Bersembunyi di dalam penderirtaan
ini memang tidak mengasyikan, karena ini bukam hidup aku yang sesungguhnya.
Hidupku ini masih ada sandiwara yang aku sembunyikan. Ibarat topeng, aku ini
hidup ditengah mereka tanpa sepengetahuan siapa diriku sebenarnya. Mereka hanya
mengira aku ini yang bertopeng ini. Mereka tidak tahu atau mungkin nanti akan
merasa mereka akan mengetahui topeng ini. Aku pun merasa belum percaya kalau
mereka disekitar aku pun memiliki topeng-topeng yang tersembunyi rapat sekali,
sampai semua diantara mereka termasuk aku pun tak mengetahui topeng itu. Antara
hidup aku dan mereka akan masih ada penghalang kejujuran yang sesungguhnya. Itu
semua untuk menutupi bau busuk yang tidak harus mereka cium. Karena ini akan
mengakibatkan tidak baik untuk diriku mereka dan dunia nanti.
Pertanyaan
besarku apakah aku harus membuka topeng ini didepan mereka? Padahal disebagian
mereka telah menyukai topengku ini. Sampai sehingga mereka pun mengikuti
mengenakan topeng yang akan hamper sama dengan topeng miliku ini. Yang aku
takutkan jika nanti aku buka topeng aku dihadapan sebagian dari mereka yang
suka akan topengku, mereka akan mengikuti hidup tanpa topeng seperti aku.
Sebagian dari merekapun akan selalu ada yang mencurigai bahwa aku ini bertopeng
seperti tanpa topeng. Diantara mereka aka ada yang mencoba memaksa merobek
topeng ini, karena mereka tahu aku dalam keadaan tak bertopeng walaupun tak
sejelas mata memandang di depan cahaya benderang, mungkin mereka melihat aku
tanpa topeng ketika cahaya seperti memudar banyak bayangan-bayangan.
Diantara
mereka ada yang dengan jelas tahu aku bertopeng tebal, namun mereka tahu topeng
itu untuk menghibur mereka yang lelah hatinya untuk menyejukan hati yang
menghantarkan otak untuk menyuruh suara dan bibir terbuka terbahak-bahak.
Bahkan mereka mendukung aku untuk bertopeng seperti itu. Bahkan menyuruh aku
untuk meninggalkan aku yang dulu dan menjadi aku yang bertopeng seperti ini.
Bahkan mereka membuatkan topeng yang lebih indah untuk mereka yang lain supaya
mengikuti aku, yaitu akau yang bertopeng indah bukan aku yang bertopeng muram
durja.
Sampai
sekarang aku tahu topeng ku ada dua jumlahnya, topengku jelak dan topengku
indah dan tentunya wajah asli ini. Kedua topeng ini berganti seperti tangan yang
reflek terkejut ketika api mau menyambar. Tanpa ku ketahui kapan topengku ini
berubah tiba-tiba. Dan penyesalan selalu dating ketika topeng jelek ini aku
pakai dan ingin aku lepas. Tapi topeng ini da topeng itu selalu dan selalu
mengikuti aku. Sehingga aku sadar kapan topeng ini aku pakai, kapan topeng iti
kau pakai dan kapan aku tanpa topeng.
Dan
ternyata akupun tahu mereka disekitar nafasku berhembus memiliki topeng yang
kisahnya sama seperti diriku. Dan inilah aku dengan kedua topengku dan aku yang
tanpa topeng. Harapanku akan membuat topeng yang terindah dan kupakaikan kepada
alam semesta tanpa ada topeng jelek itu.
Ini
topengku dengan segala keakuanku, dan mana topengmu? (Ah 18022013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar