Senin, 24 Juli 2017

Memutus Siklus Anak Nakal

Kotretan Iyek Share sebuah catatan bagus dr seorang mubaligh

Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?
(Catatan seorang saudara)

Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya:

"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?"

Mas Dodik Mariyanto mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran.

"Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.

Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist:

*رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِد*ِ
“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik ke saya.

Waaah pak Dosen mulai menantang anak baik ya, suka saya.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc, disana beliau menuliskan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat gambar siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2)

Siklus Anak Baik ( siklus 1)

_*Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik*_

Siklus Anak nakal ( siklus 2)

_*Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal*_

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal? Ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.

Anak Nakal -> *ORANGTUA RIDHO* ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. *Bagaimana caranya kita sebagai orangtua/guru bisa ridho ketika anak kita nakal?*

ini kuncinya:

*َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ“*

"Bila kalian memaafkannya... menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

(QS 64:14).

Caranya orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab:

"Jika kalian melihat anakmu/anak didik mu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya".

(Umar Bin Khattab)

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tau.

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.

Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil.

Semoga bermanfaat...

Rabu, 19 Juli 2017

Renungan Di Ajaran Baru

Kotretan Iyek Cerita animasi. Besok memasuki rabu putra putri kita sudah masuk sekolah
_Animals Schooling_
(Renungan Menyongsong Tahun Pelajaran Baru)

Di sebuah hutan belantara berdirilah sebuah sekolah para  binatang.

Statusnya "disamakan" dengan sekolah manusia.

Kurikulum sekolah tersebut mewajibkan setiap siswa lulus semua pelajaran dan mendapatkan ijazah.

Terdapat 5 mata pelajaran dalam sekolah tersebut:
a. Terbang
b. Berenang
c. Memanjat
d. Berlari
e. Menyelam

Banyak siswa yang bersekolah di "animals schooling", ada elang, tupai, bebek, rusa dan katak.

Terlihat di awal masuk sekolah, masing masing siswa memiliki keunggulan pada mata pelajaran tertentu.

Elang, sangat unggul dalam terbang. Dia memiliki kemampuan yang berada di atas kemampuan binatang lain.

Demikian juga katak, sangat mahir pada pelajaran menyelam.

Namun, beberapa waktu kemudian karena "animals schooling" mewajibkan semua harus lulus 5 Mapel.

Maka mulailah si Elang belajar memanjat dan berlari.

Tupai pun berkali-kali jatuh dari dahan yg tinggi karena belajar terbang.

Bebek seringkali ditertawakan meski sudah bisa berlari dan sedikit terbang. Namun sudah mulai tampak putus asa ketika mengikuti pelajaran memanjat.

Semua siswa berusaha dengan susah payah namun belum juga menunjukkan hasil yang lebih baik.

Tidak ada siswa yang menguasai 5 mapel tersebut dengan sempurna.

Kini, lama kelamaan.
Tupai sudah mulai lupa cara memanjat, bebek sudah tidak dapat berenang dengan baik karena sebelah kakinya patah dan sirip kakinya robek, karena terlalu sering belajar memanjat.

Kondisi inilah yang saat ini terjadi mirip dengan kondisi pendidikan kita.
Orangtua berharap anaknya serba bisa.
Sangat stress ketika matematikanya dapat nilai 5.

Les A, Kursus B, Les C, kursus D, private E dan sebagainya dan berjibun kegiatan lain tanpa memperhatikan dan fokus pd potensi anaknya masing masing.

Mari kita syukuri karunia  luar biasa yang sudah Allah amanahkan kepada para orangtua yang memiliki anak-anak yang sehat dan lucu.

Setiap anak memiliki belahan otak dominannya masing masing.

Ada yang dominan di limbik kiri, neokortek kiri, limbik kanan, neokortek kanan, juga batang otak.

Sehingga masing masing memiliki kelebihannya sendiri sendiri.

Fokuslah dengan kelebihan itu, kawal, stimulasi dan senantiasa fasilitasi agar terus berkembang.

Janganlah kita disibukkan dengan kekurangannya.

Karena sesungguhnya setiap anak yang terlahir di dunia ini adalah cerdas (di kelebihannya masing-masing), istimewa dan mereka adalah Bintang yang bersinar di antara kegelapan Malam.

Inilah saatnya kita bergandeng tangan  menggali potensi diri anak dan anak didik kita seoptimal mungkin.

*_Selamat berjuang Bapak Ibu Guru, Ayah dan Bunda. Semoga Allah mudahkan segala urusan kita mengiringi kesuksesan peserta didik serta ananda kelak di dunia  dan di akhirat. Aaamiiin..._*

Selasa, 18 Juli 2017

Bayarlah Upah Pekerjamu Sebelum Kering Keringatnya

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

أَعْطُوا الأَجِيرَ أَجْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَجِفَّ عَرَقُهُ

Berikanlah pekerja upahnya sebelum keringatnya kering” (HR. Ibnu Majah).

Hadits yang mulia ini memerintahkan kita untuk bersegera menunaikan hak pekerja setelah menyelesaikan pekerjaannya. Kenapa?

Karena menunda pembayaran gaji pegawai bagi majikan yang mampu adalah suatu kezaliman.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

Menunda penunaian kewajiban (bagi yang mampu) adalah kezaliman” (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Penulis kitab “Faidhul Qodir” berkata: “diharamkan menunda pemberian gaji padahal dia mampu menunaikannya tepat pada waktunya. Yang dimaksud memberikan gaji sebelum keringat pekerja kering adalah ungkapan untuk menunjukkan diperintahkannya memberikan gaji setelah pekerjaan itu selesai ketika pekerja meminta walau keringatnya belum kering atau keringatnya telah kering.” (Faidhul Qodir: 1/718).

Oleh karena itu bagi para majikan hendaklah untuk bersegera membayarkan hak (gaji/bayaran) para pekerjanya sesegera mungkin, supaya tidak menzalimi mereka.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala menghindarkan kita dari sifat zalim.

Penulis: Ust. Fuad Hamzah Baraba, Lc.

Artikel Muslim.Or.Id

Sumber: https://muslim.or.id/22973-bayarkan-gaji-pegawaimu-sebelum-keringatnya-kering.html

Kamis, 13 Juli 2017

Kemampuan Memilih

Kotretan Iyek Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Kaya, Maha Melimpahi Rezeki, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang istiqomah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Salah satu keutamaan manusia dibanding makhluk Alloh Swt. yang lain adalah kemampuan untuk memilih. Dan, kemampuan ini sangat penting perannya terutama adalah untuk memilih mau iman kepad Alloh ataukah tidak iman kepada-Nya, memilih mau mentaati Alloh ataukah tidak mentaati-Nya. Dalam urusan hidup sehari-hari pun demikian, memilih makan pakai sendok atau tanpa sendok, memilih sekolah di sini atau sekolah di sana.
Setiap pilihan itu memiliki konsekwensi yang harus ditanggung dan dipertanggungjawabkan. Oleh karenanya, ketika ada siswa di sekolah yang sedang dihukum karena melanggar aturan, itu sebenarnya pembelajaran bagi dia tentang tanggungjawab. Ia memilih melanggar aturan, sedangkan pada setiap pilihan sikap itu terdapat konsekwensinya.
Demikian juga kita sebagai hamba Alloh Swt. Pada usia akil baligh, kita semakin memiliki kematangan untuk memilih mau mujahadah atau tidak, mau istiqomah atau tidak, mau taat atau maksiat dan lain sebagainya.
Alloh Swt. berfirman, “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.”
(QS. Al Anbiya [21] : 47)
Saudaraku, orang yang beriman meyakini Alloh Swt. dengan sepenuh hati, meyakini adanya hari akhir, meyakini adanya hari perhitungan kelak di akhirat, dan meyakini bahwa ada hidup yang sejati setelah kehidupan dunia ini, maka ia akan mengerti bagaimana menggunakan kemampuan memilihnya itu. Ia senantiasa akan memilih untuk menempatkan dirinya di jalan yang Alloh ridhoi. Ia pilih sholat pada awal waktu berjamah di masjid, karena ia yakin Alloh menyukai itu. Ia pilih menahan lisannya dari ghibah, karena ia yakin Alloh meridhoi itu. Begitu seterusnya hingga hari-harinya hanya ia isi dengan memilih urusan-urusan yang Alloh cintai saja.
Maasyaa Alloh, betapa indah pribadi yang demikian. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa mampu dan mau hanya memilih apa-apa yang Alloh Swt. sukai.
Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]
Oleh KH Abdullah Gymnastiar

Jumat, 07 Juli 2017

Rahasia Shalat Di Awal Waktu

Kotretan Iyek Rahasia AKADEMIS
Mengapa Sholat Sebaiknya di Awal Waktu.....

Ternyata anjuran tersebut sangat luar biasa.......

Menurut para ahli, setiap perpindahan waktu sholat, bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam dan dirasakan melalui perubahan warna alam.

Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan, psikologis dan lainnya.

Berikut ini kaitan antara sholat di awal waktu dengan kondisi alam.

Waktu *SUBUH*

Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok).

Dalam ilmu Fisiologi, Tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia.

Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi.

Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh dapat menghadapi masalah rejeki dan komunikasi.

Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur.

Pd saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimal.

Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.

Waktu  *ZUHUR*

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kpd perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati.

Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dgn keceriaan seseorang.

Mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali dapat  menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.

Waktu *ASHAR*

Alam berubah lagi warnanya menjadi oranye. Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat, rahim, ovarium/indung telur dan testis yg merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan.

Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang.

Orang yang sering ketinggalan waktu Ashar dapat menurun daya kreativitasnya.

Di samping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.

Waktu *MAGHRIB*

Warna alam kembali berubah menjadi merah.
Sering pd waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah.

Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis.

Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga karena mereka ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu.

Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yg bisa mengganggu penglihatan kita.

Waktu *ISYA*

Pada waktu ini, warna alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap.

Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yg frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak.

Mrk yg sering ketinggalan Isya bisa sering merasa gelisah.

Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini.

Dengan tidur pada waktu itu, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4 Hertz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat.

Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan ungu.

Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (sebuah kelenjar endokrin pada otak) kelenjar pituitary, thalamus (struktur simetris garis tengah dalam otak yang fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dgn pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus (bagian otak yg terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu).

Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam (tahajjud).

Umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah  di’karuniakan’ syariat sholat oleh Allah SWT sehingga jika dilaksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini.

Inilah salah satu hakikat mengapa Allah SWT mewajibkan sholat kepada kita.

Sholat di awal waktu insyaAllah dpt membuat badan semakin sehat.

Yuk .....sholat diawal waktu..

Rabu, 05 Juli 2017

40 Pelajaran Untuk Kita

40 Pelajaran oleh Nabi Muhammad SAW
---------------------------
01. Menahan diri daripada tidur diantara waktu Fajar dan Ishraq . Asar dan Maghrib . Maghrib dan Isya.
---------------------------
02. Menghindarkan diri mendekati orang yang mempunyai bau yang kurang menyenangkan.
---------------------------
03. Jangan tidur diantara manusia yang berkata buruk sebelum tidur.
---------------------------
04. Jangan makan atau minum menggunakan tangan kiri.
---------------------------
05. Jangan memakan kembali makanan yang telah dikeluarkan dari celah gigi.
---------------------------
06. Jangan mematah-matahkan jari anda.
---------------------------
07. Periksa kasut anda sebelum memakainya.
---------------------------
08. Jangan mendongak ketika sedang solat.
---------------------------
09. Jangan meludah didalam tandas.
---------------------------
10. Jangan membersihkan gigi anda dengan arang.
---------------------------
11. Duduk ketika sedang memakai seluar/kain
---------------------------
12. Jangan memecahkan benda yang keras/sukar menggunakan gigi anda.
---------------------------
13. Jangan meniup makanan yang sedang panas . Sebaliknya anda boleh mengipasnya.
---------------------------
14. Jangan mencari kesalahan orang lain.
---------------------------
15. Jangan bercakap diantara waktu Azan dan Iqamat.
---------------------------
16. Jangan bercakap didalam tandas.
---------------------------
17. Jangan berkata dongeng(palsu) tentang rakan anda.
---------------------------
18. Jangan mengganggu ketenteraman rakan anda.
---------------------------
19. Jangan memandang belakang secara kerap apabila sedang berjalan.
---------------------------
20. Jangan menghentakkan kaki ketika sedang berjalan.
---------------------------
21. Jangan mencurigai tentang rakan anda.
---------------------------
22. Jangan menipu sepanjang masa.
---------------------------
23. Jangan menghidu makanan ketika anda sedang makan.
---------------------------
24. Berkata dengan jelas . Agar orang lain boleh fahami apa yang anda katakan.
---------------------------
25. Hindarkan berjalan sendirian.
---------------------------
26. Jangan membuat keputusan sendiri . Tapi rujuk pada yang arif.
---------------------------
27. Jangan bangga(riak) akan diri sendiri.
---------------------------
28. Jangan mencela makanan anda.
---------------------------
29. Jangan bermegah(sombong).
---------------------------
30. Jangan menghalau pengemis.
---------------------------
31. Layan tetamu anda dengan ikhlas dan baik.
---------------------------
32. Sabar ketika dalam kesusahan.
---------------------------
33. Membantu dengan tujuan yang baik.
---------------------------
34. Muhasabah diri dan bertaubat.
---------------------------
35. Berbuat baik pada mereka yang berbuat jahat padamu.
---------------------------
36. Berpuas hati dengan apa yang anda ada disaat ini.
---------------------------
37. Jangan tidur berlebihan . Ini akan menyebabkan penyakit lupa.
---------------------------
38. Bertaubat sekurang-kurangnya 100 kali sehari(istighfar).
---------------------------
39. Jangan makan dalam gelap
---------------------------
40. Jangan makan dengan mulut yang penuh.
---------------------------
Hantarkan lah pada sahabat anda . Untuk mengingatkan mereka . Semoga Allah merahmati kamu . Amin
-------------------------

Selasa, 04 Juli 2017

Inspiro

Kotretan Iyek Berikut ini mungkin sedikit bacaan yang bisa menginspirasi kita semua. Bacaan ini sedikit viral di sosmed terutama WA, seperti ini bacaannya
1. Jika Kita Memelihara*
'Kebencian Dendam', maka
seluruh 'Waktu & Pikiran' yg Kita Miliki akan Habis begitu saja & Kita Tidak akan pernah menjadi 'Orang Yang Produktif'.

2. Kekurangan Orang Lain
adalah 'Ladang Pahala' bagi Kita untuk :
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya,
» dan Menjaga Aib-nya.

3. Bukan 'Gelar & Jabatan' yang menjadikan 'Orang Menjadi Mulia', Jika Kualitas Pribadi kita Buruk,
Semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'.

4. Ciri Seorang 'Pemimpin yg Baik' akan Tampak dari :
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan'-nya.

5. Jika Kita Belum bisa
'Membagikan Harta' atau
Membagikan Kekayaan, maka
Bagikanlah 'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'.

6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik,
'Sebelum Menyuruh Diri Sendiri',
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari 'Diri Kita Sendiri'.

7. Pastikan Kita sudah 'Beramal' hari ini, Baik dengan :
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
'Senyuman yg Tulus'...

8. Para Pembohong akan
'Dipenjara oleh Kebohongannya'
sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.

9. Bila Memiliki 'Banyak Harta',
maka Kita lah yg akan
'Menjaga Harta'.
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yg akan 'Menjaga Kita'.

10. Bila 'Hati Kita Bersih', Tak ada Waktu untuk :
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.

11. Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik',*Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian Dari Otak', sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian Dari Hati'.

12. Jadikanlah setiap 'Kritik' bahkan 'Penghinaan' yg Kita
Terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'.

13.Kita tdk pernah tahu Kapan
'Kematian' akan 'Menjemput Kita,
tapi yg Kita Tahu Persis adalah 'Seberapa Banyak Bekal yg Kita Miliki untuk 'Menghadapinya'.

Dendam

Kotretan Iyek Kita harus siap menerima kenyataan bahwa sebagai manusia, orang lain bisa berbuat baik ataupun buruk terhadap kita. Dalam keadaan seperti ini, kita tidak perlu khawatir karena Allah Swt memberikan formula kemuliaan. Yaitu firman-Nya,

    “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik. Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS. Fushilat [41]: 34).

Dendam itu buah dari hati yang merasa terluka atau merasa haknya dilanggar. Makin kuat dendam seseorang, akan semakin besar kemungkinan ia untuk marah, dengki, dan tidak suka melihat orang lain mendapatkan nikmat. Malah, ada perasaan senang manakala orang lain sengsara atau celaka. Makin besar dendam, maka seseorang akan sedaya upaya mencari cara untuk mencemarkan bahkan mencelakakan orang lain yang membuatnya kecewa. Na’udzubillahi mindzalik.

Nabi Muhammad Saw bersih dari dendam. Betapapun beliau dihina, dicaci, bahkan diintimidasi secara fisik, beliau justru memaafkan semuanya. Sifat pemaaf beliau sangat tinggi dan agung. Tidak sedikit orang yang menyakiti beliau, namun beliau sikapi dengan keluhuran akhlak hingga akhirnya orang-orang itu mendapatkan hidayah.

Dendam selain akan menghancurkan kebahagiaan kita, juga akan menghancurkan pikiran dan akhlak kita. Dendam juga bisa menghancurkan dunia dan akhirat kita. Maka, balaslah keburukan orang lain itu dengan kebaikan. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk bersikap baik kepada kita. Tapi, kita bisa memaksa diri kita untuk bersikap baik pada orang lain. Bagaimana tekniknya? Allah Swt berfirman,

    “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim.” (QS. Al Hujurât [49]: 10-11).

Kunci pertama adalah latihan. Tetangga adalah saudara seiman. Keponakan adalah saudara seiman. Makin tebal rasa persaudaraan kita, akan semakin ringan hidup ini.

Sayangnya, sedikit saja kita tersinggung, dengan mudahnya kita bermusuhan. Akhirnya, tidak sedikit yang menjadi musuh kita. Anak menjadi musuh, mertua pun jadi musuh, tak ketinggalan tetangga, teman sekantor, hingga rekan bisnis. Jika demikian yang terjadi, maka kapankah kita akan merasa bahagia, karena hampir di setiap tempat kita memiliki musuh.

Daripada kita dongkol karena bermusuhan, lebih baik kita berdamai dan menjalin persaudaraan sehingga kebahagiaan bisa digapai. Banyak keuntungan dari jalinan persaudaraan. Persaudaraan ini bukan hanya berdasarkan nasab atau secara biologis saja. Melainkan persaudaraan yang melintasi batas-batas bangsa dan negara. Sehingga dengan begitu, di kala kita dirundung kemalangan, masih banyak saudara kita yang akan membantu kita. Demikian juga sebaliknya, ketika saudara kita membutuhkan pertolongan, janganlah ragu untuk membantunya.

Kunci kedua, jangan biarkan pikiran kita sibuk mempermasalahkan masalah. Gunakanlah pikiran kita untuk menyelesaikan masalah. Saat anak kita menangis, tidak perlu kita memukul atau memarahinya karena itu tidak akan membuat tangisannya berhenti, malah justru akan semakin keras. Jika kita memiliki dendam, jangan terus menggeluti perasaan itu, namun datangilah dan selesaikanlah dengan baik permasalahan yang telah terjadi.

Kunci Ketiga, adanya semangat demi kemaslahatan bersama. Jangan sampai kita mendapat kemenangan sendiri sedangkan orang lain menelan kekalahan. Jika kita mendapat kemenangan atau keuntungan, sepatutnya kita berbagi dengan orang lain. Tidak pantas kita bersenang-senang sendiri di atas penderitaan orang lain. Makin banyak orang yang merasa tersakiti, maka akan semakin besar juga kemungkinan orang lain menyakiti kita.

Bila kita pernah tersakiti, kemungkinan besar kita akan merasa dendam. Tapi, kita bisa belajar untuk menghilangkan sifat seperti demikian. Seperti halnya seorang karateka yang belajar menghancurkan batu bata yang keras. Pertama kali memukulnya, batu bata tersebut tidak akan langsung hancur. Tapi dia tidak patah semangat, diulanginya lagi usahanya secara terus-menerus. Akhirnya pada pukulan kesekian dan pada hari yang kesekian pula, batu bata itu berhasil ia hancurkan. Tangannya akan mengalami lecet-lecet atau bengkak, namun itu adalah langkah awal dari keterampilannya menghancurkan batu bata dengan tangan kosong.

Begitu pula hati kita. Jika hati dibiarkan sensitif dan mudah sekali terjangkit penyakit, maka hati kita akan mudah terluka. Tapi, kalau hati kita dilatih, maka hati kita akan semakin mantap dan selalu siap menghadapi segala kemungkinan rasa kecewa.

Jika kita disakiti seseorang, maka janganlah lihat orang itu sebagai pihak yang menyakiti kita. Tapi lihatlah dia sebagai sarana ujian dan ladang amal dari Allah Swt. Kalau kita melihatnya sebagai pihak yang menyakiti kita, maka tentu saja kita akan sakit hati dan dendam.

Sungguh kita tidak akan rugi diperlakukan apa saja oleh orang lain kalau kita bisa menyikapi perlakukan itu dengan benar. Penyikapan yang benar itu adalah sebagai berikut:

Pertama, evaluasi diri. Siapa tahu tanpa kita sadari, kita sudah mengundang kebencian orang lain. Kedua, perbaiki diri. Jawaban kita atas segala perlakuan yang kita dapatkan adalah akhlak yang baik. Kita dicemooh, dihina, dan diolok-olok oleh orang lain, maka biarkan saja. Tetaplah berbuat kebaikan. Pada akhirnya, orang akan melihat siapa yang difitnah dan siapa yang memfitnah.

Kalau kita menjadi lebih baik, Allah Swt akan memuliakan kita. Kalau Allah memuliakan kita, maka kita tidak akan menjadi hina karena hinaan orang lain. Balas keburukan orang lain dengan sikap terbaik. Ada orang pelit di sekitar kita, maka alangkah baiknya jika kita mengiriminya makanan atau buah-buahan. Jika ada orang berbicara jelek, maka kita bicara tentang segala sesuatu yang baik dan dengan cara yang baik serta benar.

Sabtu, 24 Juni 2017

Selamat Ulang Tahun Kotretan Iyek Yang Ke-2

Kotretan Iyek Assalamualaikum, segala puji hanya milik Alloh swt yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Begitu banyak nikmat yang diberikan, sehingga kita semua masih diberi jatah waktu untuk selalu beribadah dan mengabdi kepadaNya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tetap tercurah kepada Nabi Muhammad saw, para keluarganya, sahabatnya dan kita selaku ummatnya.
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, hari ini sudah menginjak hari terakhir bulan Ramadhan. Masih banyak hal yang dilewatkan di bulan suci ini. Padahal bulan ini adalah bulan yang penuh dengan maghfirah dan keberkahan.
Semoga saja shaum kita semua diterima oleh Alloh swt, begitupun qiyamullail yakni shalat tarawih kita semoga diterima. Sehingga ketika selesai bulan suci ini, kita seakan seperti bayi yang baru lahir.
Tidak terasa pula, besok sudah mau menginjak tanggal 25 Juni 2017, yang kebetulan merupakan hari kelahiran Blog ini, jepretan iyek yang kini bertransformasi menjadi KOTRETAN IYEK. 2 tahun sudah, blog ini berselancar di dunia maya, dan memang begitu banyak kekurangan, dalam penulisan, etika bloger yang banyak dilanggar, konsistensi penayangan artikel dan masih banyak lagi. Dan pastinya belum ada konstribusi positif untuk dunia bloger apalagi untuk Indonesia, masih cukup jauh. Namun setidaknya ini cukup untuk menjadi dokumen pribadi saja.
Seharusnya ini dipostingkan besok, namun besok sepertinya sudah menginjak 1 Syawal alias Iedul Fitri atau Lebaran....... jadi hari ini saja dipostingkannya, takutnya besok agenda silaturahminya padat merayap heeee......
Selanjutnya, saya diri pribadi meminta maaf yang sebesar-besarnya atas semua kekhilafan dan kesalahan-kesalahan.
Selamat Hari Raya Iedul Fitri.....
Taqabalallahu minna wa minkum, Siyyamanna wa siyyamakum.......

Juga... SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-2 KOTRETAN IYEK 25 Juni 2015 - 25 Juni 2017

Jumat, 16 Juni 2017

Anak dan Ayah

Kotretan Iyek Seorang anak berumur 10 th namanya Umar. Dia anak pengusaha sukses yg kaya raya. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah, karena uangnya berlimpah.

Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang, agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya.

Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.

“Waduuuh saya sibuk mah, kamu aja deh yg datang.” begitu ucap si ayah kepada isterinya.

Bagi dia acara beginian sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya.

Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an. Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.

Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang, sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yang akan tampil di panggung.

Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi, menari, membaca puisi, pantomim. Ada pula yang pamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yang gegap gempita dari ayah2 mereka.

Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya...

“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief.” tanya si Umar kpd gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

”Oh boleh..” begitu jawab gurunya.

Dan pak Arief pun dipanggil ke panggung.“Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya.

”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.

“Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yang salah.”

Lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan) dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram).

Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yang duduk dibelakang.

”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna. Sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar.

Lalu Umar pun membaca ayat 9.

”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief, "Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”.

Si Umar pun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai."

“Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak,” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya.

Para hadirin yang muslim pun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar, ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain?” begitu tanya pak Arief penasaran.

Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, Bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW, ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, "Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim).

“Pak guru, saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak, sebagai seorang anak yang berbakti kepada kedua orangnya..”

Semua orang terkesiap dan tidak bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 tahun tsb…

Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengar teriakan “Allahu Akbar!” dari seseorang yang lari dari belakang menuju ke panggung.

Ternyata dia ayah si Umar, yang dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.

”Ampuun nak.. maafkan ayah yang selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tidak pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu membaca Al Quran.” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak. Ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2.

Semua jama’ah pun terpana, dan juga mulai meneteskan airmatanya, termasuk saya.

Diantara jama’ah pun bahkan ada yang tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, luar biasa haru. Entah apa yang ada dibenak jama’ah yang menangis itu. Mungkin ada yang merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anaknya, mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya membaca Al Quran, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya.

Wallahu ‘alam bish shawab

Kamis, 15 Juni 2017

Adab

Kotretan Iyek "Sholat di masjid itu penting.. tapi adab dalam masjid itu lebih penting.. Sholat itu penting.. namun adab dlm sholat itu lebih penting.. Membaca Alquran itu penting..
namun adab membaca Al quran itu lebih penting.. Karena amalan tanpa adab tidak akan ada keberkahannya.. Sebagaimana ada seseorang yang ingin memberikan hadiah yang besar kepada raja namun dengan pakaian yang tidak sopan, dgn tangan kiri.. tentu saja raja akan marah dan menolak hadiah tersebut karena hakikatnya raja tidak perlu pemberian.

Namun sebaliknya walaupun pemberiaan yang kecil namun dengan adab yang baik akan membuat seorang raja senang dan menerima pemberian tersebut walaupun hakikatnya raja tidak perlu dengan pemberian tersebut.

Adab adalah menganggungkan segala sesuatu yang berhubungan dengan agama.
Lahirnya para ulama tidak lepas karena orang tuanya memuliakan Adab.

Al fatih, panglima besar penakluk konstantinopel (istanbul) tidak lepas karena orang tuanya sangat memuliakan adab. Dikisahkan orang tuanya tidak pernah duduk apabila dirumahnya ada alquran.. Dalam kitab ihya, Seseorang yang menghormati orang dunia lebih daripada orang akhirat maka anaknya tidak akan pernah jadi anak sholeh apalagi ulama

Raja Romawi mendapatkan keberkahan karena adab, Ketika dikirim surat oleh Baginda Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa sallam dia menjaga surat dan menyimpannya maka Baginda Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa sallam berkata bahwa kerajaan romawi (eropa) tidak akan runtuh sampai hari kiamat.
Sebaliknya Raja persia ketika dikirimi surat oleh Baginda Nabi Sallallahu 'Alaihi Wa sallam dia menyobek dan membuangnya maka Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa sallam berkata kerajaan dia akan runtuh. Maka runtuhlah kerajaan persia.

Dengan adab amal kecil akan bernilai besar dan sebaliknya tanpa adab amal besar bisa tidak bernilai... Semoga kita bisa menjaga adab2 dalam setiap amal perbuatan kita.. Semoga hari2 kita di berkahi oleh Allah dg adab..
Aamiin."
Oleh Kyai Uzairon

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...