Bernada keras tak selembut awan di dekat mentari begitu menawan. Berlari kencang tak serendah air pasang di samudera. Sungai tak lagi berjalan berhenti ditempat bukan berarti tenang. Kabut putih tak lagi menyatu bersama dedaunan. Suara mereka terliputi teriakan angin yang mengalir seperti air yang sepoi. Jantung masih memompa aliran darah merah hingga berjalanlah mereka mencari karunia. Kaki-kaki tak telanjang sudah tak jarang tak ditemui. Tangan-tangan merintih meminta dikasihani dari tangan mereka yang diatas. Mata menelisik tajam mencari cahaya berbayangan hitam bukan lainnya. Mata menoleh aliran cahaya menyinari segala alam semesta. Mentari pagi menari memainkan cahaya ditemani kicauan burung cantik nan merdu. Bukan burung yang terpenjara dengan limpahan makanan enak didalamnya. Yang dipaksa bernyanyi berteriak tersakiti. Yang bernyanyi karena makanan yang menyuruh bernyanyi. Berhenti selangkah berdiam berbaur dengan alam. Seketika senja menjadi gelap. Seketika bulan bintang menghadap menghiasi langit hitam namun cantik. Berharap Sang Pencipta tidak marah pada pendosa.
Rabu, 29 Maret 2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Besi dan Karat
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan di...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar