Kamis, 20 Desember 2018

Nak....

kotretaniyek Hari ini saya mulai menulis lagi, setelah sekian lama berhenti sejenak. Alasan terbesar saya berhenti sejenak mengurus blog ini karena menemukan satu titik jalan buntu yang tidak di cari solusinya. Dengan kata lain saya kehilangan ide dalam berkarya di dunia tulis menulis ini.
Sekarang saya memulai cerita ketika mata ini melihat sang anak sedang tertidur pulas. Tak ada kata yang terlontar ketika melihat malaikat kecilku tertidur di kasurnya. Rasa sayang yang tidak bisa terukur oleh penggaris ataupun termometer dan ataupun lainnya begitu saja menjalar di hati ini. Dan pasti itu juga yang dirasakan oleh orang tua saya yang tercinta ketika melihat saya seperti itu diwaktu dulu sampai sekarang. Saya merasa belum bisa menjadi orang tua yang baik untuk anakku. Merasa belum bisa membahagiakan dirinya, merasa belum bisa memberikan kenyamanan untuk dirinya, dan lainnya. Namun saya akan terus berusaha menjadi yang terbaik untuk dirinya.
Hati ini sakit ketika anak lain seusianya terlihat lebih dibanding kamu nak....
Hati ini sakit ketika anak lain seusianya terlihat memiliki alat atau barang yang belum pernah saya kasih untukmu nak....
Hati ini sakit ketika susu mu mulai habis, namu saya belum memiliki sejumlah uang untuk membelinya....
Hati ini sakit ketika baju-bajumu mulai tak cukup dibadanmu, namun dompetku belum terisi uang untuk membelikan baju baru....
Hati ini sedih dan sakit ketika dirimu merasakan sakit, walaupun hanya batuk dan flu....
Namun saya yakin, bukan hanya saya yang sayang pada dirimu nak,,, ibu mu akan lebih sayang, kakek nenek mu pasti sayang, Tante om dan ua mu juga sayang, dan semuanya sayang kamu nak....
Yakin akan sifat Rahman Rahim - Nya
Saya merasa yakin Alloh SWT yang menjaga dirimu, yang memberimu rezeki, yang memberimu kesehatan dan semuanya.
Maaf saya belum bisa melanjutkan tulisan ini, nanti insya Alloh saya lanjutkan lagi,

Jumat, 23 November 2018

Sepatu Dan Gelar

kotretaniyek Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang Imam berkata, "Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir".

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?", Tanya si bocah.

"Nu'man, namaku", Jawab sang Imam.

"Jadi, Tuanlah yang selama ini terkenal dengan gelar al-Imam al-A'zham (Imam Agung) itu?", Tanya si bocah.

"Bukan aku yang memberi gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."

"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya".

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis.

Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqaman, tertipu karena harta yang berlimpah, tertipu karena status sosial.

Jangan sampai kita tergelincir, jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial, dan kebesaran di dunia.

Ada pesan bijak:
"Satu tangan yang menarikmu ketika terjatuh harus lebih Kau percayai  daripada seribu tangan yang menyambutmu kala tiba di puncak sukses.”

_Wallahu a'lam bishshawab

Selasa, 20 November 2018

Puisi Di Hari Guru

kotretaniyek Berikut ini adalah salah satu puisi yang baik, juga sebagai renungan kita bagi para guru. Namun sayang seribu sayang saya tidak mendapatkan siapa pencipta puisi ini. Ketika saya copy, lupa tidak sekaligus melihat siapa pembuat puisi ini. Tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan saya men-share puisi saudara / saudari ini, karena saya suka atas puisi anda.

RENUNGAN DIRI DI HUT PGRI

Apakah Aku Guru… ?
yang rajin bersepatu
tapi malas baca buku
aku tak bisa meramu
pembelajaran yang bermutu
karena ilmuku cuman segitu
seperti berat untuk maju
seperti enggan tuk berpacu

Apakah Aku Guru… ?
yang sering mencuri waktu
demi kepentingan pribadiku
kadang di kelas hanya termangu
memikirkan sawah ladangku
tak jarang pula jari tanganku
mengambil HP dalam saku
seperti tak peduli pada muridku
pintar ataukah dungu ?

Apakah Aku Guru… ?
yang tak merasa khianat
walau kerap datang terlambat
bila bel istirahat berbunyi telat
aku protes dan mengumpat
bila gajiku terhambat
kedua alisku pasti terlipat
hanya hak yang sering diingat
sementara kewajiban hanya dicatat

Apakah Aku Guru… ?
yang selalu memberi tugas
tapi jarang memperjelas
terkadang tinggalkan kelas
karena lelah dan malas
tak peduli belum apa tuntas
pelajaran yang harus dibahas
seakan kewajiban dan tugas
tak menjadi prioritas

Apakah Aku Guru… ?
yang membanggakan sertifikasi
tanpa memikirkan prestasi
yang mengharapkan naik gaji
tanpa kwalitas yang mengimbangi
sungguh kutak mengerti
sesungguhnya apa yang kucari

Dan apakah aku Guru… ?
yang mungkin tak layak ditiru
kasihan engkau muridku…
lalu bagaimana nasibmu ?
maafkan aku… !

Rabu, 14 November 2018

Sahabat

kotretaniyek Ketika ada Kesempatan, pergilah bersama teman teman lama, kumpul kumpul bukan sekedar makan minum dan ngobrol, tetapi ingat waktu hidup kita semakin singkat.
Mungkin lain waktu kita tidak bisa bertemu lagi ......
Mungkin lain waktu kita sudah semakin susah untuk berjalan.
Menghabiskan sebagian waktu dengan teman atau sahabat akan membuat hidup lebih sehat  secara mental dan fisik .....
Umur itu seperti Es Batu .......
Dipakai atau tidak dipakai akan tetap Mencair .......
Begitu juga dengan umur kita
Digunakan atau tidak digunakan umur kita akan tetap Berkurang ........
Hal yang harus selalu dilakukan adalah tersenyum dan berfikir positif .......
Air yang Mengalir tidak dapat berbalik arah, itulah hidup kita ...
Kita tidak mungkin dapat berbalik menjadi muda lagi ......
Kita akan menjadi tua sakit dan mati ......
Jalani Hidup ini dgn sabar dan santai ......
Jangan suka mau menang sendiri .......
Jangan suka menyakiti sesama ...
Jangan suka mengeluh ....
Jangan suka mencela .....
Jangan suka berdusta .......
Jangan suka berkhianat ......
Jangan suka memfitnah ......
Jangan suka mencuri atau mengambil hak orang lain .....
Hiduplah dengan ceria ......
Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan teman teman dan saudara saudara kita dengan damai .....
Buanglah jauh jauh sifat egoismu  .......
Bertemanlah dengan apa adanya, bukan karena ada apanya .......
Nikmati semua canda tawa ......
Hargai semua perbedaan .......
Percaya kualitas teman kita .....
Jaga perasaannya ...... tutupi aibnya .......
Jangan sekali-kali terbersit buruk sangka dalam pikiranmu terhadapnya ......
Bantu ketika dia terpeleset ......
Sediakan bahu ketika dia menangis ......
Tepuk tangan ketika dia sukses ......
Sebut namanya dalam doa kita ......
Bukan iri ketika dia dipuji orang .......
Bukan bahagia saat tahu dia sedih ......
Bukan kecewa ketika dia lebih maju ......
Bukan tertawa saat dia menderita .......
Bertemanlah dengan hati yang Baik dan Tulus.
Ketika hatimu baik dan tulus, percayalah ...... Allah juga akan selalu bersama kita.
Ayo bersahabat terus, sampai Allah memanggil Kita pulang kehadirat-Nya .......

Senin, 29 Oktober 2018

Tujuh Amalan Hebat

kotretaniyek Hari ini kita akan mengulas atau mengingat kembali tujuh amalan yang sangat hebat bagi seorang muslim. Berikut ini adalah tujuh amalan yang sangat baik bagi setiap Muslim.

Pertama :
➖➖➖➖➖
Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
Pastinya doa mudah termakbul dan menjadikan kita semakin dekat dengan Allah Swt.

Kedua :
➖➖➖➖➖
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
Paling tidak jika sesibuk apapun kita, bacalah walau beberapa ayat...

Ketiga :
➖➖➖➖➖
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke mesjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

Ke-empat :
➖➖➖➖➖➖
Jaga sholat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha.
Yakinlah, manfaat sholat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki...

Kelima :
➖➖➖➖➖
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah dengan berlipat-ganda...

Ke-enam :
➖➖➖➖➖
Jaga wudlu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudlu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu sholat walau ia sedang tidak sholat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangilah dia ... Yaa Allah”.

Ketujuh :
➖➖➖➖➖
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah Swt.

Selasa, 23 Oktober 2018

Menunda Shalat

kotretaniyek Ada seorang wanita bertanya kepada'' mufti :"Bagaimana caranya membangunkan anak-anak saya yang sedang tertidur nyenyak untuk sholat Subuh ?" Mufti menjawab dengan balik bertanya kepada wanita tersebut :"Apa yang akan kamu lakukan jika rumahmu terbakar dan pada saat itu anak-anakmu sedang tidur nyenyak ?" Wanita tersebut berkata :"Saya pasti akan membangunkan mereka dari tidurnya." Mufti menjawab :"Bagaimana jika mereka sedang tertidur nyenyak sekali ?" .

Wanita itu kemudian menjawab :"Demi ALLAH! Saya akan membangunkan mereka sampai bener-benar bangun, jika mereka tidak bangun juga, saya akan menarik menyeret mereka sampai keluar dari rumah." Mufti kemudian menjawab :"Jika itu yang kamu akan lakukan untuk menyelamatkan anak-anakmu dari api dunia, lakukanlah hal yang sama untuk menyelamatkan mereka dari api neraka di akhirat kelak." Dari : Abuya As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki

AKIBAT SUKA SHOLAT DI UJUNG WAKTU

Para Malaikat menyeretnya melewati orang banyak, menuju ke arah api neraka yang menyambar-nyambar.

Dia menjerit sekuat tenaga dan bertanya-tanya barangkali ada orang yang mampu membantunya.

Dia menjerit lagi sambil menyebutkan semua kebaikan yang telah dia lakukan; bagaimana dia sering membantu orangtuanya. Bagaimana dia tidak pernah tertinggal puasanya, tidak pernah meninggalkan shalatnya, selalu bersedekah dan rajin membaca al-Quran.

Dia terus menjerit lagi, namun tidak  ada seorangpun yang tampil membantunya.

Para malaikat terus menyeret dia. Dan … mereka semakin dekat dengan kawah api neraka.

Dia menoleh ke belakang dan ini harapannya yang terakhir. Dia teringat …

Tidak! Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Bagaimana bersihnya seseorang yang mandi di sungai lima kali sehari dari kotoran, begitu juga bersihnya orang yang melaksanakan shalat lima kali sehari dari dosa-dosa mereka”

Dia menjerit lagi sekuat tenaga:

“Solat saya? Solat saya? Doa saya?”

Kedua malaikat tidak berhenti, dan terus menyeretnya ke tepi jurang neraka. Kembang api neraka yang membubung terasa menyambar mukanya.

Dia menoleh ke belakang lagi, tapi matanya telah kering dari setiap harapan dan dia tidak memiliki apa-apa lagi yang tinggal di dalam dirinya.

Salah satu malaikat menolak dia dan memasukan ke kawah neraka.

Dia mandapati dirinya terus melayang dan akhirnya jatuh ke dalam kawah api neraka yang menjulang tinggi selama 70 tahun.

Setelah 70 tahun sengsara dibakar api, tiba-tiba terasa tangannya diraih oleh satu lengan.

Dia ditarik kembali ke atas.

Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat seorang pria yang sangat tua dengan jenggot putih yang panjang memegang tangannya.

Pria itu kelihatannya sangat daif.

Sambil menyapu debu di tubuhnya dia bertanya pada pria tua itu:

“Siapakah anda?”

Orang tua itu menjawab: “Akulah sholat anda”

“Mengapa kamu begitu terlambat bantu saya? Wahai shalatku, saya telah terjerumus ke dalam api neraka selama 70 tahun! Kenapa setelah tubuh saya hangus dan hampir hancur baru kamu datang selamatkan saya ? kenapa …?.”

Orang tua itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata:

“Apakah kau lupa? Selama hidup di dunia dulu kamu selalu laksanakan saya pada saat-saat akhir !!”

“Setiap kali Maghrib kamu fokus pada sinetron tv dulu ..

“Dzuhur kamu lewat, kamu lebih mementingkan kerja daripada saya. Sholat ashar dan subuh juga selalu diujung waktu.

“Kamu ingatkah itu semua ??”

Penjelasan pria tua itu mengejutkannya dari tidur …

Dia terjaga dan mengangkat kepalanya dari tidur. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat ketakutan …
Ya Allah.. Aku mimpi…

Tapi seperti nyata ..
Ketika itu juga ia mendengar suara adzan di kumandangkan menandai masuknya waktu shalat ashar.
Dia bangun dengan cepat dan mengambil wudhu. Dia berjanji tidak akan melalaikan shalat lagi. Dia menyadari kesalahannya sekarang. Dia telah mendapat petunjuk yang maha benar.
Sebarkan kisah ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda. Mungkin anda dapat membantu mereka agar mulai sekarang mau menunaikan sholat tepat waktu.
Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak

Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Jumat, 19 Oktober 2018

Semakin Tinggi Ilmu, Semakin Sedikit Menyakahkan Orang Lain

kotretaniyek Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang tokoh pembesar ormas Muhammadiyyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah tidak ada petunjuk dari Nabi Saw., orang berdiri membaca shalawat saat Asyraqalan (Mahallul Qiyam) adalah bid’ah dan itu berlebih-lebihan tidak ada petunjuk dari Nabi Saw.

Tetapi ketika Buya Hamka sudah tua, beliau berkenan menghadiri acara Maulid Nabi Saw saat ada yang mengundangnya. Orang-orang sedang asyik membaca Maulid al-Barzanji dan bershalawat saat Mahallul Qiyam, Buya Hamka pun turut serta asyik dan khusyuk mengikutinya. Lantas para muridnya bertanya: “Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu namun setelah tua kok berubah?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas.”

Di riwayat yang lain menceritakan bahwa, dulu sewaktu mudanya Buya Hamka dengan tegas menyatakan bahwa Qunut dalam shalat Shubuh termasuk bid’ah! Tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Saw. Sehingga Buya Hamka tidak pernah melakukan Qunut dalam shalat Shubuhnya.

Namun setelah Buya Hamka menginjak usia tua, beliau tiba-tiba membaca doa Qunut dalam shalat Shubuhnya. Selesai shalat, jamaahnya pun bertanya heran: “Buya Hamka, sebelum ini tak pernah terlihat satu kalipun Anda mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh. Namun mengapa sekarang justru Anda mengamalkannya?”

Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya. Dulu saya baru baca satu kitab. Namun sekarang saya sudah baca seribu kitab.”

Gus Anam (KH. Zuhrul Anam) mendengar dari gurunya, Prof. DR. As-Sayyid Al-Habib Muhammad bin Alwi al-Maliki Al-Hasani, dari gurunya Al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani yang mengatakan: “Idzaa zaada nadzrurrajuli wattasa’a fikruhuu qalla inkaaruhuu ‘alannaasi.” (Jikalau seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain).

Semakin gemar menyalahkan orang semakin bodoh dan dangkal ilmunya, semakin Tinggi ilmu seseorang maka semakin tawadhu (rendah hati), carilah guru yang tidak pernah menggunjing dan mengkafirkan siapapun.

Hal ini sama seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, itulah peribahasa yang sering kita dengar. Yang memiliki arti, orang berilmu yang semakin banyak ilmunya semakin merendahkan dirinya. Tanaman padi jika berisi semakin lama akan semakin besar. Jika semakin besar otomatis beban biji juga semakin berat.

Jika sudah semakin berat, maka mau tidak mau seuntai biji padi akan semakin kelihatan merunduk (melengkung) kearah depan bawah. Karena batang padi sangat pendek, strukturnya berupa batang yang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang. Jadi tidak sebanding dengan beban berat biji padi yang semakin lama semakin membesar. Berbeda dengan biji padi yang kosong tidak berisi, walaupun kelihatan bijinya berbuah banyak karena tidak berisi maka seuntai biji padi tersebut akan tetap berdiri tegak lurus.
~~~~~~~~~~~~~~
Sebuah Renungan sumber dari:
http://islamidia.com/semakin-tinggi-ilmunya-semakin-sedikit-menyalahkan-orang-lain/

Senin, 15 Oktober 2018

Akibat Membaca Al-Qur'an Terus Menerus

kotretaniyek AKIBAT MEMBACA AL-QURAN TERUS MENERUS

Berkata Abdul Malik bin Umair:

"Satu-satunya Manusia yang Tidak Tua [ awet muda dan tidak pelupa  adalah orang yang selalu membaca Al-Quran".

"Manusia yang Paling Jernih Akalnya adalah para pembaca Al-Quran".

Berkata Al-imam Qurtubi
"Barang siapa yang membaca Al-Quran,  maka Allah akan menjadikan ingatannya Segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".

Imam Besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim Rahimahullah.

"Perbanyaklah membaca Al-Quran jangan pernah kau Tinggalkan, karena sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan dimudahkan setara dengan yang kamu baca".

Berkata Ibnu Soleh

"Bahawasannya para Malaikat tidak diberi Keutamaan untuk membaca Al-Quran,  maka oleh karena itu para Malaikat Bersemangat untuk selalu Mendengar saja dari bacaan manusia".

Berkata Abu Zanad

"Di tengah malam,  aku keluar menuju Masjid Rasulullah SAW. sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan padanya ada yang membaca Al-Quran".

Berkata sebagian ahli tafsir

"Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-Quran maka kita akan dibanjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".

"Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufiqnya kepada Kami dan semua yang membaca tulisan ini untuk selalu membaca Al-Quran dan mengamalkan kandungannya".

*JADIKAN ALQUR'AN TEMAN DI DUNIA DAN  PENOLONG DI AKHERAT*

Aamiin yaa robbal alaamiin..

Tiga Belas Wasiat Guru

kotretaniyek Tiga belas wasiat berharga untuk para pengajar atau guru ataupun yang seprofesi dengan itu. Bisa kita jadikan sebagai sebuah motivasi ketika kita menghadapi anak didik kita. Berikut adalah 13 wasiat yang sangat bermanfaat:

1. Hendaknya tidak mengambil cuti sakit ketika engkau tidak sakit sehingga tidak menggabungkan dua maksiat : kebohongan dan makan harta haram. Sesungguhnya pemotongan gaji dilandasi taqwa dan takut kepada Allah itu lebih baik dan lebih kekal.

2. Terimalah murid-muridmu dengan segala kesalahan mereka karena mereka bukan malaikat, bukan pula syaitan. Tidak ada alasan untuk lari dari meluruskan kesalahan-kesalahan itu karena Anda adalah murabbi (pendidik) dan ini yang diharapkan dari Anda.

3. Tunjukkan rasa hormat Anda kepada murid yang ada di hadapan Anda dengan cara menerangkan keutamaan mereka sebagai penuntut ilmu. Hal ini akan mendekatkan jarak Anda dalam menuju hati mereka.

4. Ingatlah bahwa banyak di antara orang-orang besar menjadi besar lantaran satu kata dari seorang guru yang melejitkan mereka dan memantik cita mereka hingga menggapai puncak.

5. Perbagus cara interaksi Anda dengan para murid. Berapa banyak guru yang mendapat doa dari murid setelah bertahun-tahun terlewati, atau setelah berada di liang kubur.

6. Semua mata pelajaran dapat dikaitkan dengan ajaran-ajaran Islam. Tinggal bagaimana Anda mencari media yang tepat.

7. Setiap menit keterlambatan Anda dalam memulai pelajaran atau keluar sebelum waktu selesai adalah hak murid, ia akan mengambilnya pada hari penghitungan amal.

8. Berapa banyak guru yang menjadi sebab lurusnya arah berpikir kaum muda sehingga ia mendapatkan doa-doa tulus dan kebaikan yang mengalir. Ya Allah, tambahkan dan berkahi setiap guru yang kuat, bertanggung jawab, dan senantiasa berbuat baik.

9. Di depan Anda ada generasi. Bangkitkan jiwa mereka, ajarkan cinta kepada ilmu, dan bangunkan semangat. Barangkali satu kata dari Anda dapat membakar spirit dalam hatinya dan menjadi kebaikan untuk ummat.

10. Rasa takut murid Anda terhadap Anda bukanlah pertanda keberhasilan dan keterampilan Anda dalam menegakkan kedisiplinan. Itu hanya pertanda bahwa Anda gagal dalam memerankan pendidikan. Pendidikan itu membawa ketegasan dan kasih sayang bukan dengan menakut-nakuti.

11. Syekh Utsaimin rahimahulloh membedakan antara pulpen inventaris kantor dan pulpen pribadi karena takut makan barang haram. Lantas bagaimana dengan orang yang menghalalkan sesuatu yang lebih berharga daripada tinta? Yaitu waktu!

12. Ingatlah bahwa anda mempunyai anak yang diajar oleh guru-guru seperti Anda. Maka berbuat baiklah kepada anak orang niscaya Allah akan menyiapkan bagi anak Anda guru-guru yang akan berbuat baik kepada mereka. "Balasan sesuai dengan amal perbuatan."

13. Ikhlaskan niat utk Allah. Karena sesungguhnya Anda sedang melakukan tugas para Nabi. Dan jika anda mengharap pahala dalam pekerjaan Anda, maka setiap jam pada siang hari Anda dalam timbangan kebaikan Anda.

_Semoga jadi nasehat para pejuang Pendidikan

Rabu, 10 Oktober 2018

Pelajaran Dari Ular

kotretaniyek Kisah seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di malam hari.
Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tidak merapikannya.
Ketika seekor ular masuk kesana, secara kebetulan ia merayap diatas gergaji.
Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka.
Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.
Ia pun membalasnya dengan mematuk gergaji itu berkali kali.
Serangan yang bertubi tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.
Marah dan putus asa, ular pun berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan gergaji yang dianggap sebagai musuhnya.
Ia pun lalu membelit kuat gergaji itu.
Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah, akhirnya ia pun mati binasa.
Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular tersebut di sebelah gergaji kesayangannya.

Kadangkala disaat marah, kita ingin melukai orang lain. Dan setelah semua berlalu, kita baru akan menyadari bahwa yang terluka sebenarnya adalah diri kita sendiri.
Banyaknya perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat marah menguasai diri, sebanyak itu pula kita melukai diri kita sendiri.
Tidak ada musuh yang tidak dapat di taklukkan oleh cinta kasih.
Tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tidak ada permusuhan yang tidak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tidak ada kesulitan yang tidak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tidak ada batu keras yang tidak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari diri kita.
Ketahuilah dendam, benci, curiga, pikiran negatif, apapun itu, ia sebenernya bagaikan ular yang membelit gergaji.
Telah ribuan kali muncul dalam pikiran kita yang menusuk dan membakar hati kita sendiri.
Latihlah diri kita setiap saat untuk mengampuni, memaafkan dengan tulus, mampu dengan cepat melepaskan dan membuang semua sampah pengotor hati dan pikiran kita sendiri.

Senin, 08 Oktober 2018

3 Kiat Menghadapi Konflik

kotretaniyek Berikut ini adalah artikel yang di dapat dari kumpulan artikel Guru Kita Semua, KH Abdullah Gymnastiar yang berjudul 3 kiat menghadapi konflik. Berikut solusi yang dapat kita pelajari.
1. Semangat Bersaudara
Allah Swt berfirman,
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al Hujurat [49] 10)
darah, nasab, organisasi, atau batas negara. Dengan persaudaraan atas dasar keimanan ini, Rasulullah Saw memberikan pemisalan yang begitu indah bahwa kaum muslimin itu seperti satu bangunan yang setiap bagiannya saling menguatkan satu sama lain. Rasulullah Saw bersabda, “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain ibarat satu bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya. Kemudian Rasulullah menggenggam jari-jemarinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa indah agama Islam ini. Mengajarkan persaudaraan berlandaskan keimanan kepada Allah Swt, persaudaraan yang derajatnya, nilainya, jauh lebih tinggi dari persaudaraan karena hubungan
Dalam hidup bermasyarakat, berdampingan dengan saudarasaudara yang seiman, tentu akan tetap ada potensi masalah. Karena demikianlah ciri dari kehidupan sosial. Namun, tidak perlu takut  terhadap masalah, yang perlu kita khawatirkan adalah jikalau kita salah dalam menyikapi masalah. Tidak perlu takut pada masalah yang sudah terlanjur terjadi, karena salah-salah, sikap takut malah membuat kita lari dari masalah dan bukan menyelesaikannya.
2. Semangat Solusi
Marilah kita perbaiki cara pandang kita bahwa masalah terjadi pasti atas izin Allah Swt, dan pasti ada solusinya. Jika masalah terjadi atas izin Allah, maka siapakah yang memiliki dan paling tahu solusinya? Tiada lain adalah Allah Swt. Oleh karena itu, jalan terbaik kita dalam menghadapi masalah adalah menghadapinya, menyelesaikannya dengan cara-cara yang Allah ridhai.
3. Semangat Sukses Bersama
Kesuksesan sejati adalah ketika kita bisa mengajak orang lain sukses. Seorang guru yang sukses adalah ketika dia bisa membawa murid-muridnya kepada kesuksesan dalam belajar. Seorang  pejabat yang sukses adalah ketika dia membawa bawahan-bawahannya menggapai karir yang lebih tinggi dan lebih manfaat dengan kejujuran. Seorang pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang bisa menginspirasi dan mencetak karyawannya menjadi mandiri dan berdikari. Orangtua yang sukses adalah orangtua yang bisa mencetak anakanaknya menjadi orang-orang yang bertakwa kepada Allah dan berbakti. Tidak ada manusia yang bisa hidup sendirian. Kita bisa berpakaian, menutupi aurat, dan membaguskan penampilan adalah karena keterlibatan banyak orang. Mulai dari petani kapas, pengrajin tenun, pedagang, hingga penjahit. Makanan yang kita nikmati, membuat energi kita terpenuhi untuk beraktifitas adalah buah dari keterlibatan banyak tangan. Mulai dari petani yang bekerja di sawah atau kebun mereka, para supir yang mengangkut hasil bumi ke pasar, para pedagang, hingga orang yang memasak di dapur.
Maasyaa Allah. Hampir seluruh aspek dalam hidup kita ada keterlibatan orang lain di dalamnya. Oleh karena itu, ketika kita berhasil menggapai kesuksesan dalam bidang apapun itu,  esungguhnya kita tidak sukses sendirian. Ada kesuksesan orangtua kita, ada kesuksesan guru-guru dan teman-teman kita. Jika kita selalu ingat akan hal ini, niscaya akan mudah bagi kita untuk memupuk  kerendahan hati.
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar, Sumber: smstauhiid.com

Rabu, 03 Oktober 2018

Membedah Keajaiban Rezeki menurut Perspektif Islam

kotretaniyek Perihal rezeki memang selalu menarik untuk diperbincangkan, bahkan dari kalangan petani, pedagang hingga cendekiawan sering menjadikan topik pembahasan. Rezeki juga seringkali menjadi satu permohonan yang dipanjatkan di dalam doa, hal itu menunjukkan bagaimana pentingnya rezeki bagi kita manusia. Namun sayangnya, banyak terjadi kesalahkaprahan ketika perihal rezeki ini menjadi topik bahasan.
Ada sebagian kalangan yang terjebak ke dalam satu area yang keliru sehingga membuat mereka kemudian mengambil jalan yang berbeda yang tidak berpedoman kepada al-Qur’an dan al-Hadits. kaum muslim seringkali “rela” meninggalkan apa yang sudah menjadi kewajibannya hanya untuk mengejar rezeki.
Kata rezeki atau rizki sendiri dipercaya merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Arab “razaqa” yang artinya memberi sesuatu.
Ada dua bagian di dalam rezeki yaitu rezeki yang halal dan rezeki yang haram. Baik halal maupun haram memang adalah hasil pemberian Allah SWT, karena bagaimanapun juga mereka yang berupaya untuk mendapatkannya telah bersusah payah dan rela berkeringat, sehingga Allah mengganjarnya dengan rezeki tersebut.
Saat ini banyak orang yang mengira bahwa rezeki yang mereka dapatkan adalah hasil jerih payah mereka sendiri atau hasil dari pekerjaan yang mereka jalani. Misalnya saja, ada seorang karyawan yang menerima gaji setiap bulan karena telah bekerja keras selama satu bulan penuh.
Ketika mereka menerima uang gaji tersebut, mereka mengira bahwa itu semata – mata adalah hasil jerih payah mereka karena telah bekerja selama sebulan penuh.
Contoh lainnya adalah seorang pedagang yang mendapatkan keuntungan dari perdagangan yang dia lakukan, namun kemudian mengira bahwa apa yang dia dapatkan adalah murni hasil kerja keras dia. Banyak lagi contoh yang lain yang menunjukkan kekeliruan dalam menyikapi rezeki yang diterima.
Sebagai muslim, kita diwajibkan dan “dipaksa” untuk meyakini bahwa segala yang kita miliki dan dapatkan adalah hasil pemberian Allah SWT. Kita harus percaya dan yakin bahwa besar kecilnya rezeki yang kita dapatkan bukan semata – mata karena apa yang telah kita kerjakan, namun juga berkah dari Allah SWT.
Di dalam al-Qur’an surat:
Adh- Dzariyat ayat 22-23: “Dan di langit ada (sebab-sebab) rezeki kamu, juga apa saja yang telah dijanjikan kepada kalian. Maka, demi Tuhan, langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan”.
Surat Hud ayat 6: “Dan tidak ada satupun hewan melata di muka bumi ini, kecuali rezekinya telah ditetapkan oleh Allah. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”
Dari kedua ayat tersebut jelas diterangkan bahwa Allah memang adalah pemilik dari segala rezeki. Di dalam surat Hud tersebut bahkan Allah SWT secara gambling menegaskan bahwa binatang melata sekalipun diberikan-Nya rezeki, apalagi kita sebagai manusia.
Selain kedua surah di atas, ada pula beberapa surah lain yang menegaskan bahwa rezeki adalah mutlak milik Allah dan manusia tidak perlu mengkhawatirkannya, seperti:
Al Isra ayat 31: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberikan rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”
Al-An’am ayat 151: “…Dan janganlah kamu membunuh anak – anakmu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan juga kepada mereka…”
Kesimpulannya, keyakinan mengenai rezeki di tangan Allah adalah keyakinan yang wajib dimiliki oleh setiap muslim, tanpa terkecuali. Kaum muslim juga harus yakin bahwa segala sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT, baik berupa materi maupun non – materi adalah murni pemberian-Nya bukan semata – mata hasil dari usaha kita.
Pekerjaan yang kita lakukan bukanlah penyebab datangnya rezeki namun hanya merupakan satu media agar Allah berkenan untuk memberikan sedikit yang dimiliki-Nya kepada kita.
Meski demikian, kita sebagai manusia juga tetap diwajibkan untuk tetap berusaha sekuat tenaga dalam upayanya mencari ridho Allah. Jadi, dalam hal ini manusia juga sekaligus diwajibkan untuk selalu bersikap tawakal dan istiqomah, dalam artian mengembalikan segala sesuatunya hanya kepada pemilik alam semesta ini, yaitu Allah SWT.

Bereskan Hubunganmu dengan Allah, dan Biarkan Dia Membereskan Urusan Duniamu

kotretaniyek Kita sering menghadapi keruwetan persoalan dalam kehidupan. Kita pusing memikirkan besok mau makan apa. Kita bingung bagaimana nasib anak-anak kita nanti. Kita juga ingin agar suatu persoalan yang sedang mengganjal bisa cepat selesai agar kita tidak lagi disulitkan olehnya.
Banyak orang menjadi frustasi dalam persoalan yang dia hadapi karena semakin kuat dia berusaha untuk menyelesaikan, semakin kuat pula persoalan itu melilitnya. Seolah-oleh seluruh energi dan waktu yang dihabiskan tetap tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Hal ini tidak jarang membuat seseorang putus asa dan merasa Tuhan tidak adil kepada dirinya.Barangsiapa membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya. Lantas bagaimanakah seharusnya menghadapi urusan-urusan dunia yang menyulitkan tersebut? Apakah kita bisa menghindarinya? Atau apakah semua itu memang harus dijalani?
Dalam pandangan Allah, segala urusan yang kita khawatirkan dan takutkan adalah mudah bagi-Nya. Seringkali kita berusaha menjalani itu semua dengan kekuatan diri sendiri, merasa sebagai superman yang mampu menghadapi segala-galanya. Dan Allah ingin menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak bisa apa-apa.
Dalam kitab Nahjul Balaghah, Ali bin Abi Thalib mengajarkan kepada kita:
“Barangsiapa membereskan hubungan antara dirinya dengan Allah, niscaya Allah akan membereskan hubungan antara dia dan manusia semuanya. Barangsiapa membereskan urusan akhiratnya, niscaya Allah akan membereskan baginya urusan dunianya. Barangsiapa selalu menjadi penasihat yang baik bagi dirinya, niscaya Allah akan menjaganya dari segala bencana.”
Mengutip kata-kata di atas, kunci dari segala persoalan yang menimpa diri kita adalah rusaknya hubungan dengan Allah. Kita terputus dengan-Nya sehingga merasa apa yang kita hadapi tidak terhubung. Padahal segala sesuatu dalam pengetahuan-Nya dan Allah dengan mudah akan membalikkan segala urusan kita dalam sekejap mata.
Karenanya jika ditimpa persoalan yang membuat sulit seakan dunia mau runtuh, periksalah hubungan kita dengan Allah. Apakah ada hak-hak-Nya yang kita langgar? Perintahnya yang kita langgar? Atau larangan-Nya yang terus menerus kita lakukan? Perbaikilah persoalan kita dengan Allah dan niscaya Dia dengan mudah akan membereskan segala urusan dunia kita. Apa yang tidak mungkin dilakukan oleh Raja dari segala Raja?


Minggu, 30 September 2018

5 Kiat Menghadapi Persoalan Hidup (5)

kotretaniyek Alhamdulillah. Tak ada yang patut disembah selain Alloh Swt. Sungguh Alloh Maha Mengetaui daun yang jatuh di tengah hutan belantara yang tak pernah terjamah tangan manusia. Hanya Alloh yang kuasa memberi petunjuk dan pertolongan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada nabi junjungan alam, nabi Muhammad Saw.
Saudaraku, Alloh Swt. berfirman, “..Hasbunallohu wa ni’mal wakill.. (cukuplah Alloh sebagai penolong kami, dan Alloh adalah sebaik-baik tempat bersandar..)” (QS. Ali ‘Imron [3] : 173)
Petikan ayat ini merupakan doa yang diucapkan oleh nabi Ibrohim a.s kepada Alloh Swt.  manakala beliau berhadapan dengan raja Namrud, seorang raja yang sangat zholim. Ketika itu Namrud hendak menghukum nabi Ibrohim a.s dengan cara dibakar dalam api yang besar dan berkobar. Siksaan itu dijatuhkan karena nabi Ibrohim a.s mendakwahkan tauhiid kepada umat manusia, khususnya rakyat Babilonia dan para penguasanya.
JADIKAN ALLOH SAJA SEBAGAI PENOLONG
Sesaat sebelum dihempaskan ke dalam kobaran api yang sangat panas, nabi Ibrohim a.s memanjatkan doa “..Hasbunallohu wa ni’mal wakill.. (cukuplah Alloh sebagai penolong kami, dan Alloh adalah sebaik-baik tempat bersandar..)”. Maka, seketika itu pula, atas kehendak Alloh Swt., api itu menjadi terasa dingin saja bagi nabi Ibrohim a.s.
Alloh Swt. berfirman, “Wahai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrohim.” (QS. Al Anbiyaa [21] : 69)
Kisah nabi Ibrohim a.s ini menjadi pelajaran bagi kita bahwasanya hanyalah Alloh Swt. tempat kita bersandar dan memohon pertolongan. Kisah ini juga memberikan pelajaran kepada kita untuk benar-benar yakin kepada Alloh Swt. Sehingga setiap amal perbuatan yang kita lakukan, setiap kebaikan yang kita berikan, hanyalah atas dasar mengharap ridho Alloh Swt. Bukan atas dasar mengharap penghargaan dan penilaian manusia.
Nabi Ibrohim a.s telah berupaya sekiat tenaga memberikan petunjuk ke jalan kebenaran kepada kaumnya. Beliau mengajak mereka untuk berpikir menggunakan akal sehat agar berhenti menyembah berhala yang tak pernah bisa berbuat apa-apa apalagi menolong mereka. Setelah upaya itu beliau lakukan, maka langkah selanjutnya adalah beliau berpasrah diri kepada Alloh Swt.
Sahabatku, setelah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi, bersikap ridho atas apa yang terjadi, tidak mempersulit diri, dan mengevaluasi diri atas peristiwa yang kita alami, maka sikap selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah memperkuat hati untuk semakin yakin bahwa tiada yang kuasa memberikan pertolongan selain Alloh Swt.
Kita akan sengsara jikalau meyakini bahwa pertolongan akan kita dapatkan dari makhluk. Kesengsaraan juga akan kita rasakan jika takut terhadap makhluk. Takut mereka tidak memberi, takut mereka tidak membantu. Jikalau kita berpengharapan kepada makhluk, maka siap-siaplah untuk kecewa karena sesungguhnya makhluk tak memiliki apa-apa. Namun, jikalau kita bergantung kepada Alloh Swt., niscaya Alloh akan menurunkan pertolongan dari jalan yang tak pernah kita duga.

Alloh Swt. berfirman, “..Barangsiapa bertakwa kepada Alloh, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan, memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dan, barangsiapa yang bertawakal kepada Alloh, niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq [65] : 2-3)
Saudaraku, kehidupan di dunia memang selalu terdapat suka dan duka, sedih dan gembira. Begitu seterusnya silih berganti. Apa yang menjadi masalah bukanlah perputaran siklus tersebut, melainkan cara kita menghadapi atau mensikapinya.
Jika kita bisa menyikapinya dengan cara terbaik, maka persoalan yang sedang kita hadapi akan menjadi ladang amal sholeh yang bisa mengangkat derajat kemuliaan dan menjadi jalan kebahagiaan. Cukuplah Alloh Swt. sebagai penolong dan pelindung kita.
Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar, Sumber: smstauhiid.com

5 Kiat Menghadapi Persoalan Hidup (4)

KOTRETANIYEK Segala puji hanya milik Alloh Swt. Tak ada yang Maha Mengetahui isi hati kita selain Alloh. Tak ada yang kuasa memberikan rezeki kepada kita selain Alloh. Tak ada yang mampu menghidupkan dan mematikan selain Alloh. Hanya kepada Alloh kita menyembah dan memohon pertolongan.
Shawalat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih Alloh Swt., nabi Muhammad Saw. Manusia mulia yang sangat mencintai kita meski belum pernah berjumpa. Semoga Alloh mengumpulkan kita bersamanya di hari kiamat nanti.
EVALUASI DIRI
Kiat menghadapi persoalan hidup yang selanjutnya adalah rajin mengevaluasi diri. Kita harus memiliki keterampilan mengevaluasi diri sendiri. Karena hidup di dunia ini bagaikan kita berteriak di pegunungan. Suara kita akan menggema dan sampai kembali kepada kita.
Demikianlah hidup ini. Apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan, akan kembali kepada kita. Sehalus apapun perkataan, sekecil apapun perbuatan, niscaya akan kembali kepada kita, baik berupa kebaikan maupun keburukan.
Alloh Swt. berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarroh (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan)nya. Dan, barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya ia akan menerima (balasan)nya.” (QS. Al Zalzalah [99] : 7-8).
Ketika suatu persoalan menimpa kita, maka langkah segera yang perlu kita lakukan adalah bersikap ridho dan tafakur atas apa yang menimpa kita itu. Pada saat inilah kita lakukan pemeriksaan ke dalam diri kita, dosa apa yang telah kita lakukan, kemaksiatan apa yang sudah kita perbuat sampai-sampai persoalan itu menimpa kita.

Sambutlah persoalan yang datang itu dengan respon terbaik yang bisa kita lakukan sebagai seorang muslim. Misalnya dengan cara berdiam diri sejenak sembari merenungi yang sedang terjadi, lalu disusul dengan berdzikir menyebutkan asma Alloh Swt. Renungi apa yang telah kita lakukan sebelumnya.
Ketika kaki kita tersandung, janganlah melontarkan sumpah serapah atau ucapan-ucapan kotor, karena selain sia-sia malah akan mendatangkan dosa. Responlah dengan ucapan kalimat tauhid seperti, “Innalillahi wa inna ilaihi roojiun!” Ini tentu lebih utama dan berpahala. Juga niscaya akan memudahkan kita untuk lebih peka dalam mengingat kembali dosa apa yang pernah dilakukan dengan kaki kita. Boleh jadi kaki ini pernah kita langkahkan ke tempat maksiat, atau malas kita langkahkan ke masjid untuk shalat berjamaah di awal waktu.
Saudaraku, tiada suatu kejadianpun di dunia ini kecuali ada dalam pengetahuan Alloh Swt. dan niscaya selalu ada hikmah di baliknya. Jikalau kita kehilangan dompet padahal terdapat uang di dalamnya, segera kembalikan peristiwa itu kepada Alloh Swt. diiringi memeriksa dosa apakah yang sudah kita lakukan. Boleh jadi itu adalah cara Alloh mengingatkan kita karena sudah sekian lamanya kita melupakan sedekah. Atau karena sudah demikian sering kita membelanjakan harta untuk urusan yang mubazir dan sia-sia. Padahal rezeki yang kita miliki tiada lain adalah titipan Alloh Swt.
Ketika melihat anak-anak kita nakal dan sulit dinasehati, segeralah periksa diri kita. Sudahkah kita sebagai orangtua memberikan contoh keteladanan bagi mereka. Ataukah kita hanya sebatas pandai memarahi mereka saja.
Umar bin Khaththab r.a pernah mengatakan, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab (pada hari kiamat), dan timbanglah (amal) diri kalian sebelum kalian ditimbang (pada hari kiamat), maka sesungguhnya hisab itu akan ringan bagi kalian jika kalian menghisabnya hari ini (di dunia).”
Saudaraku, marilah kita respon setiap peristiwa dan persoalan yang terjadi dengan evaluasi diri. Sehingga setiap kejadian tersebut bisa kita sikapi dengan sikap terbaik yang Alloh sukai. Mengevaluasi diri juga akan bermanfaat untuk langkah kita ke depan agar lebih efektif, selamat dan bernilai ibadah di hadapan Allah Swt.

    Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar, Sumber: smstauhiid.com

    5 Kiat Menghadapi Persoalan Hidup (3)

    kotretaniyek Alhamdulillahirobbil ‘aalamin. Alloohumma sholli’alaa Muhammad wa ‘alaa alihi wa ashaabihi ajma’in.
    Semoga Alloh Swt. mengkaruniakan kepada kita kebeningan hati yang senantiasa haus untuk berdzikir mengingat-Nya. Hanya orang yang bening hatinya yang peka menangkap setiap nasehat kebaikan. Hanya orang yang bening hatinya yang akan terjaga setiap sikap dan tutur katanya. Karena sesungguhnya kebaikan seseorang bergantung pada keadaan hatinya.
    Sesungguhnya kehidupan dunia adalah siklus persoalan. Ketika kita selesai menghadapi satu persoalan, maka kita akan berjumpa dengan persoalan baru. Bahkan tidak jarang kita bertemu dengan banyak persoalan pada waktu yang bersamaan.
    JANGAN MEMPERSULIT DIRI
    Saudaraku, disadari atau tidak, kita kerap mendramatisir sebuah persoalan. Sehingga persoalan yang sebenarnya sederhana jadi nampak luar biasa besar. Persoalan yang sebenarnya tidak begitu pahit, namun seolah menjadi akhir hidup disebabkan dramatisasi diri kita sendiri. Belum saja kita mendiagnosa sebuah persoalan, kita sudah lebih dahulu mengasihani diri sehingga persoalan tersebut nampak rumit.
    Sebagai contoh, ada seseorang yang sakit pinggang dan belum sempat memeriksakannya ke dokter. Kemudian, dia ceritakan hal itu pada temannya. Dia menduga-duga bahwa dia sedang terkena gangguan ginjal. Maka, makin besarlah kekhawatirannya pada biaya pengobatan yang mahal, cuci darah, dan gangguan kesehatan yang berkepanjangan. Ia stress dan tersiksa oleh pikirannya sendiri. Padahal ia sama sekali tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada pinggangnya.
    Maka dari itu, penting bagi kita untuk terlatih selalu mengendalikan diri setiap kali menemui sebuah persoalan. Janganlah larut dalam jebakan-jebakan sikap yang justru mempersulit diri sendiri. Latihlah diri kita agar bisa merespon setiap persoalan dengan tenang, pikiran jernih, dan hati yang lapang. Karena sebenarnya setiap persoalan yang menimpa manusia itu sudah terukur oleh Alloh Swt. Tak ada persoalan yang ukurannya di luar kemampuan kita untuk memikulnya.
    Hal ini sesuai dengan janji Allah Swt. di dalam Al Quran, “Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya..” (QS. Al Baqoroh [2] : 286).
    Alloh Swt. Maha Mengetahui siapa sebenarnya diri kita. Dan, Maha Suci Alloh dari segala perbuatah dholim terhadap makhluk-Nya. Setiap persoalan yang menimpa kita sesungguhnya sudah terukur untuk bisa kita hadapi. Adapun yang membuat kita merasa berat saat menghadapinya tiada lain adalah disebabkan kurangnya ilmu dan kurangnya iman dalam diri kita. Sehingga langkah-langkah kita dalam menghadapinya tidak sesuai dengan petunjuk Alloh Swt.

    Tidak ada yang aneh dalam kehidupan dunia ini. Polanya masih sama saja. Seperti pergantian siang dan malam, terus-menerus begitu silih berganti. Kadang dipuji, kadang dicaci. Ada gembira, ada sedih. Datang senang, lalu datang susah. Disukai, dibenci. Sehat, sakit. Lapang dan sempit. Terus menerus silih berganti. Tidak ada yang aneh, kecuali yang aneh adalah jikalau kita masih saja tidak memahami hakikat hidup di dunia ini.
    Marilah kita terus melatih diri untuk siap sedia bersikap tenang di setiap keadaan. Terutama ketika persoalan hidup datang melanda. Jangan kita mempersulit diri dengan mendramatisir persoalan, melupakan nikmat yang terus Alloh Swt. berikan, dan mengandai-andakan yang tidak ada.
    Semoga kita tergolong sebagai hamba Alloh Swt. yang tangguh menghadapi persoalan hidup. Sehingga setiap persoalan yang datang bisa menjadi ladang amal shaleh bagi kita. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. 
    Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar, Sumber: smstauhiid.com

    5 Kiat Menghadapi Persoalan Hidup (2)

    KOTRETANIYEK Semoga Alloh Swt. Yang Maha Menatap setiap tindak-tanduk kita, setiap bisikan hati kita, memberikan kita hidayah sehingga kita selalu ada di dalam jalan yang Alloh ridhai. Segala pujian hanyalah milik Alloh Swt. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada kekasih Alloh, suri teladan, nabi Muhammad Saw.
    Sahabatku, kiat kedua agar kita mampu menghadapi persoalan hidup adalah ridho pada apa yang terjadi. Ridho terhadap apa yang akhirnya terjadi, atau ridho pada hasil yang akhirnya kita terima setelah usaha yang kita lakukan.
    RIDHO PADA APA YANG TERJADI
    Mengapa kita harus ridho? Karena jika kita tidak ridho pun, kejadian yang sudah terjadi tetap terjadi, hasil yang sudah kita terima tetap kita terima. Contoh sederhananya, kita sedang berjalan tiba-tiba sebuah bola mengenai kening kita cukup keras. Sikap terbaik menghadapi kenyataan seperti ini adalah bersikap ridho, karena toh bola sudah mengenai kening kita. Jika ada rasa sakit, maka biarkan saja sejenak rasa sakit yang sebentar itu. Tidak perlu menggerutu atau mengutuk keadaan. Lebih baik beristighfar.
    Rosulullah Saw. bersabda, “Akan merasakan kelezatan iman, orang yang ridho kepada Alloh sebagai Robb-nya dan Islam sebagai agamanya, serta (nabi) Muhammad sebagai rosulnya.” (HR. Muslim)
    Sebagaimana isi hadits ini, bersikap ridho akan mendatangkan rasa tentram di dalam batin kita. Karena sebenarnya penderitaan yang kita rasakan di saat kita menggerutu dan mengutuk kejadian itu bukanlah disebabkan peristiwanya, melainkan disebabkan sikap kita sendiri yang tidak ridho pada peristiwa tersebut.
    Contoh lainnya yang seringkali terjadi di tengah kita adalah mengejek atau mencibir keadaan diri sendiri. Ada orang yang mengejek dirinya sendiri hanya karena hidungnya tidak mancung, atau kulitnya gelap, atau posturnya pendek, atau terlahir dari keluarga yang tidak kaya raya.
    Orang-orang seperti ini akhirnya merasakan penderitaan. Penderitaan mereka bukan disebabkan oleh kenyataan, melainkan disebabkan oleh sikap mereka sendiri terhadap kenyataan. Maka, tidak heran jika orang seperti ini mengalami stress. Seperti seorang wanita yang sudah melewati usia 30 tahun, kemudian ia pontang-panting menghindari gejala penuaan dengan cara operasi plastik. Biaya yang mahal dikejarnya, sedangkan keriput di wajah tetap saja muncul. Dia pun stress.
    Sikap seperti ini adalah sikap yang tidak ridha menghadapi kenyataan, sehingga ia bersikap secara berlebihan. Ia tidak ridho menghadapi kenyataan bahwa muda dan tua adalah sunnatulloh yang akan dialami manusia.

    Saudaraku, ridho bukanlah pasrah begitu saja. Ridho adalah keterampilan kita untuk realistis menerima kenyataan. Hati menerima, pikiran dan fisik berikhtiar memperbaiki diri sehingga bisa menemui kenyataan yang lebih baik lagi. Jika sakit gigi, bersikaplah ridho dengan menerima bahwa itu ujian dari Alloh, sembari kaki melangkah ke dokter gigi sebagai bentuk ikhtiar mengobati dan merawat gigi karena itu adalah titipan Alloh Swt. Karena boleh jadi sakit gigi adalah karena kelalaian kita merawat titipan Alloh tersebut.
    Oleh karena itu, peristiwa apapun yang terjadi di dalam hidup kita, marilah kita hadapi dengan ridho : terima  dengan lapang dada, tanpa berkeluh kesah dan yakini bahwa segala yang terjadi ada dalam kekuasaan Alloh Swt. Tidak ada kejadian apapun yang luput dari pengetahuan dan kekuasaan-Nya. Sekalipun peristiwa tersebut tidak sesuai dengan harapan kita, bahkan cenderung pahit untuk diterima. Ridha adalah sikap terbaik agar ujian tersebut berbuah berkah bagi kita.
    Alloh Swt. berfirman, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan (dengan berbagai macam cobaan) sehingga berkatalah Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya, “Bilakah datangnya pertolongan Alloh?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqoroh [2] : 214)
    Bersikap ridho itu seperti apabila kita menanak nasi ternyata tanpa disadari air yang kita tuangkan terlalu banyak sehingga beras yang rencananya akan kita buat sebagai nasi malah menjadi bubur. Menyikapi kenyataan ini sikap yang baik tentu bukan menggerutu atau marah-marah, melainkan bersikaplah ridha sembari mencari daun seledri, kacang kedelai dan suwiran daging ayam. Ditambahi kecap dan krupuk. Maka, bubur pun kini menjadi bubur ayam spesial.
    Ridha akan membuat hidup kita lebih nyaman dan lapang. Bukankah kita ingin agar Allah Swt. ridho kepada kita? Jalannya adalah bersikap ridha pada apapun keputusan-Nya. Rasululloh Saw. bersabda, “Barangsiapa yang ridho (pada ketentuan Alloh), maka Alloh akan ridho kepadanya.” (HR. Tirmidzi).
    Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar, Sumber: smstauhiid.com

    5 Kiat Menghadapi Persoalan Hidup (1)

    KOTRETANIYEK Alhamdulillahirobbil ‘aalamin. Allohumma sholli’alaa Muhammad wa ‘alaa alihi wa ashaabihi ajma’in.
    Semoga Alloh Swt. senantiasa membimbing kita sehingga kita memiliki qolbun saliim, hati yang bening, hati yang bersih, hati yang lapang. Karena ternyata keselamatan hidup di dunia dan di akhirat tidaklah ditentukan oleh banyaknya uang, harta atau anak, melainkan ditentukan oleh qalbun salim.
    Alloh Swt. berfirman, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Alloh dengan hati yang bersih.” (QS. Asy Syu’aro [26] : 88-89)
    SIAP PADA BERBAGAI KEMUNGKINAN
    Saudaraku, dalam menjalani hidup ini yang perlu kita waspadai bukanlah peristiwa atau kejadian yang akan, sedang atau telah terjadi menimpa diri kita. Yang perlu kita waspadai adalah sikap kita manakala menghadapi setiap peristiwa tersebut.
    Karena dalam hidup ini, peristiwa yang terjadi tidak akan selalu cocok dengan keinginan kita. Niscaya kita akan menemui berbagai peristiwa yang menyenangkan kita, dan ada pula yang tidak menyenangkan.Salah satu kunci agar kita bisa menghadapi persoalan hidup adalah siap menghadapi yang cocok dan siap menghadapi yang tidak cocok dengan keinginan kita. Sedia payung sebelum hujan, artinya siap jikalau turun hujan dan siap jikalau tidak turun hujan. Tentu itu akan membuat orang yang membawa payung lebih tenang daripada orang yang tidak membawa payung. Sedia dongkrak dan ban serep, itu lebih tenang daripada tidak membawa keduanya.

    Kenapa harus siap? Karena hidup ini mustahil selalu sesuai dengan keinginan kita. Kalau setiap keinginan kita terkabul, tentulah hidup ini akan kacau balau. Mengapa harus siap menghadapi segala kemungkinan? Karena yang kita inginkan belum tentu yang terbaik menurut Allah Swt. untuk kita.
    Allah Swt. berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Alloh mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqoroh [2] : 216)
    Oleh karena itu, wilayah kemampuan kita itu ada tiga. Kesatu, pandai-pandailah meluruskan niat. Kedua,sempurnakan ikhtiar sesuai dengan kemampuan pikiran dan hati kita. Ketiga, pasrahkan hasilnya kepada Alloh Swt. Itu saja.
    Bagi yang sedang mencari jodoh, maka luruskanlah niat lillaahita’ala. Niatkan menikah sebagai jalan untuk ibadah, agar kita semakin mendekatkan diri kepada Alloh Swt. Kemudian, lanjutkan dengan ikhtiar menjemput jodoh. Ikhtiar pun perlu dilakukan dengan baik dan benar. Karena, “jika ingin mencari permata, maka carilah di kotak permata”. Jika, Allah Swt. sudah mentakdirkan, maka jodoh pasti datang. Jika sudah demikian, maka yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah bersikap ridho.
    Apapun yang sudah terjadi adalah takdir Alloh. Jika sudah takdir, maka sikap terbaik kita adalah ridho. Alloh Swt. memberi kita hidung yang melengkung ke dalam dan bulat, tidak seperti bintang-bintang film di televisi, maka ridha saja. Tidak perlu mengharapkan punya hidung seperti orang lain. Karena Alloh Swt. pasti memberi kepada kita secara proporsional. Boleh jadi kita mengoperasi plastik hidung, namun hasilnya ternyata tidak cocok, dan malah timbul efek samping yang merugikan kita.
    Tak pelu repot-repot ingin lebih dari kenyataan. Jika usia kita sudah menua, maka nikmatilah masa-masa tua. Jangan takut menjadi tua. Karena begitulah siklus hidup manusia. Ridho saja dengan siklus hidup dan episode tua yang kita lakoni.
    Mari kita petik pelajaran dari seorang tukang parkir. Dia senantiasa siap dengan kedatangan setiap kendaraan yang hendak parkir di tempatnya. Demikian pula jikalau setiap pemilik kendaraan itu mengambil kembali kendaraannya dan pergi, ia akan selalu siap. Mengapa demikian? Karena sejak awal ia sudah memiliki pandangan bahwa semua kendaraan itu hanyalah titipan yang pasti akan diambil kembali oleh pemiliknya. Sedangkan ia hanya bertugas menjaga amanah yang mereka titipkan kepadanya.
    Demikianlah kita dalam hidup ini. Kiat untuk menghadapi persoalan hidup yang pertama adalah memiliki kesiapan terhadap segala kemungkinan yang bisa terjadi di dalam hidup kita. Jika kita memiliki kesiapan ini, maka kita akan ringan menghadapi setiap peristiwa. Bahkan peristiwa seberat dan sepahit apapun.
    Saudaraku, ketenangan yang hadir di dalam hati kita dalam menjalani hidup ini tiada lain adalah karena kekuasaan Alloh Swt. Hanya Alloh yang kuasa menghadirkan rasa tenang di dalam hati kita. Dan, rasa tenang itu datang jikalau kita bersungguh-sungguh mengingat Allah dalam setiap helaan nafas dan langkah kita. Wallohu a’lam bishowab. 
    Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar, Sumber: smstauhiid.com

    Minggu, 09 September 2018

    Inspirasi dari Sana

    Kotretaniyek Ini inspirasi buat para pembaca saja. Mungkin bisa menjadi cerita motivasi bagi kita semua.
    DESA   P O N G G O K : Sang Kepala Desa HEBAT

    Desa Ponggok di Klaten jawa tengah, termasuk desa tertinggal. miskin pengangguran menumpuk , rentenir berkeliaran klo di kita biasanya bank keliling.

    Tahun 2006 pemilihan kades terpilih Bpk JUNAEDI  jadi Kades, dia bersumpah akan totalitas mengabdi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di desa ya.

    Kades Juned langsung menyurati LPPM UGM : memohon dikirim mahasiswa KKN tematik. Langsung di jawab UGM dengan 3 gelombang penelitian.

    KKN pertama : mendata kemiskinan & pengangguran
    KKN ke 2 : mulai mendata potensi desa
    KKN ke 3 : dikirim mahasiswa memetakan Pemberdayaan ekonomi

    Dengan database yq lengkap pak kades mulai bergerak :
    Bumdes ( badan usaha milik desa ) di bentuk potensi pariwisata air benar benar digarap optimal, wisatawan mulai berdatangan
    Perikanan & Pertanian dikawal dengan baik

    Hari ini pendapatan desa ponggok kecamatan polanharjo klaten sudah puluhan milyar ( 2016= 10M , 2017=12M)
    Tiap keluarga berani investasikan uangnya 5 juta perKk, paud & tiap RW wajib investasi. Keuntungan yq di peroleh perbulan bisa mencapai 10%

    Ponggok terus bergerak maju, meskipun pimpinan daerah terus kisruh, Junaedi menyatuni semua lansia yq ada di desa
    Dan Mewajibkan setiap satu rumah wajib mencetak satu sarjana dgn bantuan dari kas Desa.. Keren ga tuh ?

    Bu Sri Mulyani pun ikut ikutan Gatel berselfi dgn pak kades yang senyumnya bikin warga jd adem..

    Yang begini seharusnya di Viralkan....

    Rabu, 05 September 2018

    Budidaya Yukkkk!!!

    Kotretaniyek Bercocok tanam atau dengan kata lain Budi daya tanaman merupakan salah satu kebiasaan orang Indonesia. Karena Indonesia merupakan salah satu negara yang subur. Berikut ini adalah beberapa istilah dalam budidaya tanaman.

    Penyulaman
    Penyulaman adalah kegiatan penanaman kembali bagian-bagian yang kosong bekas tanaman yang mati/diduga akan mati atau rusak sehingga terpenuhi jumlah tanaman normal dalam satu kesatuan luas tertentu sesuai dengan jarak tanamnya.

    Penyiraman
    Penyiraman ialah satu proses  pembekalan air / aplikasi atau pengaliran kepada tanah untuk keperluan tumbesaran tanaman dan seterusnya dapat meninggikan kualiti dan hasil tanaman.

    Pembumbunan
    Pembumbunan adalah penimbunan tanah di pangkal rumpun tanaman. Menegakkan tanaman. Tanah di sekitar tanaman seringkali terkikis oleh erosi air terutama air irigasi maupun air hujan sehingga tanah yang ada di sekitar tanaman tidak mampu lagi menopang tegaknya tanaman.

    Penyiangan
    Penyiangan adalah istilah umum di indonesia dalam kegiatan pertanian, yaitu kegiatan mencabut gulma yang berada diantara sela-sela tanaman pertanian dan sekaligus menggemburkan tanah.

    Pengendalian opt adalah tindakan untuk mencegah kerugian pada tanaman budidaya tanaman yang di akibatkan oleh OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) yang terdiri dari Hama, patogen dan gulma dengan cara memedukan satu atau lebih teknik pengendalian yang di kembangkan dalam satu kesatuan.

    Tujuan pengendalian OPT
    tujuannya adalah untuk menghindari kerugian eknomi berupa kehilangan hasil panen (secara kuantitas) serta penurunan kauliatas mutu produk panen.

    Selasa, 04 September 2018

    Wisata Yang Nyata

    Kotretaniyek Mari wisata, mari berkunjung, mari perhatikan!
    *Mari Wisata ke Ruang ICU*
    - Lihat pasien yang sedang berjuang mempertahankan *nyawanya*, mereka terlihat sangat lemah sehingga dibantu berbagai macam alat (baik alat monitor dan selang) untuk mempertahankan hidup...

    *Mari Kita Lanjutkan Wisata ke Ruang Kemoterapi*
    - Disana kita lihat orang tengah berjuang melawan penyakit *kanker*, lihat wajah mereka pucat tidak ada keceriaan dan terlihat kurus kulit mereka menghitam, akibat radiasi...

    *Kita Lanjutkan ke Ruang Hemodialisa*
    - Disana berjejer terbaring manusia dengan tangan terikat selang.
    Mesin Hermodialisa sedang menggantikan *Peran Ginjal* yg sudah tidak berfungsi...

    *Kurang puas yuk Kita ke Ruang Rawat Inap*
    - Disana kita menemukan berbagai macam penyakit dari sesak nafas sampai susah BAB, diabetes, stroke, jantung dll...

    *Wisata kita terakhir ke Bagian Administrasi*
    - kita akan melihat keluarga pasien membayar jutaan rupiah bahkan puluhan juta rupiah oleh yg tidak.punya kartu Jaminan Kesehatan Nadinal dan asuransi sebagai biaya pengobatan karena pasien sudah  sembuh, bahkan yang sudah meninggal pun tetap harus bayar biaya administrasinya...

    *Bagaimana dengan diri kita yang Hidup Nyaman di Rumah ?*
    - Hidup kita relatif tidak dibantu alat apapun *enak kan ???*
    - Bernafas di alam bebas tanpa dibantu oksigen, *nikmat kan ???*
    - kita leluasa makan dan minum, *dengan sedap kan ???*

    Apakah kita sudah *Bersyukur* Hari ini ??

    Ayuk kita saling cinta dan menyayangi
    Saling rukun dan damai
    Saling menghormati dan menghargai
    Saling mengalah untuk meraih kemuliaan
    Saling melepas Ego
    Saling berbuat baik walau tidak dihargai
    Karena kebaikan akan kembali kepada diri kita sendiri.

    Sabtu, 25 Agustus 2018

    Kisah Burung Beo Dan Syakaratul Maot

    Kotretaniyek Alkisah di sebuah pesantren, Seorang Ustadz memiliki burung sejenis Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti: Assalamu’alaikm, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan lainnya.
    Suatu hari, pintu kurungan terbuka dan burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yang melintas dengan kencang hingga terkapar sekarat lalu meninggal.
    Sang Ustadz terlihat berbeda usai burungnya mati, nampak sekali sedih hingga seminggu lamanya. Para santri yang melihatnya pun mengira Ustadznya bersedih karena burungnya mati, mereka berkata:
    “Ustadz, jika hanya burung yang membuat ustadz sedih, kami sanggup menggantinya dengan yang bisa berdzikir juga. Tak perlu ustadz bermurung hingga sedemikian lamanya!”
    Sang Ustadz menjawab:
    “Aku bukan bersedih karena burung itu.”
    Para Santri:
    “Lantas kenapa ustadz?”
    Sang Ustadz:
    “Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat setelah tertabrak?”
    Para Santri:
    “Ya, kami melihatnya.”
    Sang Ustadz:
    “Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan perihnya sakaratul maut menjemput, hanya perih yang terasa. Lalu aku teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir,
    JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN.
    Padahal burung itu tidak diganggu setan saat sakaratul maut, sedangkan manusia diganggu setan saat sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, husnul khatimah ataukah su’ul khatimah?”
    Para Santri pun terdiam dan membenarkan Sang Ustadz, dan mereka pun ikut murung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadznya.
    Lalu bagaimana keadaan kita
    Saat menjemput sakaratul maut nanti ?
    Siapkah kita untuk menghadapinya.....?

    INGATLAH..!!! Bahwa kita semua Calon JENAZAH"
    "Kullu Nafsiin Dazaaiqotul Maut"
    Setiap yang bernyawa pasti merasai Mati.
    (Surah Ali imran: Ayat 185)

    DAHSYATNYA PROSES SAKRATUL MAUT

    Demi Allah
    Seandainya Jenazah yang sedang kalian tangisi bisa bicara sekejap,lalu menceritakan proses sakratul mautnya pada kalian,niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut,dan mulai menangisi diri kalian sendiri.
    (Imam Ghozali mengutip Atsar al hasan)

    Rasulullah SAW bersabda bahwa,"Sakratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang" (HR.Tirmidzi)

    Kemudian Rasulullah SAW juga bersabda  bahwa "Kematian yang paling ringan ibarat sebatng pohon penuh duri yang menancap di selembar,kain sutera Apakah batang pohon  duri itu dapat di ambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek (HR Bukhari)

    Imam Ghozali bahkan berpendapat bahwa"Sakratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang di masukan dalam perut seseorang kemudian seorang lalaki menarik sekuat-kuatnya sehinga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang tersangkut padanya dan meningalkan yang tersisa,"

    Imam Ghozali juga mengatakan bahwa rasa sakit yang di rasakan selama sakratul maut seprti menghujam jiwa san menyebarkseluruh angota tubuh sehinga bagi orang yang sedang sakratul maut merasakan  bahwa dirinya ditarik-tarik dan di cabut dari setiap urat nadi, urat saraf,persendian dan dari setiap akar rambut serta kulit kepala hinga kaki.

    Besi dan Karat

    Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...