Jumat, 23 November 2018

Sepatu Dan Gelar

kotretaniyek Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang Imam berkata, "Hati-hati nak dengan sepatu kayumu itu, jangan sampai kau tergelincir".

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?", Tanya si bocah.

"Nu'man, namaku", Jawab sang Imam.

"Jadi, Tuanlah yang selama ini terkenal dengan gelar al-Imam al-A'zham (Imam Agung) itu?", Tanya si bocah.

"Bukan aku yang memberi gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."

"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya".

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis.

Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqaman, tertipu karena harta yang berlimpah, tertipu karena status sosial.

Jangan sampai kita tergelincir, jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial, dan kebesaran di dunia.

Ada pesan bijak:
"Satu tangan yang menarikmu ketika terjatuh harus lebih Kau percayai  daripada seribu tangan yang menyambutmu kala tiba di puncak sukses.”

_Wallahu a'lam bishshawab

Selasa, 20 November 2018

Puisi Di Hari Guru

kotretaniyek Berikut ini adalah salah satu puisi yang baik, juga sebagai renungan kita bagi para guru. Namun sayang seribu sayang saya tidak mendapatkan siapa pencipta puisi ini. Ketika saya copy, lupa tidak sekaligus melihat siapa pembuat puisi ini. Tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan saya men-share puisi saudara / saudari ini, karena saya suka atas puisi anda.

RENUNGAN DIRI DI HUT PGRI

Apakah Aku Guru… ?
yang rajin bersepatu
tapi malas baca buku
aku tak bisa meramu
pembelajaran yang bermutu
karena ilmuku cuman segitu
seperti berat untuk maju
seperti enggan tuk berpacu

Apakah Aku Guru… ?
yang sering mencuri waktu
demi kepentingan pribadiku
kadang di kelas hanya termangu
memikirkan sawah ladangku
tak jarang pula jari tanganku
mengambil HP dalam saku
seperti tak peduli pada muridku
pintar ataukah dungu ?

Apakah Aku Guru… ?
yang tak merasa khianat
walau kerap datang terlambat
bila bel istirahat berbunyi telat
aku protes dan mengumpat
bila gajiku terhambat
kedua alisku pasti terlipat
hanya hak yang sering diingat
sementara kewajiban hanya dicatat

Apakah Aku Guru… ?
yang selalu memberi tugas
tapi jarang memperjelas
terkadang tinggalkan kelas
karena lelah dan malas
tak peduli belum apa tuntas
pelajaran yang harus dibahas
seakan kewajiban dan tugas
tak menjadi prioritas

Apakah Aku Guru… ?
yang membanggakan sertifikasi
tanpa memikirkan prestasi
yang mengharapkan naik gaji
tanpa kwalitas yang mengimbangi
sungguh kutak mengerti
sesungguhnya apa yang kucari

Dan apakah aku Guru… ?
yang mungkin tak layak ditiru
kasihan engkau muridku…
lalu bagaimana nasibmu ?
maafkan aku… !

Rabu, 14 November 2018

Sahabat

kotretaniyek Ketika ada Kesempatan, pergilah bersama teman teman lama, kumpul kumpul bukan sekedar makan minum dan ngobrol, tetapi ingat waktu hidup kita semakin singkat.
Mungkin lain waktu kita tidak bisa bertemu lagi ......
Mungkin lain waktu kita sudah semakin susah untuk berjalan.
Menghabiskan sebagian waktu dengan teman atau sahabat akan membuat hidup lebih sehat  secara mental dan fisik .....
Umur itu seperti Es Batu .......
Dipakai atau tidak dipakai akan tetap Mencair .......
Begitu juga dengan umur kita
Digunakan atau tidak digunakan umur kita akan tetap Berkurang ........
Hal yang harus selalu dilakukan adalah tersenyum dan berfikir positif .......
Air yang Mengalir tidak dapat berbalik arah, itulah hidup kita ...
Kita tidak mungkin dapat berbalik menjadi muda lagi ......
Kita akan menjadi tua sakit dan mati ......
Jalani Hidup ini dgn sabar dan santai ......
Jangan suka mau menang sendiri .......
Jangan suka menyakiti sesama ...
Jangan suka mengeluh ....
Jangan suka mencela .....
Jangan suka berdusta .......
Jangan suka berkhianat ......
Jangan suka memfitnah ......
Jangan suka mencuri atau mengambil hak orang lain .....
Hiduplah dengan ceria ......
Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan teman teman dan saudara saudara kita dengan damai .....
Buanglah jauh jauh sifat egoismu  .......
Bertemanlah dengan apa adanya, bukan karena ada apanya .......
Nikmati semua canda tawa ......
Hargai semua perbedaan .......
Percaya kualitas teman kita .....
Jaga perasaannya ...... tutupi aibnya .......
Jangan sekali-kali terbersit buruk sangka dalam pikiranmu terhadapnya ......
Bantu ketika dia terpeleset ......
Sediakan bahu ketika dia menangis ......
Tepuk tangan ketika dia sukses ......
Sebut namanya dalam doa kita ......
Bukan iri ketika dia dipuji orang .......
Bukan bahagia saat tahu dia sedih ......
Bukan kecewa ketika dia lebih maju ......
Bukan tertawa saat dia menderita .......
Bertemanlah dengan hati yang Baik dan Tulus.
Ketika hatimu baik dan tulus, percayalah ...... Allah juga akan selalu bersama kita.
Ayo bersahabat terus, sampai Allah memanggil Kita pulang kehadirat-Nya .......

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...