Senin, 12 April 2021

Hadis Arbain Nawawi (Bagian 2)

kotretaniyek Bismillahirrahmanirrahim sebagai awal ucapan sebelum melanjutkan bacaan berikut. Saya memposting postingan ini seraya agar bisa menyimpan bacaan ini dan agar bisa menyebar untuk di baca dan di pahami oleh pemirsa Kotretan Iyek.
Konten ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya mengenai Hadis Arbain Imam Nawawi yang di rahmati Alloh SWT.

Hadis Arbain Nawawi I No. 2

Hadis Ke-2    Dari Umar rodhiyallohu’anhu juga, beliau berkata: Pada suatu  hari ketika kami duduk di dekat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam,  tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya  sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak bekas dari perjalanan jauh dan tidak ada  seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Kemudian ia duduk di hadapan Nabi  shollallohu ‘alaihi wasallam, lalu mendempetkan kedua lututnya ke lutut Nabi,  dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya, kemudian berkata:  ”Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.” Kemudian Rosululloh  shollallohu’alaihi wasallam menjawab: ”Islam yaitu: hendaklah engkau  bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Alloh dan sesungguhnya  Muhammad adalah utusan Alloh. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar  zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke rumah Alloh jika  engkau mampu mengerjakannya.” Orang itu berkata: ”Engkau benar.”  Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya.  Orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman”.  (Rosululloh) menjawab: ”Hendaklah engkau beriman kepada Alloh, beriman  kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan  hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.”Orang tadi  berkata: ”Engkau benar.” Lalu orang itu bertanya lagi: ”Lalu  terangkanlah kepadaku tentang ihsan.” (Beliau) menjawab: “Hendaklah  engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau  tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat  engkau.” Orang itu berkata lagi: ”Beritahukanlah kepadaku tentang hari  kiamat.” (Beliau) mejawab: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu  daripada yang bertanya.” Orang itu selanjutnya berkata: ”Beritahukanlah  kepadaku tanda-tandanya.” (Beliau) menjawab: ”Apabila budak melahirkan  tuannya, dan engkau melihat orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, yang  miskin lagi penggembala domba berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan.”  Kemudian orang itu pergi, sedangkan aku tetap tinggal beberapa saat lamanya.  Lalu Nabi shollallohu ’alaihi wasallam bersabda: ”Wahai Umar, tahukah engkau  siapa orang yang bertanya itu ?”. Aku menjawab: ”Alloh dan Rosul-Nya  yang lebih mengetahui.” Lalu beliau bersabda: ”Dia itu adalah malaikat  Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”(HR.  Muslim).  Kedudukan Hadis Materi hadis ke-2 ini sangat penting sehingga sebagian ulama menyebutnya  sebagai “Induk sunnah”, karena seluruh sunnah berpulang kepada hadis ini.  Islam, Iman, dan Ihsan Dienul Islam mencakup tiga hal, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan. Islam berbicara  masalah lahir, iman berbicara masalah batin, dan ihsan mencakup keduanya. Ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari iman, dan iman memiliki  kedudukan yang lebih tinggi dari Islam. Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah  kecuali jika terdapat padanya iman, karena konsekuensi dari syahadat mencakup  lahir dan batin. Demikian juga iman tidak sah kecuali ada Islam (dalam batas  yang minimal), karena iman adalah meliputi lahir dan batin.  Perhatian! Para penuntut ilmu semestinya paham bahwa adakalanya bagian dari sebuah istilah  agama adalah istilah itu sendiri, seperti contoh di atas.   Iman Bertambah dan Berkurang Ahlussunnah menetapkan kaidah bahwa jika istilah Islam dan Iman disebutkan  secara bersamaan, maka masing-masing memiliki pegerttian sendiri-sendiri, namun  jika disebutkan salah satunya saja, maka mencakup yang lainnya. Iman dikatakan  dapat bertambah dan berkurang, namun tidaklah dikatakan bahwa Islam bertambah  dan berkurang, padahal hakikat keduanya adalah sama. Hal ini disebabkan karena  adanya tujuan untuk membedakan antara Ahlussunnah dengan Murjiáh.  Murjiáh mengakui bahwa Islam (amalan lahir) bisa bertambah dan berkurang,  namun mereka tidak mengakui bisa bertambah dan berkurangnya iman (amalan batin).  Sementara Ahlussunnah meyakini bahwa keduanya bisa bertambah dan berkurang.  Istilah Rukun Islam dan Rukun Iman Istilah “Rukun” pada dasarnya merupakan hasil ijtihad para  ulama untuk memudahkan memahami dien. Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi  syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut  tidak terjadi.Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman,  artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka imanpun tidak ada.  Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak,  artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam  masih tetap ada.  Demikianlah semestinya kita memahami dien ini dengan  istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama, namun istilah-istilah tersebut  tidak boleh sebagai hakim karena tetap harus merujuk kepada ketentuan dien,  sehingga jika ada ketidaksesuaian antara istilah buatan ulama dengan ketentuan  dien, ketentuan dien lah yang dimenangkan.  Batasan Minimal Sahnya Keimanan  1. Iman kepada Allah. Iman kepada Allah sah jika beriman kepada Rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, dan  asma’ dan sifat-Nya.  2. Iman kepada Malaikat. Iman kepada Malaikat sah jika beriman bahwa Allah menciptakan makhluk bernama  malaikat sebagai hamba yang senantiasa taat dan diantara mereka ada yang  diperintah untuk mengantar wahyu.  3. Iman kepada Kitab-kitab. Iman kepada kitab-kitab sah jika beriman bahwa Allah telah menurunkan kitab yang  merupakan kalam-Nya kepada sebagian hambanya yang berkedudukan sebagai rasul.  Diantara kitab Allah adalah Al-Qurán.  4. Iman kepada Para Rasul. Iman kepada para rasul sah jika beriman bahwa Allah mengutus kepada manusia  sebagian hambanya mereka mendapatkan wahyu untuk disampaikan kepada manusia, dan  pengutusan rasul telah ditutup dengan diutusnya Muhammad shallallaahu álaihi wa  sallam.  5. Iman kepada Hari Akhir. Iman kepada Hari Akhir sah jika beriman bahwa Allah membuat sebuah masa sebagai  tempat untuk menghisab manusia, mereka dibangkitkan dari kubur dan dikembalikan  kepada-Nya untuk mendapatkan balasan kebaikan atas kebaikannya dan balasan  kejelekan atas kejelekannya, yang baik (mukmin) masuk surga dan yang buruk  (kafir) masuk neraka. Ini terjadi di hari akhir tersebut.  6. Iman kepada Taqdir. Iman kepada taqdir sah jika beriman bahwa Allah telah mengilmui segala sesuatu  sebelum terjadinya kemudian Dia menentukan dengan kehendaknya semua yang akan  terjadi setelah itu Allah menciptakan segala sesuatu yang telah ditentukan  sebelumnya.   Demikianlah syarat keimanan yang sah, sehingga dengan itu  semua seorang berhak untuk dikatakan mukmin. Adapun selebihnya maka tingkat  keimanan seseorang berbeda-beda sesuai dengan banyak dan sedikitnya kewajiban  yang dia tunaikan terkait dengan hatinya, lesannya, dan anggota badannya.  Taqdir Buruk Buruknya taqdir ditinjau dari sisi makhluk. Adapun ditinjau dari pencipta  taqdir, maka semuanya baik.  Makna Ihsan Sebuah amal dikatakan hasan cukup jika diniati ikhlas karena Allah, adapun  selebihnya adalah kesempurnaan ihsan. Kesempurnaan ihsan meliputi 2 keadaan:  1. Maqom Muraqobah yaitu senantiasa merasa diawasi dan  diperhatikan oleh Allah dalam setiap aktifitasnya, kedudukan yang lebih tinggi  lagi.  2.  Maqom Musyahadah yaitu senantiasa memperhatikan sifat-sifat Allah dan mengaitkan  seluruh aktifitasnya dengan sifat-sifat tersebut.     

Selasa, 16 Maret 2021

SOAL PTS PRAKARYA KELAS 7 (Khusus Siswa SMPN 2 Cikijing)

kotretaniyek Bismillahirrahmanirrahim, selamat pagi, siang, sore atau malam anak-anak sekalian, semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan bahagia, aamiin.
Langsung saja, buat kalian siswa SMPN 2 Cikijing kelas 7 (A sampai F) kita akan melaksanakan Penilaian Tengah Semester, silahkan nanti klik tautan di bawah ini kemudian kerjakan dan pahami dengan seksama. Di bawah ini ada dua link, yang pertama adalah link atau tautan untuk latihan, dan yang kedua adalah link atau tautan untuk PTS.
Berikut ini adalah tautan untuk latihan (dilengkapi dengan jawaban betul dan salahnya) silahkan mencoba.

Bagaimana sudah di coba kan?
Selanjutnya ada link yang kedua, link di bawah ini adalah link untuk kalian mengerjakan PTS Prakarya, hanya ada 5 soal, silahkan jawab dengan teliti dan bahagia! Klik saja link berikut, kemudian klik tulisan Bismillah setelah itu kamu akan melihat dua menu, yaitu NAMA dan NOMOR. Untuk NAMA tulis nama lengkap kamu dan untuk nomor, tulis kelas kamu, seperti A B C D E atau F

Syarat mengerjakan soal diatas, harus ada kuota ya!!!
Atau nge-WiFi sebentar, atau minta hotspot ke kakak/mamah kalian 5 menit saja.
Selamat mengerjakan!!!

Kamis, 11 Maret 2021

Hadis Arbain Nawawi (Bagian 1)

kotretaniyek Bismillahirrahmanirrahim, dengan mengawali ucapan menyebut Nama Alloh SWT, semoga catatan ini bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi para pembaca sekalian yang baik hatinya. Sungguh sangat menyesal ketika muda dulu, kita tidak mau belajar dan mempelajari kitab-kitab kuning yang dikarang oleh manusia-manusia shaleh pilihan Alloh SWT. Maka dari itu tidak ada salahnya jika mulai dari sekarang kita kembali belajar dan membaca kitab-kitab kuning tersebut. Saya menemukan sebuah aplikasi KESAN namanya, dan di dalamnya begitu bermanfaat, kemudian saya salin dan paste di blog saya, untuk saya menyimpan tulisan ini, semoga pihak KESAN mengikhlaskannya. 

Hadis Arbain Nawawi I No. 1
Hadis Ke-1    Dari Amirul Mu’minin, (Abu Hafsh atau Umar bin Khottob  rodiyallohu’anhu) dia berkata: ”Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu’alaihi wassalam bersabda:  ’Sesungguhnya seluruh amal itu tergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan  mendapatkan sesuai niatnya. Oleh karena itu, barangsiapa yang berhijrah karena  Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa  yang berhijrah karena (untuk mendapatkan) dunia atau karena wanita yang ingin  dinikahinya maka hijrahnya itu kepada apa yang menjadi tujuannya (niatnya).’” (Diriwayatkan oleh dua imam ahli hadis; Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin  Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abul Husain Muslim bin  Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusairy An-Naisabury di dalam kedua kitab mereka yang  merupakan kitab paling shahih diantara kitab-kitab hadis)  Kedudukan Hadis Materi hadis pertama ini merupakan pokok agama. Imam Ahmad rahimahullah  berkata: “Ada Tiga hadis yang merupakan poros agama, yaitu hadis Úmar, hadis  Aísyah, dan hadis Nu’man bin Basyir.” Perkataan Imam Ahmad rahimahullah  tersebut dapat dijelaskan bahwa perbuatan seorang mukallaf bertumpu pada  melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Inilah halal dan haram. Dan  diantara halal dan haram tersebut ada yang mustabihat (hadis Nu’man bin  Basyir). Untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan dibutuhkan niat yang  benar (hadis Úmar), dan harus sesuai dengan tuntunan syariát (hadis Aísyah).  Setiap Amal Tergantung Niatnya Diterima atau tidaknya dan sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niatnya.  Demikian juga setiap orang berhak mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya  dalam beramal. Dan yang dimaksud dengan amal disini adalah semua yang berasal  dari seorang hamba baik berupa perkataan, perbuatan maupun keyakinan hati.  Fungsi Niat Niat memiliki 2 fungsi: 1. Jika niat berkaitan dengan sasaran suatu amal (ma’bud), maka niat tersebut  berfungsi untuk membedakan antara amal ibadah dengan amal kebiasaan. 2. Jika niat berkaitan dengan amal itu sendiri (ibadah), maka niat tersebut  berfungsi untuk membedakan antara satu amal ibadah dengan amal ibadah yang  lainnya.  Pengaruh Niat yang Salah Terhadap Amal Ibadah Jika para ulama berbicara tentang niat, maka mencakup 2 hal:  1. Niat sebagai syarat sahnya ibadah, yaitu istilah niat yang  dipakai oleh fuqoha’.  2. Niat sebagai syarat diterimanya ibadah, dengan istilah  lain: Ikhlas. Niat pada pengertian yang ke-2 ini, jika niat tersebut salah (tidak Ikhlas) maka  akan berpengaruh terhadap diterimanya suatu amal, dengan perincian sebagai  berikut:  a. Jika niatnya salah sejak awal, maka ibadah tersebut batal.  b. Jika kesalahan niat terjadi di tengah-tengah amal, maka  ada 2 keadaan: - Jika ia menghapus niat yang awal maka seluruh amalnya batal. - Jika ia memperbagus amalnya dengan tidak menghapus niat yang awal, maka amal  tambahannya batal.  c. Senang untuk dipuji setelah amal selesai, maka tidak  membatalkan amal.   Beribadah dengan Tujuan Dunia Pada dasarnya amal ibadah hanya diniatkan untuk meraih kenikmatan akhirat. Namun  terkadang diperbolehkan beramal dengan niat untuk tujuan dunia disamping berniat  untuk tujuan akhirat, dengan syarat apabila syariát menyebutkan adanya pahala  dunia bagi amalan tersebut. Amal yang tidak tercampur niat untuk mendapatkan  dunia memiliki pahala yang lebih sempurna dibandingkan dengan amal yang disertai  niat duniawi.  Hijrah Makna hijrah secara syariát adalah meninggalkan sesuatu demi Allah dan  Rasul-Nya. Demi Allah artinya mencari sesuatu yang ada disisi-Nya, dan demi  Rasul-Nya artinya ittiba’ dan senang terhadap tuntunan Rasul-Nya.   Bentuk-bentuk Hijrah: 1. Meninggalkan negeri syirik menuju negeri tauhid. 2. meninggalkan negeri bidáh menuju negeri sunnah. 3. Meninggalkan negeri penuh maksiat menuju negeri yang sedikit kemaksiatan.   Ketiga bentuk hijrah tersebut adalah pengaruh dari makna hijrah.   

Download Aplikasi KESAN (Gratis & Tanpa Iklan) di https://kesan.id/app/hadis/Arbain_Nawawi_I/1

Kamis, 04 Maret 2021

Sawang Sinawang

kotretaniyek Inspirasi untuk pagi hari ini, kutemukan catatan kecil ini dari grup WhatsApp yang ternyata isinya sangat menginspirasi. Maka dari itu siapapun yang membuat tulisan ini, saya sangat berterimakasih.
● Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.

● Aku melihat hidup teman2ku tak ada duka dan kepedihan, ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri.

● Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian, ternyata ia begitu menikmati badai ujian dalam kehidupannya..

● Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna, ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya.

● Aku melihat hidup tetanggaku beruntung, ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung.

● Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rejeki orang lain. Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku, tapi rejekiku tahu dimana diriku.

● Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah telah memerintahkannya menuju kepadaku.

● Allah yang Maha Pengasih menjamin rejekiku sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..

● Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja. Karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya.

● Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda.

● Manusia membanting tulang demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati.

● Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya.

● Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh sekehendak-Nya. Ikhtiar itu perbuatan, rejeki itu kejutan.

● Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rejeki akan ditanya kelak, 'darimana dan digunakan untuk apa ?" Karena rejeki hanyalah hak pakai, bukan hak milik.

_Semoga kita senantiasa menjadi orang yang pandai bersyukur._

Tetap semangat. Tetap memakai masker, cuci tangan dgn sabun dan jaga jarak. Hindari kerumunan.
--------------
Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Salam sukses dan sehat selalu

Selasa, 02 Maret 2021

Menjelang Pagi

kotretaniyek Pagi menjelang pagi yang memiliki terbit matahari. Hari ini jam di handphone menunjukan pukul 03:48 waktu dimana kebanyakan manusia masih melanjutkan tidurnya, namun sebagian dari mereka ada yang sedang berdzikir, namun sedikit saja. 
Diri ini entah kenapa tetiba terbangun, mungkin karena mimpi tadi yang cukup mengerikan, setelah di ingat kembali, ternyata ada kesalahan ketika hendak tidur. Tidurku hari ini ditemani televisi yang bisa mati sendiri oleh waktu yang di pasang. Sebelum televisi nya mati, saya tertidur duluan. Mungkin dari sana asalnya mimpi buruk itu, karena tidur tidak meminta izin dahulu kepada Sang Maha Pencipta Alloh SWT, dengan kata lain tidak berdo'a terlebih dahulu.
Tahrim pun berkumandang dari mesjid, iya Tahrim yang merupakan bacaan-bacaan dzikir juga ayat Al-Qur'an mengingatkan masyarakat sekitar agar bangun untuk shalat. 
Menunggu subuh datang, jari ini di gerakan untuk mengetik sebuah tulisan yang mungkin tanpa kerangka dan tanpa rencana, hanya mengalir seperti ini saja.
Sebenarnya saya pernah mendengar dan membaca akan dahsyatnya Shalat fajar termasuk di dalamnya shalat sunah qabla Subuh. Apalagi subuh berjamaah di masjid, jika saja kita paham akan pahala subuh berjamaah, ketika kita tidak bisa berjalan, akan memaksakan diri untuk merangkak. Namun ya begitulah banyak sekali godaan setan yang terkutuk. 
Keajaiban shubuh memang misteri yang bukan misteri, tapi terhalang rasa malas dan kantuk di dalamnya. Do'a kita semua, semoga kita menjadi pejuang Subuh yang sukses, aamiin.....

Senin, 01 Maret 2021

Ujung Februari Dua Satu

kotretaniyek Hari ini adalah penghujung tanggal di bulan Februari, yang hanya sampai di angka 28. Tidak ada 29, esoknya langsung ke angka 1 di bulan setelahnya. 
Entah kenapa malam ini rasanya tak bisa kupejamkan mata ini. Seperti menolak ngantuk, padahal tubuh ini sudah lelah menghadapi 24 jam sebelumnya. Pikiranku terasa melow seakan merasa ingin menangis keras. Sedih karena aku merasa masih belum bisa menjadi pribadi yang baik. Belum bisa menjadi orang yang di banggakan oleh keluarga serta orang sekitar.
Mengalir air mata tak terbendung ketika melihat dua orang yang ada di rumah ini. Mereka anak dan istriku.
Terlihat mereka berdua tertidur pulas berdampingan. Saya tahu, mereka cape dan lelah menghadapi hari ini. Setiap hari mereka menungguku pulang, menunggu cerita hari itu, menunggu hasil jemputan rezekiku di hari itu. Mereka menahan cemas, entah apa yang aku alami di luar rumah. Mungkin ini juga terjadi di rumah-rumah selain kami. Tapi aku tahu, mereka yakin jika Alloh SWT senantiasa menjaga makhlukNya, termasuk ya Aku ini.
Jika malam tiba, tak terasa bathin ini iba dan sedih melihat mereka tidur. Aku sayang mereka, walau terkadang diri ini kurang memahami apa keinginan dan harapan mereka. Terkadang diri ini lupa memanjakan mereka. 
Masih banyak lagi sebenarnya cerita yang ingin kutuangkan disini, namun apalah daya diri ini tak kuat melanjutkannya, dan mungkin akan ku simpan kisah ini di hati, nanti kuceritakan kepada mereka sebagian cerita lainnya.
Do'aku, semoga segala yang aku dan keluargaku perbuat selalu berada dalam bimbingan Alloh SWT, aamiin...

Rabu, 13 Januari 2021

T A K D I R

kotretaniyek Siang itu tanggal 9 Januari 2021. Satu demi satu penumpang mendekat ke pintu keberangkatan di Soekarno Hatta. Petugas check in pun menyambut mereka dengan senyum.

Sekitar 50 penumpang mendekati takdirnya.
Ada yang tertinggal karena macet di jalan, ada yang pindah ke pesawat yang lebih awal karena ingin cepat sampai,dan ada juga yang batal karena hasil pcr covid belum keluar hasilnya.. 

Tak ada yang tertukar. 
Tak maju sedetikpun dan tak mundur sesaatpun.
Allah menyeleksi dengan perhitungan yang tak pernah salah. 

Mereka di takdirkan dalam suatu janjian berjamaah. Takdirnya seperti itu, tanpa dibedakan usia. 

Proses pembelian tiket, check in, terbang dan sampai akhir perjalanan SRIWIJAYA AIR menuju Pontianak kemarin itu,hanya sebuah proses jalan untuk pulang, menjumpai takdir yang tertulis di Lauh Mahfudz. Sebuah catatan yang tak pernah kita lihat, tapi kita jumpai.

Subhanallah...
Sejauh apa pun perjalanan yg akan kita tempuh,suatu saat kita akan pulang.

Semoga Husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran.
Sumber dari pesan berantai WhatsApp

Jumat, 08 Januari 2021

Pelajaran Akhlak dari Nabi SAW

kotretaniyek Berikut ini adalah 40 pelajaran dari AKHLAK Nabi Muhammad SAW
------------------------------
01. Jangan tidur antara fajr dan Ishraq (saat ☀ muncul), Asr dan Maghrib, Maghrib dan Isha.
------------------------------
02.hindarkan duduk dengan orang yg bau badan. Contoh bawang putih atau merah 😷
------------------------------
03. Jangan tidur dekat orang yg berbicara buruk sebelum tidur.
------------------------------
04. jangan makan dan minum dengan tangan kiri.
------------------------------
05. Jangan makan makanan yg dikeluarkan dr gigimu ( Ceuhil ).
------------------------------
06. Jangan membunyikan sendi-sendi jari tangan maupun kaki.
------------------------------
07. periksa dulu sepatumu sebelum memakainya.
------------------------------
08. Jangan memandang ke langit ketika shalat.
------------------------------
09. Jangan meludah dalam toilet.
------------------------------
10. jangan bersihkan gigi dengan arang. 
------------------------------
11. Duduk/jongkok baru kenakan celana.
------------------------------
12.  jangan patahkan benda keras dengan gigimu.
------------------------------
13. Jangan meniup makananmu ketika masih panas, tapi kamu boleh mengipasinya.
------------------------------
14. Jangan melihat/menghitung kesalahan orang lain.
------------------------------
15. jangan berbicara antara iqamah dan adzan. 
------------------------------
16. Jangan berbicara dalam toilet.
------------------------------
17. jangan membicarakan keburukan temanmu / orang lain.
------------------------------
18. Jangan membuat temanmu marah
------------------------------
19. Jangan sering melihat ke belakang ketika berjalan.
------------------------------
20. Jangan hentakkan kakimu saat berjalan.
------------------------------
21. Jangan terlalu curigaan  pada temanmu / orang lain.
------------------------------
22. Jangan pernah / suka berdusta.
------------------------------
23. Jangan membaui makanan saat memakannya.
------------------------------
24. Bicara yg jelas agar org lain bisa memahami.
------------------------------
25. Hindari bepergian sendirian.
------------------------------
26. Jangan memutuskan sendiri namun berkonsultasilah dengan orang yang tahu.
------------------------------
27. Jangan terlalu membanggakan  diri.
------------------------------
28. Jangan sedih dengan makananmu.
------------------------------
29. Jangan besar mulut.
------------------------------
30. Jangan mengusir pengemis.
------------------------------
31. Layani tamumu dengan baik dengan sepenuh hati.
------------------------------
32. Sabar Dan tawakal ketika dalam kemiskinan.
------------------------------
33. Bantulah dalam perkara kebaikan.
------------------------------
34. Pikirkanlah kesalahanmu dan bertaubatlah segera.
------------------------------
35.  Berbuat baiklah kepada orang yg berlaku jahat padamu.
------------------------------
36. Qana'ah (hidup apa adanya)
------------------------------
37. Jangan terlalu sering Tidur ,menyebabkan pikun.
------------------------------
38. Bertaubatlah minimal 100 kali sehari Dengan mengucapkan (Istighfaar).
------------------------------
39. Jangan makan dalam keadaan gelap.
------------------------------
40. jgn makan sepenuh-penuh mulut.

Semoga bermanfaat, jika ada kesalahan mohon untuk di perbaiki.
Sumber dari pesan berantai WhatsApp

Minggu, 03 Januari 2021

SEDERHANAKAN

kotretaniyek Saudaraku, Kita sudah sepakat bahwa dunia tidak boleh menempel di hati. Dalam hal ini, mungkin ada sebagian yang amat suka kalau contohnya mobil. Karena dikatakan mobil yang hanya kaleng, dan banyaknya juga mencicil dan menebeng. Padahal, maksudnya tidak apa-apa jika tidak punya. Bukan setiap kali melihat ada tetangga yang membawa mobil lalu berbisik, "Ah, cicilan!"

Misalnya motor. Motor sama dengan mobil Sama sama tidak boleh lengket di hati. Dengan adanya motor, jangan membuat diri merasa hebat dibanding yang naik angkot atau berjalan kaki. Semuanya sama-sama karunia dari Allah. Dunia hanyalah pelayan dan tempat kita mampir. Yang penting selama mampir kita diridal Allah.

Jadi, biasa saja terhadap motor. Seperti, pertama, tidak perlu menyiksa diri dengan menostalgiai motor. Misalnya, Motor ini jasanya tak terhitung, saya mencicilnya juga bertahun-tahun sejak gaji pertama." Jangan menyiksa diri. Kalau memang tidak dipakai dan daripada mengurusnya kerepotan, lebih baik dilepas saja Pergunakan uangnya untuk yang lebih bermanfaat di jalan Allah.

Atau, misalkan ada waktunya motor diambil oleh Allah. Seperti saat ada saudara yang sakit atau usaha kita tiba-tiba bangkrut, dan motor harus dijual. Maka juallah! Segala sesuatu ada waktunya. Tidak perlu melankolis, "Tapi ini sejarahnya."Karena sejarahnya berhenti sampai di sini. Atau, "Tapi belinya dulu 14 juta, masa dijual 8 juta?" Dijual 14 juta juga tidak ada yang mau membeli. Jual saja, nanti rezeki pasti ada lagi. Jangan mengotori hati. Waktu lahir dulu kita juga tidak membawa motor.

Lalu, yang kedua, jika Allah mengambil sesuatu yang dititipkan pada kita, ingatlah pahala yang diberi dan gugurnya dosa kita atas itu. Digugurkannya dosa dan diberi pahala jauh lebih berarti daripada apa yang hilang. Misalnya motor kita tabrakan atau ditabrak orang, Maka, jangan sibuk emosi memeriksa bagian motor yang penyok. Tapi seharusnya periksa hati atau diri kita sendiri.

Seperti, "Ya Allah, selama ada motor ini berapa banyak dosa yang telah saya perbuat, Seharusnya kalau yang dibonceng bukan sesama lelaki, Karena ada hitungannya di sisi Allah. Allah mengetahui, misalnya mengapa motornya digas atau tiba-tiba direm Ini serius, saudaraku. Allah Mahatahu semua siasat, strategi, dan setiap isi pikiran kita. Tidak ada satu pun yang terlepas dari pengetahuan Allah. Makanya kalau suatu saat motor tabrakan maupun hilang, ingatlah dosa kita. Ampunan Allah jauh lebih berharga daripada motornya Dibanding sibuk ingin motor kembali, lebih baik sibuk berharap kepada Allah agar dosa kita digugurkan

Tentunya bukan hanya urusan dengan motor yang harus disederhanakan. Termasuk juga seperti jaket dan sepatu. Kalau misalkan datang waktunya harus dijual, juallah. Atau, coba kita buka lemari, lalu periksa hati, "Untuk apa saja yang disimpan di sana?"Kalau ada jaket, baju, sarung maupun mukena yang jarang dipakai, lebih baik disedekahkan.

Tidak perlu bernostalgia, "Yang ini kenang-kenangan, ini pemberian, ini dari luar negeri, ini warnanya cocok dengan ini, ini selendang biru" Kalau terus saja begitu tidak jadi disedekahkan Bisa saja Allah mendatangkan tikus untuk menggerogotinya. Kehendak Allah kalau ada tikus menggerogoti baju atau sepatu kita. Misalnya kaos kaki saudara digigit tikus, mungkin karena kaki jarang ke masjid. Sedangkan tikus tidak mengerti apa apa

Ayo, saudaraku. Jangan dibikin berat. Sederhanakan saja urusan kita, baik dengan motor, jaket, sepatu hingga kaos kaki. Mari kita mulai supaya dunia ini tidak menempel di hati Contoh lain, kalau ada yang meminjam kopiah atau pulpen kita, lalu dia kelihatannya suka dan tidak mengembalikan, halalkan saja buat dia Beres dan sederhana urusannya.

Termasuk jika ada yang berutang pada kita. Tidak dikembalikan apalagi kelihatan dia sudah susah, maka halalkan saja. Mungkin ada yang merasa berat. Meski kita pikirkan dia juga tidak punya untuk membayarnya. Tapi siapa tahu tahun depan dia bisa membayar. Ya siapa tahu juga bulan depan dia sudah meninggal. Kalau kita masih sanggup halalkan!

Sederhanakan saja. Untuk apa sakit hati dengan orang yang tidak membayar utang pada kita? Kita sendiri masih bisa makan minum, dan berpakaian. Lebih baik mensyukuri makanan yang ada di depan kita daripada memikirkan uang yang di luar Walaupun dia menipu juga tidak apa-apa. Sudah ada urusannya sendiri dengan Allah. Apalagi kalau misalnya yang menipu sudah jelas kabur entah ke mana, harusnya makin jelas untuk tidak memikirkannya

Ayo, saudaraku. Jangan membuat dunia menempel di hati, apa pun itu. Sederhanakan saja. Tidak usah sibuk repot, berat memikirkan maupun bernostalgia. Untuk apa? Lagi pula belum tentu umur kita panjang, sedangkan kita dunia ini juga hanya mampir sebentar.

Sumber: Buku Ikhtiar Meraih Ridha Allah jilid 2 karya Aa Gym

Rabu, 16 Desember 2020

Rebo Wekasan

kotretaniyek Hari Rabu terakhir di bulan Shafar biasa di sebut Rebo Wekasan. Di tempat tinggalku biasanya pengurus DKM suka memberi pengumuman agar pagi hari di hari Rabu itu berkumpul di mesjid untuk melaksanakan shalat sunat. Biasanya ibu - ibu pengajian selalu memenuhi masjid di kampung itu. Bapak-bapak, muda mudi sampai anak-anak pun ikut hadir jika tidak ada kegiatan lain. Kebetulan hari itu, sekolah di laksanakan di rumah atau BDR Belajar Di Rumah karena pandemi Covid-19. Jadi anak-anak ikut hadir di masjid itu. 
Kegiatan itu di pimpin oleh seorang kiayi yang selalu membimbing di kampung itu. Ketika jamaah sudah berkumpul, pak kiayi pun memulai tugas nya memberi pengarahan tentang hari itu.
Disebutkannya, bahwa rebo Wekasan itu adalah hari Rabu terakhir di bulan Shafar. Menurut para ahli sufi golongan tertentu, mengatakan bahwasannya Alloh SWT menurunkan 1500 balai di hari tersebut. Maka kita selaku umat muslim, meminta perlindungan agar terhindar dari balai dan musibah. 
Kenapa di Mesjid? Karena mesjid itu adalah tempat terbaik bagi umat islam. Kemudian pak kiayi menerangkan bahwa di hari ini sekitar jam 7 lebih kita melaksanakan shalat sunat hajat.
Kenapa melaksanakan shalat? Karena pada waktu shalat lah seorang hamba berada dekat dengan Alloh SWT, disana waktunya meminta dan memohon ampunanNya.
Tata cara melaksana shalat sunat hajat diawali dengan niat shalat sunat hajat, yang membedakan adalah bacaan setelah Al-fatihah, yakni membaca surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Al-ikhlash 5 kali, Al-falak dan An-Nas masing-masing satu kali. Dilaksanakan masing-masing tanpa berjamaah. Dilaksanakan 2 rakaat sebanyak dua kali.
Kemudian setelah selesai shalat, menurut ijtihad pak kiayi tersebut bersama membacakan surat Al-fatihah sebanyak 7 kali, Al-ikhlash 7kali, Al-falak 7kali, An-Nas 7kali, Al-insirah 7kali, kemudian shalawat 7kali dan diakhiri dengan doa. 



Ada satu wejangan yang teringat dari pak kiayi, yang berdasarkan ilmu psikologi dan secara agama. Ketika kita keluar rumah, kemudian bertemu dengan orang lain, kita doakan sampai dengan 10 orang.
Misal, pertama kita bertemu dengan anak yang mau berangkat sekolah, kita doakan semoga menjadi anak pintar misalnya, bertemu dengan petani, kita doakan semoga hasil tani nya bagus dan sampai 10 orang. Insya Alloh, kita di sana akan merasakan ketenangan hidup.

Rukun Islam

kotretaniyek Rukun Islam ada 5, yaitu :

Rukun Islam ada lima perkara, yaitu:

  1. Bersaksi bahwa tiada ada tuhan yang haq kecuali Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusanNya.
  2. Mendirikan sholat (lima waktu).
  3. Menunaikan zakat.
  4. Puasa Romadhan.
  5. Ibadah haji ke baitullah bagi yang telah mampu melaksanakannya.
Sebagai orang Islam pasti mengetahui rukun Islam ini, dari kecil kita biasa di ajarkan rukun Islam. Setelah menginjak dewasa atau baligh sudah saatnya kita memahami makna dari rukun Islam tersebut.
Selanjutnya kita dituntut untuk melaksanakannya atau mengamalkannya.

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...