Jumat, 05 November 2021
Rabu, 03 November 2021
Rabu, 15 September 2021
Surat Terbuka Untuk Mas Menteri | Sedih berurai air mata membacanya (bagi yang paham)
kotretaniyek Surat ini saya temukan di grup WhatsApp ketika musim tes untuk PPPK guru. Memang terasa mencabik perasaan ini. Tapi memang iniliah hidup, semuanya penuh perjuangan. Berikut isi surat dari seorang pengawas PPPK yang sedikit banyaknya mewakili perasaan kami pejuang pencerdas anak bangsa!
Yang terhormat,
Mas menteri
Nadiem Makarim
Tak adakah rasa ngilu di dalam dada mas menteri melihat sepatu tua yang lusuh ini?
Memang benar sepatu tua ini terlihat bermerek, tetapi tahukan ini hanya sepatu loak apkiran
Tahukah Mas menteri,
Sepatu ini telah dipakai bertahun-tahun lamanya oleh si empunya
Seorang bapak dengan pakaian putih lusuh dan celana hitam yang warnanya sudah tak hitam lagi karena pudar.
Mendekati usia senja masih setia mengajari anak-anak di pelosok negeri ini membaca dan mengeja
Di saat putus pengharapan untuk mendapatkan hidup yang lebih layak. Beliau tetap semangat. Tak sekedar mengajar tetapi mendidik
Gaji di bawah lima ratus ribu sungguh tak cukup untuk makan sebulan. Apalagi untuk membeli sepatu
Terpaksa di saat pulang mengajar beliau mencari pendapatan tambahan sebagai pekerja serabutan
Tahun ini mas menteri memberikan secercah harapan untuk beliau. Program PPPK untuk memberikan harapan kehidupan yang lebih layak
Tetapi tahukah mas menteri? soal-soal yang mas menteri berikan hanya teori belaka saja. Tak sebanding dengan praktik pengabdian berpuluh-puluh tahun lamanya
Soal-soal yang membuat beliau terseok-seok ketika memegang mouse dan membuat kepalanya pening
Akhirnya, PASSING GRADE pun tak diraih. Pecahlah tangis beliau di dalam hati. Terlihat jelas ketika nilai-nilai itu terpampang di layar monitor. Beliau terdiam seribu bahasa.
Entahlah, apa yang dipikirkan. Melihatnya sayapun ikut terisak.
Memang benar beliau tak secerdas, sejenius, sekreatif mas menteri. Tetapi beliaulah yang menjadi pelita di tengah gulita buta aksara di pelosok negeri
Memang benar beliau tak pandai teknologi, tetapi tanpa teknologi beliau mampu membuat anak-anak negeri ini merangkai kata dari A hingga Z. Berhitung hal-hal dasar untuk memahami hidup
Memang benar para muridnya sebagian besar menjadi TKI dan TKW. Tapi tahukah mas menteri, bukankah mereka juga merupakan pahlawan penghasil devisa negara tercinta ini?
Beliau mempunyai andil yang besar dalam membangun negeri tercinta ini.
Sudi kiranya mas menteri memberikan keringanan untuk melihat beliau bisa menikmati masa tua dengan sepatu dan kehidupan yang layak
Tak usah diperumit
Jika tidak ada kebijakan untuk mengangkat derajat mereka, setidaknya di surga besok sepatu ini akan menjadi saksi bahwa ilmu yang beliau ajarkan sangat bermanfaat untuk keberlangsungan umat
Dari saya,
Novi Khassifa
Pengawas ruang PPPK
Ditulis dengan berurai air mata
Senin, 16 Agustus 2021
Membeli Keringat Guru
kotretaniyek Dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya,
Murid : "Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?
Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.
Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan berkata : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram".
"Berapa harga emas seberat itu? "
Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,
"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah,"
Guru : "Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?"
Murid berkata : "Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga dibawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 milyar?"
Guru menjawab : "Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu. "
Guru berkata lagi, "Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : "Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"
"Apakah ada yang mau membeli keringatnya? "
"Tentu tidak." Ujar murid.
"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya."
Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : "Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu..."
Guru berkata : "Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini."
Untuk semua guru, Terima kasih atas segenap perjuanganmu semoga Allah Azza Wa Jalla melindungmu dan memberkahi umurmu..
Jazakumullahu khairaan..
Kamis, 01 Juli 2021
Hadis Arbain Nawawi I (Bagian 3)
kotretaniyek Hadis Arbain Nawawi I No. 3
Hadis Ke-3 Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”(HR.Bukhori dan Muslim) Kedudukan Hadis Hadis ini merupakan hadis yang agung karena menyebutkan tonggak-tonggak Islam atau yang disebut dengan Rukun Islam. Berpangkal dari kelima rukun tersebut Islam dibangun. Macam-macam penggunaan istilah Islam Istilah islam digunakan dalam dua bentuk, yaitu: 1. Islam ‘Am berarti berserah diri kepada Allah dengan cara bertauhid, tunduk kepada-Nya dalam bentuk ketaatan serta bersih dan benci dari syirik dan penganutnya. Islam dalam pengertian ini merupakan ke-Islam-an makhluk secara umum tak seorangpun keluar dari ketentuan ini baik suka atau-pun terpaksa. Islam seperti ini-lah Islam yang diajarkan oleh seluruh rasul. 2. Islam Khos berarti Islam yang dibawa oleh Muhammad shallallaahu álaihi wa sallam, yaitu: mencakup Islam dengan makna ‘am yang sesuai dengan tuntunan Muhammad shallallaahu álaihi wa sallam. Jika istilah Islam datang secara mutlaq maka maksudnya adalah Islam khos. Syahadatain Syahadat tidaklah sah sehingga terkumpul padanya tiga hal: keyakinan hati, ucapan lisan dan menyampaikan kepada orang lain. Dalam kondisi tertentu terkadang diperbolehkan untuk tidak menyampaikan kepada orang lain. Makna syahadat “la ilaha illa’llahu” adalah menafikan hak disembah pada selain Allah dan menetapkan hanya Allah-lah yang berhak untuk disembah. Konsekuensinya harus mentauhidkan Allah dalam ibadah, oleh karena itu kalimat tersebut dinamakan sebagai kalimat tauhid. Makna syahadat “Muhammad Rasulullah” adalah meyakini dan menyatakan bahwa Muhammad bin Abdillah adalah benar-benar utusan Allah yang mendapatkan wahyu berupa Kalamullah untuk disampaikan kepada manusia seluruhnya. Dan dia adalah penutup para Rasul. Konsekuensi dari syahadat ini yaitu membenarkan beritanya, mentaati perintahnya, menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah hanya dengan syar’iatnya . Utusan Allah dari kalangan manusia mendapatkan wahyu melalui utusan Allah dari kalangan malaikat maka tidak-lah mereka langsung mendapatkan dari Allah kecuali pada sebagian, sesuai dengan kehendak Allah. Hukum meninggalkan rukun Islam. Hukum meninggalkan Rukun Islam dapat diperinci sebagai berikut: 1. Meninggalkan syahadatain hukumnya kafir secara ijma’. 2. Meninggalkan shalat hukumnya kafir menurut jumhur ulama atau ijma’ sahabat. 3. Meninggalkan rukun yang lainnya hukumnya tidak kafir menurut jumhur ulama. Meninggalkan disini dalam arti tidak mengerjakan dengan meyakini kebenarannya dan kewajibannya, adapun jika tidak meyakini kebenarannya dan kewajibannya maka hukumnya kafir walaupun mengerjakannnya. Pembagian Rukun Islam Rukun islam terbagi menjadi empat kelompok yaitu:
1. Amal i’tiqodiyah yaitu syahadataian
2. Amal badaniyah yaitu solat dan puasa. 3. Amal maliyah yaitu Zakat.
4. Amal badaniyah dan maliyah yaitu haji.
Minggu, 27 Juni 2021
Hadis Arbain Nawawi I (Bagian 2)
kotretaniyek Hadis Ke-2 Dari Umar rodhiyallohu’anhu juga, beliau berkata: Pada suatu hari ketika kami duduk di dekat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak bekas dari perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Kemudian ia duduk di hadapan Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, lalu mendempetkan kedua lututnya ke lutut Nabi, dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya, kemudian berkata: ”Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.” Kemudian Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam menjawab: ”Islam yaitu: hendaklah engkau bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke rumah Alloh jika engkau mampu mengerjakannya.” Orang itu berkata: ”Engkau benar.” Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya. Orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman”. (Rosululloh) menjawab: ”Hendaklah engkau beriman kepada Alloh, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.”Orang tadi berkata: ”Engkau benar.” Lalu orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang ihsan.” (Beliau) menjawab: “Hendaklah engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau.” Orang itu berkata lagi: ”Beritahukanlah kepadaku tentang hari kiamat.” (Beliau) mejawab: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.” Orang itu selanjutnya berkata: ”Beritahukanlah kepadaku tanda-tandanya.” (Beliau) menjawab: ”Apabila budak melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, yang miskin lagi penggembala domba berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan.” Kemudian orang itu pergi, sedangkan aku tetap tinggal beberapa saat lamanya. Lalu Nabi shollallohu ’alaihi wasallam bersabda: ”Wahai Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu ?”. Aku menjawab: ”Alloh dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui.” Lalu beliau bersabda: ”Dia itu adalah malaikat Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”(HR. Muslim). Kedudukan Hadis Materi hadis ke-2 ini sangat penting sehingga sebagian ulama menyebutnya sebagai “Induk sunnah”, karena seluruh sunnah berpulang kepada hadis ini. Islam, Iman, dan Ihsan Dienul Islam mencakup tiga hal, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan. Islam berbicara masalah lahir, iman berbicara masalah batin, dan ihsan mencakup keduanya. Ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari iman, dan iman memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Islam. Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah kecuali jika terdapat padanya iman, karena konsekuensi dari syahadat mencakup lahir dan batin. Demikian juga iman tidak sah kecuali ada Islam (dalam batas yang minimal), karena iman adalah meliputi lahir dan batin. Perhatian! Para penuntut ilmu semestinya paham bahwa adakalanya bagian dari sebuah istilah agama adalah istilah itu sendiri, seperti contoh di atas. Iman Bertambah dan Berkurang Ahlussunnah menetapkan kaidah bahwa jika istilah Islam dan Iman disebutkan secara bersamaan, maka masing-masing memiliki pegerttian sendiri-sendiri, namun jika disebutkan salah satunya saja, maka mencakup yang lainnya. Iman dikatakan dapat bertambah dan berkurang, namun tidaklah dikatakan bahwa Islam bertambah dan berkurang, padahal hakikat keduanya adalah sama. Hal ini disebabkan karena adanya tujuan untuk membedakan antara Ahlussunnah dengan Murjiáh. Murjiáh mengakui bahwa Islam (amalan lahir) bisa bertambah dan berkurang, namun mereka tidak mengakui bisa bertambah dan berkurangnya iman (amalan batin). Sementara Ahlussunnah meyakini bahwa keduanya bisa bertambah dan berkurang. Istilah Rukun Islam dan Rukun Iman Istilah “Rukun” pada dasarnya merupakan hasil ijtihad para ulama untuk memudahkan memahami dien. Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut tidak terjadi.Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman, artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka imanpun tidak ada. Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak, artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada. Demikianlah semestinya kita memahami dien ini dengan istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama, namun istilah-istilah tersebut tidak boleh sebagai hakim karena tetap harus merujuk kepada ketentuan dien, sehingga jika ada ketidaksesuaian antara istilah buatan ulama dengan ketentuan dien, ketentuan dien lah yang dimenangkan. Batasan Minimal Sahnya Keimanan 1. Iman kepada Allah. Iman kepada Allah sah jika beriman kepada Rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, dan asma’ dan sifat-Nya. 2. Iman kepada Malaikat. Iman kepada Malaikat sah jika beriman bahwa Allah menciptakan makhluk bernama malaikat sebagai hamba yang senantiasa taat dan diantara mereka ada yang diperintah untuk mengantar wahyu. 3. Iman kepada Kitab-kitab. Iman kepada kitab-kitab sah jika beriman bahwa Allah telah menurunkan kitab yang merupakan kalam-Nya kepada sebagian hambanya yang berkedudukan sebagai rasul. Diantara kitab Allah adalah Al-Qurán. 4. Iman kepada Para Rasul. Iman kepada para rasul sah jika beriman bahwa Allah mengutus kepada manusia sebagian hambanya mereka mendapatkan wahyu untuk disampaikan kepada manusia, dan pengutusan rasul telah ditutup dengan diutusnya Muhammad shallallaahu álaihi wa sallam. 5. Iman kepada Hari Akhir. Iman kepada Hari Akhir sah jika beriman bahwa Allah membuat sebuah masa sebagai tempat untuk menghisab manusia, mereka dibangkitkan dari kubur dan dikembalikan kepada-Nya untuk mendapatkan balasan kebaikan atas kebaikannya dan balasan kejelekan atas kejelekannya, yang baik (mukmin) masuk surga dan yang buruk (kafir) masuk neraka. Ini terjadi di hari akhir tersebut. 6. Iman kepada Taqdir. Iman kepada taqdir sah jika beriman bahwa Allah telah mengilmui segala sesuatu sebelum terjadinya kemudian Dia menentukan dengan kehendaknya semua yang akan terjadi setelah itu Allah menciptakan segala sesuatu yang telah ditentukan sebelumnya. Demikianlah syarat keimanan yang sah, sehingga dengan itu semua seorang berhak untuk dikatakan mukmin. Adapun selebihnya maka tingkat keimanan seseorang berbeda-beda sesuai dengan banyak dan sedikitnya kewajiban yang dia tunaikan terkait dengan hatinya, lesannya, dan anggota badannya. Taqdir Buruk Buruknya taqdir ditinjau dari sisi makhluk. Adapun ditinjau dari pencipta taqdir, maka semuanya baik. Makna Ihsan Sebuah amal dikatakan hasan cukup jika diniati ikhlas karena Allah, adapun selebihnya adalah kesempurnaan ihsan. Kesempurnaan ihsan meliputi 2 keadaan: 1. Maqom Muraqobah yaitu senantiasa merasa diawasi dan diperhatikan oleh Allah dalam setiap aktifitasnya, kedudukan yang lebih tinggi lagi. 2. Maqom Musyahadah yaitu senantiasa memperhatikan sifat-sifat Allah dan mengaitkan seluruh aktifitasnya dengan sifat-sifat tersebut.
Download Aplikasi KESAN (Gratis & Tanpa Iklan) di https://kesan.id/app/hadis/Arbain_Nawawi_I/2
Sabtu, 26 Juni 2021
6 Tahun Kotretan Iyek
kotretaniyek Belum berada pada performa seharusnya.
Di ulang tahun yang ke 6 ini, penulis akan berusaha kembali meningkatkan performa blog ini. Semoga Alloh SWT menghendaki dan mengizinkan.
Tidak bisa panjang lebar, singkat saja, kesimpulannya, saya haturkan terimakasih kepada pembaca setia blog ini, walau belum banyak, tapi terlihat selalu ada pembacanya.
Kamis, 17 Juni 2021
Jaga Akhiratmu
kotretaniyek Jaga akhiratmu maka Allah akan menjaga duniamu. Jaga kehidupan pribadimu maka Allah akan mengurus kehidupan publikmu.
Umar ibnu Abdul Aziz
Selasa, 15 Juni 2021
6 Kriteria Bahagia Hidup Di Dunia dan Akhirat
kotretaniyek Suatu hari Rasulullah bertemu dengan salah seorang sahabatnya yang
kondisinya sangat memprihatinkan sehingga mengundang perhatian Rasul sampai
Rasul bertanya, mengapa kamu menjadi seperti ini. Orang tersebut menjawab
dengan penuh percaya diri, bahwasanya dia menjadi seperti itu justru karena
doanya. Doanya adalah : Ya Allah berilah saya kesengsaraan dunia dan
jadikan kesengsaraan dunia sebagai indikator bahwa saya akan mendapat
kebahagiaan akhirat. Mendengar jawaban itu Rasulullah hanya bersabda :
inginkah aku tunjukkan doa yang lebih baik dari itu? Lalu dari peristiwa
ini turunlah Surat Al-Baqarah ayat 201 "Robbana atina fiddunyaa hasanatan
wa fil aakhiroti hasanatan waqinaa adzaabannaari" (Ya Allah berilah kami
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa
neraka)
Jadi Rasul lebih suka kita punya sebuah kerangka berfikir bahwa kita
berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akan mejadikan kebahagiaan
dunia sebagai jembatan untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat. Itu
sebenarnya yang lebih disukai Rasul. Dan bapak-ibu pada musim haji atau
yang sudah pergi haji doa yang sering kita baca, doa itu. Jadi doa yang
sudah sering kita dengar atau yang sudah familiar dengan pendengaran kita
itu doa yang sangat luar biasa.
Bapak ibu yang dimuliakan....
Doa Robbana (dikenal juga doa sapu jagad) artinya merupakan doa yang paling mewarnai ketika kita
melaksanakan ibadah haji dan juga untuk kita yang tidak sedang melakukan
ibadah haji tampaknya doa itu harus menjadi bagian urat nadi kehidupan
kita. Kita minta diberikan kebahagiaan dunia maupun kebahagiaan akhirat.
Menurut Ibnu Abbas salah seorang ulama tafsir di kalangan sahabat pernah
menyebutkan bahwa yang dimaksud kebahagiaan dunia itu ada 6 yaitu :
1. Pasangan hidup yang sholeh
Pasangan hidup yang terdapat dalam Al-Quran dalam surat At-Tahrim
disebutkan ada 3 macam pasangan hidup kita yaitu :
a) Tipe pasangan hidup Nabi Nuh
Nabi Nuh orang sholeh beliau diberi umur hampir 1.000 tahun dan hampir dari
seluruh umurnya habis untuk dakwah, tapi ternyata istrinya sendiri yang
termasuk menentang dakwahnya. Ada tipe seperti ini suami tdk pernah
ketinggalan sholat, shaum senin-kamis namun istrinya tidur saja.
b) Seperti Firaun
Kita kenal Firaun simbol kedzoliman dan ketakaburan. Apalagi ada 3 pencetus
kesombongan yaitu : ilmu, kekayaan dan kekuasaan. 3 hal ini ada pada
Firaun. Namun Firaun yang begitu dzolim dan takaburnya, kata Rasul ada 3
wanita sholehah (riwayat Imam Muslim):
- Khadijah : istri Rasulullah
- Maryam : ibunda nabi Isa
- Asiyah : istri Firaun
Tipe ini adalah istrinya taat beribadah namun sang suami jauh dari Allah
c) Keluarga Imron
Imron adalah orang sholeh, punya istri sholeh, punya anak (Maryam) orang
sholeh dan cucu (Nabi Isa) juga sholeh. Sebenarnya bukan hanya keluarga
Imron saja ada keluarga Rasulullah, keluarga Ibrahim namun mereka semua
Nabi sedang Imron bukan Nabi.
Bagi yang belum menikah ada 4 kriteria pasangan hidup : ganteng/cantik,
pinter, kaya dan sholeh. Namun setelah dicari tidak dapat 4 kriteria
tersebut yang penting adalah hidup dan sholeh. Tentu harus klop antara doa
dan ikhtiar, mencari pasangan sholeh jangan dicari di diskotek, cafe,dll
tapi carilah di majelis taklim seperti ini.
2. Anak yang jadi penyejuk hati
Anak bisa jadi surga dunia atau neraka dunia. Walau keluarga pas-pasan tapi
anaknya sholeh maka dianggap oleh lingkungan sebagai keluarga yang
sukses/berhasil
3. Lingkungan yang sholeh
Kalau kita punya teman yang sholeh itu adalah kebahagiaan dunia. Tidak
semua orang pintar/cerdas , arif dalam menghadapi persoalan. Tidak
selamanya kecerdasan berbanding lurus dengan kebijaksanaan. Majelis taklim
bukan hanya sekedar ilmu, tapi mencari teman-teman dan lingkungan yang
sholeh. Nabi bersabda: Siapa yang duduk di majelis taklim dan niatnya
ikhlas maka malaikat akan memberi barokah kepada majelis itu dan langkah
yang dilakukan akan menjadi kifarah dosa-dosanya. Maka yang rumahnya jauh
itu lebih bagus asal ikhlas.
4. Harta yang halal
Kalau yang menjadi paradigma kita atau tolak ukur kita itu harta yang
banyak, hati-hati kita cenderung menghalalkan segala cara. Karena demi
banyak itu. Tapi kalau tolak ukur kita itu harta yang halal insya Allah
kita akan bekerja keras mencari yang halal, syukur-syukur bisa banyak.
Sehingga bagaimanapun harta yang banyak itu akan memberikan kemudahan bagi
kita dalam ber-taqarub kepada Allah.
5. Keinginan untuk memahami Islam dan mau mengamalkan
Ada keinginan/semangat untuk memahami Islam itu patut disyukuri sebab tanpa
keinginan yang kuat dan karunia Allah kita tidak mungkin hadir disini.
Problem terbesar yang dihadapi umat Islam adalah banyak yang mengakui
dirinya muslim tapi tidak mau memahami Islam, itu problem kita.
6. Umur yang barokah
Nabi bersabda: Kalau kamu meninggal kamu akan mendengar derap kaki orang
yang mengantarkan kamu itu pulang dan yang setia menemani adalah amal
sholeh. Makanya ukuran kebahagiaan dunia adalah bagaimana kita bisa mengisi
hidup dengan kesholehan. Usia makin bertambah, kita juga makin sholeh.
Hadirin sekalian...
Jadi ketika kita mengatakan 'Ya Allah beri kami kebahagiaan dunia'..enam
hal itulah yang kita minta. Pasangan hidup yang sholeh, anak yg sholeh,
lingkungan yang sholeh, harta yang halal, keinginan utk memahami Islam
(ilmu yg bermanfaat) dan umur yang barokah.
Selasa, 20 April 2021
Menari Di Mimpi Yang Salah (Bagian 7 - Seperti yang diinginkan)
kotretaniyek Malam hari tiba begitu nyata, gelap dan Hitam tidak seperti biasanya. Kenzi sudah tertidur lebih cepat tidak seperti biasanya, mungkin karena udara terlalu dingin buat dia. Fery memanggil Hindun ke ruang tengah untuk bicara masa depan. Fery memulai pembicaraan dengan membuka kata bahwa tabungannya sudah mulai dari awal lagi. Langkah selanjutnya adalah harus bisa membangun rumah. Ide cemerlang Hindun keluar dari mulutnya, ia memberi ide agar gaji suaminya yang seperempat dia simpan di bosnya, jika sudah mencapai seharga bahan bangunan belikan. Misalnya jika sudah terkumpul seharga pasir, beli dulu pasir, jika cukup untuk batu bata, pesankan dulu batu bata. Ide isterinya cukup cocok di otak Fery, dengan senyum renyah akhirnya selesai dengan baik dan tanpa alot diskusi malam itu.
Hindun kembali ke kamar untuk menemani Kenzi. Sedangkan Fery menghampiri ayahnya yang sedang nonton sinetron Tersanjung malam itu. Fery langsung memegang punggung ayahnya, sambil memijit kecil dan membuka perkataan. "Dulu bapak pernah nawarin Fery sebidang tanah untuk di buat rumah, apa itu masih berlaku?" Tanya Fery.
Ayah Fery tersenyum dan menjawab bahwa tanah itu boleh di bangun rumah untuk Fery.
Satu tahun berjalan, pasir, batu, bata, kayu beberapa kubik sudah terkumpul, sekarang simpanan sudah menuju semen.
Namun, hari itu ayahnya Fery sakit masuk rumah sakit. Ayahnya tidak punya biaya, Hindun menyuruh Fery mengambil uang simpanannya di toko bangunan, padahal tinggal sebulan lagi bahan bangunan akan hampir terkumpul. Setan sedikit berbisik, bahwa uang itu sayang jika di kasih ayahnya karena Fery susah payah bekerja dan cukum lama. Namun energi positif Hindun mengalahkan bisikan setan pada Fery. Akhirnya uang di ambil dan menghentikan sementara harapan itu.
Satu Minggu kemudian ayahnya sehat kembali, pulang dari rumah sakit. Namun hampir semua simpanannya habis. Fery tidak kecewa juga tidak marah, karena dalam pemikirannya yang terpenting ayahnya sehat kembali.
Fery kembali bekerja di toko bangunan seperti biasa. Tiba-tiba sore hari sebelum pulang, semua pegawai di suruh untuk berkumpul sebelum pulang.
Ternyata bos dari toko bangunan sejahtera Jaya mendapatkan bonus dari semen karena target penjualan tercapai bahkan lebih. Ada bonus untuk pemilik toko dan ada bonus untuk pegawai disana. Semua bahagia dan semua pegawai senang.
Semua karyawan dapat bagian yang sama. Fery tidak menerima uang tunai, ia membelikan bonusnya untuk membeli bahan bangunan lainnya yang ia butuhkan. [Yek] bersambung...
Minggu, 18 April 2021
Menari Di Mimpi Yang Salah (Bagian 6 - Harapan)
kotretaniyek Pagi sudah datang kembali, masih dalam pilu dan cukup bingung Fery masih ditemani secangkir kopi dan beberapa buah bala-bala buatan rumah. Kalau hanya untuk sekedar makan dan minum sepertinya tidak ada masalah untuk Fery dan keluarga kecilnya, namun rasa malu dan ingin hidup lebih maju lagi yang menjadi harapan Fery terbesar saat itu. Kenzi sudah mulai lucu dan menggemaskan untuk di ajak bermain. Menandakan waktu akan segera cepat berlalu, akan melihat Kenzi menjadi anak laki-laki yang pasti punya keinginan.
Fery masih bekerja di Sejahtera Jaya dengan posisi yang sama ketika masuk pertama kali kesana. Memang gajinya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, tapi cape dan lelahnya juga cukup merepotkan badannya.
Waktu lama berselang terasa begitu cepat, tak terasa Fery sudah bekerja di sana setahun lamanya. Menandakan Fery sudah cukup kerasan dan adaptasi yang cocok sebagai karyawan di toko bangunan tersebut. Baju kaos bermerk alat dan bahan bangunan sudah tak terhitung, baju seragam dari toko juga cukup banyak, bonus dan gaji pokok tidak pernah telat. Selamatlah perekonomian dari keluarga Fery ini.
Keinginan terdekatnya sekarang ini adalah harus punya si kuda besi alias motor untuk kemudahan dia dalam mobilitas ketika berangkat ke tempat kerja atau setidaknya membawa anak isterinya berkunjung ke nenek atau sanak keluarga lainnya.
Waktu sudah sore, seperti biasa Fery pulang di bonceng Oni, karena satu arah.
Di perjalanan Fery curhat ingin punya motor sendiri. Oni pun memberi motivasi agar dia cepat beli motor.
Setibanya di rumah, setelah selesai makan dan mandi, Fery membawa main Kenzi di ruang tamu, hilanglah semua penat dan beban hidupnya ketika Kenzi berada di pangkuannya. Hindun yang telah menyelesaikan semua tugasnya menghampiri Kenzi dan Fery sambil membawa gorengan panas di piring putih bercorak merk penyedap masakan. Fery tersenyum renyah, dan membuka obrolan, mengutarakan keinginannya memiliki motor. Di jawab dengan senyum oleh Hindun, dan berkata bahwa dirinya ada simpanan uang tiga juta. Fery keheranan, darimana uang sebanyak itu? Lirih jawab Hindun sisa dari uang belanja.
Senyum lepas dari Fery, bisa membeli motor bekas dalam pikirannya.
Hindun mengizinkan menggunakan uang tersebut untuk motor asal tidak melalui kredit, lebih baik motor jadul bekas saja dulu, agar tidak kebingungan dengan uang setoran bulanannya. Sedikit merengut Fery, karena dia inginnya motor baru walau kredit. Diskusi cukup alot antara keduanya. Namun setelah di bolak balik berfikir Fery pun mengerti dan paham atas pendapat isterinya Hindun.
Dengan uang 5 juta Fery mulai melakukan pencarian motor second. Uang 3 juta simpanan Hindun dan 2 juta simpanan Fery di tempat kerja Fery. Setiap bulan gajinya di potong untuk di simpan di kantor, itung itung celengan saja.
Oni memberi rekomendasi sebuah motor matic yang dia tahu akan di jual.
Di carinya posisi motor tersebut, dengan penuh ketelitian akhirnya Fery cocok dengan motor tersebut. Di beli lah motor itu dengan harga 4,7juta. Ada sisa uang 300.000 ia guanakan untuk service motornya agar enak di gunakan.
Beberapa bulan kemudian, keinginan Fery baru lagi, dia ingin membuat rumah.
Ini bukan permasalahan tapi itu adalah harapan.
Menari Di Mimpi Yang Salah (Bagian 5 - Tempat Bergantung)
kotretaniyek Udara hari ini sangat dingin menusuk ke tulang, mungkin secangkir kopi hangat sangat cocok menemani udara sedingin itu. Fery yang telah 38 hari diam tanpa kerja tanpa pemasukan dan penghasilan, sampai simpanan sedikit besarnya terpakai hampir habis. Kerja di toko bangunan baru menginjak hari ke 4, belum ada gaji yang masuk, masih dalam tahap percobaan kerja. Memang sebenarnya Fery memiliki harapan jika nanti memiliki modal usaha, ingin membuat sebuah pabrik rumahan yang bergerak di bidang kuliner. Ayahnya memang seorang peternak ayam pedaging, namun jumlah tidak begitu banyak, hanya cukup untuk makan dan biaya hidup sehari-hari. Jika Fery melanjutkan jejak ayahnya juga kemungkinan besar tidak akan bisa, karena terkendala lokasi kandang ayam yang semakin dekat dengan rumah warga, yang mendirikan bangunan hampir mendekati kandang ayahnya yang berada di kebun. Jika rumah sudah sampai ke sana, akan terbentur masalah polusi bau dari pakan dan kotoran ayam.
Fery sedikit kebingungan dalam posisi ini, dia bekerja di Sejahtera Jaya sekedar mengisi waktu menganggur, jika gajinya bisa mensejahterakan akan di lanjut, jika tidak, mungkin harus bergerak di bidang lain seperti cita dan harapannya membuka pabrik dalam bidang kuliner.
Sekitar pukul 7 pagi berangkat Fery menuju tempat ia bekerja. Disana Fery bertugas sebagai pengangkut barang yang di pesan pembeli, ada yang di angkut ke mobil untuk di antarkan, ada juga yang di angkut pakai motor pembeli. Sekitar 6 hari lamanya Fery menekuni pekerjaan itu.
Hingga di suatu hari, ketika ia hendak mengangkut semen, ditegur oleh konsumen yang sedang membeli semen dan bahan lainnya. Ternyata dia adalah kawan lama Fery ketika SMA, sebut saja namanya Fajar. Menurut cerita dari kawan Fery lainnya, Fajar adalah salah satu kawan yang terbilang sukses, karena dia diberi warisan toko Grosir mainan anak-anak yang cukup terkenal di sana. Berbincang lah mereka segitu asyiknya, karena kurang enak dengan bos nya Fery pun menghentikan pembicaraan dan menutup dengan kata nanti kita ketemu, nongkrong sambil ngopi di tempat dekat pasar sambung Fajar.
Esok harinya setelah pulang kerja sekitar pukul 4 sore, Fery langsung menuju tempat ngopi langganan Fajar. Disana ia menunggu kurang lebih 10 menit, dan tibalah Fajar di tempat itu dengan mobil putih mengkilap. Ngobrol kesana kemari melapas rindu masa lalu, dan sesekali bercerita kegilaan Meraka waktu dulu, di selingi tawa terbahak-bahak dan tawa kecil juga malu.
Hingga bercerita masa depan, membuat Fajar merasa kasihan pada Fery yang sedikit bermasalah dalam kondisi perekonomian. Fajar pun menawarkan bantuan modal jika memang Fery menginginkan membuka pabrik rumahan.
Sumringah Fery karena merasa bisa di bantu. Fajar menyuruh Fery membuat rencana anggaran untuk perencanaan pabrik rumahannya. Dan Fery meminta waktu 2 sampai 3 hari untuk hal itu.
"Saya sangat bergantung dan berharap sekali padamu Jar, untuk bisa menjalankan mimpiku ini dan sangat berterimakasih sebelumnya".
Hari berselang, rencana anggaran pun selesai tersusun rapi dan tertata. Berangkatlah Fery menuju rumah Fajar. Sesampai nya di dekat rumah Fajar, terlihat banyak orang di sana, Fery pun sedikit menghentikan langkahnya seraya bertanya-tanya ada apa gerangan di sana? Semakin dekat, Fery tambah penasaran. Dan mencoba mencari orang yang bisa di tanya tentang ada apa yang terjadi di sana. Ternyata Fajar telah di tipu oleh dua karyawannya yang membawa uang di tokonya dan tidak menyetorkan uang hasil pesanan yang di bayar tempo. Hampir 100 juta kerugian yang di derita Fajar, kata orang tersebut yang tadi ikut masuk di dalam rumah Fajar.
Fery pun melamun, dan merasa kasihan pada Fajar juga kecewa, karena dana untuk cita-citanya membuat pabrik rumaha kandas dan sirna.
Masuklah Fery ke rumah Fajar, dan tiba-tiba Fajar berlari memeluk Fery sambil menangis dan berbisik "Aku di tipu anak buahku sendiri, maafkan aku tidak bisa melanjutkan membantu impianmu itu".
Sesampainya Fery di rumah, dengan penuh kesadaran, berbisik di hatinya bahwa salah besar jika bergantung kepada selain Alloh SWT karena hanya Dia tempat manusi bergantung dan meminta pertolongan.
Jumat, 16 April 2021
Menari Di Mimpi Yang Salah ( Bagian 4 - Sejahtera Jaya)
kotretaniyek Sudah hampir satu bulan Fery tidak bekerja, hanya diam di rumah mengurus Kenzi dan sesekali membantu ayahnya mengurusi ternak ayamnya dan mengantar ibunya belanja ke pasar. Rasa jenuh dan malu pun mulai menghantui Fery. Berbicaralah ia dengan istrinya, untuk meminta izin pergi keluar mencari solusi. Bertemulah Fery dengan salah satu kawan lamanya yang sedang bekerja menjadi tukang parkir. Terbesit Fery ingin mengikuti jejak kawannya. Namun kawannya Fery malah menunjukan ke sebuah toko bangunan yang cukup besar di sana, dia bilang bahwa toko bangunan tersebut sedang membutuhkan seorang karyawan yang bisa mengendarai mobil truk.
Sesuai saran dari kawannya tersebut, Fery mencoba bertanya kepada para pekerja di sana, Fery di suruh langsung menghadap ke manager disana, tanpa basa basi Fery masuk ke ruangan manager disana dan mencoba membuka pembicaraan.
Setelah kurang lebih 10 menit mereka bicara, akhirnya Fery di suruh kembali lagi besok untuk membawa persyaratan dan sekaligus mendapatkan penerimaan dari pemilik toko bangunan tersebut.
Keesokan harinya Fery datang kembali ke TB Sejahtera Jaya dengan membawa persyaratan di tangannya.
Singkat cerita, Fery di terima di sana dengan langsung menjadi karyawan, karena toko tersebut sedang membutuhkan setidaknya 5 karyawan tambahan karena banyak yang keluar.
Beruntungnya Fery bisa langsung masuk kerja di sana. Sebelum pulang Fery mampir duku ke kawan penjaga parkiran, sambil membawa rokok dan makanan, sebagai tanda terimakasih kepadanya.
Fery pun pulang dengan wajah sumringah dan mengabarkan kabar baik itu ke isteri dan orang tuanya bahwasannya Fery sudah mulai bekerja. [Yek] bersambung....
Menari Di Mimpi Yang Salah (Bagian 3 - Bermimpi Tanpa Tertidur)
kotretaniyek Siang hari ini cukup panas, membuat tenggorokan kering, bincang Fery dengan Hindun. "Mah bolehkah aku dibuatin es teh manis?" Fery seraya menyuruh istrinya dengan suara lirih nan santun. Dengan sigap Hindun langsung pergi ke dapur dan memberikan Kenzi kepangkuan Fery. Dua menit berselang Hindun kembali dengan membawa segelas teh manis pakai es dan di simpan tepat dekat dengan Fery. Kenzi pun beralih pangkuan dari Fery ke pangkuan mamahnya.
Perbincangan suami istri pun di mulai kembali dengan topik pekerjaan Fery di kampung. Karena memang sudah seminggu lamanya Fery tidak bekerja, namun keuangan tidak menjadi kendala bagi mereka karena masih ada simpanan hasil dari kerja Fery selama di kota.
Fery pun mulai menjelaskan impian-impian dan harapannya kedepan. Munculah sebuah kesimpulan bahwa Fery akan mencoba melamar di sebuah perusahaan distributor ice cream terkenal di Indonesia. Ternyata sebelum memutuskan resign dari mall tempat ia bekerja dulu, Fery telah menghubungi rekannya di kampung untuk menanyakan lowongan kerja.
Waktu berselang, ternyata Fery tidak diterima di perusahaan tersebut dengan berbagai alasan. Akhirnya Fery pun harus memutar otak lebih keras lagi agar ia bisa menjalankan roda kehidupan rumah tangganya.
Fery bermimpi tanpa tertidur, mencoba menerawang angan mau apa di depan? Mencari sebuah jawaban yang bisa membuat dirinya dapat menghasilkan uang untuk menafkahi anak isterinya.
Dalam mimpi tanpa tidurnya Fery, akhirnya memutuskan jika keluarga kecil mereka harus pindah ke rumah orang tua Fery.
Dengan diskusi yang cukup sengit dengan sang isteri, akhirnya keluarga kecil Fery ini sudah siap menetap di rumah orang tua Fery.
Fery merupakan anak pertama dari dua bersaudara, adiknya yang perempuan sudah menikah jauh sebelum Fery menikah. Adiknya diboyong suaminya tinggal di Jakarta, karena suaminya bekerja di salah satu bank daerah di sana.
Ayah Fery adalah seorang peternak ayam pedaging dan ibunya memiliki warung kecil-kecilan di rumahnya.
Esok harinya Fery dan Hindun juga Kenzi meminta izin berangkat ke rumah Fery di sebrang desa, dengan menggunakan mobil sewaan, mereka bertiga berangkat. Hanya 30 menit lamanya mereka sampai di rumah mertua Hindun. Kenzi di sambut riang gembira oleh ayah dan ibu Fery juga tetangga sekitar.
Malam harinya Fery melanjutkan mimpi tanpa tertidur di kursi depan sambil meminum kopi dan rokok.
Dan ayahnya duduk mendekat sambil membawa teh manis dalam mug besar, seraya mereka berdiskusi sedikit bercanda dan alot mengenai pekerjaannya di kampung. Ayahnya sebenarnya mengharapkan Fery bisa melanjutkan usahanya beternak ayam pedaging yang sudah di jalaninya sekitar 5 tahun. Namun Fery sedikit menolak dengan bahasa lirih dan santun dibarengi candaan khas mereka berdua.
Belum ada keputusan bagi Fery, sambil menunggu kerjaan, Fery membantu ayahnya mengurus ternak Ayam Pedaging [Yek] bersambung ...
Menari Di Mimpi Yang Salah (Bagian 2 - Pulang kampung)
kotretaniyek Haripun berganti hari, Kenzi terlahir kedunia menjadikan sebuah kesempurnaan bagi pasangan suami istri Fery dan Hindun. Kenzi Ahmad Dzikra nama lengkap dari anak tersebut.
Hindun yang merasa kesulitan dalam hal mengurus rumah dan anak, mengajukan pendapat kepada suaminya, bahwasannya ia ingin tinggal kembali di kampung. Alsan peetama karena Hindun merasa tidak ada yang bisa membantu menjaga anak ketika ia harus masak atau beres-beres rumah. Kedua agar Hindun bisa memulihkan kembali stamina dan kondisi tubuhnya agar dapat memberikan ASI eksklusif buat Kenzi. Fery pun penuh pertimbangan sambil menghitung dan membolak balikan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan demi kebaikan semuanya.Karena mengingat Fery bekerja sebagai karyawan mall yang memiliki jam kerja khusus, sudah barang tentu akan banyak meninggalkan rumah dan anak istrinya. Juga Fery karena kegigihan dan prestasinya, atas kehendak Yang Maha Kuasa, Fery dalam beberapa bulan kebelakang mendapatkan promosi jabatan dari pihak mall. Akhirnya keputusan didapat dengan memperbolehkan Hindun untuk tinggal bersama orang tuanya. Karena Hindun hanya tiga bersaudara, ada kakaknya perempuan sudah menikah dan tinggal di daerah Kalimantan juga seorang adik pemerpuan yang masih kelas 12 SMA.
Hindun, Fery dan juga anaknya Kenzi berangkat setelah 4 hari dari kelahiran Kenzi menuju rumah orang tua Hindun mertuanya Fery.
Setibanya di rumah mertua Fery, di sana sudah banyak sanak saudara yang menunggu kedatangan sang bayi yang baru lahir. Sanak saudara juga tetangga datang melihat Kenzi. Sebuah penghargaan dan rasa bahagia, karena ternyata semua orang suka kepada Kenzi.
Keesokan harinya Fery pun pulang kembali ke kota di tempat ia bekerja.
Setiap rasa kangen dan rindu pada Kenzi datang, Fery selelu menyempatkan diri untuk menghubunginya melaui Video Call.
Bulan berganti bulan, Fery merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Karena merasa hidup sendiri lagi, anak istri tinggal di kampung. Melalui telfon Fery meminta kepada istrinya agar ia diperbolehkan tinggal bersama kembali di kampung. Adapun soal pekerjaan ia bisa kembali mencari di kampung. Tak lupa Fery juga meminta pendapat kepada orang tua dan mertuanya.
Singkat cerita Fery pun kembali ke kampung halamannya. [Yek] bersambung...
Kamis, 15 April 2021
Menari Di Mimpi Yang Salah (Bagian 1 - Kenzi)
kotretaniyek Cerita ini bermula ketika seorang lelaki berlari menuju puskesmas dengan wajah tegang membawa isterinya yang berbadan dua. Sebutlah Fery nama lelaki itu. Fery adalah seorang pria berdarah Sunda yang bekerja sebagai pegawai di sebuah toko bangunan terbesar di daerahnya. Fery ini merupakan lelaki yang cukup baik dan memiliki seorang isteri shalehah dengan satu anak, dan akan bertambah menjadi dua.
Sebut saja isterinya bernama Hindun, ia merupakan perempuan Sunda jebolan salah satu pesantren di daerahnya, walaupun hanya sebentar karena keburu ada yang melamar yaitu Fery yang sekarang menjadi suaminya. Anak yang pertama kedua pasangan ini adalah seorang anak laki-laki usia SD kelas 3 bernama Kenzi. Pasangan ini memberi nama Kenzi karena ketika anak mereka lahir dibantu oleh seorang dokter yang memiliki suami bernama Kenzi.
Waktu mereka menikah, Fery dan Hindun langsung berangkat ke kota, karena Fery waktu itu masih berstatus sebagai seorang karyawan di sebuah mall di kita tersebut. Fery tinggal di sebuah kostan yang tak jauh dari tempat dia bekerja. Satu tahun mereka menjalani hidup di kostan tersebut, sampai akan lahirlah anak pertama mereka yaitu Kenzi.
Waktu itu isterinya sudah merasa akan melahirkan, karena waktu itu mereka memiliki kartu jaminan kesehatan dari tempat Fery bekerja, maka dibawalah Hindun ke sebuah rumah sakit besar di kota tersebut. Hindun menginginkan dokter perempuan yang membantu persalinannya. Namun waktu itu kebetulan semua dokter spesialis kandungan perempuan tidak ada jadwal di hari itu, karena kebetulan tidak ada dan beberapa dokter perempuan lainnya sedang melaksanakan seminar. Hindun yang waktu itu bersikukuh hanya ingin dokter perempuan yang membantu persalinannya. Fery kebingungan mau pindah rumah sakit, tidak memungkinkan karena jarak jauh. Dia memberanikan diri datang ke ruangan untuk menanyakan ada dokter perempuan. Seorang penjaga berkata "sebenarnya hari ini harusnya Bu dr Naya yang jadwal jaga, tapi suaminya sedang di operasi hari ini, jadi beliau menemani suaminya dulu". Fery yang kebingungan pun dengan sedikit kecewa tambah bingung saja, namun kebetulan di pinggir penjaga ada yang sedang di telpon, dan kedengaran berkata "ya Bu dr Naya" berarti yang menelfon itu adalah dr Naya, tanpa pikir panjang Fery pun merebut telfon pegawai tersebut dan berkata kepada dr Naya agar ia bisa membantu isterinya yang akan melahirkan. Sebuah keajaiban dr Naya pun mengiyakan permintaan Fery.
Singkat cerita lahirlah Kenzi dengan sehat dan normal. Fery pun langsung menemui dr Naya dan mengucapkan terimakasih. Fery pun sedikit bertanya tentang suami dr Naya, namun hanya air mata yang dikeluarkan oleh dr Naya sambil berkata mohon doanya saja untuk suami saya Pak Kenzi Adiputro semoga bisa melewati masa kritisnya. Namun tiba-tiba dr Naya ada yang menelfon, diangkatnya kemudian dia sedikit lesu tak bisa menopang kakinya hampir terjatuh karena mendengar kabar duka. Di papahnya dr Naya ke kursi di dekatnya, sambil menangis dan berucap mas Ken .... Mas Ken .... rekannya bertanya ada apa dok?
Ternyata suaminya telah tiada.
Dari sanalah Fery memberi nama Kenzi untuk anaknya karena menghormati dr Naya yang memiliki suami bernama Kenzi Adiputro. [Yek] bersambung....
Senin, 12 April 2021
Hadis Arbain Nawawi (Bagian 2)
kotretaniyek Bismillahirrahmanirrahim sebagai awal ucapan sebelum melanjutkan bacaan berikut. Saya memposting postingan ini seraya agar bisa menyimpan bacaan ini dan agar bisa menyebar untuk di baca dan di pahami oleh pemirsa Kotretan Iyek.
Konten ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya mengenai Hadis Arbain Imam Nawawi yang di rahmati Alloh SWT.
Hadis Arbain Nawawi I No. 2
Hadis Ke-2 Dari Umar rodhiyallohu’anhu juga, beliau berkata: Pada suatu hari ketika kami duduk di dekat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak bekas dari perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Kemudian ia duduk di hadapan Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, lalu mendempetkan kedua lututnya ke lutut Nabi, dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya, kemudian berkata: ”Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.” Kemudian Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam menjawab: ”Islam yaitu: hendaklah engkau bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke rumah Alloh jika engkau mampu mengerjakannya.” Orang itu berkata: ”Engkau benar.” Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya. Orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman”. (Rosululloh) menjawab: ”Hendaklah engkau beriman kepada Alloh, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.”Orang tadi berkata: ”Engkau benar.” Lalu orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang ihsan.” (Beliau) menjawab: “Hendaklah engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau.” Orang itu berkata lagi: ”Beritahukanlah kepadaku tentang hari kiamat.” (Beliau) mejawab: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.” Orang itu selanjutnya berkata: ”Beritahukanlah kepadaku tanda-tandanya.” (Beliau) menjawab: ”Apabila budak melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, yang miskin lagi penggembala domba berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan.” Kemudian orang itu pergi, sedangkan aku tetap tinggal beberapa saat lamanya. Lalu Nabi shollallohu ’alaihi wasallam bersabda: ”Wahai Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu ?”. Aku menjawab: ”Alloh dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui.” Lalu beliau bersabda: ”Dia itu adalah malaikat Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”(HR. Muslim). Kedudukan Hadis Materi hadis ke-2 ini sangat penting sehingga sebagian ulama menyebutnya sebagai “Induk sunnah”, karena seluruh sunnah berpulang kepada hadis ini. Islam, Iman, dan Ihsan Dienul Islam mencakup tiga hal, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan. Islam berbicara masalah lahir, iman berbicara masalah batin, dan ihsan mencakup keduanya. Ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari iman, dan iman memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Islam. Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah kecuali jika terdapat padanya iman, karena konsekuensi dari syahadat mencakup lahir dan batin. Demikian juga iman tidak sah kecuali ada Islam (dalam batas yang minimal), karena iman adalah meliputi lahir dan batin. Perhatian! Para penuntut ilmu semestinya paham bahwa adakalanya bagian dari sebuah istilah agama adalah istilah itu sendiri, seperti contoh di atas. Iman Bertambah dan Berkurang Ahlussunnah menetapkan kaidah bahwa jika istilah Islam dan Iman disebutkan secara bersamaan, maka masing-masing memiliki pegerttian sendiri-sendiri, namun jika disebutkan salah satunya saja, maka mencakup yang lainnya. Iman dikatakan dapat bertambah dan berkurang, namun tidaklah dikatakan bahwa Islam bertambah dan berkurang, padahal hakikat keduanya adalah sama. Hal ini disebabkan karena adanya tujuan untuk membedakan antara Ahlussunnah dengan Murjiáh. Murjiáh mengakui bahwa Islam (amalan lahir) bisa bertambah dan berkurang, namun mereka tidak mengakui bisa bertambah dan berkurangnya iman (amalan batin). Sementara Ahlussunnah meyakini bahwa keduanya bisa bertambah dan berkurang. Istilah Rukun Islam dan Rukun Iman Istilah “Rukun” pada dasarnya merupakan hasil ijtihad para ulama untuk memudahkan memahami dien. Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut tidak terjadi.Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman, artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka imanpun tidak ada. Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak, artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada. Demikianlah semestinya kita memahami dien ini dengan istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama, namun istilah-istilah tersebut tidak boleh sebagai hakim karena tetap harus merujuk kepada ketentuan dien, sehingga jika ada ketidaksesuaian antara istilah buatan ulama dengan ketentuan dien, ketentuan dien lah yang dimenangkan. Batasan Minimal Sahnya Keimanan 1. Iman kepada Allah. Iman kepada Allah sah jika beriman kepada Rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, dan asma’ dan sifat-Nya. 2. Iman kepada Malaikat. Iman kepada Malaikat sah jika beriman bahwa Allah menciptakan makhluk bernama malaikat sebagai hamba yang senantiasa taat dan diantara mereka ada yang diperintah untuk mengantar wahyu. 3. Iman kepada Kitab-kitab. Iman kepada kitab-kitab sah jika beriman bahwa Allah telah menurunkan kitab yang merupakan kalam-Nya kepada sebagian hambanya yang berkedudukan sebagai rasul. Diantara kitab Allah adalah Al-Qurán. 4. Iman kepada Para Rasul. Iman kepada para rasul sah jika beriman bahwa Allah mengutus kepada manusia sebagian hambanya mereka mendapatkan wahyu untuk disampaikan kepada manusia, dan pengutusan rasul telah ditutup dengan diutusnya Muhammad shallallaahu álaihi wa sallam. 5. Iman kepada Hari Akhir. Iman kepada Hari Akhir sah jika beriman bahwa Allah membuat sebuah masa sebagai tempat untuk menghisab manusia, mereka dibangkitkan dari kubur dan dikembalikan kepada-Nya untuk mendapatkan balasan kebaikan atas kebaikannya dan balasan kejelekan atas kejelekannya, yang baik (mukmin) masuk surga dan yang buruk (kafir) masuk neraka. Ini terjadi di hari akhir tersebut. 6. Iman kepada Taqdir. Iman kepada taqdir sah jika beriman bahwa Allah telah mengilmui segala sesuatu sebelum terjadinya kemudian Dia menentukan dengan kehendaknya semua yang akan terjadi setelah itu Allah menciptakan segala sesuatu yang telah ditentukan sebelumnya. Demikianlah syarat keimanan yang sah, sehingga dengan itu semua seorang berhak untuk dikatakan mukmin. Adapun selebihnya maka tingkat keimanan seseorang berbeda-beda sesuai dengan banyak dan sedikitnya kewajiban yang dia tunaikan terkait dengan hatinya, lesannya, dan anggota badannya. Taqdir Buruk Buruknya taqdir ditinjau dari sisi makhluk. Adapun ditinjau dari pencipta taqdir, maka semuanya baik. Makna Ihsan Sebuah amal dikatakan hasan cukup jika diniati ikhlas karena Allah, adapun selebihnya adalah kesempurnaan ihsan. Kesempurnaan ihsan meliputi 2 keadaan: 1. Maqom Muraqobah yaitu senantiasa merasa diawasi dan diperhatikan oleh Allah dalam setiap aktifitasnya, kedudukan yang lebih tinggi lagi. 2. Maqom Musyahadah yaitu senantiasa memperhatikan sifat-sifat Allah dan mengaitkan seluruh aktifitasnya dengan sifat-sifat tersebut.
Selasa, 16 Maret 2021
SOAL PTS PRAKARYA KELAS 7 (Khusus Siswa SMPN 2 Cikijing)
kotretaniyek Bismillahirrahmanirrahim, selamat pagi, siang, sore atau malam anak-anak sekalian, semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan bahagia, aamiin.
Langsung saja, buat kalian siswa SMPN 2 Cikijing kelas 7 (A sampai F) kita akan melaksanakan Penilaian Tengah Semester, silahkan nanti klik tautan di bawah ini kemudian kerjakan dan pahami dengan seksama. Di bawah ini ada dua link, yang pertama adalah link atau tautan untuk latihan, dan yang kedua adalah link atau tautan untuk PTS.
Berikut ini adalah tautan untuk latihan (dilengkapi dengan jawaban betul dan salahnya) silahkan mencoba.
Bagaimana sudah di coba kan?
Selanjutnya ada link yang kedua, link di bawah ini adalah link untuk kalian mengerjakan PTS Prakarya, hanya ada 5 soal, silahkan jawab dengan teliti dan bahagia! Klik saja link berikut, kemudian klik tulisan Bismillah setelah itu kamu akan melihat dua menu, yaitu NAMA dan NOMOR. Untuk NAMA tulis nama lengkap kamu dan untuk nomor, tulis kelas kamu, seperti A B C D E atau F
Syarat mengerjakan soal diatas, harus ada kuota ya!!!
Atau nge-WiFi sebentar, atau minta hotspot ke kakak/mamah kalian 5 menit saja.
Selamat mengerjakan!!!
Kamis, 11 Maret 2021
Hadis Arbain Nawawi (Bagian 1)
kotretaniyek Bismillahirrahmanirrahim, dengan mengawali ucapan menyebut Nama Alloh SWT, semoga catatan ini bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi para pembaca sekalian yang baik hatinya. Sungguh sangat menyesal ketika muda dulu, kita tidak mau belajar dan mempelajari kitab-kitab kuning yang dikarang oleh manusia-manusia shaleh pilihan Alloh SWT. Maka dari itu tidak ada salahnya jika mulai dari sekarang kita kembali belajar dan membaca kitab-kitab kuning tersebut. Saya menemukan sebuah aplikasi KESAN namanya, dan di dalamnya begitu bermanfaat, kemudian saya salin dan paste di blog saya, untuk saya menyimpan tulisan ini, semoga pihak KESAN mengikhlaskannya.
Hadis Arbain Nawawi I No. 1
Hadis Ke-1 Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob rodiyallohu’anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda: ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’” (Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadis; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadis) Kedudukan Hadis Materi hadis pertama ini merupakan pokok agama. Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Ada Tiga hadis yang merupakan poros agama, yaitu hadis Úmar, hadis Aísyah, dan hadis Nu’man bin Basyir.” Perkataan Imam Ahmad rahimahullah tersebut dapat dijelaskan bahwa perbuatan seorang mukallaf bertumpu pada melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Inilah halal dan haram. Dan diantara halal dan haram tersebut ada yang mustabihat (hadis Nu’man bin Basyir). Untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dibutuhkan niat yang benar (hadis Úmar), dan harus sesuai dengan tuntunan syariát (hadis Aísyah). Setiap Amal Tergantung Niatnya Diterima atau tidaknya dan sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niatnya. Demikian juga setiap orang berhak mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya dalam beramal. Dan yang dimaksud dengan amal disini adalah semua yang berasal dari seorang hamba baik berupa perkataan, perbuatan maupun keyakinan hati. Fungsi Niat Niat memiliki 2 fungsi: 1. Jika niat berkaitan dengan sasaran suatu amal (ma’bud), maka niat tersebut berfungsi untuk membedakan antara amal ibadah dengan amal kebiasaan. 2. Jika niat berkaitan dengan amal itu sendiri (ibadah), maka niat tersebut berfungsi untuk membedakan antara satu amal ibadah dengan amal ibadah yang lainnya. Pengaruh Niat yang Salah Terhadap Amal Ibadah Jika para ulama berbicara tentang niat, maka mencakup 2 hal: 1. Niat sebagai syarat sahnya ibadah, yaitu istilah niat yang dipakai oleh fuqoha’. 2. Niat sebagai syarat diterimanya ibadah, dengan istilah lain: Ikhlas. Niat pada pengertian yang ke-2 ini, jika niat tersebut salah (tidak Ikhlas) maka akan berpengaruh terhadap diterimanya suatu amal, dengan perincian sebagai berikut: a. Jika niatnya salah sejak awal, maka ibadah tersebut batal. b. Jika kesalahan niat terjadi di tengah-tengah amal, maka ada 2 keadaan: - Jika ia menghapus niat yang awal maka seluruh amalnya batal. - Jika ia memperbagus amalnya dengan tidak menghapus niat yang awal, maka amal tambahannya batal. c. Senang untuk dipuji setelah amal selesai, maka tidak membatalkan amal. Beribadah dengan Tujuan Dunia Pada dasarnya amal ibadah hanya diniatkan untuk meraih kenikmatan akhirat. Namun terkadang diperbolehkan beramal dengan niat untuk tujuan dunia disamping berniat untuk tujuan akhirat, dengan syarat apabila syariát menyebutkan adanya pahala dunia bagi amalan tersebut. Amal yang tidak tercampur niat untuk mendapatkan dunia memiliki pahala yang lebih sempurna dibandingkan dengan amal yang disertai niat duniawi. Hijrah Makna hijrah secara syariát adalah meninggalkan sesuatu demi Allah dan Rasul-Nya. Demi Allah artinya mencari sesuatu yang ada disisi-Nya, dan demi Rasul-Nya artinya ittiba’ dan senang terhadap tuntunan Rasul-Nya. Bentuk-bentuk Hijrah: 1. Meninggalkan negeri syirik menuju negeri tauhid. 2. meninggalkan negeri bidáh menuju negeri sunnah. 3. Meninggalkan negeri penuh maksiat menuju negeri yang sedikit kemaksiatan. Ketiga bentuk hijrah tersebut adalah pengaruh dari makna hijrah.
Download Aplikasi KESAN (Gratis & Tanpa Iklan) di https://kesan.id/app/hadis/Arbain_Nawawi_I/1
Kamis, 04 Maret 2021
Sawang Sinawang
kotretaniyek Inspirasi untuk pagi hari ini, kutemukan catatan kecil ini dari grup WhatsApp yang ternyata isinya sangat menginspirasi. Maka dari itu siapapun yang membuat tulisan ini, saya sangat berterimakasih.
● Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.
● Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan, ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri.
● Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian, ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam kehidupannya..
● Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna, ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya.
● Aku melihat hidup tetanggaku beruntung, ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung.
● Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain. Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku, tapi rejekiku tahu dimana diriku.
● Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah telah memerintahkannya menuju kepadaku.
● Allah yang Maha Pengasih menjamin rejekiku sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..
● Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya.
● Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda.
● Manusia membanting tulang demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati.
● Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya.
● Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh sekehendak-Nya. Ikhtiar itu perbuatan, rejeki itu kejutan.
● Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak, 'darimana dan digunakan untuk apa ?" Karena rejeki hanyalah hak pakai, bukan hak milik.
_Semoga kita senantiasa menjadi orang yang pandai bersyukur._
Tetap semangat. Tetap memakai masker, cuci tangan dgn sabun dan jaga jarak. Hindari kerumunan.
--------------
Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Salam sukses dan sehat selalu
Selasa, 02 Maret 2021
Menjelang Pagi
kotretaniyek Pagi menjelang pagi yang memiliki terbit matahari. Hari ini jam di handphone menunjukan pukul 03:48 waktu dimana kebanyakan manusia masih melanjutkan tidurnya, namun sebagian dari mereka ada yang sedang berdzikir, namun sedikit saja.
Diri ini entah kenapa tetiba terbangun, mungkin karena mimpi tadi yang cukup mengerikan, setelah di ingat kembali, ternyata ada kesalahan ketika hendak tidur. Tidurku hari ini ditemani televisi yang bisa mati sendiri oleh waktu yang di pasang. Sebelum televisi nya mati, saya tertidur duluan. Mungkin dari sana asalnya mimpi buruk itu, karena tidur tidak meminta izin dahulu kepada Sang Maha Pencipta Alloh SWT, dengan kata lain tidak berdo'a terlebih dahulu.
Tahrim pun berkumandang dari mesjid, iya Tahrim yang merupakan bacaan-bacaan dzikir juga ayat Al-Qur'an mengingatkan masyarakat sekitar agar bangun untuk shalat.
Menunggu subuh datang, jari ini di gerakan untuk mengetik sebuah tulisan yang mungkin tanpa kerangka dan tanpa rencana, hanya mengalir seperti ini saja.
Sebenarnya saya pernah mendengar dan membaca akan dahsyatnya Shalat fajar termasuk di dalamnya shalat sunah qabla Subuh. Apalagi subuh berjamaah di masjid, jika saja kita paham akan pahala subuh berjamaah, ketika kita tidak bisa berjalan, akan memaksakan diri untuk merangkak. Namun ya begitulah banyak sekali godaan setan yang terkutuk.
Keajaiban shubuh memang misteri yang bukan misteri, tapi terhalang rasa malas dan kantuk di dalamnya. Do'a kita semua, semoga kita menjadi pejuang Subuh yang sukses, aamiin.....
Senin, 01 Maret 2021
Ujung Februari Dua Satu
kotretaniyek Hari ini adalah penghujung tanggal di bulan Februari, yang hanya sampai di angka 28. Tidak ada 29, esoknya langsung ke angka 1 di bulan setelahnya.
Entah kenapa malam ini rasanya tak bisa kupejamkan mata ini. Seperti menolak ngantuk, padahal tubuh ini sudah lelah menghadapi 24 jam sebelumnya. Pikiranku terasa melow seakan merasa ingin menangis keras. Sedih karena aku merasa masih belum bisa menjadi pribadi yang baik. Belum bisa menjadi orang yang di banggakan oleh keluarga serta orang sekitar.
Mengalir air mata tak terbendung ketika melihat dua orang yang ada di rumah ini. Mereka anak dan istriku.
Terlihat mereka berdua tertidur pulas berdampingan. Saya tahu, mereka cape dan lelah menghadapi hari ini. Setiap hari mereka menungguku pulang, menunggu cerita hari itu, menunggu hasil jemputan rezekiku di hari itu. Mereka menahan cemas, entah apa yang aku alami di luar rumah. Mungkin ini juga terjadi di rumah-rumah selain kami. Tapi aku tahu, mereka yakin jika Alloh SWT senantiasa menjaga makhlukNya, termasuk ya Aku ini.
Jika malam tiba, tak terasa bathin ini iba dan sedih melihat mereka tidur. Aku sayang mereka, walau terkadang diri ini kurang memahami apa keinginan dan harapan mereka. Terkadang diri ini lupa memanjakan mereka.
Masih banyak lagi sebenarnya cerita yang ingin kutuangkan disini, namun apalah daya diri ini tak kuat melanjutkannya, dan mungkin akan ku simpan kisah ini di hati, nanti kuceritakan kepada mereka sebagian cerita lainnya.
Do'aku, semoga segala yang aku dan keluargaku perbuat selalu berada dalam bimbingan Alloh SWT, aamiin...
Rabu, 13 Januari 2021
T A K D I R
kotretaniyek Siang itu tanggal 9 Januari 2021. Satu demi satu penumpang mendekat ke pintu keberangkatan di Soekarno Hatta. Petugas check in pun menyambut mereka dengan senyum.
Sekitar 50 penumpang mendekati takdirnya.
Ada yang tertinggal karena macet di jalan, ada yang pindah ke pesawat yang lebih awal karena ingin cepat sampai,dan ada juga yang batal karena hasil pcr covid belum keluar hasilnya..
Tak ada yang tertukar.
Tak maju sedetikpun dan tak mundur sesaatpun.
Allah menyeleksi dengan perhitungan yang tak pernah salah.
Mereka di takdirkan dalam suatu janjian berjamaah. Takdirnya seperti itu, tanpa dibedakan usia.
Proses pembelian tiket, check in, terbang dan sampai akhir perjalanan SRIWIJAYA AIR menuju Pontianak kemarin itu,hanya sebuah proses jalan untuk pulang, menjumpai takdir yang tertulis di Lauh Mahfudz. Sebuah catatan yang tak pernah kita lihat, tapi kita jumpai.
Subhanallah...
Sejauh apa pun perjalanan yg akan kita tempuh,suatu saat kita akan pulang.
Semoga Husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.
Sumber dari pesan berantai WhatsApp
Jumat, 08 Januari 2021
Pelajaran Akhlak dari Nabi SAW
kotretaniyek Berikut ini adalah 40 pelajaran dari AKHLAK Nabi Muhammad SAW
------------------------------
01. Jangan tidur antara fajr dan Ishraq (saat ☀ muncul), Asr dan Maghrib, Maghrib dan Isha.
------------------------------
02.hindarkan duduk dengan orang yg bau badan. Contoh bawang putih atau merah 😷
------------------------------
03. Jangan tidur dekat orang yg berbicara buruk sebelum tidur.
------------------------------
04. jangan makan dan minum dengan tangan kiri.
------------------------------
05. Jangan makan makanan yg dikeluarkan dr gigimu ( Ceuhil ).
------------------------------
06. Jangan membunyikan sendi-sendi jari tangan maupun kaki.
------------------------------
07. periksa dulu sepatumu sebelum memakainya.
------------------------------
08. Jangan memandang ke langit ketika shalat.
------------------------------
09. Jangan meludah dalam toilet.
------------------------------
10. jangan bersihkan gigi dengan arang.
------------------------------
11. Duduk/jongkok baru kenakan celana.
------------------------------
12. jangan patahkan benda keras dengan gigimu.
------------------------------
13. Jangan meniup makananmu ketika masih panas, tapi kamu boleh mengipasinya.
------------------------------
14. Jangan melihat/menghitung kesalahan orang lain.
------------------------------
15. jangan berbicara antara iqamah dan adzan.
------------------------------
16. Jangan berbicara dalam toilet.
------------------------------
17. jangan membicarakan keburukan temanmu / orang lain.
------------------------------
18. Jangan membuat temanmu marah
------------------------------
19. Jangan sering melihat ke belakang ketika berjalan.
------------------------------
20. Jangan hentakkan kakimu saat berjalan.
------------------------------
21. Jangan terlalu curigaan pada temanmu / orang lain.
------------------------------
22. Jangan pernah / suka berdusta.
------------------------------
23. Jangan membaui makanan saat memakannya.
------------------------------
24. Bicara yg jelas agar org lain bisa memahami.
------------------------------
25. Hindari bepergian sendirian.
------------------------------
26. Jangan memutuskan sendiri namun berkonsultasilah dengan orang yang tahu.
------------------------------
27. Jangan terlalu membanggakan diri.
------------------------------
28. Jangan sedih dengan makananmu.
------------------------------
29. Jangan besar mulut.
------------------------------
30. Jangan mengusir pengemis.
------------------------------
31. Layani tamumu dengan baik dengan sepenuh hati.
------------------------------
32. Sabar Dan tawakal ketika dalam kemiskinan.
------------------------------
33. Bantulah dalam perkara kebaikan.
------------------------------
34. Pikirkanlah kesalahanmu dan bertaubatlah segera.
------------------------------
35. Berbuat baiklah kepada orang yg berlaku jahat padamu.
------------------------------
36. Qana'ah (hidup apa adanya)
------------------------------
37. Jangan terlalu sering Tidur ,menyebabkan pikun.
------------------------------
38. Bertaubatlah minimal 100 kali sehari Dengan mengucapkan (Istighfaar).
------------------------------
39. Jangan makan dalam keadaan gelap.
------------------------------
40. jgn makan sepenuh-penuh mulut.
Semoga bermanfaat, jika ada kesalahan mohon untuk di perbaiki.
Sumber dari pesan berantai WhatsApp
Minggu, 03 Januari 2021
SEDERHANAKAN
kotretaniyek Saudaraku, Kita sudah sepakat bahwa dunia tidak boleh menempel di hati. Dalam hal ini, mungkin ada sebagian yang amat suka kalau contohnya mobil. Karena dikatakan mobil yang hanya kaleng, dan banyaknya juga mencicil dan menebeng. Padahal, maksudnya tidak apa-apa jika tidak punya. Bukan setiap kali melihat ada tetangga yang membawa mobil lalu berbisik, "Ah, cicilan!"
Misalnya motor. Motor sama dengan mobil Sama sama tidak boleh lengket di hati. Dengan adanya motor, jangan membuat diri merasa hebat dibanding yang naik angkot atau berjalan kaki. Semuanya sama-sama karunia dari Allah. Dunia hanyalah pelayan dan tempat kita mampir. Yang penting selama mampir kita diridal Allah.
Jadi, biasa saja terhadap motor. Seperti, pertama, tidak perlu menyiksa diri dengan menostalgiai motor. Misalnya, Motor ini jasanya tak terhitung, saya mencicilnya juga bertahun-tahun sejak gaji pertama." Jangan menyiksa diri. Kalau memang tidak dipakai dan daripada mengurusnya kerepotan, lebih baik dilepas saja Pergunakan uangnya untuk yang lebih bermanfaat di jalan Allah.
Atau, misalkan ada waktunya motor diambil oleh Allah. Seperti saat ada saudara yang sakit atau usaha kita tiba-tiba bangkrut, dan motor harus dijual. Maka juallah! Segala sesuatu ada waktunya. Tidak perlu melankolis, "Tapi ini sejarahnya."Karena sejarahnya berhenti sampai di sini. Atau, "Tapi belinya dulu 14 juta, masa dijual 8 juta?" Dijual 14 juta juga tidak ada yang mau membeli. Jual saja, nanti rezeki pasti ada lagi. Jangan mengotori hati. Waktu lahir dulu kita juga tidak membawa motor.
Lalu, yang kedua, jika Allah mengambil sesuatu yang dititipkan pada kita, ingatlah pahala yang diberi dan gugurnya dosa kita atas itu. Digugurkannya dosa dan diberi pahala jauh lebih berarti daripada apa yang hilang. Misalnya motor kita tabrakan atau ditabrak orang, Maka, jangan sibuk emosi memeriksa bagian motor yang penyok. Tapi seharusnya periksa hati atau diri kita sendiri.
Seperti, "Ya Allah, selama ada motor ini berapa banyak dosa yang telah saya perbuat, Seharusnya kalau yang dibonceng bukan sesama lelaki, Karena ada hitungannya di sisi Allah. Allah mengetahui, misalnya mengapa motornya digas atau tiba-tiba direm Ini serius, saudaraku. Allah Mahatahu semua siasat, strategi, dan setiap isi pikiran kita. Tidak ada satu pun yang terlepas dari pengetahuan Allah. Makanya kalau suatu saat motor tabrakan maupun hilang, ingatlah dosa kita. Ampunan Allah jauh lebih berharga daripada motornya Dibanding sibuk ingin motor kembali, lebih baik sibuk berharap kepada Allah agar dosa kita digugurkan
Tentunya bukan hanya urusan dengan motor yang harus disederhanakan. Termasuk juga seperti jaket dan sepatu. Kalau misalkan datang waktunya harus dijual, juallah. Atau, coba kita buka lemari, lalu periksa hati, "Untuk apa saja yang disimpan di sana?"Kalau ada jaket, baju, sarung maupun mukena yang jarang dipakai, lebih baik disedekahkan.
Tidak perlu bernostalgia, "Yang ini kenang-kenangan, ini pemberian, ini dari luar negeri, ini warnanya cocok dengan ini, ini selendang biru" Kalau terus saja begitu tidak jadi disedekahkan Bisa saja Allah mendatangkan tikus untuk menggerogotinya. Kehendak Allah kalau ada tikus menggerogoti baju atau sepatu kita. Misalnya kaos kaki saudara digigit tikus, mungkin karena kaki jarang ke masjid. Sedangkan tikus tidak mengerti apa apa
Ayo, saudaraku. Jangan dibikin berat. Sederhanakan saja urusan kita, baik dengan motor, jaket, sepatu hingga kaos kaki. Mari kita mulai supaya dunia ini tidak menempel di hati Contoh lain, kalau ada yang meminjam kopiah atau pulpen kita, lalu dia kelihatannya suka dan tidak mengembalikan, halalkan saja buat dia Beres dan sederhana urusannya.
Termasuk jika ada yang berutang pada kita. Tidak dikembalikan apalagi kelihatan dia sudah susah, maka halalkan saja. Mungkin ada yang merasa berat. Meski kita pikirkan dia juga tidak punya untuk membayarnya. Tapi siapa tahu tahun depan dia bisa membayar. Ya siapa tahu juga bulan depan dia sudah meninggal. Kalau kita masih sanggup halalkan!
Sederhanakan saja. Untuk apa sakit hati dengan orang yang tidak membayar utang pada kita? Kita sendiri masih bisa makan minum, dan berpakaian. Lebih baik mensyukuri makanan yang ada di depan kita daripada memikirkan uang yang di luar Walaupun dia menipu juga tidak apa-apa. Sudah ada urusannya sendiri dengan Allah. Apalagi kalau misalnya yang menipu sudah jelas kabur entah ke mana, harusnya makin jelas untuk tidak memikirkannya
Ayo, saudaraku. Jangan membuat dunia menempel di hati, apa pun itu. Sederhanakan saja. Tidak usah sibuk repot, berat memikirkan maupun bernostalgia. Untuk apa? Lagi pula belum tentu umur kita panjang, sedangkan kita dunia ini juga hanya mampir sebentar.
Sumber: Buku Ikhtiar Meraih Ridha Allah jilid 2 karya Aa Gym
Langganan:
Postingan (Atom)
Besi dan Karat
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan di...