sumber : http://www.smstauhiid.com/ulama/aagym/jangan-sibuk-dengan-penilaian-makhluk/
Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang
Maha Baik, melimpahkan petunjuk kepada kita sehingga kita tidak termasuk
orang-orang yang tersesat dalam menjalani hidup di dunia ini. Sholawat
dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa seseorang pernah berkepada kepada Rosululloh Saw., “Wahai
Rosululloh, sesungguhnya aku sewaktu-waktu melakukan amal kebaikan
dengan niat karena Alloh, namun sementara itu aku juga ingin agar amalku
dilihat oleh orang lain.” Mendengar pernyataan ini Rosululloh Saw.
pun diam, tidak memberikan jawaban sedikitpun sehingga Alloh Swt.
menurunkan ayat kepada beliau, “Barangsiapa mengharapkan perjumpaan
dengan Robb-nya maka hendaklah ia melakukan amal sholih dan janganlah ia
mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Robb-nya.” (QS. Al Kahfi [18] : 110)
Jika
kita mendambakan kehidupan yang tenang dan bahagia, berjumpa dengan
Alloh Swt., maka hendaklah kita menjauhi perubatan syirik. Baik itu yang
tergolong syirik besar maupun syirik kecil seperti riya’ atau berharap
amal dilihat dan dipuji orang lain. Karena sesungguhnya syirik merupakan
kezholiman yang besar.
Walaupun seseorang beramal kebaikan yang
sangat besar dalam ukuran manusia, walaupun seseorang berdakwah dengan
sangat fasih dan sangat lengkap dengan dalil-dalil Al Quran dan As
Sunnah namun jika di dalam hatinya yang ada adalah harapan agar dilihat
dan dipuji makhluk maka sia-sialah amalnya itu, bahkan bisa menyeretnya
ke dalam neraka.
Demikianlah bahaya dari mencari penilaian
makhluk. Padahal sehebat apapun manusia memuji kita, sebesar apapun
manusia memberi penghargaan kepada kita, semua itu tidak ada-apanya
dibandingkan dengan penilaian hakiki dari Alloh Swt. Apa artinya
penilaian makhluk jika di hadapan Alloh kita tidak berharga, apa artinya
pujian makhluk jika dalam penilaian makhluk kita tidak terpuji.
Sedangkan barangsiapa yang mendapat kedudukan tinggi di hadapan Alloh,
maka sesungguhnya ia akan mendapatkan derajat tinggi pula di hadapan
seluruh makhluk. Maasyaa Alloh.
Oleh karena itu, marilah
kita beramal sholih tanpa sibuk memikirkan apakah orang lain melihat
atau tidak, yang terpenting bagi kita adalah sibuk memikirkan apakah
Alloh ridho atau tidak. Jadikan penilaian Alloh yang utama. Semoga kita
termasuk orang-orang yang amalnya diterima oleh Alloh Swt. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]
Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar