Senin, 28 Januari 2019

Ustadz Derry Sulaeman : Maksiat itu Nikmat, Tapi Taat Lebih Nikmat

kotretaniyek Maksiat itu nikmat. Tapi lebih nikmat lagi taat,” kata Derry Sulaiman di sela-sela peluncuran album ‘Suara Langit’ yang diciptakan oleh Walikota Bengkulu, Helmi Hasan, belum lama ini.

Ungkapan Derry itu menunjukkan metode dakwah yang ia miliki. Ia tidak serta merta menghakimi para pelaku maksiat dengan mengatakan bahwa maksiat itu tidak nikmat. Sebab, menurut dia, maksiat itu memang nikmat.

Namun Derry selalu memberikan pencerahan kepada para pelaku maksiat bahwa ketaatan kepada Allah jauh lebih nikmat ketimbang maksiat. Sebagaimana yang juga terdapat dalam lagunya “Taat Itu Nikmat”, disebutkan, maksiat itu nikmat, tapi apabila dibandingkan dengan nikmatnya taat, maka nikmat maksiat bagaikan satu tetes air berbanding dengan samudra yang luas.

Derry menjelaskan, sebagaimana kebahagiaan ikan dalam air, kebahagiaan manusia terletak dalam ketaatan. Dengan lagu-lagunya ia ingin setiap orang bisa dapat memahami bahwa begitu banyak kenikmatan dalam shalat, bershalawat, berdzikir dan semua aktifitas ibadah dalam Islam.

Ia ingin setiap orang mampu merasakan sendiri bahwa shalat dengan penuh penghayatan itu menyehatkan jiwa dan raga manusia, hingga ke sanubari. Berdzikir itu mampu membuat manusia selalu tetap tenang dalam menjalani hidup. Dan sebagainya.

Derry pun ketika memutuskan banting setir dari pelaku maksiat menjadi pria yang taat bukan karena kritik, menyalah-nyalahkan atau mengganggu kesenangan orang lain.

Kisahnya begini. Sekira tahun 2000, Derry yang masih metal datang ke masjid. Dia tanya dengan pengurus masjid apakah boleh anak metal ke masjid? Waktu itu dia mendapatkan jawaban yang mengejutkan. Anak metal ke masjid itu, ya hebat. Yang aneh itu tidak metal, tapi tidak ke masjid.

Derry senang mendengar jawaban tersebut. Karena metode dakwah seperti itu dia pikir menyejukkan. Tidak mengganggu kesenangannya waktu itu. Akhirnya dia memutuskan untuk taat secara penuh.

“Tidak ada satu orang manusia pun yang akan mau meninggalkan manisnya maksiat, sebelum mereka merasakan manisnya taat,” tegas Deri Guswan Pramona, nama aslinya.

Metode lain yang digunakan Derry dalam dakwahnya adalah penggunaan kata-kata perbandingan dalam hidup dan betapa semua itu hanya sementara hingga kelak manusia mati dan kembali kepada Allah.

Sedih, bahagia, sakit, sehat, miskin, kaya, dunia, semua sementara. Hanya akhirat yang berlaku selama-lamanya. Demikian juga orang kaya, orang miskin, raja-raja, rakyat biasa, pasti mati. Semua pada akhirnya akan pergi kehadapan ilahi.

Dari situ Derry mengajak, senikmat apapun maksiat, sekuat apapun manusia memuaskan berahinya, sekaya apapun manusia dalam hidupnya, semua hanya sementara, semua akan sirna sekejap saja. Karenanya dengan ketaatan, ia mengajak setiap orang untuk tidak menghabiskan waktunya di dunia dengan sia-sia

Senin, 14 Januari 2019

Pesan Indah dari Ustadz

kotretaniyek *PESAN INDAH* dari *Ust. Arifin Ilham*:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.. Cerdasnya orang yg beriman adalah, dia yg mampu mengolah hidupnya yg sesaat & yg sekejap untuk hidup yg panjang.. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.
Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal
cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.
Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
.
.
● *Pertama*
Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
.
● *Kedua,*
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
.
● *Ketiga,*
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yg memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.
.
● *Keempat,*
Jaga Shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha
.
● *Kelima,*
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yg suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yg bersedekah setiap hari.
.
● *Keenam*
Jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yg berwudhu.
Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yg selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosa dan sayangi dia Ya Allah”.
.
● *Ketujuh,*
Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yg terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.
*Tiga doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud*
*1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah
_Allahumma inni as'aluka husnal khotimah_
Artinya : " Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah "
*2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat
_Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut_
Artinya: " Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat "
*3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas Agamanya
_Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika_
Artinya: " Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU "
Kemudian saya sampaikan,
jika kau sebarkan perkataan ini, & kau berniat baik maka kami doakan menjadikan kemudahan urusan urusanmu di dunia & akhirat.
Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke syurga
Kirim ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 org..
*SYETAN TERUS BISIKIN >=)*
*"UDAAAAHLAAH,, GAK USAH DI SEBARIN*, gak penting kok, BUANG2 WAKTU aja, gak akan dibaca kok...
*SEKECIL* apapun amal ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat...
Smga kita semua termasuk dlm golongan org² yang bertaqwa,, aamiin... tolong baca sebentar aja Kita dzikir sebentar ingat ﺍَﻟﻠّﻪُ ...
"Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim”

Sabtu, 05 Januari 2019

Bukan Pengemis

Kotretaniyek Suatu malam setelah maghrib, aku mengendarai mobil ke rumah. Tiba2 rasa migren nyeri menyerang kepala hingga aku menepikan mobilku…
Berhenti sejenak menunggu rasa nyeri berkurang, aku berusaha mengalihkan pikiran dengan melihat sekeliling....
Tiba2 kaca mobilku diketuk seorang anak laki2 kira-kira umur 12 tahun.
“Bu… Ibu mau parkir? Saya bantuin untuk parkir mobilnya ya….” katanya...

“Belum sekarang, saya mau istirahat dulu,” jawabku.

“Kalau gitu apa Ibu punya uang 2000 ?” tanya anak itu.

Karena aku sedang tidak mau diganggu, aku buru2 serahkan uang itu. Aku pikir anak ini mungkin cuma mau minta2. Aku amati anak itu...dia mendekati tukang gorengan lalu membeli beberapa. Kemudian gorengan itu dia berikan pada sesosok orang tua yang duduk di bawah tiang listrik.
Ketika dia melewati samping mobilku, aku buka kaca dan memanggilnya.

“Eh… dik sini…itu siapa?” tanyaku.

“Gak tau bu… bapak2 tua…, saya juga baru saja ketemu...” jawabnya...

“Loh, tadi kamu minta uang ke saya beli gorengan, kenapa diberikan ke bapak itu ?”

“Oh…saya tadi duduk di situ, ngobrol sama bapak itu. Bapak itu katanya puasa… Tadi saya lihat buka puasanya cuma minum…. Katanya uangnya habis. Hari ini saya nggak jualan koran... Tanggal merah bu..  Jadi ga punya uang.. . Saya cuma ada 1000, kalau beli gorengan cuma dapat 1 kasihan ga kenyang. Makanya saya minta ibu 2000. Biar dapat 3... Ibu mau parkir sekarang ? Saya bantuin parkir ya bu… Ibu kan udah bayar. Kalau saya sebenernya bukan tukang parkir,” katanya tertawa sambil garuk garuk pipinya.

Aku terdiam. Tadi aku pikir anak ini pengemis seperti anak2 yang biasa mangkal di jalan. Ternyata aku salah besar.
“Terus uang kamu habis dong dik?” tanyaku.

“Iya bu… Nggak apa2… Besok bisa jualan koran… In syaa Allah ada rejekinya lagi.”

“Kalau gitu Ibu ganti ya uangnya dik … Sekalian sisanya buat jajan…” kataku sambil menyerahkan lembaran uang Rp 20.000,-.

“Nggak usah Bu… Jangan… Ibu saya sebetulnya melarang saya minta2... Makanya saya tawarin ibu parkirin mobil ibu. Soalnya tadi saya kasihan bapak itu aja. Cuma saya bener2 nggak punya uang,”  katanya lagi...

“Eh… ibu minta maaf ya tadi salah sangka sama kamu… Kirain kamu tukang minta2” kataku merasa bersalah.

“Saya yang minta maaf Bu… Saya jadi minta uang duluan sama Ibu.. Padahal saya belum kerja.”

“Sama2lah… Ini ambil uangnya… Ini kamu nggak minta, Ibu yang beri...” kataku.

“Nggak Bu, Makasih. Ibu mau parkir sekarang ?” tanyanya lagi.

“Nggak… Ibu nggak usah dibantu parkir,” kataku.

“Beneran Bu ? Soalnya saya mau jemput adik saya ngaji dulu bu… Takut nangis kalau kelamaan telat jemputnya…”

“Udah, sana jemput aja adiknya…” kataku tersenyum.

“Makasih ya, Bu…” katanya setengah berlari meninggalkan aku yang termangu.
Aku menoleh ke tiang listrik, bapak tua itu sudah pergi. Aku lihat dari spion mobil, anak itu berjalan setengah berlari.

Diluar sana banyak orang tidak seberuntung kita, tapi mereka masih memikirkan sesama, masih berusaha bersedekah dan sangat yakin akan jaminan rezeki.

Terima kasih nak, kamu hari ini telah memberikan pelajaran akhlaq yang luar biasa untuk saya … Semoga hidupmu berlimpah berkah dan rezeki....

Aku starter mobilku dan melaju pelan2 menuju rumah.
Aku sediiih dan menangis,  kerena belum bisa berbuat banyak untuk sesama....

*Semoga Bermanfaat*

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...