29 Juni 2015,-
Tak banyak cerita menemani hari ini hingga terposting postingan di pukul 14.45 WIB.
Tak tahu setelah jam ini berlalu, akankah ada cerita apa, karena masa depan itu misteri, masa lalu itu tak mungkin kembali.
Bercerita saja yang sudah terjalani tadi, bercerita dengan ada bumbu tentunya. Berdalih biar enak dibacanya.
Bercerita seperti puisi tak bisa, bersyair seperti bersajak pun belum bisa.
Ada satu makhluk yang belakangan ini mengganggu otak dan hati ini.
Ketika masa demi masa dan waktu demi waktu berjalan, ada sesuatu yang terjadi, entah apa itu namanya. Hanya keseruan dan rasa apa namanya, hanya saling berbalas pesan pendek lewat media yang maya katanya. Tapi sehari tak ada kata-kata seperti terasa ada yang hilang, padahal seharusnya itu biasa saja.
Itu pikiran di pagi hari, sekarang berlanjut untuk bercerita dengan matahari yang cantik, tentunya ya disiang hari. Terasa panas karena tenggorokan tak terairi tak termasuki makanan, mungkin hanya air liur yang tak sengaja berjalan mengalir membasahinya. Hanya terlihat bocah-bocah tak berdosa, tapi berpahala karena menjalankan suatu kewajiban yang sudah pasti belum diwajibkan, dengan alasan belajar agar terbiasa di hari dewasa nanti. Mereka hanya kegembiraan yang dicari tak memikirkan nanti pas beduk magrib apa yang tersaji, mereka hanya mengharap ada banyak sajian tersaji di bedug maghrib.
Lapar tak terasa lapar, haus tak terasa dahaga. Terlupakan dengan larian dan senyuman dengan bocah lainnya.
Entah apa yang ada di dunia mereka, padahal semua menginjak di dunia yang sama.
Ternyata kebahagiaan itu kita yang membuat sendiri.
Teringat testimoni seorang Kiai asal Bandung, KH Abdullah Gymnastiar, mobil hanya terdiri dari kaleng, besi, viber, karet, kaca dan lainnya, mobil tak akan membuat orang bahagia, karena mobil tak mengerti bagaimana cara membahagiakan manusia. Tapi kadang pemikiran orang lain disekitar kita membuat prasangka bahwa orang bermobil pasti bahagia, itu belum tentu.
Bahagia itu banyak faktornya, banyak rumusnya, banyak tantangannya, banyak cara mendapatkannya. Tapi tinggal hanya kita yang menciptakan dunia sementara ini berubah menjadi lautan bahagia.
Cerita di angka 29 Juni 2015 belum selesai juga banyak yang tak terceritakan, cukup nanti memori ini yang akan mengingatkannya. (AH)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Besi dan Karat
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan di...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar