Dalam menjalani kehidupan yang kita jalani ini, sudah pasti kita akan bersinggungan dengan orang lain. Berinteraksi dengan dengan manusia lain ataupun dengan makhluk Alloh swt yang lainnya. Disanalah kita akan menjumpai orang-orang yang senang terhadap kita dan ada juga orang-orang yang kurang suka bahkan tidak suka terhadap diri ini. Itu hal yang lumrah terjadi, asalakan yang penting kita bisa mawas diri agar bisa disukai oleh semua orang dari semua kalangan. Disanalah ujian kita dimulai, dari yang kecil hingga yang besar. Akan datang kepada kita pujian-pujian dari mereka yang suka terhadap kita ataupun pujian yang menjatuhkan nantinya untuk kita. Disana juga ketika kita mendapatkan pujian, kita begitu terlena dan bisa saja membuat kita menjadi seorang yang sombong.
Selain pujian, ada juga cacian-cacian kepada kita dari orang yang kurang suka terhadap sikap ataupun kondisi kita. Saat kita di caci dan di maki oleh seorang atau sekelompok orang, pikiran kita bisa jatuh, mental kita bisa jatuh bahkan putus asa, ataupun kita tidak menerima atas semua cacian yang kita peroleh. Bisa saja cacian yang kita alami itu adalah ujian agar kita bisa naik kelas menjadi lebih sabar dan tawakal. Ataupun bisa saja itu adalah sebuah peringatan untuk kita yang mungkin saja pernah mencaci dan memaki orang lain yang kita sadari ataupun yang tak kita sadari. Bahkan bisa saja itu merupakan balasan bagi kita karena pernah menyakiti hati seseorang.
Jadi ketika cacian atau pujian datang menghampiri kita, itu adalah sarana bagi kita untuk berkaca diri, memeriksa diri dan memperbaiki diri.
Berkaca diri berarti kita bermuhasabah apa saja kesalahan yang pernah diperbuat. Melihat dan mengingat perbuatan yang pernah dilakukan. Mengevaluasi dan selanjutnya berusaha memperbaiki diri agar kita menjadi insan yang lebih baik dan lebih baik lagi dari sebelum-sebelumnya.
Pada hakikatnya bagaimanapun penilaian orang lain terhadap diri kita, itu tidak sebegitu penting. Yang penting adalah penilaian Alloh swt terhadap diri kita. Jadi kita harus berpegang teguh kepada Alloh swt agar penilaian Alloh swt terhadap kita adalah sebagai hamba-Nya yang senan tiasa menjadi hamba yang tunduk dan patuh terhadapa kemuliaan-Nya.
Percuma saja ketika kita mendapatkan banyak pujian dari manusia, tapi Alloh swt tidak ridha kepada kita, itu adalah sebuah kerugian yang teramat besar bagi kita. Maka dari itu marilah sama sama kita berdoa agar kita selalu berada dalam lindungan dan maghfirah Alloh swt. Aamiin....
Rabu, 22 Februari 2017
Pujian dan Cacian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Besi dan Karat
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...
-
KOTRETAN IYEK - Dipagi dalam menjelang Subuh beruraian air mata penuh dengan kekhusyukan dan dengan penuh rasa penyesalan akan kekhilapan di...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar