Sabtu, 25 Agustus 2018

Kisah Burung Beo Dan Syakaratul Maot

Kotretaniyek Alkisah di sebuah pesantren, Seorang Ustadz memiliki burung sejenis Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti: Assalamu’alaikm, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan lainnya.
Suatu hari, pintu kurungan terbuka dan burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yang melintas dengan kencang hingga terkapar sekarat lalu meninggal.
Sang Ustadz terlihat berbeda usai burungnya mati, nampak sekali sedih hingga seminggu lamanya. Para santri yang melihatnya pun mengira Ustadznya bersedih karena burungnya mati, mereka berkata:
“Ustadz, jika hanya burung yang membuat ustadz sedih, kami sanggup menggantinya dengan yang bisa berdzikir juga. Tak perlu ustadz bermurung hingga sedemikian lamanya!”
Sang Ustadz menjawab:
“Aku bukan bersedih karena burung itu.”
Para Santri:
“Lantas kenapa ustadz?”
Sang Ustadz:
“Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat setelah tertabrak?”
Para Santri:
“Ya, kami melihatnya.”
Sang Ustadz:
“Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan perihnya sakaratul maut menjemput, hanya perih yang terasa. Lalu aku teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir,
JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN.
Padahal burung itu tidak diganggu setan saat sakaratul maut, sedangkan manusia diganggu setan saat sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, husnul khatimah ataukah su’ul khatimah?”
Para Santri pun terdiam dan membenarkan Sang Ustadz, dan mereka pun ikut murung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadznya.
Lalu bagaimana keadaan kita
Saat menjemput sakaratul maut nanti ?
Siapkah kita untuk menghadapinya.....?

INGATLAH..!!! Bahwa kita semua Calon JENAZAH"
"Kullu Nafsiin Dazaaiqotul Maut"
Setiap yang bernyawa pasti merasai Mati.
(Surah Ali imran: Ayat 185)

DAHSYATNYA PROSES SAKRATUL MAUT

Demi Allah
Seandainya Jenazah yang sedang kalian tangisi bisa bicara sekejap,lalu menceritakan proses sakratul mautnya pada kalian,niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut,dan mulai menangisi diri kalian sendiri.
(Imam Ghozali mengutip Atsar al hasan)

Rasulullah SAW bersabda bahwa,"Sakratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang" (HR.Tirmidzi)

Kemudian Rasulullah SAW juga bersabda  bahwa "Kematian yang paling ringan ibarat sebatng pohon penuh duri yang menancap di selembar,kain sutera Apakah batang pohon  duri itu dapat di ambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek (HR Bukhari)

Imam Ghozali bahkan berpendapat bahwa"Sakratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang di masukan dalam perut seseorang kemudian seorang lalaki menarik sekuat-kuatnya sehinga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang tersangkut padanya dan meningalkan yang tersisa,"

Imam Ghozali juga mengatakan bahwa rasa sakit yang di rasakan selama sakratul maut seprti menghujam jiwa san menyebarkseluruh angota tubuh sehinga bagi orang yang sedang sakratul maut merasakan  bahwa dirinya ditarik-tarik dan di cabut dari setiap urat nadi, urat saraf,persendian dan dari setiap akar rambut serta kulit kepala hinga kaki.

Kamis, 23 Agustus 2018

Fenomena Zaman Now

Kotretaniyek Zaman silih berganti, waktu terus berjalan. Banyak  perubahan  dan keadaan yang berubah, jauh seperti dahulu sebelum ada perkembangan. Berikut  adalah  beberapa fenomena yang terlihat dan mungkin di alami oleh sebagian dari kita
1. Rumah semakin besar, tapi keluarganya semakin kecil.
2. Gelar semakin tinggi, akal sehat semakin rendah.
3. Pengobatan semakin canggih, kesehatan semakin buruk.
4. Travelling keliling Dunia, tapi tidak kenal dengan tetangga sendiri.
5. Penghasilan semakin meningkat, ketentraman jiwa semakin berkurang.
6. Kualitas ilmu semakin tinggi, kualitas emosi semakin rendah.
7. Jumlah manusia semakin banyak, rasa kemanusiaan semakin menipis.
8. Pengetahuan semakin bagus, kearifan semakin berkurang.
9. Semakin banyak teman di dunia maya, tapi tidak punya sahabat yang sejati.
10. Minuman semakin banyak jenisnya, air bersih semakin berkurang jumlahnya.
11. Pakai jam tangan mahal, tapi tak pernah tepat waktu.
12. Ilmu semakin tersebar, adab dan akhlak semakin lenyap.
13. Belajar semakin mudah, Guru semakin tidak dihargai.
14. Teknologi informasi semakin canggih, fitnah dan aib semakin tersebar.
15. Orang yang rendah ilmu banyak bicara, orang yang tinggi ilmu banyak terdiam.
16. Tontonan semakin banyak, tuntunan semakin berkurang. Akhirnya Tontonan yang kurang baik, kurang mendidik berkembang jadi Tuntunan. Sehingga yang Rusak Makin tambah Rusak.

Semoga kita Menyadarinya dan berbenah Diri dengan Perkembangan Zaman now yang begitu Memprihatinkan. Semoga kita bisa menyikapinya dengan hati yang lurus.
Semoga bermanfaat

Rabu, 22 Agustus 2018

Istananya Sang Pemaaf

Kotretaniyek Pada suatu hari, Rasulullah SAW sedang berkumpul dgn para sahabatnya.
Di tengah perbincangan dengan para sahabat, tiba-tiba Rasulullah SAW tertawa ringan sampai terlihat gigi depannya.

Sayyidina Umar r.a. yang berada di situ, bertanya :
"apa yang membuatmu tertawa wahai Rasulullah ?"

Rasulullah SAW menjawab :
"Aku diberitahu Malaikat, bahwa pada hari kiamat nanti, ada dua orang yang duduk bersimpuh sambil menundukkan kepala di hadapan Allah SWT."

"Salah seorang mengadu kepada Allah sambil berkata :

‘Ya Rabb, ambilkan kebaikan dari orang ini untukku karena dulu ia pernah berbuat zalim kepadaku."

Allah SWT berfirman :
"Bagaimana mungkin Aku mengambil kebaikan saudaramu ini, karena tidak ada kebaikan di dalam dirinya sedikitpun..?"

Orang itu berkata :
"Ya Rabb, kalau begitu, biarlah dosa-dosaku dipikul olehnya"

Sampai disini, mata Rasulullah SAW berkaca-kaca.
Rasulullah SAW tidak mampu menahan tetesan airmatanya.

*Beliau menangis...*

Lalu, beliau Rasulullah berkata :
*_"Hari itu adalah hari yang begitu mencekam, dimana setiap manusia ingin agar ada orang lain yang memikul dosa-dosa nya."_*

Rasulullah SAW  melanjutkan kisahnya.

Lalu Allah berkata kepada orang yang mengadu tadi :

*" Sekarang angkat kepalamu.."*

Orang itu mengangkat kepalanya, lalu ia berkata :

" _Ya Rabb, aku melihat di depan ku *ada istana-istana yang terbuat dari emas, dengan puri dan singgasananya yang terbuat dari emas & perak bertatahkan intan berlian*..! "_

_"Istana-istana itu untuk Nabi yang mana, ya Rabb ?"_

_"Untuk orang shiddiq yang mana, ya Rabb ?"_

_"Untuk Syuhada yang mana, ya Rabb ?"_

Allah SWT berfirman :
*_" Istana itu diberikan kepada orang yang mampu membayar harganya."_*

Orang itu berkata :

*_"Siapakah yang  mampu membayar harganya, ya Rabb ?"_*

Allah berfirman :

*"Engkaupun mampu membayar harganya."*

Orang itu terheran-heran, sambil berkata :

*_" Dengan cara apa aku membayarnya, ya Rabb ?"_*

Allah berfirman :

_*‘CARAnya, engkau MAAFkan saudaramu yang duduk di sebelahmu, yang kau adukan kezalimannya kepada-Ku’.*_

Orang itu berkata :

*_"Ya Rabb, kini aku memaafkannya."_*

Allah berfirman :

_*'Kalau begitu, gandeng tangan saudaramu itu, dan ajak ia masuk surga bersamamu..."*_

Setelah menceritakan kisah itu, Rasulullah Saw berkata :

*_"Bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaknya kalian SALING BERDAMAI dan MEMAAFkan, sesungguhnya Allah mendamaikan persoalan yang terjadi diantara kaum muslimin."_*

*(Kisah di atas terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Hakim, dengan sanad yang shahih.)*

*Saudaraku tercinta...*
Amalan hati yang nilainya tinggi di hadapan Allah adalah *meminta maaf, memberi maaf, dan saling memaafkan...*

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...