Namun ada hal yang berbeda dengan Ramadhan sekarang, yakni kita menjalankan ibadah shaum di tengah pandemi virus korona atau covid-19 yang sedang mewabah di seantero jagat raya ini. Banyak hal yang tertinggal dan dihilangkan untuk sebagian wilayah. Seperti Shalat tarawih berjamaah atau kuliah subuh, itu di sebagian wilayah di hentikan atau dilaksanakan di rumah masing-masing saja. Entah sudah sepandai apa, orang-orang pintar cara mencuci tangan yang baik dan benar.
Namun di benak ini, terlintas sepucuk doa dan harapan semoga wabah ini cepat usai cepat berlalu, hilang dari muka bumi ini. Hasbunalloh, cukup lah Alloh SWT bagi kami tempat kami meminta dan berlindung, meminta agar dunia ini normal kembali.
Sahur di malam ke dua, di tahun ke dua di barengi dengan buah begitu indah dan penuh syukur, Alhamdulillah masih bisa merasakan udara di bulan suci. Dan yang paling bersyukur adalah ketika masih bisa makan sahur. Mungkin beberapa saudara kita ada yang tidak sahur akibat dari wabah ini, akibat tidak tersedianya bahan pangan. Atau mungkin ada sebagian saudara kita tidak bisa sahur karena memang mereka kurang mampu.
Seperti bisa, banyak acara religi ketika waktu sahur tiba. Untuk saya dan keluarga sejak 12 tahun ke belakang memang lebih suka menonton sinetron yang memiliki nilai kehidupan dan ada humoris nya yaitu Para Pencari Tuhan karya dari Dedi Mizwar karena sinetron ini mengirimkan pesan dengan hal unik yang lucu dan penuh pelajaran.
Akhirnya semoga puasa kita di terima, dan semoga dunia ini normal kembali aamiin....