Hari
ini adalah hari jum’at tanggal 5 bulan Pebruari di tahun 2016, mata ini tertuju
pada sebuah peristiwa. Pastinya peristiwa ini adalah suatu kewajiban bagi
laki-laki muslim. Tidak salah lagi yaitu shalat Jum’at. Memang hari jum’at itu
adalah rajanya hari, karena didalamnya terdapat banyak sekali fadilah-fadilah
atau keutamaan-keutamaan. Namun pada kesempatan sekarang ini tidak akan
membahas tentang hari Jum’at dan kemuliaannya, tapi mata ini tertuju pada
sebuah peristiwa yaitu khutbah Jum’at.
Telinga
ini begitu menyaksikan dan mendengarkan, pembahasan khutbah Jum’at yang
dibawakan oleh Ustadz Yunus yang juga merupakan guru saya. Tersebutlah bahwa
manusia ini adalah memang benar-benar dalam kerugian. Rugi jika manusia bukan
menjadi orang yang beriman, tidak beramal shaleh atau tidak saling menasihati.
Terkadang
kita kurang menerima ketika ada seseorang yang memberikan nasihat kepada diri
kita. Banyak alasan yang membuat seperti itu, ada yang merasa bahwa dirinya lebih
pintar, merasa dirinya lebih dewasa, merasa dirinya lebih tua, merasa dirinya
lebih kaya, merasa dirinya adalah orang penting dan yang lainnya. Padahal ketika
seseorang dapat menerima nasihat dari orang lain, disanalah bukti bahwa dia
adalah orang yang beriman dan pastinya orang yang beriman adalah orang yang
mengerjakan amal shalih. Selanjutnya bererti menjadi orang yang tak merugi.
Nasihat
dari orang yang lebih tinggi ilmunya pastinya itu akan sangat bermanfaat untuk
kehidupan kita agar menjadi lebih baik. Seperti salah satu pesan khutbah bahwa
setelah selesai melaksanakan shalat Jum’at kita diajarkan agar membaca
Surat-surat mutasabihat yakni surat Al-Fatihah, Surat Al-Ikhlash, surat
Al-Falaq dan Surat Annas seanyak tujuh kali. Memang ini adalah hal yang bisa
membuat malas. Terlebih ketika mendengarkan khutbah ngantuk bahkan tertidur,
membuat malas ketika hemdak menjalankan shalat Jum’at, ditambah selesai shalat
membaca surat-surat tersebut, itu bisa membuat rasa malas. Memang itulah kemauan
syaitan yang terkutuk.
Selanjutnya
bagi kita selaku manusia yang banyak salah dan dosa sudah selayaknya banyak
mendengarkan nasihat-nasihat atau pepatah-pepatah yang menuntun jalan menuju ke
syurga. Walaupun pastinya akan banyak aral dan rintangan ketika kita akan
diberikan masukan oleh orang lain, itulah tipudaya syaitan. Nasihat terbaik
adalah nasihatnya Al-qur’an dan Al-Hadist, banyak cara untuk mempelajarinya,
tinggal kemauan kita saja untuk menjalankannya. Apalagi di zaman modern dan globalisasi
seperti sekarang ini, akan sangat mudah untuk mendapatkan sebuah informasi dan
pengetahuan.
Semoga
kita semua menjadi orang yang beruntung di dunia dan di akhirat kelak. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar