Kotretan Iyek Waktu adalah nafas yang tidak akan kembali. Sedetikpun waktu tidak akan bisa terulang lagi. Waktu tidak bisa dipercepat juga tidak bisa diperlambat.
Seorang hamba dapat dikatakan telah berpaling dari Alloh SWT apabila dirinya sudah banyak mengerjakan hal-hal yang tidak ada faedahnya atau tidak ada manfaatnya. Waktu dalam sehari semalam yang 24 jam dia isi dengan hal yang diluar ketentuan. Atau bahkan diisi dengan suatu kegiatan yang sama sekali tidak ada manfaatnya baik bagi urusan duniawi apalagi untuk urusan ukhrawi.
Merupakan sebuah kerugian bagi seorang hamba yang didalam hidupnya tidak memanfaatkan waktu dengan efektif dan efisien. Apalagi mengisi waktu dengan hal yang keluar dari tujuan hidup manusia yakni senantiasa beribadah kepada Alloh SWT. Beribadah dalam hal yang luas. Bukan hanya ibadah mahdah saja tapi juga ghairmahdahnya. Seperti halnya kita sedang bekerja untuk menafkahi keluarga itu juga ibadah. Namun jika itikad atau niat kita bukan untuk ibadah percumalah keringat yang kita keluarkan. Jadi sebelum kita mengerjakan segala hal ucapkan dengan nama Alloh SWT, niatkan segalanya karena Alloh SWT. Disanalah akan terjadi keniscayaan, dimana segala hajat kita dicukupi oleh Yang Maha Pemberi Rizki. Jadi awali dengan Basmalah dan akhiri dengan Hamdallah. Dan terus ingat juga tanamkan dalam hati bahwasannya tujuan hidup kita di dunia ini semata hanya untuk beribadah. Jangan sampai kita menyesal di hari akhir karena tidak menggunakan jatah usia kita dengan baik.
Usia kita terbatas oleh maut, untuk melanjutkan hidup sesungguhnya di akhirat kelak. Usia seseorang jika sudah menginjak 40 tahun disanalah ujian bagi seorang hamba dalam menjalani kehidupan. Jika di usia 40 tahun keatas masih saja hidup dalam belenggu kemaksiatan berarti dirinya benar ada dalam kerugian dan penyesalan. Barang siapa yang usianya sudah lebih dari 40 tahun namun kejahatannya masih lebih banyak daripada kebaikannya, maka bersiaplah dirinya untuk hidup di dalam api neraka, karena cocok baginya untuk menggodog segala kejahatannya. Jadi di usia empat puluh tahun, seharusnya seorang hamba itu memperbanyak amal ibadah. Mempersiapkan kehidupan akhirat. Namun bukan berarti orang berusia dibawahnya bisa santai begitu saja. Semua manusia beriman dan bertaqwa harus mempersiapkan diri untuk hidup sesungguhnya. Karena usia memang tidak ada yang tahu.
Selanjutnya marilah kita bersama memanfaatkan waktu dengan baik lagi. Kurangi hal yang kurang faedahnya atau manfaatnya, bersiaplah untuk akhirat. Namun perbanyaklah bekal untuk kelak kita hidup disana.
Tapi dengan catatan harus ada keseimbangan antara dunia dan akhirat. Wallahu alam.....
Minggu, 15 Oktober 2017
Manfaatkan Waktu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Besi dan Karat
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan di...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar