Selasa, 07 Juli 2015

Dan

Hari ini tidak begitu banyak pergerakan
Hari ini hanya sedikit tempuhan
Hari ini sepertinya hari yang tak terencana
Hari ini perjalanan tak sampai disini

Masih belum memahami hakikat hidup ini, hanya masih berteori, itupun belum banyak teori yang terdefinisi.
Memang tujuan hidup kita didunia ini hanyalah untuk beribadah kepada sang pencipta.
Hampir semua orang faham dan tahu dengan kalimat 'hanya beribadah' namun disini adalah penerapan dan pelaksanaan yang belum terlaksana atau tersadari dengan baik.
Begitu juga penulis postingan ini, serasa belum menemukan nikmat ibadah.
Terkadang terasa iri ketika melihat 'mereka' yang terlihat menikmati setiap jengkal hidupnya dengan mengharap Ridha Alloh swt.
Terlalu banyak rintangan dan hambatan untuk menuju hidup yang sesuai dengan aturan agama.
Karena kebaikan atau jalan menuju surga selalu di barengi dengan rasa malas, sebaliknya kalau hal yang tidak baik selalu di barengi dengan rasa senang.
"ALJANATU HUFAT BIMAKARIHI WANNARU HUFAT BISYAHWATIHI"
Banyak hal yang harus dirobah
Banyak sikap yang harus di management
Banyak kesenggangan yang meski di produktifkan
Banyak ilmu yang terbuang dan tak tercari

PENILAIAN
Nah, kata itu yang membuat sikap ini galau, kita masih berfikir bahwa penilaian manusia itu adalah segalanya.
Ketika sikap baik kita terlihat manusia lainnya seakan kita merasa sukses dan senang dengan pujian dan penghormatan. Memang semua tahu bahwa penilaian yang sesungguhnya hanya penilaian Alloh swt.
Terkadang kita merasa sudah begitu baik, padahal belum tentu baik menurut Alloh.
Sangat sulit untuk merubah paradigma penilaian yang sesungguhnya, karena kita sering tertipu bahwa ketika penilaian manusia adalah segalanya.
Ketika kita berbuat baik hanya untuk dilihat oleh orang lain, maka tak ada nilai kebaikan untuk kita, hanya habis oleh penilaian orang lain.

Mohon maaf postingan ini belum begitu baik dalam pemilihan kalimat dan kata-kata. (ah)

Bebal Hatinya

Orang yang sangat sibuk oleh rutinitas hingga tak punya waktu untuk tafakur evaluasi diri, biasanya akan semakin bebal hatinya

Senin, 06 Juli 2015

PESAN AA (6)

  •  Hilang kesabaran berarti hilang keindahan, hilang kemuliaan dan hilang kedudukan di sisi Alloh. Alloh sangat saying kepada orang yang sabar.
  • Sebesar apapun kesalhan orang kepada kita sebaiknya kita maafkan dan lupakan, jangan pernah di ungkit. Balas dengan mendo’akan kebaikan. Dan sekecil apapun kesalahan kita kepada orang lain segera memohon maaf dengan tulus dan mohon ampunan Alloh SWT.
  • Bila hati peka tidak diperdaya nafsu dan cinta dunia, niscaya akan tepat menyikapi kejadian, buahnya semakin dekat dan disayang Alloh.
  • Sebesar apapun kebaikan yang kita lakukan segera lupakan, tidak usah mengharapkan ucapan terimakasih sekecil apapun dari orang lain.
  • Bila diri merasa sebagai orang penting, niscaya akan menuntut diperlakukan sebagai orang penting. Hati tak nyaman dan orang lain pun tak akan nyaman.
  • Membicarakan keburukan orang lain bila benar disebut ghibah, bila tidak benar disebut memitnah.
  • Fokus belajar dengan tulus aar disukai Alloh. Focus bekerja dengan tulus agar disukai Alloh. Focus shalat dan ibadah lainnya agar diterima Alloh.
  • Semakin banyak bicara, mugkin semakin banyak salah, semakin banyak salah semakin banyak dosa. Semakin banyak dosa kemungkinan Cuma satu yaitu api neraka.
  • Hidup yang meletihkan bagi yang mudah tersinggung, yang selalu ingin dihormati dan memendam dendam. Hidup lebih nyaman bagi yang pemaaf, gak ribet, lapang dada serta senang mendahulukan dan membahagiakan yang lain.
  • Menjadi tua itu mudah dan tak perlu perjuangan, tapi menjadi pribadi yang matang dan dewasa sangat tidak mudah. Wajib mencari ilmu dan berjuang mengamalkannya dengan tulus, agar keyakinan kian kokoh, akhlak kian mulya hidup semakin bermanfaat.

Rumah Ramah


Bukan Kertas


padahal bukan kertas, tapi orang menyebutnya bunga kertas

INI BUKAN PUISI

DAN LAGI
Ketika hari kemarin mulai berpuisi
Ada yang bertepuk tangan sangat keras sekali
Ketika esok hari setelah kemarin mulai bersajak
Ada jiwa yang pilu
Ada air mata yang menetes

Pertanyaan yang diakhiri tanda tanya
Belum dilontarkan kepada sang penjawab

Memang harus ada strategi tak biasa tanpa menduakan
Kumpulkan strategi yang bermartabat
Cari jalan terindah agar tetap terarah
Agar tak sakit diakhir cerita

Bukan permainan dan bukan penipuan
Bukan jual beli yang layak ada tawar menawar
Jika cocok harus dibeli jika tak cocok pindah ketempat lain

Menunggu saja cerita di angka dua dan tiga
Tanggal main di angka enam belas
(AH)

Minggu, 05 Juli 2015

PESAN AA (5)



  • Segala sesuatu ada takdirnya, yang penting niat yang lurus dan bersih serta sempurnakan dengan ikhtiar di jalan yang Alloh sukai.

  •  Jangan biarkan kita terpenjara hutangbudi, bila ada yang berbuat baik, sekuat tenaga balas kebaikannya, minimal dengan do’a yang sungguh-sungguh.

  • Kalau ingin tenang, harus mencari dan meminta kepada Alloh yang menciptkan hati ini dan yang satu-satunya Yang Maha Kuasa Menentramkan Qalbu.

  • Apapun yang akan terjadi hari ini ada dalam genggaman Alloh, maka bermohon dan berlindunglah dengan sunguh-sungguh kepada-Nya.

  • Makin yakin kepada Alloh, semakin patuh dan pasrah kepada-Nya, akan semakin nyaman hati ini dan makin di tuntun sempurna ikhtiarnya.

  • Hidup ini sederhana, hanya saja kita yang suka mempersulit diri dan mengundang kesulitan dengan berbuat maksiat dan malas taat.

  • Mari kita biasakan bersikap TENANG dan WAJAR, jangan grasak grusuk dan lebay.

  • Semakin besar dan tulus pengorbanannya (sehat, bagus hewan Qurbannya) semakin mulia dan dicintai-Nya.

  • Seorang yang benar-benar ikhlas tidak akan pernah trerluka hatinya oleh penghinaan manusia, karena hatinya hanya tertuju kepada Alloh.

  • Jangan mudah panik, ada Alloh yang Maha Dekat, Yang senantiasa Memperhatikan Hamba-Nya yang meminta pertolongan-Nya

Pedoman Hidup

Ada secuil cerita yang mungkin bisa diambil sebuah manfaat bagi para pembaca.
Cerita ini berlatar di daratan timur tengah, atau Arab Saudi. Ada beberapa keluarga yang pergi umroh, lebih jelasnya diumrohkan oleh sebuah perusahaan. Ada 3 keluarga orang Indonesia tentunya yang beruntung, kita sebut saja keluarga A, B dan C. Perkeluarga terdiri dari 4 orang, jadi ada 12 orang yang beruntung yang berangkat umroh karena prestasi di perusahaannya. Namun yang diceritakan sekarang bukan tentang umrohnya. Tapi ada sebuah cerita yang semoga bisa dijadikan sebuah motivasi untuk kita semua.
Singkat cerita ketiga keluarga berada di sebuah hotel dengan tiga kamar yang berbeda. Sebut saja keluarga A di kamar hotel nomor 1, keluarga B di kamar hotel nomor 2 dan keluarga C berada di kamar hotel nomor 3. Satu hari ke tiga keluarga melewati hidup disana, dan ceritanya berlanjut di hari kedua.
Pada hari kedua, ada beberapa karyawan yang memberikan sebuah surat untuk para penghuni hotel. Tentunya isi suratnya berbahasa arab. Kita lihat dikamar 1, ketika menerima surat tersebut keluarga A dapat membaca surat tersebut dengan baik dan benar, tetapi tidak faham maksud dan tujuannya karena berbahasa Arab, walhasil suratnya mereka simpan kembali di meja. Selanjutnya kita lihat di kamar nomor 2 keluarga B, ketika mereka mendapatkan surat tersebut, karena tidak dapat membaca tulisan Arab, walhasil mereka langsung menyimpannya, karena percuma dibaca tak bisa, apalagi artinya mana mungkin bisa dimengerti. Terus kita lihat di kamar nomor 3 keluarga C, ketika mereka menerima surat dan membacanya dengan baik, tapi tidak beigitu memahami isinya, karena belum faham bahasa Arab, namun keluarga ini tidak diam, salah satu dari mereka bertanya kepada salah satu karyawan hotel dan menanyakan apa maksud dari surat ini, kemudian si karyawan tersebut bertanya asal negaranya dari mana, si keluarg C menjawab dari Indonesia, kemudian si karyawan tersebut tersenyum dan mencari rekannya yang berasal dari Indonesia. Tak lama kemudian datanglah karyawan asal Indonesia dan dilanjutkan dengan bertamah ramah dan mengobrol obrolan kecil dengan keluarga C. kemudian keluarga C bertanya tentang isi surat yang diterimanya. Karena si karyawan asal Indinesia sudah lama menetap di sana menjadi TKI, pasti dapat memahami bahasa Arab, kemudian membcakan dan menerangkan isi dari surat tersebut. Setelah faham, keluarga C pun mengucapkan terimakasih karena merasa sudah dibantu.
Ternyata isi surat tersebut adalah pemberitahuan bahwa nanti besok jam 4.30 akan terjadi pemadaman listrik di hotel tersebut, yang berdampak mesin lift tak bisa berjalan atau beroperasi dan menyuruh para penghuni hotel harus keluar berangkat menuju mesjid untuk shalat Subuh berjamaah lebih pagi yaitu sebelum pukul 4.30.
Esok harinya, keluarga C berangkat pagi pukul 4.00 dan mengajak ke keluarga A dan B, tapi keluarga A dan B menyuruh duluan saja.
Para pembaca pasti akan bisa menebak kelanjutan ceritanya kan?
Benar, keluarga A dan B keluar hotel pukul 4.30 dan ketika naik lift di pertengahan terdiam dan macet karena pemadaman listrik. Berbeda dengan keluarga C yang sudah melaksanakan ibadah selanjutnya.
Dari secuil cerita tadi, dapat kita kaitkan dengan kehidupan kita, tentang Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita. Kita samakan surat tadi adalah Al-Qur'an, orang yang mencari, menggali makna dari Al-Qur'an niscaya hidupnya akan selamat dunia dan akhirat.
Semoga kita semua menjadi manusia yang menjadikan Al-Qur'an dan Hadist sebagai pedoman hidup kita semua, Aamiin...
Cerita ini didengar dari ceramah Ustadz Subki Albughury (ah)

Jumat, 03 Juli 2015

TOPENG INI ITU

Bersembunyi di dalam penderirtaan ini memang tidak mengasyikan, karena ini bukam hidup aku yang sesungguhnya. Hidupku ini masih ada sandiwara yang aku sembunyikan. Ibarat topeng, aku ini hidup ditengah mereka tanpa sepengetahuan siapa diriku sebenarnya. Mereka hanya mengira aku ini yang bertopeng ini. Mereka tidak tahu atau mungkin nanti akan merasa mereka akan mengetahui topeng ini. Aku pun merasa belum percaya kalau mereka disekitar aku pun memiliki topeng-topeng yang tersembunyi rapat sekali, sampai semua diantara mereka termasuk aku pun tak mengetahui topeng itu. Antara hidup aku dan mereka akan masih ada penghalang kejujuran yang sesungguhnya. Itu semua untuk menutupi bau busuk yang tidak harus mereka cium. Karena ini akan mengakibatkan tidak baik untuk diriku mereka dan dunia nanti.
            Pertanyaan besarku apakah aku harus membuka topeng ini didepan mereka? Padahal disebagian mereka telah menyukai topengku ini. Sampai sehingga mereka pun mengikuti mengenakan topeng yang akan hamper sama dengan topeng miliku ini. Yang aku takutkan jika nanti aku buka topeng aku dihadapan sebagian dari mereka yang suka akan topengku, mereka akan mengikuti hidup tanpa topeng seperti aku. Sebagian dari merekapun akan selalu ada yang mencurigai bahwa aku ini bertopeng seperti tanpa topeng. Diantara mereka aka ada yang mencoba memaksa merobek topeng ini, karena mereka tahu aku dalam keadaan tak bertopeng walaupun tak sejelas mata memandang di depan cahaya benderang, mungkin mereka melihat aku tanpa topeng ketika cahaya seperti memudar banyak bayangan-bayangan.
            Diantara mereka ada yang dengan jelas tahu aku bertopeng tebal, namun mereka tahu topeng itu untuk menghibur mereka yang lelah hatinya untuk menyejukan hati yang menghantarkan otak untuk menyuruh suara dan bibir terbuka terbahak-bahak. Bahkan mereka mendukung aku untuk bertopeng seperti itu. Bahkan menyuruh aku untuk meninggalkan aku yang dulu dan menjadi aku yang bertopeng seperti ini. Bahkan mereka membuatkan topeng yang lebih indah untuk mereka yang lain supaya mengikuti aku, yaitu akau yang bertopeng indah bukan aku yang bertopeng muram durja.
            Sampai sekarang aku tahu topeng ku ada dua jumlahnya, topengku jelak dan topengku indah dan tentunya wajah asli ini. Kedua topeng ini berganti seperti tangan yang reflek terkejut ketika api mau menyambar. Tanpa ku ketahui kapan topengku ini berubah tiba-tiba. Dan penyesalan selalu dating ketika topeng jelek ini aku pakai dan ingin aku lepas. Tapi topeng ini da topeng itu selalu dan selalu mengikuti aku. Sehingga aku sadar kapan topeng ini aku pakai, kapan topeng iti kau pakai dan kapan aku tanpa topeng.
            Dan ternyata akupun tahu mereka disekitar nafasku berhembus memiliki topeng yang kisahnya sama seperti diriku. Dan inilah aku dengan kedua topengku dan aku yang tanpa topeng. Harapanku akan membuat topeng yang terindah dan kupakaikan kepada alam semesta tanpa ada topeng jelek itu.
            Ini topengku dengan segala keakuanku, dan mana topengmu? (Ah 18022013)

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...