Sabtu, 09 April 2016

Pagi Ini



Berat kepala ini tak seperti biasanya. Ternyata efek dari semalam yang tidur terlambat tak seperti biasanya. Memang ajaib tubuh ini yang membuat kebiasaan terjadi seperti terbiasa. Semisal ketika kita terbiasa buang air besar sebelum mandi pagi, maka kebiasaan itu akan terulang terus selama kondisi tubuh ini normal. Permisalan yang lain adalah bangun tidur, ketika terbiasa bangun jam sekian, maka akan terbiasa mata ini terjaga dijam sekian. Begitu juga efek begadang semalam membuat kepala menjadi terasa berat terasa dan sulit untuk beranjak dari tempat tidur dan untuk terjaga.
Namun pagi seperti berteriak seolah ingin mengajak menyaksikan keindahannya yang diiringi lagu-lagu alam dari burung-burung kecil yang beterbangan mencari makan untuk hari itu. Pagi yang diselimuti udara yang sejuk nan terasa damai. Belum banyak aktivitas yang terjadi diwaktu ini, karena para insan masih mengumpulkan ide-ide yang diiringi harapan untuk menjalani hari ini, juga menyediakan tenaga untuk bisa menjalankan hidup dihari itu.
Waktu itu pun terbangun setelah menyelesaikan kewajiban yang ditugaskan bagi seluruh umat Muslim di dunia ini. Kaki berjalan sesuai dengan perintah otak yan diinformasikan sehingga kaki bergerak menuju sesuatu yang diinginkan. Senyum terkembang ketika bertemu dengan insane lain yang sama ingin menikmati pagi ini. Namun kepala ini masih terasa berat, karena jatah sel-sel untuk beristirahat tercuri dengan begadang yang terlalu malam. Hasilnya pagi itu pun tak dinikmati seperti biasanya. Karena biasanya dipagi hari kaki berjalan berulang mengelilingi lapangan yang datar yang menimbulkan keringat sedap menehatkan dentuman jantung ini. Jantung yang bekerja memompa aliran darah sehingga berjalan menjalar ditubuh sehingga hidup ini dinikmati dengan senikmat-nilmatnya.
Namun pagi itu kepala masih terasa berat lagi, seperti menimbulkan rasa malas untuk menikmati pagi yang menggiurkan namun dingin menusuk tulang-tulang putih. Sepertinya badan ini butuh dibasuh diguyur air untuk mandi. Setelah mandi badan ini sedikit terobati segar terasa, kepala yang berat sedikit memudar terasa ringan sedikit.
Pagi pun berlanjut, aktivitas berjalan kembali menjemput rezeki yang telah ditentukan peruntukannya. Disana terjadi peperangan hati yang kerap merasa iri atas rejeki orang lain. Padahal apa yang kita dapatkan dihari itu, sudah ditentukan dari sebelum kita terlahir kedunia ini. Jadi seharusnya jangan merasa iri atas rejeki yang kita jemput dihari itu. Ketika kita merasa iri dengan orang lain berarti disana kita tidak berterimakasih kepada Ar-Rajaq yang Maha Memberi Rejeki. Syukurilah rejeki yang kita terima dihari ini dan hari sebelum-sebelumnya. Karena ketika kita merasa berterimakasih dengan kata lain merasa bersyukur, berarti disana kita sedang menabung untuk masa depan, untuk mendapatkan penambahan atau keberkahan selanjutnya. Sebaliknya ketika tidak merasa bersyukur maka disana kita akan menghadapi adzab yang besar dari Sang Khalik.
Selanjutnya bersyukurlah, qanaah terima apa adanya pemberian Allah SWT, menikmati pagi pun itu adalah sebuah rejeki bagi kita. Karena banyak orang lain yang ketika tidur dimalam hari, paginya sudah tidak bernyawa lagi. Semoga hidup kita selalu berkah dan selalu diberi bimbingan sehingga kita selalu dijalan yang benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...