Senin, 08 Februari 2016

PESAN AA (22)



  •  “Hai orang – orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Alloh Ta’ala, barangsiapa yang berbuat demikian maka ereka itulah orang-orang yang merugi” (QS Al-Munaafiqun)

  • “Barangsiapa mengerjakan kebajikan dan ia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (di sia-siakan) (QS Al-Anbiya 94)

  • Senang, susah, dipuji dicaci, gembira sedih, diangkat diturunkan, sebetulnya sama saja, akan baik jika dekat dengan Alloh.

  • Kalau ingin tenang, harus mencari dan meminta kepada Alloh SWT yang menciptakan hati ini dan yang satu-satunya Yang Maha Kuasa Menentramkan qalbu.

  • “…. Dan sebutlah (nama) Allah Ta’ala sebanyak-banyaknya (1) agar kamu beruntung (QS Al-Anfaal 45) (1) perbanyak dzikir dan do’a

  • Penghinaan yang bisa membuat kita sadar dan memperbaiki diri  jauh lebih baik daripada pujian yang membuat lalai dan lupa diri.

  • Orang yang tidak pernah rugi adalah yang berhasil menjadikan kejadian apaun menjadi sarana perbaikan diri, termasuk episode sakit.

  • “… Amal-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan (QS Al-Kahfi 46)

  • “Sesungguhnya apa yang di janjikan Allah Ta’ala kepadamu itu pasti terjadi” (QS Al-Mursalaat 7)

  • Tenang dan jernih dalam menghadapi persoalan, niscaya akan lebih jadi solusi daripada panic dan mendramatisir.

tak ada judul



Begitu banyak hal yang bisa kita lakukan didunia ini, kita bisa begini, kita bisa begitu, itu semua karena karunia Allah swt yang diberikan kepada makhluk-Nya. Namun karunia yang Allah berikan tersebut, terkadang kita tidak bisa mensyukurinya. Bahkan kita merasa menjadi sombong dengan kondisi kita yang seperti itu. Misalnya orang kaya menjadi merasa sombong dengan kekayaannya, sehingga mereka bisa berbuat semaunya dengan harta yang dimilikinya. Padahal yang mereka miliki bukan milik merka, itu semua hanya titipan. Selanjutnya yang paling mengherankan adalah kelakuan anak-anak orang kaya yang berlaku semaunya juga, merasa dirinya paling sempurna dan membuat orang-orang disekitarnya takluk terhadapnya karena kepemilikan harta orang tuanya. Namun tidak semua orang seperti itu, yang disoroti dalam hal ini adalah mereka yang berkelakuan sepereti itu. Anak-anak orang kaya tidak sepenuhnya salah, yang paling bertanggung jawab adalah orang tuanya yang diberi kewaiban untuk mendidiknya. Anak itu berbuat tergantung dari apa yang dia lihat dan dia terima dari orang tua dan lingkungannya. Misalnya saja ketika masih anak-anak sudah diberikan peralatan yang seharusnya dimiliki atau digunakan oleh orang dewasa seperti motor dan mobil juga yang lainnya. Mereka menjadi merasa lebih dari anak-anak lainnya yang belum memilki atau belum bisa menggunakannya. Walhasil diwaktu sekarang ini banyak anak yang telah kecanduan merokok, karena faktor lingkungan dan dukungan dari orang tuanya, dukungan dalam arti lepas dari pemantauan orang tua. Lepas pemantauan biasanya terjadi karena kesibukan orang tua dalam mencari uang atau dengan kata lain sibuk dengan pekerjaannya. Tapi banyak juga anak yang jarang bertemu dengan orang tuanya karena kesibuakan dalam pekerjaanya tapi dia tumbuh dan berkembang dengan baik. Itu semua karena pendidikan orang tua yang ditanmkan sejak dini dan do’a orang tua yang kontinu juga dengan pemantauan menggunakan teknologi, dan juga mungkin ada hari-hari libur yang mereka gunakan untuk berkumpul, walaupun misalnya hanya dua kali dalam seminggu.
Sungguh sangat beruntung seoarng anak yang selama 24 jam dalam sehari, tujuh hari dalam seminggu berada dalam pemantauan orang tuanya dan bertemu setiap saat. Ketika diam dirumah kedamaian yang dia dapatkan, bercerita tentang hari yang telah dia lewatkan. Namun jika keadaannya sepereti itu bisa saja membuat si anak tumbuh menjadi aak manja yang merasa dirinya mendapatkan perlindungan penuh dari keluarganya. Jadi harus ada pembatasan-pembatasan jangan sampai seperti pepatah orang sunda nyaah dulang yang berarti berkelebihan terhadap anak yang membuat anak menjadi begitu manja sekali yang tidak baik untuk masa depannya juga.
Kembali lagi bercerita dengan kelakuan yang semaunya bagi mereka yang merasa dirinya lebih daripada orang lain, seperti tadi orang kaya, juga banyak menimpa terhadap orang yang memiliki kedudukan tinggi atau jabatan tinggi. Mereka yang tidak benar akan menggunakan jabatan yang mereka milki untuk kemaslahatan dirinya, bisa berlaku sewenang-wenang bahkan bisa saja membolak-balikan keadaan dengan jabatan yang dia duduki. Hasil lainnya, anak dari si pejabat yang menggunakan jabatannya dengan sewenang-wenang membuat anak menjadi merasa dirinya adalah orang penting dan mendapatkan perlindungan karean orag tuanya adalah pejabat. Namun banyak juga anak yang semakin rendah hati dengan keadaan seperti itu. Karena factor lingkungan dan pergaulan yang dia peroleh.
Jadi sebenarnya kelakuan seorang anak itu masih bisa dirobah dengan cara menempatkan lingkungan dan pergaulannya di tempat yang baik-baik. Seperti memberikan atau memasukan anak di pesantren, atau memantau pergaulan anak, dengan siapa saja dia bermain. Karena factor lingkungan akan sangat cepat merobah kepribadian anak. Misalnya, anak yang tidak suka merokok ketika banyak bergaul dengan anak perokok, setidaknya dia akan mendapatkan ajakan untuk merokok, atau olok-olok dari si perokok kepadanya. Namun ini bisa di halangi dengan dasar anak dikeluarga bahwa merokok itu tidak baik untuk dirinya dan di keluargapun tidak ada yang merokok. Jadi ketika si anak memiliki dasar bahwa dia tidak akan menjadi perokok, ketika anak lain akan menawarkan rokok dia akan menolak dengan senyuman. Bahkan anak-anak perokok lainnya akan merasa malu ketika merokok dihadapan anak yang tidak merokok atau menghargai anak yang bukan perokok dengan cara tidak menawarinya atau dengan izin terlebih dahulu sebelum merokok.
Bukan berarti saya sebagai penulis artikel ini tidak suka kepada perokok, namun saya kurang suka terhadap anak kecil dibawah umur apalagi masih SD atau SMP sudah kecanduan merokok. Kasihan untuk dirinya, karena setidaknya uang jajannya akan sedikit berkurang untuk dibelikan rokok yang lumayan mahal harganya dan tidak mengenyangkan. Bahkan akan sangat kasihan ketika uang jajannya habis, tapi karena kecanduan merokok, akhirnya harus beli rokok dengan cara yang tidak baik. Misalnya memajak anak lain ataupun cara-cara yang lain yang tidak baik.
Selanjutnya, kembali kepada pembahasan awal, bahwa diri ini adalah manusia yang tiada daya dan upaya dalam menjalani hidup ini. Walaupun diberi rezeki berupa harta yang lebih, itu semua hanya titipan semata, diberi jabatan yang tinggi, itu juga hanya titipan sementara, diberi ilmu yang tinggi juga hanya titipan semata, semuamya akan diambil kembali oleh pemiliknya.
Kita harus seperti tukang parkir, lihat saja tukang parkir ketika di tempatnya akan begitu banyak motor dan mobil yang di simpan di sana, tapi dia tidak merasa sombong, karena dia tahu bahwa mobil dan motor yang ada disana semuanya hanyalah titipan dari pemiliknya, dia hanya menjaga dan mendapatkan upah dari pemiliknya. Begitu pula dengan kita, semua yang kita miliki itu hanyalah titipan, tidak perlu sombong. Yang pantas sombong hanyalah Allah swt yang memiliki segalanya.

Minggu, 07 Februari 2016

PESAN AA (21)



  • Dr Alan Cott, seoran pakar pengobatan dari Amerika Serikat, melaporkan hasil penyelidikan psikologinya terbukti puasa berpengaruh tinggi terhadap derajat kecerdasan seseorang.

  •  “Ketahuilah, dengan mengingat Allah sajalah hati menjadi tentram” (QS Ar Ra’d 28)

  • Minder tidak boleh, karena kufur nikmat, merasa serba kurang. Sombong terlarang karena focus merasa diri lebih. Yang tepat adalah TAWADHU (rendah hati)

  • Syekhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan:’ Seoran wanita jika telah menikah maka suami lebih berhak terhadap dirinya dibandingkan kedua orang tuanya, serta mentaati suaminya lebih utama daripada taat kepada orang tuanya (Majmu Fatwa  32/261).

  • Bekerja bukan untuk uang tapi untuk amal shaleh mendekat pada-Nya. Allah yang menjamin rizki lewat berbagai cara dan jalan.

  • Hidup yang meletihkan adalah sibuk mencari penilaian manusia, hidup yang menentramkan adalah sibuk hanya mencari penilaian Allah SWT.

  • “Dan bertakwalah kepada (Allah) yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat) perubahan gerakan badanmu diantara orang-orang yang sujud. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha menetaui (QS Asy Syuaraa 217-220)

  • Dihina karena jujur lebih baik dan menentramkan daripada dipuji padahal tidak jujur, pasti tidak akan tenang.

  • Bila ingin memperbaiki orang lain, fokuslah untuk memperbaiki diri dengan 3M, Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal yang kecil, dan Mulai saat ini juga.

  • “Sesungguhnya orang-orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya” (QS Ath-Thaariq 15)

Jumat, 05 Februari 2016

PESAN AA (20)



  • Jika engkau melihat ada orang resah karena rezeki, maka ketahuilah bahwa sebenarnya ia jauh dari Alloh swt.

  • Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Alloh Ta’ala yang menjamin rezekinya (QS HUUD 6)

  • Proporsional saja, jangan dibuat ribet, didramatisir, dipertegang. (HHN) Hadapi, Hayati Nikmati episode apapun dalam hidup ini.

  • Pastikan segala sesuatunya sudah dipertimbangkan dan dipikirkan masak-masak yakin perlu dan bermanfaat.

  • Bila hilang kelembutan hati hilang pula keindahan pribadi seseorang.

  • Salah satu kunci melembutkan hati adalah bergaul dan peduli dengan saudara kita yang dhuafa dan yang dilanda musibah.

  •  “Orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik” (QS Ar-Ra’d 29)

  • “Dan kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman (QS Al-Israa’ 82)

  • “Sungguh Al-Qur’an itu benar-benar firman yang pasti, dan bukan merupakan permainan” (QS Ath-Thaariq 13-14)

  • Bahagia bukan datang dari kelapangan atau kesempitan, bahagia diberikan Alloh bagi yang syukur ketika lapang dan sabar ketika susah.

nasihat



Hari ini adalah hari jum’at tanggal 5 bulan Pebruari di tahun 2016, mata ini tertuju pada sebuah peristiwa. Pastinya peristiwa ini adalah suatu kewajiban bagi laki-laki muslim. Tidak salah lagi yaitu shalat Jum’at. Memang hari jum’at itu adalah rajanya hari, karena didalamnya terdapat banyak sekali fadilah-fadilah atau keutamaan-keutamaan. Namun pada kesempatan sekarang ini tidak akan membahas tentang hari Jum’at dan kemuliaannya, tapi mata ini tertuju pada sebuah peristiwa yaitu khutbah Jum’at.
Telinga ini begitu menyaksikan dan mendengarkan, pembahasan khutbah Jum’at yang dibawakan oleh Ustadz Yunus yang juga merupakan guru saya. Tersebutlah bahwa manusia ini adalah memang benar-benar dalam kerugian. Rugi jika manusia bukan menjadi orang yang beriman, tidak beramal shaleh atau tidak saling menasihati.
Terkadang kita kurang menerima ketika ada seseorang yang memberikan nasihat kepada diri kita. Banyak alasan yang membuat seperti itu, ada yang merasa bahwa dirinya lebih pintar, merasa dirinya lebih dewasa, merasa dirinya lebih tua, merasa dirinya lebih kaya, merasa dirinya adalah orang penting dan yang lainnya. Padahal ketika seseorang dapat menerima nasihat dari orang lain, disanalah bukti bahwa dia adalah orang yang beriman dan pastinya orang yang beriman adalah orang yang mengerjakan amal shalih. Selanjutnya bererti menjadi orang yang tak merugi.
Nasihat dari orang yang lebih tinggi ilmunya pastinya itu akan sangat bermanfaat untuk kehidupan kita agar menjadi lebih baik. Seperti salah satu pesan khutbah bahwa setelah selesai melaksanakan shalat Jum’at kita diajarkan agar membaca Surat-surat mutasabihat yakni surat Al-Fatihah, Surat Al-Ikhlash, surat Al-Falaq dan Surat Annas seanyak tujuh kali. Memang ini adalah hal yang bisa membuat malas. Terlebih ketika mendengarkan khutbah ngantuk bahkan tertidur, membuat malas ketika hemdak menjalankan shalat Jum’at, ditambah selesai shalat membaca surat-surat tersebut, itu bisa membuat rasa malas. Memang itulah kemauan syaitan yang terkutuk.
Selanjutnya bagi kita selaku manusia yang banyak salah dan dosa sudah selayaknya banyak mendengarkan nasihat-nasihat atau pepatah-pepatah yang menuntun jalan menuju ke syurga. Walaupun pastinya akan banyak aral dan rintangan ketika kita akan diberikan masukan oleh orang lain, itulah tipudaya syaitan. Nasihat terbaik adalah nasihatnya Al-qur’an dan Al-Hadist, banyak cara untuk mempelajarinya, tinggal kemauan kita saja untuk menjalankannya. Apalagi di zaman modern dan globalisasi seperti sekarang ini, akan sangat mudah untuk mendapatkan sebuah informasi dan pengetahuan.
Semoga kita semua menjadi orang yang beruntung di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin.

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...