Selasa, 29 Maret 2016

Ini Dia......

MENGAPA KITA SERING "CAPEK" DI DUNIA INI...?"
Beginilah Al Qur’an bertutur, membuat sebuah panduan yang berharga untuk setiap muslim,
bahwa apa yang kita tuju menentukan cara kita untuk sampai kepadanya......
1. Urusan Berdzikir (Sholat), perintahnya adalah “Berlarilah!”
“Wahai orang yang beriman, apabila kalian diseru untuk menunaikan sholat Jum’at,
maka BERLARILAH kalian MENGINGAT Allah dan tinggalkanlah jual beli.” (QS:62 Al-Jum’ah : 9)

2. Urusan Melakukan Kebaikan, perintahnya adalah “Berlombalah!”
“Maka BERLOMBA-LOMBALAH dalam berbuat KEBAIKAN.” (QS:2 Al-Baqarah : 148)

3. Urusan Meraih Ampunan, perintahnya adalah “Bersegeralah!”
“Dan BERSEGERALAH kamu menuju AMPUNAN dari Tuhanmu dan menuju SURGA…” (QS:3 Ali Imron : 133)

4. Urusan Menuju Allah, perintahnya adalah “Berlarilah dengan cepat!”
“Maka BERLARILAH kembali ta’at kepada ALLAH.” (QS:51 Adz-Dzaariyat : 50)

5. Tapi... Urusan Menjemput Rizki (Duniawi), perintahnya HANYALAH “Berjalanlah!”
“Dialah yang menjadikan bumi mudah bagimu, maka BERJALANLAH di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari RIZKI-Nya.” (QS:67 Al-Mulk : 15)

Semestinya kita memahami, kapan kita perlu BERLARI, atau menambah kecepatan lari kita,
atau bahkan CUKUP BERJALAN saja.
Jangan-jangan, selama ini kita merasa lelah, karena MALAH berlari mengejar dunia
yang seharusnya CUKUP DENGAN BERJALAN..
Ya Allah, bimbinglah kami…!
Wallaahu a'lam bish shawwab

Jumat, 25 Maret 2016

Tiga Golongan Manusia



Hidup dimuka bumi ini tidak mungkin hidup sendiri. Kita dianjurkan untuk bisa bersosialisasi, namun dalam kenyataannya tidak semua manusia bisa bersosialisasi dengan baik. Adapula manusia yang bersosialisasi dengan cara yang berbeda atau dengan kata lain bersosialisasi dengan caranya sendiri. Ketika kita bersosialisasi dengan orang lain, disanalah letak sebuah keindahan hidup terjalin. Dengan berinteraksi dengan orang lain akan menimbulakan suatu keharmonisan bahkan bisa menimbulkan suatu peperangan. Disanalah dipentingkan harus bisa mengkaji diri dan membaca keadaan. Namun disini tidak akan dibahas tentang bersosialisasi, ini hanya pembukaan saja.
Tulisan kecil kali ini adalah akan menceritakan hasil “jepretan telinga” ketika mendengarkan khutbah jum’at di mesjid Al-Akbar Cikijing. Kurang lebih khatib menyampaikan tentang manusia yang bermanfaat. Dijelaskan bahwa manusia yang baik itu adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Sungguh sangat akan dicari ketika orang yang suka membantu atau suka memberikan manfaat dirinya kepada orang yang membutuhkan bantuannya. Ketika dirinya tidak ada, maka akan terasa kehilangan, misal orang itu adalah ahli dalam bidang pertukangan dan suka menolong tanpa pamrih, ketika ada sedikit kerusakan sesuatu, maka orang itu lantas akan dicari. Bukan karena dirinya membantu tanpa pamrih, tapi kemauan dan kesadaran serta tingkat kemanusiaannya yang tinggi membuat dirinya dicari. Bahkan orang yang menyuruhnya pun tidak akan segan-segan member sesuatu sebagai tanda terima kasih.
Teringat pula sebuah khutbah jum’at di Mesjid Al-Ikhlas Pangampiran, ketika Pak Ustadz Yunus menjelaskan bahwa manusia itu terbagi kepada 3 golongan, yaitu:
1.        Manusia Wajib
Maksudnya adalah manusia atau orang ketika ada disuatu tempat maka dirinya akan sangat disenangi bahkan terasa nyaman karena kehadiranya, atau dalam bahasa sundanya reugreug ketika dirinya ada. Tapi sebaliknya jika orang tersebut tidak ada maka orang-orang sekitarnya akan merasa kehilangan akan kehadiran dirinya. Semoga kita semua termasuk kedalam golongan ini.
2.       Manusia Sunah
Maksudnya adalah ada atau tidak ada orang ini tidak menjadi masalah, ketika ada biasa saja, ketika tidak adapun biasa saja juga. Namun kadang-kadang orang ini memberikan manfaat kepada orang sekitarnya.
3.       Manusia Haram
Dari sebutan namanya saja mungkin sudah jelas, bahwa orang yang termasuk kepada golongan ini sangatlah tidak diharapkan kehadirannya atau keberadaannya. Makasudnya adalah jika orang ini ada, maka akan timbul sebuah permasalahan, dengan kata lain orang ini selalu membuat kegaduhan atau kekacauan dan membuat rugi juga tidak nyaman orang-orang disekitarnya. Dan ketika dirinya tidak ada, orang-oramg merasa senang dan itulah yang diharapkan. Semoga kita semua tidak termasuk kedalam golongan ini.
Selanjutnya ketika kita menjalani hidup ini, jalani dengan jalan yang lurus sesuai dengan lajur dan jalur yang semestinya. Ketika jalur kita salah, cepat kembali kepada jalur semestinya. (AH)

Rabu, 23 Maret 2016

“GPS” (GERAKAN PUNGUT SAMPAH) ALA PRASPENDACI

Mungkin istilah GPS atau Gerakan Pungut Sampah sudah tidak asing lagi di telinga kalian. Memang sudah tidak asing, karena GPS ini adalah salah satu program di Kota Bandung yang dipelopori oleh Walikotanya yaitu Bapak Ridwan Kamil atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kang Emil. Tidak ada salahnya jika kegiatan positif tersebut kita tiru, bahkan nama programnyapun kita jiplak pula. Dengan suatu alasan namanya sudah populer dan lebih mudah untuk diingat. Pramuka SMP Negeri 2 Cikijing pun akan ikut meniru kegiatan tersebut, dengan tujuan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan dan juga sedikit sumbangsih kegiatan nyata anggota praspendaci untuk sekolah yang tercinta ini. Digagas oleh anak-anak Dewan Penggalang dan Pasukan Khusus, program ini Insya Allah akan dilaksanakan perdana pada hari Selasa 22 Maret 2016. Direncanakan gerakan ini akan dijadikan kegiatan rutin anak-anak DP dan Pasus, mungkin saja sebulan sekali, dua minggu sekali, seminggu sekali ataupun mungkin saja bisa menjadi setiap hari. Namun tujuan utama dari program ini adalah untuk membentuk karakter anggota yang cinta lingkungan (sesuai dengan pengamalan Dasa Dharma Pramuka). Bahkan bisa saja ketika program ini telah menjadi kesadaran yang tumbuh dalam jiwa setiap anggota, ketika ada sampah mereka pungut dan dibuang pada tempatnya. Atau minimal mereka tidak nyampah, tidak membuang sampah sembarangan. Seperti ada sebuah pepatah mengatakan “Jika ada 99 orang membuang sampah sembarangan, anda jangan menjadi orang yang ke 100”. Ini mengandung arti jika disekitar kita banyak yang membuang sampah sembarangan, minimal kita tidak ikut-ikutan, bahkan bisa saja menjadi pelopor kebersihan. Selanjutnya semoga kegiatan ini istiqamah aamiin.

Sabtu, 19 Maret 2016

BERHARAP ITU ....



Cerita ini bergulir ketika suatu hari sebut saja Iyek namanya, sedang mencari pekerjaan karena telah lulus sekolah. Ketika obrol sana dan obrol sini sambil berceloteh asyik dengan kawan lainnya, tiba – tiba saja ada seorang dengan perawakan tegap berusia sekitar 40 tahunan ikut nimbrung disana. Dan perbincanganpun dilanjutkan dengan diselipkan berbagai macam lelucon dan lawakan ringan. Lelaki 40 tahunan itu juga ikutan bersama, karena dia juga adalah warga dari sana juga, hanya dia adalah seorang pegawai swasta kantoran yang terbilang sukses. Bagaimana tidak terlihat sukses, dia sudah memiliki lima mobil dan rumah mewah yang mentereng di kampung itu. Namun dia memiliki karakter yang masuk kemana saja tidak pilih-pilih kawan. Walhasil berlanjutlah obrolan tersebut, sampai-sampai terlontar dari mulut si Iyek sambil bercanda, berkata kepada lelaki 40 tahun itu, kalau dirinya dan kawan yang lainnya sedang membutuhkan pekerjaan. Dan lelaki 40 tahun itu pun mengamininya dengan seraya berkata kepada Iyek dan kawannya bahwa dia bisa membantu memasukan karyawan, karena dirinya sudah begitu dekat dengan pimpinan tempat ia bekerja, bahkan dia adalah salah satu orang kepercayaan pemimpin perusahaan tersebut.
            Ceritapun berlanjut dengan singkat cerita, Iyek dan kawannya memiliki keyakinan kalau mereka pasti akan bisa masuk bekerja dengan mudah karena mereka masuk melewati jalur orang dalam, bahkan orang dalamnyapun memiliki jabatan yang lumayan sentral diperusahannya.
            Dihari selanjutnya, Iyek beserta lima kawan lainnya bersegera mendatangi perusahaan tempat bekerja lelaki 40 tahun tersebut. Karena sebelumnya si lelaki 40 tahun tersebut telah memberikan harapan pasti bahwa Iyek dan kawannya bisa langsung masuk bekerja tanpa uang pelican dan apapun itu. Singkat cerita mereka berenam telah berada di dalam kantor perusahaan, dengan rasa sedikit malu-malu dan penuh harap mereka langsung menuju ruangan yan telah diarahkan oleh lelaki 40 tahun itu dan disuruh untuk mememui seorang laki-laki bernama Pak Antoni. Setelah mereka berincang-bincang sangat lama, ternyata dijelaskan bahwa perusahaan itu memang perusahaan yang sedang berkembang bahkan sedikit akan maju. Tetapi karena perusahaan ada sedikit permasalahan dengan keuangan dikarenakan ada suatu masalah dengan perizinan perusahaan, maka perusahan itu akan ditutup untuk waktu yang tidak ditentukan.
            Walhasil Iyek dan kawannya pun kembali pulang dengan sedikit rasa kecewa dan rasa sedih karena pekerjaan yang dihadapan mata sirna begitu saja. Ketika ditemui kembali oleh lelaki 40 tahun itu, dia meminta maaf karena tidak bisa menepati janjinya untuk memberikan pekerjaan. Namun Iyek dan kawannya tidak merasa marah, malah berterimakasih kepadanya karena telah memberikan kesempatan, walaupun kesempatan itu hilang dengan keadaan yang tak bisa di selesaikan dengan waktu yang singkat.
            Hari-hari selanjutnya si Iyek berbincang kembali dengan orang tuanya. Dan perbincangan itupun mengarah kepada soal pekerjaan. Sampai terdengar ceritaan mereka jika disimpulkan adalah bahwa si Iyek disuruh bekerja dengan cara berwirausaha atau usaha sendiri. Bengkel atau tambal ban adalah ujung ceritanya, kebetulan Iyek adalah seorang siswa lulusan kejuruan di bidang otomotif atau perbengkelan kendaraan ringan. Namun yang menjadi permasalahan selanjutnya adalah permasalahan modal yang tak dimiliki oleh orang tua atau kerabat sekitar yang dekat dengan rumahnya.
            Sampai suatu ketika Ayah si Iyek memberikan kabar bahwa temannya yang sukses namun tinggal diluar provinsi, dia adalah seorang pengusaha batu yang cukup sukses mau meminjamkan modal asal jangan lebih dari 30 juta katanya. Dayung pun bersambut karena modal yang dibutuhkan tidak sebesar itu, setelah diperhitungkan mungkin hanya sekitar 20-25 juta saja.
            Dengan perasaan yang riang dan gembira, Iyek pun mau memberanikan diri untuk datang menuju luar provinsi. Karena dengan asas kesopanan dan ingin lansung melihat orang yang baik hati yang mau meminjamkan uang sebesar itu. Padahal bisa dengan cara di transfer mealaui bank. Namun Iyek lebih merasa sopa jika ia sendiri datang langsung menemuinya, untuk menghaturkan terimakasih juga. Dengan membawa oleh-oleh khas daerahnya dan membawa sedikit uang untuk ongkos dan perbekalan di jalan.
            Singkat cerita, Iyek telah sampai di kota luar provinsi tersebut, dengan melihat alamat yang hemdak dituju, sampailah dia dirumah teman ayahnya. Dengan penuh harapan dan cita-cita dia langsung saja menyambangi rumah yang tertera di alamat tersebut. Namun keanehan dan keterkejutanpun langsung menerjang Iyek, karena ketika hendak masuk menuju rumah yang tertera di alamat itu, ada sekitar 7 orang berdasi dan berpakaian rapi seperti sedang berkomunikasi dan berbincang dengan teman ayahnya. Ketika semakin dekat dia menuju rumah dan mengucapkan izin masuk, teman ayahnya pun langsung menyambangi Iyek. Seraya berkata bahwa dirinya mau minta maaf kalau uang yang dijanjikan tidak bisa di pinjamkan karena ada pihak bank yang akan menyita rumahnya dan mengharuskan dirinya membayar sejumlah uang kepada pihak bank. Itu terjadi karena istri dan ketiga anaknya telah menggunakan kartu kredit dengan melebihi tunggakan dan bayaran yang berbulan-bulan tidak dibayarkan. Hasilnya uang yang adapun harus dibayarkan dan tidak mencukupi, sampai-sampai rumhnya pun menjadi jaminan dan harus di sita. Bukan hanya itu saja, ternyata usaha penambangan batunyapun bermasalah masalah penambangan yang terlalu mengeksploitasi anak, karena ada separuh anak dibawah usia 17 yang ikut bekerja. Dan penambangan batunya sedang diberhentikan sementara. Teman ayahnya itu pun meminta maaf, karena telah menjanjikan pinjaman uang, karena sebelumnya seperti tidak menyangka akan ada masalah sebesar itu dan sangat tiba-tiba.
Singkat cerita Iyek pun pulang dengan tangan hampa dan penuh rasa kecewa dan juga ada rasa iba terhadap teman ayahnya tersebut. Uang pun habis untuk ongkos dan perbekalan di jalan, modal usaha pun tak didapatkan.
            Jika melihat kisah fiktif diatas, bisa diambil atau bisa ditarik benang merahnya bahwa sesungguhnya manusia hanyalah makhluk Allah yang berakal dan lemah. Hanya Allah swt lah yang maha perkasa dan maha kuasa. Bagaimana tidak, ketika manusia merasa bisa diantu dan berharap bisa terbantu, keadaan yang tiba-tiba bisa saja berubah dengan cepatnya. Kesimpulan terbesarnya adalah kita sebagai makhluk, janganlah berharap kepada makhluk lain. Lebih baik berharap itu adalah langsung kepada Allah swt yang menciptakan makhluk-Nya. Jangan berharap kepada orang kaya, tapi berharaplah kepada yang menciptkan orang kaya. Jangan berharap kepada orang berpangkat, tapi berharaplah kepada yang menciptakan pangkat yakni Allah swt yang Maha perkasa dan Maha Kuasa. Tidaklah akan merasa kecewa ketika kita berharap kepada sang pemilik alam semesta ini. Karena apapun bisa terjadi dengan kuasanya dengan Kun Fayakun…… (AH)

Kamis, 10 Maret 2016

BERSIH

“Kebersihan adalah sebagian dari iman” adalah sebuah hadist yang sangat mudah dihafal dan mudah diucapkan. Namun dalam penerapan dari hadist tersebut seperti mudah-mudah tapi susah. Memang seperti begitu adanya, karena kebersihan itu selalu bersamaan dengan diri kita dan bersinggungan dengan kehidupan kita. Sejauh mata memandang, disanalah kita akan melihat antara bersih dan kotor. Selanjutnya menjadi tugas kita sebagai seorang muslim untuk menjaga kebersihan itu sendiri, baik itu kebersihan yang melekat dengan badan kita ataupun kebersihan sekitar lingkungan kita. Yang menjadi masalah adalah kemauan kita untuk menjadikan hadist tersebut menjadi bagian dari kebiasaan kita. Menjadi sesuatu yang sukar ketika rasa malas mulai menghinggap pada diri ini. Seperti misalnya membuang sampah pada tempatnya, itu merupakan hal yang sangat mudah dilakukan tapi sepertinya sulit untuk dilaksanakan. Hal ini terjadi karena suatu kebiasaan dan keadaan lingkungan itu sendiri.
Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah sebuah kesadaran yang dimiliki oleh setiap insan. Bagaimana tidak penting, ketika seseorang telah memiliki sebuah kesadaran, disanalah suatu sistem kebaikan akan terbentuk dan tercipta. Misalkan ketika seseorang yang memiliki sebuah kesadaran bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, dia akan menjaga kebersihan dirinya misalnya dengan mandi secara teratur, membuang sampah pada tempatnya, sekecil apapun samph yang dia bawa. Ketika dia membawa sebuah sampah plastic kecil misalnya bungkus permen, ketika dia tidak melihat tempat sampah disekitarnya, tidak lantas dia membuang sembarangan dimana saja, tapi dia menyimpannya disaku celana terlebih dahulu dan ketika menemukan tempat sampah dia membuangnya di tempat sampah yang ditemukan. Bahkan bisa saja ketika dia melihat sedikit sampah disekitarnya, dia akan mengambil dan menyimpannya di tempat sampah. Itulah sedikit pengamalan dari hadist bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.
Ketika kebersihan sudah menjadi kebiasaan bagi kita, disanalah akan terbentuk dan terciptanya keimanan yang tumbuh bagi dirinya. Bagaimana tidak, setan itu senang ditempat yang kotor dan membenci tempat yang bersih. Secara logika ketika diri kita bersih dan menyukai kebersihan, berarti disana kita terhidar dari kesukaannya setan. Semoga kita semua menjadi orang yang senantiasa menjaga kebersihan. (ah)

Rabu, 09 Maret 2016

GEMINGAN KATA (1)



Ini kalimat-kalimatku yang bergeming di depan cermin yang tak retak. Tak retak seutuhnya seperti gemilang-gemilang percikan cahaya yang bersinar. Sinar yang menghangati sebagian jiwa-jiwa yang hilang. Hilang ditelan persekutuan masalah-masalah yang sesungguhnya diciptakan dengan sendirinya. Sendiri menghadapi permasalahan yang sebenarnya tak begitu pelik seperti benang tak terlalu kusut. Membuat kekusutan yang menimbulkan pencerminan wajah kian meredup tak bergairah. Seperti gairah pagi saat terbangun dari mimpi dan melanjutkan dengan beraksi. Hidup tanpa aksi bukanlah tujuan hidup setiap insan yang bernyawa. Selama jasad ini bernyawa dan bernafas pastinya semua permasalahan yang ada akan begitu mudah untuk diselesaikan. Diselesaikan dengan pemikiran yang tak kotor dan menghadapi permasalahan dengan jiwa yang teanang dan tidak terlalu mendramatisir seperti cerita-cerita dalam cerita. Cerita orang terdahulu berkata bahwasannya setiap kesusahan pasti ada kemudahan. Kemudahan yang sebenarnya diciptakan bersamaan dengan kesukaran. Kesukaran yang dibuat oleh jiwa-jiwa yang bergerak. Bergerak menuju permasalahan. Permasalahan itu sebenarnya bisa membuat kenaiakan satu tingkat untuk menuju level kedewasaan. Kedewasaan yang diminati oleh segenap makhluk yang berfikir. Berfikir terus jernih menggapai semua kebijakan yang telah menyelimuti akal-akal pemikiran mereka yang berakal dan berpemikiran. Berfikir bahwa sesungguhnya masalahh bisa saja mereda seiring sejalan senyum tawa antara mereka yang berulah.
Kalimat-kalimat yang liar berbisa menerkam pemikiran yang tak bisa dibagikan dengan sedikit logika. Logika mereka berlari mencari jawaban yang tak ada pertanyaan. Sehingga seharusnya sepenuhnya alam persinggahan memiliki sekuncup harapan. Harapan senyum seperti kesenangan mereka yang menari-nari mencari sumber bunyi yang berirama dendangan dan suguhan murni.
Kalimat-kalimat sekeinginan yang merusak ide seharusnya. Namun inilah salah satu pemikiran liar yang semoga saja tak ada nilai menyalahi, hanya saja ledakan pemikiran yang tertuang berbisik kepada hati dan pemikiran dan menggerakan jemari tertuang dalam lembaran digital. Membuat tak memahami mereka yang melihat dan merasakan kalimat-kalimat seperti ini. Dan ini hanyalah sedikit pemikiran kalimat kecil yang bergeming menunjukan keinginan berbicara lewat kata-kata, walaupun tak ada sedikit makna yang tercurah (ah)

MENGGALI IBROH DARI PERISTIWA GERHANA MATAHARI

Peristiwa gerhana adalah peristiwa dahsyat, penuh ibroh dan pelajaran bagi hamba.
Kalau gerhana Matahari pernah terjadi hanya sekali pada zaman Nabi, sekarang pada zaman ini begitu sering kita dapati peristiwa gerhana matahari. Namun sudahkan kita mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut?!
Ataukah hati kita sudah membeku seperti batu?!
1. Gerhana matahari pernah terjadi pada zaman Nabi di hari Senin 29 Syawwal tahun 10 Hijriyyah/bertepatan dengan 27 Januari 632 Masehi, pukul 08.30 pagi.
2. Disyariatkan Sholat gerhana secara berjamaah di masjid pria dan wanita dengan bacaan keras dan panjang sebanyak 2 rakaat dengan 4 kali rukuk dan 4 kali sujud.
3. Matahari dan bulan merupakan makhluk Allah yang agung, yang menunjukkan kebesaran Sang Pencipta. (QS. Fushilat: 37). Allah bersumpah dengan keduanya dalam Al Qur'an. (QS. Asy-Syamsu: 1-2) karena kemuliaan keduanya dan besarnya manfaat keduanya bagi kehidupan manusia.
4. Gerhana matahari atau bulan tidak ada kaitannya dengan mati atau lahirnya manusia. Ini adalah keyakinan jahiliyyah yang dibatalkan Nabi Muhammad yang datang membawa cahaya serta menghapus kegelapan perangai jahiliyyah yang masih bercokol hingga sekarang seperti pengkultusan kuburan, ramalan bintang dan kiamat, perpecahan, merasa sial dengan angka 13 atau bulan syuro dll. Kita dimuliakan dg Islam, jika ingin meraih kejayaan maka kembalilah kepada Islam bukan kembali kepada jahiliyyah.
5. Tujuan inti adanya gerhana adalah sebagai peringatan bagi hamba agar mereka taubat dari dosa, semangat mengumpulkan bekal akherat, tidak tertipu dengan fatamorgana dunia, dan selalu ingat akan hari akhir (Lihat QS. Al Isra': 59)
Maka termasuk kesalahan jika gerhana malah disambut dengan penuh canda dan tertawa, selfie, apalagi dengan ngadain konser bersama artis ibu kota !!
Sudah begitu keraskah hati kita?!
Oleh: Al-Ustâdz Abu Ubaidah, Muhammad Yusuf bin Mukhtar bin Munthohir As-Sidawi Hafizhahullâh

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...