Rabu, 30 Mei 2018

Detik-Detik Wafatnya Siti Khadijah

Kotretan Iyek Sdrku... Mari sejenak bertafakur untuk mengenang wafatnya ibunda kita /umat muslim *Siti* *Khadijah* istri kesayangan Rosulullah Muhammad saw. Semoga menjadi ibroh kita dan menambah keimanan.

*DETIK-DETIK WAFATNYA SITI KHADIJAH, ISTRI TERCINTA RASULULLAH*

Siti Khadijah adalah istri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.

PERMINTAAN TERAKHIR

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,

Aku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.

Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung dawah Islam sepenuhnya, jawab Rasulullah

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,

Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.

Mendengar itu Rasulullah berkata,

Wahai Khadijah, ALLAH menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di surga.

Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.

KAIN KAFAN DARI ALLAH

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,

Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?

Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?

Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,

Wahai Khadijah istriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.

"Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.

"Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban?

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang bisa digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat kumuh dengan 83 tambalan diantaranya dengan kulit kayu.

Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.

Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Menentramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?

Tiba-tiba Ali berkata, Aku, Ya Rasulullah!

PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,

Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu.

Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi.

Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makananpun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah seusai pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga.

Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? tanya Rasulullah dengan lembut.

Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?" lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan." jawab Khadijah.

"Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.

"Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyebarangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jembatan.

"Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jembatan untuk engkau menyebrangi sungai itu supaya engkau bisa berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.

"Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah.

Karena itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu karena dua orang yang dicintainya yaitu istrinya Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib telah wafat.

Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.

Ilaa hadlratin Nabiyyil musthafa, wa ilaa Khadijah al Kubra, al Fatihah.

Tulisan Ustadz Zainul Hakim pada WA group Masjid Al Istiqomah.

Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani.

Jika antum mau share niatkanlah dengan baik mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah antum dan kita semua.

Share by.
https://tinyurl.com

Minggu, 27 Mei 2018

Surat Kecil Dari Guru Honorer

Kotretan Iyek Saya sebagai Guru Honorer, belakangan ini banyak membaca berita tentang THR Guru PNS. Seiringan dengan hal itu, banyak pula berita-berita lainnya yang berkaitan dengan hal itu. Ada salah satu tulisan yang menggelitik dan mungkin saja menjadi harapan yang seprofesi dengan saya. Berikut isi tulisan tersebut, yang di hidangkan dalam bentuk surat untuk Bapak presiden yang terhormat.

Kepada Yth :
Bpk Presiden

Mewakili Guru Honorer di Seluruh Indonesia....

Terima Kasih Pak Presiden, Kebijakan Bapak Menaikan Tunjangan Hari Raya (THR) Sangatlah Tepat Sasaran dan Hal Tersebut Merupakan Kebahagian Tersendiri Bagi Mereka (PNS).
Jika di Lihat dari Pengabdian Mereka, Maka Pantaslah Hal Tersebut Menjadi Pertimbangan Bpk Untuk Menaikannya.

Pa Presiden, Namun Disela - sela Kebahagian Atas Kebijakan Bapak, Terseliplah Duka Yang Mendalam Bagi Kami Para Guru Honorer, Betapa Tidak Jangankan THR, Gaji Kami Saja Yang Udah Bertahun2 Masih Jalan di Tempat Berbanding Terbalik Dengan Para Guru Lain Yang Hanya di Bedakan Dengan Jabatan Sebagai PNS, Ya Karena Jabatanlah Yang Membedakan Antara Kami (Honorer) dan Mereka (PNS), Masa Kerja Banyak Yang di Antara Kami Para Honorer Yang Lebih Lama Begitupun Dengan Beban Kerja Banyak di Antara Kami Para Honorer Yang Lebih Banyak Ketimbang Mereka, Kami Sama2 Bekerja, Kami Sama2 Mengabdi, Kami Sama2 Menjalankan Amanah Sebagai Guru Profesional walaupun dengan Banyak Keterbatasan.

Pak Presiden, Tidakah Bapak Memikirkan Kami Para Honorer Untuk Bagaimana Caranya Kehidupan Kami Juga Bisa Merasakan Kesejahteraan Sebagai Guru Honorer, Kenaikan Gaji Sebagai Guru Honorer dan Tunjangan SEBAGAI GURU HONORER, Beratkah, Ribetkah Atau Sangat Sulitkah Hal Tersebut Bisa di Realisasikan, Cobalah Pak ? Kami Sangat Berharap di Era Kepemimpinan Bapak Ada Keajaiban Bagi Kami Para Honorer, Menaikan Harga BBM Diam2 Saja Bapak Bisa Masa Menaikan Gaji Kami Para Honorer Secara Terang2an Ga Bisa, BAPAK KAN PRESIDEN???..

Pak Presiden,Tidak Banyak Yang Ingin Saya Sampaikan Karena Ini Hanya Sebagian Unek2 Saya dan Kawan2 Saya Toh Saya Rasa Bapak Gak akan Tau Betapa Sulit dan Berat Beban Menjadi Seorang Guru Honorer di Era Milenial ini, Bagi Kami Rakyat Kalangan Bawah Yang Hidup di Daerah Perkampungan Bukan Jalan Tol Yang Sedang Bapak Bangun Yang Tiap Hari Akan Kami Lewati, Bukan Beras Hasil Impor dari Luar Pun Dengan Harganya Yang Akan Kami Makan Tiap Hari, Tapi Kemurahan Hati Bapak Untuk Merasakan Kehidupan Kami Sebagai Masyarakat Kalangan Bawah, Dengan Harga Bahan Pokok Yang Murah, Kesejahteraan Kami Yang Terjamin dengan Harga BBM Yang Stabil Agar Kami Bisa Bekerja Dengan Penuh Suka Cita.

Mudah2an Bapak Mendengar, Melihat, dan Merasakan Keluh Kesah Kami Para Guru Honorer Seperti halnya Bapak Selalu Mempertimbangkan Mereka2 Yang selalu Berdemo di Jalanan Dengan Tujuan dan Keinginan Yang Sama Mengenai Kesejahteraan Para Pegawai...

Hormat Kami,
*Guru Honorer Di Seluruh Indonesia...

Jumat, 25 Mei 2018

Belajar Dari Besi

Kotretan Iyek Sepotong Besi Seharga *Rp.25.000*, kalau Ditempa menjadi Tapal Kuda Harganya akan Menjadi *Rp.50.000*
Jika Ditempa menjadi Lonceng, Harganya Naik menjadi *Rp.175.000*
Kalau Ditempa dan Dibentuk Menjadi Pedang, Harganya akan Berlipat-ganda Menjadi *Rp.600,000*
Kalau dibentuk menjadi Arloji Rolex, Harganya Melonjak lagi Menjadi *Rp.125.000.000*

Setiap tempaan dan pembentukan terhadap besi tersebut akan meningkatkan nilai jualnya.
Lebih banyak ditempa, dipukul, dibakar, maka nilainya akan semakin tinggi.
Demikian pula, dalam mengarungi kehidupan ini jika kita mengalami banyak pembentukan, tempaan dan ujian, maka karakter mulia akan semakin terbentuk.
Kita tidak perlu menjalani kehidupan ini dengan mengeluh, mengapa begini?? mengapa begitu?? sampai kapan??
Nikmati saja prosesnya, respon dengan benar dalam ketaatan dan ketulusan, dan lihat apa yang akan terjadi.
Jangan pernah lupa, karena sebuah PROSES tidak akan pernah mengkhianati HASIL.
Jatuh? Bangkit lagi, Gagal? Coba lagi.
Jangan pernah menyerah, NIKMATI PROSESNYA..

*PEMENANG BUKANLAH MEREKA YG TIDAK PERNAH GAGAL, TETAPI MEREKA YG TIDAK PERNAH BERHENTI MENCOBA*

Hidup Bukanlah Tentang Siapa yg Terbaik...
tapi Siapa yg Dapat Berbuat Baik...
Dan Bukan Pura" Baik..
*Semoga kita sekalian dimampukan Allah untuk hal yang terbaik bagi diri, keluarga dan orang lain*

Contoh khutbah sunda

Kotretan Iyek Hari Jum'at bagi kaum laki - laki ya waktunya shalat Jum'at. Kali ini kotretan Iyek mencoba akan memposting salah satu contoh khutbah Jum'at dalam bahasa Sunda. Berikut adalah contohnya. Puji syukur mangga urang sami-sami panjatkeun ka hadirat Alloh SWT anu parantos maparin kanikmatan iman sinareng Islam dugi ka dangeut ieu urang sadayana masih dina kaayaan sehat wal’afiat sahingga tiasa ngalaksanakeun salah sahiji kawajiban hirup urang sadayana nyaeta ngalaksanakeun ibadah jum’at di masjid ieu.

Sholawat sinareng salam mugia tetep kacurahlimpahkeun kanggo junjungan urang sadayana, Nabi Muhammad SAW., ka para sahabatna, ka para tabi’it tabi’in anu satia dugi akhir zaman anu insya Alloh kalebet oge urang sadayana.
Dina kasempetan ayeuna khotib masihan wasiat khususna kanggo pribados nyalira sareng ka jama’ah jum’at sadaya, hayu urang sami-sami ningkatkeun kaimanan sareng kataqwaan ka Alloh SWT ku ngalaksanakeun sagala parentahna sareng ngajauhan sagala laranganna supados kenging ridho ti mantenna. Alloh SWT nyiptakeun manusa teh kalayan makhluk anu panghadena di dunya ieu, jeung dibere akal sarta nurani. Sajabi ti janten hamba Alloh oge janten kholifah di bumi anu dipaparin kawajiban pokok nyaeta ibadah. Dawuh Alloh SWT dina surat adz-dzariat ayat 56 :

“Jeung Kuring (Alloh) henteu nyiptakeun jin jeung manusa teh teu aya lian pikeun maranehna kacuali nyembah ka Kawula.”

Nyembah dina harti luas nyaeta sagala rupa bentuk pangabdian atawa ibadah nu hade didasaran parentah Allah jeung sakumaha Rasulullah parantos nyontohkeun dina ngalaksanakeunna, boh ibadah langsung ka Alloh (Hablu minalloh) atanapi ibadah kasasama manusa (hablu minannas). Sajabi ti eta oge, manusa teh kudu bisa ngalola jeung ngamanfaatkeun naon-naon nu ku Gusti Alloh ciptakeun di dunya ieu pikeun kasejahteraan hirup manusa sebab nu kitu teh masih keneh kaasup kana ibadah.

Hadirin Rohimakumullah,
Urang sadayana yakin yen sagala urusan dunya nu disinghareupan baheula nepi ayena ieu, sanajan urang ngadekul teu euereun-eureun beurang jeung peuting moal aya beakna jeung tungtungna salila hawa masih kaluar tina irung, pagawean jeung pangabutuh teh bakal datang. Salaku jalma nu boga iman mah kudu bisa ngatur jeung ngatasi perkara eta. Sabab lamun urang teu bisa ngatur jeung ngabatasan pangabutuh hirup urang leuwih bahayana leungiteun kabahagian hirup jeung kasaimbangan hirup dina kahirupan sapopoe.

Alloh Maha Adil nyiptakeun kabeh mahluk teh aya pasanganna samodel langit jeung bumi, daratan jeung lautan, halodo jeung hujan, lalaki jeung awewe leuwih tina hal eta jasmani jeung rohani. Patali tina sakian ciptaan nu hade, geus sakuduna urang bisa miara jeung ngatur sanajan sawareh oge nu aya kaitan jeung hajat (pangabutuh) urang salaku manusa supaya bisa maju, lancar, sauyunan tur saimbang, utamana mah pangabutuh jasmani jeung rohani eta. Kasaimbangan dina pandangan Islam teh nyaeta mangrupikeun faktor nu penting, malahan jadi tujuan jeung cita-cita hirup keur muslim. Sakumaha parantos ditetelakeun dina Al-Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 201 :

“Jeung di antara maranehna aya jalma anu ngado’a : ‘Nun gusti, pasihan diri kami kasaean di dunya sareng kasaean di akherat sareng piara diri kami tina siksa seuneu naraka’”.

Leuwih jelasna deui Rasululloh ngadawuh dina hadits nu diriwayatkeun ti Ibnu Asyakir :
“ Jalma nu niggalkeun urusan dunya ngan saukur pikeun akherat teh lain jalma nu hade, kitu oge jalma nu ninggalkeun urusan akherat ngan saukur pikeun dunya kacuali lamun manehna meunangkeun dunya jeung akherat babarengan sabab dunya teh jalan keur ka akherat jeung urang teh ulah jadi beban keur batur”. 

Hadirin Rohimakumullah,
Tina ayat Qur’an jeung hadits di luhur meunang kasimpulan sapertos kieu :
1. Urang sadayana dituntut kudu bisa nyaimbangkeun miwah kapentingan lahiriyah duniawiyah jeung kapentingan ruhaniyah ukhrowiyah, ulah dugi kabeurat sabeulah komo lamun mentingkeun salah sahijina. Duanana kudu saimbang, sajalan, sauyunan jeung saarah. Sakumaha conto saimbang jeung saarahna rel kareta api teu bisa jangkung sabeulah, sabab bisa ngakibatkeun kareta api nyangeyeng malahan bisa tiguling.

2. Dunya teh mangrupikeun jambatan keur nuju akherat. Dunya ieu lain tujuan sabab fana nu sawaktu-waktu geus ditangtukeun ku Gusti Alloh pasti bakal ancur jeng binasa ka asup manusa nu bakal balik nyinghareupan ka nu nyiptakeunana nyaeta Alloh SWT.

Hadirin Sidang Jum’at Rohimakumulloh,
Mung sakieu rupina khutbah nu tiasa didugikeun dina kasempetan ayeuna, mugia aya manfaat khususna kanggo khotib sareng umumna ka para jama’ah salaku kaum muslimin. Mugia Alloh SWT maparin kakiatan Iman tur kataqwaan dina ngalaksanakeun kahirupan urang sadayana sahingga tiasa ngajalankeun parentahna sareng ngajauhan sagala laranganna nu akhirna Gusti Alloh maparin karidhoan-Na. Amin Ya Robbal ‘alamin.

Minggu, 20 Mei 2018

Gemingan Kata (5)

Kotretan Iyek Bismillahirrahmanirrahim.... Kotretan edisi hari ini khusus mau menulis tentang gemingan kata saja. Sebelumnya sudah beberapa kali gemingan kata di postingkan. Mumpung hari ini dapet inspirasi, tidak ada salahnya kusalurkan lagi gemingan kata yang ada di pikiran ini.
Ambil tema tentang Ramadhan saja ya.....

Ramadhan sungguh ini memang nama bulan.
Bulan suci yang dimiliki insan beriman.
Beriman itulah sapaan Sang Pencipta kepada manusia yang berbeda.
Berbeda karena kesungguhan hidupnya dan ketaatannya pada ajaran Islam.
Islam yang sangat damai penuh dengan rasa cinta dan kasih sayang.
Sayang, tidak semua orang Muslim itu beriman.
Beriman dalam arti percaya.
Percaya dengan rukun iman.
Iman atau beriman langsung di sapa oleh Alloh SWT dalam mewajibkan untuk shaum di bulan Ramadhan.
Ramadhan di awal, kedua, tiga, .... Pertengahan hingga akhir.
Akhir bulan suci ini terdapat banyak keberkahan di dalamnya.
Di dalamnya terdapat banyak yang mesti dicari untuk manisnya iman.
Iman yang kuat akan lebih mudah mendapatkan nikmatnya di bulan suci ini, seandainya bisa jikalau sepanjang tahun adalah bulan ramadhan mereka akan merasa senang.
Senang karena sepanjang waktu setiap detik, setiap Hela nafas mengandung keberkahan.
Keberkahan dalam segala hal, yang tak dapat di ungkapkan olehku.

Semoga bulan Ramadhan yang penuh Rahmat dan ampunan ini kita dapat menikmatinya, hingga kita menjadi manusia bertaqwa. Aamiin......

Sedekah Paling Utama

Kotretan Iyek Sedekah semuanya baik, namun antara satu dengan yang lain berbeda keutamaan dan nilainya, tergantung niat, kondisi orang yang bersedekah dan kepentingan proyek atau sasaran sedekah. Di antara sedekah yang utama menurut Islam adalah sbb:

1.  Sedekah Sirriyyah

Sedekah sirriyyah adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sedekah ini sangat utama karena lebih mendekati ikhlas dan selamat dari sifat riya’. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Jika kamu Menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 271)

Perlu diketahui, bahwa yang utama untuk disembunyikan adalah pada sedekah kepada fakir dan miskin. Hal ini, karena ada banyak jenis sedekah yang mau tidak mau harus ditampakkan, seperti membangun masjid, membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, membekali pasukan jihad dan sebagainya.

Di antara hikmah menyembunyikan sedekah kepada fakir miskin adalah untuk menutupi aib saudara kita yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah dan bahwa dia orang yang tidak punya. Hal ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam berbuat ihsan kepada fakir-miskin. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammemuji sedekah sirriyyah, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk tujuh golongan yang dinaungi Allah Subhanahu wa Ta’ala nanti pada hari kiamat.

2.  Sedekah Dalam Kondisi Sehat

Bersedekah dalam kondisi sehat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan sulit diharapkan kesembuhannya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab:

« أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ : لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ » .

Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3.  Sedekah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. Al Baqarah: 219)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى ، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Bukhari)

4. Sedekah dengan Kemampuan Maksimal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ جُهْدُ الْمُقِلِّ وَ ابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ

Sedekah yang paling utama adalah sedekah maksimal orang yang tidak punya, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Abu Dawud dan Hakim, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1112)

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.

5. Menafkahi anak-istri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ » .

Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim)

6. Bersedekah Kepada Kerabat

Disebutkan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha’. Ketika turun ayat:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)

Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan bahwa Bairuha’ diserahkan kepada Beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak Beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenyarankan agar ia membagikan bairuha’ kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membagikannya untuk kerabat dan keponakannya (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

اَلصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَ هِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ  :  صَدَقَةٌ وَ صِلَةٌ

Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua (kebaikan); sedekah dan silaturrahim.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Hakim, Shahihul Jami’ no. 3858)

Secara lebih khusus, setelah menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan adalah memberikan nafkah kepada dua kelompok:

A. Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Tetapi Dia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apa jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. (QS. Al Balad: 11-16)

B. Kerabat yang memendam permusuhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ الصَّدَقَةُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الْكَاشِحِ

Sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad dan Thabrani dalam al-KabirShahihul Jami’ no. 1110)

7. Bersedekah Kepada Tetangga

Dalam suratAn Nisaa’ ayat 36 disebutkan perintah berbuat baik kepada tetangga, baik yang dekat maupun yang jauh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda kepada Abu Dzar:

« يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ » .

Wahai Abu Dzar! Jika kamu memasak sop, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)

8. Bersedekah Untuk Jihad fii Sabilillah

9. Bersedekah Kepada Kawannya yang Berada di Jalan Allah

Kedua hal di atas (no. 8 dan 9) berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

« أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ »

Dinar yang paling utama adalah dinar yang dikeluarkan seseorang untuk menafkahi keluarganya, dinar yang dikeluarkan untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah dan dinar yang dikeluarkan kepada kawannya di jalan Allah.” (HR. Muslim)

مَنْ جَهَّزَ غَازِياً فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِياً فِى سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

Barang siapa mempersiapkan (membekali) orang yang berperang, maka sungguh ia telah berperang. Barang siapa yang menanggung keluarga orang yang berperang, maka sungguh ia telah berperang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun ia sudah meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila cucu Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang dimanfa’atkan atau anak shalih yang mendo’akan (orang tua)nya.” (HR. Muslim)

Termasuk sedekah jariyah adalah waqf, pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih, menggali sumur, menanam pohon agar buahnya dapat dimanfaatkan banyak orang dan proyek-proyek lain yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Imam as-Suyuthiy membuatkan sya’ir menyebutkan hal-hal yang bermanfaat bagi seorang sesudah meninggalnya:

اِذَا مَاتَ ابْنُ ادَمَ يَجْرِي  عَلَيْهِ مِنْ فِعَالٍ غَيْرِ عَشْرٍ

عُلُوْمٍ بَثَّهَا وَدُعَاءِ نَجْلٍ  وَغَرْسِ النَّخْلِ وَالصَّدَقَاتُ تَجْرِي

وَرَاثَةِ مُصْحَفٍ وَرِبَاطِ ثَغْرٍ   وَحَفْرِ الْبِئْرِ أَوْ إِجْرَاءِ نَهْرٍ

وَبَيْتٍ لْلْغَرِيْبِ بَنَاهُ يَأْوِى    إلِيْهِ أَوْ بِنَاءِ مَحَلِّ ذِكْرٍ

“Apabila cucu Adam Adam meninggal, maka mengalirlah kepadanya sepuluh perkara;,
Ilmu yang disebarkannya, doa anak saleh, pohon kurma yang ditanamnya serta sedekahnya yang mengalir,
Mushaf yang diwariskan dan menjaga perbatasan,
Menggali sumur, mengalirkan sungai, rumah untuk musafir yang dibangunnya atau membangun tempat ibadah.”

Ditulis oleh Ustadz Marwan bin Musa
Maraji’: Buletin An Nur (Th X No. 470 tentang srdekah yang utama) dan diberi tambahan dari kitab-kitab yang lain

Read more https://konsultasisyariah.com/15174-sedekah-yang-paling-utama.html

Jumat, 18 Mei 2018

Sedikit-sedikit Makan

Kotretan Iyek Hari ini bertepatan dengan tanggal 2 Ramadhan, sudah sejauh mana kita meningkatkan peribadahan dengan melaksanakan amal-amalan yang sudah ditentukan. Memang benar bulan puasa itu merupakan bulan yang penuh berkah. Banyak bukti-bukti nyata dan terasa atas berkahnya bulan ramadhan ini. Contoh kecilnya saja, banyak pedagang musiman yang berjualan makanan ataupun yang lainnya dan itu semua laku. Pedagang yang sehari-harinya berdagang seperti itu, ketika datang bulan suci ini, dagangannya dipenuhin.
Makanan di rumah yang biasanya hanya makanan yang biasa saja, ketika datang bulan suci, banyak makanan yang tertata di meja, berhimpitan rapi di lemari pendingin, sirop pun banyak macam dan rasanya. Itulah bulan Ramadhan dengan segala keberkahan dan penuh ampunan.
Bicara soal makanan, biasanya kita ketika buka puasa, seakan nafsu meluap-luap ingin menghabiskan makanan yang sejauh pandang terlihat, ingin dilahapnya. Padahal itu kurang baik, karena perut yang sedang istirahat dari rutinitasnya, bila kita berbuka langsung memakan makanan berat dalam porsi banyak, maka perut kita akan merasa kaget dengan datangnya makanan yang banyak sekaligus.
Sebenarnya Nabi Muhammad SAW, telah mencontohkan bahwa makan itu sedikit saja. Seperti Nabi Muhammad SAW, makan itu sedikit, berbeda mungkin dengan Kita yang sedikit-sedikit makan, sedikit-sedikit makan. Yang lainnya juga, Nabi Muhammad SAW, tidur itu sedikit, berbeda dengan kita, sedikit-sedikit kita bobo, sedikit-sedikit bobo jadi saja bobonya banyak.
Semoga kita semua dapat menjalabkab ibadah puasa tahun ini lebih banyak dan lebih baik lagi, aamiin

Pintu Surga Ar Rayyan

Kotretan Iyek Ar Rayyan secara bahasa berarti puas, segar dan tidak haus. Ar Rayyan ini adalah salah satu pintu di surga dari delapan pintu yang ada yang disediakan khusus bagi orang yang berpuasa.

Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152).

Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Al Fath menyebutkan, “Ar Rayyandengan menfathahkan huruf ro’ dan mentasydid ya’, mengikuti wazan fi’il (kata kerja) dari kata ‘ar riyy‘ yang maksudnya adalah nama salah satu pintu di surga yang hanya dikhususkan untuk orang yang berpuasa memasukinya. Dari sisi lafazh dan makna ada kaitannya. Karena kata ar rayyan adalah turunan dari kata ar riyy yang artinya bersesuaian dengan keadaan orang yang berpuasa. Orang yang berpuasa kelak akan memasuki pintu tersebut dan tidak pernah merasakan haus lagi.” (Fathul Bari, 4: 131).

Ibnu Hajar menyebutkan bahwa dalam lafazh hadits lainnya disebutkan bahwa di surga itu ada delapan buah pintu. Salah satu pintu dinamakan Ar Rayyan. Pintu tersebut tidaklah dimasuki selain orang yang berpuasa (lihat Fathul Bari, 4: 132). Hadits yang dimaksud adalah,

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ »

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa” (HR. Bukhari no. 3257).

Hadits di atas juga menunjukkan al jaza’ min jinsil ‘amal, yaitu balasan dari Allah sesuai dengan jenis amalan. Dan juga menandakan bahwa siapa saja yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diganti dengan yang lebih baik, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً اتِّقَاءَ اللَّهِ جَلَّ وَعَزَّ إِلاَّ أَعْطَاكَ اللَّهُ خَيْراً مِنْهُ

Jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘azza wa jalla, maka Allah akan mengganti padamu dengan yang lebih baik” (HR. Ahmad 5: 78, sanad hadits ini shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Karena orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat hubungan intim, makan dan minum semuanya karena Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِى

Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku” (HR. Bukhari no. 7492 dan Muslim no. 1151).

Karena ia meninggalkan kenikmatan-kenikmatan ini karena Allah, maka Dia akan mengganti dengan yang lebih baik. Bahkan amalan puasa ini dikhususkan untuk Allah, Dialah yang nanti akan membalasnya. Dalam hadits qudsi disebutkan,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ ، إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

Setiap amalan manusia adalah untuknya. Kecuali amalan puasa itu untuk Allah dan Dia yang nanti akan membalasnya” (HR. Bukhari no. 5927 dan Muslim no. 1151).

Mengenai hadits balasan pintu Ar Rayyan di atas mengandung pelajaran tentang keutamaan puasa dan karomah bagi orang yang berpuasa. Demikian kata Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (8: 31).

Semoga Allah memudahkan kita untuk memasuki pintu tersebut dengan amalan puasa kita.

Kamis, 17 Mei 2018

Puasa Menurut Imam Al Ghazali, Kita Di Kelas Mana?

Kotretan Iyek Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi umat Islam. Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Ghazali mengungkapkan ibadah puasa itu merupakan seperempat bagian dari iman. Artinya umat Islam yang tak berpuasa tanpa alasan yang jelas maka imannya berkurang seperempat.
Imam Ghazali juga mengkategorikan tingkat puasa umat Islam. Puasa itu ada tiga tingkatan yaitu shaumul umum (puasa kelas awam), shaumul khushus (puasa kelas istimewa), dan shaumul khushusil khushus (puasa kelas sangat istimewa).

1. Shaumul umum (puasa kelas awam). 
Puasa kelas awam artinya puasa cuma menahan lapar, haus dan syahwat, menjaga mulut dan alat kelamin dari hal-hal yang membatalkan puasa. Nabi Muhammad SAW memberikan nasihat, "Berapa banyak umatku yang berpuasa cuma menahan lapar dan haus, mereka tak akan mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT."

2. Shaumul khushus (puasa kelas istimewa).

Shaumul khushus, atau puasa kelas istimewa yaitu puasa yang menahan pendengaran yang tidak perlu didengar, penglihatan, lisan ini sumber hilangnya pahala puasa serta mengajak puasa tangan, kaki dan segala anggota badan dari dosa dan maksiat. 

3. Shaumul khushusil khushus (puasa kelas sangat istimewa).

Shaumul khushusil khushus merupakan puasanya para nabi, shiddiqin, dan muqarrabin. Selain menahan haus,lapar dan syahwat serta anggota tubuh, puasa ini menahan hati dari keraguan mengenai hal-hal keakhiratan. Juga menahan pikiran untuk tidak memikirkan masalah dunia, serta menjaga diri dari berpikir selain Allah SWT.

Menurut Imam Ghazali, tingkatan tersebut diharapkan menjadi pendorong semangat diri untuk menjadi individu dengan kadar puasa yang berkualitas, seperti puasanya para nabi.

Minggu, 06 Mei 2018

Lima Tips Mendidik Anak Menjadi Pintar Dan Berprestasi

Kotretan Iyek Di sebuah pernikahan, siapa saja pasti menginginkan kehadiran anak untuk melengkapi kebahagiaan keluarga. Karena kehadiran seorang anak adalah harta yang tak ternilai harganya. Tak heran jika setiap orang tua ingin mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya terhadap buah hatinya. Anak adalah titipan dari Allah yang wajib kita sayangi, rawat, bimbing dan didik dengan baik agar menjadi anak yang shaleh dan salehah. Namun untuk mendidika anak agar berbakti kepada orang tua serta pintar dan cerdas, terkadang para orang tua kehabisan akal untuk mendidik anak-anak mereka, berikut ada tips mendidik anak agar cerdas dan pintar:
1.Jadilah contoh dan panutan yang baik terhadap anak. Karena anak mempunyai daya ingat yang sangat kuat dan gampang untuk meniru sesuatu yang ia lihat. Jadi berikanlah contoh-contoh yang baik kepada mereka agar mereka dapat menirunya, jangan lupa juga ajarkan dengan penuh kasih sayang jika ia belum bisa berbuat sesuatu yang ia ingik lakukan, contonya mengendarai sepeda dan lain-lain.

2.Biarkan ia berkreasi, dengan tidak mengekangnya dengan terlalu banyak berkata “Jangan”. Jika terlalu banyak melarangnya, justru akan membatasi kreativitas dan daya eksplorasi anak. Padahal usia anak-anak cenderung tertarik dengan banyak hal yang ada di sekelilingnya.

3.Tanamkan kedisplinan dan tanggung jawab. Disiplin merupakan salah satu kunci perkembangan anak saat mereka dewasa kelak. Mulailah dari hal-hal kecil seperti: membuang sampah pada tempatnya, merapikan kamar, tempat tidur, berangkat sekolah tepat waktu, membuat PR tanpa disuruh dan masih banyak lagi.

4.Ajarkan untuk berterimakasih dan tidak memanjakannya. Mengucapkan terima kasih saja memang hal yang sepele dan mudah dilakukan. Tapi, jika tidak dibiasakan sejak kecil, anak akan susah untuk melakukannya saat dewasa nanti. Selalu ingatkan dia agar selalu berterima kasih saat menerima sesuatu dari siapapun, dengan begitu anak juga diajarkan untuk menghargai dan sopan pada orang lain. Dengan demikian, mereka tidak akan tumbuh sebagai sosok yang angkuh dan egois. Jangan dimanjakan ajarkanlah untuk mendiri sejak dini.
5.Berikan asupan gizi dan nutrisi yang cukup. Tentunya kebutuhan gizi anak juga harus diperhatikan. Dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup, jadi kecerdasan dan perkembangan otak tidak hanya tergantung dari latihan atau didikan dari orang tua saja, tapi juga harus didukung dengan nutrisi dan asupan gizi makanan yang cukup dan baik. Semoga bermanfaat.

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...