Kotretan Iyek Felix Siauw Official:
Memaknai Musibah
Pernah saya ditanya oleh ayah saya yang belum Muslim (mohon doa supaya lekas Muslim), "Lix, bagaimana cara membedakan mana ujian dan mana azab?", begitu suatu waktu
Musibah dalam bahasa arab adalah sesuatu yang menimpa, dan dalam Al-Qur'an semua musibah itu atas izin Allah. Artinya musibah itu bisa jadi kebaikan atau keburukan
Allah lanjutkan dalam QS 64:11 setelah penjelasan musibah itu atas izin-Nya, "Dan siapa yang beriman kepada Allah, Dia akan memberi petunjuk kepada qalbunya", begitu
Artinya satu musibah bisa saja sebagai sebuah ujian, untuk meninggikan derajat manusia, memberinya kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki yang dia mampu
Tapi satu musibah bisa jadi sebuah azab (hukuman), sebab Allah tidak menyukai kerusakan yang dia perbuat, sebagaimana yang Allah terangkan dalam QS 30: 41-42
Kembali ke pertanyaan, bagaimana membedakan musibah mana yang ujian dan yang mana yang azab? Ini yang memang sulit, karena ini keterkaitan dengan kebijaksanaan
Karenanya kita berdoa, semoga kita mampu kuat melewati ujian dan sadar saat dihukum, dan kemampuan membedakan mana ujian mana azab, jangan sampai kita merasa sudah baik
Bilapun harus membeda mana ujian mana azab. Saat kita taat dan mendapat musibah, itulah ujian. Saat kita maksiat dan diberi musibah, kemungkinan besar itu azab
Sikap paling pas adalah, senantiasa menyerahkan semua pada Allah, tawakal. Bahwa semua musibah adalah atas izin Allah, dan mengambil pelajaran serta introspeksi
Abaikan para pendukung penista agama yang berkata "Sudah punya pemimpin Muslim kok tetap musibah? Katanya sudah dicintai Allah?", mereka niat dan caranya sudah rusak
Kita meyakini keberkahan itu datang dari Allah, dengan cara taat pada perintah Allah seutuhnya. Mengenai hal teknis, kita akui pemimpin kita perlu banyak pembelajaran
Semoga Allah berikan kesabaran bagi mereka yang tertimpa musibah, dan bagi yang luang dilapangkan untuk membantu, semua kita introspeksi dan mengambil kebaikan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar