Kamis, 02 Juli 2015

TERNYATA PROSESNYA, BUKAN HASIL AKHIRNYA

Mumpung lagi "purun" kata dalam bahasa sundanya, atau dengan kata lain mumpung lagi mau menulis dan memposting hasil jepretan 'mata' hari ini.Namun juga di dukung dengan adanya kuota internet yang masih tersedia (heeee.... -red).
Hari ini tentunya di pagi hari, setelah pulang kuliah subuh dapat sebuah wejangan yang memang harus diatri sebagai suatu akidah buat saya tentunya. Hasil ceramah dari pak ustadz, yang secara lebih kurang intinya begini, bahwa sebuah hasil dari apa yang kita kerjakan itu tidak wajib, tetapi proses/ikhtiar/usaha itulah yang wajib buat kita. Masalah hasil akhir itu bukan kuasa kita untuk menentukan, tapi ada yang lebih kuasa yang menentukan hasil yakni Alloh swt sang pencipta alam semesta ini.
Kita bekerja dari pagi sampai sore, belum tentu mendapatkan rezeki yang sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kenapa seperti itu? Kita kan sudah berusaha bekerja sekuat tenaga bekerja untuk mendapatkan hasil dari jerit payah dan kucuran keringat kita! (eit... sabar jangan pake emosi gitu dong) Memang betul itu hak kita, ketika kita selesai bekerja, pasti mendapatkan upah dari hasil pekerjaan kita. Tapi tetap Alloh swt lah yang menentukan hasil akhir. Jika itu adalah rezeki kita pasti akan kita miliki dan kita dapatkan juga pasti kita nikmati, tapi jika itu bukan rezeki kita, misalnya ketika pulang menuju rumah dengan membawa hasil dari kerja kita, ditengah jalan kena begal atau dicopet, nah berarti itu bukan rezeki kita. Disini lagi-lagi ditunjukan bahwa Alloh swt lah yang menentukan hasil akhir. Tapi bukan berarti kita pesimis, tetap harus berusaha, misalnya ketika pulang dengan membawa hasil usaha kita ikhtiar dengan cara berhati-hati dijalan, atau degan cara menyimpan ditempat yang aman atau bahkan tidak mencolok bahwa kita punya uang banyak.
Seorang siswa yang belajar di sekolahan tidak wajib untuk menjadi rangking ke-satu, pasti tak mungkin semua siswa dapat rangking ke satu, pasti ada yang ke dua, tiga, empat dan seterusnya. Jadi rangking siswa itu adalah sebenarnya bukan merangking nilai yang tertinggi, tapi hakikatnya adalah merangking usaha siapa yang paling bagus diantara para siswa. Jadi disini tetap prosesnya yang dinilai, karena tak mungkin siswa yang malas belajar itu dapat hasil yang baik, betul kan? Alloh itu Maha Tahu apa yang dikerjakan makhluk-Nya. Jadi yang wajib atau yang harus dilakukan oleh siswa adalah proses atau pandai belajarnya bukan hasil akhirnya.
Saya sebagai guru honorer, tidak wajib harus menjadi seorang PNS, walaupun itu cita-cita sebenarnya. Lagi-lagi adalah prosesnya yang terpenting, apakah dalam menjalankan tugas sebagai honorer sudah melaksanakan dengan baik ataukah bagaimana? Alloh itu Maha Tahu apa kebutuhan kita, apa keinginan kita. Tapi Alloh itu pasti memenuhi semua kebutuhan kita, bukan memenuhi keinginan kita. Jangan takut akan rezeki, toh Alloh swt sudah berfirman bahwasannya semua makhluk yang ada didunia ini sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing. Bukan berarti juga pesimis untuk menggapai cita-cita sebagai pembantu negara untuk melayani masyarakat ini, ikhtiar harus tetap dilaksanakan tapi hasil akhir tetap harus Alloh yang berhak menentukannya.
Selanjutnya, selipkan juga dalam do'a kita semoga kita senantiasa menjadi orang yang beruntung. Tidak sedikit teman-teman kita, kawan-kawan kita yang berprestasi ketika disekolah namun kurang berprestasi di kehidupan masa depannya, tak sedikit pula teman kita yang nakal disekolah tapi menjadi orang sukses diwaktu dewasa. Tak sedikit sarjana yang nganggur, tak sedikit pula lulusan SD yang jadi orang kaya.
Tapi tetap bahwa ketaqwaan lah yang Alloh lihat, bukan kekayaan, pangkat, jabatan yang Alloh lihat.
Akhirnya mari bersama kita berdo'a semoga kita tetap berada dalam lindungan Alloh, dijadikan orang yang beruntung di dunia dan di akhirat kelak, aamiin.... Tetap optimis, tetap semangat. (ah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Besi dan Karat

Besi merupakan salah satu benda yang paling kuat di muka bumi ini. Namun tidak berarti kuat itu tidak terkalahkan. Besi ternyata kalah oleh ...