Minggu, 20 Mei 2018

Sedekah Paling Utama

Kotretan Iyek Sedekah semuanya baik, namun antara satu dengan yang lain berbeda keutamaan dan nilainya, tergantung niat, kondisi orang yang bersedekah dan kepentingan proyek atau sasaran sedekah. Di antara sedekah yang utama menurut Islam adalah sbb:

1.  Sedekah Sirriyyah

Sedekah sirriyyah adalah sedekah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Sedekah ini sangat utama karena lebih mendekati ikhlas dan selamat dari sifat riya’. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Jika kamu Menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 271)

Perlu diketahui, bahwa yang utama untuk disembunyikan adalah pada sedekah kepada fakir dan miskin. Hal ini, karena ada banyak jenis sedekah yang mau tidak mau harus ditampakkan, seperti membangun masjid, membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, membekali pasukan jihad dan sebagainya.

Di antara hikmah menyembunyikan sedekah kepada fakir miskin adalah untuk menutupi aib saudara kita yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah dan bahwa dia orang yang tidak punya. Hal ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam berbuat ihsan kepada fakir-miskin. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammemuji sedekah sirriyyah, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk tujuh golongan yang dinaungi Allah Subhanahu wa Ta’ala nanti pada hari kiamat.

2.  Sedekah Dalam Kondisi Sehat

Bersedekah dalam kondisi sehat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan sulit diharapkan kesembuhannya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab:

« أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ ، تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى ، وَلاَ تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ قُلْتَ : لِفُلاَنٍ كَذَا ، وَلِفُلاَنٍ كَذَا ، وَقَدْ كَانَ لِفُلاَنٍ » .

Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda, sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu mengatakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3.  Sedekah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. Al Baqarah: 219)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنًى ، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ

Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Bukhari)

4. Sedekah dengan Kemampuan Maksimal

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ جُهْدُ الْمُقِلِّ وَ ابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ

Sedekah yang paling utama adalah sedekah maksimal orang yang tidak punya, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Abu Dawud dan Hakim, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1112)

Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah berkata, “Hendaknya seorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan secukupnya untuk dirinya karena khawatir terhadap fitnah fakir (kemiskinan). Sebab, boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan berinfak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Sedekah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari Abu Bakar yang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Beliau khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak utang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar utang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meskipun sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar dan itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum muhajirin.”

Oleh karena itu, para ulama mensyaratkan bolehnya bersedekah dengan semua harta apabila orang yang bersedekah kuat, mampu berusaha, bersabar, tidak berutang dan tidak ada orang yang wajib dinafkahi di sisinya. Ketika syarat-syarat ini tidak ada, maka bersedekah ketika itu adalah makruh.

5. Menafkahi anak-istri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ » .

Ada dinar yang kamu infakkan di jalan Allah, dinar yang kamu infakkan untuk memerdekakan budak dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin. Namun dinar yang kamu keluarkan untuk keluargamu (anak-isteri) lebih besar pahalanya.” (HR. Muslim)

6. Bersedekah Kepada Kerabat

Disebutkan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha’. Ketika turun ayat:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali Imran: 92)

Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan bahwa Bairuha’ diserahkan kepada Beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak Beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammenyarankan agar ia membagikan bairuha’ kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan membagikannya untuk kerabat dan keponakannya (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

اَلصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَ هِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ  :  صَدَقَةٌ وَ صِلَةٌ

Bersedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua (kebaikan); sedekah dan silaturrahim.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah dan Hakim, Shahihul Jami’ no. 3858)

Secara lebih khusus, setelah menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan adalah memberikan nafkah kepada dua kelompok:

A. Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Tetapi Dia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apa jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. (QS. Al Balad: 11-16)

B. Kerabat yang memendam permusuhan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ الصَّدَقَةُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الْكَاشِحِ

Sedekah yang paling utama adalah sedekah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad dan Thabrani dalam al-KabirShahihul Jami’ no. 1110)

7. Bersedekah Kepada Tetangga

Dalam suratAn Nisaa’ ayat 36 disebutkan perintah berbuat baik kepada tetangga, baik yang dekat maupun yang jauh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda kepada Abu Dzar:

« يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ » .

Wahai Abu Dzar! Jika kamu memasak sop, maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)

8. Bersedekah Untuk Jihad fii Sabilillah

9. Bersedekah Kepada Kawannya yang Berada di Jalan Allah

Kedua hal di atas (no. 8 dan 9) berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

« أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيَالِهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ عَلَى دَابَّتِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى أَصْحَابِهِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ »

Dinar yang paling utama adalah dinar yang dikeluarkan seseorang untuk menafkahi keluarganya, dinar yang dikeluarkan untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah dan dinar yang dikeluarkan kepada kawannya di jalan Allah.” (HR. Muslim)

مَنْ جَهَّزَ غَازِياً فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِياً فِى سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا

Barang siapa mempersiapkan (membekali) orang yang berperang, maka sungguh ia telah berperang. Barang siapa yang menanggung keluarga orang yang berperang, maka sungguh ia telah berperang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun ia sudah meninggal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Apabila cucu Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga; sedekah jariyah, ilmu yang dimanfa’atkan atau anak shalih yang mendo’akan (orang tua)nya.” (HR. Muslim)

Termasuk sedekah jariyah adalah waqf, pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih, menggali sumur, menanam pohon agar buahnya dapat dimanfaatkan banyak orang dan proyek-proyek lain yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Imam as-Suyuthiy membuatkan sya’ir menyebutkan hal-hal yang bermanfaat bagi seorang sesudah meninggalnya:

اِذَا مَاتَ ابْنُ ادَمَ يَجْرِي  عَلَيْهِ مِنْ فِعَالٍ غَيْرِ عَشْرٍ

عُلُوْمٍ بَثَّهَا وَدُعَاءِ نَجْلٍ  وَغَرْسِ النَّخْلِ وَالصَّدَقَاتُ تَجْرِي

وَرَاثَةِ مُصْحَفٍ وَرِبَاطِ ثَغْرٍ   وَحَفْرِ الْبِئْرِ أَوْ إِجْرَاءِ نَهْرٍ

وَبَيْتٍ لْلْغَرِيْبِ بَنَاهُ يَأْوِى    إلِيْهِ أَوْ بِنَاءِ مَحَلِّ ذِكْرٍ

“Apabila cucu Adam Adam meninggal, maka mengalirlah kepadanya sepuluh perkara;,
Ilmu yang disebarkannya, doa anak saleh, pohon kurma yang ditanamnya serta sedekahnya yang mengalir,
Mushaf yang diwariskan dan menjaga perbatasan,
Menggali sumur, mengalirkan sungai, rumah untuk musafir yang dibangunnya atau membangun tempat ibadah.”

Ditulis oleh Ustadz Marwan bin Musa
Maraji’: Buletin An Nur (Th X No. 470 tentang srdekah yang utama) dan diberi tambahan dari kitab-kitab yang lain

Read more https://konsultasisyariah.com/15174-sedekah-yang-paling-utama.html

Jumat, 18 Mei 2018

Sedikit-sedikit Makan

Kotretan Iyek Hari ini bertepatan dengan tanggal 2 Ramadhan, sudah sejauh mana kita meningkatkan peribadahan dengan melaksanakan amal-amalan yang sudah ditentukan. Memang benar bulan puasa itu merupakan bulan yang penuh berkah. Banyak bukti-bukti nyata dan terasa atas berkahnya bulan ramadhan ini. Contoh kecilnya saja, banyak pedagang musiman yang berjualan makanan ataupun yang lainnya dan itu semua laku. Pedagang yang sehari-harinya berdagang seperti itu, ketika datang bulan suci ini, dagangannya dipenuhin.
Makanan di rumah yang biasanya hanya makanan yang biasa saja, ketika datang bulan suci, banyak makanan yang tertata di meja, berhimpitan rapi di lemari pendingin, sirop pun banyak macam dan rasanya. Itulah bulan Ramadhan dengan segala keberkahan dan penuh ampunan.
Bicara soal makanan, biasanya kita ketika buka puasa, seakan nafsu meluap-luap ingin menghabiskan makanan yang sejauh pandang terlihat, ingin dilahapnya. Padahal itu kurang baik, karena perut yang sedang istirahat dari rutinitasnya, bila kita berbuka langsung memakan makanan berat dalam porsi banyak, maka perut kita akan merasa kaget dengan datangnya makanan yang banyak sekaligus.
Sebenarnya Nabi Muhammad SAW, telah mencontohkan bahwa makan itu sedikit saja. Seperti Nabi Muhammad SAW, makan itu sedikit, berbeda mungkin dengan Kita yang sedikit-sedikit makan, sedikit-sedikit makan. Yang lainnya juga, Nabi Muhammad SAW, tidur itu sedikit, berbeda dengan kita, sedikit-sedikit kita bobo, sedikit-sedikit bobo jadi saja bobonya banyak.
Semoga kita semua dapat menjalabkab ibadah puasa tahun ini lebih banyak dan lebih baik lagi, aamiin

Pintu Surga Ar Rayyan

Kotretan Iyek Ar Rayyan secara bahasa berarti puas, segar dan tidak haus. Ar Rayyan ini adalah salah satu pintu di surga dari delapan pintu yang ada yang disediakan khusus bagi orang yang berpuasa.

Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan“. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152).

Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Al Fath menyebutkan, “Ar Rayyandengan menfathahkan huruf ro’ dan mentasydid ya’, mengikuti wazan fi’il (kata kerja) dari kata ‘ar riyy‘ yang maksudnya adalah nama salah satu pintu di surga yang hanya dikhususkan untuk orang yang berpuasa memasukinya. Dari sisi lafazh dan makna ada kaitannya. Karena kata ar rayyan adalah turunan dari kata ar riyy yang artinya bersesuaian dengan keadaan orang yang berpuasa. Orang yang berpuasa kelak akan memasuki pintu tersebut dan tidak pernah merasakan haus lagi.” (Fathul Bari, 4: 131).

Ibnu Hajar menyebutkan bahwa dalam lafazh hadits lainnya disebutkan bahwa di surga itu ada delapan buah pintu. Salah satu pintu dinamakan Ar Rayyan. Pintu tersebut tidaklah dimasuki selain orang yang berpuasa (lihat Fathul Bari, 4: 132). Hadits yang dimaksud adalah,

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ – رضى الله عنه – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « فِى الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ ، فِيهَا بَابٌ يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ »

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Surga memiliki delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang dinamakan pintu Ar Rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa” (HR. Bukhari no. 3257).

Hadits di atas juga menunjukkan al jaza’ min jinsil ‘amal, yaitu balasan dari Allah sesuai dengan jenis amalan. Dan juga menandakan bahwa siapa saja yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diganti dengan yang lebih baik, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً اتِّقَاءَ اللَّهِ جَلَّ وَعَزَّ إِلاَّ أَعْطَاكَ اللَّهُ خَيْراً مِنْهُ

Jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘azza wa jalla, maka Allah akan mengganti padamu dengan yang lebih baik” (HR. Ahmad 5: 78, sanad hadits ini shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).

Karena orang yang berpuasa itu meninggalkan syahwat hubungan intim, makan dan minum semuanya karena Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana disebutkan dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman,

يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِى

Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku” (HR. Bukhari no. 7492 dan Muslim no. 1151).

Karena ia meninggalkan kenikmatan-kenikmatan ini karena Allah, maka Dia akan mengganti dengan yang lebih baik. Bahkan amalan puasa ini dikhususkan untuk Allah, Dialah yang nanti akan membalasnya. Dalam hadits qudsi disebutkan,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ ، إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

Setiap amalan manusia adalah untuknya. Kecuali amalan puasa itu untuk Allah dan Dia yang nanti akan membalasnya” (HR. Bukhari no. 5927 dan Muslim no. 1151).

Mengenai hadits balasan pintu Ar Rayyan di atas mengandung pelajaran tentang keutamaan puasa dan karomah bagi orang yang berpuasa. Demikian kata Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (8: 31).

Semoga Allah memudahkan kita untuk memasuki pintu tersebut dengan amalan puasa kita.

Kamis, 17 Mei 2018

Puasa Menurut Imam Al Ghazali, Kita Di Kelas Mana?

Kotretan Iyek Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi umat Islam. Dalam kitab Ihya Ulumiddin, Imam Ghazali mengungkapkan ibadah puasa itu merupakan seperempat bagian dari iman. Artinya umat Islam yang tak berpuasa tanpa alasan yang jelas maka imannya berkurang seperempat.
Imam Ghazali juga mengkategorikan tingkat puasa umat Islam. Puasa itu ada tiga tingkatan yaitu shaumul umum (puasa kelas awam), shaumul khushus (puasa kelas istimewa), dan shaumul khushusil khushus (puasa kelas sangat istimewa).

1. Shaumul umum (puasa kelas awam). 
Puasa kelas awam artinya puasa cuma menahan lapar, haus dan syahwat, menjaga mulut dan alat kelamin dari hal-hal yang membatalkan puasa. Nabi Muhammad SAW memberikan nasihat, "Berapa banyak umatku yang berpuasa cuma menahan lapar dan haus, mereka tak akan mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT."

2. Shaumul khushus (puasa kelas istimewa).

Shaumul khushus, atau puasa kelas istimewa yaitu puasa yang menahan pendengaran yang tidak perlu didengar, penglihatan, lisan ini sumber hilangnya pahala puasa serta mengajak puasa tangan, kaki dan segala anggota badan dari dosa dan maksiat. 

3. Shaumul khushusil khushus (puasa kelas sangat istimewa).

Shaumul khushusil khushus merupakan puasanya para nabi, shiddiqin, dan muqarrabin. Selain menahan haus,lapar dan syahwat serta anggota tubuh, puasa ini menahan hati dari keraguan mengenai hal-hal keakhiratan. Juga menahan pikiran untuk tidak memikirkan masalah dunia, serta menjaga diri dari berpikir selain Allah SWT.

Menurut Imam Ghazali, tingkatan tersebut diharapkan menjadi pendorong semangat diri untuk menjadi individu dengan kadar puasa yang berkualitas, seperti puasanya para nabi.

Minggu, 06 Mei 2018

Lima Tips Mendidik Anak Menjadi Pintar Dan Berprestasi

Kotretan Iyek Di sebuah pernikahan, siapa saja pasti menginginkan kehadiran anak untuk melengkapi kebahagiaan keluarga. Karena kehadiran seorang anak adalah harta yang tak ternilai harganya. Tak heran jika setiap orang tua ingin mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya terhadap buah hatinya. Anak adalah titipan dari Allah yang wajib kita sayangi, rawat, bimbing dan didik dengan baik agar menjadi anak yang shaleh dan salehah. Namun untuk mendidika anak agar berbakti kepada orang tua serta pintar dan cerdas, terkadang para orang tua kehabisan akal untuk mendidik anak-anak mereka, berikut ada tips mendidik anak agar cerdas dan pintar:
1.Jadilah contoh dan panutan yang baik terhadap anak. Karena anak mempunyai daya ingat yang sangat kuat dan gampang untuk meniru sesuatu yang ia lihat. Jadi berikanlah contoh-contoh yang baik kepada mereka agar mereka dapat menirunya, jangan lupa juga ajarkan dengan penuh kasih sayang jika ia belum bisa berbuat sesuatu yang ia ingik lakukan, contonya mengendarai sepeda dan lain-lain.

2.Biarkan ia berkreasi, dengan tidak mengekangnya dengan terlalu banyak berkata “Jangan”. Jika terlalu banyak melarangnya, justru akan membatasi kreativitas dan daya eksplorasi anak. Padahal usia anak-anak cenderung tertarik dengan banyak hal yang ada di sekelilingnya.

3.Tanamkan kedisplinan dan tanggung jawab. Disiplin merupakan salah satu kunci perkembangan anak saat mereka dewasa kelak. Mulailah dari hal-hal kecil seperti: membuang sampah pada tempatnya, merapikan kamar, tempat tidur, berangkat sekolah tepat waktu, membuat PR tanpa disuruh dan masih banyak lagi.

4.Ajarkan untuk berterimakasih dan tidak memanjakannya. Mengucapkan terima kasih saja memang hal yang sepele dan mudah dilakukan. Tapi, jika tidak dibiasakan sejak kecil, anak akan susah untuk melakukannya saat dewasa nanti. Selalu ingatkan dia agar selalu berterima kasih saat menerima sesuatu dari siapapun, dengan begitu anak juga diajarkan untuk menghargai dan sopan pada orang lain. Dengan demikian, mereka tidak akan tumbuh sebagai sosok yang angkuh dan egois. Jangan dimanjakan ajarkanlah untuk mendiri sejak dini.
5.Berikan asupan gizi dan nutrisi yang cukup. Tentunya kebutuhan gizi anak juga harus diperhatikan. Dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup, jadi kecerdasan dan perkembangan otak tidak hanya tergantung dari latihan atau didikan dari orang tua saja, tapi juga harus didukung dengan nutrisi dan asupan gizi makanan yang cukup dan baik. Semoga bermanfaat.

Minggu, 29 April 2018

Kumpulan Rumus Bangun Datar dan Bangun Ruang

Kotretan Iyek Berikut ini adalah kumpulan rumus untuk bangun datar dan bangun ruang.
A. Bangun Datar
a. Persegi
Bangun persegi memiliki 4 buah simetri putar dan 4 buah simetri lipat.
Rumus :

·         Keliling : 4 x s

·         Luas : s x s (s2)

S = sisi

   b.Persegi panjang

Bangun persegi  panjang memiliki 2 buah simetri putar dan 2 buah simetri lipat.

Rumus :

·         Keliling : 2 x (p+l)

·         Luas : p x l

P= panjang

L= lebar

   c.  Segitiga

1.      Segitiga sama kaki

Bangun segitiga sama kaki memiliki 1 buah simetri putar dan 1 buah simetri lipat.

2.      Segitiga sama sisi

Bangun segitiga sama sisi memiliki 3 buah simetri putar dan 3 buah simetri lipat.

3.      Segitiga siku-siku

Bangun segitiga siku-siku tidak memiliki simetri lipat dan memiliki 1 buah simetri putar.

4.      Segitiga sembarang

Bangun segitiga sembarang tidak memiliki simetri lipat dan memiliki 1 buah simetri putar.

Rumus :

·         Keliling : AB+BC+AC

·         Luas : ½  x a x t

a = alas

t= tinggi

  d.     Jajargenjang

Bangun jajargenjang memiliki 2 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri putar.

Rumus :

·         Keliling: AB+BC+CD+AD

·         Luas: a x t

a=alas

t=tinggi

  e.     Trapesium

1.      Trapesium  sembarang

Bangun trapesium sembarang memiliki  1 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri lipat.

2.      Trapesium sama kaki

Bangun trapesium sama kaki  memiliki 1 buah simetri putar dan 1 buah simetri lipat.

3.      Trapesium siku-siku

Bangun trapesium siku-siku memiliki 1 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri lipat.

Rumus :

·         Keliling : AB+BC+CD+DA

·         Luas: ½ x jumlah sisi sejajar x tinggi

   f.        Layang-layang

Bangun layang-layang memiliki 1 simetri putar dan 1 simetri lipat

Rumus:

·         Keliling: 2(AB+BC)

·         Luas: ½ x d1 x d2

d = diagonal

   g.     Belah ketupat

Bangun belah ketupat memiliki 2 buah simetri lipat dan 2 buah simetri putar.

Rumus :

·         Keliling : 4 x s

·         Luas: ½ x d1 x d2

d = diagonal

   B.    RUMUS BANGUN RUANG

    a.     Kubus

 Rumus:

·         Luas permukaan: 6 x s=6s2

·         Volume: s x s x s= s3

    b.     Balok

Rumus:

·         Luas permukaan: 2{(p x l)+(p x t)+(l x t)}

·         Volume: p x l x t

    c.      Limas

Rumus:

·         Luas permukaan: La + jumlah luas segitiga pada bidang tegak

·         Volume : 1/3 x La x t

La=luas alas

t= tinggi

    d.     Prisma

Rumus:

·         Luas permukaan : (2 x La)+(K x t)

·         Volume: La x t

La= luas alas

K= keliling alas

t= tinggi

   e.     Tabung

Rumus:

·         Luas permukaan: 2 π r (r+t)

·         Luas selimut: 2 π r t

·         Volume : π r2 t

π= 22/7 atu 3,14

r= jari-jari alas

t= tinggi tabung

   f.       Kerucut

Rumus:

·         Luas permukaan: π r (r+s)

·         Luas selimut: π r s

·         Volume: 1/3 π r2 t

r= jari-jari lingkaran alas

s= panjang garis pelukis kerucut

t= tinggi kerucut

   g.     Bola

Rumus :

·         Luas permukaan: 4 π r2

·         Volume: 4/3 π r3

r= jari-jari bola

Penarikan kesimpulan Matematika

Kotretan Iyek Masih ingat dengan istilah silogisme, tolens atau Ponem? Hanya untuk mengingat saja, mari bersama kita belajar kembali.

Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan dalam logika matematika ialah menarik sebuah kesimpulan dengan cara menelaah tiap premis atau pernyataan.

Ada 3 konsep penarikan kesimpulan dalam logika matematika :

Modus Ponen, Modus Tollens dan Sillogisme

1. Modus Ponen

Modus ponen ialah konsep penarikan kesimpulan yang dimana apabila "p →q" dan diketahui "p" maka dapat di tarik kesimpulan "q"

Contoh :

p →q : Jika hari ini hujan, maka tanah jadi basah

p       : hari ini hujan

kesimpulan :

q : tanah jadi basah

2, Modus Tollens

Modus tollens ialah konsep penarikan kesimpulan apabila ada pernyataan majemuk "p →q" dan diketahui "~q" maka dapat ditarik kesimpulan "~p"

Contoh :

p →q : Jika hari ini hujan, maka tanah jadi basah

~q     : tanah tidak basah

kesimpulan :

~p : hari ini tidak hujan.

3. Sillogisme

Silogisme adalah konsep penarikan kesimpulan apa bila ada pernyataan "p →q" dan di ketahui "q →r" maka dapat ditarik kesimpulan "p →r"

Contoh :

p →q :Jika hari ini hujan, maka tanah jadi basah

q →r : jika tanah jadi basah, maka tanaman jadi subur

kesimpulan :

p →r : jika hari ini hujan, maka tanaman jadi subur

Sabtu, 28 April 2018

Menaksir Bilangan Rasional

Kotretan Iyek
Menaksir operasi hitung adalah memperkirakan hasil operasi hitung.

Contoh:

Taksirlah hasil operasi hitung 1.650 + 73.150

Jawab:

1.650 dibulatkan menjadi 2.000

73.150 dibulatkan menjadi 73.000

Jadi, taksiran 1.650 + 72.150 adalah 2.000 + 73.000 = 75.000

Ada tiga macam cara menaksir hasil operasi hitung, yaitu taksiran atas, taksiran bawah, dan taksiran terbaik. Mari kita pelajari bersama-sama.

-

a. Taksiran Atas

Taksiran atas dilakukan dengan membulatkan ke atas bilangan-bilangan dalam operasi hitung.

Contoh:

Tentukan hasil dari operasi hitung 22 × 58.

Jawab:

Karena taksiran atas, maka setiap bilangan dibulatkan ke atas.

22 dibulatkan ke atas menjadi 30

58 dibulatkan ke atas menjadi 60

Jadi, taksiran 22 × 58 adalah 30 × 60 = 1.800

Coba diskusikan dengan kawan terdekatmu, mengapa disebut taksiran atas. Kemukakan jawaban kalian. Bandingkan dengan jawaban kawan-kawan yang lain.

-

b. Taksiran Bawah

Taksiran bawah dilakukan dengan membulatkan ke bawah bilangan-bilangan dalam operasi hitung.

Contoh:

Tentukan hasil taksiran bawah dari operasi hitung 22 × 58

Jawab:

Karena ini taksiran bawah, maka bilangan dibulatkan ke bawah.

22 dibulatkan ke bawah menjadi 20

58 dibulatkan ke bawah menjadi 50

Jadi, taksiran 22 × 58 adalah 20 × 50 = 1.000

Hayo, mengapa disebut taksiran bawah?

-

c. Taksiran Terbaik

Taksiran terbaik dilakukan dengan membulatkan bilangan-bilangan dalam operasi hitung menurut aturan pembulatan.

Contoh:

Tentukan hasil taksiran terbaik dari operasi hitung 22 × 58

Jawab:

22 menurut aturan pembulatan dibulatkan menjadi 20, 58 menurut aturan pembulatan dibulatkan menjadi 60. Jadi, taksiran 22 × 58 adalah 20 × 60 = 1.200

Pembulatan dalam penaksiran operasi hitung dapat dilakukan ke satuan, puluhan, ratusan terdekat (tidak ada ketentuan khusus).

-

A. Mari menaksir hasil operasi hitung dengan taksiran atas.

1. 46 × 12

2. 97 + 49

3. 98 – 41

4. 76 : 11

5. (28 × 10) : 24

6. 14 × 18 + 555

7. 17.844 : 990 – 15

-

B. Mari menaksir hasil operasi hitung dengan taksiran bawah.

1. 1.542 + 8.250

2. 814 : 21

3. 212 × 101

4. 1281 – 337

5. (28 : 10) × 101

6. 52 – 18 × 55

7. 17.844 : 990 – 10

C. Mari menaksir hasil operasi hitung dengan taksiran terbaik.

1. 34 × 28

2. 87 : 31

3. 55 × 46

4. (98 – 32) + 79

5. 1.255 : 95 + 9

6. 92 – 18 × 32

7. 18.955 : 911 – 10

-

F. Menaksir Harga Kumpulan Barang

Bilangan yang menyatakan nilai uang adalah bilangan bulat.

Mari mempelajari masalah yang berkaitan dengan uang, yaitu menaksir harga kumpulan barang.

Di koperasi sekolah dijual beragam barang kebutuhan sekolah seperti buku, pensil, bolpoin, dan penghapus. Daftar harga barang-barang di koperasi sekolah adalah sebagai berikut.

Buku gambar Rp1.675,00 Pensil Rp950,00

Buku tulis Rp1.450,00 Penghapus Rp675,00

Bolpoin Rp1.275,00 Rautan Rp750,00

Jika Abid ingin membeli 2 buku tulis, 1 bolpoin, dan 1 penghapus, kira-kira berapa banyaknya uang yang harus dimiliki Abid?

-

Dengan prinsip dasar pembulatan ke ratusan terdekat, dapat kalian peroleh pembulatan sebagai berikut.

Rp1.450,00 dibulatkan menjadi Rp1.500,00

Rp1.275,00 dibulatkan menjadi Rp1.300,00

Rp675,00 dibulatkan menjadi Rp700,00

Maka jumlah harganya adalah:

2 buku tulis 2 × Rp1.500,00 = Rp3.000,00

1 bolpoin 1 × Rp1.300,00 = Rp1.300,00

1 penghapus 1 × Rp700,00 = Rp 700,00

+

Jumlah = Rp5.000,00

Jadi, Abid harus memiliki uang kurang lebih Rp5.000,00.

Untuk melakukan penaksiran operasi hitung uang dalam satuan ribuan atau lebih, dapat dilakukan dengan pembulatan sampai ribuan terdekat.

-

Penggunaan kata kira-kira, kurang lebih, dan perkiraan dapat berarti melakukan penaksiran

Contoh:

Marbun dan ibunya membeli 3 baju, 1 kaos, dan 1 celana. Harga setiap baju, kaos, dan celana berturut-turut adalah Rp39.575,00, Rp15.750,00, dan Rp24.250,00. Berapa kira-kira Marbun dan ibunya harus membayar di kasir?

Jawab:

Taksiran harga dalam ribuan terdekat adalah sebagai berikut.

Harga baju: Rp39.575,00 ditaksir Rp40.000,00

Harga kaos: Rp15.750,00 ditaksir Rp16.000,00

Harga celana: Rp24.250,00 ditaksir Rp24.000,00

-

Marbun dan ibunya membeli 3 baju, 1 celana pendek, dan 1 celana panjang.

Taksiran harga 3 baju: 3 × Rp40.000,00 = Rp120.000,00

Taksiran harga 1 kaos: 1 × Rp16.000,00 = Rp16.000,00

Taksiran harga 1 celana: 1 × Rp24.000,00 = Rp24.000,00

Taksiran harga total adalah:

Rp120.000,00 + Rp16.000,00 + Rp24.000,00 = Rp160.000,00

Jadi, Marbun dan ibunya harus membayar kira-kira Rp160.000,00.

-

A.  Taksirlah jumlah nilai uang  ini dalam ribuan terdekat.

1. Rp1.750,00 + Rp1.250,00 + Rp950,00

2. Rp2.825,00 + Rp3.450,00 + Rp750,00

3. Rp4.275,00 + Rp3.150,00 + Rp1.250,00

4. Rp1.250,00 + Rp2.750,00 + Rp1.725,00

5. Rp5.000,00 + Rp3.650,00 + Rp1.725,00

-

B.  Taksirlah untuk penyelesaian masalah berikut.

1. Ema ikut ibu belanja ke pasar. Mereka membeli kue seharga Rp5.500,00, sayuran seharga Rp3.275,00, dan buah jeruk seharga Rp7.850,00. Berapakah kirakira uang yang dibelanjakan ibu?

2. Menik membeli 3 penjepit rambut yang harga setiap buahnya Rp725,00. Setelah itu, ia membeli 2 helai pita rambut dengan harga Rp1.250,00 setiap helai dan sebuah sisir seharga Rp975,00. Berapakah kurang lebih uang yang dibelikan Menik?

3. Marbun membeli 5 buah jeruk dan 4 buah apel. Jika harga setiap buah jeruk dan apel masing-masing adalah Rp725,00 dan Rp1.250,00, berapakah kirakira Marbun harus membayar?

4. Harga sepasang burung merpati Rp8.425,00 dan harga sepasang burung jalak adalah Rp9.775,00. Abid ingin membeli seekor merpati dan seekor jalak.

Berapa kira-kira harganya?

5. Abid membeli baju seharga Rp20.500,00 dan celana Rp15.250,00. Jika Abid membawa uang Rp50.000,00, berapa kira-kira kembaliannya

Bilangan Berpangkat

Kotretan Iyek Tahukah kamu, apakah bilangan berpangkat itu? Apa saja ya sifat-sifat bilangan berpangkat? Kita simak pembahasannya di bawah ini, yuk.

Bilangan yang memiliki pangkat di dalam matematika terdiri dari: bilangan dengan pangkat bulat positif (bilangan asli), pangkat bulat negatif, pangkat nol, pangkat rasional dan pangkat riil.Notasi pangkat digunakan untuk menuliskan hasil kali suatu bilangan berulang dalam bentuk yang lebih sederhana. Seperti misalnya, kita memiliki tiga faktor a yang sama, sehingga dapat menggunakan lambang a3 untuk menyatakan (a x a x a), dengan 3 dituliskan di sebelah kanan atas a yang dinamakan pangkat dari a dan menyatakan banyaknya faktor a yang terulang, dapat ditulis a3 = a x a x a

Bilangan berpangkat yang paling sering dibahas antara lain bilangan berpangkat positif, bilangan berpangkat negatif dan bilangan berpangkat nol. Agar lebih jelas, kita bahas satu per satu pengertian dan sifat-sifat dari ketiga bilangan berpangkat itu, yuk!

Bilangan Berpangkat Positif

Bilangan berpangkat positif merupakan bilangan yang mempunyai pangkat/eksponen positif. Bilangan berpangkat positif memiliki sifat-sifat tertentu, di mana terdiri dari a, b, bilangan real m, n, yang merupakan bilangan bulat positif. Sifat-sifat bilangan berpangkat positif sebagai berikut:

Selanjutnya, coba kerjakan contoh soaldengan menggunakan sifat-sifat bilangan berpangkat positif di bawah ini:

Sederhanakanlah bilangan berpangkat berikut ini!

Jawab:

 

Bilangan Berpangkat Negatif

Tidak semua bilangan berpangkat bernilai positif, beberapa pangkat adalah bilangan bulat negatif. Untuk bilangan berpangkat negatif berlaku sifat sebagai berikut:

Jika a ∈ R, a ≠ 0, dan n adalah bilangan bulat negatif, maka

 Contoh soal bilangan berpangkat negatif:

1. Nyatakan dengan pangkat positif bilangan berpangkat berikut ini 

Jawab:

2. Nyatakan dengan pangkat negatif bilangan berpangkat berikut ini 

 

Jawab:

 

3. Sederhanakanlah bilangan berpangkat berikut ini 

Jawab:

 

Bilangan Berpangkat Nol

Squad, selain bilangan berpangkat positif dan bilangan negatif, dalam matematika juga ada bilangan berpangkat nol. Sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa . Berdasarkan sifat pembagian bilangan berpangkat positif dapat diperoleh . Sehingga sifat untuk bilangan berpangkat nol adalah:

Jika a bilangan riil dan a tidak sama dengan 0, maka 

Supaya lebih jelas, coba kerjakan contoh soal bilangan berpangkat nol di bawah ini:

Sederhanakanlah bilagan berpangkat berikut:

Jawab:

 

Senin, 23 April 2018

Memaknai Musibah

Kotretan Iyek Felix Siauw Official:
Memaknai Musibah

Pernah saya ditanya oleh ayah saya yang belum Muslim (mohon doa supaya lekas Muslim), "Lix, bagaimana cara membedakan mana ujian dan mana azab?", begitu suatu waktu

Musibah dalam bahasa arab adalah sesuatu yang menimpa, dan dalam Al-Qur'an semua musibah itu atas izin Allah. Artinya musibah itu bisa jadi kebaikan atau keburukan

Allah lanjutkan dalam QS 64:11 setelah penjelasan musibah itu atas izin-Nya, "Dan siapa yang beriman kepada Allah, Dia akan memberi petunjuk kepada qalbunya", begitu

Artinya satu musibah bisa saja sebagai sebuah ujian, untuk meninggikan derajat manusia, memberinya kesempatan untuk introspeksi dan memperbaiki yang dia mampu

Tapi satu musibah bisa jadi sebuah azab (hukuman), sebab Allah tidak menyukai kerusakan yang dia perbuat, sebagaimana yang Allah terangkan dalam QS 30: 41-42

Kembali ke pertanyaan, bagaimana membedakan musibah mana yang ujian dan yang mana yang azab? Ini yang memang sulit, karena ini keterkaitan dengan kebijaksanaan

Karenanya kita berdoa, semoga kita mampu kuat melewati ujian dan sadar saat dihukum, dan kemampuan membedakan mana ujian mana azab, jangan sampai kita merasa sudah baik

Bilapun harus membeda mana ujian mana azab. Saat kita taat dan mendapat musibah, itulah ujian. Saat kita maksiat dan diberi musibah, kemungkinan besar itu azab

Sikap paling pas adalah, senantiasa menyerahkan semua pada Allah, tawakal. Bahwa semua musibah adalah atas izin Allah, dan mengambil pelajaran serta introspeksi

Abaikan para pendukung penista agama yang berkata "Sudah punya pemimpin Muslim kok tetap musibah? Katanya sudah dicintai Allah?", mereka niat dan caranya sudah rusak

Kita meyakini keberkahan itu datang dari Allah, dengan cara taat pada perintah Allah seutuhnya. Mengenai hal teknis, kita akui pemimpin kita perlu banyak pembelajaran

Semoga Allah berikan kesabaran bagi mereka yang tertimpa musibah, dan bagi yang luang dilapangkan untuk membantu, semua kita introspeksi dan mengambil kebaikan

Minggu, 22 April 2018

Membaca Al-Qur'an Menambah Waktu

Kotretan Iyek Membaca Al Quran tidak akan mengurangi waktumu. Justru sebaliknya, ia akan menambah waktumu

```Secara hitungan matematika dunia, membaca Al Quran tampak seakan-akan mengurangi waktu. Dari total 24 jam dalam sehari, seolah-olah berkurang sekian detik, sekian menit atau sekian jam jika digunakan untuk membaca Al Quran.```

_Tapi, tahukah kita bahwa waktu yang kamu gunakan untuk membaca Al Quran itu sebenarnya tidak hilang begitu saja.
Ia akan diganti oleh Allah dengan keberkahan yang berlipat ganda._

*Apa itu keberkahan?*

```Keberkahan artinya pertambahan dan pertumbuhan.
📊 Wujudnya bisa bermacam-macam.
Misalnya, pekerjaanmu beres, produktivitasmu meningkat, keuntunganmu bertambah, kesehatanmu terjaga dan seterusnya.```

_Itu adalah wujud keberkahan yang akan diperoleh oleh orang yang membaca Al Quran._

*Pernahkah anda mendengar tentang orang yang stress? Atau orang yang sedang kebingungan mencari inspirasi? Atau orang yang kesulitan menyelesaikan pekerjaannya? Atau orang yang waktunya habis sia-sia tanpa produktivitas?*

```Itu adalah bentuk-bentuk kehilangan umur yang disebabkan tidak berkahnya waktu.```

_Tahukah kita bahwa dahulu para ulama bisa menulis karya-karya agung yang jumlahnya melebihi bilangan umur mereka?
Padahal saat itu belum ada mesin ketik, apalagi komputer. Semuanya ditulis manual dengan tangan dan peralatan yang sangat sederhana, ditambah kondisi yang lebih sulit daripada kondisi sekarang._

*Mengapa mereka bisa? Jawabnya karena waktu mereka penuh berkah.*

```Dari mana keberkahan itu? Jawabnya dari membaca Al Quran.```

*Perhatikan kisah berikut: Ibrahim bin Abdul Wahid Al Maqdisi berwasiat kepada Al Dhiya Al Maqdisi sebelum yang terakhir pergi menuntu ilmu:*

☄```"Perbanyaklah membaca Al Quran. Jangan kamu tinggalkan. Karena kemudahan yang akan kamu peroleh dalam pencarianmu akan berbanding lurus dengan kadar yang kamu baca."```

_Al Dhiya mengatakan, "Lalu aku renungi hal itu dan aku praktekkan berkali-kali. Setiap kali aku membaca banyak, semakin mudah aku menghafal hadits dan menulisnya. Jika aku tidak membaca, tidak mudah aku melakukannya."_

Sumber: "Dzail Thabaqat al Hanabilah" karya Ibnu Rajab al Hambali.

*Jadi, jelaslah bahwa membaca Al Quran membawa keberkahan sehingga waktu yang kita miliki bisa lebih bermakna dengannya.*

👉``` Jangan kamu membaca Al Quran di waktu luangmu, tapi luangkanlah waktumu untuk membaca Al Quran.```

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...