Cahaya yang datang seakan
menjadi suatu petunjuk bagi mereka yang berada dalam kegelapan.Gelap yang
membuat mata sebagai indera penglihat menjadi tak berfungsi, karena salah satu
syarat untuk melihat adalah adanya cahaya yang memantul dari suatu benda yang
memantul kembali melalui mata, disanalah terjadi suatu proses melihat. Begitu besar
peran cahaya dalam setiap proses langkah kehidupan ini. Disanalah kita akan
membutuhkan cahaya walaupun hanya sebesar api yang menyala di sumbu-sumbu
lilin. Karena dengan sedikit cahaya, mata kita akan bisa berfungsi dan akhirnya
dengan sedikit cahaya akan menuju cahaya yang semakin besar yang terang
benderang.
Penggalan paragraph diatas
hanyalah sebuah symbol kehidupan bagi kita semua yang berfikir dan beriman. Berfikir
berarti kita memikirkan dengan akal kita bahwa semua yang Allah swt ciptakan
didunia ini pastilah banyak manfaatnya serta keteraturan yang maha daripada
yang maha. Beriman berarti kita mengimani atau mempercayai akan kebesaran ciptaan
Allah swt dan tidak ada suatu apapun yang bisa menyamai dan menyerupai ataupun
mengimbangi kekuasaan Allah swt. Selanjutnya disanalah kita dituntut untuk bisa
bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang debirikan Allah swt kepada setiap
makhluknya di alam semesta ini.
Jika dijadikan suatu pemisalan
akan pentingnya cahaya bagi keberlangsungan hidup ini adalah seperti hidup ini
yang tak memiliki arah dan tujuan. Sebagaimana cahaya lampu dalam kegelapan
hitam pekat tak terlihat apapun. Andai saja ada sedikit cahaya, disanalah kita
akan tertuntun menuju cahaya ataupun menuju tujuan hidup yag sesungguhnya.
Banyak diantara kita yang
mengalami gelapnya hidup ini. Hal ini terjadi ketika diri kita tertimpa suatu
musibah ataupun suatu ujian bahkan suatu peringatan. Ketika itu terjadi banyak
diantara sebagian manusia menjadi mengalami kegelapan seperti tanpa cahaya
tanpa arah dan tujuan. Hasilnya hidup orang yang mengalami hal tersebut menjadi
buyar tak tentu arah, bahkan bisa-bisa menabrak koridor-koridor ketentuan yang
seharusnya tak boleh ditabrak. Dengan bahasa lain menghalalkan segala macam
cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan tanpa mata tanpa melihat dan
tanpa bimbingan.
Seharusnya ketika menghadapi
sedikit cobaan atau cobaan yang besar, carilah cahaya yang diharapkan bisa
menerangi jalan kita. Namun bukna cahaya fatamorgana yang menjerumuskan kita
nantinya. Tapi cahaya yang sungguh-sungguh cahaya untuk mendapatka jalan yang
lurus dan mendpatkan tuntunan kearah jalan cahaya yang terang benderang. Atau dengan
bahasa lain bahwasannya kita harus tetap pada keyakinan bahwa kita manusia yang
beriman dan menjalankan segala PerintahNya dan menjauhi laranganNya senantiasa
tetap bersyukur dan tetap menjadi hambaNya yang taat beribadah dan menjadi ahli
syukur agar jalan cahaya tetap berada dihadapan kita. Selain itu tetaplah
menjadi hamba yang menjadi ahli berdo’a dan ahli meminta kepada yag seharusnya
diminta, yakni Allah swt.
Perjalanan hidup yang dijalani,
ketika mengahadapi kegelapan akibat jauh dari agama, atau sedikit tergelincir
dari agama, seakan kita ini adalah bukan kita yang seperti biasanya. Tetap istiqamah
dalam kebaikan dan istiqamah menjadi hambaNya yang senantiasa terus mendekatkan
diri kepada yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. Dan semoga kelak ditempatkan
di sisi Allah dalam syurganya yang didambakan setiap ummat Islam di dunia ini.
mantapppp
BalasHapus