Sabtu, 25 April 2020

Cerita Sahur Ini

kotretaniyek Mengisi waktu luang menjelang sahur, tak terasa waktu sudah berputar hingga Ramadhan lagi. Seakan kemarin baru saja melaksanakan Iedul Adha, sekarang sudah bertemu lagi dengan bulan penuh berkah. Serasa baru tadi berdoa allohumma baariklana Fii rojaba wa sya'bana wa balighna romadhona dan sekarang sudah dipertemukan di bulan suci ini.
Namun ada hal yang berbeda dengan Ramadhan sekarang, yakni kita menjalankan ibadah shaum di tengah pandemi virus korona atau covid-19 yang sedang mewabah di seantero jagat raya ini. Banyak hal yang tertinggal dan dihilangkan untuk sebagian wilayah. Seperti Shalat tarawih berjamaah atau kuliah subuh, itu di sebagian wilayah di hentikan atau dilaksanakan di rumah masing-masing saja. Entah sudah sepandai apa, orang-orang pintar cara mencuci tangan yang baik dan benar. 
Namun di benak ini, terlintas sepucuk doa dan harapan semoga wabah ini cepat usai cepat berlalu, hilang dari muka bumi ini. Hasbunalloh, cukup lah Alloh SWT bagi kami tempat kami meminta dan berlindung, meminta agar dunia ini normal kembali. 
Sahur di malam ke dua, di tahun ke dua di barengi dengan buah begitu indah dan penuh syukur, Alhamdulillah masih bisa merasakan udara di bulan suci. Dan yang paling bersyukur adalah ketika masih bisa makan sahur. Mungkin beberapa saudara kita ada yang tidak sahur akibat dari wabah ini, akibat tidak tersedianya bahan pangan. Atau mungkin ada sebagian saudara kita tidak bisa sahur karena memang mereka kurang mampu.
Seperti bisa, banyak acara religi ketika waktu sahur tiba. Untuk saya dan keluarga sejak 12 tahun ke belakang memang lebih suka menonton sinetron yang memiliki nilai kehidupan dan ada humoris nya yaitu Para Pencari Tuhan karya dari Dedi Mizwar karena sinetron ini mengirimkan pesan dengan hal unik yang lucu dan penuh pelajaran.
Akhirnya semoga puasa kita di terima, dan semoga dunia ini normal kembali aamiin....

Sabtu, 18 April 2020

Si Eta

kotretaniyek Mengisi waktu luang dalam kegiatan di rumah saja selintas terpintas ingin menulis sebuah puisi berbahasa Sunda, atau disebut sajak. Karena orang banyak membicarakan covid-19, jadi tema kita adalah tentang Corona. Berikut adalah sajak tentang Corona berbahasa Sunda.

Si Eta
Duka iraha mimitina
Ujug - ujug Aya si eta
Duka iraha tungtungna
Ceunah mah dah ulah Lila

Si eta lain tukang bodor
Tapi meuni kasohor
Si eta teu boga kolor
Komo deui nulis dina bor

Lamun si eta geus cicing di manusa
Sawalatra badan asa ka siksa
Hirup asa euweuh rasa
Ngan bisa di tamba bari ngadoa kanu Kawasa

Nu usaha hese teu bisa
Nu di ajar hese sakola
Nu nyaba di kota hese ka desa
Nu ka luar Imah ge ulah Lila Lila

Naha atuh si eta bet Aya di dunya
mung ka Gusti anu Kawasa Kuring ngadoa
Leungitkeun si eta
Si eta teh Corona tea


Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...