Jumat, 29 Januari 2016

SHALAT

Hidup yang semakin hari semakin memberikan kesan bahwa inilah kehidupan yang sesungguhnya. Begitu berbeda ketika kita masih masa kanak-kanak dengan masa yang sekarang kita jalani sekarang ini. Kehidupan dunia dn kehidupan ukhrowi mulai menunjukan eksistensinya dalam benak kita sebagai orang dewasa. Seperti tidak terasa kita bisa menghirup bebas udara yang ada di bumi ini, seperti baru kemarin kita masih kanak-kanak, masih dalam gendongan dan cubitan pipi orang-orang disekitar yang merasa gemes terhadap diri kita. Namun sekarang diri kita sudah begitu berubahnya.
Perubahan yang terjadi pada diri kita ini merupakan sifat alamiyah yang akan dihadapi oleh setiap makhluk hidup yang hidup di muka bumi ini. Begitupula dengan halnya peribadahan kita yang semulanya hanyalah merupakan pembelajaran, tapi sekarang adalah suatu keharusan bahkan suatu kewajiban. Misalnya shalat 5 waktu, ketika kita masih dalam kategori anak-anak, melaksanakan shalat 5 waktu tidaklah wajib, tapi untuk melaksanakannya itu dianjurkan agar menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan diusia anak-anak menjelang remaja sekitar usia 8-9 tahun ketika si anak tidak mau melaksanakan shalat, sebagai sebuah pendidikan boleh dipukul kakinya agar dia mau melaksanakan shalat. Dan pastinya pukulan itu adalah pukulan rasa sayang orang tua kepada anaknya.
Tujua hidup manusia di dunia ini tidaklah lain hanya untuk beribadah kepada Alloh swt semata. Beribadah bukanlah hanya shalat, puasa, zakat atau pergi berihaji saja, tapi akan banyak sekali ibadah-ibadah yang lainnya. Tapi memang induknya segala ibadah adalah shalat. Shalat itu tiangnya agama. Jika seorang muslim tidak melaksanakan shalat berarti dia telah meruntuhkan tiang agamanya sendiri. Shalat juga merupakan amalan ibadah yang pertama kali dihisab di yaumil akhir. Shalat itu diibaratkan sebagai tempat atau wadah segala perbuatan amal kita, jika kita tidak memiliki wadah atau tempat amalan kita, mau dimana kita menyimpan segala perbuatan amal baik kita. Itu secara logikanya. Syariatnya, shalat itu akan bisa mencegah kita dari perbuatan keji dan munkar. Jika shalat kita benar niscaya dalam menjalani hidup ini kita akan terjauhi dari perbuatan-perbuatan yang dibenci oleh Alloh swt. Tapi jika masih ada orang yang rajin shalatnya tetapi masih menjalankan sifat-sifat tercala berarti itu tandanya shalat kita belum benar.
Orang yang baik tapi tidak shalat, jika dia mau melaksanakan shalat, maka dia akan menjadi orang yang lebih baik lagi. Jika orang jahat melaksanakan shalat niscaya dia akan berubah menjadi baik. Karena hakikatnya shalat itu mencegah manusia dari sifat-sifat tercela.
Yaa Allah ya tuhanku, ampunilah hambamu ini yang terkadang melalaikan perintah-Mu, bimbinglah hamba-Mu in agar senantiasa menjadi hamba yang menjaga shalat.Amiin!!! (AH)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...