Minggu, 25 Februari 2018

Roti Rabi'ah "sepuluh lipat"

Rahasia Dua Puluh Potong Roti Rabi’ah            
     Dua orang pemuka agama datang mengunjungi Rabi’ah Al-‘Adawiyah dan keduanya merasa lapar.  “Mudah-mudahan Rabi’ah menyuguhkan makanan kepada kita,” kata mereka.  “Makanan yang disuguhkan Rabi’ah pasti diperolehnya secara halal.”               Sesampainya di rumah Rabi’ah ternyata di hadapan mereka telah tersedia serbet dan di atasnya ada dua potong roti.  Melihat hal itu mereka pun merasa sangat gembira.  Tetapi, ketika hendak memakannya, seorang pengemis datang dan Rabi’ah memberikan kedua potong roti itu kepadanya.  Kedua pemuka agama itu sangat kecewa, namun mereka tidak berkata apa-apa.  Tak berapa lama kemudian tibalah seorang pelayan wanita membawa beberapa potong roti yang masih panas.              
 “Aku diutus majikanku untuk memberikan roti ini kepadamu,” ucapnya.               
Setelah dihitung ternyata jumlah roti tersebut adalah delapan belas potong.  Rabi’ah lalu berkata, “Roti ini bukan untukku, kau mungkin salah alamat.”               
Si pelayan berusaha untuk meyakinkan Rabi’ah bahwa dia tidak salah alamat, tetapi Rabi’ah tetap bersikeras bahwa roti-roti itu bukan untuknya.  Ia pun membawa roti-roti itu kembali.  Sebenarnya, pelayan itu telah mengambil dua potong roti tersebut.  Ia lalu meminta dua potong roti lagi kepada majikannya dan kemudian mengantarkan keseluruhan roti itu kepada Rabi’ah.  Sekali lagi Rabi’ah menghitungnya.  Setelah yakin bahwa jumlah roti itu dua puluh potong, maka Rabi’ah bersedia untuk menerimanya.  Beliau kemudian berkata, “Majikanku memang telah mengirimkan roti ini untukku.”  Kemudian Rabi’ah menyuguhkan roti-roti tersebut kepada kedua tamunya.      Keduanya lalu menyantap hidangan tersebut dengan keheranan.  “Apakah rahasia dari semua peristiwa yang kami saksikan ini?  Mengapa engkau berikan kedua roti tadi kepada pengemis pada saat kami akan memakannya?  Dan mengapa engkau mengatakan kepada pelayan tersebut bahwa dia mungkin salah alamat dan delapan belas roti itu bukan untukmu?  Dan mengapa setelah dia kembali membawa dua puluh potong roti, engkau menerimanya? tanya mereka kepada Rabi’ah.               
“Sewaktu kalian datang aku tahu bahwa kalian sedang lapar.  Dalam hati aku berkata, ‘Tegakah aku menyuguhkan dua potong roti kepada dua tamu terhormat ini?’  Itulah sebabnya mengapa ketika si pengemis tadi datang, aku segera memberikan dua potong roti itu kepadanya.  Aku berkata kepada Allah yang Maha Besar, ‘Ya Allah, Engkau telah berjanji bahwa untuk setiap kebaikan minimal akan Kau balas sepuluh kali lipat.  Dan aku sangat percaya akan janji-Mu.  Kini telah kusedekahkan dua potong roti untuk menyenangkan-Mu, semoga Engkau berkenan untuk memberiku dua puluh potong roti sebagai imbalannya. ‘  Ketika pelayan tersebut datang membawa delapan belas roti, aku yakin bahwa sebagian roti tersebut telah dicuri atau memang roti-roti itu bukan untukku.  Dan setelah dia kembali membawa dua puluh potong roti, maka aku yakin bahwa itu adalah milikku.  Karena itulah kuucapkan, ‘Majikanku (Allah) memang telah mengirimkan roti ini untukku.’”  

Untuk mendapatkan materi dari langit segera install Aplikasi GoLangit dari playstore. Atau tekan : https://play.google.com/store/apps/details?id=net.golangit

Jumat, 16 Februari 2018

Jangan Remehkan Amal Kecil

Kotretan Iyek Beramalah sebanyak mungkin, dan pilihlah amal yang dapat kamu kerjakan secara berkesinambungan (mudâwamah).  Jangan remehkan satu amal pun yang pernah kau kerjakan, meskipun ia hanya kalimat tahlîl atau tasbîh, karena bisa jadi justru amal yang kau remehkan itu yang menyebabkanmu memperoleh ridha Allâh. Berilah makan kepada mereka yang kelaparan, dan jangan remehkan hal ini. Sebab, setelah Imam Ghazâlî wafat, seseorang bermimpi bertemu dengannya dan bertanya, “Bagaimana Allâh memperlakukanmu?”. “DIA mengampuniku,” jawab Imam Ghazâlî.  “Amal apa yang menyebabkan Allâh mengampunimu?”            
“Suatu hari, ketika aku sedang menulis, tiba-tiba seekor lalat hinggap di penaku. Kubiarkan ia minum tinta itu hingga puas.” Ketahuilah, amal yang bernilai tinggi adalah amal yang dianggap kecil dan dipandang remeh oleh nafsu. Adapun amal yang dipandang mulia dan bernilai oleh nafsu, pahalanya dapat sirna, baik karena pelakunya, amalnya itu sendiri ataupun karena orang lain yang berada di sekitarnya.

Untuk mendapatkan materi dari langit segera install Aplikasi GoLangit dari playstore. Atau tekan : https://play.google.com/store/apps/details?id=net.golangit

Senin, 12 Februari 2018

Kutipan Bob Sadino

Kotretan Iyek Kutipan dr Almarhum *Bob Sadino* sebelum wafat..!! SANGAT INSPIRATIF

*Bob Sadino*
( 1933 - 2015 )

Luar biasa......!!!
Ini sangat menginspirasi….... Semoga bisa menjadi inspirasi juga bagi kita semua.

*** Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan. Tapi rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.

*** Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dgn gizi seimbang dan olahraga yg teratur, itulah kunci hidup sehat.

*** Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.

*** Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.

*** Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati, dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat.

*** Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Tapi setia kawan, bijaksana, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat.

*** Kosmetik bukan jaminan kecantikan. Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman, itulah kunci kecantikan.

*** Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

*** Hidup kita itu sebaiknya ibarat “bulan & matahari”—dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak, ia tetap “berbagi”.

***Jika Anda bilang Anda susah, banyak orang yang lebih susah dari Anda. Jika Anda bilang Anda kaya, banyak orang yang lebih kaya dari Anda. Di atas langit, masih ada langit. Suami, istri, anak, jabatan, harta adalah “titipan sementara”. Itulah kehidupan.

*** Nikmatilah hidup selama Anda masih memilikinya dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu...!
Karena Anda tidak akan tahu kapan Sang Pemilik Raga akan datang dan mengatakan pada Anda, *“Ini saatnya pulang!”—* memaksa Anda meninggalkan apa pun yang Anda cintai, dan Anda banggakan.

Silahkan di SHARE agar lebih banyak lagi orang yg terinspirasi dari makna kutipan ini. Semoga selalu berbahagia dgn keadaan yg anda miliki dan jalani saat ini.

Minggu, 11 Februari 2018

Menolak Bencana Dengan Berderma

Kotretan Iyek Sedekah itu menjauhkan dari musibah atau bencana atau bala. Memang begitu adanya, itu adalah sabda Nabi Muhammad SAW. Harta yang kita peroleh ada diantaranya hak bagi yang membutuhkannya. Dan itu sebenarnya bukan milik kita. Jika hak mereka kita makan, maka bisa saja yang kita punya akan hilang. Berikut ini adalah artikel yang membahas tentang Menolak Bencana Dengan Berderma. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita semua menjadi ahli sedekah, aamiin...
Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad rahimahullah dalam kitabnya Tatsbîtul Fuâd berkata: Alloh SWT memberikan kepada manusia berbagai musibah (ujian) dan memerintahkan mereka untuk melakukan berbagai kebaikan.  Jika mereka mau menunaikan perintah Alloh SWT tersebut, maka Ia akan memalingkan musibah itu dari mereka.  Sayangnya, mereka dikalahkan oleh setan dan hawa nafsu yang menghalangi mereka untuk melakukan berbagai ketaatan.  Jika mereka mau berjuang melawan setan dan hawa nafsunya, kemudian melaksanakan apa yang diperintahkan Alloh SWT, yaitu mau membantu orang-orang yang membutuhkan, memberi hutang kepada orang yang hendak meminjamnya, memberi makan orang yang kelaparan, memberi pakaian kepada mereka yang telanjang, dan sejenisnya, maka Alloh SWT akan memalingkan musibah yang sedang mereka alami dari mereka semua.  Akan tetapi, jika mereka tidak mau melakukan ini, maka Alloh SWT akan melipatgandakan musibah tersebut.  Setiap kali tertimpa musibah, manusia seharusnya segera berbuat kebajikan, sehingga Alloh SWT akan menghapuskan musibah itu.

Untuk mendapatkan materi dari langit segera install Aplikasi GoLangit dari playstore. Atau tekan : https://play.google.com/store/apps/details?id=net.golangit

Hikmah Kerja Serabutan

Kotretan Iyek Sudah lama lulus kuliah dan sudah memegang gelar sarjana, tapi tak kunjung juga mendapat pekerjaan yang tetap. Melakukan pekerjaan serabutan menjadi salah satu pilihan asalkan yang dikerjakan tersebut halal. Jangan sedih atau minder, teruslah bersemangat karena ada hikmah dibalik pekerjaan serabutan yang belum menetap ini. Apa saja sih hikmahnya?

1.Dapat Belajar skill/keahlian baru pada setiap jenis pekerjaan yang kamu lakoni. Karena setiap pekerjaan memiliki skill nya tersendiri. Jadi kalau kamu hari ini bekerja sebagai pengemudi maka kamu akan memiliki pengalaman berkendara, dan bahkan menambah skill kamu untuk mengemudi. jika kamu hari ini bekerja sebagai sales man, maka kamu akan memiliki skill dari segi makrketing atau bahkan bisa mengasahkamu untuk berbicara didepan banyak orang atau public speaking.

2. Punya banyak teman, kenalan atau networking. Melakoni pekerjaan serabutan, tidak menutup kemungkinan jika kamu akan bertemu banyak orang. Cepat atau lambat mereka akan jadi teman kamu dan kemungkinan akan membuka pintu menuju mimpi-mimpi kamu semakin terbuka lebar. Semoga saja rezeky kamu akan terbuka dan mengalir dari salah satu dari orang yang kamu temui saat kamu bekerja serabutan tersebut. Tetaplah berdoa dan bekerja keras ya.

3. Asik dan seru. Kenapa begitu? Tentu saja seru, karena kamu berkesempatan untuk melakukan hal atau pekerjaan yang belum tentu orang lain punya. Kamu bisa kerja di banyak tempat dan orang-orang yang sudah memiliki pekerjaan tetap, mereka cuma bisa kerja di satu tempat dan di bidang yang itu-itu saja. Tak sedikit bagi mereka yang merasa bosan dan ingin keluar dari pekerjaan tetapnya.

4. Optimis (Berharap baik). Dengan melakoni pekerjaan yang tidak tetap ini, kita menganggap pekerjaan-pekerjaan kita ini adalah sesuatu yang sementara, tahapan yang memang harus kita lewati sebelum meraih mimpi kita di masa depan.

Jadi untuk kamu yang masih melakukan pekerjaan serabutan, pekerja dengan seribu macam keahlian, teruslah melangkah, jangan pernah menyerah, karena suatu saat nanti Allah akan membukakan pintu rezeki untuk meraih mimpimu. Tetaplah berusaha, berpikir positif dan terus berdoa kepada san pencipta, percayalah suatu saat kamu akan menemukan titik kejayaanmu, Alloh itu maha adil terhadap umat-Nya dan Alloh SWT  pasti bersama kita.
Intinya mari kita syukuri yang ada pada diri kita.

Teliti Aibmu Sendiri

Kotretan Iyek Imam Hasan Al-Bashrî rahimahullah berkata: ENGKAU tidak akan memperoleh hakikat iman selama engkau mencela seseorang dengan sebuah aib yang ada pada dirimu sendiri.  Perbaikilah aibmu, baru kemudian engkau perbaiki orang lain.  Setiap kau perbaiki satu aibmu, maka akan tampak aib lain yang harus kau perbaiki.  Akhirnya kau sibuk memperbaiki dirimu sendiri.  Dan sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allâh adalah dia yang sibuk memperbaiki dirinya sendiri.  Sepanjang sejarah kehidupan manusia, tidak ada hari seperti hari kiamat, hari di mana aib terbuka dan mata menangis.
Dikutip dari buku Ad-Da'watuttaammaah, Habib 'Abdullah Bin 'Alwi Al-Haddad,  Daarul Haawii, cet.2, 1993, hal.226-227.

Untuk mendapatkan materi dari langit segera install Aplikasi GoLangit dari playstore. Atau tekan : https://play.google.com/store/apps/details?id=net.golangit

Benteng Segala Bencana

Kotretan Iyek Ketika musim hujan tiba, banyak bencana atau musibah menimpa beberapa daerah yang rawan akan bencana. Musibah datang secara tiba-tiba. Kita sebagai manusia tentunya harus waspada juga harus jaga-jaga agar terhindar dari musibah. Secara ikhtiar memanglah kita yang harus berhati-hati, namun selain dari itu kita juga harus meminta perlindungan kepada Alloh SWT pemilik alam semesta raya ini. Berikut adalah sebuah artikel motivasi buat kita semua agar kita dapat meminta perlindungan kepada Alloh SWT dengan cara yang mudah, namun biasanya sulit dilakukan, karena rasa malas. Semoga kita semua terhindar dari segala bencana aamiin....

Surat Al-Ikhlas merupakan salah satu surat pendek yang banyak dihapal umat Islam.  Kendati pendek, hanya empat ayat, surat ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya ia merupakan benteng segala bencana.  Seorang sahabat yang bernama khubaib radhiyallahu ‘anhu menceritakan dari ayahnya:   Pada suatu hari, di malam yang sangat gelap dan hujan turun deras, kami mencari Rasulullah saw untuk mendoakan kami (para sahabat takut bencana akan turun).  Aku pun bertemu dengan beliau saw.  Tiba-tiba, beliau saw berkata, "Ucapkanlah."  Aku pun diam, tidak mengucapkan apa-apa.  Beliau kembali berkata: "Ucapkanlah."  Aku kembali terdiam.  Tetapi, beliau kembali berkata: "Ucapkanlah." Pada saat itulah aku bertanya, "Apa yang harus kuucapkan?"  Maka Rasulullah saw bersabda:
قُلْ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِيْنَ تُمْسِي وَتُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ
Ucapkanlah Qul Huwallâhu Ahad (Surat Al-Ikhlas) dan Al-Mu'awwidzatain (Surat Al-Falaq dan An-Nâs) ketika engkau berada di sore dan pagi hari masing-masing sebanyak tiga kali, maka ketiga surat itu akan melindungimu dari segala sesuatu. (HR Tirmidzi, Nasai, Abu Dawud dan Thabrani) Dalam Hadis di atas Rasulullah saw mengajarkan agar setiap hari kita berusaha untuk melindungi diri dari bencana dan adzab dengan membaca surat Al-ikhlas, Al-Falaq dan An-Nâs, sebanyak tiga kali.  Jika dzikir ini kita amalkan setiap hari, insyâ Allâh Allah akan menyelamatkan kita dari segala bencana.

Untuk mendapatkan materi dari langit segera install Aplikasi GoLangit dari playstore. Atau tekan : https://play.google.com/store/apps/details?id=net.golangit

Sabtu, 10 Februari 2018

Jangan Termakan Ucapan Orang

Kotretan Iyek Sangat tercengang diri ini ketika membaca sebuah artikel yang sangat bagus. Memang mulut ini terlalu  banyak dosa, sehingga apa yang dibicarakan kurang disaring terlebih dahulu. Banyak sekali ucapan kita yang seperti biasa saja, padahal disana ucapan kita berlumuran dosa. Memang benar sabda Rasul SAW bahwasannya jika kita tidak bisa berbicara yang baik, lebih baik diam. Berikut adalah artikel bagus yang saya baca dari aplikasi Go Langit, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin....

Seorang mengunjungi Khalifah 'Umar bin 'Abdul 'Aziz ra dan menceritakan kepadanya aib seseorang.  Beliau lantas berkata, "Mana yang kau pilih, kuselidiki laporanmu dan jika ternyata kau berdusta, maka kau adalah orang fasik yang tersebut dalam ayat berikut:

يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنْ جَآءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوْا أَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِيْنَ

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."  (Al-Hujurat, 49:6)

Dan jika laporanmu memang benar, maka kau adalah manusia yang disebutkan dalam ayat berikut:
هَمَّازٍ مَّشَّآءٍ بِنَمِيْمٍ
"yang banyak mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,"  (Al-Qalam, 68:11)

Atau kami maafkan saja kau, mana yang kau pilih?"
"Wahai Amirul Mukminin, maafkan aku.  Aku tidak akan mengulangi perbuatan ini lagi," jawab lelaki itu.

Hikmah Dibalik Kisah Orang yang suka menceritakan keburukan seseorang kepada orang lain untuk mengadu domba, dalam agama disebut sebagai nammâm (pengadu domba).  Rasûlullâh saw bersabda:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّام
ٌ "Tidak akan masuk Surga seseorang yang suka mengadu domba (nammâm)."  (HR Muslim, Bukhârî, Tirmidzî, Abû Dâwûd dan Ahmad)

Pertengkaran mulut, perkelahian dan bahkan hingga pembunuhan sering kali terjadi hanya karena ulah pengadu domba.  Seorang yang beriman tidak boleh gegabah di dalam menanggapi setiap berita yang ia dengar dan juga tidak boleh terlalu mudah menyampaikan berita itu kepada orang lain, sebelum menyelidiki dan memastikan kebenarannya terlebih dahulu.  Terlebih lagi jika pembawa berita itu dikenal sebagai seorang yang banyak bermaksiat kepada Allâh.  Sayangnya, ajaran Alloh yang begitu indah ini kurang diperhatikan.

Untuk mendapatkan materi dari langit segera install Aplikasi GoLangit dari playstore. Atau tekan :

https://play.google.com/store/apps/details?id=net.golangit

Rabu, 07 Februari 2018

Nasihat

Kotretan Iyek Lembutnya nasihat ini...
Bacalah perlahan-lahan hingga akhir...
▁▂▃▄▅🌹    

Adalah hal biasa jika kau melihat perahu di atas air, namun bahaya bila melihat air dalam perahu. Maka engkau boleh berada di hati dunia tapi jangan kau tempatkan dunia di dalam hatimu.                              

▁▂▃▄▅🌹

Jika suatu hari kau pernah merasa rugi akan sesuatu yang tidak pernah kau sangka, maka sesungguhnya Allah suatu hari akan memberimu rezeki yang tidak pernah kau kira akan memilikinya.

▁▂▃▄▅🌹

Optimislah saat segala urusan terasa sulit bagimu, karena Allah telah bersumpah dua kali "Sesungguhnya sebuah kesulitan bersama kemudahan, sesungguhnya sebuah kesulitan bersama kemudahan".

▁▂▃▄▅🌹

Kehidupan bertanya kepada kematian (maut):
mengapa manusia mencintaiku dan membencimu?
maka maut menjawab: "Karena kau adalah kebohongan yang indah, sedangkan aku adalah kenyataan yang menyakitkan".

▁▂▃▄▅🌹

Kita tidak tahu setelah Allah merahmati kita, apalagi yang bisa membuat kita masuk syurga?
Apakah itu rukuk atau sedekah, atau air yang kita berikan, atau keperluan orang beriman yang kita tunaikan, atau doa, ataukah dzikir kita?
maka beramal lah dan jangan mempertikaikan!

🌹💔

Letakkan sedikit perasaan pada akalmu agar dia lembut
dan letakkan sedikit akal pada perasaanmu agar dia lurus.

🌹💔

Aku takjub kepada hati yang menerima kesakitan dengan diam, dan menilai kesalahan orang lain dengan niat yang baik.

🌹💔

Ketika kau meyakini bahwa setelah  kesengsaraan adalah sebuah kebahagiaan dan setelah air mata yang mengalir adalah senyuman, maka sesungguhnya kau telah melaksanakan ibadah yang amat agung yaitu berprasangka baik kepada Allah.

🌹💔

Jika sakitnya dunia membuatmu lelah maka janganlah bersedih......... barangkali Allah ingin mendengar suaramu dalam doamu... dan jangan kau tunggu kebahagiaan untuk tersenyum... namun tersenyumlah sehingga kau bahagia... mengapa kau berfikir banyak sedangkan Allah adalah yang Maha Mengatur... mengapa gundah akan sesuatu yang tidak kita ketahui sedangkan segala sesuatu Allah sudah tahu... oleh karena itu tenanglah sebab engkau selalu berada dlm pengawasan Allah yang Maha Menjaga... dan ucapkan dengan hatimu sebelum dengan lisanmu... aku serahkan segala urusanku kepada Allah.

🌹💔

Jika kau tidak tahu alamat rezekimu...... janganlah takut......karena rezeki Allah tahu dimana alamatmu...jika kau tidak boleh sampai kepadanya......niscaya dia akan sampai kepadamu..

Sebagai penutup..
Jika engkau berniat utk menshare petuah ini...
Jangan lah lupa utk dibarengi dg niat baik...
Semoga dengan niat baik itu Allah SWT memberikan kelancaran dalam segala urusan kita...
Keberkahan dalam rezeki kita...
Dijaga dari segala mara bahaya...
Diluaskan rezeki kita...
Dijaga aqidah kita beserta keluarga dan anak cucu dari segala aliran dan ajaran yang menyimpang...
Dan ditutup umur kita semua dlm keadaan husnul khotimah...

Hadiah untuk saudaraku yang kucinta...
Berbagilah akan petuah ini kepada handai taulan supaya mereka kelak menjadi saksi akan ibadah ini.

Empat Perkara Sebelum Tidur

Kotretan Iyek EMPAT PERKARA SEBELUM TIDUR WALAU SESIBUK MANAPUN DENGAN TUGAS HARIAN.*

Rasulullah berpesan kepada siti Aisyah ra.

“ Ya, Aisyah! Jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara yaitu:

1. Sebelum khatam al-Quran.
2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.
3. Sebelum para muslimin meredhai engkau.
4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah".

Bertanya Siti Aisyah:

“Ya Rasulullah ! bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika? “
Rasulullah tersenyum dan bersabda:

1. “Jika engkau akan tidur,bacalah surah al –Ikhlas tiga kali
Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran
” Bismillaahirrahmaa nirrahiim,
‘Qul huallaahu ahad’ Allaah hussamad’
lam yalid walam yuulad’
walam yakul lahuu kufuwan ahad’ ( 3x ) “

2. "Bacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku" maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim, Allaahumma shallii ‘alaa saiyyidina Muhammad wa’alaa aalii saiyyidina Muhammad ( 3x ) “

3. “Beristighfarlah” untuk para mukminin maka mereka akan meredhai engkau
“ Astaghfirullaah hal 'adziim al lazhii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih ( 3x )

4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid , bertahlil dan bertakbir” maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah
“ Bismillaahirrahmaa nirrrahiim
Subhanallaah Walhamdulillaah Walaa ilaaha illallaah hu wallah hu akbar "
( 3x )

Selasa, 06 Februari 2018

Sistematika Penulisan Proposal Kegiatan

Kotretan Iyek Berikut adalah sistematika penulisan proposal secara sederhana.
Pengertian proposal
Proposal merupakan pedoman kerja, gambaran atau peta perjalanan lengkap yang akan dilalui selama melakukan kegiatan. Proposal bisa disebut juga“Perencanaan Tertulis”. Bagi sebuah organisasi (kepanitiaan), menyusun proposal kegiatan merupakan langkah yang sangat penting, karena  langkah ini dapat menentukan berhasil tidaknya seluruh kegiatan.  

 Sistematika Penyusunan Proposal

A. Latar Belakang Kegiatan
Berisi tentang hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dilaksanakannya kegiatan tersebut.

B. Dasar Pemikiran
Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Berdasarkan program kerja OSIS dan lain-lain.

C. Nama Kegiatan
Berisi nama kegiatan yang akan dilaksanakan, contoh: “LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA” atau “CLASS METTING” atau “TAKBIR KELILING” dan lain sebagainya.

D. Tujuan Kegiatan
Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut.

E. Target Kegiatan
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point D) terutama mengenai ukuran¬ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.

F. Manfaat Kegiatan
Berisi tentang manfaat dilaksanakannya kegiatan tersebut, contoh: bagi lembaga, bagi organisasi/ kelas, bagi siswa.

G. Jenis Kegiatan
Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut, misal: berupa perlombaan, seminar, pelatihan, penyampain materi secara lisan, tanya jawab, simulasi dll.

Contoh:    Ajang ketangkasan, olah raga

                    a. Futsal

                    b. Volly

                    c. Basket, dll.

                    Ajang kreatifitas, seni

                    a. Cerpen

                    b. Teater

                    c. Cerdas cermat, dll.

H.  Waktu dan Tempat Kegiatan
Menunjukkan waktu kapan dilaksanakannya kegiatan, meliputi tanggal, bulan, tahun, dan pukul berapa dilaksanakannya kegiatan. Menunjukkan tempat dimana kegiatan dilaksanakan.

I. Jadwal Kegiatan
Dibuat sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya, atau bisa ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.

 J. Kepanitiaan/ Pelaksana dan Organisasi kerja

Dalam halaman atau bagian ini tulis siapa pelaksana kegiatan, atau bisa ditulis terlampir.

K.     Sasaran/ Peserta

Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan tersebut (atau lebih kenal dengan peserta).

L.       Anggaran Dana Kegiatan

Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri.

M.    Penutup

Berisi tentang ucapan syukur atas tersusunya proposal, harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi semua pihak. Ditutup dengan lembar pengesahan proposal.

Jumat, 02 Februari 2018

Penyakit Hati dan Obatnya (Contoh Khutbah Jum'at)

Kotretan Iyek Contoh khutbah Jum'at berbahasa Indonesia.

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ.

Hadirin Sidang Jum’at yang Terhormat

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ.

"Ketahuilah bahwa di dalam tubuh terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka seluruh tubuh akan baik, dan apabila rusak maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah ia adalah hati." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Sesungguhnya perkara hati merupakan perkara yang besar, sehingga Allah menurunkan kitab suciNya untuk memperbaiki hati Hal yang menekankan pentingnya memperhatikan hati adalah bahwa Allah menjadikan hati -sesuai hikmah dan ilmuNya- sebagai tempat bagi cahaya dan petunjukNya. Hati adalah tempat ilmu pengetahuan. Melalui hati, manusia dapat mengenal Rabbnya. Dengan hati, manusia mengenal nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya. Dengan hati, manusia dapat menghayati ayat-ayat syar'iyahNya. Allah berfirman,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur`an ataukah hati mereka terkunci." (Muhammad: 24).

Ayat ini menjelaskan bahwa hati manusia apabila terkunci, maka ia tidak akan dapat memperhatikan dan merenungkan ayat-ayat syar'iyahNya.

Dengan hati pula manusia dapat merenungkan ayat-ayat kauniyah, yaitu ciptaan Allah yang ada di jagad raya ini dan yang ada di dalam jiwa. Allah Ta’ala berfirman,

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mem-punyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempu-nyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (Al-Hajj: 46).

Melalui ayat ini, Allah menjelaskan bahwa yang menjadi san-daran di dalam mengambil pelajaran terhadap ayat-ayat kauniyah Allah dalam jagat raya dan dalam jiwa adalah kecerdasan dan kesadaran hati.

Dan hal lain yang menekankan pentingnya menjaga hati ada-lah bahwa hati merupakan kendaraan yang digunakan seseorang untuk dapat menempuh perjalanan menuju akhirat.

Faktor penyebab lain yang menekankan pentingnya menjaga hati adalah bahwa salah satu sifat hati yang utama adalah mudah berbalik dan suka berubah. Hati sangat mudah berubah, gampang berbuat, dan tidak menentu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَشَدُّ انْقِلَابًا مِنَ الْقِدْرِ إِذَا اجْتَمَعَتْ غَلْيًا.

"Sungguh, hati anak Adam itu sangat (mudah) berbolak-balik dari-pada bejana apabila ia telah penuh dalam keadaan mendidih." (HR. Ahmad).

Hadirin Sidang Jum’at yang Terhormat

Pada kesempatan kali ini khatib akan membahas tema penyakit hati dan obat penawarnya.

A. PENYAKIT HATI

1. Syirik

Syirik adalah menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain. Orang yang syirik adalah orang yang bergantung kepada selain Allah. Bergantung kepada selain Allah adalah perusak hati yang paling besar. Tidak ada perusak yang lebih berbahaya daripada pe-rusak hati ini, dan tidak ada yang memutuskan kemaslahatan dan kebahagiaan orang melainkan perusak ini. Karena bila seseorang bergantung kepada selain Allah, maka Allah Ta’ala akan mewakilkan urusannya kepada sesuatu yang menjadi tempat dia bergantung tersebut, dan Dia menghinakannya karena tindakannya tergantung kepada selainNya itu. Dia telah kehilangan kesempatan memperoleh tujuannya dari Allah Ta’ala karena dia telah bergantung kepada selain Allah, dan karena dia telah berpaling kepada selainNya. Sehingga bagiannya untuk Allah tidak diterima, sedangkan angan-angannya untuk selain Allah tidaklah sampai.

Allah Ta’ala berfirman,

وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِّيَكُونُوا لَهُمْ عِزّاً. كَلَّا سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدّاً

"Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka." (Maryam: 81-82).

Maka orang yang paling terlantar adalah orang yang bergantung kepada selain Allah, karena sesuatu yang hilang darinya berupa kemaslahatan, kebahagiaan dan kesenangannya adalah lebih besar daripada sesuatu yang dia dapatkan dari ketergantungannya kepada selain Allah. Bahkan sesuatu yang dia dapatkan itu pun nampak akan hilang dan punah.

Hadirin Rahimakumullah

Perumpamaan orang yang bergantung kepada selain Allah Ta’ala adalah laksana orang yang berlindung dari panas dan dingin di bawah sarang laba-laba yang merupakan bangunan yang paling rapuh dan lemah.

Secara global, pondasi dan kaidah dasar kemusyrikan yang di atasnya dibangun sesuatu adalah sikap bergantung kepada selain Allah, dan orang yang melakukannya mendapatkan celaan dan keterlantaran, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

لاَّ تَجْعَل مَعَ اللّهِ إِلَـهاً آخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُوماً مَّخْذُولاً

"Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar ka-mu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)." (Al-Isra`: 22).

2. Mengikuti Nafsu dan Melakukan Dosa

Syahwat dan dosa merupakan penyebab kedua kerusakan hati. Allah Ta’ala berfirman,

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِن بَعْدِ اللَّهِ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa naf-sunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasar-kan ilmuNya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya Maka siapa-kah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (Al-Jatsiyah: 23).

Semua dosa, baik yang besar maupun yang kecil itu merusak hati dan mengeruhkan kebersihannya. Oleh karena itu, Allah memerintahkan agar semua dosa ditinggalkan. Maka setiap orang yang beriman wajib meninggalkan dosa yang lahir maupun yang batin, apalagi dosa-dosa hati sangat berbahaya dan mematikan. Di antara dosa hati yang tersembunyi adalah riya' yang dapat meru-sak amal, ujub yang bisa menjadikan amal bagai abu yang bertebaran, dan dengki yang dapat menghapus pahala-pahala kebajikan dan memperbanyak dosa.

Hadirin Sidang Jum’at yang Terhormat

Imam Ibnul Qayyim memasukkan beberapa hal ke dalam kelompok nafsu yang merusak hati, yaitu, terlalu banyak bergaul, terlalu banyak terbang dalam angan-angan, terlalu kenyang, dan terlalu banyak tidur.

Terlalu Banyak Bergaul yang negatif dan membawa keburukan

Pengaruh-pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh terlalu ba-nyak bergaul dengan orang-orang yang tidak baik adalah penuhnya hati oleh asap nafas manusia hingga ia menjadi hitam, menyebab-kannya terpecah-belah dan bercerai-berai, gundah gulana dan ter-tekan, karena menanggung beban yang tidak mampu ditanggungnya berupa rekan-rekan yang buruk, kelalaiannya dari perhatian terhadap maslahat-maslahatnya sendiri, terlalu sibuk dengan rekan-rekan dan masalah-masalah mereka, dan pikirannya terpecah di lembah tuntutan dan kehendak mereka.

Betapa banyak akibat yang ditimbulkan oleh terlalu banyak bergaul dengan orang-orang yang tidak karuan, seperti turunnya hukuman, dan menolak datangnya kenik-matan. Ia menurunkan ujian, dan membatalkan anugerah, dan ia menjerumuskan ke dalam bahaya yang besar.

Perangai terlalu banyak bergaul terjadi, karena cinta terhadap dunia untuk melampiaskan keinginan individu terhadap lainnya, bila hakikatnya tersingkap maka ia akan berubah menjadi permu-suhan, kemudian orang yang terlalu banyak bergaul akan menyesal, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلا.ً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً. لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً.

"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya, seraya berkata, 'Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.' Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkanku dari al-Qur`an ketika al-Qur`an itu telah datang kepadaku." (Al-Furqan: 27-29).

Itulah kondisi semua orang yang berserikat dalam suatu tujuan. Mereka saling menyayangi selama saling tolong menolong dalam usaha mencapainya. Bila tujuan itu tidak tercapai maka timbullah penyesalan, kesedihan, dan rasa sakit. Akhirnya cinta itupun berbalik menjadi kebencian, satu sama lain saling melaknat dan menyakiti, sehingga tujuan itupun berubah menjadi kesedihan dan siksaan, sebagaimana yang dapat disaksikan di dunia ini berupa kondisi orang yang berserikat dalam kehinaan bila mereka telah dihukum dan disiksa. Jadi setiap orang yang saling tolong-menolong dan menyayangi dalam kebatilan pasti akan beralih menjadi permu-suhan dan kebencian.

Hadirin Rahimakumullah

Terlalu Banyak khayalan dan terbang dalam Angan-angan

Perusak hati selanjutnya adalah, 'terlalu banyak berangan-angan' yang mana ia akan menjadi bencana bagi seorang yang berilmu. Sebagaimana dinyatakan bahwa berangan-angan adalah modal bagi orang yang bangkrut, dan kendaraannya menuju janji-janji setan berupa khayalan-khayalan yang mustahil dan kebohongan. Angan-angan kosong dan khayalan-khayalan yang batil akan selalu bermain-main dengan para pengendaranya, sebagaimana anjing bermain-main dengan daun kering. Angan-angan kosong dan kha-yalan-khayalan yang batil adalah barang berharga bagi orang yang berjiwa hina, murah dan rendah.

Pemilik kemauan yang tinggi dan cita-cita yang mulia meletak-kan harapannya pada ilmu, iman, dan amal yang mendekatkan diri-nya kepada Allah Ta’ala. Harapan orang yang mulia ini adalah iman, cahaya, dan hikmah. Sedangkan angan-angan bagi mereka adalah tipu daya dan kebohongan.

Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memuji orang yang berharap kebaikan, bahkan dalam beberapa hal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan pahala baginya seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Seperti bila ada orang yang berharap begini, "Bila aku memiliki harta, maka aku akan beramal seperti Fulan, yang mengamalkan hartanya karena takwa kepada Tuhannya. Dia menjalin silaturahim dengannya dan mengeluarkan hak fakir miskin darinya." Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan,

هُمَا فِي الْأَجْرِ سَوَاءٌ.

"Kedua orang tersebut sama pahalanya." (HR. Ibnu Majah).

Hadirin Sidang Jum'at Rahimakumullah

Terlalu Kenyang

Perkara perusak hati berikutnya adalah makanan. Perusak hati dari makanan ada dua macam: Pertama, sesuatu yang merusak dari dirinya sendiri dan dzatnya sendiri, yaitu perkara-perkara yang diharamkan. Yang pertama ini juga terbagi dua: Perkara yang haram karena hak Allah Ta’ala, seperti bangkai dan darah, daging babi, hewan buas yang memiliki taring, burung yang memiliki cakar. Dan ada perkara yang diharamkan karena hak hamba, seperti: Harta curian, harta dari hasil ghasab, dan harta rampasan serta harta yang diambil dari pemiliknya tanpa keridhaan, baik dengan kekuatan atau dengan cara yang tercela. Kedua, sesuatu yang merusak diri seseorang karena melebihi kadar dan batasnya, seperti berlebihan dalam perkara yang halal, terlalu kenyang, yang menyebabkan seseorang tidak bersemangat dalam beribadah, dan dia sibuk dengan urusan perut. Bila dia terlalu banyak makan, maka dia akan sibuk dengan urusan untuk menjaga kesehatan dan mengurangi lemak dan kolesterol, menderita karena terlalu gemuk, dan kekuatan syahwat lebih dominan. Setan pun menjalar di dalamnya karena dia menjalar lewat darah manusia. Maka puasa dapat menyempitkan penyebarannya dan menutup jalannya. Sedangkan kondisi kenyang menjadikan setan leluasa dan lebih luas bergerak. Dan barangsiapa yang makan banyak, minum banyak, maka dia banyak tidur, sehingga dia pun merugi sangat banyak. Dalam hadits yang masyhur disebutkan,

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ، بِحَسْبِ الْآدَمِيِّ لُقَيْمَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ فَإِنْ كَانَ لاَ بُدَّ فَاعِلاً فَثُلُثٌ لِلطَّعَامِ وَثُلُثٌ لِلشَّرَابِ وَثُلُثٌ لِلنَّفَسِ.

"Tidak ada yang dipenuhi oleh anak Adam yang lebih buruk dari-pada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan yang menguatkan otot-ototnya, namun bila dia harus memakan makanan yang banyak, maka hendaklah dia mengatur sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk nafas-(nya)." (HR. at-Tirmidzi).

Bila seorang muslim terjerumus dalam 'terlalu banyak makan', maka dia pun tidak akan selamat dari bencana 'terlalu banyak tidur', karena keduanya merupakan suatu kelaziman.

Terlalu Banyak Tidur

Sesungguhnya 'terlalu banyak tidur' adalah termasuk perusak hati karena ia bisa mematikannya, memberatkan badan, menyia-nyiakan waktu, mewariskan banyak kealfaan, kelalaian, dan kemalasan. Di antara 'perkara terlalu banyak tidur' ini ada yang tergolong sangat dibenci, dan ada yang berbahaya dan tidak bermanfaat bagi jasmani. Dan tidur yang paling bermanfaat adalah tidur pada saat sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tidur di awal malam adalah lebih terpuji dan lebih bermanfaat daripada tidur di akhir malam. Tidur di tengah hari lebih bermanfaat daripada tidur di salah satu ujungnya. Dan setiap tidur yang lebih mendekat ke salah satu ujung siang hari, maka manfaatnya semakin berkurang dan bahayanya semakin besar, apalagi tidur di waktu Ashar, dan tidur sehabis Shubuh (tidaklah dilakukan) melainkan oleh orang-orang yang bergadang malam.

Dan di antara tidur yang makruh adalah tidur antara sesudah shalat Shubuh hingga terbit matahari, karena waktu ini adalah waktu yang sangat menguntungkan (untuk mengumpulkan rizki). Dan menurut para peniti jalanNya, bahwa 'berjalan-jalan' setelah Shubuh memiliki keistimewaan yang sangat besar. Bahkan bila orang ber-jalan sepanjang malam, maka keistimewaannya tidak akan sama dengan 'berjalan-jalan' sehabis shubuh hingga matahari terbit, karena ia adalah awal siang dan pembukanya, waktu turunnya rizki, terjadi-nya pembagian jatah, dan terbukanya keberkahan. Dari waktu ini-lah, siang beranjak. Dan hukum lainnya mengikuti hukum waktu-waktu tersebut di atas, dan sebaiknya 'tidur di pagi hari' tidaklah dilakukan kecuali karena terpaksa.

Secara umum, tidur yang paling seimbang dan bermanfaat adalah tidur di pertengahan awal malam, sampai seperenam terakhir. Dan kadarnya delapan jam. Inilah tidur yang paling seimbang menurut apara dokter. Dan bila tidurnya lebih atau kurang maka akan berpengaruh sesuai dengan kdarnya.

B. OBAT PENAWAR HATI

Hadirin Sidang Jum’at yang Terhormat

Obat hati yang pertama adalah al-Qur`an al-Karim. Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Yunus: 57).

Al-Qur`an adalah pelajaran yang paling menyentuh hati bagi orang-orang yang berakal atau mau mendengar. Al-Qur`an merupakan obat yang paling mujarab bagi penyakit-penyakit yang ada di dalam dada dan hati. Al-Qur`an mengandung penawar bagi penyakit syahwat, syubhat, dan lalai.

Ibnul Qayyim pernah berkata, "Inti penyakit hati adalah penyakit syubhat dan nafsu syahwat. Sedangkan al-Qur`an adalah penawar bagi kedua penyakit itu, karena di dalamnya terdapat penjelasan-penjelasan yang qath'i yang membedakan yang haq dan yang batil, sehingga penyakit syubhat akan hilang. Adapun al-Qur`an memberikan penawar terhadap penyakit nafsu syahwat, karena di dalam al-Qur`an terdapat hikmah, nasihat yang baik, mengajak zuhud terhadap dunia, dan mengutamakan kehidupan akhirat.

Di antara hal penting bagi setiap orang yang ingin menyelamatkan dan memperbaiki hatinya adalah hendaknya dia mengetahui bahwa cara berobat dengan al-Qur`an itu tidak bisa hanya sekedar dengan membaca al-Qur`an, melainkan harus memahami dan mengambil pelajaran dari berita-berita yang terkandung di dalamnya dan mematuhi hukum-hukumnya.

Hadirin Sidang Jum’at yang Terhormat

Obat kedua adalah cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah merupakan terapi yang paling mujarab bagi hati. Apalagi cinta itu merupakan akar ibadah dan pengabdian. Allah Ta’laa berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبّاً لِّلّهِ

"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman, mereka amat sangat cinta kepada Allah." (Al-Baqarah: 165).

Ketiga, selalu mengingat Allah Ta’ala dalam setiap keadaan, dengan lisan, hati, dan perbuatan. Jadi, bagian yang diperolehnya dari cinta adalah sesuai dengan kadar dzikirnya.

Keempat, mengutamakan cinta Allah Ta’ala kepada sesuatu daripada cinta diri sendiri kepada sesuatu yang lain yang didominasi oleh hawa nafsu, dan berusaha mencapai cinta kepada apa yang dicintai oleh Allah Ta’ala walaupun jalur menuju ke sana sangat sulit.

Kelima, menelaah asma dan sifat Allah Ta’ala dengan hati, mem-persaksikannya, dan mengenalnya. Hati terus-menerus menelaah hal itu di dalam medan olah makrifah ini. Maka barangsiapa yang mengenal Allah Ta’ala dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya serta perbuatan-perbuatanNya, maka dia pasti mencintaiNya.

Keenam, menyaksikan kebaikan, ihsan, dan tanda kekuasaan Allah Ta’ala, serta nikmat-nikmatNya yang lahiriyah ataupun batiniyah. Karena semua itu membangkitkan cinta kepada Allah Ta’ala.

Ketujuh, yaitu bermunajat kepadaNya, membaca kitabNya, menghadirkan hati di hadapanNya, beradab dengan adab ibadah dan penghambaan di hadapan Allah Ta’ala, kemudian diakhiri dengan beristighfar dan bertaubat.

Kedelapan, bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah Ta’ala dan orang-orang yang jujur, kemudian memetik buah perkataan mereka yang terbaik sebagaimana memetik buah yang terbaik dan paling ranum. Dan Anda tidak berbicara melainkan bila pembica-raan itu memiliki kemaslahatan, dan Anda mengetahui pasti bahwa pernyataan Anda menambah kebaikan kondisi Anda dan manfaat bagi orang lain. .

باَرَكَ اللهُ ِلى وَلَكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَ يَاتِ وَالذِّكْرِ اْلحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّاوَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.

Khutbah Ke 2

اَلْحَمْدُلِلّهِ حَمْدًاكَثِيْرًاكَمَااَمَرَ. وَاَشْهَدُاَنْ لاَاِلهَ اِلاَّللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ. اِرْغَامًالِمَنْ جَحَدَبِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُاَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُاْلاِنْسِ وَالْبَشَرِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَااتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ اَمَّا بَعْدُ : فَيَااَ يُّهَاالنَّاسُ !! اِتَّقُوااللهَ تَعَالىَ. وَذَرُوالْفَوَاحِشَ مَاظَهَرَوَمَابَطَنْ. وَحَافِظُوْاعَلىَ الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ قُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاًعَلِيْمًا: اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْاصَلُّوْاعَلَيْهِ وَسَلِّمُوْاتَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَاصَلَّيْتَ عَلىَ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. فىَ الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌمَجِيْدٌ اَللّهُمَّ اغْفِرْلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاوَاهِبَ الْعَطِيَّاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ. وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَمِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِبَلاَدِالْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ رَبَّنَااَتِنَافِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Kamis, 01 Februari 2018

Nol Bukan Kosong

Kotretan Iyek “Isi adalah kosong. Kosong adalah berisi”
Kalimat itu pernah kudapat dari film kera sakti. Kalimat yang pernah diucapkan oleh guru sun go kong, biksu Tong Sam Cong.
Sedangkan salah satu dosenku pernah bilang bahwa perkataan itu tidaklah benar. Kosong, ya tetap kosong. Berisi, ya berisi. Tidak mungkin orang yang tidak pernah mau mengisi otaknya dengan belajar bisa serta merta otaknya menjadi berisi dan bisa disamakan dengan orang pintar. Oleh karena itu, kosong tidak berisi dan berisi tidaklah kosong.
Berbicara tentang kosong, aku teringat pada sebuah angka yang ditemukan oleh Al Khawarizmi. Angka nol. Angka yang kemudian menyempurnakan banyak bilangan.
Apakah nol sama dengan kosong? Jawabannya adalah belum tentu.
Jika nol berdiri sendiri, angka ini tidak mempunyai arti, alias nol sama dengan kosong. Tapi tanpa angka nol, semua bilangan bisa menjadi kacau. Tak kan ada bilangan ganjil dan genap jika tidak ada angka nol. Bayangkan jika orang berhitung dari angka 1. Setelah angka 9, lalu angka apa? kalau saja tak ada angka nol, setelah Sembilan langsung angka 11. Lalu pertanyaannya, angka 11 itu ganjil ataukah genap? Jika ganjil, maka angka 9 angka ganjil atau genap? Jika hitungan itu diteruskan, akan terjadi ke-tidak-konsekuen-an antara bilangan ganjil dan genap. Angka 1 disebut ganjil, lalu angka 11 termasuk apa? angka 21, 31, 41, jenis bilangan apa? Alhamdulillah seorang ilmuwan muslim telah memecahkan permasalahan ini. Dengan angka nol yang telah ditemukan oleh Al Khwarizmi, masalah itu bisa dibereskan dan ilmu menjadi berkembang seperti saat ini.
Segala hal yang diciptakan oleh Allah mengandung banyak pelajaran. Tak terkecuali angka nol. Banyak orang yang menganggap amalan-amalan kecil bernilai kosong, bukan nol. Akibatnya, banyak yang tidak mau mengerjakan amal-amal kecil. Memungut sampah di jalan, misalnya. Menyelamatkan semut yang berada di tengah-tengah air yang sedang berjuang mencapai daratan, menyirami bunga yang layu, memberikan uang recehan pada anak jalanan yang mengelap motor di perempatan lampu merah, membantu menyeberangkan orang tua, mengucapkan salam setiap bertemu saudaranya, tersenyum, atau amalan-amalan kecil lainnya yang sering kali enggan dilakukan karena “nilainya” kecil. Padahal sesuatu yang kecil yang dilakukan secara terus-menerus lebih baik dari pada sesuatu yang besar, tapi bersifat insidental. Sedikit-sedikit, lama-lama akan jadi bukit.
Layaknya angka nol yang seringkali disamakan dengan kosong. Amalan-amalan kecil pun sering dianggap kosong. Padahal sebenarnya tergantung dimana meletakkan angka nol itu. Jika nol diletakkan sebelum angka 1, maka nilainya hanya 1, meskipun jumlah yang dituliskan banyak. Inilah gambaran orang yang menyepelekan amalan kecil. Tapi jika letaknya setelah angka 1, nilainya akan jauh lebih besar, walaupun jumlah angka nol yang ada hanya sedikit. Dua buah angka nol dituliskan sebelum angka 1, akan menjadi sia-sia, 001 tetap sama dengan 1. Jika dibalik, akan menjadi 100, lebih banyak dari angka 1. Jika melakukan amalan, meskipun kecil, tapi diniatkan untuk ibadah, maka ibarat angka nol yang diletakkan setelah angka 1, Ia berlipat ganda.
Terkadang sesuatu yang kecil itu sering disepelekan, tapi sesungguhnya dari hal-hal yang kecil inilah bisa menghasilkan sebuah perubahan besar.
Jika belum mampu melaksanakan yang besar, istiqamahlah pada yang kecil. Karena segala hal yang besar itu tersusun oleh hal-hal yang kecil. Tanpa adanya sekumpulan sel, otot tidak akan pernah terbentuk. Tanpa adanya proton-netron, atom tak akan ada. Tanpa adanya tentara-tentara yang hebat, panglima perang tidak akan berdaya melawan musuhnya.

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/01/18127/nol-bukan-kosong/#ixzz1l1dkz3ps

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...