Senin, 25 September 2017

Istighfar

Kotretan Iyek Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Dimasa akhir hidupnya beliau bercerita;

Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;
Begitu tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.

Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba Marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya; "Kamu mau ngapain  disini, syaikh?."
(Penjelasan: Kata "syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan:
1⃣bisa untuk orang tua, 2⃣orang kaya ataupun 3⃣orang yg berilmu.
Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena marbot taunya sebagai orang tua)
Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.

Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.

Imam Ahmad menjawab,  "Saya ingin istirahat, saya musafir."
Kata marbot, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."

Imam Ahmad bercerita,
"Saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras masjid."

Ketika sudah berbaring di teras masjid Marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Mau ngapain lagi syaikh?"_ Kata marbot.
"Mau tidur, saya musafir"_ kata imam Ahmad.

Lalu marbot berkata;
"Di dalam masjid gak boleh, di teras masjid juga gak boleh."_ Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, _"saya didorong-dorong sampai jalanan."

Disamping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi.

Ketika imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil."

Kata imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).

Penjual roti ini punya perilaku khas, kalau imam Ahmad ngajak bicara, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil *(terus-menerus)* melafalkan *ISTIGHFAR.* _"Astaghfirullah"_

Saat memberi garam, _astaghfirullah_, memecah telur_astaghfirullah_ ,  mencampur gandum _astaghfirullah_ . Dia senantiasa mengucapkan _istighfar_.  Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.

Lalu imam Ahmad bertanya, _"sudah berapa lama kamu lakukan ini?"_

Orang itu menjawab;
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."

Imam Ahmad bertanya;
"Apa hasil dari perbuatanmu ini?"

Orang itu menjawab;
"(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat/keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. semua yg saya minta ya Allah...., langsung diwujudkan."

Rasulullah
صلى الله عليه وسلم
pernah bersabda;

"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."

Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yg belum Allah beri."

Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;
"Apa itu?"

Kata orang itu;
"Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad."

Seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, _"Allahu Akbar..!  *Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai didorong-dorong oleh marbot masjid - Sampai ke jalanan ternyata karena ISTIGHFARMU."*

Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yg didepannya adalah Imam Ahmad.

Ia pun langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad.

(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)

Wallohu a'lam

Saudaraku & Sahabatku tercinta..... Mulai detik ini - marilah senantiasa kita hiasi lisan kita dengan ISTIGHFAR - kapanpun dan di manapun kita berada.

Minggu, 24 September 2017

Ayat Motivasi

Kotretan Iyek Teringat waktu sekolah di tingkatan Tsanawiyah, pelajaran Qur'an Hadist dengan guru favorit Bu Ias Aslihah, suka ada beberapa materi yang harus menghapal beberapa ayat suci Al-Qur'an. Dan memang ketika kita pernah menghafal beberapa ayat, kita akan terus ingat walaupun kurang hafal lagi setelah beberapa tahun atau beberapa lama.
Berikut adalah 5 ayat motivasi, yang diantaranya pernah saya hafal ketika waktu tingkatan tsanawiyah.
1. Anda dapat berubah, jika Anda mau mengubah diri Anda:

*ِإِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ*  (11)

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).

2. Ada kebaikan di balik yang tidak kita sukai:

*وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ* (216)

"Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216).

3. Anda pasti sanggup:

*لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا* ۚ َ (286)

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286)

4. Ada kemudahan bersama kesulitan:     *فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (5) إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا* (6)
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

5. Takwa dan tawakallah:

ِ *وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا* (2) *وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا*  (3)

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

SemogaBermanfaat

Mentafakuri Kesalahan

kotretan Iyek Semakin kita mentafakuri apa yang Alloh SWT ketahui semuanya dari diri kita, maka semakin mudah diri ini mengeluarkan air mata. Menangis karena malu akan dosa - dosa yang kita perbuat. Sesembunyi apapun kita menutupi aib kita, menutupi kejelekan kita, menutupi dosa kita, itu semua tidak akan lolos dari pantauan Alloh SWT yang Maha Mengetahui lagi Maha Melihat. Sedikit saja kata hati yang tidak kita ucapkan dengan lisan, Alloh SWT sudah mengetahuinya. Niatnya kita saja untuk berbuat baik atau jahat, Alloh SWT sudah tahu dari awal apa yang diniatkan.
Jadi ketika kita sudah bisa mentafakuri keniscayaan bahwa Alloh SWT sang khalik yang pasti akan mengetahui semua hal tentang diri kita, niscaya kita akan mudah menangis, yakni menangisi segala kekhilafan kita, mudah bertaubat, yakni bertaubat atas segala dosa - dosa yang sudah diperbuat. Dan ketika kita sudah bisa seperti itu, semua ini merupakan suatu kenikmatan yang sungguh luar biasa. Karena tidak sedikit orang yang keras hatinya sudah menganggap bahwa dosa itu biasa saja. Na'udzubillahimindzalik....
Kita patut bersyukur masih ingat akan dosa, masih ingat akan hari akhir yang melalui berbagai tahapan kehidupan didunia, jika ketika hidup kita di dunia baik, niscaya kehidupan akhirat kita akan menuju syurgaNya, begitu sebaliknya jikalau kehidupan dunia kita kurang baik, niscaya tempat terendah yang diperoleh yakni neraka.
Selanjutnya semoga kita semua menjadi orang yang dapat bertafakur dan menjadi ahli taubat, aamiin...  

Sabtu, 23 September 2017

Banyak Harta Bukan Berarti Mulia, Sedikit Harta Bukan Berarti Hina

Kotretan Iyek Banyak dikalangan manusia merasa hina karena dirinya merasa miskin karena harta. Banyak diantara manusia merasa mulia karena dirinya banyak harta. Padahal banyak harta itu tidak menandakan seseorang dimuliakan ataupun sedikit harta bukan berarti dihinakan. Namun itu yang berkembang dimasyarakat, orang kaya selalu diutamakan dan dihormati, sedangkan orang miskin atau dengan kata lain sedikit hartanya hanya dipandang sebelah mata. Dan memang kebanyakan seperti itu, pandangan seseorang terhadap orang lain, mungkin karena dilihat oleh kacamata dinia, jadi yang nampak pun duniawi saja. Padahal orang yang mulia itu adalah orang yang bertaqwa dihadapan Alloh swt, dan memang benar saja taqwa itu akan membawa keselamatan seseorang di dunia dan di akhirat. Seseorang yang beriman dan bertaqwa ketika dia dinasibkan sebagai seorang hartawan, niscaya dia akan dermawan dan tidak sombong juga rendah hati. Dan jika dia dinasibkan untuk menjadi seorang miskin, niscaya dirinya akan tetap bersyukur atas segala yang dia peroleh, bahkan dirinya selalu sabar dalam menjalani hidupnya, karena dia yakin bahwasannya Alloh SWT lah yang menjamin kehidupannya juga keluarganya. Seorang kaya raya ketika dirinya adalah seorang yang bertaqwa maka dirinya senantiasa terus bersyukur dan bersyukur, takut jika ada tetangga yang tidak makan dihari itu, takut jika yang dia infaqkan kurang dari ukuran. Begitulah mereka yang bertaqwa.
Begitu juga Alloh akan meninggikan derajat seseorang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat, atau seseorang berilmu biasanya akan dihormati bahkan disegani oleh orang lain. Namun seseorang semakin berilmu atau banyak ilmunya semakin dirinya rendah hati, semakin dirinya merunduk seperti padi makin berisi makin merunduk. Sebaliknya seorang yang berpura-pura berilmu padahal masih kosong atau masih minim, dirinya merasa sombong seakan dirinya orang yang paling berilmu.
Akhirnya, bahwa rezeki yang kita dapat jadikanlah sebagai media untuk kita selalu bersyukur selalu menjadi alat untuk berbuat kebajikan dan kebaikan. Semoga bermanfaat.

Jumat, 22 September 2017

7 Langkah Mendapatkan Rezeki Tak Terduga

Kotretan Iyek Terkadang hidup ini terlalu terlupakan, bahwasannya hidup yang kekal itu seakan di dunia. Padahal hidup di dunia ini hanya sementara, hidup yang kekal itu adalah di akhirat. Namun tipu daya syetan begitu muluk dan begitu indah sehingga kita terjerumus akan kenikmatan bahkan kerakusan duniawi. Namun kita sebagai makhluk hidup membutuhkan keperluan duniawi untuk melanjutkan  hidup ini. Dan sesungguhnya Alloh SWT telah menjamin hidup kita, karena kita di dunia hidup sudah diberi rezeki oleh Alloh yang Maha Memberi Rezeki.
Begitu berlimpah rezeki yang kita dapatkan, sampai-sampai kita tidak akan bisa menghitungnya. Ada satu kekeliruan, bagi kita biasanya menganggap rezeki itu adalah uang atau harta, padahal bukan, yang termasuk kategori rezeki itu banyak, seperti kesehatan, kesenangan, ketentraman, anak, kenyamanan, harta, dan masih banyak lagi. Untuk mendapat kan rezeki, kita sebagai umat Islam sudah selayaknya berikhtiar. Dan berikut adalah  tujuh langkah dalam mendapatkan rezeki yang tak terduga, yaitu:
1. TK = Tilawah Konsisten
2. SD = Shalat Dhuha
3. SMP = Shalat Malam           Perpanjanglah
4. SMA = Senantiasa Menghafal Al Quran
5. S1 = Silaturahim
6. S2 = Shaum Sunnah
7. S3 = Sedekah Sebanyak-banyaknya Seikhlasnya.
Menggunakan singkatan agar ada keunikan dan biar cepat diingat.
Semoga bermanfaat

Jumat, 15 September 2017

Jurus Guru

Kotretan Iyek 11 Hal Yang Harus Dilakukan Untuk Menjadi Pendidik Hebat yaitu:

1. Ubah pola berfikir anda:  pembelajaran bukan tentang bagaimana guru mengajar tapi bagaimana siswa itu dapat belajar

2. Jangan hanya pelajari materi pembelajaran tetapi pelajari pula tingkah laku anak didik anda,   

3. Sampaikan tidak hanya dengan lisan tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi kepada Siswa

4. Tunjukkan kepada siswa pentingnya belajar dimanapun dan di kapanpun juga. (Belajar tidak hanya di Sekolah saja)

5. Pastikan anda sudah mengaktifkan potensi VAK (visual, auditori, kinestetik) ke semua siswa

6. “Hukum durasi 20-30 menit” (sesuai penelitian siswa hanya mampu bertahan konsentrasi 20-30 menit, maka variasikan kegiatan belajar mengajar anda setiap 20-30 menit)

7. Lakukan dialog bukan monolog,

8. Ajukan pertanyaan yg tepat kepada siswa
    
9. Tularkan emosi positif dan sikap optimis di depan siswa      

10. Bimbinglah anak belajar dengan cara belajar mereka sendiri. (Bukan anak tidak mau belajar tapi anak belum menemukan cara belajar yang sesuai untuknya)

11. Tampillah menarik di depan siswa. Tidak hanya dalam pakaian saja tetapi dengan menampilkan kepribadian yang menarik agar siswa tertarik dengan Pembelajaran yang anda sajikan.

------
Selamat menghebatkan diri Bapak/Ibu Guru

Tim Pengembangan Kurikulum Kemendikbud. (TPKK)

Senin, 04 September 2017

Subuh

Kotretan Iyek Sep..... Asep... Sep.... bangun.... cepetan Subuh..... udah siang. Itulah kata-kata yang terdengar ketika bangun tidur. Mata masih ngantuk, tubuh masih lemas dan ini dan itu dan bla bla bla.....
Padahal banyak sekali keutamaan dari shalat Subuh, selain memang suatu kewajiban, namun didalamnya terdapat banyak fadilah. Namun terkadang kita menyepelekannya, termasuk saya masih belum bisa istiqamah dalam melaksanakan shalat subuh dengan baik, dalam arti diawal waktu dan berjamaah.
Menurut Prof Dr Hamka:
" Jika ingin melihat Orang Islam...*
Datanglah ke Masjid pada Idul Fitri dan Idul Adha.
TETAPI
Jika ingin melihat Orang yang Beriman.
Datanglah ke Masjid waktu Subuh.
Itulah BEDA antara Orang Islam dengan Orang Beriman. "

SESUNGGUHNYA, SUBUH ITU HAKIKAT DIRI

1. Jika Subuhnya senantiasa dipelihara.
Tanda akan Selamat dari Neraka.
2. Jika Subuhnya tiada dia tinggal.
Allah melindunginya dari segala aral.
3. Jika Subuhnya didahului dengan Sunat.
Pasti Seluruh dunia beserta isinya,dia dapat.
4. Jika Subuhnya bergelap-gelap menuju Musholla.
Di kegelapan Akhirat dapatkan Cahaya.
5. Jika Subuh hingga awal Dhuha (IsyroQ) berwirid pula.
Mendapat Pahala Umrah dan Haji Sempurna.

NAMUN.....

1. Jika Subuhnya tiada dijaga.
Pada wajahnya tiada cahaya.

2. Jika Subuhnya sengaja terlupa.
_Tanda Imannya tiada bernyawa.

3. Jika Subuhnya terasa berat.
Tanda munafiQ sudah mendekat.
4. Jika Subuh tiada peduli.
Tanda Iman menghampiri mati.
5. Jika Subuhnya tiada berjama’ah.
Tanda hidupnya akan hilang barokah.
6. Jika Subuhnya tiada ke Masjid.
Tanda Imannya ada penyakit.
7. Jika Subuhnya selalu terlewat.
Tanda Imannya semakin cacat.
8. Jika Subuhnya diakhir waktu.
Tanda iman semakin kelabu.
9. Jika Subuhnya hari udah siang.
Tanda rezekinya udah hilang.
10. Jika di subuh masih mendengkur.
Tanda syaitan memeluknya dalam tidur.

*والله اعلم*

Rabu, 30 Agustus 2017

Hari Arafah

Kotretan Iyek Renungan kecil menjelang hari Arafah buat Kita sma,,.

Haji adalah Arafah…
Arafah adalah hari perenungan…
Sebuah perenungan tentang sang Khalik…
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan…

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar…

Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya…

Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang di atasnya…

Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah…
Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka…

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan…
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan amanah sebagai khalifah…
Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia…

Sedemikian dahsyatnya Mahsyar, sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan…
Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar…

Mereka adalah :
*pemimpin yang adil…*
*Para pemuda yang hatinya tertambat kepada masjid…*
*Manusia yang bersahabat karena Allah…*
*Manusia yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa diketahui tangan kirinya…*
*Manusia yang menolak perbuatan keji karena TAKUT akan Tuhannya…*
*Manusia yang tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya…*

Selamat menyambut hari Arafah dengan melaksanakan puasa…

Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita…
Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati…
Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita…
Mengganti tangisan kita dengan senyuman…
Luka derita dengan kebahagiaan… Kesempitan rezeki dengan kelapangan… Kesesatan dengan petunjuk…
Penyakit dengan kesembuhan…
Kesulitan dengan kemudahan…
Dan keputus-asaan dengan harapan..

Wallahu a'lam ...

Senin, 28 Agustus 2017

Pengingat Diri

Kotretan Iyek KH. Abdullah Gymnastiar. Marilah kita syukuri hidup kita di dunia hari ini. Hari yang telah lalu boleh jadi masih banyak hal-hal sia-sia bahkan kemaksiatan yang kita lakukan, semua itu bisa kita perbaiki dengan cara mengisi hari ini dengan amal sholeh. Pastikan setiap yang kita niatkan, yang kita ucapkan, dan yang kita lakukan bernilai ibadah di hadapan Alloh Swt. Tepis setiap celah syaitan yang menggoda kita untuk berbuat dosa. Sungguh kita tidak pernah tahu kapan ajal kita menjemput dan dalam keadaan seperti apa ajal kita datang. Kita jangan terpesona oleh godaan duniawi , kita jangan mementingkan keegoan kita , ria ujub , takabur ,mari saling mengingatkan antara teman,sahabat dan keluarga untuk saling mengingatkan , dunia cuma sebentar  kita singgah . Sehingga penting untuk kita mawas diri agar saat ajal datang kita sedang dalam keadaan baik, dalam keadaan beramal di jalan Alloh, inilah yang dinamakan husnul khotimah.

Sabtu, 26 Agustus 2017

Ceritaku 6 September Tujuh belas

Kotretan Iyek Perjalanan manusia itu ada masa lalu, sekarang dan masa depan. Waktu berjalan bersamaan dengan detak jantung kita yang berdendang. Waktu itu seakan tidak terasa, mungkin karena saking betahnya kita hidup di dunia ini. Begitupula denganku, tak terasa usiaku ini sudah akan menginjak diangka 29, sudah bukan usia anak-anak lagi, bahkan remaja pun sudah terlewati. Namun pemikiran ini masih saja ada kekanak-kanakan. Ketika melihat orang lain diluar sana, diusia sepertiku sekarang ini mereka sudah terlihat banyak yang sukses, baik dalam dunia pendidikan, perekonomian, prestasi dan lain sebagainya. Jika dikatakan iri ya memanglah diri ini merasa iri dengan mereka. Tapi diri ini sadar bahwa setiap manusia sudah diberi garis takdir masing-masing jadi tak perlu iri dengan orang sekitar kita.
Di usia seperti ini juga sudah banyak orang yang sudah berkeluarga bahkan sudah memiliki beberapa anak. Dengan pekerjaan yang baik dan tingkat kesejahteraan yang cukup.
Iya memang usia ini adalah usia peralihan untuk menjadi lebih dewasa lagi. Dan cita-cita diusia sekarang ini untuk meninggalkan masa lajang sudah harus direalisasikan. Karena memang masa penantian yang lama akhirnya sudah cukup. LPN begitulah dirinya seorang perempuan shalehah yang telah meruntuhkan dan meluluhkan dinding hati ini. Kubawa nama itu dalam istikharahku dan kuyakinkan nama itu untuk menjadi pendamping ku. Dan dialah jodohku yang selama ini kutunggu.
Pak Ustadz sang Guruku di PANGAMPIRAN menasihatiku sebelum akad di 6 September, Beliau berpesan janganlah menikah karena melihat orang disekitar yang seusia sudah menikah semua, tapi niatkan pernikahan ini adalah semata-mata hanya untuk ibadah dan mengikuti sunah Rasul. Dan kata-kata itu juga dibisikan ketika pada waktu akad yakni pas waktu akan ijab Qabul,,,, sep.... niatkan ibadah.....
Hati ini pun luluh sedih bercampur bahagia.
Kata-kata lain yang terngiang di otak dan juga sebagai motivasi diri ini untuk semakin memantapkan sunah Rasul ini adalah pesan WA dari sang Paman yakni Abi nya Viro yang mengucapkan selamat, dan dilanjutkan dengan kata-kata "selamat menjalnkan ibadah terpanjang waktunya". Subhanallah sungguh kata yang sangat memotivasi dan meyakinkan hati untuk terus melanjutkan sunah ini.
Namun sayang seribu sayang, cerita lainnya juga bercerita di kisah ini. Sang kakak tercinta di hari bahagia ku ini tak dapat menghadiri dan menyaksikan akad pernikahan ini, karena beliau sakit dan harus di rawat inap di Cirebon tempatnya... hanya video call yang kusaksikan beliau terbaring sakit dengan infus yang menempel ditangannya, seandainya waktu bahagiaku ini dapat diundur waktunya sampai beliau sembuh niscaya ingin ku undur waktunya agar kakaku sayang bisa menyaksikan hari bahagia ku ini. Namun waktu telah ditentukan dan tercatat di negara melalui KUA. Tapi aku yakin bahwasannya segala kejadian ini pasti ada hikmahnya. Alloh SWT mentakdirkan sakitnya kakaku sayang di hari bahagia ku pasti banyak hikmah yang terkandung didalamnya.
Dan dihari itu juga sore harinya kakakku sembuh dan diperbolehkan pulang juga dapat melihatku berbaju raja sehari walau sudah tak banyak keluarga yang menyaksikan. Haru biru di hari Rabu hari itu.....
Hal sedih lainnya juga adalah Almarhum bapa yang pastinya tidak dapat menyaksikan anaknya karena telah berbeda ruang dan waktu, namun kuyakin beliau melihat dan ada di sana menyaksikan anak bungsunya menikah.

Ini babak episode baru saya yang sekarang sudah menjadi Kita.....
Do'aku di selesai Shalatku adalah semoga keluargaku menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah dan mendapatkan keturunan yang shaleh dan shalehah aamiin.......

Nuhun Mih..... mugia Mimih sehat saterasna, panjang yuswana kalayan barokah oge mugia istiqamah Dina ajaran mantenna,,, nuhun do'a-do'a na sareng sadaya nasehatnya............

Lima Golongan Manusia Menurut Cak Nun

Kotretan Iyek 5 Golongan Manusia Menurut Emha Ainun Najib :

1.       Manusia Wajib artinya manusia yang dalam kehidupan sehari-harinya banyak memberikan manfaat bagi orang lain / masyarakat luas, keberadaannya dalam satu lingkungan dapat membuat orang  di sekitarnya merasa tenang, damai, dan memberi banyak ruang manfaat. Ketika dia tidak ada, lingkungan di sekitarnya merasa kehilangan dan begitu merindukannya. Manusia wajib memiliki ciri-ciri penyabar, taat beribadah, ramah tamah, segala gerak gerik dan perilakunya mencerminkan budi pekerti yang baik. Dalam hatinya akan merasa bahagia bila telah melakukan kebaikan, berprinsip banyak memberi dan mengharap ridho dari Allah SWT.

 

2.       Manusia Sunnah adalah manusia yang kehadirannya banyak memberikan manfaat bagi orang di sekitarnya, tetapi ketidakhadirannya tidak membuat masyarakat di sekitarnya merasa kehilangan dan merindukannya. Mungkin manusia sunnah ini dalam berbuat tidak dari lubuk hati yang dalam, tiada ketulusan dan keiklasan sehingga ketika ia pergi masyarakat di sekitarnya tak merasa kehilangan.

 

3.       Manusia Mubah adalah  manusia yang ada dan tidak ada keberadaannya, tidak memberian manfaat, pengaruh apa-apa tetapi juga tidak memberikan mudharat.

 

4.       Manusia Makruh adalah manusia yang kehadiran dan ketidakhadirannya tidak ada pengaruhnya bagi lingkungan masyarakat di sekitarnya, tidak banyak kontribusi yang berarti dalam hidupnya.

 

5.       Manusia Haram adalah manusia yang kehadirannya banyak memberikan mudharat/masalah ketimbang manfaat, kehadirannya membuat masyarakat di sekitarnya tidak tenang, merasa khawatir, dan ketidakhadirannya membuat orang mensyukurinya. Hal ini karena manusia haram memiliki sifat-sifat tercela, budi pekerti yg buruk, menipu, memfitnah banyak melanggar larangan Allah daripada melaksanakan perintah-Nya.

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...