Minggu, 17 April 2016

Tanpa

Berkali-kali berusaha menemukan perihal kesenangan hidup. Tak dinyala dan tak disangka ternyata hanya rasa bersyukurlah yang menjadikan hidup ini nikmat dan tenang. Ketika ketenangan telah timbul dalam diri, nisaya kenikmatan hiduplah yang tercipta. Bagaimana tidak terjadi seperti itu, dikala pemikiran dan perasaan jiwa ini dalam masa ketentraman, maka tumbuh rasa perdamaian. Salah satu contoh adalah tidak merasa iri dengan kelebihan orang lain, seperti tidak merasa iri dengan orang lain yang memiliki mobil dan kita hanya memiliki sepeda motor saja misalnya. Bayangkan saja ketika misalnya kita iri dengan kesenangan yang diraih oleh orang lain, kita akan merasa tersiksa dan menjadi pusing karena ingin memiliki atau ingin menyerupai seperti orang lain tersebut. Namun jikalau rasa syukur yang dikedepankan, maka ketenanganlah yang diraih. Melihat orang lain memiliki mobil baru, maka bahagialah kita yang menyaksikan. Ketika orang lain memiliki jabatan yang ditinggikan, rasa bahagia dan syukur pulalah yang ditunjukan. Jadi bukanlah kedengkian yang ditanamkan, dimana dengki dalam arti sempitnya adalah susah melihat orang lain senang dan senang ketika melihat orang lain susah.
Akhirnya, semoga kita dijadikan hamba yang ahli bersyukur.

Rabu, 13 April 2016

GEMINGAN KATA (2)



          Bertanya seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Induk yang menjadi tumpuan berdiri dikaki sendiri. Kesendirian yang berselimut rasa sepi berbalut luka. Terluka karena pertanyaan yang belum terjawab. Jawaban yang diharapkan seperti halnya mereka merindukan sinar rembulan. Bulan yang terindah menghiasi malam ditemani bintang-bintang. Bintang yang berkelip setiap mata berkedip mesra. Kemesraan bersama beriringan menyelimuti kesenangan yang dibarengi kisah canda juga kisah tawa. Tertawa seakan sebuah senyum manis hasil kemenangan. Menang yan terbangun dari kekalahan yang tak diduga oleh logika. Logika yang berimajinasi seakan mereka mengumbar senyuman. Senyuman yang tanpa kata-kata penuh makna.
          Bergurau sendu berjalan tanpa iringan irama tak bernada. Nada-nada yang berbunyi dari biola-biola tak berdawai. Bergurau bagai penerka tersungkur disana. Nada-nada terdengar terhenyak meninggalkan gemingan-gemingan telinga bersahabat. Bergurau bersama mereka yang bersedih hati. Nada-nada tertawa beraturan menjaga kesungguhan diri. Bergurau bersama mereka yang sudah tersenyum. Nada-nada tertawa terbahak-bahak menunjukan pantauan imajinasi mereka. Bergurau dan tersenyum. Nada-nada tersenyum dan tertawa yang terbahak-bahak.
          Puing-puing kenangan belum terhapus dalam pejaman mata. Mata yang indah juga anugerah dari Sang Maha Pencipta alam semesta. Semesta alam menyaksikan kepiluan kenangan yang telah menjadi puingan-puingan kesedihan yang tertanam di memori otak kanan. Kanan yang berdampingan dengan kiri seperti mereka. Mereka yang menjadi kenangan yang tak akan terlupakan apalagi termakan oleh zaman. Zaman yang semakin seperti ini bagi mereka yang tak bisa mengimbangi. Seimbang antara kesedihan dan kebahagiaan. Bahagia yang dulu dirasakan bersama. Bersama dengan dirinya yang memberi kasih sayang yang tak ada ujungnya. Ujung sekecil apapun tak akan ada yang menandinginya dari beliau. Beliau yang bercucuran keringat untuk mereka yang sekecil dan sepolos lucu. Lucu ketika mereka member dan menebar senyuman sebagai penghilang rasa penat dan lelah. Lelah yang hilang ketika mendengar celotehan dan cerita yang tak masuk akan logika. Logika yang berbicara namun mereka menerka dengan senyum lepas bukan menertawakan tapi merasa bahagia akan perkembangan mereka. Mereka yang kehilangan Dia yang terhapus oleh waktu dan ruang yang berbeda. Berbeda dengan hari-hari biasa yang terus bersama dengan kehadiran dirinya. Dirinya yang merasa lelah ketika bermimpi untuk masa depan mereka. Mereka yang belum tahu cara berterimakasih kepada Dia yang menjadi jembatan kehidupan yang layak. Layaknya senyuman dan tawa yang mengembang menyinari dunia dengan hangatnya matahari yang menghangati seisi dunia. Didunia ini hanyalah untaian kata-kata makna yang terkirim untuk Dia yang sudah merasa nyaman disana. Disana tertidur panjang menunggu akhir cerita yang semua orang tak mengetahuinya.
          Semoga Dia nya saya dan dia dia dia dia nya mereka mereka diluar sana diberikan tempat yang terindah ternyaman dan menjadi harapan semua yang bernafas Aamiin….

Selasa, 12 April 2016

Dimana Cahaya?



Cahaya yang datang seakan menjadi suatu petunjuk bagi mereka yang berada dalam kegelapan.Gelap yang membuat mata sebagai indera penglihat menjadi tak berfungsi, karena salah satu syarat untuk melihat adalah adanya cahaya yang memantul dari suatu benda yang memantul kembali melalui mata, disanalah terjadi suatu proses melihat. Begitu besar peran cahaya dalam setiap proses langkah kehidupan ini. Disanalah kita akan membutuhkan cahaya walaupun hanya sebesar api yang menyala di sumbu-sumbu lilin. Karena dengan sedikit cahaya, mata kita akan bisa berfungsi dan akhirnya dengan sedikit cahaya akan menuju cahaya yang semakin besar yang terang benderang.
Penggalan paragraph diatas hanyalah sebuah symbol kehidupan bagi kita semua yang berfikir dan beriman. Berfikir berarti kita memikirkan dengan akal kita bahwa semua yang Allah swt ciptakan didunia ini pastilah banyak manfaatnya serta keteraturan yang maha daripada yang maha. Beriman berarti kita mengimani atau mempercayai akan kebesaran ciptaan Allah swt dan tidak ada suatu apapun yang bisa menyamai dan menyerupai ataupun mengimbangi kekuasaan Allah swt. Selanjutnya disanalah kita dituntut untuk bisa bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang debirikan Allah swt kepada setiap makhluknya di alam semesta ini.
Jika dijadikan suatu pemisalan akan pentingnya cahaya bagi keberlangsungan hidup ini adalah seperti hidup ini yang tak memiliki arah dan tujuan. Sebagaimana cahaya lampu dalam kegelapan hitam pekat tak terlihat apapun. Andai saja ada sedikit cahaya, disanalah kita akan tertuntun menuju cahaya ataupun menuju tujuan hidup yag sesungguhnya.
Banyak diantara kita yang mengalami gelapnya hidup ini. Hal ini terjadi ketika diri kita tertimpa suatu musibah ataupun suatu ujian bahkan suatu peringatan. Ketika itu terjadi banyak diantara sebagian manusia menjadi mengalami kegelapan seperti tanpa cahaya tanpa arah dan tujuan. Hasilnya hidup orang yang mengalami hal tersebut menjadi buyar tak tentu arah, bahkan bisa-bisa menabrak koridor-koridor ketentuan yang seharusnya tak boleh ditabrak. Dengan bahasa lain menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan tanpa mata tanpa melihat dan tanpa bimbingan.
Seharusnya ketika menghadapi sedikit cobaan atau cobaan yang besar, carilah cahaya yang diharapkan bisa menerangi jalan kita. Namun bukna cahaya fatamorgana yang menjerumuskan kita nantinya. Tapi cahaya yang sungguh-sungguh cahaya untuk mendapatka jalan yang lurus dan mendpatkan tuntunan kearah jalan cahaya yang terang benderang. Atau dengan bahasa lain bahwasannya kita harus tetap pada keyakinan bahwa kita manusia yang beriman dan menjalankan segala PerintahNya dan menjauhi laranganNya senantiasa tetap bersyukur dan tetap menjadi hambaNya yang taat beribadah dan menjadi ahli syukur agar jalan cahaya tetap berada dihadapan kita. Selain itu tetaplah menjadi hamba yang menjadi ahli berdo’a dan ahli meminta kepada yag seharusnya diminta, yakni Allah swt.
Perjalanan hidup yang dijalani, ketika mengahadapi kegelapan akibat jauh dari agama, atau sedikit tergelincir dari agama, seakan kita ini adalah bukan kita yang seperti biasanya. Tetap istiqamah dalam kebaikan dan istiqamah menjadi hambaNya yang senantiasa terus mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. Dan semoga kelak ditempatkan di sisi Allah dalam syurganya yang didambakan setiap ummat Islam di dunia ini.

Sabtu, 09 April 2016

Sekeras Batu Dapat Dikecilkan




Pagi Ini



Berat kepala ini tak seperti biasanya. Ternyata efek dari semalam yang tidur terlambat tak seperti biasanya. Memang ajaib tubuh ini yang membuat kebiasaan terjadi seperti terbiasa. Semisal ketika kita terbiasa buang air besar sebelum mandi pagi, maka kebiasaan itu akan terulang terus selama kondisi tubuh ini normal. Permisalan yang lain adalah bangun tidur, ketika terbiasa bangun jam sekian, maka akan terbiasa mata ini terjaga dijam sekian. Begitu juga efek begadang semalam membuat kepala menjadi terasa berat terasa dan sulit untuk beranjak dari tempat tidur dan untuk terjaga.
Namun pagi seperti berteriak seolah ingin mengajak menyaksikan keindahannya yang diiringi lagu-lagu alam dari burung-burung kecil yang beterbangan mencari makan untuk hari itu. Pagi yang diselimuti udara yang sejuk nan terasa damai. Belum banyak aktivitas yang terjadi diwaktu ini, karena para insan masih mengumpulkan ide-ide yang diiringi harapan untuk menjalani hari ini, juga menyediakan tenaga untuk bisa menjalankan hidup dihari itu.
Waktu itu pun terbangun setelah menyelesaikan kewajiban yang ditugaskan bagi seluruh umat Muslim di dunia ini. Kaki berjalan sesuai dengan perintah otak yan diinformasikan sehingga kaki bergerak menuju sesuatu yang diinginkan. Senyum terkembang ketika bertemu dengan insane lain yang sama ingin menikmati pagi ini. Namun kepala ini masih terasa berat, karena jatah sel-sel untuk beristirahat tercuri dengan begadang yang terlalu malam. Hasilnya pagi itu pun tak dinikmati seperti biasanya. Karena biasanya dipagi hari kaki berjalan berulang mengelilingi lapangan yang datar yang menimbulkan keringat sedap menehatkan dentuman jantung ini. Jantung yang bekerja memompa aliran darah sehingga berjalan menjalar ditubuh sehingga hidup ini dinikmati dengan senikmat-nilmatnya.
Namun pagi itu kepala masih terasa berat lagi, seperti menimbulkan rasa malas untuk menikmati pagi yang menggiurkan namun dingin menusuk tulang-tulang putih. Sepertinya badan ini butuh dibasuh diguyur air untuk mandi. Setelah mandi badan ini sedikit terobati segar terasa, kepala yang berat sedikit memudar terasa ringan sedikit.
Pagi pun berlanjut, aktivitas berjalan kembali menjemput rezeki yang telah ditentukan peruntukannya. Disana terjadi peperangan hati yang kerap merasa iri atas rejeki orang lain. Padahal apa yang kita dapatkan dihari itu, sudah ditentukan dari sebelum kita terlahir kedunia ini. Jadi seharusnya jangan merasa iri atas rejeki yang kita jemput dihari itu. Ketika kita merasa iri dengan orang lain berarti disana kita tidak berterimakasih kepada Ar-Rajaq yang Maha Memberi Rejeki. Syukurilah rejeki yang kita terima dihari ini dan hari sebelum-sebelumnya. Karena ketika kita merasa berterimakasih dengan kata lain merasa bersyukur, berarti disana kita sedang menabung untuk masa depan, untuk mendapatkan penambahan atau keberkahan selanjutnya. Sebaliknya ketika tidak merasa bersyukur maka disana kita akan menghadapi adzab yang besar dari Sang Khalik.
Selanjutnya bersyukurlah, qanaah terima apa adanya pemberian Allah SWT, menikmati pagi pun itu adalah sebuah rejeki bagi kita. Karena banyak orang lain yang ketika tidur dimalam hari, paginya sudah tidak bernyawa lagi. Semoga hidup kita selalu berkah dan selalu diberi bimbingan sehingga kita selalu dijalan yang benar.

Rabu, 06 April 2016

Menjalanakan Word dengan Tombol Keyboard

Sedikit berbagi ilmu yang terkadang terlupakan karena jarang digunakan, berikut ini adalah sedikit ilmu tentang menggunakan aplikasi Microsoft Word, menjalankan perintah dengan menggunakan tombol-tombol keyboard.

Perintah menggunakan Alt.
Alt + F = File
Alt + E = Edit
Alt + V= View
Alt + I = Insert
Alt + O=Format
Alt + A = Table
Alt + T = Tools
Alt + W= Window
Alt + H = Help

Perintah menggunakan perintah Ctrl.
  • Ctrl + A (All) = Memblok Semua Teks
  • Ctrl + B (Bold) = Menebalkan Tulisan
  • Ctrl + C (Copy) = Mengcopy / Menggandakan Teks / Gambar / Objek Lainnya
  • Ctrl + D = Menampilkan Format Font, dan animasinya
  • Ctrl + Shift + D (Double Underline) = Membuat garis bawah ganda / double
  • Ctrl + E (Center) = Menengahkan tulisan / Membuat judul
  • Ctrl + F (Find) = Mencari kata
  • Ctrl + Shift + F (Font) = Mengganti jenis tulisan
  • Ctrl + G (Go To…) = Mencari halaman / pindah ke halaman ….
  • Ctrl + H (Find And Replace) = Mencari kata dan menggantikannya dengan kata yang lain
  • Ctrl + I (Italic) = Membuat tulisan cetak miring
  • Ctrl + J (Justify) = Membuat rata kiri kanan sebuah paragraf
  • Ctrl + K (Hyperlink) = Menggabungkan beberapa file menjadi satu
  • Ctrl + L (Align Left) = Membuat rata kiri sebuah paragraf sedangkan kanan tidak rata
  • Ctrl + M = Membuat satu tabulasi
  • Ctrl + N (New) = Membuka lembaran kerja baru
  • Ctrl + O (Open) = Membuka File yang pernah disimpan
  • Ctrl + P (Print) = Mencetak sebuah dokumen / lembaran kerja
  • Ctrl + Q = Menghilangkan Tabulasi buatan
  • Ctrl + R (Align Right) = Membuat rata kanan sebuah paragraf sedangkan kiri tidak rata
  • Ctrl + S (Save) = Menyimpan sebuah dokumen / lembaran kerja
  • Ctrl + T (Hanging Indent) = Membuat paragraf gantung
  • Ctrl + U (Under Line) = Membuat garis bawah pada teks
  • Ctrl + V (Paste) = Menampilkan hasil copy ataupun hasil pemindahan teks
  • Ctrl + W (Close) = Menutup lembaran kerja / dokument yang aktif
  • Ctrl + X (Cut) = Memindahkan Teks / Gambar / Objek Lainnya
  • Ctrl + Y (Redo) = kebalikan Ctrl + Z
  • Ctrl + Z (Undo) = Membatalkan perintah terakhir yang terhapus / yang lainnya

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...