Hari ini mataku merekam beberapa kejadian yang begitu penting untuk pelajaran hidupku.
Mood di pagi hari sepertinya harus dibuat senyaman mungkin, untuk melanjutkan mood waktu-waktu selanjutnya setelah pagi. Kenyamanan itu yang menciptakan adalah kita sendiri, dimulai dari bangun pagi jangan sampai keduluan oleh ayam jago yang berkokok. Selanjutnya melaksanakan kewajiban dan diusahakan mencari pahala yang 27. Karena ketika badan ini selesai beristirahat, ribuan sel kembali dimudakan dan diperbaharui, dilanjut dengan sesuatu yang baik, maka selanjutnya semoga kebaikan menaungi diri kita seterusnya. Secara kasarnya, kita belum melakukan dosa apapun untuk hari itu, tapi langsung menuju rumah Alloh untuk melaksanakan shalat berjamaah subuh, mungkin disanalah letak kemulusan menjalani hari itu.
Ketika rutinitas berjalan seperti roda yang berputar, maka disanalah kita menghadapi satu ujian yakni menghadapai rasa jenuh karena rutinitas yang seperti itu-itu saja. Namun rasa jenuh itu bisa akan hilang jikalau pembawaan kita untuk hari ini dibawa dengan se'enjoy mungkin tanpa berkeluh kesah apalagi menggerutu. Dibawa bahagia dan dibawa gembira.
Selanjutnya mata ini merekam dan menyimpulkan di kejadian hari ini, bahwa ketika kita mendapatkan suatu undangan dari saudara kita, tentunya kita dianjurkan untuk menghadirinya, itulah salah satu hak seorang muslim bagi muslim lainnya, memenuhi undangan. Sebab disanalah terjalinnya suatu silaturahmi dan rezekipun datang menghampiri.
Selanjutnya jadwal yang banyak kegiatan di satu waktu akan membawa ketidakfokusan dalam menjalaninya. Disanalah seorang muslim dituntut untuk bisa memanage waktu. Membagi waktu agar setiap kegiatan bisa terlaksana dan tidak merugikan orang lain atas janji yang telah terlontar.
Untuk catatan hari ini mungkin cukup, tapi sepertinya masih banyak kesalahan pemilihan kosakata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar