Jumat, 16 Agustus 2019

Entah Pemikiran Dari Mana

kotretaniyek Entah ini pikiran muncul darimana awalnya membuat otak dan cara pandang diri ini menangis. Ketika bayi kecil berusia 13 bulan saya gendong penuh dengan kasih dan cinta, disana terbesit dan terlintas sebuah pemikiran, apa bisa saya memberi makan anak ini? Tak terasa air mata pun terenyuh mengalir sampai ke pipi saya. Apa bisa saya memberi uang belanja untuk ibu dari anak saya?
Pemikiran itu membuat perjalanan lamunanku sejenak berhenti. Entah pemikiran dari mana ini semua?
Dulu saya sudah diajarkan bahwasannya semua yang ada di dunia ini sudah di beri qhada dan qadar masing-masing. Masalah rezeki pun sudah masuk di dalamnya, tenang saja Alloh SWT yang memberi dan mencukupi rezeki semua makhluk di muka bumi ini.
Ternyata memang benar adanya bahwa hidup itu sudah di paketkan bersama rezekinya masing-masing. Namun di dalamnya ada ikhtiar dan tawakal tentunya.
Ikhtiar itu harus dan perlu, namun jangan sampai kita menuhankan ikhtiar, karena bagaimanapun Alloh SWT lah yang Maha menentukan.
Jadi jangan takut dan jangan resah dalam hidup ini, karena Alloh SWT bersama dengan jiwa yang sabar. Wallahualam....

Sabtu, 10 Agustus 2019

Ternyata Rezeki Itu ....

kotretaniyek Dulu, saya mengira...sholat dhuha, sholat tahajjud, membaca Al Qur'an dan membaca zikir itu dapat menjadi penyebab terbukanya  pintu rezeki

Dan saya menyangka bahwa rezeki itu adalah berwujud uang, gaji yg besar, banyak order , banyak job, urusan kerjaan lancar, banyak tabungan di bank, punya banyak asset seperti kendaraan, properti disana-sini , intinya rezeki itu adalah: "HARTA".

Namun setelah mencari tahu lebih dalam tentang apa makna rezeki dalam Islam, ternyata saya SALAH BESAR.

Bahwa ternyata, langkah kaki yang dimudahkan untuk hadir ke majelis ilmu, itu adalah rezeki.

Langkah kaki yg dimudahkan untuk shalat berjamaah di masjid adalah rezeki.

Hati yg Allah jaga jauh dari sifat iri hati, dengki, dan kebencian, adalah rezeki.

Punya temen yang sholeh dan saling mengingatkan dalam kebaikan, itu juga rezeki.

Saat keadaan sulit serta penuh keterbatasanpun itu juga rezeki, karena mungkin jika kita dalam keadaan sebaliknya justru akan membuat kita condong bersikap kufur, sombong, angkuh dan bisa lupa diri.

Punya orang tua yang sakit-sakitan, ternyata itu adalah rezeki, karena itu  merupakan ladang amal pembuka pintu surga bila kita tulus Ikhlas mengurusnya.

Tubuh yang sehat adalah rezeki.
Bahkan saat diuji dengan sakit, itu juga bentuk lain dari rezeki karena sakit adalah penggugur dosa.

Dan mungkin akan ada jutaan list lainnya bentuk2 rezeki yang kita tidak sadari.

Suami istri dan anak2 sehat itu rezeki, anak-anak dapat bersekolah lancar itu rezeki.
Hidup rukun sama tetangga itu juga rezeki.

Bahkan bila Anda mendapatkan kiriman kajian tausiah keagamaan yg mengajak dan mengingatkan tentang kebajikan, itu juga rezeki, karena Anda akan mendapatkan ilmu darinya.

Justru yang harus kita waspadai adalah ketika hidup kita serba berkecukupan, penuh dengan kemudahan dan kesenangan, padahal begitu banyak hak Allah yang belum mampu atau tidak kita tunaikan.

Mari sebarkan kebaikan dan nikmati rezeki-rezeki yang Allah amanahkan kepada kita.

ۚ ﻭَﻣَﺎ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓُ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎٓ ﺇِﻻَّ ﻣَﺘَٰﻊُ ٱﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ

... Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah KESENANGAN yang MENIPU. (Al-Hadid - 57:20)

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...