Senin, 10 Juni 2024

Baik

Orang yang taat kepada ALLOH, hakikatnya berbuat baik kepada dirinya dengan ketaatan itu.

Apabila dalam ketaatan itu juga terdapat kemanfaatan kepada orang lain, maka orang yang melakukan ketaatan kepada ALLOH itu juga berbuat baik kepada dirinya dan orang lain.

Kebajikan kepada orang lain itu ada kalanya yang bersifat umum, dan ada pula yang bersifat khusus.

Berbuat baik adalah ungkapan dari menarik dan mendatangkan kemaslahatan dunia akhirat atau salah satunya, dan menolak serta menghilangkan mafsadah (kerusakan) dunia akhirat atau salah satunya.

Kemaslahatan (kebaikan) adalah kenikmatan atau penyebabnya, kebahagiaan atau penyebabnya.

Sedangkan mafsadah (kerusakan) adalah rasa sakit atau penyebabnya, kesusahan atau penyebabnya.

Keinginan memberikan manfaat merupakan perbuatan baik, karena keinginan ini menyebabkan adanya berbuat baik.

Keinginan berbuat jahat merupakan perbuatan yang tidak baik, karena keinginan ini menyebabkan adanya perbuatan tidak baik.

Mengamputasi anggota badan yang sakit, yang apabila tidak dipotong maka penyakit itu akan menjalar pada anggota badan yang lain, itu adalah perbuatan baik, karena hal itu merupakan sebab terjaganya kehidupan raga.

Mengajari tata krama kepada anak kecil dengan memukul, menakzir atau menjalankan hukuman kepada remaja dan orang dewasa adalah perbuatan baik, karena hal itu penyebab dalam mendorong berbuat baik dan mencegah dari berbuat jahat.

Berbuat baik ada kalanya yang tampak dan ada kalanya yang samar, ada yang kecil dan ada yang besar, ada yang sedikit maupun yang banyak.
Dalam hadist disebutkan:

كل معروف صدقة

Dan setiap kebaikan itu dianggap sebagai sedekah.

وفي كل كبد رطبة أجر

Berbuat baik pada setiap makhluq hidup itu terdapat pahala.

تصدقوا ولو بشق تمرة فإن لم يكن فبكلمة طيبة

Bersedekahlah kamu sekalian walaupun dengan separuh buah kurma, apabila separuh buah kurma pun tidak ada, maka sedekahlah dengan ucapan yang baik.

لا تحقرن من المعروف شيئا ولو أن تلقى أخاك وأنت منبسط إليه وجهك

Janganlah engkau meremeh perbuatan baik sekecil apa pun, walaupun dengan wajad yang berseri-seri saat engkau bertemu dengan saudaramu.

Dalam Al-Qur'an disebutkan:

فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Begitu pula dengan perbuatan jelek, jangan meremehkan walaupun sedikit. ALLOH Berfirman:

ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره

Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejelekan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

من يعمل سوءا يجز به

Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu.

ما يلفظ من قول إلا لديه رقيب عتيد

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

وكل شيء فعلوه في الزبر
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan

مال هذا الكتاب لا يغادر صغيرة ولا كبيرة إلا أحصاها

Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya?

Dalam sebagian hadist disebutkan, bahwa ada seorang wanita yang masuk neraka dikarenakan mengikat seekor kucing dan tidak memberinya makan hingga kucing itu mati. Dan ada seorang pelacur yang diampuni dosanya dengan sebab memberi minum seekor anjing yang sangat kehausan. Dan ada pula orang yang diampuni dosanya dengan sebab menyingkirkan pohon yang berduri dari jalan yang dilewati orang mukmin.

Karena itu, janganlah meremehkan perbuatan baik maupun perbuatan jelek walaupun kelihatan remeh dan sepele.

وإن كان مثقال حبة من خردل أتينا بها وكفى بنا حاسبين

Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.

Ngaji Malam Jum'at Legi, 5 Romadlon 1437 H/ 10 Juni 2016 M di Musholla Al-Anwar Karangmangu Sarang Rembang Jawa Tengah Indonesia Bersama Syaikhuna Maimoen Zubair.

Minggu, 14 April 2024

Berbagi Pesan WhatsApp

*KETIKA REZEKIMU HABIS, MAKA AJALPUN TIBA*
Silahkan copy paste di pesan WhatsApp anda 

*(Rugi kalau tidak baca sampai selesai)*
 
*Jangan pedulikan jasadmu yang akan busuk & hancur!! ... Kaum muslimin akan melaksanakan kewajiban mereka:*

*1. Memandikan mu*
*2. Mengkafani mu*
*3. Mensolatkanmu*
*4. Menguburkan mu*

*Yakinlah!!! bahwa :*
*Dunia tidak sedih dengan KEMATIAN mu*

*Alam semesta tidak berduka atas kepergian mu.!*

*Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahan mu.!!*

*Perekonomian akan terus berputar.*!

*Pekerjaanmu, akan digantikan orang lain*!

*Hartamu akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris.!*

*Sementara Anda yang akan di HISAB atas segala sesuatu dari perkara yang besar sampai dengan hal yang paling kecil.!!*

*Yang pertama lepas dari mu, adalah *namamu..*

*Saat Anda meninggal dunia: Orang2 bertanya : Dimana MAYATnya?* 

*Mereka tidak lagi memanggil mu dengan namamu.. Namamu tinggal kenangan belaka*

*Ketika mereka akan men sholatkan, mereka,berkata : Bawa kesini *JENAZAHnya.!!!* *Mereka tidak lagi menyebutkan *namamu.. Betapa cepat namamu hilang berlalu....*

*Ketika mereka akan menguburkan mu, mereka berkata: *Dekatkan MAYATnya.!! tanpa menyebutkan namamu..*

*_Kerana itu..._* 
*_Janganlah tertipu oleh kehormatan, status sosial dan kelebihanmu..!!_*

*_Jangan terperdaya oleh kedudukan, jabatan dan nasab keturunanmu...!!_*

*_Alangkah fananya dunia ini... dan betapa besar apa yang akan kita hadapi..._nanti*

*KESEDIHAN ORANG ATAS KEPERGIAN MU ADA 3:*

*1.Orang yang mengenal mu sepintas akan mengatakan: Kasihan...!!*

*2.Teman dan sahabatmu akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka kembali pada rutinitas dan canda tawa mereka..*

*3.Kesedihan mendalam di rumah... Keluargamu akan bersedih seminggu, satu-dua bulan atau hingga satu tahun... Kemudian mereka akan meletakkanmu dalam album kenangan...*

*Demikianlah... Kisah mu di antara manusia telah berakhir...*

*Anda hanya tinggal ALBUM KENANGAN.*

*Kisah mu yang sebenarnya baru dimulai... bersama sesuatu yang nyata, yaitu : Alam Akhirat*

*Telah lepas darimu:*
*1.Ketampanan /Kecantikan*
*2.Harta/Rumah*
*3.Kedudukan /Jabatan*
*4.Anak*
*5.Isteri/Suami*

*Kehidupan mu yang sesungguhnya baru dimulai*

*Pertanyaannya sekarang adalah :*

*Apa yang telah Anda siapkan untuk "kubur" dan akhirat mu.????? Ini adalah KENYATAAN yang akan terjadi dan perlu direnungkan.!!*

*Check ibadahmu... yang wajib dan yang sunnah..*
*Check Amal soleh dan Sedekah mu..Check perilaku dan tingkah laku mu..*

*Semoga kita semua menyiapkan bekal untuk kehidupan yg kekal.. Dan abadi serta Selamat di Akhirat..*

*Jika Anda membantu mengingatkan orang lain dengan menyebar posting ini... In Syaa Allah... Anda akan dapatkan buah dari peringatan Anda ini dalam timbangan amal kebaikan pada hari Qiamat.*

*_"Dan berilah peringatan! kerana peringatan itu bermanfaat bagi orang2 beriman"_*

*Kenapa Mayat memilih: "SEDEKAH" jika kembali ke dunia? Sebagaimana firman Allah:*

*"Ya Allah! jika Engkau tunda ajalku sebentar saja, niscaya aku akan bersedekah"*

*Mereka tidak mengatakan:*
*👉Nescaya Aku akan Haji/Umrah..*
*👉Nescaya Aku akan Solat..*
*👉Nescaya Aku akan Puasa..*

*Para Ulama menjelaskan : "Mayat hanya mengatakan Sedekah kerana dia melihat pahala sedekah yang sangat besar setelah kematian"*

*Maka perbanyaklah sedekah*
*untuk saat ini bersedekahlah dengan mengirim/menyebarkan posting ini pada teman/saudara dengan niat kerana Allah,*

*Kalau ada manusia tidak mau copy paste kepada group-group yang lain itulah tandanya manusia paling malas di dunia yang berada di laman sosial, kalau copy paste yang lain itu cepat saja tangannya memindahkan ke group lain*

*Mari Budayakan Sedekah bukan pergi umrah beratus kali. bersedekah lebih Afdal/lebih baik.

*MARI SENANTIASA BERTAUBAT, BERIBADAH DAN MELAKUKAN KEBAIKAN...Aamiin...ya Robbal alamin. 

Indahnya Berbagi.
Sedekah Itu Indah. Sedekah Itu Sederhana

..... *jangan lupa share* ke keluarga, teman dan sahabat...

Selasa, 12 Maret 2024

Belajar Singkat Bab Puasa

Syarat Wajib Puasa
1. Islam, 
2. Baaligh,
3. Berakal, 
4. Sehat, 
5. Bermukim (Tidak Musafir), 
6. Suci dari Haid & Nifas. 

Syarat Sah Puasa
1. Islam, 
2. Berakal & Baaligh (Mukallaf), 
3. Suci (dari Haid & Nifas)
4. Nyata masuknya bulan Romadhon. 

Rukun-Rukun Puasa
1. Orang yang Berpuasa,
2. Berniat (tiap malsm), 
3. Menahan Diri Daripada Perkara yg membatalkan Puasa. 

Perkara yg Membatalkan Puasa :
1. Makan & Minum dengan Sengaja, 
2. Memasukkan dgn Sengaja Benda Ke dalam Rongga yang Terbuka, 
3. Muntah dengan sengaja, 
4. Keluar Haid & Nifas, 
5. Gila, 
6. Murtad, 
7. Keluar Mani dengan Sengaja, 
8. Bersetubuh pada Siang Hari.

Perkara Sunat Ketika Puasa
1. Segera berbuka Puasa
2. Berbuka dgn Kurma/Manis, 
3. Baca Doa, 
4. Melambatkan Bersahur, 
5. Banyakkan baca Al-Quran, Berzikir, Bersholawat & membuat Amal Kebajikan, 
6. Senantiasa bersedekah, 
7. Jauhkan Diri daripada bercakap perkara yg sia-sia & perbuatan yg tidak membawa Manfaat, 
8. Mandi Junub lebih awal sebelum masuk waktu Shubuh. 

Makruh Ketika Puasa
1. Bersuntik
2. Berbekam, 
3. Berkumur-Kumur, secara berlebihan
4. Memasukkan Air Ke Dalam Rongga Hidung Secara Berlebihan, 
5. Mandi yg berlebihan, 
6. Mencoba Rasa makanan Di ujung Lidah. ( Tanpa hajat ) 

Golongan yg Wajib Qodho Puasa
1. Orangg Sakit yangg ada Harapan untuk Sembuh, 
2. Orang yang Musafir (Bukan karena Maksiat),
3. Orang yang Kedatangan Haid & Nifas, 
4. Orang yang meninggalkan Niat Puasa, 
5. Orang yang Sengaja Melakukan Perkara - perkara yang membatalkan Puasa, 
6. Orang yang Pitam/Mabuk, 
7. Orang yang sangat lapar & dahaga. 

Mereka yang Di-Kenakan Membayar Fidyah Puasa
1. Mereka yang tidak dapat Meng-qodho-kan Puasa sehingga masuk Ramadhan Kali Kedua, (Fidyahnya: 1 Cupak Beras utk setiap hari yg ditinggalkan di samping meng-qodho Puasa) bagi setahun tertinggal..! 
Kalau tidak di-Qodho sehingga melampaui 2 Tahun, maka dikenakan 2 Cupak, tetapi Puasa Tetap 1 Hari (Tiada Tambahan). 
2. Orang Sakit yang tidak ada harapan untuk Sembuh, 
3. Orang yang terlalu tua & tidak berdaya untuk Berpuasa, 
4. Orang yang ada Qodho Puasa tetapi meninggal Dunia sebelum sempat berbuat demikian, (Fidyahnya: dibuat oleh Kerabat Si Mati/diambil daripada Harta Pusakanya), 
5. Perempuan yang mengandung/ menyusukan anaknya perlu meng-qodho Puasa Dan Membayar Fidyah 1 cupak beras (1 ltr) bagi setiap hari yang ditinggalkan, Sekiranya Dia meninggalkan puasa krn bimbangkan anaknya tetapi sekiranya Dia takut memudaratkan pada dirinya...Dia hanya Wajib meng-qodho Puasanya. 

Kifarat Bersetubuh pada Bulan Ramadhan:
Org yg bersetubuh pada siang hari bulan Ramadhan, maka kedua2 (Suami-Isteri) tersebut Perlu Meng-qodho Puasa & Suami Wajib Membayar Kifarat (Denda) Seperti:
1. Memerdekakan Seorg hamba Mukmin L/P, 
2. Berpuasa 2 bulan berturut-turut tanpa terputus, 
3. Memberi makan kepada 60 org Fakir/Miskin (walau bagaimanapun), 
Jika Persetubuhan Itu dilakukan krn terlupa, jahil tentang Haramnya & dipaksa atasnya Tidaklah Wajib Kifarat.

Tingkatan Puasa
1. Puasa Umum (awwam) Sekadar Menahan Makan, Minum & Keinginan Berjima', 
2. Puasa Khusus (khawas) Memelihara Mata, Telinga, Lidah, Tangan Dan Kaki Daripada Melakukan Dosa, Selain menahan diri daripada perkara di atas, 
3. Puasa Khusus Al-Khusus (khawasil khawas) Merangkumi puasa di atas dan disempurnakan pula dgn Puasa Hati Daripada Semua Keinginan Zhohir & Batin. 

Mereka yang Dibolehkan tidak Puasa
1. Orang yang hilang Daya/Upaya seperti sakit yg apabila berpuasa akan menambahkan Ke'udzuran, 
2.Orang Musafir, 
3.Orang yang Terlalu Tua & Amat Lemah, 
4.Orang yqng tersangat Lapar & Dahaga, 
5.Perempuan Hamil/Menyusui Anaknya yg Apabila Berpuasa bisa Memudaratkan Diri/Anak yg Di Susui Itu.

Bonus!!!
1. Niat 1 bulan dibc pd mlm pertama saja:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى
"Sengaja aku puasa 1 bln romadhon seluruhnya krn AllooH Ta'aalaa" (tapi di sini harus bertaklid kpd imam malik ra)niat taklid..sengaja aku bertaklid kpd imam malik yg membolehkan niat puasa sebulan penuh..
2. Niat Tiap Malam:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
"Sengaja aku puasa besok hari daripada tunai fardhu bln romadhon ini tahun krn AllooH Ta'aalaa"
3. Niat Makan Sahur:
نَوَيْتُ بِاَكْلِيْ سُنَّةَ السَّحُوْرِ اِتِّبَاعًا لِنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"sengaja aku makan sunnat sahur mengikuti Nabi Kami Muhammadin SAW".
4. Bacaan/dzikir menjelang berbuka:
اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ، اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، نَسْئَلُكَ الْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنَ النَّارِ، اللَّهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ، اللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَاكَرِيْمُ
5. Doa setelah buka puasa:
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَآءَ اللّهُ تَعَالَى...آمِيْن

Selamat Menjalani Ibadah Puasa!!!
Semoga Puasa pada tahun 2024 ini memberi manfaat kepada kita & lbh baik dari tahun seblmnya...Aamiin.
اللَّهُمَّ صَل عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى ءآلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ

Senin, 26 Februari 2024

Sambut Ramadhan

Oleh @sephend7ra
Ketika bulan mulai utuh terlihat bulat
Di bulan sebelum bulan suci
Sudah saatnya kita berniat
Menuju jalan islami

Banyak kotoran di hati dan pikiran kita
Hati yang penuh dengan iri dan dengki
Pikiran yang penuh dengan dosa dosa
Sudah saatnya menempuh Ridha ilahi

Jaga Lisan
Jaga Tulisan 
Jaga rasa
Jaga raksa

Ucap ingat dalam diri
Berdiri duduk penuh ilahi
Pembersih rezeki sudah dihati
Cintai mereka yang di cintai

Kini ramadhan di depan mata 
Selangkah lagi banyak pahala
Berlari menuju hari nan suci
Selamat datang bulan ini



Rabu, 21 Februari 2024

Contoh Proposal Sederhana Untuk P5 Tingkat SMP

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN "CORNDOG" 

Adapun proposal bisnis ini dibuat sebagai salah satu kewajiban dalam pemenuhan nilai tugas Prakarya Aspek Pengolahan. Selain itu proposal bisnis ini juga sebagai permulaan dari bisnis yang akan kelompok penyusun rintis atau kelola.
ANGGOTA :
1. Muhamad Fadlan
2. Ihsan Akbar
3. Asep Maulana
4. Muhamad Fikri
5. Ahmad Riyandi
6. Yusuf

SMPN 2 CIKIJING
TAHUN PEMBELAJARAN 2024 - 2025

Latar Belakang Usaha
Perkembangan zaman dan teknologi dimasa kini, membuat orang lebih memilih milih dalam membeli makanan, terutama makanan ringan, orang - orang lebih menyukai untuk membeli makanan yang ringan yang di jadikan sebagai cemilan, terutama anak muda zaman sekarang, karena target utama kami adalah anak muda seperti anak SMP, anak SMA, kami membuat makanan yang selain harganya murah dapat dI jangkau oleh kantong anak anak sekolah. Dari uraian di atas maka sangat potensial jika kami mengembangkan usaha ini. Walaupun penjualan ini kami targetkan untuk anak muda tetapi semua kalangan juga dapat membelinya. Bisnis itu sendiri bahkan sudah banyak diajarkan pada generasi muda kita sejak dini mulai secara verbal dan kebiasaan melainkan melalui dunia pendidikan seperti sekarang ini. Untuk menciptakan sebuah bisnis, seseorang harus pandai melihat peluang dan memanfaatkannya serta menempatkan diri di dalam peluang tersebut.begitu pula dengan apa yang kami lakukan. Kami berusaha untuk melihat peluang pasar yang terjadi dan menciptakan bisnis yangdirasa dapat bersaing dan memiliki nilai. Bisnis tersebut ialah “Corndog”, dengan melihat waktu sekarang ini dimana setiap orang menyukai sesuatu hal yang baru dan sedang terkenal, kami berusaha mencoba berwirausaha dengan bisnis Corndog yang unik. Bisnis Corndog yang kami buat merupakan bisnis yang masih tergolong sederhana dan tidak memerlukan keahlian khusus serta modal yang relative besar. Hanya dengan sedikit kemauan, kerjasama,dan modal yang kecil, usaha ini dapat segera dibuat dan menghasilkan keuntungan. Dengan harapan kuliner yang terjadi sekarang dapat mencapai peluang yang memungkinkan bagi usaha kami bertumbuhdan berkembang. Maka dari itu diperlukan dorongan dan kerja samayang kuat, bukan hanya dari dalam diri sendiri melainkan dari orang –orang sekitar yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada usaha Cornfog ini.



 Profil Usaha Nama Usaha : CornDog
Tanggal Mulai Usaha : 11 Maret 2024
Jenis Usaha : Cemilan UMKM
Kuliner Produk : Rumahan
Makanan Ringan Skala Usaha 
Lokasi Usaha : Lingkungan Sekolah 
Tempat produksi : Rumah 
Susunan kepengurusan
Ketua : M Fadlan
Keuangan : Ihsan Akbar
Produksi : Asep Maulana, Yusuf
Pemasaran : Muhamad Fikri, Ahmad Riyandi 

Penguat Motivasi 
1) Produk makanan yang dibuat secara homemade menjadikan makanan terjamin kualitas dan kebersihannya
2) Proses pembuatan yang mudah dilakukan menjadikan usaha ini mudah untuk dijalankan di tengah – tengah kesibukan yang lainnya.
3) Tergolong sebagai usaha yang tidak membutuhkan banyak modal atau modal dalam jumlah besar.
4) Varian saus pelengkap yang menambah citra rasa dariproduk yang kami tawarkan.
5) Harga yang ditawarkan cukup murah sehingga menarikbagi para pembeli untuk membeli dan mencicipinya.

Kelemahan
1) Karena termasuk produk makanan cepat saji maka makanan yang telah di proses penggorengan tidak dapat bertahan lama. Namun berbeda dengan makanan yang belum di goreng, karena masih tahan beberapa lama didalam lemari pendingin.
2) Makanan yang cukup terkenal di kalangan masyarakat usia13 sampai 20an ini membutuhkan usaha untuk memperkenalkannya pada range usia lainnya untuk dapat menerima olahan makanan ini.
3) Proses produksi yang membutuhkan kebiasaan mengelola makanan membuatnya sulit dibuat pada awal – awal dan hanya beberapa orang yang memiliki waktu untuk membuatnya.

Peluang
1) Masih sedikitnya penjual yang menjual makanan serupa dengan harga yang relatif murah. 
2) Target pasar yang sebenernya luas karena termasuk tipe makanan yang dapat dikonsumsi semua usia dan golongan.
3) Merupakan bagian sesuatu hal yang baru dan melihat mudahnya hal – hal baru menjadi perhatian dan mendapatkan tempat di hati penikmat kuliner ringan.
4) Industri makanan yang teradaptasi dengan budaya K-Popterlebih dulu ini akan sangat mudah mendapat perhatian ditengah fenomena Korea yang merajai tanah air Indonesia

ANCAMAN
1) Banyaknya para penjual yang menjual berbagai varian makanan ringan sehingga dapat menimbulkan persaingan
2) Karena proses pembuatan yang mudah menjadikan usaha ini juga mudah untuk di tiru
3) Antusias masyarakat yang mudah berubah -Berubah mengharuskan usaha ini terus berinovasi agar senantiasa diminati.

Barisan Puisi 14.2

Waktu berputar pertanda pagi jadi siang
Waktu berputar pertanda siang jadi malam
Waktu berputar pertanda janji jadi sayang
Waktu berputar pertanda sayang jadi imam

Langkah pertama penentu arah kedepan
Langkah kedua penerus dari langkah kemarin
Langkah pelan menjadi petualang
Langkah cepat menjadi lari berlari kencang

Hiruk pikuk di hari ke empat belas bulan sebelum tiga
Semua warna menjadi merasa paling berwarna
Ada campur aduk warna
Ada pun warna terkuat disana

Penonton melihat dengan bicara
Penonton melihat dengan otak
Penonton melihat dengan otot
Penonton melihat dengan mata

Setiap jam siang semua
Tidak ada malam di kala itu
Hanya satu cerita berhitung dan berharap
Berhitung angka dan uang

Di hari ke lima belas cerita belum usai
Di hari ke enam belas cerita masih sama
Hari selanjutnya cerita seperti itu saja
Kapan ini usai?

Di ujung cerita hanya ada satu jawaban 
Siapa yang menjadi pemenang

Harapan dan Do'a sudah tentu yang terbaik

Oleh : @sephend7ra

Rabu, 22 Maret 2023

Tadarus Ramadhan

 Tadarrus Ramadhan.

Ini link murottal Alqur'an 30 juz tanpa harus download, tinggal play saja. Bisa play walaupun HP ditutup. semoga bermanfaat.


Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO

Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ

Juz 3 ⇨ http://j.mp/2bFSrtF

Juz 4 ⇨ http://j.mp/2b8SXi3

Juz 5 ⇨ http://j.mp/2b8RZm3

Juz 6 ⇨ http://j.mp/28MBohs

Juz 7 ⇨ http://j.mp/2bFRIZC

Juz 8 ⇨ http://j.mp/2bufF7o

Juz 9 ⇨ http://j.mp/2byr1bu

Juz 10 ⇨ http://j.mp/2bHfyUH

Juz 11 ⇨ http://j.mp/2bHf80y

Juz 12 ⇨ http://j.mp/2bWnTby

Juz 13 ⇨ http://j.mp/2bFTiKQ

Juz 14 ⇨ http://j.mp/2b8SUTA

Juz 15 ⇨ http://j.mp/2bFRQIM

Juz 16 ⇨ http://j.mp/2b8SegG

Juz 17 ⇨ http://j.mp/2brHsFz

Juz 18 ⇨ http://j.mp/2b8SCfc

Juz 19 ⇨ http://j.mp/2bFSq95

Juz 20 ⇨ http://j.mp/2brI1zc

Juz 21 ⇨ http://j.mp/2b8VcBO

Juz 22 ⇨ http://j.mp/2bFRxNP

Juz 23 ⇨ http://j.mp/2brItxm

Juz 24 ⇨ http://j.mp/2brHKw5

Juz 25 ⇨ http://j.mp/2brImlf

Juz 26 ⇨ http://j.mp/2bFRHF2

Juz 27 ⇨ http://j.mp/2bFRXno

Juz 28 ⇨ http://j.mp/2brI3ai

Juz 29 ⇨ http://j.mp/2bFRyBF

Juz 30 ⇨ http://j.mp/2bFREcc



Baarakallahu fiykum

Sabtu, 02 Juli 2022

Gawai itu Handphone

KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan dimasa lama. Itu adalah keadaan ternyaman dan seakan ingin seperti itu seterusnya. Namun jiwa ini terkadang di bisikan dengan rasa malas dari mereka yang merasuk di dada. 
Ketika dunia ini mengenal sebuah alat yang mereka sebut gadget atau lebih dikenal dengan handphone dan dalam bahas Indonesia disebut dengan gawai. Dunia ini terasa begitu dekat terasa begitu kecil berada di genggaman. Namun perlakuan itu bisa menjadi sebuah bumerang bagi kita sendiri. Seharusnya kita bisa bijaksana dalam mempergunakan gawai tersebut. Misalnya kita bisa menggunakan untuk hal yang positif seperti mempermudah kehidupan dan gerak langkah kita dalam berbagai bidang. Misal mempermudah dalam bidang komunikasi untuk belajar, berwirausaha, mencari informasi dan lain sebagainya. Namun karena dengan kemudahan itu, kita suka sedikit tergelincir untuk menggunakan gawai itu untuk kebutuhan hiburan namun berlebihan jadi lupa akan waktu produktif kita sebagai manusia di usia muda. Bahkan terjerumus untuk bisa mengakses lebih mudah pornografi bahkan kita sendiri bisa melakukan pornoaksi dengan gawai tersebut. Banyak berkeliaran situs-situs yang bisa menghancurkan dan melunturkan keimanan seseorang. Selain itu sedikit keanehan anak kecil yang belum bisa baca tulis dan berhitung dapat dengan mudah menggunakan gawai oleh sendirinya. Seakan anak itu terlihat pintar untuk mengoperasikan gawai, yang mengakibatkan orang tua ada sebagian yang bangga kalau anaknya pintar mengoperasikan gawainya. Seharusnya gawai dipergunakan secara semestinya, misal untuk anak kecil dibatasi untuk penggunaan gawainya. Tapi di laman aplikasi pengunduh disediakan aplikasi untuk berbagai usia. Anehnya si anak kecil bisa mengakses dan bahkan megunduh aplikasi itu tanpa bisa membaca. 
Apalagi belakangan ini muncul game online yang sangat membuat penasaran sampai menuju sebuah candu yang sulit untuk diepaskan tangan ini dari gawainya.
Sehingga menjadi sebuah trend baru anak muda dalam pergaulannya. Ada juga aplikasi melihat video beberapa detik yang membuat penasaran ada apa lagi di video selanjutnya, itu membuat lupa dengan pekerjaan kita, karena penasaran dengan video selanjutnya. Satu lainnya lagi adalah judi yang di balut dengan aplikasi yang memanjakan mata dan hadiah yang memanjakan angan. Dengan hanya membayar uang sekian maka akan mendapat hadiah uang lebih banyak, padahal itu tipu daya setan yang membuat kita meras menang dan beruntung. Padahal rugi selamanya jika kita sudah terjerumus di bidang itu.
Semoga kita dapat lebih bijak dalam menggunakan gawai kita untuk dipergunakan hal yang lebih bermanfaat aamiin....

Kamis, 30 Juni 2022

Kelemahan Dalam Mengurus Blog (Selamat Ulang Tahun KOTRETAN IYEK)

KOTRETAN IYEK - Awal dari tulisan hari ini kita mulai dari melihat waktu, yaitu di hari Kamis 30 Juni 2022 pukul 19:43 WIB. Waktu itu tubuh ini terdiam duduk di sofa depan yang berwarna cokelat muda. Teringat kembali di bulan Juni sebenarnya ada satu kisah kecil untuk blog ini. Tepatnya 24 Juni itu adalah hari lahirnya atau pertama kalinya blog ini dibuat dan di terbitkan catatan kecil. Jika di hitung sudah mencapai usia yang ke 7. Angka yang masih kecil dan jika di samakan dengan manusia masih terhitung anak - anak. Walaupun sudah mencapai angka itu, namun blog ini sungguh sangat banyak kekurangan. Ada beberapa masalah atau alasan tentang blog ini yang masih sangat jauh dari blog yang seharusnya. Dan saya pun akan sedikit mencatat sebagai sebuah pengingat di masa depan. Berikut adalah beberapa alasan kekurangan dari blog ini:
1. Belajar blog otodidak, belum berani bertanya kepada ahlinya atau blogger yang senior. Alasannya adalah masih banyak rasa malu yang menghalangi.

2. Kurang membaca, ini adalah salah satu kekurangan terbesar mungkin, karena blog ini adalah bacaan, tapi pemilik blognya kurang membaca. Dan ini adalah kesalahan yang fatal. Alasannya masih ada rasa malas yang membelenggu. Semoga kedepannya saya khusunya dan para pembaca yang baik hati lebih suka membaca lagi.

3. Meluangkan waktu khusus, seharusnya memang jika ingin mengembangkan blog ini, harus ada waktu khusus untuk mengurus blog ini agar tetap eksis dan dibaca oleh orang lain. Alasannya, blog ini di buat awalnya untuk menyimpan tulisan - tulisan penting agar tidak hilang, juga untuk menuangkan suasana hati, memberi tugas anak didik dan sebagai sarana untuk menyalurkan hobi di bidang menulis.

4. Kurang kreatif dan inovatif. Mungkin karena waktu terbentur dengan pekerjaan dan waktu dengan bersama keluarga membuat pemikiran tidak begitu fokus untuk membuat kreatifitas dan inovasi untuk di salurkan di blog ini. Pikiran ini lebih banyak di gunakan untuk bekerja, berkumpul dengan famili dan lainnya.

5. Blog ini tidak fokus dalam satu bidang. Nah hal ini juga yang membuat blog ini belum di cari oleh pembaca karena blog ini tidak terfokus dalam satu bidang bahasan, misalnya keagamaan, fashion, pendidikan atau lainnya. Jadi blog ini terlihat campur gado-gado, mulai dari agama, cerpen, cerbung, catatan pribadi, pendidikan dan lainnya.

6. Masih minim karya original, blog ini masih banyak produk copy paste. Hal ini di akibatkan karena minim pengetahuan, tidak fokus, belum percaya diri, dan intinya masih harus banyak belajar.

7. Sosialisasi kurang. Atau kurang sosialisasi. Blog ini tidak di publikasikan secara umum, karena merasa malu dengan isi dan tampilan blog yang belum bagus dan kurang enak di pandang dalam tampilannya.

Masih banyak lagi kekurangan yang harus di tutupi, namun untuk sekarang ini saja terlebih dahulu. 
Harapan kedepan, semoga blog ini dapat inspirasi lebih baik dar sebelumnya. Juga fokus dalam bahasan satu bidang.

Akhirnya saya sebagai pemilik blog KOTRETAN IYEK ini mengucapkan selamat Hari Ulang tahun yang ke 7. Semoga berkah!!!

Selasa, 21 Juni 2022

Aku Mencintai Isterimu, Mas (Bagian 27 - SELESAI)

Aku Mencintai Istrimu, Mas
Karya Ayu Wahyuni
Part 27/ending story



Aisyah tak dapat menutupi pancaran bahagia yang menyelimuti wajahnya. Kata sah yang diucapkan Nindy dan Bara terdengar bagai gaungan zikir jamaah yang kerap membuat jiwanya larut pada syukur yang dalam.

Ia masih berdiri sambil tak henti mengucap tahmid. Sampai akhirnya, Pak Rahman menuntun agar putrinya itu menyalami tangan Faiz yang kini sudah sah menjadi suami.

Dengan sedikit canggung Aisyah meraih jemari yang masih terpasang selang infus, lalu sejenak matanya dan pemuda itu saling bertatapan. Seolah meluapkan rindu yang sehasta, kedua pasang mata tersebut sama-sama berkaca.

Faiz menggenggam jemari tangan Aisyah setelah telapak tangannya dikecup. 

"Maaf Aisyah ...," ucap pemuda itu lirih.

"Maaf kenapa, Mas?" Aisyah mencoba menenangkan dengan mengelus punggung tangan suaminya.

"Mas tidak hati-hati, harusnya kamu bisa bertemu sama Mami."

Faiz sudah tak lagi mampu membendung tangisnya. Baru kali ini ia terlihat begitu rapuh, hingga membiarkan air mata jatuh di hadapan orang lain. Dua rasa yang mendominasi hati, bahagia akan pernikahannya, sedih jika mengingat Mami telah pergi untuk selamanya.

"Semua sudah takdir, Mas. Tidak ada yang perlu disesali. Kita hanya harus mendoakan Mami, agar beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah."

"Aamiin. Makasih, Aisyah."

"Mas Faiz, Nindy tinggal dulu, ya. Aisyah, Mbak titip Mas Faiz," pamit Nindy pada keduanya.

Sedang Bara tampak menepuk pundak sang adik mencoba menyemangati lalu ikutan keluar ruangan. Yang terakhir meninggalkan mereka adalah sang ayah. 

"Nak Faiz, secara agama, Aisyah sudah sah menjadi istrimu. Perlakukan ia dengan baik, muliakan ia sebagaimana Nabi senantiasa memuliakan istrinya," pesan Pak Rahman pada pemuda yang kini sudah menjadi menantunya.

Faiz mengangguk mengiyakan. Setelah ruangan bersekat kain hijau itu hanya bersisakan dirinya dan Aisyah. Faiz tampak kembali menatap sang istri. Rindu namun musibah yang terjadi membuat semua perasaan itu tak layak ada.

"Aisyah ...."

"Iya, Mas."

"Tarik kursinya, duduk sini dekat Mas."

Aisyah mengangguk dan melakukan apa yang dimintakan Faiz.

Pemuda itu kemudian menggerakkan tangannya untuk menggenggam jemari Aisyah. Tentu saja gelenyar aneh hadir menghujam dada gadis itu. Sebab ini adalah kali kedua ia bersentuhan dengan lelaki. 

Memang dahulu, tangannya pernah disentuh oleh satu lelaki, ialah Bara suami yang pernah mengabaikannya. Tapi Aisyah sangat yakin, degupan yang ia rasa kini begitu berbeda dengan ketika ia mengizinkan Bara memasangkan cincin di tangannya.

Faiz kembali menatap wanitanya. Ia sentuh lama jemari itu, baru kemudian memasangkan cincin di jemari manis sang istri.

"Alhamdulillah, terima kasih, Mas," ucap Aisyah sambil mencium punggung tangan Faiz.

"Cincin ini tadinya cuma sebagai cincin tunangan, tapi kini malah jadi cincin pernikahan", lirih Faiz bagai sapuan angin lembut.

"Tidak apa-apa, Mas."

"Bahkan mereka meninggalkan kita sebelum Mas memasangkan cincin ditangan kamu...".

Aisyah menunduk, mengukum senyum.

"Mungkin mereka tidak ingin mengganggu kita, Syah."

Aisyah mengangguk, tak bisa berkata apapun.

"Kamu bahagia?", tanya pemuda itu lagi.

"Sangat bahagia, Mas."

"Alhamdulillah, Mas juga sangat bahagia. Allah menjawab semua doa Mas selama ini. Sebenarnya, Mas punya salah sama kamu Aisyah."

Aisyah mendongak, menatap bola kelam itu penuh tanya.

"Tiga tahun yang lalu, Mas sempat berbahagia saat tahu kamu dan Mas Bara berpisah. Astaghfirullah! Nggak pernah berhenti Mas minta maaf sama Allah atas syukur yang letaknya salah itu. Sekian lama, Mas terus menahan diri, menjaga perasaan cinta untukmu dalam setiap doa...".

Aisyah begitu terharu mendengarnya. Ternyata yang selama ini menjaga seseorang dalam doa, bukan hanya dirinya. Faiz pun melakukan hal yang sama. 

'Bagaimana ya Allah hamba harus mengungkapkan syukur ini. Sungguh sujud syukur seratus kali disetiap harinya pun tak mampu membayar apa yang telah Engkau enugerahkan ini.'

Aisyah menyeka buliran bening yang mengalir di sudut matanya. Faiz yang menyadari sang istri kini menangis, segera menggunakan tangannya untuk mengusap pipi Aisyah yang kini basah.

"Andai kamu tahu Aisyah, sungguh keinginan untuk melamarmu sudah ada sejak dulu. Sejak Mas tahu kamu sudah bukan lagi kakak ipar buat Mas."

Mereka tersenyum dalam tangisan, bersama. Faiz membawa telapak tangan Aisyah mendekati bibirnya, lalu mengecup pelan punggung tangan itu. Aisyah hanya menunduk mendapati sikap romantis sang suami.

"Tapi Mas nggak berani melakukannya, Mas takut kamu nggak siap, dan menolak lamaran Mas itu. Mas terus memendamnya Aisyah, padahal tiap ingat kamu kadang Mas harus olah raga sekalipun itu tengah malam, kadang Mas ikut razia, padahal lagi nggak tugas juga. Mas berusaha mengalihkan semua pikiran Mas tentangmu dalam hal-hal positif. Mas nggak mau Allah tidak meridhai sebab mengingat seseorang yang belum halal itukan haram hukumnya."

Aisyah mengangkat wajahnya yang tertunduk. Sejenak kedua mata itu kembali bersitatap.

"Tapi kemarin, saat Mas pulang ke Jakarta, Mas sudah tidak sanggup menahannya Aisyah. Apalagi tiap kali Mas masuk ke kamar Mas, seakan Mas merasa kamu ada di sini. Sedang membuka-buka buku dan melihat-lihat foto-foto Mas yang ada di kamar."

Aisyah terhenyak, dulu sebelum meninggalkan rumah itu, dia memang sempat memasuki kamar Faiz. Hingga catatan tentang perasaan Faiz buatnya berhasil ia baca.

"Ya Allah ...."

Hatinya menyeruak perasaan haru. 

"Mas memutuskan untuk mengutarakan keinginan Mas melamarmu sama Mami. Masya Allah Aisyah. Saat itu, Mami memeluk Mas sambil mengucap syukur. Ternyata selama ini Mamipun berharap demikian, Mami ingin Mas menggantikan posisi Mas Bara untuk mendampingimu. Mami sangat berharap kamu kembali Syah, kembali menjadi menantunya."

Ucapan Faiz berhasil membuat kelopak mata Aisyah kembali basah. Sesak di dada ia rasa begitu membuat napasnya tercekat. Rindu ia pada wanita yang bahkan setelah palu perceraian diketuk, masih sangat berharap bisa kembali menjadi ibu mertua.

Tapi bagaimanapun jua, semua adalah ketetapan Allah. Tentu ada hikmah yang bisa dipetik dibaliknya. Aisyah ikhlas, Mami pergi sebelum berhasil memberi wejangan di hari pernikahan mereka.

"Sini, Aisyah."

Faiz menunjuk dadanya, bermaksud agar sang istri mau merebahkan kepala di tempat terbaik yang ia punya.

Hati.
Dengan perlahan Aisyah mengikuti permintaan Faiz. Takut jika berat kepalanya akan menganggu jalan napas sang suami, Aisyah menahan diri saat rebah.

"Tidurlah, Aisyah. Semua tempat di sini milik kamu", ucap Faiz sambil menunjuk hatinya.

Tidak hanya merebahkan kepala, Aisyah mendekap Faiz, erat.

"Bismillahirrahmanirrahim ... Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih. ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."

Setelah selesai membaca doa, Faiz mengecup kening sang istri. Keduanya begitu larut dalam bahagia, haru, dan tangisan.

'Mi, terima kasih. Doamu akan mengantarkan kami pada rumah tangga islami untuk menuju keridhaan-Nya."

***

Empat hari tak terasa berlalu begitu cepat. Setiap saat Aisyah ada di dekat sang suami mendampingi. Ternyata, menikah dengan mempelai lelaki dalam keadaan sakit pun ada hikmahnya. 

Aisyah jadi bisa mengabdikan diri walau baru mendapat gelar istri. Pemenuhan kebutuhan biologis tampaknya bukanlah satu-satunya yang menjadi alasan utama pernikahan mereka. Tapi rasa sayang, cinta, ingin melindungi dan memuliakan. Alasan itulah yang lebih tepat hingga bisa menjadi tameng untuk berjuang mempertahankan keutuhan rumah tangga.

Hari ini Faiz dibolehkan pulang. Pak Hasan, Bara dan istrinya serta Nindy dan suami ikut mengantar kedua mempelai itu ke rumah sewa baru yang sudah disiapkan sang kakak.

"Terima kasih Mas, Ndy. Faiz nggak tahu harus seperti apa kmembalas semuanya," ucap pemuda itu sambil terus menggenggam jemari tangan sang istri. Aisyah hanya manggut-manggut, merasa begitu terharu dan sedikit sungkan.

"Pak, terima kasih sudah membantu Faiz melewati semuanya."

"Jangan sungkan menantu. Bapak titip Aisyah, ya. Jika masakannya tidak enak, jangan dimakan. Suruh buat yang lain, jika rumah kotor, jangan kasih dia tidur sebelum semua beres. Ajarkan dia menjadi istri yang shalihah, supaya dia bisa masuk syurga dari pintu manapun yang dia mau. Itukah sabda Rasul?"

Faiz mengangguk. Kemudian menyalami sang ayah mertua untuk kemudian mengantar lelaki itu dan kedua saudaranya pamit pulang.

Kini tinggal Faiz dan Aisyah berdua di dalam rumah itu.

Sejenak hening, mereka saling berpandangan. Ada gelenyar aneh yang berusaha menjalari hati. Ah, bukankah sudah halal.

"Yuk Sayang, kita ke kamar."

Aisyah terhenyak, lima hari membersamai, baru hari ini ia mendengar Faiz menyebutnya sayang. Adaptasi yang cukup lama, tapi begitu terasa nikmat.

Dan jujur, bertambah rasa rindu di hati Aisyah mendengar Faiz memanggilnya sayang.

"Mau makan apa siang ini, Mas?", tanya Aisyah mengingat pesan sang ayah, jangan sampai suami terlambat makan, jangan sampai suami lelah tapi saat beristirahat tempat tidur kotor. Dan masih banyak lagi jangan sampai yang harus dijaga Aisyah.

Faiz mengerling, lalu mendudukkan istrinya di atas ranjang. 

"Mas masih kenyang. Kamu udah lapar?"

"Belum Mas."

"Kalau gitu, kita pergi lagi, yuk."

"Mau kemana, Mas?"

"Mas pengen ziarah tempat Mami."

Aisyah tersentak. Memang Faiz terlihat seperti enggan langsung pulang ke rumah. Ternyata itu yang sangat diinginkan suaminya. 

Senyuman seindah pelangi pun tercipta di wajah gadis itu.

"Ayo, Mas, kita pergi sekarang."

"Alhamdulillah."

"Emang Mas udah bisa bawa motor?"

"Kamu percaya sama Mas 'kan?"

"Tapi Aisyah takut, Mas 'kan belum sembuh benar."

"Bismillah ayok."

Meski ragu Aisyah menuruti keinginan lelaki itu. 

Faiz kembali mengeluarkan motor RX-Kingnya. Lalu memanaskan untuk sementara waktu.

"Ayo, Yank. Naik," ajak Faiz setelah terlebih dahulu menaiki motornya.

Aisyah pun menjejakkan kaki menaiki motor itu. Tak lama, kendaraan mereka mulai melaju di jalanan.

"Syah, rapat lagi. Tadi katanya takut, peluk donk."

Aisyah masih sedikit risih. Membuat Faiz. tak sabaran, segera meraih lengan sang istri untuk kemudian menyelipkan di pinggangnya.

Fais tersenyum melihat di kaca spion wajah Aisyah yang sudah merona merah.

"Baru pertama ya, Neng. Semotor sama pemuda?".

Aiysha mencubit perut Faiz. Pemuda itu hanya tersenyum sambil lebih merapatkan lengan Aisyah di perutnya. Ah, bahagianya mereka. Jika semasa gadis terus menjaga diri, ternyata tiap kebersamaan setelah pernikahan memiliki debaran tersendiri yang tak bisa diungkapkan dengan kata. 

"Syah, coba lihat cewek itu."

"Mana?"

"Itu, sini lagi pipinya biar kelihatan."

Aisyah mendekatkan pipinya hingga hampir tersentuh dengan pipi Faiz. Tak lama.

"Mmuachhh."

Kecupan singkat mendarat di pipi Aisyah. 

"Ih, Mas Faiz, nyiumnya kok diatas motor gini."

"Biarin, udah halal."

Aisyah hanya tersenyum, sembari kini dirinya yang semakin memeluk erat sang suami.

"Syah, kok jadi kangen gini, ya?"

" ... "

"Syah ... Kangen ...."

" ... "

"Syah, I love you, Sayang."

"Hem ... Love you too, Mas."

*

Bahkan ketika cinta sempat terjeda sekian lama, mereka saling menjaga dalam doa.

Indahnya Islam. Semoga adik-adik remaja bisa mengambil pelajaran. Ingat pesan Salim A. fillah ini ya.

Sering mentergesai kenikmatan tanpa ikatan, akan membuat detik-detik di depan terasa hambar.

Belajarlah dari ahli puasa. Ada dua kebahagiaan bagi mereka saat berbuka. Dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala. Mereka akan tersenyum seraya berkata, inilah puasa panjang syahwatku. Kekuatan ada pada menahan. Dan rasa nikmat itu terasa, diwaktu berbuka yang penuh kejutan. 

Coba saja, kalau Allah yang menghalalkan. Setitis cicipan surga, kan menjadi sadaqah berpahala.



TAMAT

Aku Mencintai Isterimu, Mas (Bagian 26)

Aku Mencintai Istrimu, Mas
Part 26



Sudah satu jam Faiz didalam ruang operasi, sedang di luar Aisyah duduk seorang diri dengan kecemasan terhebat. Tak ada satupun yang keluar dari ruangan, yang dari luar masih tampak menyala lampu pertanda operasi.

Aisyah duduk tak tenang, pandangannya tak menentu. Kadang melirik ponsel, detik berikutnya menelisik ke dalam ruangan melalui kaca buram. Padahal sudah pasti tak terlihat apapun melainkan pantulan wajahnya sendiri.

Aisyah benar-benar khawatir.

Setengah jam berikutnya berlalu, derit pintu berkaca buram itu membuat Aisyah terhenyak. Buru-buru ia bangkit untuk menanti informasi dari dokter atau siapa saja.

"Maaf, Adik ini keluarga dari pasien Faiz Alfarisy?".

"Iya benar, Pak...".

"Alhamdulillah operasi sudah selesai Dik, tapi pasien masih dalam masa kritis. Mohon doanya, agar pasien bisa sadar dalam 24 jam ke depan...".

Sambil mengangguk, Aisyah menghela napas berat. Dadanya kembali terasa sesak. Doa yang sedari tadi tak henti ia langitkan, dengan maksud agar sang calon imam bisa sadarkan diri, kini terasa bagai mengambang di langit. Tak sampai pada Sang Penguasa Kehidupan.

Aisyah kembali terduduk lemas di atas kursi tunggu. Tak ada tempat menumpahkan segala kesedihan, sang ayah pun setengah jam lalu, ijin pulang untuk mengurusi jenazah mami.

Seharusnya saat ini Makcik beserta sepupunya sudah di rumah sakit menemani, tapi musibah menimpa dua saudaranya itu. Kendaraan yang mereka tumpangi ditahan pihak polisi saat razia. Tersebab surat menyurat motor yang mereka naiki tidak lengkap.

Beberapa menit berlalu, tampak dua orang perawat keluar dari ruang operasi sambil mendorong brangkar. Jantung gadis itu berdentum tak karuan. Ia kembali memandang wajah itu, wajah yang teramat ia jaga untuk tak dirindui.

'Akankah kita bisa bersama, Mas?'.

Dengan lembut ia menyeka sebulir bening yang menyembul di sudut mata. Diiringi langkah yang terasa amat goyah, ia barengi brangkar itu hingga berhenti di ruang ICU.

Setelah mendapatkan bed khusus. Perawat kembali menyambungkan berbagai alat ke tubuh Faiz. Aisyah tak kuasa menahan perih yang menghujam dada bertubi-tubi. Dengan jarak beberapa meter, ia berdiri kaku di dekat tirai.

Ingin mendekat, tapi ingat akannya batasan haram yang tidak boleh ia abaikan. Aisyah memilih bergeming. Menatap sesekali , selebihnya menunduk.

"Bertahan Mas, saya disini. Menunggu...".

***

Menjelang ashar, Aisyah meninggalkan Faiz untuk melaksanakan shalat fardhu di mushalla. Dengan khusuk gadis itu menengadahkan tangan memanjat doa, agar Allah memberi kesempatan hidup dan memberi keberkahan umur pada calon imamnya. 

Ia juga melangitkan doa terbaik untuk wanita yang pernah dan akan menjadi ibu mertuanya kembali. Doa agar selamat iman, Husnul Khatimah, mendapat pengampunan dan tempat terbaik disisi Allah.

Usai shalat, Aisyah tidak berlama-lama di mushalla. Sebab Faiz seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi.

Begitu terhenyak saat ia mendapati Nindi dan ayahnya berdiri di pintu masuk ICU.

"Mbak?".

Nindy menoleh, segera ia merentangkan tangannya, menyambut Aisyah.

"Aisyah ....".

"Yang sabar, Mbak. Dunia hanya singgahan, di sanalah tempat kita kembali. Hanya masalah waktu yang menjadi rahasia Allah."

"Iya, Syah. Makasih ya. Semoga Mas Faiz bisa segera sadar. Mbak kasihan sama kamu."

Aisyah bergeming sejenak, mengusap air mata dengan punggung tangan.

"In Syaa Allah Mbak, kita harus yakin. Bukankah Allah sesuai prasangka hamba-Nya?"

Nindy mengangguk. Tak lama, kedua netra Aisyah membelalak. Lelaki yang dahulu pernah begitu ia cintai muncul di ujung koridor bersama seorang wanita.

"Mas Bara?".

Nindy segera berpaling ke belakang.

Suasana terasa canggung, terlebih saat Bara dan istrinya sudah bergabung bersama mereka.

"Selamat atas pernikahannya, Mas," ucap Aisyah lirih.

"Terima kasih Aisyah. Ini Siska..", kenal Bara pada Aisyah.

"Aisyah."

"Siska."

"Harusnya bukan begini pertemuan kita ya, Mas?".

Nindy kembali berduka.

"Semua sudah musibah, Dik. Kita semua harus ikhlas. Biar Mami pun tenang disana."

"Mami sudah dikebumikan?". Aisyah bertanya pada mereka semua.

Sesak kembali memenuhi dada, teringat Faiz yang belum sadar dan tidak sempat melihat jenazah sang ibu untuk terakhir kalinya. Bagaimana jika nanti lelaki itu sadar, dan Faiz tak bisa menerima semua ini?.

Semua terdiam.

"Kenapa nggak nunggu Mas Faiz sadar, Pak?".

"Sudah lepas ashar Aisyah, kita tak mungkin menunggu lebih lama."

Ayah Aisyah menimpali. Nindy berusaha menenangkan Aisyah dengan pelukan.

"Ini yang terbaik melihat kondisi Mami, Aisyah ....".

"Ya Allah, kasihan Mas Faiz. Pasti dia akan sangat sedih karena tidak sempat melihat jenazah Mami terakhir kalinya ...."

Air mata Aisyah kembali berderai.

"Faiz pasti akan mengerti Aisyah."

Sang ayah mencoba ikut menenangkan anaknya.

Hari itu menjadi hari kedukaan buat mereka. Rencana menggelar bahagia, justru musibah yang menimpa. Namun, tak ada sesuatu yang terjadi, melainkan Allah selipkan hikmah dibalik semua itu.

Aisyah tetap sabar dan yakin bahwa Allah Maha Penolong, Allah Maha penyayang. Dengan meluaskan sabar, Aisyah percaya Allah akan memberi jalan keluar terbaik.

***

Tak sekalipun gadis itu mendekat, ia tetap memandang rindu dari kejauhan. Sudah lewat dua puluh empat jam seperti yang diisyaratkan oleh dokter, namun Faiz belum juga sadarkan diri.

"Sudah Aisyah, kamu pulang saja. Biar Mbak sama Mas Bara yang menunggu".

Nindy memberi solusi, melihat Aisyah yang tampak lemah bahkan tak sanggup lagi untuk berjalan.

"Nggak papa Mbak, Aisyah mau disini aja. Kalau gitu makanlah, dari siang Mbak lihat makanmu sedikit sekali."

Nindy menyodorkan nasi bungkus ke arah Aisyah. Dengan air mata mengalir, gadis itu meraih untuk kemudian menundukkan wajah. Menutupi kedukaan dan rasa cemasnya.

Bagaimana jika Faiz tak juga siuman? 

Haruskah ia terus menanti sambil menatap dari kejauhan? Sedang dirinya ingin sekali bisa merawat pemuda itu? 

Pertanyaan tersebut sedari tadi terus memenuhi kepalanya.

Ia ambil sesuap nasi, lalu memasukkan ke dalam mulut dengan terpaksa.

Tiba-tiba, dua orang perawat berlarian ke arah bed dimana Faiz di rawat. Bara yang hendak masuk, segera memberi tahu yang lain.

"Tolong menunggu diluar ya, Pak."

Suster mencegah keluarga masuk berbarengan. Hanya Bara yang ikut mendampingi di dalam. Sedang yang lain menunggu di luar dengan perasaan tak menentu.

Tak lama, Bara kembali keluar dengan rona wajah lega.

"Faiz udah sadar..".

"Alhamdulillah."

"Kamu masuk Nin, nggak boleh ramai-ramai"

Nindy segera meluncur ke dalam bersama suaminya.

Aisyah merasa jantungnya tak karuan, bahagia, lega, seketika ia bersujud ke lantai memanjatkan syukur tak terhingga kepada Sang Pemilik Kehidupan.

"Terima kasih ya, Allah."

Aisyah tak tahu seperti apa menggambarkan bahagia yang kini ia rasa. Ternyata benar, setelah hujan badai, ada pelangi indah yang membuat mata takjub. Bahkan saat kita melihat hamparan padang sahara yang seolah memanjang tanpa batas, agar kita ketahuilah bersama bahwa di balik kejauhan itu terdapat kebun yang rimbun penuh hijau dedaunan. 

Wahai manusia, kita harus yakin, setelah lapar ada kenyang, setelah haus ada kepuasan, setelah bergadang ada tidur pulas, dan setelah sakit ada kesembuhan. Setiap yang hilang pasti ketemu. Sebagaimana dalam kesesatan akan datang petunjuk, juga dalam kesulitan ada kemudahan. Dan sudah pasti, setiap kegelapan akan terang benderang.

Maka dari itu, jangan pernah merasa terhimpit sejengkalpun. Karena setiap keadaan pasti berubah. Dan sebaik-baiknya ibadah adalah menanti kemudahan dengan sabar.

***

"Mami mana, Mbak?" 

Pertanyaan Faiz menyayat hati siapa saja yang mendengar. Termasuk salah satu suster yang sedang memeriksa keadaan pemuda itu. Dengan segera wanita itu pergi, membiarkan keluarga besar memberitahu kabar kematian ibu mereka.

"Mami baik, Mas."

"Bawa saya ketemu Mami, Mbak."

"Iya, Mas. Nanti Nindy bawa."

"Ada apa, Ndy? Katakan yang sesungguhnya sama Mas?".

Sejenak suasana hening, air mata Nindy menjadi jawaban buat Faiz. Denyut jantungnya melemah.

"Mami nggak papa 'kan Ndy?"

Nindy semakin terisak.

"Yang sabar Iz, Mami udah nggak ada", jawab Bara mencoba menenangkan Faiz.

"Innalillahi wainnailaihi rajiun ... Ya Allah, Mami...".

Hancur perasaan Faiz mendengar kabar duka tersebut. Betapa terkenang detik-detik kepergian mereka ke rumah Aisyah, dimana mami masih saja memberi nasihat padanya. Agar ia menjaga Aisyah, mencintai dan melindungi Aisyah sepanjang umur. 

Faiz terhenyak saat mendapati kata-kata perpisahan yang tak ditangkap oleh dirinya saat itu. 'Nanti Mami akan pergi, Iz. Berjanjilah untuk selalu bertanggung jawab pada pernikahanmu. Jangan pernah sakiti Aisyah. Jika Mami gak ada, maka nggak ada lagi yang bakalan ngingatin kamu, kecuali dirimu sendiri, Iz.'

"Ya Allah, Mi, Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa Mami, dan menempatkan Mami di syurga-Nya." Faiz berucap seraya merahup wajah

"Aisyah mana, Ndy?"

"Ada diluar...".

Tanpa diperintah, Nindy segera berjalan keluar untuk memanggil. Istri Bara dan suami Nindy begantian keluar ruangan.

Faiz masih menanti kedatangan gadis yang menjadi alasan kuat untuknya terus memohon agar terus hidup.

Aisyah kini ada di hadapan. Haru syukur menyeruak memenuhi dada. Netra pemuda itu kini tampak berkaca-kaca, hal yang sama pun dialami oleh gadis itu. Pandangan itu bertemu sejenak. Sebelum akhirnya sang gadis menundukkan wajah.

"Aisyah ....".

"Alhamdulillah Mas sudah sadar," ucapnya sambil terisak.

"Mami Mas--" diangkatnya wajah sambil menatap sekilas, sungguh Aisyah tak kuasa menatap bola mata itu. Akan ada rindu yang membarengi walau pandangan hanya bertemu sekejap kedipan mata. Dan Aisyah sangat menjaga hal itu. Ia ingin merindui Faiz dengan halal.

"Mas yang sabar, ya?"

Faiz mengangguk lalu mengalihkan pandangan menatap Pak Rahman. Tak ada cara untuknya selain menghalalkan gadis itu.

"Ijinkan saya menikahi Aisyah, Pak."

Semua terhenyak, tak terkecuali Aisyah. Tak percaya sekaligus teramat bahagia.

"Apa Nak Faiz yakin sekarang waktunya?"

Aisyah masih mengatur degup di dadanya, diam-diam dia melangitkan doa pada Rabbnya. 

'Teguhkanlah pendiriannya ya Allah.'

"In Syaa Allah, saya yakin, Pak. Ini juga yang Mami inginkan. Agar saya tidak lagi menunda. Saya ingin melalui semua ini bersama Aisyah sebagi kekasih halal saya."

"Alhamdulillah ...."

Dengan mahar berupa cincin emas seberat sembilan gram yang diniatkan Faiz sebagai cincin tunangan, pemuda itu menikahi Aisyah hari itu juga.

"Saya nikahkan anak saya Siti Aisyah binti Abdurrahman dengan mas kawin cincin seberat sembilan gram dibayar tunai."

"Saya terima nikahnya Siti Aisyah binti Abdurrahman dengan mas kawin cincin seberat sembilan gram dibayar tunai."

"Sah."

"Sah."

"Sah."

"Alhamdulillah."



BERSAMBUNG

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...