Hidup yang semakin hari semakin
memberikan kesan bahwa inilah kehidupan yang sesungguhnya. Begitu berbeda
ketika kita masih masa kanak-kanak dengan masa yang sekarang kita jalani
sekarang ini. Kehidupan dunia dn kehidupan ukhrowi mulai menunjukan eksistensinya
dalam benak kita sebagai orang dewasa. Seperti tidak terasa kita bisa menghirup
bebas udara yang ada di bumi ini, seperti baru kemarin kita masih kanak-kanak,
masih dalam gendongan dan cubitan pipi orang-orang disekitar yang merasa gemes
terhadap diri kita. Namun sekarang diri kita sudah begitu berubahnya.
Perubahan yang terjadi pada diri
kita ini merupakan sifat alamiyah yang akan dihadapi oleh setiap makhluk hidup
yang hidup di muka bumi ini. Begitupula dengan halnya peribadahan kita yang
semulanya hanyalah merupakan pembelajaran, tapi sekarang adalah suatu keharusan
bahkan suatu kewajiban. Misalnya shalat 5 waktu, ketika kita masih dalam
kategori anak-anak, melaksanakan shalat 5 waktu tidaklah wajib, tapi untuk
melaksanakannya itu dianjurkan agar menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan diusia
anak-anak menjelang remaja sekitar usia 8-9 tahun ketika si anak tidak mau
melaksanakan shalat, sebagai sebuah pendidikan boleh dipukul kakinya agar dia
mau melaksanakan shalat. Dan pastinya pukulan itu adalah pukulan rasa sayang
orang tua kepada anaknya.
Tujua hidup manusia di dunia ini
tidaklah lain hanya untuk beribadah kepada Alloh swt semata. Beribadah bukanlah
hanya shalat, puasa, zakat atau pergi berihaji saja, tapi akan banyak sekali
ibadah-ibadah yang lainnya. Tapi memang induknya segala ibadah adalah shalat. Shalat
itu tiangnya agama. Jika seorang muslim tidak melaksanakan shalat berarti dia
telah meruntuhkan tiang agamanya sendiri. Shalat juga merupakan amalan ibadah
yang pertama kali dihisab di yaumil akhir. Shalat itu diibaratkan sebagai
tempat atau wadah segala perbuatan amal kita, jika kita tidak memiliki wadah
atau tempat amalan kita, mau dimana kita menyimpan segala perbuatan amal baik
kita. Itu secara logikanya. Syariatnya, shalat itu akan bisa mencegah kita dari
perbuatan keji dan munkar. Jika shalat kita benar niscaya dalam menjalani hidup
ini kita akan terjauhi dari perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Alloh swt. Tapi
jika masih ada orang yang rajin shalatnya tetapi masih menjalankan sifat-sifat
tercala berarti itu tandanya shalat kita belum benar.
Orang yang baik tapi tidak
shalat, jika dia mau melaksanakan shalat, maka dia akan menjadi orang yang
lebih baik lagi. Jika orang jahat melaksanakan shalat niscaya dia akan berubah
menjadi baik. Karena hakikatnya shalat itu mencegah manusia dari sifat-sifat
tercela.
Yaa Allah ya tuhanku, ampunilah
hambamu ini yang terkadang melalaikan perintah-Mu, bimbinglah hamba-Mu in agar
senantiasa menjadi hamba yang menjaga shalat.Amiin!!! (AH)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar