Rabu, 15 September 2021

Surat Terbuka Untuk Mas Menteri | Sedih berurai air mata membacanya (bagi yang paham)

kotretaniyek Surat ini saya temukan di grup WhatsApp ketika musim tes untuk PPPK guru. Memang terasa mencabik perasaan ini. Tapi memang iniliah hidup, semuanya penuh perjuangan. Berikut isi surat dari seorang pengawas PPPK yang sedikit banyaknya mewakili perasaan kami pejuang pencerdas anak bangsa!

Yang terhormat,
Mas menteri
Nadiem Makarim 

Tak adakah rasa ngilu di dalam dada mas menteri melihat sepatu tua yang lusuh ini?

Memang benar sepatu tua ini terlihat bermerek, tetapi tahukan ini hanya sepatu loak apkiran

Tahukah Mas menteri,
Sepatu ini telah dipakai bertahun-tahun lamanya oleh si empunya

Seorang bapak dengan pakaian putih lusuh dan celana hitam yang warnanya sudah tak hitam lagi karena pudar. 

Mendekati usia senja masih setia mengajari anak-anak di pelosok negeri ini membaca dan mengeja

Di saat putus pengharapan untuk mendapatkan hidup yang lebih layak. Beliau tetap semangat. Tak sekedar mengajar tetapi mendidik

Gaji di bawah lima ratus ribu sungguh tak cukup untuk makan sebulan. Apalagi untuk membeli sepatu

Terpaksa di saat pulang mengajar beliau mencari pendapatan tambahan sebagai pekerja serabutan

Tahun ini mas menteri memberikan secercah harapan untuk beliau. Program PPPK untuk memberikan harapan kehidupan yang lebih layak

Tetapi tahukah mas menteri? soal-soal yang mas menteri berikan hanya teori belaka saja. Tak sebanding dengan praktik pengabdian berpuluh-puluh tahun lamanya

Soal-soal yang membuat beliau terseok-seok ketika memegang mouse dan membuat kepalanya pening

Akhirnya, PASSING GRADE pun tak diraih. Pecahlah tangis beliau di dalam hati. Terlihat jelas ketika nilai-nilai itu terpampang di layar monitor. Beliau terdiam seribu bahasa.

Entahlah, apa yang dipikirkan. Melihatnya sayapun ikut terisak.

Memang benar beliau tak secerdas, sejenius, sekreatif mas menteri. Tetapi beliaulah yang menjadi pelita di tengah gulita buta aksara di pelosok negeri

Memang benar beliau tak pandai teknologi, tetapi tanpa teknologi beliau mampu membuat anak-anak negeri ini merangkai kata dari A hingga Z. Berhitung hal-hal dasar untuk memahami hidup

Memang benar para muridnya sebagian besar menjadi TKI dan TKW. Tapi tahukah mas menteri, bukankah mereka juga merupakan pahlawan penghasil devisa negara tercinta ini?

Beliau mempunyai andil yang besar dalam membangun negeri tercinta ini.

Sudi kiranya mas menteri memberikan keringanan untuk melihat beliau bisa menikmati masa tua dengan sepatu dan kehidupan yang layak

Tak usah diperumit

Jika tidak ada kebijakan untuk mengangkat derajat mereka, setidaknya di surga besok sepatu ini akan menjadi saksi bahwa ilmu yang beliau ajarkan sangat bermanfaat untuk keberlangsungan umat

Dari saya,
Novi Khassifa
Pengawas ruang PPPK
Ditulis dengan berurai air mata

Senin, 16 Agustus 2021

Membeli Keringat Guru

kotretaniyek Dalam sebuah diskusi, seorang murid bertanya kepada gurunya,

Murid : "Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?

Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, ia masuk ke ruangan nya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan.

Ia meletakkan timbangan tersebut diatas meja, dan  berkata : " Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram".
"Berapa harga emas seberat itu? "
Murid mengernyitkan keningnya, menghitung dengan kalkulator dan kemudian ia mejawab,

"Jika harga satu gram emas adalah 800 ribu rupiah, maka 5000 gram akan setara dengan 4 milyard rupiah,"

Guru : "Baik lah anakku, sekarang coba bayangkan seandainya ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?"
Murid berkata : "Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga dibawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai 4 milyar?"

Guru menjawab : "Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu. "

Guru berkata lagi, "Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian ditangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya, kemudian ia berkata : "Ditangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada ditangan kananku ini, tanpa keringat ini tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian"
"Apakah ada yang mau membeli keringatnya? "
"Tentu tidak." Ujar murid.

"Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya."

Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata : "Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu..."

Guru berkata : "Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki disisi ilahi rabbi, karena hakikat akhirat lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini."

Untuk semua guru, Terima kasih atas segenap perjuanganmu semoga Allah Azza Wa Jalla melindungmu dan memberkahi umurmu..

Jazakumullahu khairaan..

Kamis, 01 Juli 2021

Hadis Arbain Nawawi I (Bagian 3)

kotretaniyek Hadis Arbain Nawawi I No. 3
Hadis Ke-3   Dari Abu Abdirrohman Abdulloh bin Umar bin Khoththob rodhiyallohu ‘anhuma, dia berkata “Aku pernah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ’Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitulloh, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”(HR.Bukhori dan Muslim) Kedudukan Hadis Hadis ini merupakan hadis yang agung karena menyebutkan tonggak-tonggak Islam atau yang disebut dengan Rukun Islam. Berpangkal dari kelima rukun tersebut Islam dibangun. Macam-macam penggunaan istilah Islam Istilah islam digunakan dalam dua bentuk, yaitu: 1. Islam ‘Am berarti berserah diri kepada Allah dengan cara bertauhid, tunduk kepada-Nya dalam bentuk ketaatan serta bersih dan benci dari syirik dan penganutnya. Islam dalam pengertian ini merupakan ke-Islam-an makhluk secara umum tak seorangpun keluar dari ketentuan ini baik suka atau-pun terpaksa. Islam seperti ini-lah Islam yang diajarkan oleh seluruh rasul. 2. Islam Khos berarti Islam yang dibawa oleh Muhammad shallallaahu álaihi wa sallam, yaitu: mencakup Islam dengan makna ‘am yang sesuai dengan tuntunan Muhammad shallallaahu álaihi wa sallam. Jika istilah Islam datang secara mutlaq maka maksudnya adalah Islam khos. Syahadatain Syahadat tidaklah sah sehingga terkumpul padanya tiga hal: keyakinan hati, ucapan lisan dan menyampaikan kepada orang lain. Dalam kondisi tertentu terkadang diperbolehkan untuk tidak menyampaikan kepada orang lain. Makna syahadat “la ilaha illa’llahu” adalah menafikan hak disembah pada selain Allah dan menetapkan hanya Allah-lah yang berhak untuk disembah. Konsekuensinya harus mentauhidkan Allah dalam ibadah, oleh karena itu kalimat tersebut dinamakan sebagai kalimat tauhid. Makna syahadat “Muhammad Rasulullah” adalah meyakini dan menyatakan bahwa Muhammad bin Abdillah adalah benar-benar utusan Allah yang mendapatkan wahyu berupa Kalamullah untuk disampaikan kepada manusia seluruhnya. Dan dia adalah penutup para Rasul. Konsekuensi dari syahadat ini yaitu membenarkan beritanya, mentaati perintahnya, menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah hanya dengan syar’iatnya . Utusan Allah dari kalangan manusia mendapatkan wahyu melalui utusan Allah dari kalangan malaikat maka tidak-lah mereka langsung mendapatkan dari Allah kecuali pada sebagian, sesuai dengan kehendak Allah. Hukum meninggalkan rukun Islam. Hukum meninggalkan Rukun Islam dapat diperinci sebagai berikut: 1. Meninggalkan syahadatain hukumnya kafir secara ijma’. 2. Meninggalkan shalat hukumnya kafir menurut jumhur ulama atau ijma’ sahabat. 3. Meninggalkan rukun yang lainnya hukumnya tidak kafir menurut jumhur ulama. Meninggalkan disini dalam arti tidak mengerjakan dengan meyakini kebenarannya dan kewajibannya, adapun jika tidak meyakini kebenarannya dan kewajibannya maka hukumnya kafir walaupun mengerjakannnya. Pembagian Rukun Islam Rukun islam terbagi menjadi empat kelompok yaitu: 
1. Amal i’tiqodiyah yaitu syahadataian
2. Amal badaniyah yaitu solat dan puasa. 3. Amal maliyah yaitu Zakat. 
4. Amal badaniyah dan maliyah yaitu haji.  

Minggu, 27 Juni 2021

Hadis Arbain Nawawi I (Bagian 2)

kotretaniyek Hadis Ke-2 Dari Umar rodhiyallohu’anhu juga, beliau berkata: Pada suatu  hari ketika kami duduk di dekat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam,  tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya  sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak bekas dari perjalanan jauh dan tidak ada  seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Kemudian ia duduk di hadapan Nabi  shollallohu ‘alaihi wasallam, lalu mendempetkan kedua lututnya ke lutut Nabi,  dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya, kemudian berkata:  ”Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.” Kemudian Rosululloh  shollallohu’alaihi wasallam menjawab: ”Islam yaitu: hendaklah engkau  bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Alloh dan sesungguhnya  Muhammad adalah utusan Alloh. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar  zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke rumah Alloh jika  engkau mampu mengerjakannya.” Orang itu berkata: ”Engkau benar.”  Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya.  Orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman”.  (Rosululloh) menjawab: ”Hendaklah engkau beriman kepada Alloh, beriman  kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan  hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.”Orang tadi  berkata: ”Engkau benar.” Lalu orang itu bertanya lagi: ”Lalu  terangkanlah kepadaku tentang ihsan.” (Beliau) menjawab: “Hendaklah  engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau  tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat  engkau.” Orang itu berkata lagi: ”Beritahukanlah kepadaku tentang hari  kiamat.” (Beliau) mejawab: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu  daripada yang bertanya.” Orang itu selanjutnya berkata: ”Beritahukanlah  kepadaku tanda-tandanya.” (Beliau) menjawab: ”Apabila budak melahirkan  tuannya, dan engkau melihat orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, yang  miskin lagi penggembala domba berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan.”  Kemudian orang itu pergi, sedangkan aku tetap tinggal beberapa saat lamanya.  Lalu Nabi shollallohu ’alaihi wasallam bersabda: ”Wahai Umar, tahukah engkau  siapa orang yang bertanya itu ?”. Aku menjawab: ”Alloh dan Rosul-Nya  yang lebih mengetahui.” Lalu beliau bersabda: ”Dia itu adalah malaikat  Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.”(HR.  Muslim).  Kedudukan Hadis Materi hadis ke-2 ini sangat penting sehingga sebagian ulama menyebutnya  sebagai “Induk sunnah”, karena seluruh sunnah berpulang kepada hadis ini.  Islam, Iman, dan Ihsan Dienul Islam mencakup tiga hal, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan. Islam berbicara  masalah lahir, iman berbicara masalah batin, dan ihsan mencakup keduanya. Ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari iman, dan iman memiliki  kedudukan yang lebih tinggi dari Islam. Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah  kecuali jika terdapat padanya iman, karena konsekuensi dari syahadat mencakup  lahir dan batin. Demikian juga iman tidak sah kecuali ada Islam (dalam batas  yang minimal), karena iman adalah meliputi lahir dan batin.  Perhatian! Para penuntut ilmu semestinya paham bahwa adakalanya bagian dari sebuah istilah  agama adalah istilah itu sendiri, seperti contoh di atas.   Iman Bertambah dan Berkurang Ahlussunnah menetapkan kaidah bahwa jika istilah Islam dan Iman disebutkan  secara bersamaan, maka masing-masing memiliki pegerttian sendiri-sendiri, namun  jika disebutkan salah satunya saja, maka mencakup yang lainnya. Iman dikatakan  dapat bertambah dan berkurang, namun tidaklah dikatakan bahwa Islam bertambah  dan berkurang, padahal hakikat keduanya adalah sama. Hal ini disebabkan karena  adanya tujuan untuk membedakan antara Ahlussunnah dengan Murjiáh.  Murjiáh mengakui bahwa Islam (amalan lahir) bisa bertambah dan berkurang,  namun mereka tidak mengakui bisa bertambah dan berkurangnya iman (amalan batin).  Sementara Ahlussunnah meyakini bahwa keduanya bisa bertambah dan berkurang.  Istilah Rukun Islam dan Rukun Iman Istilah “Rukun” pada dasarnya merupakan hasil ijtihad para  ulama untuk memudahkan memahami dien. Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi  syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut  tidak terjadi.Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman,  artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka imanpun tidak ada.  Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak,  artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam  masih tetap ada.  Demikianlah semestinya kita memahami dien ini dengan  istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama, namun istilah-istilah tersebut  tidak boleh sebagai hakim karena tetap harus merujuk kepada ketentuan dien,  sehingga jika ada ketidaksesuaian antara istilah buatan ulama dengan ketentuan  dien, ketentuan dien lah yang dimenangkan.  Batasan Minimal Sahnya Keimanan  1. Iman kepada Allah. Iman kepada Allah sah jika beriman kepada Rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, dan  asma’ dan sifat-Nya.  2. Iman kepada Malaikat. Iman kepada Malaikat sah jika beriman bahwa Allah menciptakan makhluk bernama  malaikat sebagai hamba yang senantiasa taat dan diantara mereka ada yang  diperintah untuk mengantar wahyu.  3. Iman kepada Kitab-kitab. Iman kepada kitab-kitab sah jika beriman bahwa Allah telah menurunkan kitab yang  merupakan kalam-Nya kepada sebagian hambanya yang berkedudukan sebagai rasul.  Diantara kitab Allah adalah Al-Qurán.  4. Iman kepada Para Rasul. Iman kepada para rasul sah jika beriman bahwa Allah mengutus kepada manusia  sebagian hambanya mereka mendapatkan wahyu untuk disampaikan kepada manusia, dan  pengutusan rasul telah ditutup dengan diutusnya Muhammad shallallaahu álaihi wa  sallam.  5. Iman kepada Hari Akhir. Iman kepada Hari Akhir sah jika beriman bahwa Allah membuat sebuah masa sebagai  tempat untuk menghisab manusia, mereka dibangkitkan dari kubur dan dikembalikan  kepada-Nya untuk mendapatkan balasan kebaikan atas kebaikannya dan balasan  kejelekan atas kejelekannya, yang baik (mukmin) masuk surga dan yang buruk  (kafir) masuk neraka. Ini terjadi di hari akhir tersebut.  6. Iman kepada Taqdir. Iman kepada taqdir sah jika beriman bahwa Allah telah mengilmui segala sesuatu  sebelum terjadinya kemudian Dia menentukan dengan kehendaknya semua yang akan  terjadi setelah itu Allah menciptakan segala sesuatu yang telah ditentukan  sebelumnya.   Demikianlah syarat keimanan yang sah, sehingga dengan itu  semua seorang berhak untuk dikatakan mukmin. Adapun selebihnya maka tingkat  keimanan seseorang berbeda-beda sesuai dengan banyak dan sedikitnya kewajiban  yang dia tunaikan terkait dengan hatinya, lesannya, dan anggota badannya.  Taqdir Buruk Buruknya taqdir ditinjau dari sisi makhluk. Adapun ditinjau dari pencipta  taqdir, maka semuanya baik.  Makna Ihsan Sebuah amal dikatakan hasan cukup jika diniati ikhlas karena Allah, adapun  selebihnya adalah kesempurnaan ihsan. Kesempurnaan ihsan meliputi 2 keadaan:  1. Maqom Muraqobah yaitu senantiasa merasa diawasi dan  diperhatikan oleh Allah dalam setiap aktifitasnya, kedudukan yang lebih tinggi  lagi.  2.  Maqom Musyahadah yaitu senantiasa memperhatikan sifat-sifat Allah dan mengaitkan  seluruh aktifitasnya dengan sifat-sifat tersebut.     

Download Aplikasi KESAN (Gratis & Tanpa Iklan) di https://kesan.id/app/hadis/Arbain_Nawawi_I/2

Sabtu, 26 Juni 2021

6 Tahun Kotretan Iyek

kotretaniyek Belum berada pada performa seharusnya.
Di ulang tahun yang ke 6 ini, penulis akan berusaha kembali meningkatkan performa blog ini. Semoga Alloh SWT menghendaki dan mengizinkan.
Tidak bisa panjang lebar, singkat saja, kesimpulannya, saya haturkan terimakasih kepada pembaca setia blog ini, walau belum banyak, tapi terlihat selalu ada pembacanya.

Kamis, 17 Juni 2021

Jaga Akhiratmu

kotretaniyek Jaga akhiratmu maka Allah akan menjaga duniamu. Jaga kehidupan pribadimu maka Allah akan mengurus kehidupan publikmu.
 
Umar ibnu Abdul Aziz
  

Selasa, 15 Juni 2021

6 Kriteria Bahagia Hidup Di Dunia dan Akhirat

kotretaniyek Suatu hari Rasulullah bertemu dengan salah seorang sahabatnya yang
kondisinya sangat memprihatinkan sehingga mengundang perhatian Rasul sampai
Rasul bertanya, mengapa kamu menjadi seperti ini. Orang tersebut menjawab
dengan penuh percaya diri, bahwasanya dia menjadi seperti itu justru karena
doanya. Doanya adalah : Ya Allah berilah saya kesengsaraan dunia dan
jadikan kesengsaraan dunia sebagai indikator bahwa saya akan mendapat
kebahagiaan akhirat. Mendengar jawaban itu Rasulullah hanya bersabda :
inginkah aku tunjukkan doa yang lebih baik dari itu? Lalu dari peristiwa
ini turunlah Surat Al-Baqarah ayat 201 "Robbana atina fiddunyaa hasanatan
wa fil aakhiroti hasanatan waqinaa adzaabannaari" (Ya Allah berilah kami
kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa
neraka)
Jadi Rasul lebih suka kita punya sebuah kerangka berfikir bahwa kita
berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akan mejadikan kebahagiaan
dunia sebagai jembatan untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat. Itu
sebenarnya yang lebih disukai Rasul. Dan bapak-ibu pada musim haji atau
yang sudah pergi haji doa yang sering kita baca, doa itu. Jadi doa yang
sudah sering kita dengar atau yang sudah familiar dengan pendengaran kita
itu doa yang sangat luar biasa.
Bapak ibu yang dimuliakan....
Doa Robbana (dikenal juga doa sapu jagad) artinya merupakan doa yang paling mewarnai ketika kita
melaksanakan ibadah haji dan juga untuk kita yang tidak sedang melakukan
ibadah haji tampaknya doa itu harus menjadi bagian urat nadi kehidupan
kita. Kita minta diberikan kebahagiaan dunia maupun kebahagiaan akhirat.
Menurut Ibnu Abbas salah seorang ulama tafsir di kalangan sahabat pernah
menyebutkan bahwa yang dimaksud kebahagiaan dunia itu ada 6 yaitu :
1. Pasangan hidup yang sholeh
Pasangan hidup yang terdapat dalam Al-Quran dalam surat At-Tahrim
disebutkan ada 3 macam pasangan hidup kita yaitu :
a) Tipe pasangan hidup Nabi Nuh
Nabi Nuh orang sholeh beliau diberi umur hampir 1.000 tahun dan hampir dari
seluruh umurnya habis untuk dakwah, tapi ternyata istrinya sendiri yang
termasuk menentang dakwahnya. Ada tipe seperti ini suami tdk pernah
ketinggalan sholat, shaum senin-kamis namun istrinya tidur saja.
b) Seperti Firaun
Kita kenal Firaun simbol kedzoliman dan ketakaburan. Apalagi ada 3 pencetus
kesombongan yaitu : ilmu, kekayaan dan kekuasaan. 3 hal ini ada pada
Firaun. Namun Firaun yang begitu dzolim dan takaburnya, kata Rasul ada 3
wanita sholehah (riwayat Imam Muslim):
- Khadijah : istri Rasulullah
- Maryam : ibunda nabi Isa
- Asiyah : istri Firaun
Tipe ini adalah istrinya taat beribadah namun sang suami jauh dari Allah
c) Keluarga Imron
Imron adalah orang sholeh, punya istri sholeh, punya anak (Maryam) orang
sholeh dan cucu (Nabi Isa) juga sholeh. Sebenarnya bukan hanya keluarga
Imron saja ada keluarga Rasulullah, keluarga Ibrahim namun mereka semua
Nabi sedang Imron bukan Nabi.
Bagi yang belum menikah ada 4 kriteria pasangan hidup : ganteng/cantik,
pinter, kaya dan sholeh. Namun setelah dicari tidak dapat 4 kriteria
tersebut yang penting adalah hidup dan sholeh. Tentu harus klop antara doa
dan ikhtiar, mencari pasangan sholeh jangan dicari di diskotek, cafe,dll
tapi carilah di majelis taklim seperti ini.
2. Anak yang jadi penyejuk hati
Anak bisa jadi surga dunia atau neraka dunia. Walau keluarga pas-pasan tapi
anaknya sholeh maka dianggap oleh lingkungan sebagai keluarga yang
sukses/berhasil
3. Lingkungan yang sholeh
Kalau kita punya teman yang sholeh itu adalah kebahagiaan dunia. Tidak
semua orang pintar/cerdas , arif dalam menghadapi persoalan. Tidak
selamanya kecerdasan berbanding lurus dengan kebijaksanaan. Majelis taklim
bukan hanya sekedar ilmu, tapi mencari teman-teman dan lingkungan yang
sholeh. Nabi bersabda: Siapa yang duduk di majelis taklim dan niatnya
ikhlas maka malaikat akan memberi barokah kepada majelis itu dan langkah
yang dilakukan akan menjadi kifarah dosa-dosanya. Maka yang rumahnya jauh
itu lebih bagus asal ikhlas.
4. Harta yang halal
Kalau yang menjadi paradigma kita atau tolak ukur kita itu harta yang
banyak, hati-hati kita cenderung menghalalkan segala cara. Karena demi
banyak itu. Tapi kalau tolak ukur kita itu harta yang halal insya Allah
kita akan bekerja keras mencari yang halal, syukur-syukur bisa banyak.
Sehingga bagaimanapun harta yang banyak itu akan memberikan kemudahan bagi
kita dalam ber-taqarub kepada Allah.
5. Keinginan untuk memahami Islam dan mau mengamalkan
Ada keinginan/semangat untuk memahami Islam itu patut disyukuri sebab tanpa
keinginan yang kuat dan karunia Allah kita tidak mungkin hadir disini.
Problem terbesar yang dihadapi umat Islam adalah banyak yang mengakui
dirinya muslim tapi tidak mau memahami Islam, itu problem kita.
6. Umur yang barokah
Nabi bersabda: Kalau kamu meninggal kamu akan mendengar derap kaki orang
yang mengantarkan kamu itu pulang dan yang setia menemani adalah amal
sholeh. Makanya ukuran kebahagiaan dunia adalah bagaimana kita bisa mengisi
hidup dengan kesholehan. Usia makin bertambah, kita juga makin sholeh.
Hadirin sekalian...
Jadi ketika kita mengatakan 'Ya Allah beri kami kebahagiaan dunia'..enam
hal itulah yang kita minta. Pasangan hidup yang sholeh, anak yg sholeh,
lingkungan yang sholeh, harta yang halal, keinginan utk memahami Islam
(ilmu yg bermanfaat) dan umur yang barokah.

Selasa, 20 April 2021

Menari Di Mimpi Yang Salah (Bagian 7 - Seperti yang diinginkan)

kotretaniyek Malam hari tiba begitu nyata, gelap dan Hitam tidak seperti biasanya. Kenzi sudah tertidur lebih cepat tidak seperti biasanya, mungkin karena udara terlalu dingin buat dia. Fery memanggil Hindun ke ruang tengah untuk bicara masa depan. Fery memulai pembicaraan dengan membuka kata bahwa tabungannya sudah mulai dari awal lagi. Langkah selanjutnya adalah harus bisa membangun rumah. Ide cemerlang Hindun keluar dari mulutnya, ia memberi ide agar gaji suaminya yang seperempat dia simpan di bosnya, jika sudah mencapai seharga bahan bangunan belikan. Misalnya jika sudah terkumpul seharga pasir, beli dulu pasir, jika cukup untuk batu bata, pesankan dulu batu bata. Ide isterinya cukup cocok di otak Fery, dengan senyum renyah akhirnya selesai dengan baik dan tanpa alot diskusi malam itu.
Hindun kembali ke kamar untuk menemani Kenzi. Sedangkan Fery menghampiri ayahnya yang sedang nonton sinetron Tersanjung malam itu. Fery langsung memegang punggung ayahnya, sambil memijit kecil dan membuka perkataan. "Dulu bapak pernah nawarin Fery sebidang tanah untuk di buat rumah, apa itu masih berlaku?" Tanya Fery.
Ayah Fery tersenyum dan menjawab bahwa tanah itu boleh di bangun rumah untuk Fery. 

Satu tahun berjalan, pasir, batu, bata, kayu beberapa kubik sudah terkumpul, sekarang simpanan sudah menuju semen. 
Namun, hari itu ayahnya Fery sakit masuk rumah sakit. Ayahnya tidak punya biaya, Hindun menyuruh Fery mengambil uang simpanannya di toko bangunan, padahal tinggal sebulan lagi bahan bangunan akan hampir terkumpul. Setan sedikit berbisik, bahwa uang itu sayang jika di kasih ayahnya karena Fery susah payah bekerja dan cukum lama. Namun energi positif Hindun mengalahkan bisikan setan pada Fery. Akhirnya uang di ambil dan menghentikan sementara harapan itu.

Satu Minggu kemudian ayahnya sehat kembali, pulang dari rumah sakit. Namun hampir semua simpanannya habis. Fery tidak kecewa juga tidak marah, karena dalam pemikirannya yang terpenting ayahnya sehat kembali.
Fery kembali bekerja di toko bangunan seperti biasa. Tiba-tiba sore hari sebelum pulang, semua pegawai di suruh untuk berkumpul sebelum pulang. 
Ternyata bos dari toko bangunan sejahtera Jaya mendapatkan bonus dari semen karena target penjualan tercapai bahkan lebih. Ada bonus untuk pemilik toko dan ada bonus untuk pegawai disana. Semua bahagia dan semua pegawai senang.
Semua karyawan dapat bagian yang sama. Fery tidak menerima uang tunai, ia membelikan bonusnya untuk membeli bahan bangunan lainnya yang ia butuhkan. [Yek] bersambung...

Minggu, 18 April 2021

Menari Di Mimpi Yang Salah (Bagian 6 - Harapan)

kotretaniyek Pagi sudah datang kembali, masih dalam pilu dan cukup bingung Fery masih ditemani secangkir kopi dan beberapa buah bala-bala buatan rumah. Kalau hanya untuk sekedar makan dan minum sepertinya tidak ada masalah untuk Fery dan keluarga kecilnya, namun rasa malu dan ingin hidup lebih maju lagi yang menjadi harapan Fery terbesar saat itu. Kenzi sudah mulai lucu dan menggemaskan untuk di ajak bermain. Menandakan waktu akan segera cepat berlalu, akan melihat Kenzi menjadi anak laki-laki yang pasti punya keinginan. 
Fery masih bekerja di Sejahtera Jaya dengan posisi yang sama ketika masuk pertama kali kesana. Memang gajinya cukup untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, tapi cape dan lelahnya juga cukup merepotkan badannya. 

Waktu lama berselang terasa begitu cepat, tak terasa Fery sudah bekerja di sana setahun lamanya. Menandakan Fery sudah cukup kerasan dan adaptasi yang cocok sebagai karyawan di toko bangunan tersebut. Baju kaos bermerk alat dan bahan bangunan sudah tak terhitung, baju seragam dari toko juga cukup banyak, bonus dan gaji pokok tidak pernah telat. Selamatlah perekonomian dari keluarga Fery ini.
Keinginan terdekatnya sekarang ini adalah harus punya si kuda besi alias motor untuk kemudahan dia dalam mobilitas ketika berangkat ke tempat kerja atau setidaknya membawa anak isterinya berkunjung ke nenek atau sanak keluarga lainnya.
Waktu sudah sore, seperti biasa Fery pulang di bonceng Oni, karena satu arah.
Di perjalanan Fery curhat ingin punya motor sendiri. Oni pun memberi motivasi agar dia cepat beli motor.
Setibanya di rumah, setelah selesai makan dan mandi, Fery membawa main Kenzi di ruang tamu, hilanglah semua penat dan beban hidupnya ketika Kenzi berada di pangkuannya. Hindun yang telah menyelesaikan semua tugasnya menghampiri Kenzi dan Fery sambil membawa gorengan panas di piring putih bercorak merk penyedap masakan. Fery tersenyum renyah, dan membuka obrolan, mengutarakan keinginannya memiliki motor. Di jawab dengan senyum oleh Hindun, dan berkata bahwa dirinya ada simpanan uang tiga juta. Fery keheranan, darimana uang sebanyak itu? Lirih jawab Hindun sisa dari uang belanja. 
Senyum lepas dari Fery, bisa membeli motor bekas dalam pikirannya.
Hindun mengizinkan menggunakan uang tersebut untuk motor asal tidak melalui kredit, lebih baik motor jadul bekas saja dulu, agar tidak kebingungan dengan uang setoran bulanannya. Sedikit merengut Fery, karena dia inginnya motor baru walau kredit. Diskusi cukup alot antara keduanya. Namun setelah di bolak balik berfikir Fery pun mengerti dan paham atas pendapat isterinya Hindun. 
Dengan uang 5 juta Fery mulai melakukan pencarian motor second. Uang 3 juta simpanan Hindun dan 2 juta simpanan Fery di tempat kerja Fery. Setiap bulan gajinya di potong untuk di simpan di kantor, itung itung celengan saja.
Oni memberi rekomendasi sebuah motor matic yang dia tahu akan di jual.
Di carinya posisi motor tersebut, dengan penuh ketelitian akhirnya Fery cocok dengan motor tersebut. Di beli lah motor itu dengan harga 4,7juta. Ada sisa uang 300.000 ia guanakan untuk service motornya agar enak di gunakan.
Beberapa bulan kemudian, keinginan Fery baru lagi, dia ingin membuat rumah.
Ini bukan permasalahan tapi itu adalah harapan.

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...