Rabu, 10 Oktober 2018

Pelajaran Dari Ular

kotretaniyek Kisah seekor ular memasuki gudang tempat kerja seorang tukang kayu di malam hari.
Kebiasaan si tukang kayu adalah membiarkan sebagian peralatan kerjanya berserakan dan tidak merapikannya.
Ketika seekor ular masuk kesana, secara kebetulan ia merayap diatas gergaji.
Tajamnya mata gergaji menyebabkan perut ular terluka.
Ular beranggapan gergaji itu menyerangnya.
Ia pun membalasnya dengan mematuk gergaji itu berkali kali.
Serangan yang bertubi tubi menyebabkan luka parah di bagian mulutnya.
Marah dan putus asa, ular pun berusaha mengerahkan kemampuan terakhirnya untuk mengalahkan gergaji yang dianggap sebagai musuhnya.
Ia pun lalu membelit kuat gergaji itu.
Belitan yang menyebabkan tubuhnya terluka amat parah, akhirnya ia pun mati binasa.
Di pagi hari si tukang kayu menemukan bangkai ular tersebut di sebelah gergaji kesayangannya.

Kadangkala disaat marah, kita ingin melukai orang lain. Dan setelah semua berlalu, kita baru akan menyadari bahwa yang terluka sebenarnya adalah diri kita sendiri.
Banyaknya perkataan yang terucap dan tindakan yang dilakukan saat marah menguasai diri, sebanyak itu pula kita melukai diri kita sendiri.
Tidak ada musuh yang tidak dapat di taklukkan oleh cinta kasih.
Tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh kasih sayang.
Tidak ada permusuhan yang tidak dapat dimaafkan oleh ketulusan.
Tidak ada kesulitan yang tidak dapat dipecahkan oleh ketekunan.
Tidak ada batu keras yang tidak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari diri kita.
Ketahuilah dendam, benci, curiga, pikiran negatif, apapun itu, ia sebenernya bagaikan ular yang membelit gergaji.
Telah ribuan kali muncul dalam pikiran kita yang menusuk dan membakar hati kita sendiri.
Latihlah diri kita setiap saat untuk mengampuni, memaafkan dengan tulus, mampu dengan cepat melepaskan dan membuang semua sampah pengotor hati dan pikiran kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...