Senin, 13 Maret 2017

Menelitik Waktu, Memahami Zaman

Di zaman yang modern seperti sekarang ini, hidup harus lebih berhati-hati dalam berbuat. Setan seakan lebih banyak cara untuk menggoda manusia semakin kacau semakin jauh dari Alloh swt. Akibatnya akhlak dan perbuatan juga tingkah laku manusia semakin tak terkendali dalam arti semakin hari semakin liar dan seperti jauh dari agama, namun tidak semua, karena masih banyak juga yang mengagungkan keagungan Alloh swt, dan itulah mereka yang beriman dan bertaqwa.
Jika kita perhatikan dan kita pikirkan, memanglah dizaman sekarang ini sepertinya tengah terjadi degradasi moral, khususnya di daerah sekitar yang penulis lihat, entah untuk daerah lain apakah sama atau tidak. Melihat anak-anak dibawah umur banyak yang sudah berpacaran. Anehnya lagi mereka berpacaran seperti layaknya orang dewasa dan tidak ada rasa malu ketika berada di khalayak ramai. Jika zaman dulu, bertemu atau bermain dengan lawan jenis saja malu, atau ketika bermain dengan lawan jenis itu ada batasannya. Tapi sekarang ini ada diantara laki-laki dan perempuan seakan seperti mereka tidak ada pembatas atau muhrim dari satu dan yang lainnya. Ditegaskan lagi ini tidak semua, ada sebagian saja. Hal lainnya lagi, ketika zaman dulu berbuat jelek itu malu, bahkan sembunyi-sembunyi kalau sedang berbuat yang tidak patut. Namun sekarang ada diantaranya ketika berbuat yang tidak baik mereka malah bangga dengan perbuatan mereka, tidak malu dengan kesalahan mereka, karena diantaranya dilakukan bersama-sama, merasa banyak kawan. Tapi untuk melakukan hal yang positif mereka seakan malu seakan kuno untuk berbuat baik, salah satu contohnya saja mengaji atau belajar agama setelah shalat maghrib di majelis talim atau pesantren yang tidak mondok. Jika dulu anak samapai tingkatan SMA itu masih menjadi santri di tempat tinggalnya, tapi lihat sekarang, anak SD saja sudah tidak mau pergi ke majelis ilmu.
Mesjid pun seperti sepi dari jamaah, karena mungkin saja salah satunya adalah faktor malas. Lihat saja acara televisi menyuguhkan acara yang begitu seru di jam-jam waktunya shalat tiba. Saya tidak menyalahkan televisinya, tapi itu sebagai sarana bagi kita apakah kita bisa melawan rintangan itu atau tidak. Mereka para pemilik televisi mungkin saja punya misi, kenapa menayangkan acara unggulan di jam itu. Kita juga jangan kalah dan harus punya misi juga bahwa di jam itu kita harus memakmurkan mesjid. Masih ada jam untuk menonton televisi setelah kita pulang dari mesjid misalnya.
Ini hanyalah pemikiran pendek dari saya saja yang terlihat dan juga mengalami akan godaan yang bertubi-tubi dan bermacam-macam jenisnya.
Akhirnya, marilah semua kita berdoa agar kita semua menjadi manusia yang berakhlakul karimah dan terus mendapatkan hidayah serta pertolongan dari Alloh swt, aamiin.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...