Harapan memang keluar dari lubuk hati. Keinginan dan harapan memang seperti sebuah misteri yang harus kita hadapi. Banyak sekali harapan yang kita harapkan. Namun untuk menempuh harapan tersebut disana akan banyak pesaing yang bisa membuat mimpi kita purna. Disaat para pesaing kita sedang berusaha untuk mencapai cita-cita nya, kita disini hanya berbaring santai menghadapi cita-cita kita. Disana sudah terlihat bahawa ketika kita diam, itu artinya kita kalah dalam nilai ikhtiar yang memang harus di lakukan oleh kita sebagai muslim.
Ada sedikit kisah, ketika seorang penggembala membawa se ekor kuda, terus dia hendak akan melaksanakan shalat di masjid. Tapi ia tidak memberi tali di kuda tersebut. Sampai seseorang berkata dan menyuruh agar mengikat kuda nya terlebih dahulu agar tidak hilang atau kabur. Tapi dia malah bilang kutitipkan kuda ini pada Allah SWT.
Memang benar, segala yang ada di dunia ini milik Alah SWT, dan Allah SWT pula yang menjaganya. Tapi bukan berarti kita tidak berusaha. Dalam kisah ini kita seharusnya berusaha mengikat kuda dengan tali agar tidak kabur atau tidak hilang. Jika memang kuda itu nanti ada yang mencuri atau kabur jika kita sudah berusaha mengikat, kita kembalikan kepada Allah SWT, yang penting disana kita sudah ikhtiar atau sudah berusaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar