Selasa, 16 Maret 2021

SOAL PTS PRAKARYA KELAS 7 (Khusus Siswa SMPN 2 Cikijing)

kotretaniyek Bismillahirrahmanirrahim, selamat pagi, siang, sore atau malam anak-anak sekalian, semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan bahagia, aamiin.
Langsung saja, buat kalian siswa SMPN 2 Cikijing kelas 7 (A sampai F) kita akan melaksanakan Penilaian Tengah Semester, silahkan nanti klik tautan di bawah ini kemudian kerjakan dan pahami dengan seksama. Di bawah ini ada dua link, yang pertama adalah link atau tautan untuk latihan, dan yang kedua adalah link atau tautan untuk PTS.
Berikut ini adalah tautan untuk latihan (dilengkapi dengan jawaban betul dan salahnya) silahkan mencoba.

Bagaimana sudah di coba kan?
Selanjutnya ada link yang kedua, link di bawah ini adalah link untuk kalian mengerjakan PTS Prakarya, hanya ada 5 soal, silahkan jawab dengan teliti dan bahagia! Klik saja link berikut, kemudian klik tulisan Bismillah setelah itu kamu akan melihat dua menu, yaitu NAMA dan NOMOR. Untuk NAMA tulis nama lengkap kamu dan untuk nomor, tulis kelas kamu, seperti A B C D E atau F

Syarat mengerjakan soal diatas, harus ada kuota ya!!!
Atau nge-WiFi sebentar, atau minta hotspot ke kakak/mamah kalian 5 menit saja.
Selamat mengerjakan!!!

Kamis, 11 Maret 2021

Hadis Arbain Nawawi (Bagian 1)

kotretaniyek Bismillahirrahmanirrahim, dengan mengawali ucapan menyebut Nama Alloh SWT, semoga catatan ini bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi para pembaca sekalian yang baik hatinya. Sungguh sangat menyesal ketika muda dulu, kita tidak mau belajar dan mempelajari kitab-kitab kuning yang dikarang oleh manusia-manusia shaleh pilihan Alloh SWT. Maka dari itu tidak ada salahnya jika mulai dari sekarang kita kembali belajar dan membaca kitab-kitab kuning tersebut. Saya menemukan sebuah aplikasi KESAN namanya, dan di dalamnya begitu bermanfaat, kemudian saya salin dan paste di blog saya, untuk saya menyimpan tulisan ini, semoga pihak KESAN mengikhlaskannya. 

Hadis Arbain Nawawi I No. 1
Hadis Ke-1    Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob  rodiyallohu’anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda:  ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan  mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena  Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa  yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin  dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’” (Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadis; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin  Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin  Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang  merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadis)  Kedudukan Hadis Materi hadis pertama ini merupakan pokok agama. Imam Ahmad rahimahullah  berkata: “Ada Tiga hadis yang merupakan poros agama, yaitu hadis Úmar, hadis  Aísyah, dan hadis Nu’man bin Basyir.” Perkataan Imam Ahmad rahimahullah  tersebut dapat dijelaskan bahwa perbuatan seorang mukallaf bertumpu pada  melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Inilah halal dan haram. Dan  diantara halal dan haram tersebut ada yang mustabihat (hadis Nu’man bin  Basyir). Untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dibutuhkan niat yang  benar (hadis Úmar), dan harus sesuai dengan tuntunan syariát (hadis Aísyah).  Setiap Amal Tergantung Niatnya Diterima atau tidaknya dan sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niatnya.  Demikian juga setiap orang berhak mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya  dalam beramal. Dan yang dimaksud dengan amal disini adalah semua yang berasal  dari seorang hamba baik berupa perkataan, perbuatan maupun keyakinan hati.  Fungsi Niat Niat memiliki 2 fungsi: 1. Jika niat berkaitan dengan sasaran suatu amal (ma’bud), maka niat tersebut  berfungsi untuk membedakan antara amal ibadah dengan amal kebiasaan. 2. Jika niat berkaitan dengan amal itu sendiri (ibadah), maka niat tersebut  berfungsi untuk membedakan antara satu amal ibadah dengan amal ibadah yang  lainnya.  Pengaruh Niat yang Salah Terhadap Amal Ibadah Jika para ulama berbicara tentang niat, maka mencakup 2 hal:  1. Niat sebagai syarat sahnya ibadah, yaitu istilah niat yang  dipakai oleh fuqoha’.  2. Niat sebagai syarat diterimanya ibadah, dengan istilah  lain: Ikhlas. Niat pada pengertian yang ke-2 ini, jika niat tersebut salah (tidak Ikhlas) maka  akan berpengaruh terhadap diterimanya suatu amal, dengan perincian sebagai  berikut:  a. Jika niatnya salah sejak awal, maka ibadah tersebut batal.  b. Jika kesalahan niat terjadi di tengah-tengah amal, maka  ada 2 keadaan: - Jika ia menghapus niat yang awal maka seluruh amalnya batal. - Jika ia memperbagus amalnya dengan tidak menghapus niat yang awal, maka amal  tambahannya batal.  c. Senang untuk dipuji setelah amal selesai, maka tidak  membatalkan amal.   Beribadah dengan Tujuan Dunia Pada dasarnya amal ibadah hanya diniatkan untuk meraih kenikmatan akhirat. Namun  terkadang diperbolehkan beramal dengan niat untuk tujuan dunia disamping berniat  untuk tujuan akhirat, dengan syarat apabila syariát menyebutkan adanya pahala  dunia bagi amalan tersebut. Amal yang tidak tercampur niat untuk mendapatkan  dunia memiliki pahala yang lebih sempurna dibandingkan dengan amal yang disertai  niat duniawi.  Hijrah Makna hijrah secara syariát adalah meninggalkan sesuatu demi Allah dan  Rasul-Nya. Demi Allah artinya mencari sesuatu yang ada disisi-Nya, dan demi  Rasul-Nya artinya ittiba’ dan senang terhadap tuntunan Rasul-Nya.   Bentuk-bentuk Hijrah: 1. Meninggalkan negeri syirik menuju negeri tauhid. 2. meninggalkan negeri bidáh menuju negeri sunnah. 3. Meninggalkan negeri penuh maksiat menuju negeri yang sedikit kemaksiatan.   Ketiga bentuk hijrah tersebut adalah pengaruh dari makna hijrah.   

Download Aplikasi KESAN (Gratis & Tanpa Iklan) di https://kesan.id/app/hadis/Arbain_Nawawi_I/1

Kamis, 04 Maret 2021

Sawang Sinawang

kotretaniyek Inspirasi untuk pagi hari ini, kutemukan catatan kecil ini dari grup WhatsApp yang ternyata isinya sangat menginspirasi. Maka dari itu siapapun yang membuat tulisan ini, saya sangat berterimakasih.
● Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.

● Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan, ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri.

● Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian, ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam kehidupannya..

● Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna, ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya.

● Aku melihat hidup tetanggaku beruntung, ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung.

● Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain. Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku, tapi rejekiku tahu dimana diriku.

● Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah telah memerintahkannya menuju kepadaku.

● Allah yang Maha Pengasih menjamin rejekiku sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..

● Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya.

● Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda.

● Manusia membanting tulang demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati.

● Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya.

● Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh sekehendak-Nya. Ikhtiar itu perbuatan, rejeki itu kejutan.

● Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak, 'darimana dan digunakan untuk apa ?" Karena rejeki hanyalah hak pakai, bukan hak milik.

_Semoga kita senantiasa menjadi orang yang pandai bersyukur._

Tetap semangat. Tetap memakai masker, cuci tangan dgn sabun dan jaga jarak. Hindari kerumunan.
--------------
Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Salam sukses dan sehat selalu

Selasa, 02 Maret 2021

Menjelang Pagi

kotretaniyek Pagi menjelang pagi yang memiliki terbit matahari. Hari ini jam di handphone menunjukan pukul 03:48 waktu dimana kebanyakan manusia masih melanjutkan tidurnya, namun sebagian dari mereka ada yang sedang berdzikir, namun sedikit saja. 
Diri ini entah kenapa tetiba terbangun, mungkin karena mimpi tadi yang cukup mengerikan, setelah di ingat kembali, ternyata ada kesalahan ketika hendak tidur. Tidurku hari ini ditemani televisi yang bisa mati sendiri oleh waktu yang di pasang. Sebelum televisi nya mati, saya tertidur duluan. Mungkin dari sana asalnya mimpi buruk itu, karena tidur tidak meminta izin dahulu kepada Sang Maha Pencipta Alloh SWT, dengan kata lain tidak berdo'a terlebih dahulu.
Tahrim pun berkumandang dari mesjid, iya Tahrim yang merupakan bacaan-bacaan dzikir juga ayat Al-Qur'an mengingatkan masyarakat sekitar agar bangun untuk shalat. 
Menunggu subuh datang, jari ini di gerakan untuk mengetik sebuah tulisan yang mungkin tanpa kerangka dan tanpa rencana, hanya mengalir seperti ini saja.
Sebenarnya saya pernah mendengar dan membaca akan dahsyatnya Shalat fajar termasuk di dalamnya shalat sunah qabla Subuh. Apalagi subuh berjamaah di masjid, jika saja kita paham akan pahala subuh berjamaah, ketika kita tidak bisa berjalan, akan memaksakan diri untuk merangkak. Namun ya begitulah banyak sekali godaan setan yang terkutuk. 
Keajaiban shubuh memang misteri yang bukan misteri, tapi terhalang rasa malas dan kantuk di dalamnya. Do'a kita semua, semoga kita menjadi pejuang Subuh yang sukses, aamiin.....

Senin, 01 Maret 2021

Ujung Februari Dua Satu

kotretaniyek Hari ini adalah penghujung tanggal di bulan Februari, yang hanya sampai di angka 28. Tidak ada 29, esoknya langsung ke angka 1 di bulan setelahnya. 
Entah kenapa malam ini rasanya tak bisa kupejamkan mata ini. Seperti menolak ngantuk, padahal tubuh ini sudah lelah menghadapi 24 jam sebelumnya. Pikiranku terasa melow seakan merasa ingin menangis keras. Sedih karena aku merasa masih belum bisa menjadi pribadi yang baik. Belum bisa menjadi orang yang di banggakan oleh keluarga serta orang sekitar.
Mengalir air mata tak terbendung ketika melihat dua orang yang ada di rumah ini. Mereka anak dan istriku.
Terlihat mereka berdua tertidur pulas berdampingan. Saya tahu, mereka cape dan lelah menghadapi hari ini. Setiap hari mereka menungguku pulang, menunggu cerita hari itu, menunggu hasil jemputan rezekiku di hari itu. Mereka menahan cemas, entah apa yang aku alami di luar rumah. Mungkin ini juga terjadi di rumah-rumah selain kami. Tapi aku tahu, mereka yakin jika Alloh SWT senantiasa menjaga makhlukNya, termasuk ya Aku ini.
Jika malam tiba, tak terasa bathin ini iba dan sedih melihat mereka tidur. Aku sayang mereka, walau terkadang diri ini kurang memahami apa keinginan dan harapan mereka. Terkadang diri ini lupa memanjakan mereka. 
Masih banyak lagi sebenarnya cerita yang ingin kutuangkan disini, namun apalah daya diri ini tak kuat melanjutkannya, dan mungkin akan ku simpan kisah ini di hati, nanti kuceritakan kepada mereka sebagian cerita lainnya.
Do'aku, semoga segala yang aku dan keluargaku perbuat selalu berada dalam bimbingan Alloh SWT, aamiin...

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...