Berat
kepala ini tak seperti biasanya. Ternyata efek dari semalam yang tidur
terlambat tak seperti biasanya. Memang ajaib tubuh ini yang membuat kebiasaan
terjadi seperti terbiasa. Semisal ketika kita terbiasa buang air besar sebelum
mandi pagi, maka kebiasaan itu akan terulang terus selama kondisi tubuh ini
normal. Permisalan yang lain adalah bangun tidur, ketika terbiasa bangun jam
sekian, maka akan terbiasa mata ini terjaga dijam sekian. Begitu juga efek
begadang semalam membuat kepala menjadi terasa berat terasa dan sulit untuk
beranjak dari tempat tidur dan untuk terjaga.
Namun pagi
seperti berteriak seolah ingin mengajak menyaksikan keindahannya yang diiringi
lagu-lagu alam dari burung-burung kecil yang beterbangan mencari makan untuk
hari itu. Pagi yang diselimuti udara yang sejuk nan terasa damai. Belum banyak
aktivitas yang terjadi diwaktu ini, karena para insan masih mengumpulkan
ide-ide yang diiringi harapan untuk menjalani hari ini, juga menyediakan tenaga
untuk bisa menjalankan hidup dihari itu.
Waktu itu
pun terbangun setelah menyelesaikan kewajiban yang ditugaskan bagi seluruh umat
Muslim di dunia ini. Kaki berjalan sesuai dengan perintah otak yan
diinformasikan sehingga kaki bergerak menuju sesuatu yang diinginkan. Senyum terkembang
ketika bertemu dengan insane lain yang sama ingin menikmati pagi ini. Namun kepala
ini masih terasa berat, karena jatah sel-sel untuk beristirahat tercuri dengan
begadang yang terlalu malam. Hasilnya pagi itu pun tak dinikmati seperti
biasanya. Karena biasanya dipagi hari kaki berjalan berulang mengelilingi
lapangan yang datar yang menimbulkan keringat sedap menehatkan dentuman jantung
ini. Jantung yang bekerja memompa aliran darah sehingga berjalan menjalar
ditubuh sehingga hidup ini dinikmati dengan senikmat-nilmatnya.
Namun pagi
itu kepala masih terasa berat lagi, seperti menimbulkan rasa malas untuk menikmati
pagi yang menggiurkan namun dingin menusuk tulang-tulang putih. Sepertinya badan
ini butuh dibasuh diguyur air untuk mandi. Setelah mandi badan ini sedikit
terobati segar terasa, kepala yang berat sedikit memudar terasa ringan sedikit.
Pagi pun
berlanjut, aktivitas berjalan kembali menjemput rezeki yang telah ditentukan
peruntukannya. Disana terjadi peperangan hati yang kerap merasa iri atas rejeki
orang lain. Padahal apa yang kita dapatkan dihari itu, sudah ditentukan dari
sebelum kita terlahir kedunia ini. Jadi seharusnya jangan merasa iri atas
rejeki yang kita jemput dihari itu. Ketika kita merasa iri dengan orang lain
berarti disana kita tidak berterimakasih kepada Ar-Rajaq yang Maha Memberi
Rejeki. Syukurilah rejeki yang kita terima dihari ini dan hari
sebelum-sebelumnya. Karena ketika kita merasa berterimakasih dengan kata lain
merasa bersyukur, berarti disana kita sedang menabung untuk masa depan, untuk
mendapatkan penambahan atau keberkahan selanjutnya. Sebaliknya ketika tidak
merasa bersyukur maka disana kita akan menghadapi adzab yang besar dari Sang
Khalik.
Selanjutnya
bersyukurlah, qanaah terima apa adanya pemberian Allah SWT, menikmati pagi pun
itu adalah sebuah rejeki bagi kita. Karena banyak orang lain yang ketika tidur
dimalam hari, paginya sudah tidak bernyawa lagi. Semoga hidup kita selalu
berkah dan selalu diberi bimbingan sehingga kita selalu dijalan yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar