Jumat, 03 Juli 2015

TOPENG INI ITU

Bersembunyi di dalam penderirtaan ini memang tidak mengasyikan, karena ini bukam hidup aku yang sesungguhnya. Hidupku ini masih ada sandiwara yang aku sembunyikan. Ibarat topeng, aku ini hidup ditengah mereka tanpa sepengetahuan siapa diriku sebenarnya. Mereka hanya mengira aku ini yang bertopeng ini. Mereka tidak tahu atau mungkin nanti akan merasa mereka akan mengetahui topeng ini. Aku pun merasa belum percaya kalau mereka disekitar aku pun memiliki topeng-topeng yang tersembunyi rapat sekali, sampai semua diantara mereka termasuk aku pun tak mengetahui topeng itu. Antara hidup aku dan mereka akan masih ada penghalang kejujuran yang sesungguhnya. Itu semua untuk menutupi bau busuk yang tidak harus mereka cium. Karena ini akan mengakibatkan tidak baik untuk diriku mereka dan dunia nanti.
            Pertanyaan besarku apakah aku harus membuka topeng ini didepan mereka? Padahal disebagian mereka telah menyukai topengku ini. Sampai sehingga mereka pun mengikuti mengenakan topeng yang akan hamper sama dengan topeng miliku ini. Yang aku takutkan jika nanti aku buka topeng aku dihadapan sebagian dari mereka yang suka akan topengku, mereka akan mengikuti hidup tanpa topeng seperti aku. Sebagian dari merekapun akan selalu ada yang mencurigai bahwa aku ini bertopeng seperti tanpa topeng. Diantara mereka aka ada yang mencoba memaksa merobek topeng ini, karena mereka tahu aku dalam keadaan tak bertopeng walaupun tak sejelas mata memandang di depan cahaya benderang, mungkin mereka melihat aku tanpa topeng ketika cahaya seperti memudar banyak bayangan-bayangan.
            Diantara mereka ada yang dengan jelas tahu aku bertopeng tebal, namun mereka tahu topeng itu untuk menghibur mereka yang lelah hatinya untuk menyejukan hati yang menghantarkan otak untuk menyuruh suara dan bibir terbuka terbahak-bahak. Bahkan mereka mendukung aku untuk bertopeng seperti itu. Bahkan menyuruh aku untuk meninggalkan aku yang dulu dan menjadi aku yang bertopeng seperti ini. Bahkan mereka membuatkan topeng yang lebih indah untuk mereka yang lain supaya mengikuti aku, yaitu akau yang bertopeng indah bukan aku yang bertopeng muram durja.
            Sampai sekarang aku tahu topeng ku ada dua jumlahnya, topengku jelak dan topengku indah dan tentunya wajah asli ini. Kedua topeng ini berganti seperti tangan yang reflek terkejut ketika api mau menyambar. Tanpa ku ketahui kapan topengku ini berubah tiba-tiba. Dan penyesalan selalu dating ketika topeng jelek ini aku pakai dan ingin aku lepas. Tapi topeng ini da topeng itu selalu dan selalu mengikuti aku. Sehingga aku sadar kapan topeng ini aku pakai, kapan topeng iti kau pakai dan kapan aku tanpa topeng.
            Dan ternyata akupun tahu mereka disekitar nafasku berhembus memiliki topeng yang kisahnya sama seperti diriku. Dan inilah aku dengan kedua topengku dan aku yang tanpa topeng. Harapanku akan membuat topeng yang terindah dan kupakaikan kepada alam semesta tanpa ada topeng jelek itu.
            Ini topengku dengan segala keakuanku, dan mana topengmu? (Ah 18022013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...