Kegiatan itu di pimpin oleh seorang kiayi yang selalu membimbing di kampung itu. Ketika jamaah sudah berkumpul, pak kiayi pun memulai tugas nya memberi pengarahan tentang hari itu.
Disebutkannya, bahwa rebo Wekasan itu adalah hari Rabu terakhir di bulan Shafar. Menurut para ahli sufi golongan tertentu, mengatakan bahwasannya Alloh SWT menurunkan 1500 balai di hari tersebut. Maka kita selaku umat muslim, meminta perlindungan agar terhindar dari balai dan musibah.
Kenapa di Mesjid? Karena mesjid itu adalah tempat terbaik bagi umat islam. Kemudian pak kiayi menerangkan bahwa di hari ini sekitar jam 7 lebih kita melaksanakan shalat sunat hajat.
Kenapa melaksanakan shalat? Karena pada waktu shalat lah seorang hamba berada dekat dengan Alloh SWT, disana waktunya meminta dan memohon ampunanNya.
Tata cara melaksana shalat sunat hajat diawali dengan niat shalat sunat hajat, yang membedakan adalah bacaan setelah Al-fatihah, yakni membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Al-ikhlash 5 kali, Al-falak dan An-Nas masing-masing satu kali. Dilaksanakan masing-masing tanpa berjamaah. Dilaksanakan 2 rakaat sebanyak dua kali.
Kemudian setelah selesai shalat, menurut ijtihad pak kiayi tersebut bersama membacakan surat Al-fatihah sebanyak 7 kali, Al-ikhlash 7kali, Al-falak 7kali, An-Nas 7kali, Al-insirah 7kali, kemudian shalawat 7kali dan diakhiri dengan doa.
Ada satu wejangan yang teringat dari pak kiayi, yang berdasarkan ilmu psikologi dan secara agama. Ketika kita keluar rumah, kemudian bertemu dengan orang lain, kita doakan sampai dengan 10 orang.