Berbuat baik saja terus biarkan Alloh SWT yang menilai dan memberi pahala bagi kita semua.
Selasa, 25 Februari 2020
Jangan Ceritakan Tentang Diri
kotretaniyek Salah satu sahabat Nabi Muhammad Saw yang termasuk dalam Khulafaur Rasyidin adalah Sayidina Ali Bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah, banyak sekali pelajaran yang beliau ajarkan bagi umat Islam. Salah satu pelajaran yang terkenal adalah mengenai rahasia kebaikan diri sendiri. "Jangan bicarakan tentang dirimu, karena yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu" merupakan sebuah kalimat yang penuh makna. Jika di teliti lebih dalam maknanya sangat begitu mendalam dan penuh dengan motivasi juga inspirasi bagi setiap muslim. Kebaikan yang kita lakukan harusnya menjadi rahasia tidak perlu diketahui oleh orang lain. Karena jika kebaikan kita ingin semua orang mengetahuinya nanti jatuhnya menjadi riya' atau bisa jadi juga sum'ah.
Sabtu, 01 Februari 2020
Sehat
kotretaniyek Sehat adalah sebuah kata yang sederhana namun sangat berharga dibandingkan dengan harta atau benda apapun. Bagaimana tidak, sebanyak apapun harta yang dimiliki, jika kita tidak sehat pastinya tidak bisa menikmati harta itu. Kesehatan memang sangat didambakan oleh setiap orang. Seenak dan semahal apapun makanan jika tidak sehat, maka tak ada enak-enaknya makanan itu.
Namun yang namanya manusia, ketika diberi nikmat sehat, seperti terlupakan. Kurang bersyukur, makan seenaknya, pola tidur tidak di perhatikan, main diluar sesuka hati, dan yang terpenting rasa syukur terhadap Sang Khalik terabaikan.
Ketika sakit, hidup ini selalu berdampingan dengan obat, makan bubur, makan serba pahit dan lain sebagainya.
Namun sekarang ini ada sakit yang tidak tampak dari badan namun tertanam di jiwa manusia. Sakit pikiran akibat memikirkan sulitnya hidup ini, sakit pikiran akibat tidak bisa kuat menanggung beban berat dihidupnya dan lainnya.
Minggu, 05 Januari 2020
Membersihkan Hati Dari Noda Hitam
kotretaniyek Berikut hadist yang akan kita pelajari hari ini
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِى قَلْبِهِ فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ مِنْهَا قَلْبُهُ فَإِنْ عَادَ رَانَتْ حَتَّى يُغْلَقَ بِهَا قَلْبُهُ فَذَاكَ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِى كِتَابِهِ (كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ)
“Sesungguhnya apabila seorang mukmin melakukan sebuah dosa, maka akan ada noktah hitam dalam hatinya. Jika ia bertaubat, meninggalkan dosa tersebut, dan beristighfar memohon ampun kepada Allah, maka hatinya akan menjadi bersih dan cemerlang. Tetapi jika ia kembali melakukan dosa sebelum bertaubat, maka bertambah noktah hitam tersebut sampai menutupi hatinya, maka itulah Roin yang disebutkan dalam firman Allah,”Sekali-kali tidak, bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin : 14)(HR. Bukhori & Muslim)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:
1- Dari hadits di atas ada satu peringatan agar kita tidak menyepelekan sebuah dosa, karena sekecil apapun dosa yang kita lakukan akan memiliki pengaruh buruk bagi hati kita, yaitu bisa mengotori hati.
2- Dan apabila dibiarkan menumpuk terus menerus melakukan dosa dan tidak dibersihkan dengan taubat. Maka suatu saat akan menjadi roin yang akan menutupi hati. Sehingga hati menjadi kotor, merusak keindahan hati, dan cahaya ilmu serta iman tidak akan bisa menembus hati yang seperti ini.
3- Akibatnya : nasehat tidak berguna lagi, keta'atan tidak ada bekasnya, dan sudah tidak takut berbuat dosa lagi.
4- Tetapi di sisi lain Rosulullah ﷺ juga memberikan petunjuk kepada kita bagaimana dan apa yang kita lakukan jika kita telah berbuat dosa agar hati kita bersih dari noktah hitam yang merusak keindahan dan memadamkan cahaya iman dalam hati. Ada tiga petunjuk yang beliau sampaikan dalam hadits ini :
1. Bertaubat
Istighfar dan taubat sering disebut beriringan. Ketika istighfar dan taubat disebut secara beriringan dalam satu ayat atau satu hadits, maka istighfar lebih dimaksudkan pada permohonan ampun, sedangkan taubat lebih pada meninggalkan sebuah dosa dan tidak akan mengulanginya lagi.
2. Meninggalkan Dosa
Ampunan hanya akan diberikan terhadap orang yang memohon ampunan dan menghentikan perbuatan maksiat yang dilakukan.
3. Beristighfar memohon ampunan Allah
HasanBashri Rahimahullahberkata,
”Perbanyaklah istighfar di rumah, meja makan, jalanan, pasar, tempat berkumpul, dan di mana saja. Karena kalian tidak tahu kapan ampunan akan datang.” Wallahu a’lam.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:
1- Dan sesungguhnya hati mereka terhalang dari beriman kepada Al-Qur'an, tiada lain karena hati mereka telah dipenuhi dan tertutup oleh noda-noda dosa yang banyak mereka kerjakan
كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka. (Al-Muthaffifin:14)
2- Diantara sifat-sifat orang yang takwa
- وَالَّذِينَ إِذا فَعَلُوا فاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengumpuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedangkan mereka menyadari.[ Ali-Imron:135]
Kamis, 02 Januari 2020
Inspirasi Tampan Tailor
kotretaniyek Tulisan ini kukotret berdasarkan inspirasiku ketika sedang menonton film Tampan Tailor walaupun belum samapi selesai sampai akhir cerita. Film ini memang sudah tayang cukup lama, namun seperti biasa aku nonton menunggu momen. Ya waktu ini momen acara tv spesial tahun baru 2020. Memang banyak sekali acara tv yang menayangkan banyak film Indonesia yang berkualitas dari segi cerita ataupun dari segi pemerannya.
Kembali lagi kita bercerita kenapa tampan tailor. Di sana saya baper ketika melihat awal ceritanya, yaitu bercerita tentang seorang ayah dan anaknya yang terlihat kompak diantara mereka, namun kondisi dan keadaan yang tidak berpihak kepada mereka. Kesulitan demi kesulitan yang mereka temui dan hadapi, namun mereka tetap berjuang dan tanpa memperlihatkan kesedihan sedikitpun, mereka tetap bahagia dan ceria.
Ada banyak inspirasi yang berkumpul di otak ini, sedikit inspirasi ini saya curahkan dalam sebuah kotretan kecil. Inspirasi sebagai seorang ayah yang memiliki anak.
Iya anak, sebagai titipan Alloh SWT yang merupakan anugerah juga sebagai karunia terindah yang kumiliki. Namun otak ini bekerja dan berpikir apakah aku bisa menghidupi anak istriku dengan apa yang aku bisa dan apa yang aku pahami?
Memang semua makhluk yang ada di muka bumi ini pasti memiliki rezeki dan aku percaya itu. Namun, sebesar apa kita bisa berusaha untuk menjemput rezeki kita tersebut.
Terkadang mata ini meneteskan air mata hanya untuk sekedar memikirkan masa depan yang masih misteri.
Terkadang hati ini bersedih ketika melihat anak lain yang seusia anakku terlihat memiliki atau memakan sesuatu yang belum bisa aku beri kepada anakku. Kenapa mereka bisa seperti itu sedangkan aku tidak? Itu hanya pertanyaan yang sedikit besarnya mengurangi rasa syukurku akan hidup ini.
Dan aku masih dan harus juga tetap bersyukur kepada Alloh SWT atas segala nikmat dan karunia serta keberkahan yang aku terima.
Akhir kotretanku, tidak semua aku curahkan isi otak ku di sini, tapi aku simpan di hati ini.
Aku sayang kalian!
Minggu, 29 Desember 2019
Menjemput Impian
kotretaniyek Hari baru akan segera tiba di tahun yang baru yang hanya memiliki dua angka, yaitu 2 dan 0 iya tahun 2020. Walaupun sebenarnya tahun yang digunakan oleh umat muslim adalah Hijriyah, tapi di negara kita ini juga menggunakan tahun Masehi. Menggunakan momen ini bisa saja menjadi momen kita untuk merubah kehidupan agar lebih baik lagi dan menjemput asa yang lebih baik lagi.
Harapan memang keluar dari lubuk hati. Keinginan dan harapan memang seperti sebuah misteri yang harus kita hadapi. Banyak sekali harapan yang kita harapkan. Namun untuk menempuh harapan tersebut disana akan banyak pesaing yang bisa membuat mimpi kita purna. Disaat para pesaing kita sedang berusaha untuk mencapai cita-cita nya, kita disini hanya berbaring santai menghadapi cita-cita kita. Disana sudah terlihat bahawa ketika kita diam, itu artinya kita kalah dalam nilai ikhtiar yang memang harus di lakukan oleh kita sebagai muslim.
Ada sedikit kisah, ketika seorang penggembala membawa se ekor kuda, terus dia hendak akan melaksanakan shalat di masjid. Tapi ia tidak memberi tali di kuda tersebut. Sampai seseorang berkata dan menyuruh agar mengikat kuda nya terlebih dahulu agar tidak hilang atau kabur. Tapi dia malah bilang kutitipkan kuda ini pada Allah SWT.
Memang benar, segala yang ada di dunia ini milik Alah SWT, dan Allah SWT pula yang menjaganya. Tapi bukan berarti kita tidak berusaha. Dalam kisah ini kita seharusnya berusaha mengikat kuda dengan tali agar tidak kabur atau tidak hilang. Jika memang kuda itu nanti ada yang mencuri atau kabur jika kita sudah berusaha mengikat, kita kembalikan kepada Allah SWT, yang penting disana kita sudah ikhtiar atau sudah berusaha.
Senin, 23 Desember 2019
WAHN
kotretaniyek Umat Islam adalah kandidat umat terbaik. Segala potensi ada di tubuh kaum terpilih ini. Bahkan Allah berfirman
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ…
“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia…” (Ali Imran: 110)
Dalam Zad Al-Masir, Ibnul Jauzi menjelaskan bahwa ayat ini turun ketika ada dua keturunan yahudi bernama Malik bin al-Dayif dan Wahb bin Yahudza berkata sesuatu pada tiga orang sahabat. Tiga sahabat itu adalah Mas’ud, Mu`adz bin Jabal dan Ubay bin Ka’b.
Dua orang yahudi ini berkata,
ديننا خير مما تدعونا إليه ونحن افضل منكم
Artinya, “Agama kami lebih baik dari agama yang kalian dakwahkan, bangsa kami lebih unggul di banding kalian.”
Setelah celotehan dua yahudi ini terucap, turunlah surat Ali Imron ayat 110 ini yang menjelaskan bahwa umat terbaik, setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul, bukanlah Yahudi atau Nashrani, tapi umat Islam.
Al-Quran pun telah mengabarkan berita baik ini bahwa kita-lah umat terbaik. Kalau kita melihat dari sisi dzohir, Allah benar-benar telah mengaruniakan yang terbaik untuk umat-Nya.
Kita lihat dari segi jumlah, umat Islam adalah penghuni kedua terbanyak di bumi ini. Sebuah data pada tahun 2012 menyebutkan bahwa 1,8 milyar manusia memeluk agama Islam dan itu 24,1% dari jumlah keseluruhan penduduk bumi. Dan negara dengan jumlah populasi umat Islam terbanyak adalah Indonesia dengan 200 juta penduduk. Jumlah angka yang fantastis dan kita yakin bahwa jumlah ini terus bertambah seiring dengan berjalannya dakwah islamiyah di seantero dunia.
Dari segi sumber daya alam, negara-negara Islam adalah negara bersumber daya alam yang melimpah. Timur Tengah dengan ladang minyaknya mampu melonjak dari status negara miskin berubah menjadi negara terkaya, seperti Qatar, UEA, Kuwait dan lainnya. Nusantara, siapa yang berani meragukan kekayaan negara kita? Bahkan tongkat, batu dan kayu pun berubah menjadi tanaman jika kita lempar ke tanah. Ini menggambarkan betapa kayanya negara ini. Dan kita tahu kekayaan di dalam negara-negara Islam ini menjadi rebutan negara lain yang notabene negara non muslim.
Dari segi geografis, banyak negara-negara yang iri dengan lokasi geografis negara Islam. Sebut saja Mesir dengan Terusan Sueznya, Indonesia dengan Selat Malaka yang merupakan pelabuhan yang sibuk dengan perdagangan dan lainnya.
Dari segi keilmuan, tidak sedikit sebagian dari umat Islam menjadi kaum intelektual, sastrawan, cendekiawan dan jenius di berbagai bidang. Bisa dibilang sebagian besar adalah orang-orang terpelajar dan berpendidikan.
Beberapa potensi ini adalah fakta. Secara kasat mata kita sebagai umat Islam telah dimanjakan Allah dengan berbagai kelebihan dalam hal duniawi. Bahkan Allah secara langsung menyebut dalam Al-Quran bahwa kita adalah umat terbaik. Tetapi mengapa dengan segala kelebihan duniawi yang ada, bahkan dipertegas dengan legitimasi dari Al-Quran, umat ini tetap lemah dan menjadi terbelakang?
Di balik “wah”-nya yang ada dalam diri umat Islam, ternyata harga darah umat ini sangatlah murah. Berapa kali terjadi intimidasi, ancaman dan pembantaian kaum muslimin di Rohingya, Palestina, Chechnya, Xinjiang, Suriah dan lainnya. Melihat kejadian itu umat Islam seolah tidak berdaya untuk membela saudara-saudaranya. Dan masih banyak lagi bukti kelemahan “umat terbaik” ini. Mengapa hal itu bisa terjadi? Mengapa kita menjadi umat yang terbelakang di tengah potensi yang begitu membuat iri umat lain untuk merebutnya?
Dua Penyebab Kelemahan dan Keterbelakangan
Jumlah yang banyak, potensi sumber daya alam yang melimpah, letak geografis yang strategis dan sumber daya manusia yang berjiwa intelektual ternyata tidak serta merta mendongkrak kejayaan umat Islam sebagai umat pilihan. Ada dua penyebab umat Islam menjadi lemah walau bergelimang kelebihan, sebagaimana sabda Rasulullah
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».
Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278)
Wahn adalah sumber dari bencana keterbelakangan umat Islam. Bisa juga dibahasakan sebagai penyakit yang membuat umat ini menjadi tidak bertaji walau jumlah membludak dan tercabutnya rasa takut musuh.
Rasulullah menyebutkan bahwa wahn adalah cinta dunia dan takut akan kematian. Dua hal yang saling berkaitan. Sebab jika seseorang selalu orientasi dunia yang dikejar, maka ia akan takut pada kematian. Karena kematian akan memutus segala kenikmatan dunia yang ia dambakan.
Cinta Dunia
Kecintaan pada dunia adalah buah dari pengkhianatan amanah. Allah berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ,وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. (QS. Al-Anfal 27-28)
Ketika seseorang lebih mencintai dunia maka sama saja ia telah berkhianat pada Allah karena telah bermaksiat pada-Nya. Demikian pendapat jumhur ulama di dalam tafsir Ibnu Katsir. Setiap perbuatan dosa besar dan kecil atau bentuk kemaksiatan pada Allah disebut sebagai pengkhianatan terhadap-Nya.
Orientasi hidup seorang manusia akan berpengaruh pada setiap tindak tanduknya di dunia. Segala apa yang ia niatkan, rencanakan dan perbuatan hanya akan tertuju pada satu titik orientasi dalam hidupnya. Jadi, bisa dipastikan jika seseorang mencintai dunia dan hanya itu yang ada di dalam benaknya, maka apa yang ia lakukan tidak akan jauh dari itu.
Identitas boleh memperlihatkan keislaman, cara berpakaian bisa meyakinkan bahwa ia seorang muslim, tetapi pola pikirnya yang selalu bertujuan dunia akan menghalanginya untuk berjalan di atas keimanan yang haq. Dimana keimanan yang seharusnya pasrah dan tunduk hanya pada Allah dan berharap mencari keridhaan-Nya. Segalanya berubah menjadi berharap pada materi yang kasat mata dan dapat dirasakan di dunia.
Kecintaan pada dunia secara halus akan menyelewengkan niat seorang muslim dalam setiap ibadah yang dilakukan. Bukan semata untuk Allah melainkan untuk mendapat balasan secara cepat di dunia atau bahkan secara terang-terangan beramal akhirat untuk tujuan dunia. Misalnya berjihad untuk mendapatkan ghanimah, berhijrah untuk mendapatkan keuntungan perniagaan dan semisalnya.
Dan kecintaan pada dunia akan menjauhkan manusia pada puncak amalan di dalam Islam, yaitu jihad fi sabilillah. Kakinya tidak akan berpindah pada tanah yang ia pijak untuk bersenang-senang dengan hartanya. Ia tidak sanggup meninggalkan harta yang selama ini ia kumpulkan untuk maju ke medan laga. Janji-janji dari-Nya akan keutamaan berjihad tidak membuat hatinya tergerak untuk segera menghampirinya. Sekali lagi, itu karena kecintaannya pada dunia hingga keindahan dan keabadian hidup di akhirat hanya menjadi bualan bagi mereka.
Kecintaan pada dunia membuat manusia hanya berpikir materi semata. Ilmu pengetahuan yang tidak didasari iman akan menjerumuskan manusia dan bahkan umat Islam pada keyakinan bahwa semua ada karena terjadi dengan sendirinya. Hingga dapat mencuci otak manusia bahwa yang ada hanyalah apa yang bisa dilihat oleh mata saja. Bukan sesuatu yang abstrak dan tidak bisa dirasakan panca indra.
Bisa kita bayangkan, jika umat Islam yang bertebaran di seantero bumi mempunyai penyakit seperti ini. Apalah arti dari jumlah yang banyak dan intelektualitas dalam ilmu pengetahuan? Apalah arti dari potensi sumber daya alam yang melimpah dan letak geografis yang strategis? Sedangkan potensi yang ada itu justru membuat mereka terhambat karena saking cintanya padanya, padahal semua yang ada itu harusnya digunakan untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin.
Takut Mati
Takut mati di sini bukanlah takut mati yang sifatnya tabiat bagi manusia. Melainkan takut mati yang disebabkan karena terlalu cintanya pada dunia sehingga merasa puas dengan kelezatan dunia dan tidak mau berpisah dengannya.
Takut mati adalah efek dari kecintaan pada dunia. Ketika seseorang telah berhasil di dunia dengan mengumpulkan harta dan hidup bahagia di dalamnya, maka ia akan takut kalau-kalau kenikmatan itu terputus karena kematian. Maka, ia akan menjauh dengan syariat Allah yang berpotensi menghilangkan nyawa, yaitu jihad. Serta ia akan menolak segala syariat yang akan mengurangi harta yang ia punya padahal notabene itu adalah titipan dari Allah Ta’ala.
Padahal para sahabat yang kaya raya semisal Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Abu Bakr Ash-Shiddiq dan lainnya tidak pernah ragu sedikitpun untuk berjihad manakala panggilan itu tiba. Karena kecintaan mereka pada akhirat lebih besar daripada dengan dunia.
Mestinya kematian yang pasti akan tiba itu kita siapkan sebaik-baiknya, bukan dihindari hingga takut mati karena cinta pada dunia. Rasulullah bersabda
أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه
“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi)
Selalu mengingat kematian dan mempersiapkannya dengan bekal ketaqwaan akan membuat kita terlepas dari kenikmatan dunia yang menipu. Ketika kehidupan seseorang terfokus pada meraih ketaqwaan, ia tidak akan pernah memikirkan anugerah dunia yang Allah berikan padanya.
Apapun yang ia dapat saat itu baik kekayaan atau kemiskinan, kelapangan atau kesempitan, kesehatan atau sakit, usia muda atau masa tua akan ia gunakan untuk memaksimalkan ketaqwaan. Tidak ada waktu untuk memikirkan atau iri dengan orang yang lebih beruntung darinya soal dunia, sebab memang bukan itulah yang ia cari. Yang ia dambakan hanyalah ketaqwaan di setiap kondisi kehidupan.
Ketika umat Islam belum bisa bangkit dari wahn, maka tidak ada gunanya jumlah mereka yang banyak. Justru itu akan menjadi bulan-bulanan musuh karena telah tercabut rasa takut di hati mereka. Kita bandingkan dengan keadaan kaum muslimin ketika di Makkah pada masa awal dakwah Nabi. Walaupun jumlah mereka sedikit, tetapi membuat hati orang kafir Quraisy ciut akan keteguhan keimanannya. Jikalau mereka mencintai dunia dan berujung pada takut mati tentu setiap siksaan, iming-iming dunia akan membuat iman luntur dan berbalik kepada kekafiran. Tetapi hal itu tidak terjadi.
Jika umat Islam saat ini yang besar jumlahnya, besar potensi sumber daya alamnya mempunyai sifat sama dengan para sahabat dulu dalam mempertahankan keimanannya. Maka, tidak mustahil Islam akan kembali mencengkeram dunia dan disegani lawan-lawannya.
Wallahu a’lam bi shawab.
Penulis : Dhani El_Ashim
Sumber : http://www.ilmway.com/
Selasa, 26 November 2019
Baju Besi Bukan Besi
kotretaniyek Hari ini matahari tidak terlalu dekat dengan kepalaku ini. Mungkin awan putih yang baik itu tengah bermain di atas kepalaku. Bukan hari yang salah namun hanya keadaan yang mungkin belum waktunya.
Seperti layaknya khalayak tidak ada perkataan hari ini yang membuat bibir ini meski tersenyum. Baju berwarna besi ini memang berat namun baju ini hanya kupinjam dari mimpi para pejuang baju besi. Entah berapa jam yang kugunakan untuk ikut bekerja tanpa menunggu awal bulan seperti kebanyakan orang yang berbaju besi. Ada yang salah dengan baju ini, yang merupakan mimpi tinggal selangkah namun seperti masih harus berlari. Entah sampai mana akhir mimpi ini?
Bukan hitungan jam lagi diri ini memikul baju besi bukan besi yang cukup berat, namun sudah hitungan tahun. Namun baju besi itu belum jua menjadi milik sendiri masih angan dan impian. Ketika ada masa baju besi ini dijual bebas, hampir banyak orang mengejarnya. Mencari dan berusaha untuk memilikinya. Namun hanya orang beruntung yang dapat memilikinya. Mereka itu mungkin orang yang sedang berada dalam fase dekat dengan Sang Pencipta atau memang mungkin faktor keberuntungan yang sedang menyelimuti dirinya.
Aku tertipu dengan baju besi itu. Seakan seperti akan menjamin segala keinginan dan harapan, namun memang berat baju besi ini kukenakan. Mau berlari kencang pasti berat bukan main, mau mundur lagi terasa sayang karena merasa telah di pertengahan jalan. Disana jiwa ini berontak dan berteriak harus kemana aku ini?
Seandainya Alloh SWT memperbolehkan hambaNya untuk mengeluh, mungkin aku adalah orang yang pertama akan mengeluh.
Kamis, 21 November 2019
27 Resep Sehat di Waktu Lansia
kotretaniyek 27 Resep Sehat di Waktu Lansia
1. Tidur yg nyenyak
2. Gerakan perlahan, jangan ter-gesa²
3. Makanan porsinya dikurangi
4. Makanan bervariasi
5. Makan makanan yg hangat
6. Minum air putih yg cukup
7. Garam dikurangi
8. Makan malam lakukan lebih awal
9. Rajin olahraga
10. Lapangkan hati dan tidak mudah tersinggung / marah
11. Dandan (merawat diri)
12. Banyak senyum
13. Lebih tahu diri
14. Melupakan usia
15. Banyak bergaul
16. Lebih romantis
17. Banyak hobi
18. Jangan terlalu banyak mengejar nama & keuntungan
19. Sering wisata
20. Jangan ikut campur masalah orang
21. Legowo (sekiranya ada masalah)
22. Menikmati hidup
23. Sering bersyukur
24. Suka bercanda
25. Kalau jadi sasaran canda tidak marah atau membalas, selalu happy bersama
26. Mudah memaafkan / mengampuni. Dan tidak segan minta maaf bila bersalah
27. Jangan iri hati
Sabtu, 16 November 2019
GHIBAH
kotretaniyek Membicarakan kejelekan orang lain jika yang dibicarakan itu benar, maka disebut fitnah. Dan membicarakan kejelekan orang lain (aib) jika yang dibicarakan itu tidak benar maka itu disebut ghibah. Jadi dapat disimpulkan bahawa tidak ada baiknya bagi kita membicarakan orang lain. Walaupun yang kita bicarakan benar adanya apalagi jika tidak ada kebenarannya.
Ghibah, secara tak sadar banyak orang sering melakukan. Padahal, dosanya sangat besar dan bisa mendatangkan ancaman siksa kubur di akhirat.
Manusia memiliki kecenderungan bercerita banyak kepada orang lain dan topik yang paling mudah adalah bercerita tentang orang lain. Terlebih lagi ketika sedang dalam keadaan marah pada seseorang, terkadang mengungkapkan keburukan orang tersebut adalah hal yang lumrah dan ringan.
Hal tersebut tentunya bisa berkembang dengan memberitakan kabar yang tidak benar, membuat perkataan yang tidak jujur dan melakukan kebohongan. Inilah perilaku yang sering kita lakukan tanpa sadar, padahal itu termasuk maksiat.
Dalam Surat Al-Hujarat ayat 12 disebutkan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
Yaa ayyuhal ladziina aamanuj tanibuu katsiirom minadh dhonni inna ba'dlodh dhonni itsm. Walaa tajassasuu walaa yaghtab badlukum ba'dloo. Ayuhibbu ahadukum ay ya'kula lahma akhiihi maitan fakarihtumuuhu wattaqullooha innallooha tawwaabur rohiim
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Berdasarkan firman Allah SWT tersebut, orang yang menggunjing sama dengan memakan daging saudaranya yang sudah mati (bangkai). Lalu apa hukumnya membuka aib atau menggunjing? Karena Allah SWT dan Rasulullah SAW sudah secara jelas dan tegas melarang membicarakan aib orang lain, maka tentu menggunjing itu hukumnya haram.
Benarkah dosa ghibah lebih besar dari zina?
Rabu, 06 November 2019
Masih Mitra Bukalapak
kotretaniyek Persaingan dunia bisnis belakangan ini semakin ketat. Tidak hanya terjadi di perdagangan dunia, di perkampungan sekali pun terjadi banyak persaingan. Entah itu persaingan dengan sesama pedagang satu wilayah ataupun dengan para pendatang yang memiliki modal usaha yang cukup besar, ataupun sekalipun bisa jadi bersaing dengan perusahaan besar yang mulai merambah sampai ke pelosok.
Berbagai cara di lalui agar bisnis mereka bisa sukses. Iklan beredaran dan bertebaran dimana-mana, tawaran jasa dan kemudahan pun tak luput menjadi lahan bisnis bagi mereka. Itulah masalah duniawi untuk beberapa dari manusia bahwa uang itu adalah segalanya. Padahal kita sebagai umat muslim tak perlu mati-matian untuk hal duniawi namun harus di seimbangi dalam urusan ukhrowi nya. Kita bekerja dengan sungguh-sungguh seakan kita akan hidup seribu tahun lagi, namun kita juga harus beribadah yang benar seakan hari esok kita akan meninggal.
Kembali kepada hal Ikhwal dunia perbisnisan, belakangan ini banyak bermunculan aplikasi bisnis virtual dan uang elektronik. Ada banyak jenis aplikasi yang bergerak di bidang virtual seperti penjualan pulsa, data seluler, token PLN, tagihan PLN pascabayar, BPJS, tv berbayar dan masih banyak lagi. Disitulah muncul persaingan harga dari berbagai aplikasi yang bergerak di bidang itu.
Salah satu aplikasi yang terkenal adalah Mitra Bukalapak yang bergerak di bidang penjualan virtual dan berusaha meningkatkan atau naik kelas warung-warung kecil, karena di Mitra Bukalapak terdapat menu grosir dengan harga dan varian yang cukup bersaing dengan grosir tradisional di berbagai daerah.
Senin, 04 November 2019
Bangga Menjadi Mitra Bukalapak
kotretaniyek Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, hampir semua kalangan di zaman sekarang ini memiliki gawai. Dimulai dari anak kecil hingga orang tua sekarang seperti tidak bisa terlepas dari gawai yang dimilikinya. Sampai ada beberapa penelitian yang menyatakan bahwa perempuan dalam satu hari bisa sampai 200 kali melihat gawai miliknya, itu berarti laki-laki pun tidak jauh dari kebiasaan tersebut. Banyak sekali sisi positif serta negatif dari sebuah gawai, namun pada kesempatan sekarang ini kita tidak membahas sejauh itu dari kelebihan dan kekurangan dari aktivitas penggunaan gawai.
Salah satu dari kelebihan penggunaan gawai berikut dengan internet nya adalah terbukanya lowongan pekerjaan yang cukup besar. Kegiatan bisnis di dunia maya belakangan ini semakin banyak yang menggunakannya. Bisnis digital memang semakin menjamur dan semakin dipermudah cara dan langkah menjalankannya.
Begitu pun dengan saya, dalam dua tahun belakangan ini mencoba ikut berbisnis dengan menggunakan internet untuk menjalankannya. Bisnis menjual pulsa yang saya jalani.
Saya jualan pulsa sudah sejak tahun 2009, saat itu berjualan pulsa dengan cara bertransaksi menggunakan fasilitas SMS. Pada waktu itu memang cukup terkenal dengan kata pulsa all operator atau pulsa multi, yakni bisa menjual pulsa hanya cukup dengan satu nomor simcard. Karena biasanya seorang penjual harus memiliki simcard khusus atau chip untuk bisa berjualan pulsa, karena setiap jaringan akan berbeda chip nya. Saya berjualan pulsa tanpa memiliki konter khusus penjualan pulsa, tapi saya hanya bermodal gawai dan warung kelontongan yang saya miliki.
Singkat cerita, di tahun 2018 awal saya di hampiri oleh seseorang yang bermotor dan berhenti di warung saya. Dia berbicara dan bertanya kepada saya tentang kepemilikan gawai android dan tentang pulsa. Gayung pun bersambut, pembicaraan pun seakan nyambung. Orang itu menawarkan sebuah karya hebat yakni Mitra Bukalapak namun sebelumnya saya belum pernah mendangar atau melihat aplikasi itu. Yang baru saya lihat dan dengar hanya Bukalapak untuk berjualan online. Kemudian orang itu pun menjelaskan secara rinci bahwa aplikasi ini untuk pengguna yang memiliki warung. Tanpa berpikir panjang saya pun mengiyakan untuk ikut bergabung dengan Mitra Bukalapak
Setelah beberapa waktu saya menggunakan aplikasi ini ada beebrapa hal yang berubah, karena aplikasi ini bisa beli grosir hingga bayar tagihan dan bisa menambah penghasilan dari bisnis pembayaran tagihan listrik dan BPJS. Iklan yang tayang di televisi pun semakin menambah populer terhadap aplikasi ini, dan saya pun yang sudah cukup lama menggunakan aplikasi ini semakin percaya diri. Saemakin banyak orang yang menanyakan bagaimana cara mendaftar aplikasi ini. Karena terlihat banyak penjual pulsa yang beralih ke aplikasi ini. mudahnya jadi pengusaha pakai aplikasi Mitra Bukalapak karena aplikasi yang di desain semudah mungkin dengan banyak fitur menu di dalamnya. Terlebih banyak sekali promo dan tambahan poin yang diterima. Apalagi diskon harga yang luamayan sering, jadi tidak salah lagi jualan pakai Mitra Bukalapak banyak untungnya
Kemudahan lain dari aplikasi ini adalah mudahnya top up atau mengisi saldo, karena kita bisa membayar melalui bank, mini market dan lainnya.
Jadi tidak menyesal dan bahkan senang berbisnis dengan aplikasi ini, semoga saja kedepannya bisa menambah berbagai fitur menu untuk kemudahan masyarakat dalam menggunakannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Besi dan Karat
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan di...