Namun ketika di telaah dan di pelajari lebih dalam, pandemi ini juga banyak sekali pelajaran dan makna yang mendalam di dalamnya. Seperti, berkumpulnya kembali keluarga di rumah, banyak keluarga yang jarang bertemu karena kesibukan kerja. Seorang ibu wanita karir yang biasanya menitipkan anaknya, kini bisa lebih lama mengurus anaknya, karena work from home. Namun di sana juga banyak kebalikannya, perekonomian keluarga mulai terhambat, penghasilan berkurang, dirumahkan dari perusahaan dan lain sebagainya.
Semua pasti ada positif dan negatif nya. Salah satu contoh lain, ada sebagian keluarga yang di bebaskan dari tagihan PLN dan tagihan bank juga sejenisnya, ada yang mendapatkan bantuan tunai dari pemerintah ada pula disisi itu tagihan PLN tetap bayar, bantuan tunai tidak dapat, pekerjaan hilang, penghasilan minim dan banyak lagi dan masih banyak.
Peribadahan dan pendekatan diri kita yang paling penting di sini, memang di wilayah tertentu masjid di tutup sementara, tapi banyak juga mushala, mesjid dan lainnya masih berjalan dengan aturan tertentu, disana kita masih bisa taqarub kepada Alloh SWT. Dirumah pun bisa, dengan waktu yang lebih luang, berjamaah dengan keluarga tercinta dan lainnya.
Kita indahkan aturan pemerintah, namun juga kita laksanakan perintah agama yang paling utama. Jika memang di rumah, bisa berjamaah, pahalanya masih pahala berjamaah, untuk yang masjid nya masih di buka, seperti biasa menjadi ladang pahala yang berlipat ganda untuk kita bisa berjamaah juga amalan ibadah lain seperti itikaf dan ibadah tambahan lainnya.
Dan yang paling terpenting adalah do'a kita semua agar pandemi ini cepat berlalu dan pasti akan berlalu.
Kembali hidup sehat, banyak berdoa, banyak beribadah, jauhi maksiat, ikuti aturan pemerintah.
Terakhir, mari bersama kita bersatu melawan covid 19 dengan cara yang kita bisa. Mohon maaf jika ada kalimat atau kata yang tidak baik dan tidak berkenan di hati para pembaca, kesempurnaan hanya milik Alloh SWT, dan kesalahan itu dari diri pribadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar