Rabu, 03 Februari 2016

BERLARI PELAN



Berlari dengan langkah kaki yang begitu cepat dan menderap untuk mencapai sebuah tempat yang dituju. Tanpa ayal dan tanpa karang kakinya terus berlari dan berlari. Hingga disuatu tempat prakkkk terkoyak kakinya seperti ada yang menarik hingga tak bisa bergerak, hanya rasa sakit yang ada dan muncul teriakan menahan kesakitan. Lari pun berhenti, kaki pun tak bergerak.
Sepertinya kaki itu tak dilakukan pemanasan terlebih dahulu sebelumnya. Kaki sekokoh apapun jika tak diawali dengan pemanasan maka yang terjadi akan cedera.walaupun tak sampai terjadi cedera, maka akan terjadi rasa sakit atau pegal-pegal setelahnya.
Begitipun dengan hidup kita didunia ini jikalau kita langsung ingin menjadi sesuatu, itu sepeetinya akan terlihat mustahil. Dan walaupun terjadi pasti tak ada rasa kenikmatan dalam dirinya. Memang Allah swt jikalau menghendaki sesuatu maka akan terjadi dengan kekuasaannya yang Maha Kuasa. Tapi sebelumnya harus ada proses terlebih dahulu. Bisa saja proses itu berupa ikhtiar langsung ataupun ikhtiar dengan melakukan sesuatu perbuatan.
Namun bagi kita manusia biasa yang masih dekat dengan maksiat dan dosa, sepertinya kita harus melakukan ikhtiar seperti manusia kebanyakan lainnya. Namun dalam menjalankan ikhtiar itu kita jangan begitu saja langsun berlari yang kencang, tapi harus ada proses yang mantap dan proses yang jitu bukan ingin instan saja. Jika kita menginginkan kecepatan dalam memperoleh suatu tujuan, maka jika kita terkena suatu kegagalan maka yang terjadi kita akan seperti orang yang berlari tanpa pemanasan dan akhirnya cedera.
Jadi untuk menjadikan keinginan kita bisa tercapai harus diawali dengan suatu planning atau perencanaan yang matang. Selanjutnya memiliki keyakinan dan harapan. Namun semuanya harus dikembalikan lagi kepada sang Pencipta Allah swt, jika tujuan kita hendak tidak tercapai, kembalikan kepada Allah, begitupun jika kita bisa mencapai semua tujuan kita, juga harus dikembalikan lagi kepada Allah swt. Karena semua yang terjadi kepada kita, itu semua adalah kehendak Allah swt. Jatuh bangun kita itu adalah kehendak Allah swt.
Jadi jika ketika menginginkan sesuatu, sebelumnya harus sudah siap untuk tidak tercapai. Karena kalau untuk bisa mengapai sesuatu itu harus ada usaha yang keras dan itu tidak instan.  
Untuk berlari dengan langkah kaki yang cepat itu harus berlari terlebih dahulu dengan langkah yang lambat agar tidak terjadi cedera nantinya.

Selasa, 02 Februari 2016

PESAN AA (19)



  •   “Orang-orang mukmin yang sebenarnya, adalah mereka yang beriman kepada Allah ta’ala dan RasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu … (QS Al-Huzurat 15)

  • Akhlak adalah respon spontan, dalam senang atau susah. Bila respon selalu jelek berarti akhlak masih jelek.

  • Betapa seringnya kita mengabaikan perubahan pada diri, seakan sudah menjadi baik dengan berusaha mengharap dan menuntut yang lain berubah.

  • TENANG ada Alloh Yang Menguasai Semuanya, segalanya… tak akan terjadi suatu karunia atau musibah tanpa izin-Nya.

  • Mari kita sempurnakan semua hal baik yang bisa kita lakukan, jangan setengah-setengah.

  • “Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid (QS Al-Araf 31) === suci, menutup aurat, longgar dan tidak bergambar.

  • Orang yang mudah tersinggung akan habis waktu produktifnya hanya untuk meladeni perasaan sendiri.

  • Kalau memang tak salah, tak perlu emosi jika disalahkan, ini ujian kesabaran aka nada saatnya ditampakan kebenarannya.

  • Ayo kita amalkan 5 S : Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun sebagai sedekah kita.

  • Semakin jernih hati, semakin mudah membaca hikmah, semakin mudah berbuat kebaikan dan semakin indah akhlaknya.

Mereka



Mereka adalah kata ganti untuk sejumlah orang yang lebih dari satu tanpa saya ada didalamnya. Mungkin saja seperti itu pengertiannya, itu hanya sebatas sepengetahuan saya saja. Kali ini saya akan membicarakan tentang mereka, yang mungkin saja ketika membaca tulisan ini akan ada sebagian orang yang dapat menebak siapakah mereka ini, dan mungkin juga akan ada sebagian orang yang tak akan tahu, siapakah mereka itu.
Mereka adalah sebagian dari sumber inspirasiku dan juga merupakan pengalaman terhebatku dalam hidup ini. Memang untuk bersama dengan mereka adalah sebuah tujuannku semenjak lama. Selanjutnya yang begitulah, sebagian hidup untuk waktu yang sekarang ini pasti ada mereka dalam sebagian otak ini. Mereka yang bisa membuatku tersenyum juga bahkan bisa membuat sedih dan juga mungkin bisa saja marah. Mereka menghiasi perjalanan kehidupan sekarang ini. Ketika mencoba menjadi apatis terhadap mereka, namun otak ini menolak hal itu. Entah mengapa ini terjadi? Padahal mereka itu tak ada hubungan darah dengan saya. Walhasil mereka harus menjadi bagian dari pemikiran ini dan harus dipikirkan.
Cerita ini berlanjut sampai sekarang ketika tulisan ini dibuat. Sebagian dari mereka adalah mereka yang sangat sepesial dalam pandangan mata ini. Mereka seakan mengikuti dan menuruti bahkan seperti takdim kepada saya. Walaupun terkadang diri ini tidak begitu ingin diperlakukan seperti itu. Mereka terkadang bercerita dengan bahasa khasnya mereka, yang terkadang membuat geli otak ini. Namun dibalik cerita mereka terselip sebuah pengalaman yang begitu berharga. Mereka sekarag ini harus menjadi do’a - do’a yang terlantun walau teringat kadang-kadang.
Indahnya mereka, indahnya masa-masa mereka.
Do’aku untuk mereka semoga mereka menjadi mereka yang menuju kebaikan.

Senin, 01 Februari 2016

PESAN AA (18)

  • Lupakan saja kebaikan apapun yang sudah dilakukan, focus gigih beramal lagi, Alloh tidak lupa dan pasti balasannya sempurna.
  •  Apa perlunya kita berbuat habis-habisan untuk dikagumi orang lain, padahal kekaguman orang tidak ada artinya kalau Alloh tidak ridha.
  • Kalau Alloh tidak menolong kita, siapa lagi yang bisa nolong?,, kenapa kita tidak serius untuk mendekat dan meminta pertolongan-Nya?
  • Takdir tidak pernah ada yang tertukar ataupun meleset, tidak akan kemana-mana setiap perbuatan pasti akan kembali kepada pelakunya.
  • Jangan ragu keindahan sekenario Alloh, tiada yang lebih menginginkan kita bahagia dan selamat selain Dia Yang Maha Baik.
  • Senyum yang tulus, perkataan yang baik dan sikap yang santun akan memperindah hari yang kita jalani.
  • Kendalikan diri, jangan sampai berkata dan bersikap yang dapat merusak suasana kebersamaan.
  • Jangan pernah ragu untuk berbuat kebaikan , sempurnakan saja, Alloh pasti menyaksikan, cukup Dia yang jadi saksi.
  •   Bagi yang terlatih menahan diri dari ucapan yang tidak manfaat, niscaya hatinya akan lebihpeka membaca hikmah dari kejadian.
  • Semakin besar dan mulia cita-cita akan semakin kuat menghadapi beragai cobaan dan rintangan.

KEBIASAAN MENGHINA ITU TIDAK BAIK

Kebiasaan merupakan suatu keadaan dimana sesuatu diulang-ulang kembali dengan disengaja ataupun tanpa disengaja. Diawali dengan suatu keadaan yang dilakukan dengan berulang-ulang akan berlanjut menjadi suatu kebiasaan. Suatu kebiasaan jika merupakan hal yang positif, maka itu menjadi suatu nilai tambah yang baik, tapi sebaliknya jika suatu kebiasaan bila merupakan suatu yang negatif, maka keburukanlah yang tercapai diakhirnya.
Banyak diantara kita tidak merasa bersalah ketika melakukan hal yang salah karena telah terbiasa. Sesuatu itu menjadi hal yang biasa saja, padahal tidak tentu menurut pandangan orang lain. Misalnya ketika kita terbiasa atau sudah menjadi kebiasaan ‘kentut’ di hadapan orang lain, menurut dirinya terasa biasa saja, padahal bagi orang lain yang ada dihadapannya begitu merasa risih bahkan merasa jijik atau malahan merasa benci dengan kelakuan dirinya yang kentut sembarangan.
Kebiasaan menghina orang lain itu juga merupakan suatu keiasaan yang buruk, karena ketika dia menghina orang lain, disanalah dia merasa sempurna dan akhirnya dia menjadi sombong merasa dia lebih dari orang lain. Padahal ketika kita menghina atau mengatangatakan seseorang yang bertubuh gemuk, lantas tidak akan membuat dia menjadi lebih langsing. Ketika dia mencibir seseorang karena berwajah jelek, padahal ketika dia mengejek kejelekan orang itu tidak lantas menjadikan dirinya akan menjadi lebih tampan atau lebih cantik. Ketika menghina seseorang yang miskin, tidak lantas membuat dirinya menjadi orang kaya. Ketika mengejek sesorang tidak lantas membuat seseorang menjadi terpuji, malah akan menjadi sebaliknya akan menjadikan dirinya bisa saja lebih hina daripada yang dia ejek. Kita banyak melihat tayangan televisi dalam acara komedi, antara comedian yang satu dengan yang lainnya saling menghina kekurangan comedian lainnya. Antara kawan dengan temannya saling bercanda saling menghina berlebihan. Padahal belum tentu ketika orang yang dihina, ketika nanti di masa depan akan lebih baik dan yang menghina akan menjadi lebih jelek. Jadi janganlah kita membiasakan diri merendahkan atau bahkan menghina orang lain, sebagai mana dalam firman Allah diterangkan dalam surat Al-Hujurat ayat 11, yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik” (QS Al-Hujurat 11)

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...