Selasa, 12 April 2016

Dimana Cahaya?



Cahaya yang datang seakan menjadi suatu petunjuk bagi mereka yang berada dalam kegelapan.Gelap yang membuat mata sebagai indera penglihat menjadi tak berfungsi, karena salah satu syarat untuk melihat adalah adanya cahaya yang memantul dari suatu benda yang memantul kembali melalui mata, disanalah terjadi suatu proses melihat. Begitu besar peran cahaya dalam setiap proses langkah kehidupan ini. Disanalah kita akan membutuhkan cahaya walaupun hanya sebesar api yang menyala di sumbu-sumbu lilin. Karena dengan sedikit cahaya, mata kita akan bisa berfungsi dan akhirnya dengan sedikit cahaya akan menuju cahaya yang semakin besar yang terang benderang.
Penggalan paragraph diatas hanyalah sebuah symbol kehidupan bagi kita semua yang berfikir dan beriman. Berfikir berarti kita memikirkan dengan akal kita bahwa semua yang Allah swt ciptakan didunia ini pastilah banyak manfaatnya serta keteraturan yang maha daripada yang maha. Beriman berarti kita mengimani atau mempercayai akan kebesaran ciptaan Allah swt dan tidak ada suatu apapun yang bisa menyamai dan menyerupai ataupun mengimbangi kekuasaan Allah swt. Selanjutnya disanalah kita dituntut untuk bisa bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang debirikan Allah swt kepada setiap makhluknya di alam semesta ini.
Jika dijadikan suatu pemisalan akan pentingnya cahaya bagi keberlangsungan hidup ini adalah seperti hidup ini yang tak memiliki arah dan tujuan. Sebagaimana cahaya lampu dalam kegelapan hitam pekat tak terlihat apapun. Andai saja ada sedikit cahaya, disanalah kita akan tertuntun menuju cahaya ataupun menuju tujuan hidup yag sesungguhnya.
Banyak diantara kita yang mengalami gelapnya hidup ini. Hal ini terjadi ketika diri kita tertimpa suatu musibah ataupun suatu ujian bahkan suatu peringatan. Ketika itu terjadi banyak diantara sebagian manusia menjadi mengalami kegelapan seperti tanpa cahaya tanpa arah dan tujuan. Hasilnya hidup orang yang mengalami hal tersebut menjadi buyar tak tentu arah, bahkan bisa-bisa menabrak koridor-koridor ketentuan yang seharusnya tak boleh ditabrak. Dengan bahasa lain menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan tanpa mata tanpa melihat dan tanpa bimbingan.
Seharusnya ketika menghadapi sedikit cobaan atau cobaan yang besar, carilah cahaya yang diharapkan bisa menerangi jalan kita. Namun bukna cahaya fatamorgana yang menjerumuskan kita nantinya. Tapi cahaya yang sungguh-sungguh cahaya untuk mendapatka jalan yang lurus dan mendpatkan tuntunan kearah jalan cahaya yang terang benderang. Atau dengan bahasa lain bahwasannya kita harus tetap pada keyakinan bahwa kita manusia yang beriman dan menjalankan segala PerintahNya dan menjauhi laranganNya senantiasa tetap bersyukur dan tetap menjadi hambaNya yang taat beribadah dan menjadi ahli syukur agar jalan cahaya tetap berada dihadapan kita. Selain itu tetaplah menjadi hamba yang menjadi ahli berdo’a dan ahli meminta kepada yag seharusnya diminta, yakni Allah swt.
Perjalanan hidup yang dijalani, ketika mengahadapi kegelapan akibat jauh dari agama, atau sedikit tergelincir dari agama, seakan kita ini adalah bukan kita yang seperti biasanya. Tetap istiqamah dalam kebaikan dan istiqamah menjadi hambaNya yang senantiasa terus mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. Dan semoga kelak ditempatkan di sisi Allah dalam syurganya yang didambakan setiap ummat Islam di dunia ini.

1 komentar:

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...