Kamis, 30 Maret 2017

KETIKA AJAL DATANG MENJELANG (COPAS)

PERJUMPAAN UNTUK TERAKHIR KALINYA                                                          (Ketika jantungmu berhenti, tidak perlu dicemaskan)

*Saat sekarat* tidak perlu dicemaskan......
Jangan perdulikan jasadmu yang akan hancur !! ... Kaum muslimin... akan melaksanakan kewajiban mereka:
1. Melucuti pakaianmu.
2. Memandikanmu.
3. Mengafanimu.
4. Menggalikan lubang lahatmu.
5. Mengeluarkanmu dari rumahmu.
6. Memanggulmu di atas pundak² mereka.
7. Mengantarkanmu ke tempat tinggalmu yang baru (kuburan).
8. Orang-orang akan berdatangan merawat dan mengurus jenazahmu, bahkan banyak yang  meninggalkan pekerjaannya demi untuk penguburanmu.
9. Perabotan2mu akan segera diurus dan berpindah tangan:
- kunci-kunci kendaraan dan rumah
- tas
- buku-buku
- handphone
- sepatu
- pakaian

Apabila keluargamu baik, mereka menyedekahkannya agar bermanfaat untukmu.

Yakinlah!!!* bahwa:
~Dunia tidak sedih karena kematianmu !
~Alam semesta tidak berduka atas kepergianmu !
~Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahanmu!!
~Perekonomian akan terus berputar!
~Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain!
Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris!
Sementara *Anda yang akan dihisab* atas segala sesuatu hingga perkara yang sederhana dan kecil!!

Yang pertama lepas darimu adalah namamu..
Saat Anda meninggal dunia: Orang2 bertanya : _*Dimana mayatnya ?*_ Mereka tidak memanggilmu dengan namamu!! Namamu tinggal kenangan belaka.

Ketika mereka akan menshalati, mereka bilang : _*Bawa sini jenazahnya!!!*_ Mereka tidak menyebutkan namamu. *Betapa cepat namamu hilang berlalu....*

Ketika mereka akan menguburkanmu, mereka berkata: *Dekatkan mayitnya!!* tanpa menyebutkan namamu..

Karena itu...
Jangan tertipu oleh kehormatan dan kelebihan kelompokmu...!!_
Jangan terperdaya oleh kedudukan dan nasab keturunanmu...!!

*Alangkah sepelenya dunia ini... dan betapa besar apa yang akan kita hadapi...*

_Kesedihan orang atas kepergianmu ada tiga macam:
1. Orang yang mengenalmu sepintas akan mengatakan: _*Kasihan... !!*_

2. Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka  kembali pada rutinitas dan  canda tawa mereka..

3. Kesedihan mendalam di rumah... Keluargamu akan bersedih sepekan... satu-dua bulan atau hingga satu tahun... Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan...

Demikianlah...
Kisahmu di antara manusia telah terakhir...

Anda hanya tinggal
*KENANGAN*

Kisahmu yang sebenarnya baru dimulai... bersama sesuatu yang nyata, yaitu: *Alam akherat*

Telah lepas darimu:
1. Kecantikan/ketampanan
2. Harta
3. Kesehatan
4. Anak
5. Rumah.
6. Istri/suami

*Kehidupan kita yang sesungguhnya baru dimulai*

Pertanyaannya sekarang adalah :

*Apa yang telah kita siapkan untuk kubur dan akherat kita nanti ????? Ini adalah KENYATAAN yang perlu direnungkan!!*

*Check ibadah kita... yang wajib dan yang sunnah*
*Check Amal sholeh dan Sedekah*
*Check perilaku dan tingkah polah*

*Semoga Kita semua selamat!*

GEMINGAN KATA (6) PENDOSA

Seakan aku ingin berubah
Bukan menjadi seperti aku yang hari ini
Seakan aku ingin menjadi manusia baru
Yang suci bersih bagai bayi lucu yang lahir
Seakan aku ingin menjadi jiwa yang tentram
Hanya menghamba pada Illahi Rabbi Sang Pencipta alam semesta
Seakan aku ingin seperti mereka
Mereka yang selalu berada di rumahMu
Seakan aku ingin seperti dirinya
Dirinya yang tak mengenal rasa gundah
Seakan aku ingin menjadi sebuah hati
Sebuah hati yang tak ada noda dan noktah hitam

Perubahan kearah yang semestinya
Perubahan kejalan yang seharusnya
Perubahan dari kesalahan sedikit
Perubahan dari kesalahan panjang
Perubahan dari kesalahan besar

Semua hanya do'a dan langkah kaki yang menjawab
Semua hanya jawaban yang ditunggu
Semua hanya dari perbuatan yang sejalan dengan RidhaNya
Semua dan semua ini memang semua

Berikrar dalam diri
Berikrar dengan Illahi
Berikrar dengan janji
Agar supaya tetap dan agar supaya bisa merubah

Tuangkan setetes HidayahMu yaa Rabb....
Kami butuh itu....
Kami ingin itu....
Tuntunlah kami untuk selalu berada dalam RahmatMu....
Tuntunlah kami agar selalu memujaMu
Engkau Yang Maha Perkasa
Engkau Yang Maha Pemurah Penyayang

Sambutlah tangan hitam berlumuran dosa ini untuk menjadi putih
Sambutlah raga pendosa ini untuk menjadi ahli taubat
Peluklah hambaMu ini walau hanya sebentar saja

Aku mengagungkanMu
Ampuni hambaMu ini
HambaMu ini bertaubat kembali kejalanMu yang Lurus
Bimbinglah hamba
Kirimkanlah hamba orang-orang yang senantiasa berada di jalanMu
Aamiin......

Rabu, 29 Maret 2017

Shalat

*(bukan) AYAH YANG GALAK*

“Aa, Abang, Kaka masuk kamar!” suara Ayah tegas dengan nada dan volume cukup tinggi namun bermimik wajah lembut.

Ada apa gerangan? Ayah hampir tidak pernah sekeras ini saat berbicara.?

Kami bertiga masuk ke kamar, menuruti perintah Ayah dengan kepala tertunduk. Peluh masih membasahi sekujur punggung, kami baru pulang bermain bola di kampung sebelah saat adzan Isya telah berkumandang. Memang kami terlalu larut bermain.

Kamar itu sebenarnya sebuah garasi yang disulap menjadi tempat tidur bersama dan ruang serbaguna dengan penerangan lampu seadanya.
Aa bersila diantara aku dan Kaka yang juga ikut bersila. Kami sering disebut ‘Tiga Serangkai’ oleh tetangga karena selalu bertiga kemana-mana. Ayah pun bersila di hadapan kami. Wajahnya mempertontonkan kekecewaan yang semakin membuat kami ciut.

*“Kenapa pulang selarut ini?”* Ayah mulai menginterogasi kami.

Aa sebagai kakak lelaki pertama memposisikan diri sebagai juru bicara dan mulai berkilah panjang tentang alasan kenapa pulang larut malam. Mulai dari sendal Kaka yang hilang sebelah karena dijahili anak kampung sebelah hingga diajak main Playstation setelah main bola oleh Dodi, tetangga sekaligus teman karib kami bertiga.

*“Sudah shalat maghrib?”*

Sebuah pertanyaan yang mencekat. Aa diam membeku. Apalagi aku, Apalagi Kaka yang paling muda. Kami betul-betul lupa waktu saat itu. *Hanya menundukkan kepala yang bisa kami lakukan.* Mungkin karena ini wajah ayah begitu kecewa.

*"Bu, tolong matikan lampu..!!”, suara Ayah lembut kepada Ibu.*😠😠

Ibu yang semenjak awal ternyata mendengarkan di balik pintu kemudian masuk dan mematikan lampu lalu duduk di samping Ayah. Kamar seketika gelap gulita.

*“Apa yang bisa kamu lihat sekarang?”*

Hening..😥😥😥

*"Semua gelap, lihat sekeliling kamu, hanya ada hitam.* Tapi ulurkan tanganmu ke kanan dan ke kiri. Kamu akan merasakan genggaman tangan saudaramu dan Ayah Ibu.”

*Kami saling menggenggam.*

*“sekarang kalian masih bisa bergenggaman tangan, tapi tidak lagi saat nanti di alam kubur.* Karena kamu akan sendirian dalam kegelapan. Tidak ada saudaramu. Tidak ada Ayah Ibu. Hanya sendiri. Sendiri dalam kegelapan dan kesunyian.”

Aku tercekat. Semua terdiam. Genggaman tangan di kanan kiriku mengerat. Lalu terdengar suara korek api kayu dinyalakan, sesaat tergambar wajah Ayah, Ibu, Aa, dan Kaka akibat kilatan cahaya api pada korek yang dinyalakan Ayah. Semua berwajah sendu. Korek itu membakar sebuah benda yang menghasilkan bara berbau menyengat. Bau obat nyamuk.

*"Siapa yang berani menyentuh bara ini?”* suara Ayah masih mendominasi.

Semua diam. Masih diam.

*“Ini hanya bara. Bukan api neraka yang panasnya jutaan kali lipat api dunia. Maka masihkah kita berani meninggalkan shalat?*

Shalat yang akan menyelamatkan kita dari gelapnya alam kubur dan api neraka.”

Terdengar suara isak tangis perempuan. Itu Ibu. Genggaman kami semua semakin menguat.

*"Tolong Ayah. Tolong Ibu. Ayah Ibu akan terbakar api neraka jika membiarkan kamu lalai dalam shalat.* Aa, usiamu 14 tahun, paling dewasa di antara semua lelaki.
Abang, 12 tahun.
Kaka, 10 tahun.
Bahkan Rasul memerintahkan untuk memukul jika meninggalkan shalat di usia 10 tahun.
*Apa Ayah perlu memukul kamu?”*

Suara isak tangis mulai terdengar dari hidung kami bertiga. Takut. Itu yang kurasakan. Kami semua saling mendekat. Mendekap, bukan lagi menggenggam.

*“Berjanjilah untuk tidak lagi meninggalkan shalat. Apapun keadaannya.*
Sekarang kita shalat Isya berjamaah. Dan kamu bertiga mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.
__________________________
👳🏻👳🏻👳🏻👳🏻
Masya Allah
Pendidikan keluarga yang luar biasa.

GEMINGAN KATA (5)

Bernada keras tak selembut awan di dekat mentari begitu menawan. Berlari kencang tak serendah air pasang di samudera. Sungai tak lagi berjalan berhenti ditempat bukan berarti tenang. Kabut putih tak lagi menyatu bersama dedaunan. Suara mereka terliputi teriakan angin yang mengalir seperti air yang sepoi. Jantung masih memompa aliran darah merah hingga berjalanlah mereka mencari karunia. Kaki-kaki tak telanjang sudah tak jarang tak ditemui. Tangan-tangan merintih meminta dikasihani dari tangan mereka yang diatas. Mata menelisik tajam mencari cahaya berbayangan hitam bukan lainnya. Mata menoleh aliran cahaya menyinari segala alam semesta. Mentari pagi menari memainkan cahaya ditemani kicauan burung cantik nan merdu. Bukan burung yang terpenjara dengan limpahan makanan enak didalamnya. Yang dipaksa bernyanyi berteriak tersakiti. Yang bernyanyi karena makanan yang menyuruh bernyanyi. Berhenti selangkah berdiam berbaur dengan alam. Seketika senja menjadi gelap. Seketika bulan bintang menghadap menghiasi langit hitam namun cantik. Berharap Sang Pencipta tidak marah pada pendosa.

Senin, 27 Maret 2017

Golongan Manusia di Padang Mahsyar (copas)

,,🌺 Seram sejuk bila baca ;         
*DUA BELAS (12) GOLONGAN MANUSIA DI PADANG MAHSYAR          =======================================*
1.🌺  *Dibangkitkan dalam keadaan tanpa tangan dan kaki.* Mereka adalah orang yang ketika di dunia suka mengganggu jiran tetangga.

2.🌺  *Dibangkitkan dalam keadaan menyerupai babi.* Mereka adalah golongan yang malas dan lalai dalam solatnya.

3.🌺  *Dibangkitkan dalam keadaan perut membesar dengan di dalamnya penuh dengan ular dan kala jengking* kerana di dunia mereka tidak membayar zakat.

4.🌺  *Dibangkitkan dalam keadaan mulutnya mengalir darah* kerana ketika berniaga , mereka suka menipu.

5.🌺  *Dibangkitkan dalam keadaan lebih buruk dan busuk daripada bangkai* kerana ketika di dunia, mereka selalu melakukan maksiat secara sembunyi kerana takut dilihat orang , tetapi tidak takut kepada Allah S.W.T.

6.🌺  *Dibangkitkan dalam keadaan leher terputus* kerana ketika di dunia selalu memberi kesaksian palsu.

7.🌺  *Dibangkitkan dalam keadaan tanpa lidah* kerana selalu berdusta ketika di dunia.    
    
8.🌺  *Dibangkitkan daripada kubur dalam keadaan kepala terssungkur, sedangkan kedua – dua kakinya di atas kepala dan farajnya mengeluarkan nanah yang mengalir seperti air* kerana ketika hidup, golongan ini suka berzina dan mati sebelum sempat bertaubat.     
   
9.🌺  *Dibangkitkan dalam keadaan wajah yang hitam tetapi matanya biru dan perutnya di penuhi api* kerana ketika di dunia, mereka selalu memakan harta anak yatim secara zalim.   

     
10.🌺  *Dibangkitkan dalam keadaan sopak dan kusta* kerana ketika hidup di dunia dia menderhaka kepada orang tua.  
   
11.🌺  *Dibangkitkan dalam keadaan buta hati, giginya seperti tanduk, bibirnya menjulur sampai ke dada, lidahnya sampai keperut manakala perutnya pula menjulur sehingga ke paha dengan perutnya penuh kekotoran* kerana ketika hidupnya, mereka gemar meminum arak.
        
12.🌺  *Mereka yang dibangkitkan daripada kubur dengan wajah bercahaya seperti bulan purnama dan melepasi sirat’ (titian Mustaqim) seperti kilat* kerana golongan itu ketika hidupnya rajin beramal soleh, meninggalkan maksiat dan menjaga solat lima waktunya dengan berjemaah.         

*Sekarang Anda mempunyai ② (dua) pilihan;*         
①. Biarkan Tulisan ini berada di PAGE ini, dan orang lain tidak membaca.
        
②. Menyebarkan ke-teman Anda yang lain dengan meng-Klik ‘‘BAGIKAN’’ agar orang lain ikut termotivasi dan Insya Allah Anda mendapat PAHALA.
        
*‘‘...Undzur ma Qaala, Wala Tandzur man Qaala...’’*

Rabu, 22 Maret 2017

Menjadi Barang Langka (copas)


Barang langka itu mahal. Semakin antik suatu barang semakin mahal harganya. Begitupun manusia.., semakin langka semakin mahal nilainya.
Seperti apa sih manusia langka itu?

*YANG LANGKA ITU…*

*ISTRI*

yang tunduk patuh pada suami...
yang senantiasa berseri seri saat dipandang...
yang ridha terdiam saat suami marah...
Tidak merasa lebih apalagi meninggikan suara...
Tercantik di hadapan suami...
Terharum saat menemani suami beristirahat....
Tak menuntut keduniaan yang tidak mampu diberikan suaminya...
yang sadar bahwa ridha-Nya ada pada ridha suaminya...

*YANG LANGKA ITU…*

*SUAMI*

yang mengerti bahwa istrinya bukan pembantu...
Sadar tak melulu ingin dilayani....
Malu jika menyuruh ini-itu karena tahu istrinya sudah repot seharian urusan anak dan rumah...
yang tak berharap keadaan rumah lapang saat pulang karena sadar itulah resiko hadirnya amanah amanah yang masih kecil...
yang sadar pekerjaan rumah tangga juga kewajibannya....
yang rela mengerjakan pekerjaan rumah tangga karena rasa sayangnya terhadap
istrinya yang kelelahan....

*YANG LANGKA ITU…*

*ANAK LELAKI*

yang sadar bahwa ibunya yang paling berhak atas dirinya...
yang mengutamakan memperhatikan urusan ibunya...
yang lebih mencintai ibunya dibanding mencintai istri dan anak anaknya...
yang sadar bahwa surganya ada pada keridhaan ibunya...

*YANG LANGKA ITU…*

*ORANG TUA*

yang sadar bahwa anak perempuannya jika menikah sudah bukan lagi miliknya....
yang selalu menasehati untuk mentaati suaminya selama suaminya tidak
menyuruhnya kepada perkara munkar....
yang sadar bahwa keridhaan Allah bagi anaknya telah berpindah pada ridha suaminya....

*YANG LANGKA ITU…*

*SEORANG IBU*

yang meskipun tahu surga berada di bawah telapak kakinya,
Tapi tidak pernah sekalipun menyinggung hal tersebut saat anaknya ada kelalaian terhadapnya....
yang selalu sadar bahwa mungkin segala kekurangan pada anak anaknya adalah hasil didikannya yang salah selama ini...
yang sadar bahwa jika dirinya salah berucap maka malaikat akan mengijabah do'anya...
karena itu dia akan berhati berhati dalam menjaga lisannya dari berkata yang mengutuk anaknya...

*YANG LANGKA ITU…*

Anak yang senantiasa mendoakan kebaikan bagi orangtuanya dalam keheningan sepertiga malam terakhir...
Meskipun sehari hari dalam kesibukan rumah tangganya...
Dalam kesibukan usahanya...
Dalam kesibukan pekerjaannya...

*YANG LANGKA ITU…*

Orang-orang yang saling memberikan nasehat dalam kebenaran dan kesabaran...
yang saling memaklumi jika hal hal di atas lupa atau lalai dilakukan....
Sehingga saling memaafkan diantara mereka...
Maka rahmat Allah berada diantara mereka....
Dan Allah dengan kemurahanNya memaafkan kesalahan kesalahan mereka...

*MARI KITA JADI MANUSIA LANGKA*

Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan hidayahNya pada kita semua...Aamiin Ya Robbal Alamin.

Sabtu, 18 Maret 2017

Tujuh Sunah Kunci Bahagia (copas)

PESAN INDAH dari Ust. Arifin Ilham :

Assalamu'alaikum Wr. Wb.. Cerdasnya orang yg beriman adalah, dia yg mampu mengolah hidupnya yg sesaat & yg sekejap untuk hidup yg panjang.. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal
cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:
.
.
●Pertama,
Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.
.
●Kedua,
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.
.
●Ketiga,
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yg memanggil orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.
.
●Keempat,
Jaga Shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha
.
●Kelima,
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yg suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yg bersedekah setiap hari.
.
●Keenam
Jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yg berwudhu.
Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Orang yg selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia Ya
Allah”.
.
●Ketujuh,
Amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yg terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

Jangan Jadi Pendengki

Setiap manusia akan dibekali dengan segala kelebihannya. Ada yang memiliki kelebihan dibidang ini, ada yang memiliki kelebihan dibidang itu dan lain sebagainya. Semua sudah dititipkan kepada manusia sebagai karunia dari Sang Khalik. Namun beberapa manusia ada yang tidak ingin mengakui kelebihan orang lain. Itu dikarenakan dirinya tidak mau ada orang lain yang melebihi kelebihan dirinya. Dia tidak menginginkan jika ada orang lain yang lebih pintar dari dirinya, yang lebih kaya dari dirinya, yang lebih terhormat dari dirinya dan seterusnya. Dia hanya menginginkan bahwa dialah yang lebih dibandingkan yang lain, kecuali untuk beberapa orang yang memang lebih tinggi jabatannya atau lebih kaya sudah dari dulunya.
Ada sebuah rumus yang mudah dihapal dan diingat untuk orang seperti itu, dan orang yang seperti itu dinamakan dengki, rumus untuk orang dengki itu adalah SMS  yakni Susah Melihat orang lain Senang. Dan atau Senang Melihat orang lain Susah. Jadi para pendengki akan merasa susah akan merasa geram jika ada orang disekitarnya yang mendapatkan kebahagiaan. Misalnya ada tetangga yang membeli motor baru, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk membeli motor baru yang lebih bagus bahkan bisa saja dia membeli mobil.
Selanjutnya para pendengki juga akan merasa senang ketika melihat orang lain sedang kesusahan. Pendengki akan merasa bahagia ketika melihat tetangganya sedang terlilit utang banyak penagih berdatangan kerumahnya, pendengki akan merasa gembira ketika melihat tetangganya gulung tikar atau bagkrut dalam usahanya. Dia hanya berfikir yang penting dirinya merasa tidak kesusahan.
Mudah-mudahan kita dan semua keturunan kita dijauhkan dari segala bentuk dengki. Karena dengki itu akan menghabiskan segala kebaikan kita bagaikan api menghabiskan kayu bakar.

Jumat, 17 Maret 2017

Adzan

Terdengar adzan berkumandang dikumandangkan oleh suara lelaki yang tak muda lagi. Karena powernya terdengar tak seperti suara anak muda. Terlihat beberapa lelaki keriput dengan senyum dan wajah sumringah terlihat menuju sumber suara adzan. Mesjid, ya itulah sumber suara panggilan untuk menuju kemenangan. Mesjid sebuah bangunan luas dan mewah namun biasanya sepi pengunjung. Walaupun ada pengunjung masih kebanyakan orang tua, walaupun ada juga segelintir anak muda dan anak kecil yang berkunjung kesana. Namun ditulisan ini tidak membahas mesjid, yang akan di bahas adalah adzan.
Ketika adzan berkumandang, kita itu mendengar dengan jelas suara adzan di telinga kita. Namun terkadang kita suka pura-pura tak mendengar suara panggilan itu. Suara panggilan untuk shalat dan suara panggilan untuk menuju kemenangan. Kemenangan dari godaan setan yang terkutuk. Kemenangan dari segala hal dan lain sebagainya.
Waktu adzan berkumandang, ketika kita sedang bekerja, seperti tak rela kita meninggalkan pekerjaan kita. Malah tambah asyik dan terlena dalam urusan duniawi. Berbeda halnya ketika kita dipanggil oleh atasan atau bos kita, maka kita akan bergegas menemui atasan kita itu. Dengan penuh hormat kita temui bos, baju yang belum rapi segera dibereskan agar tidak malu ketika bertemu bos tersebut. Ketika diperintah untuk menyelesaikan tugas, maka kita langsung dan bergegas mengerjakan dengan baik.
Namun kita berbanding terbalik menyikapi seruan adzan. Kita pura-pura tidak mendengar panggilan itu.
Berikut ada lyric lagu miliknya Ahmad Dhani yang dinyanyikan duet dengan seven dream, yang kata-katanya seakan menyindir kita sebagai umat muslim.

Bila adzan telah memanggil
Aku mendengar tapi tak peduli
Bahkan sering tak sembahyang
Seakan tak takut pada Ilahi
Bila adzan berkumandang
Aku bekerja dan sulit berhenti
Bahkan sering menganggap ringan
Seakan aku hidup kekal abadi
Terkubur aku ditelan
Gelombang kerakusan dunia
Ku takut bila dimurka-Nya
Allah ampunilah aku yang selalu
Menangis sekujur tubuhku
Membayangkan azab setelah mati
Sampai kapan hidup begini
Aku rindu pada-Mu Ya Allahku
Ya Allah terimalah tobatku
Ampunilah dosa-dosaku Ya Allah

Semoga kita menjadi manusia yang menjadikan mesjid sebagai rumah kita.

Rabu, 15 Maret 2017

Cita-Cita Anak Ini Ingin Menjadi Handphone (copas)

Ada seorang anak sekolah,
Ia ditanyai bu gurunya.
"Mau jadi apa engkau nak kelak? Anak itu menjawab
"Aku mau jadi handphone". Apaaa...........handphone
"Kenapa", ?
tanya bu guru .
Anak itu terdiam sedih.

🙂  Anak itu lalu mulai berkeluh sambil meneteskan air mata
katanya lirih,
"Ayah dan ibu kemana-mana selalu membawa handphone,
.....tapi ....
tak mengajak saya pergi.

Mereka selalu memegang handphone
.....tapi .....
tak memegang tangan saya atau membelai rambut saya apalagi menyayangi saya.

Mereka selalu bermain dengan games handphone tetapi tak mau bermain dengan saya
saat saya membutuhkannya.

Mereka selalu berlari beri makan handphone dengan charge dengan listrik di dinding
....tapi ....tak tahu kalau aku lapar dan butuh makan.

Mereka selalu mengecek apakah handphone selalu ada dan tak hilang
..... tapi ....
Tidak mau cek apa yang aku buat atau di mana aku berada.

Mereka selalu berbicara lama sekali pada handphone
....tapi.....
malas bicara dengan saya malah mengusir saya saat mereka asyik bicara pada hanphone.

Mereka rajin ganti casing handphone tapi tidak membelikanku baju baru.

Mereka beli handphone mahal dan bagus di Mall
....tapi....
makanan untukku yang murah, mama beli di pinggir jalan dekat rumah.

🙂 Terisak-isak anak itu menuturkan hal itu,
didengarkan oleh bu guru yang bagaikan patung tak bergerak dengan tetesan air mata membasahi pipinya,
mendengarkan dengan haru anak itu berkata
"Aku mau menjadi seperti handphone!!! Seperti handphone.... seperti handphone....!!!".

☆☆☆☆☆

🙂 Sahabatku....
Banyak perhatian dan kasih sayang dicuri oleh kesibukan kita dengan handphone.

Teman bicarapun kita cuekin dan tak hormati krn kita sibuk dengan handphone.

Waktu bincang-bincangpun dicuri oleh handphone.

Kemesraan keluarga
orangtua dan anak bahkan
suami istri dicuri gara-gara sibuk dengan handphone.

Tidakkah kita bisa mengambil jarak terhadap handphone
.....dan .....
lebih Menghormati dan Mencintai sesama di depan mata?

PERCIKAN HATI❤
Dari anak anak kita....
saudara kita...
mungkin orang tua kita...
orang orang disekitar kita...yang kita kasihi.

Mari kita Belajar lebih BIJAK dlm pemakaian Handphone
....bukan....justru sebalik nya....
Hidup kita yang dikuasai Handphone

Semoga bermanfaat mengingatkan kita semua

Jangan Mudah Tersinggung

Kita ini adalah makhluk sosial, pastinya akan banyak berinteraksi dengan manusia yang lainnya. Ketika berinteraksi dengan orang lain, akan banyak peristiwa dan kejadian yang diharapkan ataupun yang tidak diharapkan. Ketika interaksi itu berjalan dengan baik, maka hati dan keadaan akan terasa nyaman dan damai yanv tercipta. Tapi ketika interaksi itu tidak berjalan baik, maka akan timbul permusuhan, perpecahan, permasalahan yang lebih besar dan besar lagi. Maka dari itu kita sebagai manusia yang beragama dan berakhlak harus berhati-hati dan harus berjalan lurus ketika interaksi itu berjalan. Salah satunya adalah menahan amarah, alias jangan marah atau menahan marah.
Marah itu muncul ketika kita merasa tidak enak atau tidak senang diperlakukan oleh seseorang. Marah juga timbul akibat rasa tersinggung, sakit hati dan juga yang lainnya. Maka dari itu marilah kita menjadi manusia yang tidak mudah tersinggung. Salah satu cara kita menjadi manusia yang tidak mudah tersinggung adalah harus menjaga khusnudzon atau berbaik sangka, kebalikan dari shuudzon atau berburuk sangka. Ketika kita tetap berbaik sangka, maka kita akan jauh dari rasa mudah tersinggung, jika kita tidak mudah tersinggung maka akan jauh dari sakit hati, ketika kita tidak pernah merasa sakit hati, maka kita tidak akan merasa marah kepada siapapun.
Sekali lagi mari kita sama sama belajar menjadi manusia yang tidak mudah tersinggung, tidak mudah sakit hati dan niscaya rasa tenang dan nyaman nan damai akan menjadi sahabat kita. Dan senyumpun akan terus menghiasi wajah kita, juga senyum dari orang sekitarpun akan menjadi pemandangan kita. Subhanalloh.....

Selasa, 14 Maret 2017

Jangan Mengharapkan Balasan

Ketika kita melakukan kebaikan kepada manusia, terus kita mengharapkan balasan dari manusia, maka tidak akan ada kenikmatan dan tidak akan istiqamah. Namun sebaliknya jika kita berbuat baik dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan, maka akan terasa nikmat dan juga akan istiqamah.
Sepertinya memang begitu, ketika kita masih berharap pada makhluk, maka akan banyak rasa kecewa. Karena manusia itu suka membuat problematika hidup yang dirumitkan sendiri. Padahal jikalau kita berjalan pada jalannya, berjalan pada jalur yang seharusnya, pasti akan terasa nikmat. Lihat saja kereta api, ketika berjalan di rel kerta, dia berjalan dengan baik dan lancar, tapi sedikit aja melenceng dari rel, maka akan terjadi kecelakaan, dan gerbong dibelakangnya pun ikutan terjatuh. Itulah jika kita masih mengharapkan makhluk dalam hidup ini. Jadi apapun yang kita lakukan harus sesuai dengan Ridha Alloh swt.
Ya penulis juga sama masih belum bisa. Tapi kenapa bisa-bisanya menasihat? Ini bukan menasihati yang membaca, tapi ini intinya menasihati diri sendiri dahulu, jikalau ada pembaca yang membaca dan ternasihati ya itu mah atas kehendak Alloh swt. Tapi ini saya niatkan untuk berdakwah saja. Mendakwahi diri sendiri pada intinya, dan mendakwahi pembaca pada umumnya. Ya karena dakwah itu kewajiban. Jika timbul pertanyaan, memangnya saya sudah benar? Maaf kalau soal dakwah, saling mengingatkan, jika kita terus melihat atau merasa kita juga belum benar, pastilah tidak akan ada yang berdakwah di dunia ini. Karena tidak ada manusia yang sempurna kecuali Baginda Nabi Muhammad saw. Jadi mari kita lanjutkan dakwah kita. Saling menasihati dalam kebaikan dan keshabaran. Wallohu alam.....

Senin, 13 Maret 2017

Jangan Berharap Pada Makhluk

Ketika hidup kita yang singkat ini terlalu banyak berharap kepada makhluk, maka kita akan banyak merasakan sakit hati. Karena sebenarnya makhluk itu tidak bisa akan memberikan apapun. Jikalau ada makhluk yang memberi sesuatu kepada kita, ataupun berbaik hati pada kita, itu adalah kekuasaan Alloh swt yang menggerakan hatinya supaya berbuat seperti itu. Jadi ketika kita memiliki harapan kepada seseorang itu tidak benar. Misalnya kita berharap kepada seorang yang kita kenal, dia bekerja di suatu perusahaan dan memiliki jabatan yang tinggi. Kemudian kita meminta tolong kepada dia agar kita bisa kerja disana. Sebenarnya ketika kita bekerja disana ataupun tidak diterima disana pada dasarnya Alloh swt lah yang menakdirkan kita dapat bekerja ataupun tidak bekerja. Jadi seharusnya bukannya kita mendekati manusianya yang memiliki jabatan tinggi itu, tapi seharusnya kita dekati saja Sang Pemilik orang yang memiliki jabatan itu yakni Alloh swt. Namun bukan berarti kita tidak berusaha, ikhtiar itu juga harus.
Kembali lagi kepada permasalahan sakit hati karena berharap kepada makhluk, biasanya kita akan banyak merasa sakit hati atau kecewa karena yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Ketika hati kita sakit karena kecewa, biasanya hati kita merasa tidak nyaman, yang berakibat raut wajah kurang bersahabat, ucapan kita kurang menyenangkan, tulisan kita tidak layak dituangkan, dan akibatnya orang yang ada disekitar kitapun merasa tidak nyaman. Maka dari itu marilah sama-sama kita belajar untuk tetap menggantungkan diri kita kepad Alloh swt.

Menelitik Waktu, Memahami Zaman

Di zaman yang modern seperti sekarang ini, hidup harus lebih berhati-hati dalam berbuat. Setan seakan lebih banyak cara untuk menggoda manusia semakin kacau semakin jauh dari Alloh swt. Akibatnya akhlak dan perbuatan juga tingkah laku manusia semakin tak terkendali dalam arti semakin hari semakin liar dan seperti jauh dari agama, namun tidak semua, karena masih banyak juga yang mengagungkan keagungan Alloh swt, dan itulah mereka yang beriman dan bertaqwa.
Jika kita perhatikan dan kita pikirkan, memanglah dizaman sekarang ini sepertinya tengah terjadi degradasi moral, khususnya di daerah sekitar yang penulis lihat, entah untuk daerah lain apakah sama atau tidak. Melihat anak-anak dibawah umur banyak yang sudah berpacaran. Anehnya lagi mereka berpacaran seperti layaknya orang dewasa dan tidak ada rasa malu ketika berada di khalayak ramai. Jika zaman dulu, bertemu atau bermain dengan lawan jenis saja malu, atau ketika bermain dengan lawan jenis itu ada batasannya. Tapi sekarang ini ada diantara laki-laki dan perempuan seakan seperti mereka tidak ada pembatas atau muhrim dari satu dan yang lainnya. Ditegaskan lagi ini tidak semua, ada sebagian saja. Hal lainnya lagi, ketika zaman dulu berbuat jelek itu malu, bahkan sembunyi-sembunyi kalau sedang berbuat yang tidak patut. Namun sekarang ada diantaranya ketika berbuat yang tidak baik mereka malah bangga dengan perbuatan mereka, tidak malu dengan kesalahan mereka, karena diantaranya dilakukan bersama-sama, merasa banyak kawan. Tapi untuk melakukan hal yang positif mereka seakan malu seakan kuno untuk berbuat baik, salah satu contohnya saja mengaji atau belajar agama setelah shalat maghrib di majelis talim atau pesantren yang tidak mondok. Jika dulu anak samapai tingkatan SMA itu masih menjadi santri di tempat tinggalnya, tapi lihat sekarang, anak SD saja sudah tidak mau pergi ke majelis ilmu.
Mesjid pun seperti sepi dari jamaah, karena mungkin saja salah satunya adalah faktor malas. Lihat saja acara televisi menyuguhkan acara yang begitu seru di jam-jam waktunya shalat tiba. Saya tidak menyalahkan televisinya, tapi itu sebagai sarana bagi kita apakah kita bisa melawan rintangan itu atau tidak. Mereka para pemilik televisi mungkin saja punya misi, kenapa menayangkan acara unggulan di jam itu. Kita juga jangan kalah dan harus punya misi juga bahwa di jam itu kita harus memakmurkan mesjid. Masih ada jam untuk menonton televisi setelah kita pulang dari mesjid misalnya.
Ini hanyalah pemikiran pendek dari saya saja yang terlihat dan juga mengalami akan godaan yang bertubi-tubi dan bermacam-macam jenisnya.
Akhirnya, marilah semua kita berdoa agar kita semua menjadi manusia yang berakhlakul karimah dan terus mendapatkan hidayah serta pertolongan dari Alloh swt, aamiin.....

Minggu, 12 Maret 2017

LAKUKAN DAN LUPAKAN

Banyak cara kita untuk berbuat baik, melakukan hal yang baik, dan memberikan ide yang baik pula. Ketika kita melakukan hal yang baik-baik, biasanya akan timbul dan muncul rasa senang atau gembira. Namun disanalah godaan kita belum selesai, ketika hendak kita melakukan hal yang baik-baik, selalu di ganggu atau digoda oleh syetan yang terkutuk. Bisa saja kita mengurungkan berbuat baik ataupun menunda bahkan mengurungkan perbuatan baik yang hendak kita lakukan. Setelah kita melakukan kebaikan, disana syetan belum berhenti menggoda kita. Syetan menggoda kita agar kita mengingat terus perbuatan baik kita bahkan diucap-ucapkan segala perbuatan baik kita. Itulah yang bisa merusak amal baik kita. Riya dan sum'ah itulah namanya, jika riya adalah perbuatan kita seakan hanya ingin terlihat oleh orang lain, sedangkan sum'ah adalah agar perbuatan atau perkataan kita bisa didengar oleh orang lain dan membuat kita meningkat derajatnya dihadapan manusia.
Itulah realitas yang memang kita alami, mungkin karena kita belum ikhlas dalam berbuat, dan masih bergantung pada makhluk. Padahal jika kita masih mengandalkan makhluk, jika tidak sesuai dengan harapan kita, maka akan timbul rasa kecewa.
Jadi menurut Guru kita Aa Gym semoga Alloh swt memberi kesehatan kepada beliau dan merahmati beliau, menurut beliau ada rumus hidup bahagia yaitu LAKUKAN dan LUPAKAN, jadi kita melakukan perbuatan baik dan setelah itu kita lupakan, jangan mengingat-ingat kembali perbuatan baik kita. Seperti keterangan dari sayyidina Umar RA, ketika kita bersedekah, kita itu harus seperti buang air  besar. Lihat saja ketika kita BAB, apakah kita selalu mengingat-ingat bentuk, banyaknya, besarnya kotoran (maaf) yang kita keluarkan, kita lupakan begitu saja. Begitu pula dengan amal perbuatan shaleh atau perbuatan baik kita harus seperti itu, agar balasan dari Alloh swt sempurna. Semoga kita semua dapat hidayah dan maghfirah dari Alloh swt agar setiap saat beramal shaleh, aamiin

Sabtu, 11 Maret 2017

Perbuatan Baik

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri ..." (QS Al-Isra ayat 7)
Ayat diatas sungguh sudah sangat jelas,bahwasannya segala hal yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri. Perbuatan baik yang kita lakukan itu artinya kita sedang menanam kebaikan bagi diri kita sendiri. Sebaliknya perbuatan jahat yang kita lakukan itu berarti kita sedang mengundang hal buruk buat kita sendiri. Maka dari itu sudah selayaknya kita meski tetap fokus dalam kebaikan, dari mulai berfikir yang baik, berbuat yang baik, berbicara yang baik, dan segala hal yang baik-baik. Semoga tulisan singkat yang terinsfirasi dari tulisan sang guru, yakni aa Gym ini bermanfaat. Aamiin

Kamis, 09 Maret 2017

Media Sosial

Hidup di zaman yang semakin modern ini memanglah serba instan dan serba dipermudah untuk menjalankan segala sesuatu. Teknologilah yang serba meringankan berbagai urusan dan kepentingan kita. Dimulai dari bangun tidur sampai tidur kembali kita tidak lepas dari teknologi. Dengan keberadaan teknologi ini, pasti saja ada sisi baik dan sisi jeleknya tergantung dari sisi mana kita memandang dan memanfaatkannya.
Salah satunya yang kini diminati banyak orang dan hampir dimiliki oleh semua kalangan adalah handphone. Dari mulai anak kecil hingga orang tua, dari mulai pengangguran hingga yang bekerja, pria maupun wanita, semuanya terlihat menggunakan alat yang satu ini. Dan yang paling banyak dinikmati adalah aplikasi media sosial, dari mulai facebook, twitter, instagram, WA, BBM dan masih banyak lagi. Kita semua jadi saling mengenal orang-orang yang jauh, kita menjadi lebih mempermudah silaturahmi dengan kawan lama, kita jadi lebih cepat memperoleh informasi dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Namun disamping itu ada pula sisi negatifnya dari penggunaan media sosial, seperti maraknya cybercrime, perselingkuhan, banyak waktu yang terbuang, menghabiskan kuota yang banyak menjadi boros, pornografi dan lain sebagainya.
Ketika kita menggunakan media sosial, biasanya kita fokus dalam seberapa banyak liker, seberapa banyak yang berkomentar, seberapa banyak follower kita, tanpa menghiraukan apakah yang kita postingkan itu diridhai oleh Alloh swt? Apakah postingan kita sesuai dengan ajaran Islam? Apakah postingan kita tidak melanggar norma-norma yang berlaku? Ini semua biasanya kuta abaikan demi banyaknya pengikut atau demi banyaknya yang menyukai postingan kita. Padahal semua hal yang kita postingkan dan kita upload itu akan dihisab oleh Alloh swt dan akan diperhitungkan. Sekecil dan sebesar apapun amalan kita pasti akan terhisab dab tak akan ada yang terlewat. Maka dari itu marilah kuta bersama-sama lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial, lebih berhati-hati dalam menulis dan mempostingkan tulisan, foto ataupun yang lainnya. Jadikan media sosial sebagai sarana kita mempermudah jalan dakwah dan bersilaturahmi dengan ikhwanul muslimin. Semoga Allih swt meridhai dan mengampuni segala kesalahn kita aamiin...

Rabu, 08 Maret 2017

Dan Ternyata (copas)

Tahukah anda?

1. Jika *maag* bukan hanya diakibatkan karena kesalahan pola makan, tapi justru lebih didominasi karena *stress*.

2. Jika *hypertensi* bukan hanya diakibatkan oleh terlalu banyak konsumsi makanan yang asin, tapi lebih dominan karena kesalahan dalam memanage *emosi*.

3. Jika *kolesterol* bukan hanya diakibatkan oleh makanan berlemak, tapi rasa *malas berlebih* yang lebih dominan menimbun lemak.

4. Jika *asthma* bukan hanya karena terganggunya suplai oksigen ke paru-paru, tapi sering merasa *sedih* yang membuat kerja paru-paru tidak stabil.

5. Jika *diabetes* bukan hanya karena terlalu banyak konsumsi glucousa, tapi sikap *egois dan keras kepala* yang mengganggu fungsi pankreas.

6. Jika penyakit *liver* bukan hanya karena kesalahan pola tidur, tapi sifat *suudzon* kepada orang lain yang justru merusak hati kita.

7. Jika *jantung koroner* bukan hanya diakibatkan oleh sumbatan pada aliran darah ke jantung, tapi *jarang sedekah* membuat jantung kita kurang merasakan ketenangan, sehingga detaknya tidak stabil.

Dan masih banyak lagi

Faktor penyebab penyakit adalah karena masalah:

- *Spiritual* 50%
- *Psikis* 25%
- *Sosial* 15%
- *Fisik*  10%

Yuk... perbaiki diri ke arah yang lebih positif + + +

Salam sehat dan sukses penuh berkah...semoga bermanfaat...
Happiness is the key of healthy

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...