanya diam saja. Bekerja adalah salah satu kegiatan untuk kita menyambung hidup agar kita bisa beribadah kepada Alloh swt. Pekerjaannya apa saja yang penting halal walaupun pekerjaan kita kecil atau sedikit, yang penting kita kerjakan dengan terus menerus, seperti hadist nabi "ahabul amali ilalloh abwamuha wain qola" pekerjaan yang disukai oleh Alloh adalah pekerjaan yang dilakukan secara terus menerus walaupun hanya sedikit.
selanjutnya, tidak banyak yang bisa saya tulis, saya mengucapkan "selamat hari raya iedul adha 1436H" semoga tahun depan ataupun tahun selanjutnya kita bisa melaksanakan Ibadah Haji ataupun Ibadah Qurban. aamiin

Kamis, 17 September 2015

Sejarah Singkat Kepramukaan Di Indonesia

Lupa dengan sejarah berarti kita bukan bangsa yang baik, berikut ini adalah sejarah singkat PRAMUKA di Indonesia yang bersumber dari http://pramukaria.blogspot.co.id semoga bermanfaat.
Sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Gagasan Baden Powell yang membentuk kepramukaan dengan cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Belanda. Di negara Belanda kepramukaan disebut sebagai Padvinder. Di negara jajahannya, termasuk Indonesia, Belanda mendirikan organisasi Kepramukaan. Di Indonesia dikenal dengan istilah NIPV (Netherland Indische Padvinder Vereniging; Persatuan Pandu-Pandu Belanda). Organisasi ini dikhususkan bagi anak-anak Belanda. 
Oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Karenanya kemudian muncul organisasi-organisasi kepramukaan pribumi yang kala itu jumlahnya mencapai lebih dari seratus organisasi. Organisasi itu semisal; JPO (Javananse Padvinders Organizatie); JPP  (Jong Java Padvinderij), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvinderij); HW (Hisbul Wathon) dll. 
Sejarah terus berlanjut. Melihat maraknya organisasi kepramukaan milik pribumi yang bermunculan, Belanda akhirnya membuat peraturan untuk melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda menggunakan istilah Padvinder. Karena itu kemudian KH. Agus Salim menggunakan istilah "Pandu" dan "Kepanduan". 
Sejak tahun 1930 timbul kesadaran dari tokoh-tokoh Indonesia untuk mempersatukan organisasi kepramukaan. Maka terbentuklah KBI (Kepanduan Republik Indonesia). KBI merupakan gabungan dari organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra). 
Dan pada tahun 1931 terbentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia), kemudian diubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938. 
Pada waktu pendudukan Jepang, kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA. 
Setelah masa kemerdekaan dibentuklah organisasi kepanduan yang bersifat nasional  yaitu Pandu Rakyat Indonesia yang dideklarasikan di Solo pada tanggal 28 Desember 1945. Pandu Rakyat Indonesia menjadi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia saat itu. 
Namun pada masa leberalisme, kembali bermunculan berbagai organisasi kepanduan seperti; HW, SIAP, Pandu Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Ansor, KBI dll yang jumlahnya mencapai seratusan lebih. Sebagian organisasi tersebut terhimpun dalam tiga federasi yaitu; IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, berdiri tanggal 13 September 1951), POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia, berdiri tahun 1954) dan PKPI (Persatuan Kepanduan Putri Indonesia). 
Pada 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia. Pada tanggal 10-20 Agustus 1955 IPINDO juga berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di Pasar Minggu Jakarta. Sedangkan POPPINDO dan PKPI pernah bersama-sama  menyambut singgahnya Lady Baden Powell (istri Baden Powell) ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia. Pada tahun 1959, PKPI mengadakan perkemahan besar untuk pramuka putri yang disebut “Desa Semanggi” di Ciputat. Pada tahun ini juga IPINDO mengirimkan kontingen ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.  
Menyadari kelemahan yang ada, ketiga federasi tersebut akhirnya meleburkan diri menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan  Indonesia). Namun ternyata Perkindo sendiri kurang solid sehingga  coba  dimanfaatkan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pionir Muda seperti di negara komunis lainnya. 
Mulai tahun 1960-an, berbagai pihak termasuk pemerintah dan MPRS melakukan berbagai upaya untuk melakukan penertiban organisasi kepanduan termasuk upaya untuk mendirikan Gerakan Pramuka. 
Pada hari Kamis malam tanggal 9 Maret 1961 Presiden mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. 
Presiden juga menunjuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA 
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kepres ini menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA. 
Kepres Nomor 238 Tahun 1961 ini ditandatangi oleh Perdana Menteri Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Karena Presiden RI, Ir. Soekarno saat itu sedang berkunjung ke Jepang. 
Pada tanggal 30 Juli 1961,  bertempat di Istora Senayan (Sekarang Stadiun Gelora Bung Karno), tokoh-tokoh organisasi kepanduan di Indonesia yang menyatakan dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA. 
Presiden Soekarno menyerahkan panji kepramukaan
Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti  oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA yang diperingati hingga sekarang. 
Mapinas saat itu diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno (Presiden RI)  dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara Kwarnas, diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan  Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

Terimakasih

Terimakasih,
Suatu ungkapan yang mengandung begitu besar maknanya, ungkapan yang diucapkan ketika kita merasa terbantu oleh bantuan seseorang.
Begitupun orang yang diucapkan terimakasih akan merasa bahagia karena merasa apa yang dilakukannya begitu berarti, walaupun terkadang tak ada tujuan atau tak ada maksud untuk diucapkan kalimat tersebut untuk dirinya, karena sebagian dari mereka merasa bukan hal yang sulit membantu orang lain.
Tak terasa kita hidup didunia ini sudah begitu lama, entah berapa milyar kenikmatan yang kita dapat dan kita rasakan dibumi ini. Terkadang kita lupa mengucapkan terimakasih dalam hal ini berarti bersyukur kepada yang memberikan kita hidup, yang memberikan kita kenikmatan yakni Alloh swt. Rasa syukur yang sepatutnya dan selayaknya kita peruntukan untuk Yang Maha Kuasa yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Namun dalam menjalaninya terkadang kita lupa dan terlena dengan kehidupan duniawi, lupa bahwa semua ini telah ada yang mengatur yaitu Yang Maha Pengatur Alloh swt.
Banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur kita, minimal dengan ucapan hamdalah, memuji kepada Alloh swt yang sudah sepatutnya kita fuji. Bertindak mensyukuri dengan cara menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Menjalankan ibadah sesuai dengan aturan yang shahih, sesuai dengan Al-Qur'an dan hadist.
Semoga kita adalah termasuk orang yang senantiasa bersyukur kepada Alloh swt.

Selasa, 15 September 2015

Hari Ini

Hari ini mataku merekam beberapa kejadian yang begitu penting untuk pelajaran hidupku.
Mood di pagi hari sepertinya harus dibuat senyaman mungkin, untuk melanjutkan mood waktu-waktu selanjutnya setelah pagi. Kenyamanan itu yang menciptakan adalah kita sendiri, dimulai dari bangun pagi jangan sampai keduluan oleh ayam jago yang berkokok. Selanjutnya melaksanakan kewajiban dan diusahakan mencari pahala yang 27. Karena ketika badan ini selesai beristirahat, ribuan sel kembali dimudakan dan diperbaharui, dilanjut dengan sesuatu yang baik, maka selanjutnya semoga kebaikan menaungi diri kita seterusnya. Secara kasarnya, kita belum melakukan dosa apapun untuk hari itu, tapi langsung menuju rumah Alloh untuk melaksanakan shalat berjamaah subuh, mungkin disanalah letak kemulusan menjalani hari itu.
Ketika rutinitas berjalan seperti roda yang berputar, maka disanalah kita menghadapi satu ujian yakni menghadapai rasa jenuh karena rutinitas yang seperti itu-itu saja. Namun rasa jenuh itu bisa akan hilang jikalau pembawaan kita untuk hari ini dibawa dengan se'enjoy mungkin tanpa berkeluh kesah apalagi menggerutu. Dibawa bahagia dan dibawa gembira. 
Selanjutnya mata ini merekam dan menyimpulkan di kejadian hari ini, bahwa ketika kita mendapatkan suatu undangan dari saudara kita, tentunya kita dianjurkan untuk menghadirinya, itulah salah satu hak seorang muslim bagi muslim lainnya, memenuhi undangan. Sebab disanalah terjalinnya suatu silaturahmi dan rezekipun datang menghampiri. 
Selanjutnya jadwal yang banyak kegiatan di satu waktu akan membawa ketidakfokusan dalam menjalaninya. Disanalah seorang muslim dituntut untuk bisa memanage waktu. Membagi waktu agar setiap kegiatan bisa terlaksana dan tidak merugikan orang lain atas janji yang telah terlontar.
Untuk catatan hari ini mungkin cukup, tapi sepertinya masih banyak kesalahan pemilihan kosakata.

Rabu, 09 September 2015

PIONERING

         Satu pengalaman, ketika sedang mempersiapkan sesuatu untuk diangkut kedalam sebuah bak mobil, ketika itu disuruh untuk menalikan sebuah tambang agar barang yang dibawa tidak terjatuh. Teringat dimasa lalu ketika belajar sebuah ilmu tali temali, namun lupa bagaimana caranya apalagi nama talinya. Namun ketika melihat seorang sopir menalikan barang yang akan dibawa, betapa begitu cekatan dan terlihat rapi juga kuat. Namun sopir itu tak mengetahui apa nama resmi dari tali temali yang beliau gunakan, yang penting teringat dengan kata-katanya, "masa anak pramuka kalah sama saya yang bukan pramuka". Kata-kata itu jangan dijadikan rasa benci, namun jadikan sebuah motivasi untuk belajar kembali ilmu tali temali atau dikenal dengan istilah pionering dalam kepramukaan. Berikut adalah sedikit materi yang bersumber dari http://scoutnomad.blogspot.com
          Pionering adalah bangunan yang tebuat dari tali dan tongkat dengan dasar tali temali pada pramuka. dalam sehari - hari kita sering menggap bahwa simpul adalah tali temali. anggapan itu adalah salah.
sebenarnya tali itu adalah bendanya, simpul adalah hubungan tali dengan satu tali atau lebih, sedangkan ikatan adalah hubungan tali dengan benda lain eperti tongkat, kayu dan lain - lain

Macam simpul pramuka ada banyak. disini kita akan menunjukkan simpul dan kegunaannya. antara lain

  1. simpul ujung tali
    simpul ini digunakan untuk mengikat ujung tali agar tidak terlepas
  2. simpul mati
    simpul ini digunakan untuk menyambungkan dua utas tali yang sama besar dan sama kering
  3. Simpul Hidup
    simpul ini digunakan untuk menyambung dua buah utas tali yang sama besar dan sama keadaan kering namun simpul ini sangat mudah untuk di lepaskan
  4. Simpul anyam
    simpul ini digunakan untuk menyambung dua buah utas tali yang sama besar dan dalam keadaana tidak basah
  5. Simpul Nayaman Berganda
    simpul ini tidak jauh beda dengan simpul anyam, hanya saja simpul ini untuk menyambung dua utas tali yang tidak sama besar dan dalam keadaan basah
  6. Simpul Erat
    simpul ini digunakan untuk memendekan tali tanpa harus memotong tali
  7. Simpul Kembar
    simpul ini digunakan untuk menyambung dua utas tali yang sama besar dan licin
  8. Siimpul Kursi
    simpul ini digunakan untuk menurunkan benda atau orang
  9. Simpul Penarik
    simpul ini digunakan untuk menarik benda yang cukup besar
  10. Simpul Laso
    simpul ini digunakan untuk menjerat binatang




    macam macam ikatan dan funsinya dalam tekpram
  1. Ikatan Pangkal
    Ikatan ini dignakan untuk mengikat tali pada tiang atau tongkat. tetai ikatanini juga dapat digunakan sebagai untuk memulai suat ikatan
  2. Ikatan Tiang
    Ikatan ini digunakan untuk mengikat suatu benda namun ikatan ini masih dapat berputar dan bergerak leluasa semisal untuk mengikat leher binatang
  3. Ikatan Jangkar
    Iaktan ini Digunakan untuk mengikat suatu benda yang berbentuk Ring
  4. Ikatan Tambat
    Ikatan ini digunakan untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan
  5. Ikatan Tarik
    Ikatan ini digunakan
     untuk menambatkan tali pengikat binatang pada  suatu tiang, kemudian mudah untuk  membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon
  6. Ikatan Turki
    Ikatan ini digunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher
  7. Ikatan Palang
  8. Ikatan Canggah
  9. Iktan silang
  10. Ikatan Kaki tiga

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...